- Advertisement -
Beranda blog Halaman 1036

Bupati Eka Terima Audiensi Jambore Nasional Indonesia Bebas Sampah Kementrian PUPR RI

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, menerima audiensi dari Kementrian PUPR RI, Kamis (26/9) di Ruang Rapat Bupati setempat.

Rombongan Kementrian PUPR RI yang saat itu dipimpin oleh Kasubid Persampahan dan Pimpinan Pengembangan Drainase Link. Direk. PPLP Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR Nuzulina mengatakan kedatangannya ke Kabupaten Tabanan adalah untuk melaksanakan kegiatan Jambore Nasional Indonesia Bebas Sampah di Kabupaten Tabanan, tepatnya di TPB Margarana bulan oktober mendatang.

Dalam diskusi santai tersebut banyak hal yang disampaikan oleh pihak Kementrian PUPR yang saat itu diwakili oleh Nuzulina. Yang intinya adalah untuk meminta ijin dan arahan dari Bupati Eka untuk kelancaran acara yang digelar nantinya dan mohon kesedian orang nomer satu di Tabanan untuk menghadiri gala dinner yang diselenggarakan pihaknya.

“Temen-temen komunitas memilih sendiri Bu, dan memilih Bali sebagai tempatnya. Dan setelah melakukan survey berkali-kali dan mereka sudah mendapatkan tempatnya yakni di Margarana. Kemudian dalam setiap penyelenggaraannya Bu, itu selalu ada yang namanya malam gala dinner yang bertujuan untuk bertemu dengan setiap Kepala Daerahnya guna melakukan sharing tentang persampahan,” ucap Nuzulina.

Dirinya menceritakan, kalau sesuai dengan rencana ini merupakan jamborenya yang keempat setelah di Solo, Banda Aceh dan Malang, dan dari kesemuanya itu dihadiri oleh Kepala daerah masing-masing. “Kedatangan kami disini adalah bertujuan untuk membantu temen-temen kami disini agar mohon kesediaan Ibu untuk menghadiri kegiatan tersebut seperti di daerah-daerah lain yang terlebih dahulu kami selenggarakan,” pintanya.

Pihaknya menjelaskan rencananya jambore tentang sampah tersebut  diselenggarakan mulai tanggal 10 oktober 2019 sampai dengan 12 Oktober 2019 dan tempatnya di TPB Margarana, Kelaci, Marga. Gala Dinner dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2019 dan setelahnya tanggal 11 Oktober 20119 rencananya diadakan dialog yang akan mengundang pihak dari Pemerintah Provinsi Bali. “Kalau Ibu berkenan, kami mohon arahan lebih lanjut dari Ibu Bupati,” imbuhnya.

Setelah mendengar yang disampaikan oleh pihak Kemen PUPR, Bupati Eka sangat menyambut baik kegiatan Jambore Nasional Indonesia Bebas Sampah di Kabupaten Tabanan. Apalagi ini merupakan kegiatan berskala nasional dan Tabanan selalu ikut dan mendukung segala kegiatan dari Pusat yang digelar di Tabanan.

Bupati Eka berharap agar kegiatan jambore ini nantinya mampu memberikan manfaat untuk Pemkab Tabanan dalam persampahan. Dimana masalah sampah diakui Bupati Eka adalah masalah bagi semua Kabupaten/Kota, bukan hanya di Tabanan. Bahkan berbagai program telah diluncurkan serta diterapkan di Kabupaten Tabanan guna menanggulangi sampah.

“Saya harapkan nantinya ada output yang baik dan kebetulan nanti di tahun 2020 kami merencanakan program yang namanya GS Start Up Online. Jadi kita mulai dari masyarakat untuk peduli langsung. Jadi kita bikin dimana kita bekerjasama dengan Perusda dan Perusda yang akan mengelola sampahnya serta membawa ke TPA dan sebelumnya  masyarakatnya yang memilah,” pungkas Bupati Eka.

Bupati Eka menerangkan untuk saat ini pihak Pemda telah menyusun kebijakannya. Disamping itu Bupati Eka sangat menyadari bahwa untuk menanggulangi yang namanya sampah, Pemkab tidak bisa bekerja sendiri, namun harus ada kesadaran dari masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan serta selalu mencintai lingkungan dimanapun berada.

“Karena kalau tidak ada kebijakan seperti itu untuk mengawal permasalahan sampah ini, maka tidak akan selesai urusan ini. Program itu sedang kami godog sekarang ini dan mudah-mudahan 2020 bisa diterapkan. Dan mudah-mudahan Jambore ini ada outputnya bagi Tabanan sehingga kita bisa saling sharing dan bertukar ide cerita dan pengalaman sehingga kedepannya bisa lebih baik lagi di dalam menanggulangi masalah persampahan, “ imbuh Bupati Eka. @humastabanan.

Pemkab dan DPRD Kabupaten Tabanan Sepakati Ranperda menjadi Perda

 

TABANAN  – Pantaubali.com – Setelah dibahas sesuai dengan mekanisme yang ada, Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 25 Tahun 2018 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah  Tahun Anggaran 2019, disepakati menjadi Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan dan akan disampaikan kepada Gubernur Bali untuk dievaluasi.

Hal tersebut terungkap pada Rapat Paripurna ke 16 masa persidangan III, tahun sidang 2019, senin (23/9) siang, yang digelar di aula Sidang DPRD setempat, dengan acara pokok Persetujuan Bersama Bupati Tabanan dan DPRD Kabupaten Tabanan Terhadap Ranperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 25 Tahun 2018 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah  Tahun Anggaran 2019.

Rapat Paripurna ke 16 masa persidangan III, tahun sidang 2019 tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga didampingi Wakilnya dan dihadiri Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Forkompinda Kabupaten Tabanan, Instansi Vertikal dan BUMD serta OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Dalam sambutannya saat itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti atau yang akrab disapa Bupati Eka menghaturkan rasa syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. “Mengawali sambutan ini mari kita mengucapkan rasa syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena hari ini tentunya kita bisa berkumpul disini dalam keadaan sehat dan berbahagia,” ucapnya.

Setelah itu Bupati Eka menjelaskan dalam garis besarnya pendapatan Daerah untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabanan sebesar Rp. 398,220 Milyar lebih. Hasil pengelolaan kekayaan Daerah yang dipisahkan sebesar Rp. 8,469 milyar lebih dan lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah sebesar Rp. 261,217 milyar lebih dari jumlah Pendapatan Daerah sebesar Rp. 1,984 Triliun lebih.

Sedangkan besaran Belanja Daerah adalah sebesar Rp. 2,203 Triliun lebih, yang terdiri dari  Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 1,168 Triliun lebih dan Belanja Langsung sebesar Rp. 1,034 Triliun lebih. “Ini berarti pada RAPBD-P tahun anggaran 2019 terdapat defisit sebesar Rp. 218,687 milyar lebih. Direncanakan akan ditutupi dari Silpa tahun 2018, pinjaman kepada PT. SMI dan penerimaan kembali investasi non permanen lainnya,” jelas Bupati Eka.

Disamping itu Bupati Eka sangat menyadari bahwa selama ini masih terdapat kesenjangan  kemampuan fiskal Daerah dalam memenuhi kebutuhan untuk membiayai pelaksanaan program pembangunan. “Namun demikian kita tetap berupaya dengan  sumber daya yang ada untuk mewujudkan pembangunan yang adil dan merata serta berkesinambungan dalam pencapaian pelaksanaan program tahun 2019, menuju terwujudnya masyarakat Tabanan sejahtera, aman dan berprestasi,” pungkasnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Bupati Eka mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota Dewan di Tabanan atas segala itikad baik serta bantuan dan kerjasamanya dalam menyelesaikan tugas-tugas konstitusional menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 25 Tahun 2018 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah  Tahun Anggaran 2019.

“Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa tetap memberikan tuntunan kepada kita sekalian dalam pengabdian kita masing-masing untuk menuju kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera,” tutup Bupati Eka. @humastabanan.-

Wabup Sanjaya Apresiasi Parade Budaya Bongan IV

TABANAN – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, membuka secara resmi  Parade Budaya Bongan IV yang diselenggarakan oleh Desa Dinas Bongan, Tabanan, di Panggung terbuka Desa Adat Bedha, Tabanan, ditandai dengan pemukulan Gong, Sabtu (21/9) malam.

Sebelum membuka acara, dalam sambutannya saat itu Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya atau akrab disapa Sanjaya tersebut mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang telah dilkukan oleh Desa Bongan, guna untuk menjaga pelestarian seni, adat dan budaya di Tabanan, khususnya di Desa Bongan. Disamping itu pula, hal ini sangat sejalan dengan visi dan misi dari Pemerintah Kabupaten Tabanan.

“Jadi ini adalah salah satu kegiatan bagaimana mendorong partisipasi dan kreativitas anak-anak muda dalam pelestarian seni adat dan budaya. Ini yang memang kami di Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan sangat memberikan apresiasi yang sebesar-besanya pada Desa Bongan yang dalam hal ini membuat suatu kegiatan yang bisa kita saksikan sekarang ini,” ungkapnya.

Wabup Sanjaya juga sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat sekitar, khususnya masyarakat Desa Bongan, sekaa teruna dan tokoh-tokoh masyarakat Desa Bongan karena telah bekerja keras untuk membina dan melatih generasi muda Tabanan untuk melakukan kegiatan yang positif. Dan hebatnya lagi, kegiatan parade ini telah melibatkan semua unsur di Desa Bongan, mulai dari anak-anak, sekaa teruna sampai melibatkan lansia.

“Ini membuktikan begitu bergairahnya masyarakat Desa Bongan untuk melstarikan seni, adat dan budaya di Tabanan. Sekali lagi Saya atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan sangat menyambut baik dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya terhadap kegiatan Parade Budaya yang digelar masyarakat Desa Bongan ini,” pungkas Sanjaya.

Dengan digelarnya parade ini, Wabup Sanjaya berharap agar kedepan lebih dikembangkan kembali dengan cara menggali lebih dalam lagi potensi-potensi seni, adat dan budaya yang ada di Desa Bongan.

“Harapan Saya kedepan, jangan pernah berhenti berkreatifitas. Tiap tahun harus tetap dilaksanakan dan kalau bisa lebih dikembangkan. Terus gali potensi-potensi yang ada di Desa Bongan, sehingga tetap bisa diwariskan dan dilestarikan serta dipentaskan nantinya oleh generasi penerus kita,” imbuh Sanjaya.

Wabup Sanjaya pun mengakui dalam pelaksanaan memegang teguh tradisi seni, adat dan budayanya Desa Bongan tidak diragukan lagi. Terlihat  dari dulu sampai saat ini masyarakat Desa bongan tetap menjaga dan melestarikan nilai-nilai seni, adat dan budaya dari pendahulunya. Untuk itu Wabup Sanjaya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk masyarat Desa Bongan.

Dan Sanjaya juga berpesan untuk menjadikan ajang ini sebagai ajang pemersatu masyarakat bukan justru menimbulkan suatu perpecahan di masyarakat. “Jadikanlah momen seperti ini sebagai alat pemersatu kita di masyarakat. Jangan sampai suatu perbedaan pandangan bisa memecah belah tatanan kita di masyarakat yang sudah tertata dengan baik. Dari Bongan, oleh Bongan dan untuk Bongan,” tambah Sanjaya. @humastabanan.

Festival Jatiluwih 2019 Tampilkan Perpaduan Alam dan Budaya

TABANAN – Pantaubali.com – Diawali dengan tarian kolosal Rejang Kesari yang melibatkan 400 orang penari, Festival Jatiluwih 2019 secara resmi dibuka oleh Tenaga Ahli Menpar bidang Pemasaran dan Kerjasama I Gede Pitana, di sebuah bukit areal persawahan Jatiluwih yang disebut D’Uma, Jatiluwih, Penebel, Jumat, (20/9) siang, ditandai dengan pemukulan gong.

Kegiatan yang mengusung tema Sri Pahngayu Jagat yang berarti  memuliakan Dewi Sri untuk dapat memberikan  manfaat dan kesejahteraan pada masyarakat di kawasan itu, juga dihadiri Ketua DPRD Provinsi Bali, Pangdam IX Udayana, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Asisten I Setda Provinsi Bali, Ketua DPRD Tabanan, Perwakilan Bupati/Walikota se Bali, Forkompinda Tabanan, Sekda Tabanan, Instansi Vertikal dan BUMD beserta OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti atau yang akrab disapa Eka mengucapkan selamat datang kepada seluruh undangan yang hadir di kawasan Budaya Dunia Jatiluwih. “Semoga membawa kesan tersendiri, karena Bapak dan Ibu hadir ditengah hamparan pemandangan persawahan dengan tanaman padi yang sedang tumbuh dipagari gunung dan perbukitan,” ucap Bupati Eka.

Orang nomer satu di Tabanan itu mengungkapkan keunikan alam Jatiluwih ini menjadikan Jatiluwih ditetapkan sebagai warisan Budaya Dunia, dengan aktifitas budaya pertaniannya dalam wadah lembaga. Sehingga sangat tepat Festival Jatiluwih ke tiga ini mengusung tema Sri Pahngayu Jagat, dimana hakikat Dewi Sri dalam falsafah Hindu Bali adalah kuasa atas kelahiran dan kehidupan, representasi yang disimbolkan dengan padi.

“Kondisi alam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatan mancanegara, dimana wisatawan dapat langsung terlibat dalam aktifitas pertanian di DTW ini sehingga menjadi asset yang sangat berharga bagi para petani,” imbuh Bupati Eka.

Disamping itu, pengembangan kepariwisataan di kawasan ini dibangun dengan konsep pariwisata untuk petani, sehingga petani adalah aktor dari kegiatan pariwisata dan mendapat manfaat dari pariwisata. Dengan digelarnya festival ini sangat memotivasi masyarakatt dan Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk sepakat bersama masyarakat Jatiluwih untuk menjaga alam dan budaya untuk dilestarikan.

Bupati Eka menambahkan, Festival Jatiluwih ini akan berlangsung sampai tanggal 22 september 2019 dengan menampilkan berbagai potensi pertanian, mulai dari produk olahan pertanian, sajian kuliner, aktivitas panen tradisional dan pengolahan lahan pertanian secara tradisional.

“Mari kita jadikan event ini sebagai wahana untuk upaya pelestarian, wahana peningkatan produktivitas berbagai sektor, wahana promosi memperkenalkan wilayah ini sebagai salah satu destinasi wisata menarik yang ada di Kabupaten Tabanan, wahana pemberdayaan dan mensejahterakan masyarakat,” jelas Bupati Eka.

Tidak lupa juga Bupati Eka atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan beserta seluruh masyarakat Tabanan, mohon kepada Bapak Menteri Pariwisata RI atau yang mewakili saat itu agar mempromosikan festival Jatiluwih ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik ke Jatiluwih khususnya dan Tabanan pada umumnya sehingga terwujudnya masyarakat Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi. @humastabanan.

Penutupan Porprov di Garuda Wisnu Serasi, Tabanan Raih Lima Besar

 

TABANAN – Pantaubali.com – Semarak Pekan Olahraga Provinsi Bali (Porprov) Bali XIV 2019 yang dilangsungkan di Kabupaten Tabanan resmi ditutup. Kegiatan penutupan atau closing ceremony tersebut digelar di Taman Budaya Garuda Wisnu Serasi, Tabanan, yang diawali tarian maskot Kabupaten Tabanan, Tari Bungan Sandat Serasi, Kamis (19/9).

Meski terbilang cukup sederhana, namun kegiatan closing ceremony ini mampu menarik animo masyarakat, khususnya masyarakat di seputaran Kota Tabanan. Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Forkompinda Kabupaten Tabanan dan Pengurus KONI Provinsi Bali, KONI Kabupaten Tabanan, Panitia Induk Porprov, serta para OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Nampak pula ratusan atlet Kabupaten/Kota se Bali, beberapa awak media baik media online maupun media massa, serta masyarakat Tabanan memadati kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Serasi.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang juga selaku Ketua Umum Panitia Induk Porprov Bali XIV 2019, dalam sambutannya mengungkapkan syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa. “Porprov yang berlangsung sejak tang 1 September 2019 dan pembukaan secara resmi dilakukan tanggal 9 September, malam hari ini telah usai. Hiruk pikuk para atlet dan para pendukung guna meraih prestasi terbaik pun mulai terasa meredup, tapi pada malam hari ini kita masih tetap semangat, kompak dan bersatu,” ungkap Wabup yang akrab disapa Sanjaya tersebut.

Atas nama Panitia Induk Porprov Bali XIV 2019, Wabup Sanjaya menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya pada Pemprov Bali, KONI Bali, KONI Kabupaten/Kota se Bali, beserta para atlet dan official yang telah ikut mensukseskan perhelatan bergengsi insane olahraga di Kabupaten Tabanan. Ucapan terimakasih dan penghargaan juga disampaikan kepada seluruh pihak terkait di lingkungan Pemkab Tabanan yang telah ikut berperan aktif mensukseskan terlaksananya Porprov Bali yang digelar di Tabanan.

Wabup Sanjaya menjelaskan hal ini patut dijadikan tonggak sejarah bagi masyarakat Kabupaten Tabanan, sejarah dimana Kabupaten Tabanan untuk pertamakalinya menjadi tuan rumah pelaksanaan multi event bidang olahraga. Bukan hanya itu, ini pun merupakan tonggak sejarah bagi kontingen Kabupaten Tabanan yang telah mampu membuktikan diri terlepas dari predikat juru kunci yang selama ini melekat.

“Tepuk tangannya yang keras ayo bangga kita di Tabanan, bangga kita warga Tabanan,” imbuh Sanjaya disambut riuh tepuk tangan atlet dan warga Tabanan yang hadir saat itu.

Diceritakannya banyak hal yang dapat dipelajari dalam event ini, salah satunya adalah bahwa mereka yang paling siaplah yang mampu mencapai prestasi yang optimal sehingga menjadi juara. Atlet yang terlatih dengan keras dan mempunyai kepercayaan diri yang tinggi serta ditangani oleh pelatih yang profesional dan berdedikasi tinggilah yang akhirnya tampil sebagai juara. “Dan berhak berdiri di panggung tertinggi saat pengalungan medali,” ucap Sanjaya.

Wabup Sanjaya saat itu juga menjelaskan bahwa event yang mengambil tema sport, tourism and culture ini diikuti oleh 4517 orang atlet dari seluruh Bali, official 2168 orang, wasit/juri 468 orang, panitia pelaksana 1450 orang, poulantir 1134 orang, sehingga mereka yang terlibat langsung dalam event ini seluruhnya berjumlah 9167 orang. Setelah melalui perjuangan yang tak kenal lelah menempatkan Kabupaten Badung sebagai juara umum dengan perolehan 167 medali emas, 107 medali perak dan 94 perunggu.

Diikuti Kota Denpasar di tempat kedua dengan 107 medali emas, 113 perak dan 110 perunggu, kemudian dan seterusnya Kabupaten Buleleng dengan perolehan 55 emas, 52 perak dan 82 perunggu, Gianyar dengan 36 emas, 37 perak dan 74 perunggu, Tabanan dengan 29 emas, 32 perak dan 68 perunggu, Klungkung dengan 20 emas, 33 perak, 48 perunggu, Jembrana dengan 11 emas, 21 perak, dan 46 perunggu, Karangasem dengan 9 emas, 21 perak, 50 perunggu, dan terakhir Kabupaten Bangli dengan 9 emas, 17 perak dan 47 perunggu.

“Sekali lagi tepuk tangan buat Kabupaten/Kota di Bali,” pinta Sanjaya.

Disamping itu dalam Porprov tahun ini terjadi kejutan berupa pemecahan rekor di cabang atletik sebanyak 10 orang atlet dan di cabang renang oleh 21 orang atlet. Dan Porprov tahun ini di Tabanan memberikan dampak bagi masyarakat Tabanan dan pada atlet Kabupaten Tabanan yang terlihat pada perolehan medali yang semakin meningkat dan lepas sebagai predikat juru kunci. @humastabanan.

Bupati Eka Apresiasi Pembangunan Krematorium Masyarakat Desa Adat Bedha

????????????????????????????????????


TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, memberikan apresiasi terhadap pembanguan krematorium yang dibangun oleh masyarakat Desa Adat Bedha, Tabanan. Hal tersebut disampaikan orang nomer satu di Tabanan itu di ruang kerjanya saat menerima audiensi masyarakat Bedha yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga, didampingi I Nyoman Surata yang juga selaku Bendesa Adat Bedha, Kamis (19/9) sore.

Dalam diskusi santai tersebut, I Made Dirga menjelaskan bahwa krematorium ini adalah tempat kremasi untuk Daerah bukan untuk masyarakat Bedha saja. Sehingga dalam pembangunan serta dalam hal untuk memuput upakara sangat diperhitungkan dengan rinci “Ini adalah bangunan krematorium untuk Daerah, bukan untuk masyarakat Bedha saja,” jelas Dirga saat itu dihadapan Bupati Eka.

Dijelaskannya juga bahwa akses jalan menuju krematorium yang dibangun di Banjar Pangkung Tibah, Kediri tersebut sudah bagus. Sehingga besar keingginan dari masyarakat Bedha agar Ibu Bupati bersedia untuk meninjau bangunan krematorium tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat Bedha.

“Lagi sedikit saja ini sudah bisa dioperasionalkan dan luar biasanya mereka (pengelola) sudah survey kemana-mana sampai ke buleleng untuk mencari perbandingan, agar mapan dibidang pengelolaan manajemen nantinya,” tegasnya lagi.

I Nyoman Surata menambahkan bahwa bersamaan dengan pembangunan fisik dari krematorium tersebut, pihaknya juga telah menyusun  segala sesuatu yang akan disediakan di krematorium tersebut, misalnya paket-paket upakara dan pemuput karya serta lain sebagainya.

“Bersamaan dengan fisik, juga secara simultan kita sudah menyusun paket-paket yang kami akan sediakan nantinya. Sekarang kalau bisa setelah beriringan dengan fisik niki agar segera dioperasionalkan tahun ini,” terang Surata.

Dirinya menuturkan bahwa masyarakat sekitar juga telah banyak memberikan apresiasi terhadap bangunan ini. “Masyarakat juga sudah banyak mengapresiasi pembangunan ini, tiang harap Ibu (Bupati) bisa datang untuk meninjau pembangunan kami ini agar masyarakat kami lebih semangat lagi dalam pembangunan,” imbuhnya.

Dengan keberadaan tempat kremasi ini, Bupati Eka sangat mengapresiasi dan berharap tempat ini memang disiapkan untuk rakyat, khususnya masyarakat Tabanan yang mampu memberikan manfaat besar bagi umat di Tabanan. Bupati Eka juga menekankan agar para pihak yang akan mengelola tempat itu bisa meringankan beban umat, baik dari segi harga dan fasilitas sehingga masyarakat merasakan sangat dibantu.

“Karena sekarang ini memang sudah jamannya, jaman itu kan berubah terus sesuai dengan keperluan dan kepentingan masyarakat. Sepanjang itu membantu umat, sepanjang itu manfaatnya banyak bagi umat, Saya sangat setuju. Karena banyak yang dipermudah dan banyak yang dibantu meringankan bebannya. Karena kita lihat seperti sekarang ini upakara sangat mahal, dan kalau pihak krematorium bisa mempermudah dengan biaya yang jauh lebih murah namun upakaranya tetap sama, kenapa tidak,” ungkap Bupati Eka.

Bupati Eka menambahkan, jangan pernah mengurangi arti dan makna dari upakara serta terus lakukan sosialisasi agar tidak menimbulkan perbedaan persepsi masyarakat. “Selama makna dan artinya tetap sama, jadi dengan adanya kremasi ini pasti akan sangat membantu dan sangat meringankan beban masyarakat. Disamping itu, hal ini merupakan sebuah pilihan dan dengan tujuan yang sama, namun pemandangan kita saja yang berbeda. Jadi harus perbanyak sosialisasi. Kalau bisa lebih ringan lagi (dari sisi harga), itu lebih baik,” pungkasnya. @humastabanan.

Legislatif dan Eksekutif Kabupaten Tabanan Sepakat Membahas Lebih Lanjut 3 (tiga) Buah Ranperda menjadi Perda

TABANAN – Pantaubali.com – Seluruh Fraksi di DPRD Kabupaten Tabanan sepakat untuk membahas lebih lanjut sesuai dengan mekanisme yang berlaku atas 3 (tiga) buah Ranperda yang disampaikan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti pada Rapat Paripurna sebelumnya, yakni, Senin (16/9) di Aula DPRD setempat.

Hal itu terungkap di tempat yang sama pada rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tabanan dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tabanan atas pidato pengantar Bupati Tabanan Tabanan terhadap usulan 3 (tiga) buah Ranperda, Kamis (19/9) siang, yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga, dan dihadiri Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, seluruh Anggota DPRD Kab. Tabanan, Forkompinda, Instansi Vertikal dan BUMD, serta OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Tiga buah Ranperda tersebut diantaranya, Ranperda Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Nomor : 25 Tahun 2018 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019, Ranperda Tentang Tari Bungan Sandat Serasi, dan Ranperda tentang Perusahaan Umum Daerah Dharma Santhika.

Seluruh Fraksi yang ada di DPRD Kabupaten Tabanan intinya sepakat untuk membahas lebih lanjut sesuai dengan mekanisme yang berlaku di DPRD atas tiga buah Ranperda tersebut serta memberikan beberapa saran dan solusi untuk kesejahteraan masyarakat Tabanan. Seperti yang dikatakan oleh I Nyoman Arnawa saat membacakan Pemandangan Umum Fraksi PDI-Perjuangan, sepakat untuk membahas lebih lanjut tiga buah produk hukum tersebut.

“Titiang mengutip kata-kata sederhana dari negarawan India Mahatma Gandhi bahwa ‘masa depan tergantung pada apa yang kita lakukan hari ini’. Untuk itu, mari kita satukan komitmen serta harus berkontribusi dan bersama-sam mempunyai tekad mengemban amanat rakyat dengan selalu bekerja keras dan selalu konsisten menjalankan asas-asas Umum Penyelenggaraan Pemerintahan yang baik,” ungkapnya.

Banyak usul dan saranyang disampaikan oleh Fraksi yang ada di Dewan, diantaranya melakukan langkah-langkah yang optimal dan signifikan melalui pemanfaatan teknologi informasi guna meningkatkan pendapatan daerah, pemberian bonus kepada atlet Kabupaten Tabanan  yang meraih prestasi pada Porprov Bali XIV 2019 di Tabanan dan mencarikan solusi untuk meringankan masyarakat dalam mendapatkan BPJS, khususnya masyarakat kurang mampu serta perbaikan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan dan gorong-gorong.

Pada kesempatan tersebut, menanggapi Pemandangan Umum seluruh Fraksi yang ada di DPRD, Bupati Tabanan yang dalam sambutan dibaca oleh Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengungkapkan sepakat menjalankan amanah dari DPRD sebagai upaya untuk menyiapkan landasan hukum yang jelas dan pasti dalam penyelenggaraan Pemerintahan dan pembanguna untuk mewujudkan masyarakat Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi.

“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada fraksi-fraksi dewan yang telah menyampaikan pemandangan umum terhadap Ranperda tersebut, dimana pemandangan umum itu telah disampaikan oleh saudara I Nyoman Arnawa dari Fraksi PDI-Perjuangan, saudara I Ketut Budi Adnyana dari fraksi Golkar dan saudari Ida Ayu Ketut Candrawati dari Fraksi Nasdem,” ungkapnya.

Terhadap pemandangan umum, saran dan solusi fraksi dalam mendorong peningkatan pendapatan daerah, pihaknya sepakat untuk melakukan langkah-langkah yang optimal dan signifikan melalui pemanfaatan teknologi informasi. Begitupun juga dengan pemberian bonus atlet Tabanan  yang meraih prestasi pada Porprov Bali XIV 2019 sesuai dengan kemampuan Daerah dan meringankan masyarakat dalam mendapatkan BPJS, khususnya masyarakat kurang mampu serta sepakat memperlancar transportasi dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sanjaya juga menjelaskan bahwa perkembangan Perusda Dharma Santhika telah mengalami peningkatan yang dimanis dari omsetnya sejak diaktifkan kembali. “Sejalan dengan misi perusahaan daerah menampung dan memasarkan produk olahan BUMDes serta mendorong percepatan tumbuhnya ekonomi kerakyatan di Tabanan,” bebernya.@humastabanan.

DPRD Tabanan Minta Dinas PU Segera Perbaiki Jembatan Dan Wantilan

TABANAN – Pantaubali.com – Komisi II DPRD Tabanan melakukan kunjungan lapangan dengan mendatangi wantilan dan jembatan yang terletak di wilayah Banjar Belumbang, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Rabu (18/9/2019).

Dalam kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi II, I Wayan Lara, ditemukan kondisi bangunan wantilan sudah sangat mengkhawatirkan dikarenakan bangunan sudah berdiri lama serta struktur kayu sudah usang.

Sementara kondisi jembatan yang menjadi salah satu akses masyarakat juga perlu dilakukan pelebaran karena bangunan jembatan tampak kurang memadai padahal jembatan tersebut digunakan bmasyarakat mengangkut hasil pertanian.

“Dengan melihat kondisi bangunan wantilan, kami mengimbau dalam hal ini Dinas PU agar merencanakan anggaran ke depan dan menindaklanjuti bangunan sosial masyarakat ini untuk mengambil langkah perbaikan atau pembangunan baru serta pelebaran jembatan tergantung anggaran yang tersedia,” kata Wayan Lara.

Ketua Komisi II menambahkan, diperlukan kepastian untuk proses perencanaan dan pelaksanaan perbaikan atau pembangunan gedung wantilan dan jembatan. Maka, Komisi II dan Dinas PU akan tetap mengawal proses ini.

“Untuk anggaran pelaksanaan perbaikan dan pemeliharaan gedung wantilan dan pelebaran jembatan akan diakomodir dalam APBD,” sebut Wayan Lara.

Mendengar itu, Dinas PU menyatakan akan segera mengambil tindakan terkait amanat yang diberikan Komisi II, karena dilihat dari kegunaan bangunan sangat penting bagi masyarakat Banjar Belumbang, untuk kegiatan sosial dan adat.

Komisi II DPRD Bersama Dinas Lingkungan Hidup Sidak Galian C

TABANAN – Pantaubali.com – Komisi II DPRD Tabanan bersama Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) dan Saat Pol PP Tabanan melakukan sidak gabungan ke galian C di banjar Bugbugan,Desa Senganan, Kecamatan Penebel,Rabu ( 18/9). Selain itu,rombongan juga melakukan kunjungan lapangan ke Desa Belungbang,Kerambitan.

Sidak di lakukan setelah sebelumnya ada pengaduan masyarakat yang merupakan sopir truck pengangkut batu yang di amankan pihak kepolisian,karena pemilik truck mengambil batu di galian C yang belum memiliki izin.

Seusai sidak,Ketua Komisi II DPRD Tabanan I Wayan Lara mengatakan,memang ada beberapa titik galian C di lokasi tersebut. Namun menurut data dari DLH Tabanan,hanya satu yang memiliki izin. Sejatinya pihaknya tidak melarang aktivitass galian C selama pemilik mengikuti prosedur yang ada. “ ini kami sudah habis tanahnya. Kalau memang tidak berizin,ya kita tutup smentara.Urus dulu izinya, selesai sudah,” tegasnya.

Menurutnya jika lahan tersebut tidak bisa di gunakan sebagai lahan pertanian berkelanjutan karena struktur tanah yang bebatuan,maka bisa saja dijadikan galian C,asalkan dicarikan izinkan sesuai prosedur yang berlaku. “ Tetapi ikuti prosedur. Kalau memang lahan itu di kelola,ya harus di carikan izin.ikuti saja aturan yang berlaku,” imbuhnya.

Dengan temuan itu,Komisi II menyarankan dan menghimbau masyarakat agar seluruh usaha atau proyek galian C tersebut di buatkan izin,agar kedepan tidak menimbulkan  masalah. “Kalau sudah sesuai prosedur,aman sudah,” Pungkas politisi asal krambitan tersebut.

Pura Puncak Sari Pesinggahan Klungkung Terbakar

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Musibah kebakaran menimpa Pura Puncak Sari Desa Pakraman Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Selasa (17/9/2019) siang. Musibah ini telah menghanguskan sejumlah Pelinggih, diantaranya Bale Piyasan, Pelinggih Pengaruman, Pelinggih Seluang, Pelinggih Tirta, Pemedal dan Bale Pawedaan. Kejadian inipun mendapat perhatian Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. Bahkan Bupati asal Nusa Ceningan ini mengaku akan mencoba mengalokasikan anggaran untuk perbaikan pura tersebut.

Ditemui dilokasi musibah, Bupati Suwirta mengaku prihatin dengan kejadian ini. Bupati mengimbau pengempon pura dan tempat umum lainnya yang menggunakan ijuk agar lebih waspada. Terkait musibah ini, Bupati meminta Bendesa dan pengempon pura untuk segera membuat surat (proposal permohonan bantuan) dengan melampirkan foto atau bukti kejadian. Pemkab akan berusaha menganggarkan tanpa harus melabrak aturan yang ada. “Mumpung APBD 2020 belum ketok palu, kita akan mencoba mengalokasikan anggaran sejumlah yang dibutuhkan,” ujar Bupati Suwirta.

Menurut Bupati, pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan bekas kebakaran kalau memang sudah tidak diperlukan lagi dalam proses pengecekan dari pihak terkait. Hal ini perlu dilakukan untuk menghilangkan trauma bagi masyarakat atas musibah tersebut. “Untuk ritual pembersihan dan lainnya kita serahkan ke pihak pengempon,” sebutnya.

Sementara itu, menurut penuturan sejumlah warga tidak ada yang mengetahui persis bagaimana kebakaran itu terjadi. Sekitar pukul 11.20 wita, warga yang melintas dibawah  melihat api sudah membesar. Api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran Klungkung dengan menerjunkan sejumlah armadanya.

Kapolres Klungkung, AKBP I Komang Sudana mengaku langkah-langkah penyelidikan awal adalah mencari faksa dan saksi yang pertama kali melihat kejadian ini. Setelah itu, pihaknya mengaku akan mendatangkan Tim Labfor untuk mengetahui sumber awal titik awal api tersebut. Sehingga nantinya dapat disimpilkan penyebab kebakaran tersebut. “Untuk sementara lokasi masih kita sterilkan untuk melaksanakan olah TKP lebih lanjut,” ujarnya. (hmsklk/nom)