- Advertisement -
Beranda blog Halaman 115

Pegang Kunci Duplikat, Pemuda ini Gasak Emas dan Uang Dolar Milik IRT di Dalung

Pelaku DFHS (26) diamankan aparat Polsek Kuta Utara usai membobol apartemen di Dalung
Pelaku DFHS (26) diamankan aparat Polsek Kuta Utara usai membobol apartemen di Dalung

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Gara-gara kunci duplikat, seorang pria berinisial DFHS (26) harus berurusan dengan hukum. Ia kedapatan mencuri emas dan uang asing milik seorang ibu rumah tangga di Dalung, Kuta Utara. Usai sempat kabur ke Jakarta, pelaku akhirnya berhasil dibekuk aparat Polsek Kuta Utara.

Korban berinisial SVP (33) menyadari kehilangan ketika hendak mengambil uang pada Kamis (31/7). Ia terkejut mendapati dua gelang emas, satu cincin emas, serta dompet berisi uang tunai Rp4 juta, 300 dolar Singapura, 50 dolar Amerika, dan 50 euro raib dari kamar apartemennya di Jalan Pondok Asri II, Banjar Tegal Jaya, Dalung.

Lebih parah lagi, peristiwa serupa ternyata sudah menimpa korban pada April 2025 lalu, ketika ia kehilangan empat keping emas Antam seberat 10 gram. Saat itu, kasus belum terungkap hingga kejadian terbaru membuka tabir pelakunya.

“Pintu maupun jendela tidak ada tanda kerusakan. Namun resepsionis apartemen mengaku sempat memberikan kunci duplikat kepada DFHS dengan alasan mengambil barang milik anak korban,” ungkap PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aipda Ni Nyoman Ayu Inastuti, Jumat (22/8).

Polisi kemudian bergerak cepat. Rekaman CCTV diperiksa, saksi dimintai keterangan, hingga jejak pelaku terlacak berada di Jakarta. Aparat pun memasang jebakan ketika DFHS kembali ke Bali. Saat turun dari bus di Terminal Mengwi pada Selasa (20/8), pelaku langsung digelandang tanpa perlawanan.

Dalam pemeriksaan, DFHS mengaku seluruh barang hasil curian dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup. Polisi hanya mengamankan barang bukti berupa tas merah muda dan sisa uang 3 dolar AS. Kini, ia ditahan di Mapolsek Kuta Utara dan dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara. RA

Pelaku Keprok Kaca Mobil di Tabanan Belum Terungkap

Kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil di kawasan Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Sabtu (16/8/2025).
Kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil di kawasan Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Sabtu (16/8/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kasus pencurian dengan modus keprok kaca mobil yang terjadi di kawasan sekitar Lapangan Alit Saputra (Lapangan DC), Desa Dajan Peken, pada pekan lalu, hingga kini masih belum terungkap.

Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP M. Taufik Effendi, mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

“Sementara kami masih melakukan pendalaman saksi dan CCTV. Jika ada perkembangan akan kami informasikan. Saat ini masih kami dalami,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).

Kejadian itu terjadi pada Sabtu (16/8/2025) sore, sehari sebelum upacara peringatan HUT ke-80 RI. Korban bernama I Made Adi Sutrisna (41), staf Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan asal Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur.

Korban memarkir mobil Toyota Rush putih miliknya di area bekas kantor Satpol PP Tabanan, sisi selatan Lapangan Alit Saputra, sekitar pukul 18.30 Wita. Saat kembali sekitar 30 menit kemudian, kaca mobilnya sudah dipecahkan dan sejumlah barang berharga hilang.

Barang-barang itu rencananya saya gunakan saat upacara bendera di Lapangan Alit Saputra. Barang yang raib antara lain satu kamera mirrorless, satu iPad, dan dua unit ponsel (Samsung dan Redmi). Total kerugian diperkirakan mencapai Rp20 juta.

Aksi keprok kaca mobil di sekitar Lapangan Alit Saputra ternyata bukan yang pertama. Sebulan sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di Jalan KS Tubun, Tabanan, dekat Kantor Samsat. Saat itu kaca mobil dipecahkan, namun tidak ada barang yang hilang.

Bahkan, pada pertengahan November 2024, dua mobil yang parkir di pinggir Jalan Bypass Ir. Soekarno, Tabanan, juga menjadi sasaran. Kedua korban kehilangan uang tunai dan sejumlah barang berharga. Namun hingga kini, jajaran Satreskrim Polres Tabanan belum berhasil menangkap pelaku.

Berulangnya kasus serupa tanpa pengungkapan membuat masyarakat resah, terlebih lokasi kejadian berada di pusat keramaian kota Tabanan. (ana)

Putri Koster Ajak PKK Jadi Teladan Pengelolaan Sampah di Desa

Kegiatan Menyapa dan Berbagi di Wantilan Pura Puseh Lan Desa, Desa Adat Beng, Kecamatan Gianyar, pada Jumat (22/8/2025).
Kegiatan Menyapa dan Berbagi di Wantilan Pura Puseh Lan Desa, Desa Adat Beng, Kecamatan Gianyar, pada Jumat (22/8/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, mengajak masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah secara mandiri. Menurutnya, sampah merupakan permasalahan kronis yang harus menjadi perhatian bersama.

Penanganannya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Menyapa dan Berbagi di Wantilan Pura Puseh Lan Desa, Desa Adat Beng, Kecamatan Gianyar, pada Jumat (22/8/2025).

Dalam kesempatan itu, Ibu Putri Koster meminta agar PKK turut aktif mensosialisasikan pengelolaan sampah berbasis sumber. PKK yang ada di desa, kecamatan, dan kelurahan diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus teladan di lingkungannya masing-masing dalam hal pengelolaan sampah yang baik.

“Sampah yang menumpuk akan menghasilkan racun seperti dioksin dan mikroplastik. Oleh sebab itu, sampah harus dipilah: mana yang termasuk sampah organik, sampah anorganik, sampah dapur, dan sampah residu,” jelasnya.

Ia menambahkan, sampah organik dan sampah makanan yang mencakup hampir 65 persen total sampah harus diselesaikan di sumbernya, baik di rumah tangga masing-masing maupun di desa adat.

Sementara sisanya, berupa sampah anorganik dan residu, agar dikelola di TPS3R dan TPST yang berada di wilayah desa adat. Pola tersebut, menurutnya, sudah tepat untuk menangani permasalahan sampah di Bali.

“Jika desa-desa di Bali bersih, maka Bali pasti bersih. Ujung tombaknya ada di masing-masing desa adat,” imbuh wanita yang juga merupakan Duta PSBS PADAS tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap desa di Bali harus bersih dari sampah tanpa mengotori desa lainnya.

Selain itu, Ibu Putri Koster yang didampingi Lurah Beng juga meninjau pemanfaatan biopori dan teba modern di Wantilan Pura Puseh Lan Desa, Desa Adat Beng.

Ia mengapresiasi peran aktif masyarakat Desa Adat Beng dalam mendukung program pengelolaan sampah berbasis sumber melalui pembuatan biopori dan teba modern di fasilitas umum desa.

“Becik niki. Ini adalah contoh yang baik tentang bagaimana penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber,” katanya. Ia berharap konsep ini juga dapat diterapkan di setiap rumah tangga.

Kegiatan Menyapa dan Berbagi di Desa Beng, Kecamatan Gianyar, juga menyasar lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, kader PKK, dan balita dari lima kelurahan di Kecamatan Gianyar, yakni Abianbase, Bitera, Beng, Gianyar, dan Samplangan.

Jumlah bantuan yang didistribusikan mencapai 50 paket sembako yang terdiri dari beras, telur, dan susu, serta berbagai bantuan lainnya sebagai bentuk kerja sama dan kolaborasi PKK dengan mitra kerja serta perangkat daerah Pemerintah Provinsi Bali. (rls)

Tanah Lot Art & Food Festival #6 Dibuka, Parade Gebogan hingga Kuliner Lawas Bali Jadi Daya Tarik 

Parade Gebogan dalam pembukaan Tanah Lot Art & Food Festival #6.
Parade Gebogan dalam pembukaan Tanah Lot Art & Food Festival #6.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tanah Lot Art & Food Festival #69 resmi dibuka di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Jumat (22/8/2025). Festival tahunan ini akan berlangsung selama lima hari hingga Senin, 25 Agustus 2025.

Pembukaan festival ditandai dengan pembunyian alat musik Okokan oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga bersama jajaran Forkopimda.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pertunjukan parade gebogan yang melibatkan delapan kelompok PKK dari desa adat se-Kecamatan Kediri. Parade dimulai pukul 17.45 WITA dengan barisan pertama dari Desa Adat Beraban, dilanjutkan Kediri, Abian Tuwung, Dalem Hyang Api, Suralaga, Kelaci Kelod, Kaba-kaba, dan terakhir Kelaci Kaja.

 

ORute parade mengambil start dari gapura pintu masuk barat DTW Tanah Lot menuju panggung utama dengan latar indah matahari terbenam. Antusiasme penonton terlihat tinggi saat menyaksikan iringan gebogan yang meriah.

Tahun ini, festival mengusung tema Prayajana Samudrasya Adiswara, yang bermakna persembahan dan pengorbanan terhadap kekuatan samudra demi terciptanya keharmonisan, keagungan, dan kemuliaan Tanah Lot.

Sama seperti tahun sebelumnya, daya tarik yang juga dihadirkan dalam festival ini adalah Klinik Kuliner, di mana wisatawan bisa melihat langsung proses pembuatan dua kuliner lawas Bali yang hampir punah, yaitu Penyon dan Serapah.

Serapah merupakan olahan daging babi, ayam, atau bebek dengan bumbu genep, santan, dan tepung beras, yang biasanya disajikan bersama sate serapah. Sedangkan Penyon, dikenal juga sebagai lawar basah, terbuat dari daging dan sayuran dengan tambahan kelapa bakar, bumbu kalas, serta rempah khas Bali.

Selain itu, pengunjung juga dapat bernostalgia dengan jajanan tradisional era 1960–1980-an, seperti Jaje Serebet (singkong goreng manis berlapis gula merah) dan Jaje Rengas (kue bulat berbahan ubi, tepung beras, kelapa, dan gula merah).

Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar festival ini mampu mendongkrak pariwisata Tanah Lot ke kancah internasional.

“Saya meminta kepada badan pengelola dan managemen oprasional DTW Tanah Lot, untuk selalu melakukan terobosan-terobosan strategis, dan membuat inovasi-inovasi, sehingga pura tanah lot bisa tetap menjadi tujuan wisata religius di tingkat international,” ujarnya.

Dirga juga menilai pelaksanaan Tanah Lot Art & Food Festival merupakan langkah tepat dalam mempromosikan budaya lokal sekaligus menggali potensi kesenian dan kuliner tradisional.

“Dengan begitu, akan tercipta perputaran ekonomi yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas,” imbuhnya.

Festival yang digelar keenam kalinya ini semakin semarak dengan hadirnya 37 stan UMKM yang menyajikan beragam produk kuliner dan kerajinan khas Bali. (ana)

Polres Tabanan Amankan 6 Tersangka Kasus Narkoba, 2 Diantaranya Residivis

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Satresnarkoba Polres Tabanan berhasil mengungkap empat kasus tindak pidana narkotika selama Agustus 2025. Dalam pengungkapan tersebut, enam orang tersangka berhasil diamankan bersama barang bukti berupa enam paket shabu dengan total berat 2,9 gram netto.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah hukumnya. la juga mengingatkan keluarga, khususnya orang tua, agar memperhatikan anak-anaknya.

“Kami mengimbau para orang tua agar betul-betul menjaga anak-anaknya. Jangan sampai salah pergaulan hingga terjebak penyalahgunaan narkoba. Mari bersama-sama waspada terhadap peredaran dan penggunaan narkotika,” ujar AKBP Bayu Pati dalam pres rilis, Jumat (22/8/2025).

Kasat Narkoba Polres Tabanan AKP I Ketut Ananta menambahkan, dari empat kasus yang terungkap, terdapat enam tersangka dengan berbagai latar belakang pekerjaan.

“Para tersangka memesan barang terlarang ini dari orang tak dikenal melalui online, lalu ditempel di salah satu tempat. Semua tersangka merupakan pemilik sekaligus pengguna narkoba,” jelasnya.

Pengungkapan kasus pertama, polisi menangkap EP (33), buruh harian lepas asal Banyuwangi di Pinggir Jalan Maurip, Desa Bengkel, Kediri, Tabanan pada 1 Agustus 2025. Barang Bukti: 1 paket shabu seberat 0,36 gram netto.

Kemudian, KM (43), wiraswasta asal Tabanan. Barang bukti ditemukan di dua lokasi di wilayah Kediri, Tabanan pada 12 Agustus 2025. Total Barang Bukti 3 paket shabu seberat total 2,2 gram netto.

Selanjutnya, SA (30) dan BW (29), mahasiswa asal Tabanan dan Denpasar diamankan di Jalan Ayani I, Desa Kaba-Kaba, Kediri, Tabanan, pada 18 Agustus 2025. Polisi berhasil menyita 1 klip plastik berisi shabu seberat 0,17 gram netto dari tangan pelaku.

“Kedua pelaku ini merupakan residivis kasus narkoba. Mereka baru keluar penjara pada 2021 dan 2022,” jelas AKP Ketut Ananta.

Kemudian, tersangka KAC (33) karyawan swasta, dan DA (35) karyawan honorer, keduanya asal Tabanan. Pelaku diamankan di Jalan menuju Setra Adat Denbantas, Desa Denbantas, Tabanan pada 21 Agustus 2025. Dengan Barang Bukti berupa 1 klip plastik berisi shabu seberat 0,17 gram netto.

Polres Tabanan berharap masyarakat turut berperan aktif dalam upaya pemberantasan narkoba dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya peredaran maupun penyalahgunaan. (ana)

Percepat Ungkap Kasus Kriminal, Polres Tabanan Usulkan Perda CCTV ke Pemda

Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati.
Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Polres Tabanan mengusulkan pembentukan peraturan daerah (Perda) tentang pemasangan CCTV kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Melalui perda ini, kamera pengawas di instansi pemerintah maupun tempat usaha akan terkoneksi langsung dengan pemda dan Polres, sehingga mempermudah pemantauan tindak pidana.

Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, menjelaskan usulan tersebut sudah dikoordinasikan dengan Bupati Tabanan.

“Saya sudah koordinasikan dengan Bapak Bupati agar dibuatkan Perda. Nantinya CCTV ini terkoneksi di Pemda maupun ke Polres,” kata Bayu Pati saat konferensi pers pengungkapan kasus di Mapolres Tabanan, Jumat (22/8/2025).

Menurutnya, perda ini sangat penting untuk mempercepat pengungkapan kasus kriminal. Sebab, selama ini keberadaan CCTV sangat membantu kepolisian dalam mengungkap berbagai tindak pidana di wilayah hukum Polres Tabanan.

“Harapannya, ketika ada tindak pidana, pengungkapan bisa lebih cepat dan mudah dilakukan. Ketika kamtibmas kondusif, pergerakan ekonomi juga bisa berjalan selaras dengan kesejahteraan masyarakat. Langkah ini tentu membutuhkan dukungan instansi pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

AKBP Bayu Pati menyebut, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya pun memberikan sinyal positif atas usulan tersebut. Bupati Sanjaya pun siap membahas konsep bersama dan menyampaikannya melalui forum Forkopimda.

“Mudah-mudahan Perda ini bisa segera terwujud, karena tujuannya untuk kepentingan bersama, khususnya dalam mengawasi lingkungan di luar jam kerja,” ucapnya. (ana)

Tuntutan Ekonomi Jadi Alasan Bapak ajak Anak di Tabanan Curi Uang Kepeng di Pura

Polres Tabanan saat menggelar press rilis pengungkapan kasus pencurian uang kepeng, Jumat (22/8/2025).
Polres Tabanan saat menggelar press rilis pengungkapan kasus pencurian uang kepeng, Jumat (22/8/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Polres Tabanan merilis pengungkapan kasus pencurian uang kepeng di Pura Dalem Desa Adat Sambian, Banjar Dinas Sambian Tengah, Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan. Aksi pelaku sempat terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.

Kasus ini dirilis Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, didampingi Kasat Reskrim AKP M. Taufik Effendi pada Jumat (22/8/2025).

Pelaku diketahui berinisial GGAG (34), karyawan swasta asal Desa Gadungan, Selemadeg Timur. Ia ditangkap di rumahnya di Perumahan Graha Candra Asri, Desa Meliling, Kerambitan, pada Rabu (20/8/2025).

“Tersangka mencuri empat sandang atau tempat uang kepeng dan sesari, dengan total kerugian mencapai Rp7 juta. Motifnya murni karena alasan ekonomi,” jelas AKBP Bayu Pati.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, tersangka bahkan terlihat mengajak anaknya saat beraksi. Namun, anak tersebut tidak diproses hukum karena masih di bawah umur. “Karena di bawah umur kami tidak ikut sertakan saat ini sesuai SOP,” tegas AKBP Bayu Pati

Sementara itu, AKP Taufik mengungkapkan modus tersangka adalah memanfaatkan pintu pura yang tidak terkunci, lalu merusak gembok dan engsel pintu gedong dalem dengan tang untuk mengambil uang serta empat sandangan berisi kepeng.

“Pelaku juga mengakui pernah melakukan aksi serupa di sejumlah lokasi lain, di antaranya Pura Dalem Desa Adat Dalang, Pura Dalem Desa Adat Nyatnyatan, Desa Gadung Sari, serta Pura Jaga Balu Banjar Jelijih Pondok, Desa Megati, Selemadeg Timur,” ujarnya.

Dari pengakuan tersangka, uang kepeng hasil curian itu dijual secara online. Atas perbuatannya, GGAG dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-5e KUHP junto Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Hingga kini, polisi masih mendalami kemungkinan keterkaitan pelaku dengan kasus pencurian uang kepeng di Pura Puseh Desa Adat Dadia, Banjar Dinas Dadia, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, serta pencurian kotak amal di Masjid Nurul Falah, Pesiapan. (ana)

527 Kontingen Tabanan Siap Berlaga di Porprov Bali 2025

Pelepasan Kontingen Kabupaten Tabanan, menuju Porprov Bali 2025, pada Kamis (21/8/2025) di Halaman Depan Kantor Bupati Tabanan.
Pelepasan Kontingen Kabupaten Tabanan, menuju Porprov Bali 2025, pada Kamis (21/8/2025) di Halaman Depan Kantor Bupati Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 409 Atlet dan 108 pelatih Kabupaten Tabanan akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI/2025 yang berlangsung di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar sebagai tuan rumah utama.

Bupati Tabanan yang diwakili oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, secara resmi melepas Kontingen Kabupaten Tabanan, Kamis, (21/8/2025) di Halaman Depan Kantor Bupati Tabanan.

Wabup Dirga menyampaikan, keikutsertaan atlet Tabanan di Porprov Bali merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar yang harus diemban dengan sepenuh hati.

“Hari ini kita melepas putra dan putri terbaik Tabanan yang telah berlatih penuh semangat, disiplin, dan dedikasi untuk mengikuti Porprov Bali XVI. Mereka tidak hanya mewakili cabang olahraga masing-masing, tetapi juga membawa nama baik daerah yang kita cintai ini dan wajib kita dukung bersama,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya untuk menjadikan momentum Porprov ini sebagai ajang pembuktian kemampuan, sportivitas, dan tekad pantang menyerah dalam meraih prestasi guna mengharumkan nama daerah.

“Jadikan pengalaman ini sebagai ajang pembuktian kemampuan sportivitas dan dan tekad pantang menyerah untuk meraih prestasi. Bertandinglah dengan hati berjuang sepenuh jiwa dan tunjukkan pada semua orang, bahwa kita orang Tabanan adalah pejuang sejati di bidang olahraga,” tegas Dirga.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada KONI Tabanan beserta seluruh pihak yang telah mempersiapkan kontingen dengan baik, sehingga mampu berpartisipasi penuh dengan persiapan dalam ajang tahunan ini.

“Melalui kegiatan ini saya berharap kepada adik-adik, para atlet para official dan pelatih dapat memanfaatkan momen ini untuk menambah pengalaman dan menjadikannya sebagai wadah guna meningkatkan mental berkompetisi yang nantinya sangat bermanfaat bagi kemajuan prestasi olahraga di Kabupaten Tabanan,” imbuh Dirga.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kontingen Kabupaten Tabanan, Mulyadi Djoyo alias Joyok, dalam laporannya menyampaikan, KONI Tabanan sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah senantiasa berkomitmen membina atlet berprestasi sesuai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Disebutkannya, Porprov Bali XVI mempertandingkan 48 cabang olahraga dengan 620 nomor pertandingan, dan Tabanan turut serta dalam 35 cabang olahraga dengan mengirimkan total 527 orang, terdiri dari 409 atlet (161 tertanggung, 248 mandiri) dan 108 pelatih (51 tertanggung, 67 mandiri). (ana)

Lomba Cipta Menu Jembrana 2025, Putri Koster Tekankan Pemanfaatan Pangan Lokal

Lomba Cipta Menu Khas Jembrana Berbasis Pangan Lokal 2025 di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Kamis (21/8/2025).
Lomba Cipta Menu Khas Jembrana Berbasis Pangan Lokal 2025 di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Kamis (21/8/2025).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber makanan sehat dan bergizi. Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri Lomba Cipta Menu Khas Jembrana Berbasis Pangan Lokal 2025 di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Kamis (21/8/2025).

Lomba yang digelar dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI, HUT ke-67 Provinsi Bali, serta HUT ke-130 Kota Negara ini diikuti lima tim TP PKK dari masing-masing kecamatan di Jembrana.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), didampingi istrinya yang juga Sekretaris I TP PKK Kabupaten Jembrana, Ny. Inda Swari Dewi Patriana Krisna.

Ny. Putri Koster menekankan, kegiatan ini bukan hanya kompetisi, melainkan sarana mengangkat kreativitas masyarakat dalam mengolah potensi pangan lokal yang beragam, bergizi, dan seimbang.

“Kita tidak harus bergantung pada beras. Dari pekarangan dan lingkungan sekitar, banyak tanaman yang bisa diolah menjadi menu sehat, bergizi, dan bervariasi,” ujarnya.

Ia mengajak, seluruh kader PKK untuk terus menggerakkan partisipasi masyarakat, khususnya keluarga, dalam menyiapkan makanan sehat berbasis pangan lokal. Menurutnya, hasil lomba harus berlanjut dalam praktik sehari-hari, bukan sekadar seremonial.

Selain menyoroti pangan, Ny. Putri Koster yang juga Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Palemahan Kedas (PADAS) turut mensosialisasikan pengelolaan sampah. Ia menekankan pola lama membuang sampah ke TPA tidak lagi relevan karena menimbulkan masalah lingkungan.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah, sekolah, desa, hingga tempat umum. Sampah organik bisa dikelola dengan komposter atau teba modern, sedangkan sampah anorganik ditangani desa melalui TPS3R atau TPST,” jelasnya.

Pada akhir acara, diumumkan para pemenang lomba. Juara 1 diraih TP PKK Kecamatan Negara, disusul Kecamatan Melaya Juara 2, Pekutatan Juara 3, Jembrana Juara 4, dan Mendoyo Juara 5.

Lomba ini diharapkan mampu membangkitkan kembali kuliner khas daerah, mengurangi ketergantungan pada pangan impor, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mandiri dan berkelanjutan dalam mengelola pangan serta lingkungan. (rls)

Pencuri Uang Kepeng di Pura Dalem Kerambitan Ditangkap, Ajak Anak Saat Beraksi

Pelaku pencurian uang kepeng dan sesari terjadi di Pura Dalem, Desa Adat Sambian Tengah, Kecamatan Kerambitan, Tabanan Ditangkap Polsek Kerambitan.
Pelaku pencurian uang kepeng dan sesari terjadi di Pura Dalem, Desa Adat Sambian Tengah, Kecamatan Kerambitan, Tabanan Ditangkap Polsek Kerambitan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Aksi pencurian uang kepeng dan sesari terjadi di Pura Dalem, Desa Adat Sambian Tengah, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Perbuatan pelaku terungkap setelah terekam kamera CCTV yang terpasang di area pura.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan masker dan jaket masuk ke areal pura. Ia kemudian mengambil uang di kotak sesari serta membobol gedong penyimpanan dengan merusak gembok untuk mengambil uang kepeng. Mirisnya, pelaku tidak beraksi sendirian, melainkan mengajak seorang anak kecil.

Berkat rekaman CCTV, polisi berhasil mengidentifikasi wajah pelaku. Unit Reskrim Polsek Kerambitan kemudian bergerak cepat dan mengamankan pelaku di rumahnya yang berlokasi di Perumahan Graha Candra Asri, Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, pada Rabu (20/8/2025) malam.

“Pelaku tidak hanya sekali melakukan pencurian pratima. Ia mengakui sudah beraksi di sejumlah lokasi lain, seperti di Selemadeg Timur, Nyatnyatan, Jelijih, hingga Desa Dalang,” ungkap seorang petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya.

Dalam penyelidikan, polisi menelusuri rekaman CCTV, memeriksa keterangan saksi-saksi, hingga mengidentifikasi jaket yang dipakai pelaku dan sepeda motor Honda Vario hitam berpelat DK 3205 HV yang digunakannya saat beraksi.

Selain itu, polisi juga mengonfirmasi soal keterlibatan anak kecil dalam rekaman CCTV. “Anak yang terlihat di CCTV itu diajak oleh bapaknya. Dari keterangan pelaku saat diamankan, anaknya memang sering ikut jika sang ayah keluar naik motor,” jelas petugas.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain dua jaket yang dipakai saat beraksi, satu unit Honda Vario, sebuah tang untuk merusak gembok, serta empat sandagan (uang kepeng).

Kasus ini masih dalam pengembangan. Polisi tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat sebagai penadah benda sakral hasil curian tersebut. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan desa adat untuk meningkatkan keamanan pura dan mencegah aksi serupa terulang.

Sementara Kapolsek Kerambitan, AKP Putu Budiawan juga membenarkan penangkapan pelaku. la menyebut pengungkapan kasus dugaan pencurian pratima di pura itu akan dirilis di Polres Tabanan. “Tanyakan ke Humas PolresTabanan, karena akan dirilis,” ucapnya singkat saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (21/8/2025). (ana)