Truk Cor Molen Meluncur Mundur di Pecatu, Tabrak Garasi dan Rusak Beberapa Motor

Kondisi truk cor molen yang mengalami kecelakaan tunggal setelah meluncur mundur dan menabrak garasi warga di Jalan Pedati, Labuan Sait, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (18/7/2026).
Kondisi truk cor molen yang mengalami kecelakaan tunggal setelah meluncur mundur dan menabrak garasi warga di Jalan Pedati, Labuan Sait, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (18/7/2026).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Sebuah truk cor molen mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Pedati, kawasan Labuan Sait, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. Truk diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman hingga meluncur mundur dan menabrak garasi milik warga.

Peristiwa bermula ketika truk bernomor polisi B 9513 SYL berhenti untuk membuang sisa material cor beton yang rencananya digunakan menutup jalan berlubang di sekitar lokasi. Saat pengemudi, Handoko (52), tengah membersihkan sisa beton, kendaraan tiba-tiba bergerak mundur tanpa dapat dikendalikan karena rem diduga tidak berfungsi dengan baik.

Laju truk yang berada di jalan menurun akhirnya menghantam tembok garasi rumah warga. Benturan tersebut mengakibatkan sembilan unit sepeda motor yang terparkir di dalam garasi mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Selain itu, tembok garasi juga mengalami kerusakan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Setelah menerima laporan, personel Unit Lalu Lintas Polsek Kuta Selatan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa pihak-pihak yang terlibat, serta mendokumentasikan kejadian.

Kapolsek Kuta Selatan, Kompol Muhammad Said Husen, mengatakan penanganan awal telah dilakukan oleh petugas. Menurutnya, persoalan tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan setelah kedua belah pihak sepakat berdamai dan menandatangani surat pernyataan perdamaian.

“Kami mengimbau seluruh pengemudi, khususnya kendaraan berat, agar selalu memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, dalam keadaan baik sebelum berhenti di lokasi yang memiliki kontur jalan menanjak maupun menurun. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa,” ujarnya. RAN