- Advertisement -
Beranda blog Halaman 848

Wira Natha, Rencana Diupacarai Mekingsan Digeni di Sumsel

TABANAN – Pantaubali.com – Bharada I Komang Wira Natha anggota Brimob yang meninggal tertembak KKB di Papua berdasarkan keterangan pihak keluarga di Banjar Basa, Desa/Kecamatan Marga, Tabanan sudah mendapat kabar bahwa jenazah korban Komang Wira rencananya akan dikirim ke daerah asalnya di Desa Tegal Besar, Kecamatan Belitang II, Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan.Kemudian pelaksanaan upacaranya rencananya akan mekingsan di geni pada Kamis,(29/4).

“Sesuai informasi, rencananya jenazah dikirim ke Tegal Besar, Sumatera Selatan. Untuk upacaranya yakni mekingsan di geni akan dilaksanakan dua hari lagi dan prosesi ngaben digelar 2 Mei 2021 mendatang,” jelas Salah satu keluarganya (kakak lain ibu), I Wayan Wirta Yasa kemarin di Tabanan.

Akan tetapi, keluarga di Bali masih belum memastikan akan terbang ke Sumatera Selatan mengingat kondisi saat ini. Selain persyaratan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN), juga pelaksanan upacaranya dua hari lagi.

“Kami masih akan merembug dulu, belum bisa dipastikan akan berangkat atau tidak ke sana (Sumatera Selatan),” ucapnya.

Informasi pertama diperoleh dari adik sepupu di Sumatera sore hari.

“Jadi dia (sepupu) yang kasi kabar bahwa ada musibah si Komang ini meninggal di Papua.Saat mendengar kabar tersebut kami sekeluarga jelas kaget. Apalagi adik-adiknya disini semua menangis mendengar kabar tersebut,” pungkasnya.

Personil Satpolairud Polres Tabanan,Bantu Menyebrangkan Sarana Upakara dan Sulinggih ke Pura Luhur Tanah Lot

TABANAN – Pantaubali.com – Atas penekanan, himbauan dan arahan agar selalu melaksanakan tugas Kepolisian,seperti,memberikan pelayanan, Pengamanan, patroli, baik patroli jalan kaki maupun patroli perairan, dialogis dan menyampaikan himbauan atau pesan Kamtibmas, serta menjalin hubungan kekeluargaan dengan warga masyarakat terutama yang selalu menjadi rekanan kerja sehari – hari.

Maka, di Rabu,(29/4) Personil Satpolairud Polres Tabanan turut serta bergabung dengan Personil Lifeguard DTW Tanah Lot, membantu menyebrangkan sarana upakara serta Panitia maupun Sulinggih yang akan melaksanakan upakara di Utama Mandala Pura Luhur Tanah Lot.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperlancar dan mensukseskan rangkaian Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot, yang Puncak Karya dilaksanakan pada,Rabu,(29/4) mendatang,” jelas, Kasat Polairud Polres Tabanan, Iptu I Wayan Putra Yadnya di Tabanan.

Pada kesempatan Ngayah tersebut dihimbau juga kepada Para umat agar selalu mematuhi protokol Kesehatan Covied-19, sehingga bisa mencegah mewabahnya virus corona.Sembari Dirinya menambahkan, bahwa kegiatan tersebut merupakan tugas pokok dan rutin dilaksanakan oleh Kepolisian, sehingga dapat menjalin hubungan kekeluargaan antara Kepolisian dengan Warga.

Hadiri Peringatan HUT PPM ke-50, Wagub Minta Generasi Teruskan Perjuangan Membebaskan Kemunduran Diri ditengah Globalisasi

TABANAN – Pantaubali.com – Kondisi Covid-19 menyebabkan banyak permasalahan yang muncul, salah satunya terpuruknya kehidupan perekonomian bangsa khususnya Bali akibat menyebarnya virus corona yang melanda dunia ini. Namun semangat untuk membebaskan diri dari kebodohan yang serta merta akan membawa kemunduran dan kemelaratan dalam hidup yang nantinya akan berdampak pada sebuah kemiskinan harus terus di gelorakan dalam diri setiap insan terutama generasi muda sebagai pengisi perjuangan bangsa di masa saat ini, hal ini disampaikan Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke -50 Pemuda Panca Marga, di Taman Pujaan Bangsa Margarana -Tabanan, Selasa (27/4).

Saat ini perjuangan mengisi dan memperkuat bangsa bukan lagi berupa senjata perang, melainkan melalui pembekalan pengetahuan dan pendidikan yang mapan, karena yang kita peroleh adalah naluri dan pengetahuan untuk mengembangkan karakter diri, menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan sehingga memiliki rasa empty terhadap permasalahan yang terjadi.

“Pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun ke-50 Pemuda Panca Marga Provinsi Bali ini, bukanlah kegiatan seremonial belaka dari tahun ke tahun, melainkan harus selalu ditempatkan sebagai energi positif yang mampu mendorong performa dan spirit dalam penyelenggaraan program-program kerja organisasi serta sebagai pemuda garda terdepan perekat berbangsa dan bernegara,” tegas Wagub Cok Ace.

Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-50 Pemuda Panca Marga Provinsi Bali diharapkan menjadi momentum evaluasi terhadap apa yang telah Organisasi Pemuda Panca Marga sumbangkan untuk Provinsi Bali khususnya dalam mendorong terwujudnya pelestarian jiwa, semangat pembangunan serta peningkatan akan nilai-nilai Ketuhanan yang tinggi.

Momentum ini juga diharapkan menjadi bagian dari kebangkitan untuk berjuang bersama menghadapi dan memerangi pandemi global Covid-19 yang sudah setahun lebih melanda kehidupan sosial dan masyarakat luas. “Kita berharap agar dunia secepatnya bisa lepas dari cobaan pandemi Covid-19 ini, dan sebagai anak bangsa yang memiliki keyakinan dan keteguhan hati yang kuat, untuk tidak mudah menyerah dengan cobaan ini,” ungkap Wagub Cok Ace di sela-sela sambutannya.

Masyarakat Bali khususnya harus tetap semangat dan bersatu untuk mengentaskan penularan Covid-19, serta kembali bangkit dengan tetap melakukan upaya pencegahan, penanganan dan menyukseskan vaksinasi Covid-19, serta selalu memohon kepada Hyang Pencipta alam semesta baik secara niskala dan skala, dengan dukungan untuk melaksanakan protokol kesehatan sesuai tatanan kehidupan Era Baru dengan penuh tanggung jawab dan disiplin diri.

Melalui momentum ini, diharapkan juga terjadinya sinergi kebijakan program-program organisasi Pemuda Panca Marga dapat sejalan dengan Visi Pemerintah Provinsi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.

Pemuda Panca Marga Provinsi Bali diminta untuk memiliki kepekaan yang lebih dari para pemuda lain, dan menjadi garda terdepan dalam memberikan pencerahan maupun pemahaman terhadap masyarakat terhadap berbagai isu yang berkembang dalam masyarakat, agar benturan dan radikalisme ditengah masyarakat dapat ditekan seminimal mungkin.

Senada dengan Wakil Gubernur, Ketua Pemuda Panca Marga Provinsi Bali Made putra wijaya juga mengatakan pihaknya akan terus mendukung program pemerintah khususnya di bidang pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan kuat, sekaligus memiliki empati terhadap permasalahan dan keadaan lingkungan yang sedang terjadi. Selain itu generasi bangsa juga harus tetap menanamkan nilai-nilai ketuhanan, dan pengamalan Pancasila dalam dirinya.

Wayan Koster Ajak Desa Adat Bekerja Progresif Menjalankan Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali

KARANGASEM, Gubernur Bali, Wayan Koster mengajak Majelis Desa Adat (MDA) dan Bendesa Adat di Kabupaten Karangasem untuk secara optimal melaksanakan Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali dalam upaya mengembangkan adat, agama, tradisi, seni dan budaya, serta kearifan lokal sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Hal itu disampaikannya langsung saat menghadiri Upacara Pemelaspasan dan melakukan penandatanganan prasasti sebagai tanda diresmikannya Gedung MDA Kabupaten Karangasem tepat pada Purnama Jyestha, Senin (Soma Paing Langkir) tanggal 26 April 2021.

Dihadapan Bupati Karangasem, Gede Dana, Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, dan mantan Bendesa Agung Majelis Utama Desa Pakraman Provinsi Bali, Jro Gede Suwena Putus Upadesa, orang nomor satu di Pemprov Bali ini dalam pidatonya mengatakan perjuangannya untuk menata Majelis Desa Adat Kabupaten/Kota se-Bali belum selesai, karena setelah pembangunan ini masih ada fasilitas pendukung lainnya yang harus dipenuhi agar MDA Kabupaten/Kota se-Bali bisa bekerja dengan serius, sepenuh hati, bekerja dengan keras, fokus, tulus dan lurus dan betul-betul mengikuti perkembangan masyarakat.

“Sehingga Desa Adat yang merupakan warisan leluhur kita bisa terjaga dengan baik, untuk itu saya minta MDA Kabupaten/Kota se-Bali bekerja dan memanfaatkan Gedung MDA ini dengan sebaik-baiknya,” tambah Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini seraya mengajak Desa Adat harus aktif, progresif dan jalankan Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali untuk melestarikan budaya Bali hingga melindungi alam Bali.

Disisi lain dalam perkembangannya, Gubernur Bali Wayan Koster pada awal tahun 2021 telah sukses meresmikan 5 Gedung MDA Kabupaten/Kota di Bali yang meliputi 1). Gedung MDA Kabupaten Gianyar; 2). Gedung MDA Kabupaten Jembrana; 3). Gedung MDA Kabupaten Tabanan; 4). Gedung MDA Kabupaten Buleleng; dan 5). Gedung MDA Kabupaten Karangasem.

Terwujudnya Gedung MDA tersebut merupakan bukti komitmen nyata Gubernur Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali untuk memperkuat Adat, Agama, Tradisi, Seni, Budaya dan Kearifan Lokal Bali. Selain itu, Mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini di dalam mewujudkan Gedung MDA Provinsi/Kabupaten/Kota se-Bali menegaskan sama sekali tidak menggunakan dana APBD. Namun Wayan Koster dihadapan Bendesa Adat di Karangasem menyatakan ia membangun Gedung MDA dengan menggunakan kekuatan jaringannya di Pusat hingga Pimpinan BUMN.

Sehingga, khusus untuk Pembangunan Gedung MDA Kabupaten Karangasem yang dibangun di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Bali dengan luas tanah 8,7 are, dengan memiliki bangunan dua lantai seluas 307.05 M2 hingga berarsitektur Bali ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 3,3 milyar yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Pelindo III (Persero), PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan PT. Jasa Raharja (Persero).

Sementara itu Petajuh Bidang Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia MDA Provinsi Bali, I Made Wena yang mewakili Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Bali, Wayan Koster telah serius memperkuat keberadaan Desa Adat dengan terwujudnya Gedung MDA Provinsi Bali hingga memproses pembangunan Gedung MDA di Kabupaten/Kota se-Bali sampai berdiri megah.

“Tumben punya Gubernur Bali seperti Wayan Koster yang serius memberikan perhatian kepada Desa Adat, dan ini merupakan mimpi kita sebelumnya di jaman kepemimpinan Bendesa Agung Majelis Utama Desa Pakraman Provinsi Bali, Jro Gede Suwena Putus Upadesa yang baru kali ini terwujud,” pungkasnya.

Sejak Pandemi, Masyarakat Dinilai Enggan Donor Darah di Bali

TABANAN – Pantaubali.com – sejak pandemi merebak masyarakat dinilai enggan melakukan donor darah, meskipun telah terbiasa melakukan donor sebelumnya.Kondisi tersebut akhirnya berpengaruh pada ketersedian stok darah di Bali secara umum, itu disampaikan, Ketua PMI Bali, I GB Alit Putra,Senin (26/4) di Tabanan.

“Wajar saat itu orang-orang khawatir. Selain itu harus menjalankan protokol kesehatan juga.Makanya kami melakukan kerja sama dengan pengurus Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) sehingga yang langganan wajib. Selain itu Gubernur Bali juga sudah menginstruksikan agar (donor darah) tetap berjalan,” ujarnya.

Jika dilihat saat sebelum merebaknya pandemi stok darah di tingkat provinsi mencapai 45 ribu kantong pertahun. Namun saat pandemi, menurun hingga tidak mencapai target tiga ribu kantong akan tetapi hanya tercapai seratus kantong per hari saja.

“Pada awal Pandemi 50 kantong didapat,” ucapnya.

Jika dilihat hampir setiap kabupaten di Bali sebagian besar tidak dapat memenuhi target, seandainya jika ada kekurangan maka akan dibantu dari provinsi.

“Masing-masing daerah relatif (ketersediaannya). Kalau kurang pasti larinya ke provinsi,” jelasnya.

Alit Putra berharap, ketersediaan darah selama pandemi Covid-19 tetu tetap harus selalu terjaga dan pengurus di tiap Kabupaten memang ditargetkan dapat mengatasi kebutuhan darahnya.

Peringati Hari Otonomi Daerah ke XXV, Wapres RI Ajak Kepala Daerah se-Indonesia Kompak Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

DENPASAR – Pantaubali.com – Apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri, Kepala Daerah, perangkat daerah dan penyelenggaraan pilkada oleh masyarakat di 270 daerah yang sudah memberikan kontribusi dengan tingkat partisipasi sebanyak 76,29%. Secara keseluruhan pilkada sudah berjalan aman, tertib, terkendali dan lancar, hal ini membuktikan bahwa melalui kepatuhan terhadap vprokea maka roda pemerintahan tetap berjalan dan produktif dan mandat konstitusi dapat berjalan.

Otonomi daerah dimaknai sebagai kewenangan suatu daerah untuk mengatur sendiri kepentingan masyarakat atau kepentingan pemerintahannya untuk membuat aturan guna mengurus daerahnya sendiri.

Melalui peringatan Hari Otonomi Daerah XXV Tahun 2021 yang mengambil tema “Bangun Semangat Kerja dan Tingkatan Gotong Royong di Masa Pandemi Covid-19 Untuk Masyarakat Sehat, Ekonomi Daerah Bangkit dan Indonesia Maju” diharapkan menjadi momentum yang tepat bagi kita melihat kembali mengenai dinamika dan tantangan yang dihadapi daerah pada masa yang akan datang. Hal ini disampaikan Wakil Presiden RI K.H. Ma’ruf Amin saat membuka peringatan Hari Otonomi Daerah XXV Tahun 2021, secara virtual, Senin (26/4) yang juga di hadiri oleh seluruh Kepala Daerah dan Forkompinda se-Indonesia termasuk Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati yang didampingi Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Denpasar, Wakil Kepala POLDA Bali dan Kepala Staf Korem 163/ Wirasatya.

Keberhasilan suatu daerah akan ditunjukkan oleh seorang Kepala Daerah dan perangkat daerahnya dalam melaksanakan pemerintahan yang berkualitas, karena pembangunan daerah yang maju membutuhkan seorang pemimpin yang adaktif atau mudah menyesuaikan diri.

Ditambahkan Wapres RI Ma’aruf Amin bahwa secara filosofis kebijakan otonomi daerah dimaknai sebagai mekanisme penyelenggaraan pemerintahan dengan memindahkan lotus pemerintahan dari pusat ke daerah yang berperan khusus untuk mengurus dan mengatur urusan-urusan tertentu secara mandiri, selain juga merupakan bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap kemandirian pemerintah daerah guna mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing daerah melalui pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan dalam mencapai tujuan kesejahteraan.

Terkhusus saat masa pandemi, rasa kegotongroyongan dan kebersamaan dalam menangani kasus Covid-19 menjadikan tantangan bersama peran pemerintah daerah di masing-masing wilayahnya, dengan mengamankan masyarakat dan kewilayahannya agar penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas.

Hal senada juga disampaikan Menteri Dalam Negeri H. Muhammad Tito Karnavian bahwa penanganan masalah Covid-19 bukan hanya menjadi fokus penyelesaian oleh pusat saja, namun merupakan tanggung jawab bersama baik komponen masyarakat dan juga pemerintah serta BUMD yang ada di masing-masing daerah. Karena sinergitas semua pihak sangat diperlukan agar kualitas dan kuantitas layanan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Selain itu seluruh jajaran pemerintah daerah diharapkan mampu menjadi pelopor dalam memberikan layanan publik dan memberikan contoh penerapan protokol kesehatan yang disiplin dan ketat, sebagai upaya untuk mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 ditengah masyarakat.

Hal ini penting disampaikan karena masing-masing daerah memiliki kewenangan dan tanggungjawab terhadap kesehatan masyarakatnya.

246 Orang Personil Polres Tabanan Diturunkan Dalam Operasi KRYD

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif sebanyak 246 orang Personil Polres Tabanan diturunkan dalam Operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan ( KRYD ) di wilayah hukum Polres Tabanan.Pelaksanaan nantinya berlangsung dari 26 April sampai dengan 5 Mei 2021, itu disampaikan, Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy P.S., Siregar di Tabanan, Senin,(26/4).

“Nantinya personil yang turun memiliki tugas dalam upaya mendeteksi dan memetakan Daerah Rawan kejahatan, disamping itu pula personil yang terseprint termasuk jajaran Polsek se Polres Tabanan agar melakukan tindakan tegas terhadap para pemudik yang memaksakan kehendak untuk mudik, lakukan teguran dengan cara humanis,” jelasnya.

Kegiatan tersebut melibatkan kerjasama dan sinergitas dengan TNI dan instansi terkait lainnya, serta tokoh masyarakat, tokoh adat dan agama untuk menghimbau warga masyarakat untuk tidak mudik dalam perayaan idul Fitri 1444 H, untuk mencegah penyebaran Covid19.

“Bhabinkamtibmas agar setiap saat melakukan himbauan kepada masyarakat bekerjasama dengan personil Posko PPKM Berskala Mikro. Kata Kapolres Tabanan,” ujarnya.

Selain itu, mencegah pemudik dengan modus menggunakan kendaraan Truck, Ambulance, mobil box dan lainnya, lakukan Waspada terhadap kelompok kelompok yang hendak mengganggu stabilitas kamtibmas, dan dalam tugas agar pelaksanaannya dengan body sistem.

“Operasi Yustisi bersama dengan instansi terkait tetap dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid19,” ucapnya.

Dirinya berpesan, agar para personil dapat menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab agar apa yang menjadi harapan Masyarakat, Bangsa dan Negara dapat terwujud, situasi tetap kondusif, dan Tabanan Tetap sehat. Tegas Kapolres Tabanan.

Sejak Pandemi, Minat Baca dan Kunjungan ke Perpustakaan Menurun di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Minat baca maupun kunjungan masyarakat ke perpustakaan disebut menurun sejak Pandemi di Tabanan. Penurunan diperkirakan mencapai 50 persen.

Hal tersebut disebabkan menurut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tabanan I Wayan Kotio saat ditemui belum lama ini di Tabanan dikarenakan,pembelajaran tatap muka di sekolah belum diberlakukan, akhirnya berimbas pada ikut menurunya kunjungan ke perpustakaan.

“Penurunan kunjungan ke perpustakaan jelas terjadi, jika dilihat sebelum adanya Pandemi kunjungan para murid masih mendominasi.Akan tetapi, saat Pandemi otomatis kunjungan menjadi ikut menurun,” jelasnya.

Sebelumnya (saat sebelum Pandemi) hampir setiap jam istirahat siswa memenuhi ruangan baca perpustakaan selain membaca ada juga memanfaatkan sarana lain yang menunjang tugas dari sekolah.

“Saat jam istirahat mereka (siswa) memanfaatkan membaca selain itu, ada mencari Wifi maupun memanfatkan Internet di perpustakaan,” ujarnya.

Selanjutnya terkait menurunya minat baca para siswa mungkin disebabkan sebagian siswa cendrung lebih fokus mencari referensi buku berkaitan dengan tugas Daring diberikan pihak sekolah saat ini sehinga, sedikit menurunkan minat membaca buku.

“Minat baca menurun mungkin disebabkan karena sebagian murid masih mencari referensi buku berkaitan dengan tugas-tugas diberikan para guru, sedangkan masyarakat umum saat ini lebih cendrung mencari info berita-berita dibandingkan memilih membaca buku-buku,” bebernya.

Dalam upaya lebih meningkatkan minat baca baik dikalangan pelajar maupun masyarakat maka,telah dilakukan transpormasi perpustakaan.

“Bertransportasi saat ini perpustakaan tersebut berbasis inklusi sosial,jadi kita ke desa-desa dalam upaya mengejar untuk melihat potensi-potensi ada di Desa.Sehinga hal tersebut kita bantu dorong serta difasilitasi sehinga,nantinya akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Saat ini,baru ada tiga desa, rencana di tahun depan akan disulkan kembali agar diduplikasi dan mendapat bantuan dari pusat.Minimal dapat mengembangkan peningkatan perpustakaan di Desa nantinya.Sembari Kotio menambahkan, untuk jumlah koleksi buku manual tercatat di perpustakaan saat ini sebanyak 26 ribu eksemplar,koleksi Offline seribu judul buku sedangkan untuk buku On Line sekitar 200 buku.

Ujudkan Situasi Kamtibmas, Pol Air Polres Tabanan Amankan Pantai Tanah Lot

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam upaya mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif di Kawasan pantai Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri,Kabupaten Tabanan, yang mana pantai Tanah Lot juga merupakan tempat Destinasi Wisata, maka Minggu,(25/4) Personil Satuan Pol Air Polres Tabanan melaksanakan pengamanan di pinggir pantai Tanah Lot,Tabanan.Langkah pengamanan ini dilakukan bekerja sama dengan pihak scurity internal dtw Tanah Lot, Pecalang dan Life guard Pantai Tanah Lot.Adapun satu regu Satuan Pol Airud Polres Tabanan turun untuk melakukan pengamanan di yang diprediksi adanya peningkatan kunjungan wisatawan Domestik,itu disampaikan Kasat Pol Airud Polres Tabanan Iptu I Wayan Putra Yadnya seijin Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy P.S Siregar.

“Hal ini juga Kami lakukan dalam rangka lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Seperi kita ketahui bersama bahwa saat ini masih suasana hari raya umanis Kuningan dan menjelang pelaksanaan upacara puja wali di Pura luhur Tanah Lot pada hari Rabu tanggal Rabu 28/4/2021, tentu Kami harus tetap siap memberikan pelayanan kepada masyarakat setiap saat, Kata Kasat Pol Air Polres Tabanan,” jelasnya.

Tentu dalam hal ini harus lebih dekat dengan masyarakat agar benar-benar keberadaan dalam melindungi mengayomi dan melayani masyarakat benar-benar dirasakan oleh masyarakat, sehingga Transformasi Menuju Polri yang Presisi ( Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan ), dapat di wujudkan.

“Selain itu, himbauan Prokes telah pula kami sampaikan setiap saat kepada para masyarakat di pinggir pantai baik lokal people maupun tourist,” pungkasnya.

Perkemarin Tercatat Sebanyak 138 orang di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Berdasarkan data tercatat pertambahan kasus per kemarin,(Jumat,(23/4) terkonfirmasi sebanyak 138 orang (120 orang melalui Transmisi Lokal dan 17 PPDN dan 1 PPLN),sembuh sebanyak 147 orang, dan 10 orang Meninggal Dunia.

Jumlah kasus secara kumulatif terkonfirmasi tercatat sebanyak 43.791 orang,Sembuh 41.124 orang (93,91%), dan Meninggal Dunia 1.293 orang (2,95%) sedangkan kasus Aktif per hari ini menjadi 1.374 orang (3,14%).

SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, Surat Edaran ini mulai berlaku pada hari Selasa (Anggara Pon, Warigadean), tanggal 23 Maret 2021 sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M yaitu,Memakai Masker Standar dengan benar, Menjaga Jarak,Mencuci Tangan,Mengurangi Bepergian,Meningkatkan Imun, dan Mentaati Aturan serta dihimbau untuk tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku.