- Advertisement -
Beranda blog Halaman 102

Uji Coba SIZE, Sekda Bali Dorong Penguatan Pengendalian Rabies dan Flu Burung

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menghadiri kegiatan uji coba Sistem Informasi Zoonosis dan Emerging Infectious Diseases (SIZE) yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia. Acara berlangsung di Ruang Serbaguna Balai Besar Veteriner Denpasar, Kamis (11/9/2025).

Sekda Dewa Indra menekankan pentingnya sistem ini sebagai upaya memperkuat penanganan penyakit zoonosis di Bali, seperti flu burung dan rabies. Ia menjelaskan, dinamika penyakit zoonosis cenderung fluktuatif dan tidak pernah benar-benar hilang. Bahkan, pada periode tertentu kasus dapat meningkat signifikan hingga menimbulkan kematian.

“Di Bali, kasus rabies masih ditemukan di kabupaten/kota. Dengan adanya SIZE, kita dapat memperoleh informasi yang akurat sehingga memudahkan pengambilan keputusan dalam pengendalian penyakit zoonosis. Saya memberikan apresiasi dan berharap sistem ini bisa diaktifkan kembali serta terus dikembangkan,” ungkapnya.

Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas dan Ketahanan Kesehatan Kemenko PMK, Nancy Dian Anggraeni, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sekitar 80 persen wilayah Indonesia merupakan daerah endemis penularan zoonosis dan penyakit infeksius baru.

Oleh karena itu, pemerintah telah menerbitkan berbagai regulasi untuk mengantisipasi ancaman penyakit yang berpotensi menjadi wabah bahkan pandemi.

“Kehadiran kami di sini adalah untuk memperkuat implementasi pencegahan penyakit zoonosis. SIZE dibangun sebagai sistem lintas kementerian untuk menangani ancaman zoonosis dan penyakit baru. Harapannya, dalam dua minggu ke depan sistem ini dapat berjalan sesuai konsep dan menjadi sumber informasi yang andal. Bahkan, SIZE telah dipilih Kementerian PANRB sebagai salah satu inovasi layanan publik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar, Imron Suandy, menyampaikan laporan harian terkait rabies telah ditayangkan di dasbor BPBD. Ia berharap uji coba SIZE dapat berjalan dengan baik serta mampu menghadirkan sistem berbagi data yang lebih sistematis dan terintegrasi.

Melalui SIZE, diharapkan Bali dan Indonesia semakin siap menghadapi ancaman zoonosis maupun penyakit infeksius baru, sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan nasional. (rls)

Perbaikan Infrastruktur Jadi Fokus Pasca Banjir di Bali

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, meninjau posko bencana banjir di beberapa titik wilayah Denpasar pada Kamis (11/9/2025).
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, meninjau posko bencana banjir di beberapa titik wilayah Denpasar pada Kamis (11/9/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, meninjau posko bencana banjir di beberapa titik wilayah Denpasar pada Kamis (11/9/2025) pagi.

Selain menyerahkan bantuan kepada warga terdampak, Wagub Giri Prasta menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur (recovery) menjadi fokus utama penanganan pascabencana.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan pemerintah hadir langsung untuk membantu masyarakat yang terdampak. Ia menegaskan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara khusus telah memerintahkan BNPB untuk turun langsung memberikan penanganan cepat.

“Kami (BNPB-red) langsung diperintahkan oleh Bapak Presiden untuk menangani korban bencana. Kemarin sudah dilaksanakan rakor dengan Gubernur Bali, Wali Kota, bupati, dan stakeholder terkait. Setelah itu, kami melakukan peninjauan ke Pasar Badung, di mana basement-nya terendam air. Semoga air segera surut agar bisa dilakukan pendataan, termasuk apakah ada korban,” jelasnya.

Menurut analisis BMKG, bencana banjir di Bali dipicu oleh curah hujan ekstrem akibat adanya dinamika atmosfer Gelombang Rossby dan Kelvin. “Seharusnya pada bulan September di Bali tidak terjadi hujan berlebihan. Namun karena adanya siklus Rossby dan Kelvin, volume hujan yang biasanya turun selama tiga bulan, kali ini turun hanya dalam sehari. Inilah yang memicu bencana banjir,” ungkap Suharyanto.

Atas kejadian ini, Gubernur Bali menetapkan status tanggap darurat selama satu minggu. BNPB memastikan kebutuhan dasar pengungsi tetap terpenuhi. Bantuan logistik yang telah disalurkan antara lain sembako, perlengkapan tidur, serta kebutuhan ibu dan anak.

“Kebutuhan selama tanggap darurat, pemerintah akan hadir. Rumah rusak berat akan diganti pemerintah, rusak sedang dibantu Rp30 juta, dan rusak ringan Rp15 juta. Infrastruktur yang rusak juga akan diperbaiki. Saat ini tengah dilakukan pendataan agar perbaikan segera bisa dilaksanakan,” tegas Suharyanto.

Di sisi lain, Wagub Giri Prasta menyampaikan rasa prihatinnya atas musibah ini. Ia menyebutkan, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 14 orang, sementara dua korban lainnya masih dalam proses pencarian.

“Selain korban jiwa, bencana banjir ini juga menimbulkan kerugian material dan merusak infrastruktur. Karena itu, ke depan kami akan fokus pada perbaikan infrastruktur dan recovery. Penanganan kerugian fisik dan material akan menjadi prioritas pembangunan, termasuk perhatian khusus pada kesehatan warga terdampak,” ujar Wagub Giri Prasta.

Perbekel Kesiman Kertalangu, Made Suwena melaporkan, warganya yang sempat mengungsi kini tersisa 26 orang dari sebelumnya 52 jiwa di Posko Banjar Tohpati. Mereka terdiri dari lima lansia, empat anak-anak, satu balita, dan satu bayi berusia empat bulan.
Total korban banjir di wilayah Tohpati (Banjar Tohpati dan Banjar Kesambi) tercatat 124 jiwa.

“Sebagian besar warga yang mengungsi mengalami kerusakan ringan hingga sedang pada rumah mereka. Mereka membutuhkan waktu untuk membersihkan dan menata kembali tempat tinggalnya, sehingga sementara waktu masih bertahan di posko,” jelasnya.

Hadir pula dalam kesempatan ini Anggota DPR RI Wayan Kariasa Adnyana serta Kepala BPBD Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya. (rls)

Pembangunan Jaringan Distribusi Pipa Bawah Laut Menuju Nusa Dua Dimulai

Bupati Wayan Adi Arnawa meletakan batu pertama (Groundbreaking) pembangunan Jaringan Distribusi Pipa Bawah Laut di IPA Estuary, Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, Jalan By pass Ngurah Rai, Suwung. Kamis (11/9),
Bupati Wayan Adi Arnawa meletakan batu pertama (Groundbreaking) pembangunan Jaringan Distribusi Pipa Bawah Laut di IPA Estuary, Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, Jalan By pass Ngurah Rai, Suwung. Kamis (11/9),

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jaringan Distribusi Pipa Bawah Laut dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Estuary menuju Nusa Dua, bertempat di IPA Estuary, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung, Jalan By pass Ngurah Rai, Suwung, Kamis (11/9/2025).

Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan, peletakan batu pertama ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Badung dalam rangka untuk menambah layanan air terutama di wilayah Badung Selatan yang selama ini diketahui bahwa ada kendala terutama terkait dengan distribusi air ke Badung Selatan.

Ini komitmen nyata dari Pemkab Badung melalui Perumda Air Minum Tirta Mangutama hadir untuk memberikan layanan untuk kebutuhan air di Wilayah Badung Selatan. Termasuk juga kebutuhan untuk masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Badung Selatan.

“Mudah-mudahan selesai sesuai dengan timeline. Rencananya akhir tahun ini itu sudah bisa jalan, sebagaimana yang saya janjikan bahwa pemenuhan kebutuhan air untuk di Badung Selatan akan bisa terpenuhi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama I Wayan Suyasa dalam Laporannya menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur jaringan pipa bawah laut ini merupakan kerjasama business to business (B to B) antara Perumda air minum Tirta Mangutama dengan PT. Tiara Cipta Nirwana dengan badan usaha pelaksana PT. Pipa Ticini.

Jaringan pipa bawah laut dari IPA Estuary menuju Nusa Dua panjang 7700 meter dengan pipa HDPE diameter 800 mm dapat mengalirkan air sebesar 350 lps sampai dengan 600 lps.

Adapun tujuan dari pemasangan pipa distribusi ini untuk menambah suplai air minum ke Badung Selatan, dimana saat ini tersedia pipa eksisting 600 mm dari IPA Estuary menuju Pecatu dan Nusa Dua dan sudah tidak dapat ditingkatkan lagi pengalirannya.

Dengan terpasangnya pipa bawah laut ini akan secara khusus melayani Nusa Dua dan sekitarnya (wilayah timur) sedangkan pipa eksisting 600 mm akan khusus melayani Pecatu dan sekitarnya (wilayah barat).

“Dengan selesainya pemasangan pipa distribusi bawah laut ini maka pelayanan air minum untuk kecamatan Kuta Selatan dan Kuta akan terpenuhi dengan baik,” ungkapnya.

Turut hadir pada kesempatan ini, anggota DPRD Badung Made Sumerta, Sekda Badung IB Surya Suamba, Instansi Vertikal dan Perangkat Daerah di Pemprov. bali dan Pemkab. Badung, Tim Perumus Kebijakan Kabupaten Badung, Jajaran direksi, Dewan Pengawas dan pegawai Perumda Air Minum Tirta Mangutama, Camat Kuta D Ngurah Bayudhewa dan Perbekel dan Lurah se- Kecamatan Kuta Selatan. (rls)

Bupati Badung Instruksikan Evaluasi Tata Ruang

Bupati Wayan Adi Arnawa meninjau sejumlah titik yang terdampak banjir di Lingkungan Gadon, Mengwitani, Kamis (11/9).
Bupati Wayan Adi Arnawa meninjau sejumlah titik yang terdampak banjir di Lingkungan Gadon, Mengwitani, Kamis (11/9).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meninjau sejumlah titik yang terdampak banjir, pada Kamis (11/9/2025). Salah satunya di Lingkungan Gadon, Mengwitani, yang mengalami dampak cukup parah akibat luapan air.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Adi Arnawa menegaskan perlunya evaluasi tata ruang sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Menurutnya, pemanfaatan ruang tidak boleh hanya berorientasi pada sisi komersial, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan fungsi alami aliran sungai.

“Selama ini mungkin kita mengabaikan jalur-jalur air, ketika ruang aliran sungai dipersempit atau ditutup, tentu dampaknya akan seperti yang terjadi kemarin. Saya sudah minta Camat dan Perbekel untuk berkoordinasi, termasuk akan memanggil pihak terkait guna mengevaluasi pemanfaatan ruang di Badung,” jelas Bupati.

Selain itu, Pemkab Badung juga telah menyiapkan langkah-langkah darurat untuk membantu warga terdampak. Bupati Wayan Adi Arnawa menginstruksikan Camat, Perbekel, Lurah, dan BPBD Badung agar memberikan perhatian penuh, termasuk penyediaan posko pengungsian bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Ada warga di Kerobokan yang sempat ingin mengungsi, namun akhirnya memilih bertahan di sekitar rumahnya untuk menjaga barang-barangnya. Situasi seperti itu tetap harus diatensi. Saya sudah perintahkan aparat Desa bersama BPBD untuk memastikan kebutuhan warga tetap diperhatikan,” tegasnya.

Terkait korban yang masih hilang akibat banjir, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa pencarian dilakukan bersama Basarnas sesuai SOP yang berlaku selama tujuh hari. Atensi pemerintah pusat juga diberikan, di mana Kepala BNPB beserta jajaran hadir langsung ke Bali untuk memantau penanganan bencana.

Untuk penanganan jangka panjang, Bupati Adi Arnawa menyoroti penyempitan aliran sungai di kawasan Central Parkir, Jalan Dewi Sri Kuta. Berdasarkan laporan Dinas PUPR, pelebaran aliran sungai tersebut telah dijadwalkan tahun 2026. Namun, Bupati meminta agar proses percepatan dilakukan melalui anggaran penanganan darurat banjir.

“Kalau memang kondisinya mendesak, jangan menunggu 2026. Kita bisa gunakan anggaran darurat untuk segera melebarkan aliran sungai itu. Mengingat musim hujan masih berlangsung hingga awal tahun depan, langkah cepat harus dilakukan,” pungkasnya. (rls)

Data Sementara BPBD Tabanan Catat 33 Titik Bencana, Kerugian Capai 1 Miliar

Tim BPBD Tabanan membersihkan material longsor akibat cuaca ekstrem pada RABU (10/9/2025).
Tim BPBD Tabanan membersihkan material longsor akibat cuaca ekstrem pada RABU (10/9/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan mencatat sedikitnya terdapat 33 titik bencana akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Tabanan selama dua hari terakhir. Bencana yang terjadi meliputi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, hampir merata di sepuluh kecamatan.

“Hingga Rabu (10/9) pukul 19.00 WITA, ada sekitar 33 titik bencana dengan estimasi kerugian mencapai Rp1,04 miliar. Namun ini masih dinamis dan kemungkinan akan ada laporan lagi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, saat dikonfirmasi Kamis (11/9/2026).

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, sejumlah titik mengalami kerusakan cukup parah, di antaranya di Perumahan Lembah Sanggulan, Kediri, di mana beberapa bangunan ambles diterjang banjir. Di Banjar Bongan Jawa, Desa Bongan, dapur rumah warga hanyut dan senderan setra Banjar Bongan Lebah, ambles.

“Tadi juga baru masuk laporan kerusakan di Pura Prajapati, Desa Bengkel, Kediri,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan di beberapa lokasi akan menggunakan alat berat, seperti pembersihan material tanah longsor di Setra Gandhamayu Kota Tabanan yang menutupi akses jalan menuju Kota untuk dan Perumahan Lembah Sanggulan.

“Untuk evakuasi di Sanggulan kami rencanakan pada hari Sabtu ini, karena alat berat sudah siap digunakan,” jelas Srinadha.

Sementara itu, warga juga ikut membantu penanganan longsor di jalur Desa Sudimara menuju Desa Bengkel dengan menyediakan alat berat. Ia menegaskan penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab BPBD, melainkan membutuhkan peran serta masyarakat, TNI, dan Polri.

Srinadha menyampaikan, Bupati Tabanan menginstruksikan BPBD agar selalu hadir di setiap kejadian bencana, meskipun penanganan belum bisa dilakukan secara optimal. “Kami berusaha merespons cepat setiap laporan,” tegasnya.

Saat ini proses pembersihan sudah dilakukan di beberapa titik dan akan terus dilanjutkan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi cuaca buruk dan bencana masih mungkin terjadi, meski BMKG menyebut siklus cuaca ekstrem mulai mereda.

“Cuaca dan bencana tidak bisa dipastikan. Angin kencang dan hujan deras bisa saja terjadi sewaktu-waktu maka kami imbau masyarakat tetap waspada,” pungkasnya. (ana)

Denpasar Juara Umum Tinju Porprov Bali 2025, De Gadjah Sebut Banyak Bibit Atlet Tinju

Final Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI/2025 yang berlangsung di GOR Ngurah Rai, Denpasar.
Final Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI/2025 yang berlangsung di GOR Ngurah Rai, Denpasar.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Kota Denpasar sukses meraih juara umum pada cabang olahraga tinju pada Final Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI/2025 yang berlangsung di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Kamis (11/9/2025).

Kontingen Denpasar tampil dominan dengan koleksi 7 emas, 5 perak, dan 2 perunggu, mengungguli Kabupaten Badung di posisi kedua dengan 4 emas, 4 perak, dan 5 perunggu, serta Gianyar di peringkat ketiga dengan 2 emas, 2 perak, dan 3 perunggu.

Emas Denpasar dipersembahkan oleh Grasela Djera Ata Endi, Nelsy Anakkotta, Cakti Dwi Putra, Jekri Riwu, Yulius Babu Eha, Jeklin Ndawajepi, dan Krispinus Mariano Wonda.

Pelatih Tinju Denpasar Kornelis Kwangu Langu mengaku bangga atas perjuangan anak asuhnya yang mampu menjawab target sebagai juara umum.

“Raihan ini sesuai harapan. Kita bisa keluar sebagai juara umum,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).

Kornelis yang juga pelatih tinju Pertina Bali ini juga menambahkan Porprov kali ini banyak diisi atlet baru yang cukup potensial dan merata di tiap kabupaten kota. “Tinggal perbanyak jam terbang lagi ada acara sparring-sparring atau pertandingan open turnamen di Bali,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pertina Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, menyampaikan apresiasi atas jalannya pertandingan tinju Porprov Bali kali ini. Ia menilai perolehan medali relatif merata di setiap kabupaten/kota.

“Tentunya yang terbaik pertama dan kedua ini akan dipersiapkan di berbagai event ke depannya, mulai dari pra PON, PON hingga event nasional dan internasional lainnya,” ungkap De Gadjah.

Ia juga menambahkan bahwa Bali kini memiliki banyak bibit atlet potensial. Bahkan nantinya, ada atlet Bali yakni Jekri Riwu yang bersiap mewakili Indonesia di ajang SEA Games di Thailand Desember mendatang.

“Cukup merata sebaran atlet tadi saya pikir atlet Buleleng menang karena pengalaman di Pra PON, tapi ya tidak sesuai ekspetasi,” ujarnya. (rls)

Klasemen Sementara, Ini Deretan Atlet Tabanan Peraih Medali Emas

Kontingen Tabanan cabor Dancesport peraih medali emas di Porprov Bali 2025.
Kontingen Tabanan cabor Dancesport peraih medali emas di Porprov Bali 2025.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kontingen Tabanan terus berjuang sebagai Partriot Olahraga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI Tahun 2025. Hingga klasemen sementara, Selasa (9/10/2025) pukul 18.21 WITA, sejumlah cabang olahraga berhasil menyumbangkan medali emas dan menjadi motivasi bagi posisi Tabanan duntuk terus berupaya untuk perolehan medali.

Cabang olahraga Dancesport menjadi salah satu lumbung prestasi dengan raihan tiga medali emas. Emas pertama dipersembahkan pasangan I Putu Ananda Raditha Pramana dan I Gusti Ayu Kade Santhi Devi Pratistha pada nomor Pre Amateur Standard (Campuran).

Pasangan Ni Putu Anindia Pradnya Patni dan I Komang Krisna Widnyana kemudian menyumbang emas pada nomor FFA Rumba (Campuran). Tambahan emas datang dari pasangan Mas Ayu Rishita Devi dan I Komang Artha Kesuma Jaya di nomor FFA Jive (Campuran).

Dari arena Pencak Silat, dua medali emas berhasil direbut. I Kadek Wahyu Rihartana Giri tampil gemilang pada kelas I +85 s/d 90 kg (Putra), disusul I Kadek Adi Budiasta yang memastikan emas di kelas H +80 s/d 85 kg (Putra). Sementara itu, cabang Tarung Derajat turut menambah koleksi emas Tabanan melalui atlet I.G.A. Putu Sukma Dharma Patni yang berjaya di kelas 50,1 kg – 54 kg (Putri).

Tidak kalah membanggakan, cabang Wordball mencatatkan sejarah sebagai peraih emas pertama bagi Kontingen Tabanan. Atlet Ni Made Dwi Purnama S memastikan medali emas di nomor Single Stroke Competition (Putri). Adapun cabang Wushu menjadi penyumbang emas terbanyak dengan torehan enam medali emas.

Prestasi ini diraih oleh Ni Made Dewik Kristianti pada nomor Sanda kelas 56 kg (Putri), Gusti Arya Asim pada nomor Sanda kelas 65 kg (Putra), serta duet Made Tresnajnana Canduan dan Rico Gautama Iswara pada nomor Toulou Duilian (Putra).

Selain itu, Rico Gautama Iswara juga menambah koleksi emas pribadi di nomor Toulou Changquan (Putra) dan Toulou Daoshu Gunshu (Putra), serta Made Paramasuta Wijaya pada nomor Toulou Jianshu & Qiangshu (Putra).

Dengan capaian ini, Kontingen Tabanan semakin optimistis dalam menjaga tren positif di Porprov Bali XVI. Salah satu atlet peraih emas dari cabang Dancesport, I Putu Ananda Raditha Pramana, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut.

“Saya bersyukur bisa mempersembahkan emas untuk Tabanan. Prestasi ini tentu tidak lepas dari kerja keras, latihan konsisten, dan dukungan semua pihak, terutama keluarga dan pelatih. Semoga kemenangan ini bisa menjadi motivasi bagi rekan-rekan atlet lain untuk terus berjuang membawa harum nama Tabanan,” ungkapnya.

Saat ini para atlet Tabanan masih terus berjuang di berbagai arena pertandingan untuk menambah koleksi medali bagi kontingen. Dengan semangat juang yang tinggi, kerja keras, serta dukungan penuh dari masyarakat dan tim pelatih, mereka bertekad mempertahankan konsistensi prestasi dan mempersembahkan hasil terbaik demi mengharumkan nama Tabanan di ajang Porprov Bali XVI.  (ana)

Bupati Tabanan Teken Kerja Sama Jaga Desa dengan Kejaksaan

Peluncuran Program Jaga Desa yang dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Bupati/Walikota se-Provinsi Bali dengan Kepala Kejaksaan Negeri se-Provinsi Bali di Kantor Kejaksaan Tinggi Bali, Jalan Tantular No. 5 Denpasar, Kamis (11/9/2025).
Peluncuran Program Jaga Desa yang dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Bupati/Walikota se-Provinsi Bali dengan Kepala Kejaksaan Negeri se-Provinsi Bali di Kantor Kejaksaan Tinggi Bali, Jalan Tantular No. 5 Denpasar, Kamis (11/9/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menghadiri acara Peluncuran Program Jaga Desa yang dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Bupati/Walikota se-Provinsi Bali dengan Kepala Kejaksaan Negeri se-Provinsi Bali di Kantor Kejaksaan Tinggi Bali, Jalan Tantular No. 5 Denpasar, Kamis (11/9/2025).

Acara ini juga dihadiri Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, ⁠Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan RI, Gubernur dan Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Ketua DPRD Forkopimda dan Bupati / Walikota se-Bali.

Acara dimulai dengan penyambutan para undangan di halaman belakang Kantor Kejati Bali, dilanjutkan dengan penampilan fragmen tari Jaga Desa dan Bale Kertha Adhyaksa yang menggambarkan filosofi penguatan peran kejaksaan dalam menjaga desa dan nilai adat di Bali. Usai itu, diputar pula video tentang Jaga Desa dan Bale Kertha Adhyaksa sebagai gambaran nyata program.

Dalam sambutannya saat itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Ketut Sumedana, menegaskan komitmen kejaksaan untuk mendampingi pemerintah daerah dan desa dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari penyimpangan.

“Program Jaga Desa hadir untuk memastikan dana desa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, pembangunan desa berkelanjutan, serta permasalahan dapat ditangani cepat dengan melibatkan masyarakat adat. Dengan tata kelola sesuai aturan dan berlandaskan kearifan lokal, program ini diharapkan mampu meminimalisir perkara sederhana agar tidak masuk ke pengadilan, sehingga biaya dapat ditekan dan masyarakat tetap memperoleh keadilan secara efektif.” tegasnya.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan naskah perjanjian kerja sama antara para Bupati/Walikota se-Bali dengan Kejaksaan Negeri se-Provinsi Bali. Penandatanganan ini menjadi simbol sinergi pemerintah daerah dan kejaksaan dalam mengawal pembangunan desa.

Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam sambutannya mengapresiasi Kejaksaan Tinggi Bali dan seluruh kepala daerah yang mendukung program Jaga Desa. Program ini sangat progresif, inovatif, dan inspiratif dalam memecahkan masalah di tingkat desa dan desa adat.

Gubernur Koster mengapresiasi program ini. Bali dikatakannya akan menjadi percontohan penerapan hukum berbasis kearifan lokal, yang berdampak pada kehidupan masyarakat desa semakin harmonis, mengurangi beban negara dalam pembiayaan perkara, serta menghindarkan dendam karena semua diselesaikan dengan musyawarah dan jalan damai.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Bali, kami menyampaikan terima kasih dan komitmen untuk menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya.” ucapnya.

Sejalan dengan Gubernur Bali, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, Ahmad Riza Patria, juga memberikan apresiasi atas sinergi yang dibangun di Bali.

“Kehadiran program Jaga Desa merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, daerah dan aparat penegak hukum untuk menjaga kepercayaan masyarakat dalam membangun Desa sekaligus membangun Indonesia. Sesuai arahan Presiden RI, yakni membangun dari desa, dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, hari ini kita wujudkan arahan tersebut dengan kolaborasi nyata serta momentum ini sebagai inspirasi desa yang maju, bukan hanya tentang infrastruktur tetapi juga tentang integritas, transparansi dan gotong royong,” pungkasnya.

Acara Peluncuran Program Jaga Desa dan Teken Perjanjian Kerja Sama dengan Kejaksaan Negeri se-Bali ini juga dirangkaikan dengan launching dua buku Bale Kertha Adhyaksa oleh Kepala Kejati Bali yang kemudian diserahkan kepada Forkopimda Provinsi Bali dan Desa Adat. Selain itu, dilakukan penyerahan penghargaan dari Jaksa Agung Muda Intelijen oleh Kejaksaan Tinggi Bali kepada lima kepala daerah, yakni Bupati Buleleng, Bupati Badung, Bupati Gianyar, Bupati Karangasem, dan Bupati Tabanan sebagai apresiasi atas peran aktif dalam mencegah penyimpangan pengelolaan keuangan desa.

Hadir pula Kepala Dinas Koperasi Kabupaten/Kota se-Bali, ⁠Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten/Kota se-Bali, ⁠Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab / Kota se-Bali, Perbekel dan Majelis Adat se-Bali, serta undangan lainnya. (rls)

Update Dampak Banjir di Bali, 9 Orang Tewas dan 6 Hilang, Ratusan Warga Mengungsi

Penanganan pasca banjir di wilayah Bali pada Rabu (10/9/2025).
Penanganan pasca banjir di wilayah Bali pada Rabu (10/9/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor melanda wilayah Bali pada Rabu (10/9/2025). Hujan deras yang mengguyur sejak pagi hingga malam hari mengakibatkan kerusakan bangunan, korban jiwa, hingga puluhan warga mengungsi.

BPBD Bali mencatat banjir terjadi di 123 titik, dengan rincian 81 titik di Denpasar, 14 titik di Gianyar, 4 titik di Karangasem, serta sejumlah titik di Jembrana dan Badung.

Sementara longsor terjadi di 18 titik, tersebar di Gianyar (5), Karangasem (12), dan Badung (1). Bencana ini juga menyebabkan 16 bangunan jebol, di antaranya dua di Gianyar, dua di Badung, 11 di Karangasem, dan satu di Denpasar.

Potensi kerugian terbesar terjadi di Pasar Kumbasari dan Jalan Sulawesi, Denpasar, dengan nilai kerugian diperkirakan lebih dari Rp4 miliar. Sejumlah kios, los, dan ruko roboh, sementara peralatan dagangan rusak atau hanyut terbawa arus.

Hingga Rabu malam, tercatat 9 orang meninggal dunia dan 6 lainnya masih dalam pencarian. Selain itu, sebanyak 240 orang mengungsi di beberapa titik di Denpasar, seperti Banjar Tohpati, Kesambi, Gedung NU, dan SD Pemecutan Kelod.

Untuk merespons bencana ini, Pemerintah Provinsi Bali bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar rapat koordinasi di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Rabu malam.

Rakor dipimpin langsung Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Pangdam IX/Udayana Mayjen Piek Budiyanto, Danrem 163/Wirasatya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, serta sejumlah kepala daerah.

Gubernur Koster mengapresiasi langkah cepat BNPB dalam membantu penanganan banjir. “Terima kasih atas perhatian pemerintah pusat. Agar persoalan ini bisa segera clear, mengingat Bali merupakan kawasan wisata dunia. Jangan sampai mengganggu pemulihan pariwisata pasca pandemi,” ujarnya.

Danrem 163/Wirasatya melaporkan bahwa prajurit TNI sudah melakukan evakuasi korban di sejumlah titik, termasuk tiga orang yang berhasil diselamatkan. Ia menyebut sekitar 50–70 kendaraan masih terjebak di basement Pasar Badung, dengan ketinggian air mencapai delapan meter. TNI mengerahkan kendaraan khusus serta empat Satuan Setara Kompi untuk pembersihan di Pasar Kumbasari, Pasar Badung, dan Jalan Pulau Demak.

Kepala BNPB Suharyanto menegaskan penanganan pasca bencana akan diprioritaskan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia memastikan logistik darurat berupa pompa air dan genset sudah diserahkan ke pemerintah daerah. “Kami pastikan pencarian korban hilang terus dilakukan sampai ketemu, dengan melibatkan lebih dari 100 personel gabungan,” katanya.

Suharyanto juga menjelaskan bahwa curah hujan ekstrem kali ini dipicu fenomena atmosfer Rossby dan Kelvin yang jarang terjadi di Bali. Namun, menurut BMKG, gelombang tersebut kini sudah bergeser ke arah barat.

BNPB menegaskan bahwa status darurat bencana diperlukan untuk mempercepat administrasi bantuan pusat ke daerah. Bantuan logistik termasuk makanan bayi dan anak-anak juga akan terus disalurkan, sembari mendukung penuh pencarian korban hilang serta pemulihan rumah warga, ruko, dan infrastruktur umum yang terdampak. (ana)

Lima Bangunan di Kediri Tabanan Tergerus Longsor

Kapolres Tabanan menjinjau bangunan tergeruus longsor di Kecamatan Kediri, Tabanan.
Kapolres Tabanan menjinjau bangunan tergeruus longsor di Kecamatan Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sedikitnya lima bangunan ambruk akibat longsor yang dipicu hujan deras di Kecamatan Kediri, Tabanan, Rabu (10/9/2025).

Peristiwa tersebut terjadi di Perumahan Lembah Sanggulan dan Panorama Indah Sanggulan, Desa Banjaranyar, setelah luapan Sungai Yeh Dati merendam kawasan itu sejak dini hari.

Kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar. Bangunan yang terdampak terdiri atas tiga rumah, satu rumah kos, dan satu warung.

Selain itu, sebanyak 33 unit rumah terendam banjir sehingga 33 kepala keluarga (KK) harus mengungsi ke SDN 6 Banjar Anyar. Meski kerugian materiil cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sejak pagi hingga siang hari, masyarakat bersama BPBD dan aparat kepolisian melakukan evakuasi serta pembersihan material longsor dan banjir.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati bersama bersama anggota turun langsung meninjau lokasi bencana alam banjir dan longsor di Kecamatan Kediri.

Selain di Kecamatan Kediri, Kapolres bersama Wakapolres, Kabag Ops, dan jajaran juga meninjau lokasi longsor di Kecamatan Tabanan, tepatnya di Kuburan Banjar Adat Bongan Lebah Kelod dan dapur rumah warga di Banjar Bongan Jawa Kawan.

Kehadiran Kapolres didampingi anggota DPRD Kabupaten Tabanan, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus memberi dukungan moril kepada warga terdampak.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami minta masyarakat selalu siaga dan segera melapor jika ada potensi bencana,” ujar Bayu Pati.

Pihaknya juga menegaskan Polri bersama TNI, BPBD, dan pemerintah daerah siap membantu penanganan bencana serta mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem. (ana)