- Advertisement -
Beranda blog Halaman 94

1.047 CCTV di Tabanan Akan Terkoneksi dengan Command Center Polres

Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati.
Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 1.047 titik CCTV yang tersebar di wilayah Kabupaten Tabanan akan segera terkoneksi dengan Command Center Polres Tabanan. Ratusan kamera pengawas tersebut sebagian besar merupakan milik pribadi, desa, perkantoran, dan pertokoan.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menjelaskan, langkah ini diharapkan mampu mempercepat pengungkapan kasus-kasus kriminal, terutama pencurian yang kerap menyasar rumah kosong maupun fasilitas umum.

Ia mencontohkan kasus pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil yang terjadi beberapa bulan lalu di sekitar Lapangan Alit Saputra, Desa Dajan Peken. Hingga kini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lantaran keterbatasan saksi dan minimnya kamera pengawas di lokasi kejadian.

“Dengan terkoneksinya CCTV milik masyarakat hingga desa ke Command Center, akan sangat membantu aparat kepolisian dalam melakukan pemantauan maupun penyelidikan,” ungkapnya, Kamis (25/9/2025).

Ke depan, jumlah CCTV akan terus ditambah. Bahkan, pemerintah desa didorong memanfaatkan dana desa untuk mendukung pemasangan kamera pengawas tambahan. Rencana ini juga mendapat dukungan penuh dari Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.

Pemerintah Kabupaten Tabanan bersama Polres Tabanan pun sedang menggodok pembentukan Peraturan Daerah (Perda) pemasangan CCTV untuk segera disahkan dan diberlakukan kepada masyarakat.

“Kami sedang merumuskan regulasi agar ada dasar hukum yang kuat, harapannya segera bisa disahkan dalam bentuk perda,” tegas Bayu Pati. (ana)

Momen Dewasa Ayu, 63 Pengantin di Tabanan Ikut Program Semara Ratih

Pengantin di Kabupaten Tabanan mengikuti program Semara Ratih.
Pengantin di Kabupaten Tabanan mengikuti program Semara Ratih.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Program unggulan Semara Ratih yang digagas Pemerintah Kabupaten Tabanan menunjukkan dampak positif bagi masyarakat. Sejak diluncurkan pada November 2022 hingga akhir Agustus 2025, tercatat sebanyak 1.224 pasangan pengantin telah mengikuti program konseling pranikah ini.

Bahkan pada momen Dewasa Ayu yang jatuh pada Rabu (24/9/2025), sebanyak 63 pasangan pengantin di Kabupaten Tabanan serentak mengikuti program Semara Ratih

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat dalam mengikuti program ini. Menurutnya kehadiran Semara Ratih menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam mencetak generasi sehat dan berkualitas.

“Ini menandakan kesadaran masyarakat akan pentingnya persiapan menuju kehidupan berumah tangga yang sehat semakin meningkat. Tujuan utama dari program ini adalah mencetak generasi yang sehat dan berkualitas, sekaligus menekan angka stunting di Tabanan,” ujarnya.

Bupati Peraih Penghargaan Manggala Karya Kencana Tahun 2024 ini juga mengajak seluruh calon pengantin di Tabanan untuk mengikuti program Semara Ratih. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan Tim Pendamping Keluarga di setiap desa yang siap memberikan arahan terkait kesehatan pernikahan dan kesiapan menjadi orang tua.

“Dengan adanya pendampingan ini, kami berharap anak-anak yang lahir kelak terbebas dari stunting, dan orang tuanya pun tetap sehat serta siap membangun keluarga harmonis,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tabanan, I Gusti Agung Rai Dwipayana menegaskan, manfaat program Semara Ratih tidak hanya sebatas konseling pranikah, tetapi juga terkait administrasi kependudukan.

Menurutnya, setelah menjalani pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga yang ada di 133 desa se-Kabupaten Tabanan, pasangan pengantin akan langsung mendapatkan dokumen kependudukan usai prosesi pernikahan.

“Pada hari pernikahan, mereka sudah menerima akta perkawinan, KTP, dan Kartu Keluarga baru. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menunggu lama untuk memperoleh dokumen administrasi kependudukan,” jelasnya.

Program Semara Ratih juga terbukti berkontribusi nyata terhadap penurunan angka stunting di Tabanan. Berdasarkan data e-PPGM Posyandu, hingga Agustus 2024 angka stunting turun signifikan menjadi 5,23 persen.

Pemerintah Kabupaten Tabanan menargetkan tren penurunan ini terus berlanjut melalui sinergi program kesehatan, pendampingan keluarga, dan layanan administrasi kependudukan yang semakin mudah diakses masyarakat. (ana)

Pemuda Diduga Bundir di Jembatan Tukad Bangkung, Lompat Lewat Celah Railing

Petugas mengevakuasi jasad IGPM yang diduga lompat dari jembatan Tukad Bangkung.
Petugas mengevakuasi jasad IGPM yang diduga lompat dari jembatan Tukad Bangkung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, kembali menjadi saksi aksi ulah pati atau mengakhiri hidup. Masyarakat sekitar membuat warga sekitar gempar pada Kamis (25/9) pagi.

Berdasarakan informasi yang dihimpun, korban diketahui berinisial IGPM (26) yang tinggal di Desa Angantaka, Abiansemal. Meski pemerintah tengah berupaya memasang railing yang menjulang tinggi di sepanjang sisi jembatan, aksi nekat itu tetap terjadi.

Diduga korban melancarkan aksinya di celah jembatan yang belum terpasangi pagar bermaterial baja itu. Aksi ulah pati ini berawal saat warga mencurigai adanya motor Yamaha Nmax warna hitam Nopol DK 3*17 FDU, yang terparkir di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

“Motor itu sudah terparkir sejak subuh disana, tapi tidak ada orangnya. Lalu warga berupaya mencari-cari karena khawatir kejadian dulu terulang lagi. Setelah dicari ternyata ada tubuh korban dibawah,” terang PS Kasubdipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ayu Inastuti.

Pemuda itu diyakini melakukan aksi bundir dengan terjun dari jembatan tertinggi di Bali ini. Aparat desa dan kepolisian yang menerima informasi peristiwa itu pun telah mendatangi lokasi.

Jasad pemuda yang beralamat di Angantaka itu sedang dilakukan oleh aparat bersama instansi terkait. Masyarakat yang penasaran pun ramai-ramai datang, dan ada pula yang melakukan siaran langsung, sehingga tragedi itu menjadi viral di media sosial.

Kapolsek Petang AKP Nyoman Arnaya pun membenarkan kejadian itu. “Saat ini kami masih di TKP,” ucapnya. RA

Wabup Dirga Sambangi Kelompok Tani Untuk Serap Aspirasi Petani 

Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluh kesah petani, sekaligus memberikan solusi bersama di Subak Gubug II, Banjar Pengayehan, Desa Gubug, Tabanan, Rabu (24/9/2025). 
Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluh kesah petani, sekaligus memberikan solusi bersama di Subak Gubug II, Banjar Pengayehan, Desa Gubug, Tabanan, Rabu (24/9/2025). 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tabanan sebagai lumbung pangan Bali, meneguhkan komitmennya menjaga sektor pertanian. Hal itu tampak saat Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluh kesah petani, sekaligus memberikan solusi bersama di Subak Gubug II, Banjar Pengayehan, Desa Gubug, Tabanan, Rabu (24/9/2025).

Kehadiran Wabup Dirga mendapat sambutan hangat dari para petani dan masyarakat setempat dan penuh suasana keterbukaan, diskusi tersebut menjadi ruang dialog dua arah antara pemerintah dan petani.

Dalam kesempatan tersebut, selain membahas persoalan teknis pertanian, kelompok tani juga menyampaikan pertanyaan mengenai cara menarik minat generasi muda atau petani milenial agar terjun di sektor pertanian.

Menanggapi hal tersebut, Wabup Dirga, menekankan bahwa upaya ini memerlukan sinergi dan kerja sama yang erat antara masyarakat dengan pemerintah. Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat penting untuk memastikan keberlanjutan pertanian di Tabanan.

“Kalau hasil pertanian kita tidak menarik dan tidak menjanjikan, tentu petani milenial tidak akan datang. Karena itu, kita harus menjadikan pertanian bukan hanya sebagai kewajiban mencari penghidupan, tetapi juga ditanamkan sebagai sebuah hobi. Kalau sudah menjadi hobi, meskipun dia seorang pegawai negeri, pasti akan tetap mau turun ke sawah,” jelas Dirga.

Lebih lanjut, kelompok tani sekitar juga menyampaikan keluhan mengenai praktik calo atau tengkulak yang kerap mempermainkan harga hasil produksi pertanian, kondisi ini membuat petani memperoleh keuntungan yang kecil. Menyikapi hal tersebut, Wabup Dirga menegaskan komitmen pemerintah untuk membangkitkan kembali peran Koperasi Unit Desa (KUD) sebagai wadah ekonomi kerakyatan yang dapat menjadi solusi nyata bagi petani.

“Kami dalam upaya membangkitkan kembali KUD agar kembali sehat dan berjalan, jadi kalau kita punya KUD yang bagus yang sehat nanti pertanian kita, dengan harga yang kita tentukan tidak lebih murah daripada tengkulak” ujar Dirga.

Di akhir pertemuan, menyampaikan arahan Bupati, Wabup Dirga juga mengingatkan masyarakat, khususnya para petani, agar bersama-sama menjaga lahan pertanian dari alih fungsi yang tidak terkendali serta memberi perhatian penuh terhadap sistem irigasi. Ia menegaskan, bahwa pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen untuk memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini, mengingat irigasi merupakan faktor utama dalam keberlangsungan pertanian.

Dengan adanya dialog langsung ini, pemerintah berharap aspirasi petani dapat terserap dengan baik dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan di lapangan. Wabup Dirga menegaskan, bahwa pemerintah Kabupaten Tabanan dibawah kepemimpinan Bupati Komang Sanjaya, akan terus hadir bersama masyarakat, khususnya petani, dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian sebagai lumbung pangannya Bali.  (ana)

Desa Kukuh Tabanan Jadi Percontohan Desa Cantik

Penyerahan penghargaan kepada Desa Kukuh, Kecamatan Marga, berhasil menjadi tiga desa terbaik nasional dari 497 desa/kelurahan se-Indonesia.
Penyerahan penghargaan kepada Desa Kukuh, Kecamatan Marga, berhasil menjadi tiga desa terbaik nasional dari 497 desa/kelurahan se-Indonesia.

PANTAUBALI.COM, TABANAN –  Pemerintah Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembangunan berbasis data.

Hal ini tercermin dari kegiatan Penguatan Statistik Sektoral melalui Diseminasi Penelitian Dampak Komunitas Monyet Ekor Panjang Alas Kedaton dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang dibuka langsung oleh Sekda Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana, Rabu (24/9/2025).

Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan dihadiri Kepala BPS Kabupaten Tabanan, para kepala perangkat daerah, Ketua Lembaga, Organisasi, Perusda, Tim Pembina Desa Cantik BPS Provinsi Bali, Perbekel dan agen statistik Desa Kukuh, akademisi, hingga narasumber.

Dalam sambutannya, sesuai arahan Bupati Tabanan, Sekda Susila menegaskan  pembangunan harus dilakukan secara adil, merata, dan Indonesia-sentris.

“Untuk mewujudkan Indonesia Maju diperlukan kerja sama dan kerja cerdas, dimulai dari desa, pulau terdepan hingga perbatasan. Dalam tatanan Sistem Statistik Nasional, pembinaan statistik merupakan implementasi koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan standarisasi data. Tabanan patut berbangga karena di tahun 2024 berhasil meraih Indeks Pembangunan Statistik terbaik se-Provinsi Bali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Susila menekankan pentingnya program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) dalam meningkatkan kapasitas desa. Program ini dinilai mampu menguatkan peran desa dalam menghimpun, mengolah, hingga memanfaatkan data sebagai dasar perencanaan pembangunan.

“Tahun ini Desa Kukuh, Kecamatan Marga, berhasil menjadi tiga desa terbaik nasional dari 497 desa/kelurahan se-Indonesia. Ini adalah prestasi membanggakan dan harus dipastikan keberlanjutan agar cakupan pelaksanaannya dapat meluas hingga seluruh desa di Tabanan,” tambahnya.

Susila juga menyoroti pentingnya data makro sebagai landasan kebijakan pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa pada tahun 2026, BPS akan kembali menyelenggarakan Sensus Ekonomi ke-5.

“Sensus Ekonomi 2026 menjadi fondasi penting dalam menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi. Karena itu, diperlukan kontribusi semua pihak agar kegiatan ini berjalan sukses. Semua penguatan data ini pada akhirnya bermuara pada satu tujuan, yaitu tersedianya data yang lengkap, akurat, dan terpercaya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Tabanan, Ni Putu Minarni, menyampaikan bahwa momentum Hari Statistik Nasional menjadi milik bersama.

“Seminar yang kita laksanakan hari ini adalah bagian dari kebersamaan kita semua. Pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat luas perlu menegaskan kembali bahwa data adalah pondasi utama pembangunan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi keberhasilan Desa Kukuh yang pada tahun 2025 terpilih sebagai lokus Desa Cantik nasional berkat penguatan literasi dan kapasitas pengelola data desa.

Menurut Minarni, pemilihan Desa Kukuh memiliki makna strategis karena terkait isu populasi monyet ekor panjang di kawasan wisata Alas Kedaton yang dinilai telah melebihi daya dukung lingkungan dan mengganggu aktivitas masyarakat serta sektor pertanian.

“Untuk menjawab tantangan ini, dilakukan survei guna mengetahui populasi dan dampaknya. Hasilnya, Desa Kukuh tidak hanya berhasil mengelola data secara baik, tetapi juga meraih prestasi sebagai Desa Terbaik I Nasional. Ini adalah bukti nyata bahwa data yang dikelola dengan baik mampu mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya.  (ana)

Mayat Tinggal Kerangka Ditemukan di Sungai Yeh Penet Mengwi

Evakuasi jasad manusia yang sudah tinggal kerangka di Sungai Yeh Panet, Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Rabu (24/9/2025) siang.
Evakuasi jasad manusia yang sudah tinggal kerangka di Sungai Yeh Panet, Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Rabu (24/9/2025) siang.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Penemuan jasad manusia yang sudah tinggal kerangka menghebohkan warga Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Rabu (24/9/2025) siang. Jasad ditemukan di aliran Sungai Yeh Penet dalam kondisi tidak utuh sehingga sulit dikenali.

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ayu Inastuti, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban masih berstatus Mr. X karena belum diketahui identitasnya. “Benar, telah ditemukan jasad manusia di aliran Sungai Yeh Penet. Identitas korban belum diketahui,” ujarnya.

Jasad pertama kali ditemukan oleh I Wayan Suratna (47), warga Desa Kaba-Kaba, Tabanan. Sekitar pukul 11.00 Wita, ia mencium bau busuk saat membersihkan sampah sisa banjir. Setelah mencari sumber bau, Suratna mendapati kerangka manusia, lalu melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas.

Hasil pemeriksaan di lokasi oleh tim identifikasi Polres Badung menunjukkan kondisi jasad sudah rusak parah.

Tengkorak menghadap barat dengan gigi bagian kanan atas ompong, kaki kiri hancur, kedua telapak kaki dan telapak tangan hilang, sedangkan kaki kanan masih utuh. “Diduga jasad sudah cukup lama berada di aliran sungai,” jelas Ayu.

Sekitar pukul 13.00 Wita, petugas mengevakuasi jasad dengan ambulans PMI Badung dan membawanya ke RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, Polres Badung masih menunggu hasil forensik guna memastikan identitas serta penyebab kematian korban. “Kasus ini ditangani oleh Satreskrim Polres Badung,” tambah Ayu. (ana)

Vila di Tabanan Terbakar Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp1,5 Miliar

Kebakaran Sungai Jungle Villa yang berlokasi di Banjar Cepaka, Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan pada Rabu (24/9/2025).
Kebakaran Sungai Jungle Villa yang berlokasi di Banjar Cepaka, Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan pada Rabu (24/9/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Peristiwa kebakaran terjadi di Sungai Jungle Villa yang berlokasi di Banjar Cepaka, Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan pada Rabu (24/9/2025) sekitar pukul 12.00 Wita.

Api berhasil dipadamkan dengan tiga unit pemadam kebakaran Kabupaten Tabanan. Namun sebagian bangunan villa hangus terbakar dengan kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.

Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana mengatakan, dugaan sementara api bersumber dari korsleting arus listrik pada water heater (pemanas air) yang terpasang di bangunan vila.

“Diduga api berasal dari korsleting listrik pada water heater, tapi masih dalam penyelidikan,” jelasnya.

Berdasarkan pengakuan saksi Ahmad Gozali (42), yang saat itu berada di lokasi kejadian, kemunculan api diawali suara letupan dari arah villa. Saat mendekat, ia melihat asap dan api mulai berkobar.

“Saksi kemudian melapor ke karyawan villa, dan bersama masyarakat berusaha memadamkan api secara manual sebelum menghubungi damkar,” kata Sukadana.

Tak berselang lama, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Dengan sigap, petugas bersama warga berhasil mengendalikan api sehingga hanya seperempat bagian bangunan yang terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Meski demikian, kebakaran ini ditaksir menimbulkan kerugian hingga Rp1,5 miliar. Pemilik villa yakni WNA asal Australia bernama Hayes Penelope Thompson (53).

“Pemilik vila akan melapor peristiwa kebakaran besok pagi di Polsek Kediri guna mendapatkan klaim asuransi,” imbuh Sukadana. (ana)

Ramai Soal Uang Makan PNS Pemprov Bali, Kadis Kesehatan Sebut Tak Dianggarkan Sejak 2021

Dinas Kesehatan Provinsi Bali tegaskan uang makan bagi PNS di lingkungan Pemprov Bali memang sudah tidak dianggarkan sejak tahun 2021.
Dinas Kesehatan Provinsi Bali tegaskan uang makan bagi PNS di lingkungan Pemprov Bali memang sudah tidak dianggarkan sejak tahun 2021.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Tengah ramai menjadi perbincangan soal Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintahan Provinsi Bali yang tidak menerima uang makan. Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan dr. I Nyoman Gde Anom menegaskan fasilitas tersebut sudah tidak dianggarkan sejak 2021, termasuk bagi tenaga kesehatan di rumah sakit daerah.

“Jadi memang tidak dianggarkan. Jangan diartikan anggarannya ada, tapi tidak dibayar atau dicairkan,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).

Namun menurutnya peningkatan kesejahteraan bagi ASN tetap menjadi atensi Pemprov Bali. Buktinya, pasca tidak ada alokasi anggaran uang makan, Pemprov Bali melakukan penyesuain pada Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Ada pemberian tambahan kesejahteraan selain gaji berupa penyesuaian tunjangan kinerja. Bahkan, khusus bagi pegawai yang bertugas di RS, selain TPP juga ada tambahan Jaspel yang rutin diberikan setiap bulan,” imbuhnya.

Kadiskes dr. Gde Anom berharap seluruh pegawai di lingkup Dinas Kesehatan memahami hal ini. “Ke depannya kalau ada masalah, mohon disampaikan kepada pimpinan di masing-masing rumah sakit. Apalagi sekarang sudah banyak saluran komunikasi. Langsung ke Dinas Kesehatan juga bisa,” ucapnya.

Mempertegas penyampaian Kadiskes, Direktur RS Bali Mandara dr. I Gusti Ngurah Putra Dharma Jaya menerangkan bahwa sejak tahun 2021, PNS yang bertugas di rumah sakit yang dipimpinnya memang tidak menerima uang makan.

“Hasil koordinasi kami dengan BPKAD, hal ini mengacu pada Permendagri Nomor 90 Tahun 2019. Dalam Permendagri ini tidak tersedia nomenklatur uang makan bagi ASN di pemerintah daerah,” jelasnya.

Ditambahkan olehnya, memang ada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur standar uang makan, namun diperuntukkan khusus bagi  ASN yang bertugas dilingkup kementerian dan lembaga yang dianggarkan dari APBN.

Hal senada juga disampaikan Direktur RS Mata Bali Mandara dr. Ni Made Suryanadi dan Plt. Direktur RS. Dharma Yadnya dr. Kadek Iwan Darmawan. (ana)

Dinkes Tabanan Pastikan Penanganan Korban Gigitan Anjing Positif Rabies di Batukaru

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan Ida Bagus Surya Wira Andi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan Ida Bagus Surya Wira Andi.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabanan memastikan para pendaki yang digigit anjing rabies di Gunung Batukaru, Kabupaten Tabanan, Bali, mendapatkan penanganan yang optimal.

Pasca hasil uji laboratorium terhadap sampel otak anjing yang menggigit rombongan pendaki di Gunung Batukaru dinyatakan positif rabies oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Distan segera mengambil langkah cepat dan strategis guna memastikan keselamatan para korban serta mengantisipasi penyebaran rabies.

Para korban gigitan telah ditetapkan untuk menerima Vaksin Anti Rabies (VAR) lengkap sebanyak empat dosis, dengan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala untuk mendeteksi ada tidaknya gejala rabies.

Tatalaksana vaksinasi dilanjutkan hingga dosis lengkap, yaitu VAR II dan VAR III, dengan menghubungi korban yang sebelumnya mendapatkan pelayanan di Puskesmas Pupuan I.

Selanjutnya, para korban diarahkan melanjutkan vaksinasi ke puskesmas rabies center terdekat dengan membawa kartu kontrol VAR yang sudah dikeluarkan Puskesmas Pupuan I.

Selain penanganan korban, Dinas Kesehatan juga menjalin koordinasi dengan Ketua Forum Perbekel Kabupaten Tabanan untuk mensosialisasikan tatalaksana yang benar dalam menghadapi gigitan hewan penular rabies.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan Ida Bagus Surya Wira Andi memastikan semua korban gigitan anjing di Batukaru telah dan akan mendapatkan vaksinasi rabies sesuai prosedur, termasuk tindak lanjut hingga dosis lengkap.

Ia menegaskan, jumlah pendaki yang mengalami luka gigitan anjing yakni sembilan orang. Sedangkan enam orang lainnya tidak sampai luka. “Pemantauan kesehatan korban terus kami lakukan secara ketat,” ujarnya pada Rabu (24/9/2025).

Ia juga menegaskan, kesiapan logistik vaksin dalam kondisi terkendali. Hingga saat ini, ketersediaan vaksin dan serum di Kabupaten Tabanan dinyatakan aman, dengan jumlah 2.765 vial/dosis VAR dan 30 vial SAR yang tersebar di puskesmas rabies center, RSUD Tabanan, serta RSUD Singasana.

“Stok VAR dan SAR di Kabupaten Tabanan dalam keadaan aman dan mencukupi. Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada. Jika ada kasus gigitan hewan penular rabies, segera lakukan pencucian luka yang benar dan datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksinasi,” tegasnya.

Pihaknya juga mengimbau agar setiap korban gigitan anjing atau kucing segera mendatangi puskesmas terdekat dan melakukan prosedur pencucian luka yang benar sebelum mendapatkan vaksinasi. Langkah koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng, serta Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Hal ini bertujuan untuk melakukan pelacakan terhadap korban yang mungkin mendapatkan pengobatan di luar Kabupaten Tabanan, sekaligus memastikan ketersediaan VAR dan Serum Anti Rabies (SAR) dalam kondisi cukup untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan. (ana) 

Baru Bebas dari Lapas, 3 Residivis di Tabanan Nekat Jualan Sabu

Tersangka penyalahgunaan narkoba dihadirkan dari press rilis di Polres Tabanan, Rabu (24/9/2025).
Tersangka penyalahgunaan narkoba dihadirkan dari press rilis di Polres Tabanan, Rabu (24/9/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Satresnarkoba Polres Tabanan mengungkap lima kasus penyalahgunaan narkotika selama akhir Agustus hingga September 2025. Sebanyak 10 orang tersangka diamankan dengan total barang bukti 54 paket sabu-sabu seberat 14,54 gram neto.

Bahkan tiga orang pelaku merupakan residivis kasus penyalahgunaan narkoba dan pencurian yang baru bebas beberapa bulan dari Lapas Tabanan.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati didampingi Kasat Narkoba AKP I Ketut Ananta dalam pres rilis pada Rabu (24/9/2025) mengatakan, TKP pengungkapan kasus sebagian besar di wilayah Kecamatan Kediri.

Adapun kasus pertama diungkap di Banjar Anyar, Kediri, dengan tersangka DHN (49) dan AN (33) dengan barang bukti satu paket sabu seberat 0,25 gram. Kasus kedua, tiga tersangka yakni KB (25), WP (30), dan MW (50) ditangkap di Kediri.

Selanjutnya, di Banjar Senapahan, Kediri, tersangka S (42) diamankan dengan barang bukti yang cukup banyak yakni 49 paket sabu total berat 13,66 gram neto.

Kasus keempat di Banjar Pemenang, Desa Banjar Anyar, Kediri yang melibatkan dua tersangka GSW (40) dan BAH (36), sementara kasus terakhir di Desa Kutuh, Ketambitan mengungkap dua tersangka AP (40) dan DAP (36) dengan barang bukti satu paket sabu.

“Dari 10 tersangka, tiga di antaranya merupakan residivis, yakni S (42) residivis kasus pencurian serta BAH (36) dan AP (40) residivis kasus narkoba. Mereka baru saja bebas dari Lapas pada Januari dan Maret lalu,” kata AKP I Ketut Ananta.

Ia menambahkan, semua tersangka merupakan pengguna sekaligus pengedar sabu. Mereka mengaku hanya berkomunikasi dengan orang tak dikenal melalui ponsel tanpa mengetahui identitas pengendalinya. Lantas, mereka mendapat imbalan Rp50 ribu setiap kali menempel sabu.

“Motif mereka pengedarkan barang terlarang ini karena faktor ekonomi, terlebih lagi para tersangka rata-rata berstatus pengangguran,” jelasnya.

Ke depan, Polres Tabanan akan menggandeng Pemkab Tabanan melalui Dinas Ketenagakerjaan untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, khususnya mantan napi. Selain itu, rehabilitasi sosial juga akan diperkuat agar mantan narapidana bisa kembali ke masyarakat dengan pekerjaan yang layak.

“Harapannya setelah mereka keluar dari lapas, negara bisa memberikan pekerjaan yang layak bagi mereka,” tambahnya. (ana)