- Advertisement -
Beranda blog Halaman 850

Ny Putri Koster: Kartini Milenial Jangan Abaikan Ranah Domestik

DENPASAR – Pantaubali.com – Memaknai peringatan Hari Kartini 21 April 2021, Ny Putri Suastini Koster selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali mengajak perempuan di era milenial menyegarkan kembali ingatan terhadap semangat emansipasi yang diwariskan tokoh perempuan RA Kartini.

Menurut Ny Putri Koster, semangat emansipasi yang diwariskan Kartini hendaknya dimaknai sebagai keseimbangan tugas perempuan di ranah domestik dan ranah publik. Penegasan itu disampaikannya saat diwawancarai media di sela-sela menghadiri Peringatan HUT ke-58 Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Rabu (21/4/2021).

Menyegarkan kembali ingatan perempuan milenial, Ny Putri Koster yang didampingi Ketua Umum BKOW Bali Ny Tjokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati (Ny Cok Ace) menceritakan bagaimana sosok RA Kartini berjuang bagi kaumnya agar memperoleh kesempatan dan hak yang sama dengan laki-laki.

Ny Putri Koster menyebut, semangat emansipasi yang dikobarkan RA Kartini banyak tertuang dalam surat-surat yang dikirim untuk Nyonya Abendanon, perempuan berkebangsaan Spanyol yang menjadi sahabat penanya pada masa itu. Kepada Nyonya Abendanon, Kartini banyak mencurahkan pemikiran brilian yang berkaitan dengan emansipasi perempuan.

Surat-surat kepada Nyonya Abendanon mencerminkan bahwa Kartini adalah sosok yang cerdas, peka terhadap situasi dan kondisi kaum perempuan yang saat itu dalam posisi tertindas. Dalam suratnya, pahlawan perempuan yang dikenal dengan slogan ‘Habis Gelap Trebitlah Terang’ ini banyak mengungkap kegelisahannya sebagai kaum perempuan yang berada dalam tekanan. Sebagai sosok yang cerdas, Kartini mengajak kaumnya untuk bangkit. Sejalan dengan perjuangannya membangkitkan emansipasi perempuan Indonesia, pada sisi lain, sosok Kartini juga dengan ikhlas menjalankan tugas di ranah domestik

Ny Putri Koster melanjutkan, pelajaran yang bisa dipetik dari sosok RA Kartini adalah keberhasilannya menyeimbangkan tugas domestik dan publik.

“Beliau itu sosok yang cerdas dan berani memperjuangkan hak kaumnya, tapi beliau juga tak melupakan kodrat sebagai perempuan di ranah domestik,” ucapnya.

Hal lain yang bisa diteladani dari sosok Kartini adalah konsistensinya dalam menjaga dan melestarikan adat, budaya dan tradisi. Disebutkan olehnya, perempuan adalah benteng terakhir dalam pelestarian adat, budaya dan tradisi. Hal itu mengingat, perempuan punya tugas yang sangat mulia di ranah domestik yaitu membentuk karakter putra dan putri mereka.

“Dalam sebuah rumah tangga, sosok perempuan sebagai seorang ibu memiliki peran yang sangat penting yaitu merangkul, mendidik dan menyayangi putra putri mereka sehingga menjadi anak yang cerdas dan berbudi pekerti,” urainya.

Mengingat pentingnya tugas di ranah domestik, seorang perempuan di era milenial dituntut bisa menjaga keseimbangan dengan apa yang mereka jalani di ranah ranah publik (karier).

“Perempuan berkarier itu sah-sah saja, tapi harus bisa membagi waktu agar ranah domestik juga mendapat perhatian seimbang,” tambahnya sembari mengingatkan bahwa laki-laki dan perempuan itu ibarat kepak sayap yang saling menyeimbangkan, bukan saling mengalahkan.

Selain menjaga keseimbangan tugas di ranah publik dan domestik, Ny Putri Koster juga mendorong perempuan milenial terus mengasah kemampuan agar menjadi sosok yang cerdas, kuat dan berdedikasi.

Gali Potensi Desa, Munduk Ulan Lirik Sektor Kerajinan,Adat dan Tradisi

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam upaya menggali potensi desa agar mampu memberi kontribusi nyata baik bagi kesejahteraan warga maupun kemajuan desa secara umum.

Tentu hal tersebut membutuhkan kejelian memilih dalam mewujudkanya.Jika digali lebih jauh hampir sebagian desa di Kabupaten Tabanan memiliki potensi yang potensial salah satunya, potensi desa dimiliki Desa Munduk Ulan,Tegal Mengkeb, Selemadeng Timur, Tabanan mulai dari pengembangan kerajinan batok kelapa sampai dengan warisan tradisi nenek moyang unik hanya ada didalam pelaksanaan piodalan tertentu saja di Trikayangan Desa saja,itu disampaikan Jero Bendesa I Ketut Sandi, kemarin (Selasa,(20/4).

“Jika dilihat dari potensi desa kami di sini (Desa Munduk Ulan,Tegal Mengkeb, Selemadeng Timur) mulai memiliki kerajinan hinga peninggalan tradisi unik dalam pelaksanaan upkara warisan dari dahulu,yang sampai saat ini tetap dilestarikan dengan baik,” jelasnya.

Untuk potensi kerajinan berupa batok kelapa meskipun di tengah Pandemi dinilai masih mampu berproduksi dan dilakoni dengan konsisten oleh beberapa warga di Desa Munduk Ulan.Produk dihasilkan beragam mulai,mangkok, tempat bumbu dapur, tepat kopi dan beberapa jenis produk aneka pernak-pernik di Dapur lainnya mampu diujudkan hanya dengan berbahan baku batok kelapa.

“Ada beragam produk telah dihasilkan dari kerajinan ini serta sampai saat ini masih mampu diproduksi dengan menghasilkan berbagai macam bentuk yang lebih kreatif lagi,” ujarnya.

Selain produk berbahan baku batok kelapa produk juga dipadukan dengan bahan kayu seseh serta bambu.Dengan kreatifitas tersebut akhirnya produk-produk dihasilkan semakin diminati pasar.Untuk pemasaran sampai saat ini masih menjalin kerjasama dengan beberapa rekanan Art Shop selain melakukan pemasaran secara mandiri.

“Produk dari kerajinan tersebut mampu menembus pasar eksport mulai ke Amerika,Jepang bahkan ke negara Eropa dengan pesanan pernah mencapai ribuan pcs dalam sekali pesan,” bebernya.

Adanya peluang tersebut tentu sumber daya manusia di Desa sedikit tidaknya akan mampu terserap ditengah Pandemi.

Selanjutnya potensi lain kiranya akan mampu dijadikan sebagai daya tarik dibidang adat,tradisi dan budaya yaitu, Tari Joged Sakral Dewa Dewi yang mana Joged Sakral Dewa Dewi tersebut hanya ditarikan saat pujawali atau di odalan jelih dekat purnama di Tri Kahyangan Desa saja dan penarinya tidak sembarangan berdasarkan petujuk niskala atau ditunjuk oleh Ida Betara sesunan.

“Penari tidak sembarangan, hanya bisa ditarikan oleh seorang Gadis belum menikah saja dan para penari juga ditunjuk tidak sembarangan atau ditunjuk secara niskala.Penari tersebut nantinya secara bergantian akan menari memakai gelungan Joged saat Ida Betara tedun,” ujarnya.

Selain itu, busana digunakan para penari dalam Joged Sakral Dewa Dewi tidak seperti tari joged pada umumnya melainkan menggunakan kain hanya berwarna putih dan kuning saja.

“Busana tari para penari bisanya dinominasi oleh kain berwarna putih dan kuning saja,” ucapnya.

Tari sakral tersebut juga diiringi dengan gambelan atau tabuh tidak seperti tari joged umumnya akan tetapi, dengan tetabuhan khusus juga.

“Tidak diiringi dengan tetabuhan bambu melainkan diiringi dengan tetabuhan dari gong perungu,” cetusnya.

Selanjutnya ada juga keunikan lain dari Joged Sakral Dewa Dewi tersebut yaitu,para pengibing hanya boleh dilakukan oleh kalangan Mangku dan juru Sungi saja atau masyarakat biasa tidak diperbolehkan sama sekali.

Kemudian di Munduk Ulan juga memiliki kesenian unik lainya peningalan dari dahulu dan sampai saat ini masih tetap dilestarikan dengan baik oleh warga desa yaitu, adanya seka Ketungan beranggotakan para Ibu-Ibu rumah tangga dan Ketungan tersebut juga tidak sembarang ditabuh yang hanya ditabuh saat adanya pelaksanaan upkara tertentu saja.

“Ketungan ini lima tahun telah lalu kami bangkitkan kembali karena merupakan warisan nenek moyang yang memang harus tetap dilestarikan dengan baik,” sebutnya.

Adapun jumlah seka Ketungan sebanyak 15 orang dan akan ditabuh atau disuarakan hanya saat ada Pitra Yadnya (Ngaben) serta saat pecaruan menjelang penyepian atau saat malam pengerupukan.Dirinya menambahkan, itulah beberapa potensi desa dimiliki dahulundan masih tetap ajeg dijaga dan dilestarikan oleh warga Desa Munduk Ulan.

Demi Keamanan dan Kenyamanan, Masyarakat Diharapkan Gunakan Aplikasi Transportasi Legal

DENPASAR – Pantaubali.com – Pemerintah Provinsi Bali menghimbau kepada masyarakat pengguna angkutan sewa khusus berbasis aplikasi di wilayah provinsi Bali untuk menggunakan aplikasi transportasi yang legal. Himbauan ini disampaikan melalui surat Dinas Perhubungan Provinsi Bali Nomor 551/3880/AKT.JALAN/DISHUB tanggal 19 April 2021 perihal Himbauan Penggunaan Aplikasi Legal.

Dalam surat tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali IGW Samsi Gunarta merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 118 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus, dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 40 Tahun 2019 tentang Layanan Angkutan Sewa Khusus berbasis Aplikasi di Provinsi Bali, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan masyarakat.

Pertama, Angkutan Sewa Khusus Berbasis Daring (Online) yang terdaftar secara resmi pada Pemerintah Provinsi Bali menggunakan aplikasi yang telah terverifikasi dan bekerjasama dengan perusahaan angkutan atau kendaraan dengan ijin operasional resmi sebagai angkutan umum. Setiap kendaraan dilengkapi Kartu Pengawas yang diterbitkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali;

Kedua, Pengemudi Angkutan Sewa Khusus, harus menempatkan Kartu Pengawasan (KP) dan identitas Angkutan Sewa Khusus ditempat yang mudah dilihat oleh penumpang dan berkewajiban menunjukkan Kartu Pengawasan kepada penumpang

Ketiga, Calon penumpang dihimbau untuk menggunakan Angkutan Sewa Khusus berbasis aplikasi yang legal (berijin) yang ditandai dengan Kartu Pengawasan (KP) yang masih berlaku guna memastikan keamanan, keselamatan dan kemudahan penanganan keluhan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan

Keempat, Penumpang dapat meminta kepada pengemudi untuk menunjukkan Kartu Pengawasan (KP) apabila KP tidak diletakkan pada lokasi yang terlihat oleh penumpang. Apabila ditemukan penyimpangan atau ketidaksesuaian antara Kartu Pengawasan dengan kendaraan, atau ketidaksesuaian antara pengemudi yang terdaftar pada aplikasi dengan pengemudi yang mengoperasikan kendaraan, penumpang dapat melaporkan hal tersebut secara online melalui link : https://sp4nlapor.go.id

Kelima, Dinas Perhubungan Provinsi Bali bersama aparat keamanan akan melakukan pengawasan dan penertiban terhadap angkutan yang beroperasi secara tidak legal serta melarang angkutan tersebut beroperasi di wilayah Provinsi Bali.

Ia berharap himbauan ini dapat menjadi pedoman bersama dan dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh pihak demi mendorong berlangsungnya angkutan umum yang tertib, disiplin, berkeselamatan dan berbudaya.

Beberapa Perusahaan Aplikasi Resmi Terdaftar di Dinas Perhubungan Provinsi Bali antara lain adalah Grab, Gojek (Gocar), Jayamahe Easy Ride, Blue Bird dan Ray Cab.

Saat Ini, Tabanan Masuk Zona Orange

TABANAN – Pantaubali.com – Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid, kabupaten Tabanan mencatat telah ada penurunan zona dari merah menjadi zona orange.Jika dilihat sebelumnya masih berada di zona merah.

Meski telah berda di zona orange Satgas Covid19 Tabanan tetap meminta masyarakat agar melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin untuk selanjutnya dijadikan adaptasi kebiasaan baru.

Saat ini kabupaten Tabanan sudah jadi zona orange. Semua tidak terlepas dari dukungan semua pihak dalam upaya membantu pemerintah daerah terkait dengan meminimalisir tambahan kasus baru.

Dilihat dari hasil evaluasi terbaru penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro, dimana dari 133 desa yang ada di kabupaten Tabanan, hanya satu desa yang masih berstatus orange yakni Desa Antapan kecamatan Baturiti.

Sedangkan desa-desa dengan mobilitas tinggi yang selama ini menjadi penyumbang angka kasus baru seperti desa banjar Anyar, kecamatan Kediri, desa Dauh Peken, desa Dajan Peken dan desa Delod Peken kecamatan Tabanan juga sudah turun jadi zona kuning, itu disampaikan Sekretaris Satgas Covid19 yang juga Sekda Tabanan, I Gede Susila saat dikonfirmasi Selasa (20/4).

“Total ada 58 desa zona kuning, 74 desa zona hijau dan 1 desa zona orange, untuk zona merah astungkara tidak ada, semoga terus turun dan total 133 desa bisa semua zona hijau untuk nantinya membawa kabupaten Tabanan zona hijau,” jelasnya.

Untuk update perkembangan kasus Covid19 di kabupaten Tabanan, Selasa sore Dirinya menyampaikan ada 19 kasus baru. Namun dibalik tambahan kasus baru tersebut, angka pasien sembuh juga relatif meningkat tiap harinya, dimana saat ini ada sebanyak 19 orang telah dinyatakan sembuh dan dalam kondisi sehat.

“Kami akan terus melakukan berbagai upaya untuk bisa menghijaukan kabupaten Tabanan, dan ini tentunya juga perlu dukungan semua komponen masyarakat, bukan semata tugas pemerintah daerah saja, disiplin prokes harus terus dilakukan jangan sampai kendur,” tutupnya.

Ditengah Pandemi, Krama Desa Munduk Ulan Disebut Jeli Intip Peluang Kerja

TABANAN – Pantaubali.com – Meskipun di tengah Pandemi kegiatan positif dan kreatif dalam mengambil peluang kerja tetap diperlukan.Jangan sampai kondisi seperti ini membuat kehidupan semakin terpuruk maka, optimisme, semangat berkarya serta membangun tetap dibutuhkan.

Seperti hal tersebut ditunjukan oleh warga Desa Munduk Ulan,Desa Tegal Mengkeb Selemadeng Timur, Tabanan misalnya yang menurut Jero Bendesa di Desa setempat,I Ketut Sandi, Selasa,(20/4) menyebutkan, bahwa sampai saat ini krama Desa rata-rata masih bekerja dan berkarya.

Mengambil berbagai peluang kerja positif yang mampu memberi penghasilan di tengah kondisi ekonomi saat ini.Dan sangat jarang mengeluh dengan kondisi saat ini.

“Belum ada saat ini warga kami (Desa Munduk Ulan,Desa Tegal Mengkeb, Selemadeng Timur, Tabanan) melapor ke saya (I Ketut Sandi) megatakan tidak bisa makan dalam kondisi saat ini,” katanya.

Tidak ada Warga desa duduk-duduk santai di rumah.Rata-rata telah kreatif mencari peluang kerja yang positif atau mampu memberikan pendapatan dalam menunjang hidup.

“Ada warga kami mejejaitan untuk kebutuhan upakara yang dibawa nantinya ke pasar, megedigan padi di sawah sampai ada juga melakukan kegiatan kerajinan batok kelapa dan saat ini masih aktif berkarya,” ujarnya.

Selain itu, beberapa anak muda maupun pekerja di sektor pariwisata yang di rumahkan selama Pandemi juga ikut diberdayakan salah satunya, dilibatkan dalam membangun imprastruktur di lingkungan Desa.

“Mereka yang di rumahkan tetap kami libatkan contohnya dalam perbaikan jalan di lingkungan desa dengan sistem pembayaran upah harian,” tutup Jero Bendesa Desa Munduk Ulan.

Peringatan Hari Kartini, Ny Putri Koster: Jadilah Perempuan Tangguh di Masa Pandemi dengan Tingkatkan Doa dan Kesabaran

DENPASAR – Pantaubali.com – Perempuan khususnya seorang ibu dalam rumah tangga akan selamanya menjadi garda terdepan, sekaligus garda di belakang bagi keluarga. Di mana tidak jarang ditemui begitu banyak wanita yang berperan ganda, selain menjalankan fungsinya sebagai ibu rumah tangga, tidak sedikit dari mereka yang juga bekerja di luar rumah untuk membantu perekonomian keluarganya.

Pada saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, wanita juga berperan berlipat ganda, di mana mereka memfungsikan perannya sebagai ibu rumah tangga, guru pengajian yang mendampingi anak-anak mereka saat sekokah dari rumah, terlebih yang sebelumnya bekerja di luar rumah saat ini tidak menghasilkan dan juga suami yang terdampak Covid-19, maka seorang ibu akan memutar otaknya untuk mendapatkan cara dan solusi untuk melanjutkan penghidupan keluarganya. Sehingga penting ditanamkan dalam diri seorang perempuan untuk terus meningkatkan kesabaran dan juga tetap berdoa agar diberikan kemudahan dalam mendampingi anak-anak dan suaminya.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Daerah Nasional (Dekranasda) Provinsi Bali sekaligus Kerua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster saat menjadi narasumber dalam peringatan Hari Kartini sekaligus Perayaan Hari Ulang Tahun ke-33 Ikatan Wanita Warmadewa (IWANWAR), yang berlangsung di Gedung Guna Priya Dharma Patni Mandapa, Selasa (20/4).

“Saat ini memang sangat berat, sudah hampir setahun pandemi Covid-19 melanda dunia, yang tentu saja sangat berdampak keanjlokan perekonomian Bali, akibat sektor pariwisata yang tertutup. Keadaan ini membuat hampir seluruh sektor perekonomian di Bali mengalami kemerosotan, yang membuat kita semua harus mencari cara untuk tetap mengendalikan perputaran ekonomi dalam keluarga, salah satunya menggunakan sistem teknologi untuk memasarkan talenta terbaru kita (kuliner dan kerajinan tangan),” ujar Ny Putri Koster.

Pada kegiatan yang mengangkat tema “Wanita Tangguh di Masa Pandemi Covid-19” ini, Ny Putri Koster yang dikenal sebagai seniman multitalenta menambahkan bahwa keberhasilan dalam membimbing, mendidik anak-anak untuk menjadi generasi unggul adalah tergantung dari cara orangtua khususnya peran ibu, sehingga menentukan sumber daya manusia di masa yang akan datang.

“Kartini menjadi inspirasi sebagai tokoh perempuan untuk tidak diam, di mana perempuan dengan lambang Dewi Saraswati yakni kekuatan Dewa Brahma memiliki kecerdasan yang untuk mengarahkan hal-hal positif di tengah anggota keluarganya, karena seorang perempuan tetap akan menjadi benteng dalam rumah tangga yang berperan dalam fungsi domestiknya untuk mendidik anak-anak yang berkarakter dan berbudi pekerti, sekaligus menyalurkan kasih sayangnya dalam mendidik anak anaknya sebagai penerus perjuangan Bung Karno yakni membangun bangsa yang bermartabat dan berbudaya adiluhung,” ucap Ny Putri Koster.

Pendamping orang nomor satu di Bali ini juga mengajak ibu-ibu di seluruh Bali untuk tetap merangkul anak-anak dan anggota keluarga dengan kasih sayang dan cinta yang tulus, sehingga memberi rasa aman dan nyaman bagi anggota keluarganya, sehingga saat terjadi masalah seperti saat masa pandemi ini, seluruh anggota keluarga akan menjadi kuat dan tumbuh rasa saling bahu membahu dan gotong royong. Terlebih mereka mampu menguasai informasi dan teknologi, maka kerajinan IKM dan makanan dan minuman yang ditawarkan dapat dilakukan secara online.

Untuk itu sudah selayaknyalah perempuan Indonesia khususnya perempuan Bali bangga menjadi ibu rumah tangga yang berperan sebagai penglahir sumber daya manusia yang berkarakter dan budi pekerti yang matang serta penuh tanggung jawab, karena setinggi-tingginya ilmu yang dimiliki tentu akan berdampak bagi masa depan, namun tetap penanaman karakter, budi pekerti, moral dan tata krama menjadi hal utama dalam kehidupan yang menentukan kesuksesan dengan kepribadian positif yang dimiliki generasi dalam membangun bangsa dan negara.

Pada kesempatan ini, Ny Putri Koster yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Provinsi Bali kembali mengingatkan agar warga Bali khususnya untuk tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat terutama saat berada di luar rumah.

Selain itu ibu-ibu tangguh di masa pendemi juga diminta ikut menyuarakan bagaimana menjaga kebersihan lingkungan agar keselamatan dan kesehatan anak-anak dan generasi kota dapat terjaga. “Dengan menjaga kebersihan alam semesta maka keharmonisan sebagai manusia dan alam serta dengan Hyang Pencipta akan terus terjaga. “Desa harus memiliki sistem pengolahan sampah yang baik, agar tidak menumpukkan sampah ke tempat atau daerah lain,” tegas Ny Putri Koster.

Dan melalui peringatan Hari Kartini byang jatuh pada tanggal 21 April besok sekaligus perayaan HUT ke-33 IWANWAR, para anggota IWANWAR juga diminta untuk menjadi duta dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mencintai lingkungannya dengan mengurangi oenggunaan sampah plastik, agar kelak generasi kita tidak terkena masalah karena ulah kita sendiri.

Ketua Umum IWANWAR Ny Mirsa Widjana juga mengatakan akan terus mensosialisasikan kepada mahasiswa-mahasiswi Universitas Warmadewa dan masyarakat luas di lingkungannya melalui Ikatan Wanita Warmadewa (IWANWAR) untuk menerapkan dan membudayakan perilaku hidup sehat.

Sambut HKB 2021, Provinsi Bali Himbau Instansi/Organisasi Lakukan Langkah Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Simulasi Evakuasi Mandiri

DENPASAR – Pantaubali.com – Dalam rangka membangun kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana sekaligus memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang jatuh setiap tanggal 26 April, Pemerintah Provinsi Bali menghimbau tiap instansi atau organisasi di lingkup pemprov Bali untuk turut melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan bencana.

Seperti dijelaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra, setiap instansi atau organisasi diharapkan menjalankan langkah kesiapsiagaan yang dikaitkan dengan HKB yang tahun ini mengambil slogan ‘Siap Untuk Selamat’. Yang pertama adalah dengan Mengunduh aplikasi InaRisk Personal di Playstore/IOS untuk mengetahui informasi ancaman bencana di lokasi masing-masing dan mengikuti saran cara mengurangi risikonya.

“ Lalu diharapkan pula untuk Menyusun rencana/prosedur kedaruratan, membentuk tim tanggap darurat, menyiapkan sarana prasarana kedaruratan dan melaksanakan simulasi atau latihan secara berkala serta dievaluasi untuk tindakan perbaikan,” terang Sekda Dewa Indra di Denpasar Selasa (20/4).

Selanjutnya diinstruksikan untuk Melaksanakan dan mengarahkan jajaran instansi, organisasi masing masing sampai ke tingkat kecamatan, kelurahan/desa dan desa adat untuk melaksanakan simulasi/latihan evakuasi mandiri secara serentak pada tanggal 26 April 2021 pada pukul 10.00 Wita.

“Simulasi evaluasi mandiri ini ditandai dengan membunyikan kentongan/sirine/lonceng sebagai tanda terjadinya bencana, sesuai ancaman bencana setempat,” tandas birokrat asal Pemaron, kabupaten Buleleng ini.

Lalu diharapkan pula untuk mendokumentasikan simulasi yang dilakukan dan mengirim melalui email [email protected] serta mengunggah ke media sosial dengan mencantumkan hastag: #HKB2021, #SiapUntukSelamat, #HKBBali2021, #BaliSiapUntukSelamat. Sedangkan untuk yang melaksanakan simulasi/latihan dengan skenario ancaman gempa bumi berpotensi tsunami dapat menyiapkan perangkat laptop/PC/HP yang terkoneksi internet untuk menerima skenario informasi dari BMKG melalui link : https://pgt.bmkg.go.id/drill_bali pada tanggal 26 April 2021 dan mengisi form konfirmasi melalui linkhttp://bit.ly/SimulasiHKB2021.

“ Khusus untuk BPBD Kabupaten/Kota se-Bali, agar mengikuti rangkaian simulasi atau latihan tersebut dengan skenario yang dikendalikan dari BPBD Provinsi Bali,” tambah Sekda Dewa Indra

Sebagai catatan, pria yang juga menjabat Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali ini menekankan untuk terus melindungi diri dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, sesuai dengan edaran yang berlaku guna meminimalisir paparan virus covid-19.

“Untuk itu saya tekankan dalam melaksanakan simulasi/latihan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan disiplin,” tutupnya.

Sebagai informasi, Kkampanye Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2021 dengan menggunakan slogan “Siap Untuk Selamat” BNPB secara serentak mengajak setiap lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebencanaan. Terdapat pula peran penting pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam melakukan koordinasi membangun rencana kebencanaan, membuat keputusan kebencanaan, hingga membangun lingkungan yang tangguh dalam menghadapi suatu bencana. BNPB juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berpartisipasi pada Hari Kesiapsiagaan Bencana 2021 dengan mengadakan simulasi kebencanaan dengan serentak membunyikan kentongan, sirine dan lonceng pada 26 April 2021 pukul 10.00 waktu setempat.

BBPOM Denpasar Mencatat 17 Sampel Hasil Uji Makanan Takjil, 1 Dicurigai Berformalin di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam upaya melakukan pengawasan makanan atau pangan berupa takjil berbuka puasa di bulan puasa.Maka, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar turun mengambil 17 sampel makanan khususnya dicurigai mengadung bahan berbahaya.Dengan menyasar area penjualan takjil, Masjid Agung Tabanan,Jalan Kamboja, Banjar Tunggal Sari, Desa Dauh Peken,Selasa,(20/4) sore tadi.

Sampel tersebut diuji dengan hasil dari 17 sampel 16 dinyatakan aman dari bahan-bahan berbahaya akan tetapi, 1 sampel dinyatkan dicurigai mengadung bahan berbahaya berupa formalin, itu disampaikan, Ahli Madya Koordinator Substansi Infokom Balai Besar POM di Denpasar, Luh Putu Witariathi disela pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Pada intensifikasi pengawasan pangan kali ini kami mengambil sebanyak 17 sampel mulai dari, minuman-minuman berwarna merah, cendol,kolak,kue-kue serta pepes ikan.Parameter kami uji adalah uji rhodamin B, metanil yellow, boraks dan formalin,” jelasnya.

Dari 17 sampel tesebut hanya 1 sampel dari uji formalin dicurigai mengadung bahan berbahaya (formalin) yaitu pada menu olahan makanan berjenis pepes ikan.

“Dari 17 sampel sempat kita ambil ada satu sampel berupa pepes ikan kita curigai mengandung formalin.Dengan temuan tersebut tentu perlu dilajutkan tes lagi ke Laboratorium dengan metode Spektrometri guna mengetahui atau memastikan apakah benar-benar mengadung formalin apa tidak,” paparnya.

Dengan adanya temuan tersebut mungkin akan dilakukan pembinaan terlebih dahulu dengan melibatkan pihak terkait di Kabupaten Tabanan.

“Dalam hal ini tentu kita mencegah jangan sampai ada formalin lagi pada makanan yang dijajakan dalam takjil kedepannya,” ucapnya.

Dipilihnya areal penjualan takjil, Masjid Agung Tabanan,Jalan Kamboja, Banjar Tunggal Sari, Desa Dauh Peken karena banyak penjual takjilnya selain itu sebagai sasaran intensifikasi pengawasan pangan kali ini setelah berkoordinasi OPD Pemda Tabanan.Sembari Dirinya tetap mengingatkan agar masyarakat semakin sadar untuk menggunakan bahan-bahan yang aman untuk pangan, sesuai dengan peraturan, sehingga masyarakat bisa mengkonsumsi makanan yang aman. Dijelaskan, mengonsumsi bahan-bahan berbahaya dalam waktu jangka panjang.

“Kandungan rhodamin B, boraks, formalin jika tidak sadar telah dikonsumai memang efeknya tidak langsung terasa. Tapi jika bertahun-tahun dikonsumsi bisa mengakibatkan iritasi lambung dan bahkan memicu kanker.Maka dalam hal ini masyarakat agar selalu cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa) setiap membeli makanan dan obat,” bebernya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan, Ni Dewa Ayu Putu Sri Widyanti menyampaikan, adanya temuan sampel tersebut tentu sangat di harapkan kepada masyarakat Tabanan sebelum mengolah menu makanan setidaknya dipastikan terlebih dahulu bahan olahan tersebut aman dari kandungan zat berbahaya.

‘Ya, misalnya adanya kandungan formalin pada ikan mungkin salah satunya cara bisa dilakukan penetralan dengan melakukan pencucian yang baik dan benar terlebuh dahulu sebelum diolah,” tutupnya.

Warga Desa Buahan, Racik Mei Bersaripati Daun Kelor

TABANAN – Pantaubali.com – Masih jarangnya produk makanan berbahan dasar alami saat ini, akhirnya menimbulkan ide kreatif dari salah satu warga di Banjar Buahan Tengah, Desa Buahan, Tabanan I Wayan Sumerta Dana Artha dengan melakukan inovasi membuat mie berbahan dasar saripati daun kelor. Mie hasil produksinya tersebut diberi nama ‘mie kelor gud’,saat ini masih diproduksi secara manual serta berproduksi bersekala kecil dengan pemasaraan dilakukan dari mulut kemulut.

Menurut Dirinya,Pembatasan seluruh kegiatan masyarakat pun juga berdampak pada aktivitas anak-anak yang kini lebih banyak memanfaatkan handphone di rumah baik untuk pembelajaran daring maupun bermain. Tidak ingin kesehatan mata anak-anak terganggu akibat radiasi handphone.Akhirnya mencoba membuat sajian makanan sederhana dan digemari seluruh kalangan, serta sehat.

“Saya berpikir mata pasti rusak kalau terus main hp, kelor solusinya karena ada kandungan vitamin untuk kesehatan mata,apalagi anak saya yang sedang kuliah juga senang konsumsi mie instan sampai beli dus-dusan, terpikir disana kenapa tidak buat mie yang sehat,agar anak sehat dulu awalnya dan mie ini makanan pokok yang tidak akan habis peminatnya,” jelasnya saat ditemui langsung dikediamanya di Desa setempat belum lama ini.

Sebelum mencoba membuat mie kelor, ia sudah mencoba membuat mie tektek. Keahlian tersebut didapat dari teman-temannya di daerah Lampung yang sukses dengan bisnis mie tektek.

“Saya kebetulan lama merantau di Lampung hampir 29 tahun, dan tiap pulang ke Lampung pasti mencicipi kuliner mie tektek teman asal Bali dan dia cukup sukses dengan bisnisnya ini, dari sana ada inspirasi mengapa tidak mencoba juga di Bali sampai akhirnya saya beli alat untuk membuat mie dan belajar lagi tidak hanya dari teman tapi juga di youtube,” bebernya.

Sembari Dirinya menambahkan, saat ini pesanan mie telah mulai berdatangan baik dari, sahabat maupun beberapa masyarakat lainnya bahkan ada di luar daerah Tabanan.

Pandemi, Tabanan Kirim 3 Ton Coklat Organik Cau Chocolates Bali ke Pasar Qatar

TABANAN – Pantaubali.com – Kabupaten Tabanan ekspor salah satu sub sektor holtikultura, yakni komoditi Coklat Organik Cau Chocolates Bali ke Pasar Qatar.3 ton Coklat Organik Cau Chocolates Bali tersebut merupakan ekaport perdana dilakukan dengan mengirim melalui truck kontainer.

“Sangat luar biasa, kita sangat bangga dengan prestasi ini. Dulu saya hadir kesini pertama kali meresmikan rumah coklat disini dan melakukan banyak perbincangan. Saya memiliki keyakinan, rumah coklat ini akan menjadi terkenal dan terbukti hal itu terjadi sampai ekspor ke Qatar. Ini sangat luar biasa. Saya sangat bangga, saya sangat bangga,” jelas Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya dalam sambutan pelepasan ke Pasar Qatar, ditandai dengan pemotongan pita, Senin, (19/4) di depan kantor PT. Cau Coklat Internasional (CCI), Desa Cau, Kecamatan Marga, Tabanan.
Jika dilihat Kabupaten Tabanan memiliki potensi sangat luar biasa khususnya di bidang pertanian.

Kalau sektor ini lebih dioptimalkan, tentu akan sangat menguntungkan seluruh elemen masyarakat di masa pandemi ini.Selama ini masyarakat Tabanan sangat dimanjakan dari sektor pariwisata, sehingga sektor pertanian tidak betul-betul dioptimalkan.

“Memang sektor pariwisata sangat menjanjikan dan memberikan kemudahan dalam mendapatkan sesuatu, hampir 75 persen anak muda di Tabanan menggantungkan kehidupannya di sektor pariwisata. Tapi dalam masa pandemi ini, meskipun kita juga merasa sangat prihatin dan membawa kita dalam kondisi susah namun juga ada sisi baiknya pada sektor pertanian yang menjadi unggulan di Tabanan,” ujarnya.

Untuk itu, Bupati Sanjaya mengajak seluruh elemen masyarakat Tabanan, khususnya generasi muda agar mencintai sektor pertanian. Karena menurutnya, generasi muda, generasi meillenial yang penuh kreativitas dan inovasi mampu mendorong kemajuan sektor pertanian yang menjadi andalan di Kabupaten Tabanan Tabanan dan Pemerintah sangat berharap serta menunggu hal itu bisa terwujud.

“Mudah-mudahan, apa yang digagas oleh Bapak Kadek Surya Prasetya Wiguna ini akan menjadi sebuah inspirasi buat masyarakat Tabanan termasuk generasi muda, sehingga bukan hanya rumah coklat Cau ini saja yang bisa kita ekspor tapi komoditas yang lainnya mampu menyusul, seperti beras merah, kopi, buah dan lain sebagainya,” harap Sanjaya.

Dalam kesempatan tersebut, CEO Cau Chocolate Bali, Kadek Surya Prasetya Wiguna, menyampaikan bahwa, hari ini merupakan hari yang cukup bersejarah bagi pihaknya sangat patut disyukuri.
Hasil olahan Coklat diekspor saat ini adalah hasil para Petani Tabanan dan Jembrana. Produk ini bisa sampai dikenal Dunia karena produk Cau Coklat telah mengantongi berbagai sertifikat Internasional.

“Mengapa produk Cau Coklat Internasional bisa masuk pasar Qatar, karena telah mengantongi berbagai sertifikat. Antara lain Organik Amerika, Organik Eropa, Organik Indonesia serta pabrik kami telah terstandarisasi BPOM, GMP dan yang terakhir adalah ISO 9001: 2015,” bebernya.

Ia juga menambahkan, dari tahun 2020 hingga saat ini pandemi Covid-19 telah meluluh lantahkan sektor perekonomian, apalagi Bali mengalami ketergantungan pada sektor Pariwisata. Tapi tahun ini, Ia memiliki keyakinan Tabanan bisa bangkit karena kita memiliki pemimpin hebat yang baru.

“Semoga, dengan Bapak Komang Gede Sanjaya sebagai Bupati Tabanan terpilih dan memang sejak lama sudah didukung oleh para Petani Kakao, bisa membawa Tabanan menuju Era kejayaan,” pungkasnya.