
TABANAN, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Kabupaten Tabanan mulai mempersiapkan penataan menyeluruh kawasan Jalan Gajah Mada sebagai langkah mempercantik wajah pusat kota sekaligus memperkuat nilai sejarah dan identitas kawasan. Program tersebut disosialisasikan kepada masyarakat dalam kegiatan yang berlangsung di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Desa Adat Kota Tabanan, Selasa (5/5/2026).
Sosialisasi dihadiri Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimcam, Bendesa Adat Kota Tabanan, para perbekel, konsultan perencana, serta pemilik toko dan pelaku usaha yang beraktivitas di sepanjang Jalan Gajah Mada.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Tabanan memaparkan bahwa proyek penataan telah masuk dalam rencana pembangunan Tahun Anggaran 2026. Program tersebut meliputi pemasangan paving pada kawasan Jalan Gajah Mada hingga pembangunan kembali Patung Catur Muka sebagai ikon Kota Tabanan.
Bupati Sanjaya menegaskan, penataan kawasan tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga merupakan upaya menghidupkan kembali kawasan bersejarah yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, Jalan Gajah Mada memiliki nilai strategis karena selain menjadi jalur utama perkotaan, kawasan tersebut juga menyimpan sejarah perkembangan Kota Tabanan serta menjadi pusat perdagangan yang telah tumbuh sejak lama.
Karena itu, penataan dilakukan agar kawasan tersebut tampil lebih tertata, nyaman, dan memiliki daya tarik sebagai kawasan heritage yang tetap mampu mengikuti perkembangan kota.
“Pemerintah ingin menghadirkan wajah baru Jalan Gajah Mada tanpa menghilangkan karakter sejarah dan budaya yang melekat pada kawasan ini,” ujar Sanjaya.
Ia memastikan program tersebut tidak dimaksudkan untuk mengurangi ruang usaha masyarakat. Sebaliknya, penataan diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung, memperkuat aktivitas ekonomi, sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pelaku usaha di kawasan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Tabanan juga berkomitmen melaksanakan pekerjaan secara bertahap dengan memperhatikan aktivitas masyarakat agar dampak selama proses pembangunan dapat diminimalkan.
Dalam forum sosialisasi itu, Bupati mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dengan memberikan saran maupun masukan terhadap konsep penataan yang disiapkan pemerintah. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang sesuai kebutuhan warga.
Ia juga mengajak para pemilik toko dan pelaku usaha di sepanjang Jalan Gajah Mada untuk mendukung program tersebut sehingga kawasan pusat kota dapat berkembang menjadi ruang publik yang lebih bersih, tertata, dan representatif, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.
Penataan Jalan Gajah Mada menjadi salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendukung terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Melalui proyek ini, pemerintah berharap kawasan pusat kota mampu berkembang sebagai destinasi ekonomi dan budaya yang semakin menarik sekaligus memperkuat identitas Kota Tabanan di masa mendatang. (rls/kmf)
































