- Advertisement -
Beranda blog Halaman 936

Wagub Cok Ace Dukung Rencana Tour Ride oleh Women Cyclist Club

 

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mendorong kegiatan komunitas women cyclist club (WCC) yang berencana akan melaksanakan tour ride dengan sepeda menempuh jarak 1000 Kilometer start dari Denpasar menuju Gilimanuk kemudian Pantura-Ketapang-Situbondo-Probolinggo-Surabaya-Tuban-Kudus-Tegal-Cirebon- Bandung dan Jakarta. Dengan dilaksanakannya tour ride menggunakan sepeda ini di harapkan mampu memutar kembali roda perekonomian ditengah pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan pemulihan secara merata akibat pariwisata. Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi Women Cyclist Club di ruangan kerjanya, Selasa (8/9).

Wagub Cok Ace juga memberikan masukan agar ke depan Women Cyclist Club mengadakan kegiatan yang sama namun memutar arah perjalanan wisata mereka, “sebaiknya arah perjalanan wisata menggunakan sepeda juga dilakukan start dari arah luar Bali semisal Jakarta menuju Bali dengan beberapa estape jarak tempuh, jadi pesepeda yang ingin mengikuti tour ride bisa mulai dari wilayah atau daerahnya masing-masing. Salah satunya anak muda yang berada di Jembrana bisa mengikuti tour ride dari tempatnya menuju Denpasar, jadi jarak tempuh yang mereka lalui sekitar 137 km,” saran Wagub Cok Ace.

Ide ini disambut baik oleh Ketua Women Cyclist Club (WCC) Bali Tri Lara. Pihaknya mengatakan akan melaksanakan tour ride dari luar daerah menuju Bali karena hal ini baru terpikirkan saat bertemu dan berdialog dengan Wagub Cok Ace.

Dengan tour ride ini diharapkan secara perlahan perekonomian Indonesia khususnya Bali akan mulai membaik dan pulih secara perlahan. Dan mampu menjadi moment untuk menarik kunjungan wisatawan yang nantinya juga berdampak positif bagi pelaku UMKM, penyedia sarana penginapan sekaligus bagi para pedagang yang ada di sepanjang jalan yang dilalui.

Bupati Suwirta meninjau Pembangunan TPS3R di Desa Tusan.

 

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengadakan peninjauan pembangunan infrastruktur di Desa Tusan Klungkung pada Selasa (8/9).

TPS3R yang dibangun di Desa tusan dengan luas Bangunan 8 are didirikan dengan menggunakan APBN dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Dana Desa, pengerjaannya dilaksanakan dalam jangka waktu 104 hari kalender dan sebagai pelaksana yakni KSM TPS 3R “TREPTI BHUANA SANTHI”.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam peninjuannya  mengharapkan dengan dibangun TPS3R di Desa Tusan, dapat menangani permasalahan sampah di Desa Tusan dan sekitarnya serta dapat membantu menjadikan Kecamatan Banjarangkan menjadi bersih dari sampah.

Bupati Suwirta menambahkan, kepada  masyarakat Desa Tusan kedepannya juga dapat memanfaatkan bangunan TPS3R sebagai tempat untuk membuat kompos/pupuk bagi tanaman selain sebagai tempat mengolah sampah.

Mari masyarakat Klungkung kita bersama-sama menggelorakan arti pentingnya kebersihan dan kesehatan,” ujar Bupati Suwirta.

Turut mendampingi Fasilitator Provinsi Bali Untuk Program TPS3R Dewa Alit Setiarsa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung, Anak Agung Kirana, Camat Banjarangkan Gusti Ngurah Agung Mahajaya,dan perangkat Desa Tusan. (humasklk/Cok)

Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Kabupaten Tabanan Periode 2020-2026 Dikukuhkan

 

TABANAN – Pantaubali.com – Bertempat di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Selasa (8/9), Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Kabupaten Tabanan Periode 2020-2026, resmi dikukuhkan oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti.

Dalam hal ini, Bupati Tabanan diwakili oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Tabanan, IGA. Sumarpadni. Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga, Perwakilan Forkopimda, OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, beserta perwakilan beberapa anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Tabanan.

Kegiatan ini juga digelar dalam media video conference, mengingat anggota BPD se-Kabupaten Tabanan berjumlah 1065 orang pengurus dan anggota yang tersebar di 133 Desa di Kabupaten Tabanan. Sehingga dalam kegiatan ini, kehadiran peserta dibatasi agar sesuai dengan protokol kesehatan. Nampak juga perwakilan Forum Perbekel.

Bupati Tabanan yang dalam sambutannya dibaca oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Tabanan, IGA. Sumarpadni, menyampaikan agar mengawali kegiatan ini dengan optimisme untuk berkarya lebih baik lagi dalam mewujudkan Tabanan yang sehat, aman dan berprestasi.

Lebih lanjut Ia mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus dan anggota Asosiasi BPD se-Kabupaten Tabanan periode 2020-2026 yang baru saja dikukuhkan. “Semoga momentum ini akan menambah semangat baru dalam membangun Kabupaten Tabanan yang kita cintai ini,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, Asosiasi BPD ini merupakan lembaga formal yang mempunyai peran strategis dalam mendorong transparansi, akuntabilitas, demokrasi dan kesejahteraan masyarakat. “Diharapkan dapat bersinergi dengan Pemerintah Desa dan Kabupaten, sehingga dapat mempasilitasi dan mengkomunikasikan program-program pembangunan agar searah dengan pembangunan di Kabupaten Tabanan,” imbuhnya.

Mengingat di akhir 2020 ini akan digelar pesta demokrasi serentak, pihaknya menghimbau agar mampu berperan aktif menjaga stabilitas keamanan dengan baik, sehingga dapat berjalan lancar dan kondusif. “Sehingga kita dapat melanjutkan program pembangunan dengan baik,” tegasnya.

Usai sambutan Bupati Tabannan yang dibacakan Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Tabanan, IGA. Sumarpadni, Ketua Asosiasi BPD Kabupaten Tabanan, Bapak Wiguna, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan seluruh pengurus dan anggota Asosiasi BPD. “Namun karena protokol kesehatan, kami hanya menghadirkan satu Ketua dari masing-masing Desa yang ada,” ujar Wiguna.

Lebih lanjut Ia menyatakan, meskipun kegiatan ini tidak dikukuhkan langsung oleh Bupati Tabanan, tidak mengurangi semangat dari pihaknya. Ia menjelaskan asosiasi ini merupakan kelanjutan dari forum BPD yang terdahulu yang kemudian dirubah menjadi Asosiasi BPD. “Karena asosiasi sejenis sudah berdiri di tingkat Provinsi dan tingkat Nasional, sehingga mampu memperlancar dalam pelaksanaan tugas kami,” imbuh Wiguna.

Terkait pesan Bupati Tabanan agar BPD dan Pemerintah Desa dapat bersinergi dengan baik, pihaknya menyampaikan telah melakukan berbagai koordinasi terutama di tingkat kecamata untuk meningkatkan kapsitas BPD. “Didalam fungsi kami menjalankan Pemdes bersma Perbekel, kami ada dari awal mulai dari penyerapan aspirasi, kemudian perencanaan dan selanjutnya mengawasi dan mengevaluasi kegiatan tersebut,” tambahnya.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga pada kesempatan itu memberikan sedikit masukan kepada para pengurus dan anggota  Asosiasi BPD se-Kabupaten Tabanan. Sebelum itu, Ia menegaskan Desa adalah miniatur dari Kabupaten, untuk itu Ia meminta kepada Pemkab Tabanan melalui DPMD, bagaimana selalu membina dan membimbing Desa itu sendiri dan BPD tersebut, karena itu adalah aset untuk membangun Kabupaten.

“Coba bayangkan kalau tenaga kita canggih dan kita manfaatkan secara maksimal di Desa, Kabupaten ini akan habis dibagi oleh Desa. Dalam artian, kalau kita berhasil di Desa, otomatis kita berhasil di Kabupaten, betul nggak,” kelakar Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga.

Ia juga tidak memungkiri sampai sejauh ini hal itu belum berhasil meskipun sudah banyak yang telah dilakukan oleh Pemkab dan hal itu ditegaskannya harus ditingkatkan. Ia juga mohon dukungan dari seluruh lapisan termasuk BPD agar pihaknya mampu menjalaskan tugas dengan baik dalam mewujudkan pembangunan di Tabanan. @humastabanan

Pasca Pejabat Bakeuda Tabanan Terpapar Covid-19,Tracking Dilakukan Namun Belum Jelas

TABANAN – Pantaubali.com -Pasca ditutupnya pelayaan Badan Keuangan Daerah Kabupaten Tabanan mulai hari ini,(Selasa,(8/9) akibat adanya salah satu pejabat di kantor tersebut terpapar Covid-19.Yang berimbas pada pelayaan di kantor tersebut, yang akhirnya diarahkan secara On Line sementara waktu.

Menangapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan dr.I Nyoman Suratmika,saat dikonfirmasi siang hari tadi menyampaikan,tracking telah dilakukan. Akan tetapi, belum jelas.Mengingat yang terpapar memiliki banyak kegiatan sebelumnya.

“Kondisi yang terpapar saat ini masih dalam kondisi baik,” jelasnya.

Akan tetapi menurut dirinya,belum diketahui dengan jelas trackingnya.Karena,melihat kegiatan dilakukan yang bersangkutan selama ini  sangat padat.

“Belum jelas trackingnya,melihat aktifitasnya yang  banyak sebelumnya”,ujarnya.

Saat ini telah dilakukan karantina mandiri kepada yang bersangkutan.Sembari Dirinya menambahkan,guna mengatisipasi hal tersebut terjadi kembali Dirinya menghimbau,agar seluruh masyarakat mampu melakukan protokol kesehatan dengan disiplin dan ketat.

“Dimanapun berada,oleh siapapun, tanpa melihat PNS atau lainnya.Lakukan sidak berkelanjutan, untuk penegakan protokol kesehatan sesuai Perbup dan Perda. Ingat Tabanan zona merah”,tutupnya.

Hari Ini,Kantor Bakeuda Tabanan Lock down Pelayanan Di Arahkan Secara On line

TABANAN – Pantaubali.com – Per hari ini,(Selasa,(8/9) Badan Keuangan Daerah Kabupaten Tabanan di tutup sementara.Lantaran ada salah satu pejabat dikator tersebut terpapar Covid-19.Dengan kondisi tersebut terpaksa pelayaan diarahkan secara On Line itu disampaikan Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila, saat dikonfirmasi tadi pagi di Tabanan.

“Ditutup perhari ini,” jelasnya

Terkait pelayaan pembayaaran sementara dilakukan secara On Line.

“Pembayaran On Line masih bisa kita lakukan”,katanya.

Saat dikonfirmasi terkait jumlah staf yang terpapar Dirinya mengatakan,informasi yang terpapar satu orang.

Wabup Sanjaya Sambut Kunjungan Penasehat DWP Kementerian Pusat

TABANAN – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan DR. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, menerima kunjungan kerja Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial Ny. Grace Batubara beserta rombongan di desa Dauh Peken,  Kabupaten Tabanan, Senin, (7/9). untuk memberikan bantuan non regular kepada masyarakat terdampak Covid-19

Wabup Sanjaya yang saat itu didampingi oleh Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, sangat menyambut baik serta mengucapkan Selamat datang kepada Ibu Menteri Sosial Ny. Grace Batubara beserta jajaran, karena telah memberikan bantuan kepada masyarakat Tabanan yang terdampak Covid-19.  “Terimakasih atas  kehormatan dan dipilihnya Kabupaten Tabanan untuk di berikan bantuan sembako. Tentunya, ini merupakan hal yang sangat berkah dalam situasi  pandemic Covid 19 ini,” ucap Wabup Sanjaya.

Lebih lanjut Wabup Sanjaya mengatakan, bantuan ini sangat meringankan beban baik Pemerintah Daerah apalagi bagi masyarakat terdampak. Dimana pandemic ini sangat merusak perekonomian di Tabanan. “Kami di Tabanan juga secara intens memberikan bantuan kepada masyarakat kami yang terdampak. Ditambah dengan diberikan bantuan ini, tentunya sangat meringankan beban masyarakat kami di Tabanan, mengingat hari raya di Bali sudah semakin dekat,” ungkap Sanjaya.

Turut hadir saat itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster, Direktur PSDBS kementerian Sosial RI, Bp. Hotman, Pimpinan DWP Ditjen Penanganan Fakir miskin, Forkopimda Tabanan, salah satu anggota DPRD Kabupaten Tabanan, OPD terkait, serta masyarakat penerima bantuan.

Pada kesempatan itu, Kabupaten Tabanan mendapatkan bantuan sebanyak 1000 paket sembako. “1000 paket sembako  ini diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan, juga bagi masyarakat yang memang belum menerima bantuan sosial dari Pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun daerah,” ungkap Ny. Grace Batubara yang juga selaku Pengurus Oase Kabinet Indonesia Maju.

Ia menambahkan, kegiatan ini memang giat kami dari Kemensos untuk selalu hadir  di tengah-tengah masyarakat. “Saya dan tim selalu berusaha untuk  mencari data, mencari masyarakat yang memang belum tersentuh sama sekali dari pemerintah pusat, seperti  bantuan  sembako. Mudah-mudahan apa yang kami berikan ini dapat diberikan kepada yang memang  sangat betul- betul membutuhkan,” imbuhnya.

Saat itu Ia juga mengakui akan siap membantu menutupi kekurangan-kekurangan terhadap pendistribusian bansos di masyarakat, apabila memang ada warga yang masih belum mendapatkan bantuan selama data masih ada, valid, sehingga tepat sasaran.

Sementara Ny. Putri Suastini Koster juga mengucapkan terimakasih atas kehadiran Ny. Grace Batubara beserta rombongan yang senantiasa hadir di tengah-tengah kesibukan, mengunjungi masyarakat di Tabanan. “Kehadiran Ibu yang sangat luar biasa memberikan semangat  kepada masyarakat kami. Kami di Tabanan  akan berjanji ,kami tidak akan terpuruk  justru kami akan perlahan bangkit kemudian berlari mengejar ketertinggalan, mengejar rejeki yang telah terlewatkan,” ujarnya.

Ia juga berharap dengan perhatian dari Pemerintah pusat ini mampu memberikan semangat kepada masyarakat Tabanan, khususnya semangat untuk bercocok tanam apapun situasinya. Mengingat Tabanan adalah lumbung pangannya Bali.

Pada kesempatan itu, bantuan diserahkan secara simbolis kepada delapan warga yang ada di desa Dauh Peken. Adapun penerima bantuan simbolis ini diantaranya Ni Nyoman Sari, Ni Ketut Sunatri, Gusti Ayu Ketut Sukanari, S. Hasnah, Komang Arisandhi Maha Putra, Ni Made Arsi, Ni Nyoman Yulianingsih, dan Ni Made Suwiti. @humastabanan.

Wabup Sanjaya Pimpin Apel Gelar Pasukan Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan

TABANAN – Pantaubali.com – Meningkatnya kasus penyebaran Covid-19 di Indonesia bahkan di Kabupaten Tabanan, menjadi atensi penuh bagi Pemerintah Daerah. Meskipun telah diberlakukan tatanan kehidupan baru sejak 1 Juni 2020, namun tren peningkatan kasus terkonfirmasi positif terus meningkat, karenanya Pemkab Tabanan mengeluarkan Perbup Nomor 44 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 yang diawali dengan Apel Gelar Pasukan dipimpin oleh Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya, Senin (7/9) di Kantor Bupati Tabanan. Apel dihadiri pula oleh Forkompinda Kabupaten Tabanan dan pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Bupati Tabanan dalam sambutannya dibacakan Wabup Sanjaya mengatakan, setelah hampir 8 bulan masyarakat menghadapi situasi pandemi yang tidak menentu, Pemerintah secara terus menerus melakukan penyesuaian aturan dan protokol kesehatan. Pihaknya mengajak seluruh masyarakat agar tetap mengedepankan pola hidup sehat dengan menerapkan protokol kesehatan.

“ Menghadapi situasi yang tidak menentu seperti ini, kita jangan sampai lengah, karena kasus penyebaran Covid-19 terus bertambah. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan dalam tatanan kehidupan era baru ini,” ujarnya.

Ditambahkan, Pemerintah telah berupaya melakukan usaha-usaha untuk menekan munculnya kasus baru. Namun upaya persuasive tersebut kurang mendapat perhatian masyarakat dan cenderung abai terhadap pelaksanaan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan yang paling sederhana, murah dan efektif.

“Sebenarnya kami tidak ingin memberlakukan sanksi, namun melihat kondisi masyarakat banyak yang acuh terhadap protokol kesehatan, maka kita terpaksa akan memberikan sanksi kepada mereka yang tidak patuh terhadap aturan,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengajak seluruh stakeholder dapat berpartisipasi aktif menggelorakan penerapan protokol kesehatan sebagai upaya untuk melindungi diri sendiri dan orang lain agar kita terhindar dari infeksi Virus Covid-19 sehingga situasi kembali normal.

“Memerangi situasi ini dibutuhkan kerjasama seluruh pihak. Kita terus gelorakan penerapan protokol kesehatan sebagai upaya untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. Semoga kita semua bisa terhindar dari infeksi Virus Covid sehingga situasi kembali normal seperti sedia kala untuk menuju Tabanan yang aman dan produktif,” tandasnya.@humastabanan

Gubernur Bali, Wujudkan Mimpi MDA Tabanan Bagun Kantor

TABANAN – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster mewujudkan mimpi Majelis Desa Adat Kabupaten Tabanan yang puluhan tahun tidak memiliki fasilitas perkantoran yang layak dalam melakukan kegiatan pelayanan terhadap keberadaan Desa Adat di Kabupaten Tabanan.

Hal itu dibuktikan Wayan Koster saat melakukan peletakan batu pertama ‘Nasarin’ pembangunan Kantor MDA Kabupaten Tabanan pada, Senin (7/9) bersama Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, Kadis Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, dan Bendesa Madya MDA Kabupaten Tabanan, Wayan Tondra.

“Kami menghaturkan terimakasih kepada Bapak Gubernur Wayan Koster yang sudah mengagas ide luar biasa ini untuk pemajuan Desa Adat di Kabupaten Tabanan, karena sejak 32 tahun saya ‘ngayah’ atau mengabdi sejak adanya lembaga adat ini di Bali, terkhusus di Tabanan terus saya mimpi kapan ada pejabat yang mau peduli terhadap Desa Adat, Agama Hindu, Seni, dan Budaya Bali?, hingga menunggu puluhan tahun kapan kita dapat kantor,” demikian ungkapan rasa terimakasih sekaligus cerita yang disampaikan Bendesa Madya MDA Kabupaten Tabanan, Wayan Tondra saat menyambut kedatangan Gubernur Koster di Gedung Kesenian I Ketut Mario, Tabanan.

Lebih lanjut Bendesa Madya MDA Kabupaten Tabanan, Wayan Tondra mengatakan bahwa mimpinya telah terwujud di era kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster. Berkat keahlian diplomasinya yang diiringi oleh jiwa kepeduliannya terhadap Adat Bali, pembangunan Kantor MDA Kabupaten Tabanan mulai dibangun di lahan tanah seluas 10 are milik aset Pemprov Bali yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto (sebelah Museum Subak, red) dengan menggunakan dana CSR senilai Rp 3 milyar lebih.

Mendengar ucapan terimakasih dan keluh kesah yang disampaikan Bendesa Madya MDA Kabupaten Tabanan, Wayan Tondra dihadapan Gubernur Bali, Wayan Koster. Maka dengan tegas, Wayan Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mengatakan suksesnya pembangunan Kantor MDA Provinsi Bali, hingga secara perdana dimulai di Kabupaten Gianyar pada, Selasa (18/8) dengan menggunakan dana APBD Kabupaten Gianyar senilai Rp. 3,4 miliar; di Kabupaten Jembrana pada, Kamis (20/8) dengan menggunakan dana CSR sebanyak Rp. 3 milyar lebih, di Kabupaten Karangasem Kantor MDA tersebut dibangun pada, Minggu (23/8) dengan memanfaatkan bantuan CSR sejumlah Rp. 3 milyar lebih, di Ibu Kota Provinsi Bali (Kota Denpasar, red) pada, Sabtu (29/8) juga telah dibangun Kantor MDA Kota Denpasar dengan menggunakan dana CSR Rp. 3,1 milyar, dan sekarang, Senin (7/9) Kantor MDA Kabupaten Tabanan dibangun dengan dana CSR Rp. 3 milyar lebih adalah bentuk kepedulian dirinya (Wayan Koster, red) dengan berjuang mengajak perusahaan di Bali mewujudkan Kantor MDA.

Lebih dari itu, hal ini sebagai wujud implementasi dari lima bidang prioritas dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru dalam visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” yang salah satunya di bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya. Selain bidang pangan, sandang dan papan, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, hingga bidang pariwisata.

“Jadi Kantor MDA di 9 kabupaten/kota di Bali akan dibangun semuanya, dan hal ini adalah komitmen saya secara utuh membangun Desa Adat di Bali dengan mengacu pada nilai-nilai Desa Adat seperti pelestarian seni, budaya, dan kearifan lokal Bali,” tambah mantan Anggota DPR-RI 3 Periode Dapil Bali, dari Fraksi PDI Perjuangan ini seraya menyebut untuk Kantor MDA Kabupaten Tabanan, saya lihat masih ada kekurangan dari segi taman, tempat parkir, hingga gapuranya.Sehingga di tahun 2021 saya akan perjuangkan penataan taman, parkir, dan gapura di Kantor MDA Kabupaten Tabanan ini, agar pelayanan terhadap desa adat berjalan dengan nyaman.

Orang nomor satu di Pemprov Bali ini juga menceritakan bahwa dirinya menjadi Gubernur tidak memiliki kepentingan secara pribadi. Sehingga dengan ketulusan tekadnya terhadap pelestarian Adat di Bali, Wayan Koster dengan keahliannya berdiplomasi kepada perusahaan yang berdiri di Pulau Bali terus melakukan komunikasi untuk memperjuangkan kepentingan umum, termasuk Desa Adat. Sehingga setelah dibangunnya Kantor MDA ini, Gubernur Koster dengan nada tegas menyatakan bahwa perjuangannya memajukan Desa Adat belum selesai.

“Apakah dengan membangun Kantor MDA sudah selesai tugas saya, jadi ini belum selesai. Pembangunan ini baru pendahuluannya saja, selanjutnya mengisi adat istiadatnya secara serius dengan konsep riil untuk menata kehidupan di Bali akan terus saya lakukan. Salah satu yang baru-baru ini saya perjuangkan di anggaran perubahan APBD Semesta Berencana ialah dengan menambahkan anggaran Desa Adat dari Rp 300 juta pada tahun ini, akan meningkat menjadi Rp 350 juta,” tegas Koster.

Sehingga untuk kesekiankalinya, Gubernur Koster meminta kepada Bendesa Agung MDA Provinsi Bali hingga Majelis Desa Adat ditingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa untuk memperkokoh keberadaan Desa Adat yang merupakan warisan dari Ida Bhatara Mpu Kuturan ini.
“Kita harus disiplin, kokoh menjalankan kehidupan beragama, dengan tatanan adat, istiadat di Bali. Jangan menggunakan budaya dari luar, kita sudah punya warisan dari leluhur kita, karena itu menjadikan Bali dikenal, dihormati oleh masyarakat luar dan menjadi destinasi wisata terbaik di dunia, akibat budaya Bali yang unik ini,” ujar mantan aktivis Pemuda Hindu nasional (Peradah,red) ini seraya memberikan pesan kalau sudah bagus budaya Bali kita, jangan di rusak. Jadi apa yang sudah diwarisi beliau (Ida Bhatara Mpu Kuturan, red), maka kita sekarang tinggal melestarikannya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Bali, Wayan Koster yang sudah berperan sangat besar dan nyata di dalam memajukan Desa Adat.
Sebelumnya, Gubernur Wayan Koster bersama Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya dihari yang sama juga melakukan upacara peletakan batu pertama perbaikan prasarana publik pembangunan wantilan Pura Puseh Desa Pakraman Tajen, Desa Tajen, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, dengan menggunakan sumber dana DAU, BKK Provinsi Bali senilai Rp. 558.929.800, dan pelaksanaan kegiatan tersebut mencapai 100 hari kalender yang dilaksanakan oleh PT. Phoenix Konstruksi Indonesia, dengan Konsultan Perencana CV. Duta Sanggulan, dan Konsultan Pengawas CV. Sanggar Agung.

Minim, Nilai Diluar Tatanan Adat Istiadat Bali Berkembang di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com- Dalam upaya membentengi desa adat agar tidak terpapar nilai-nilai (Aliran) dari luar tatanan adat istiadat Bali di Kabupaten Tabanan.Jika dilihat dari pemantauan dilakukan dibeberapa daerah di Tabanan.

Menurut, Ketua MDA Tabanan sekaligus Ketua PHDI Tabanan I Wayan Tontra,Senin,(7/9) di Tabanan menyampaikan,sampai saat ini ada memang akan tetapi, jumlahnya kurang lebih hanya di 8 titik saja yang melakukan aktifitas atau kegiatan di luar tatanan adat istiadat Bali di Tabanan.

“Jika dilihat,sampai saat ini memang telah ada hal tersebut (nilai-nilai (Aliran) dari luar tatanan adat istiadat Bali) masuk ke wilayah Tabanan.Akan tetapi, jumlahnya bisa dikatakan tidak terlalu banyak.Misalnya telah ada di daerah Pupuan dan daerah Baturiti”, jelasnya.

Jika dilihat, sebagian besar yang datang merupakan orang dari luar daerah Tabanan.

“Dari luar daerah Tabanan yang lebih banyak datangnya”, ujarnya.

Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan misal seperti, melakukan pendekatan-pendekatan terlebih dahulu.Langkah tersebut diambil, ingin menjauhkan sikap-sikap arogansi atau kriminal.

“Kami ingin melakukan pendekatan secara manusiawi dan personal edukatif,sehinga yang kita ajak akan mau mendengar dengan sadar,nyaman dan iklas”, ucapnya.

Sembari Dirinya menceritakan,jika dilihat sebelumnya Mpu Kuturan telah menanamkan sendi-sendi pundametal terhadap Agama Hindu yang berasal dari beberapa aliran-aliran, sekte-sekte telah disatukan.Dijadikan satu ke satuan desa adat di Bali, dengan menyungsung trikayangan.Lama-kelamaan menjadilah Agama Siwa Budha.

“Jika dilihat saat ini, malah ada lagi, beberapa masyarakat kembali kepada sekte-sekte tersebut.Jadi bisa dikatakan, sama saja mencabit-cabit atau mengungkit-ngungkit masa lalu.Sebelum Mpu Kuturan menyatukan sekte tersebut di Bali ini”, terangnya.

Manja Band,Akhirnya Telorkan Singel Rise

DENPASAR – Pantaubali.com – Bergandengan tangan, bahu membahu, saling menyemangati dan berlaku positif di masa sulit macam pandemi kini menjadi semangat utama di balik single “Rise” dari tiga sekawan Manja.

Berawal dari berbagi panggung di suatu malam di Canggu antara Mark, Nick, dan James dengan Pohon Tua, peneroka PTC, trio muda tersebut mengungkap soal album mereka yang ngadat terhambat.
Materi bejibun, ide berhamburan terus tanpa ampun, namun tersendat hingga bertahun-tahun. Armed and ready, well prepared, but going nowhere.

Pohon Tua menyambut keluh kesah tersebut dengan mengundang Manja ke rumahnya. Ia bagai sang paman yang girang dengan bakat musikal gila para keponakannya yang jumpalitan kebingungan karya-karyanya hendak dibagaimanakan. Keponakannya diminta merancang sketsa lagu dengan tenggat tertentu.

“Silakan berkreasi sesintingnya, berjamaah setubuhi imajinasi kalian, tapi cukup dua pekan saja. Jangan lebih. Harus selesai,” jelas Dadang SH Pranoto yang akrab disapa Pohon Tua, Pemilik label Pohon Tua Crematorium yang memproduseri Manja Band belum lama ini di Denpasar.
Single “Rise” pun menggambarkan syukron bahwa Manja telah resmi menjadi bagian keluarga dari Pohon Tuan Crematorium (PTC).

“Tembang art pop-indie rock “Rise” sendiri dijadikan semacam jabat erat perkenalan sebelum album penuh,mini,maksi,collector’s items,whatnots oleh Manja dimunculkan dan sudah dapat dinikmati dan didengar pada 6 September 2020 ini”, tutupnya.