- Advertisement -
Beranda blog Halaman 847

Pemprov Bali Beri Penghormatan Terakhir Kepada 53 Prajurit TNI AL KRI Nanggala 402

BULELENG – Pantaubali.com – Presiden Republik Indonesia Ke-5, Ibu Megawati Soekarnoputri memberikan penghormatan terakhir kepada 53 Prajurit TNI Angkatan Laut (AL) KRI Nanggala 402 yang ditemukan tenggelam di perairan Bali utara pada, Minggu (25/4).

Penghormatan tersebut diberikan tidak saja secara doa, namun Ibu Megawati Soekarnoputri secara langsung memberikan karangan bunga mawar merah putih yang didesainnya secara langsung dengan berisi moto “Untuk Indonesia Raya, Wira Ananta Rudhiro, Tabah Sampai Akhir” lengkap dengan memuat 53 nama prajurit TNI Angkatan Laut (AL) KRI Nanggala 402. Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Bali yang dipimpin oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, pada Kamis (Wraspati Kliwon, Wuku Langkir) tanggal 29 April 2021 di Dermaga Labuan Lalang, Sumberklampok, Buleleng.

Upacara Mapekelem dan Tabur Bunga yang bernuansa nasionalisme dan penuh dengan nilai kebhinekaaan ini dipuput secara langsung oleh Ida Pandita Dukuh Tri Budha Nata Giri Nandha serta Tokoh Umat Beragama dari FKUB Provinsi Bali, dan dihadiri oleh Wagub Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar Bali, Lantamal V Kolonel Laut (P) I Komang Teguh Ardana, Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana dan dr. Nyoman Sutjidra, Bupati Jembrana, Nengah Tamba, Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, dan Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, serta perwakilan keluarga Alm. Kapten Laut I Gede Kartika, Bapak Wayan Darmanta.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan Upacara Mapakelem dan Tabur Bunga yang kita laksanakan bersama merupakan wujud kepedulian, rasa kasih dan cinta kita terhadap prajurit TNI sebagai sesama umat manusia, sebagai keluarga sebangsa dan setanah air seperti yang tersurat dalam Kitab Upanisad yang mengajarkan pemikiran Vasudewa Kutumbakam (kita adalah satu keluarga bumi), Tat Twam Asi (kita adalah bersaudara) yang merupakan aktualisasi nilai-nilai kemanusiaan yang universal dan nilai-nilai keagamaan untuk mewujudkan kedamaian dan meningkatkan rasa kasih sayang kepada sesama makhluk hidup.

Disisi lain, orang nomor satu di Pemprov Bali ini menceritakan dalam kaitan acara ini bahwa Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden Ke-5 RI telah memberikan arahan yang sangat detil kepada Saya selaku Gubernur untuk menyelenggarakan acara doa dan tabur bunga ini sebagai rasa sayang Beliau, kecintaan dan penghormatan Beliau kepada prajurit patriot bangsa 53 orang yang gugur dalam tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402.

“Saking sayangnya, hormatnya, dan saking cinta kepada prajurit TNI AL, Beliau (Ibu Megawati Soekarnoputri, red) yang membuat desain karangan bunga yang besar ini dengan konsep Merah Putih, bahan dari bunga mawar lengkap dengan moto : Untuk Indonesia Raya, Wira Ananta Rudhiro, Tabah Sampai Akhir. Juga diisi dengan nama-nama 53 orang prajurit sebagai penghormatan kepada ke-53 prajurit yang gugur dan sebelah kanan karangan bunga ada Bendera Merah Putih setengah tiang yang sedang berkibar. Jadi, Ibu Megawati Soekarnoputri detil sekali memberikan arahan kepada Saya, agar betul-betul dilaksanakan dengan baik, itulah tanda rasa sayang, kecintaan dan penghormatan Beliau kepada 53 prajurit yang telah gugur,” cerita Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Lebih lanjut Gubernur Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menjelaskan dalam kehidupan beragama masyarakat Bali, sebagai implementasi dari ajaran Sad Kertih, Upacara Mapekelem mempunyai makna untuk memohon kehadapan Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi Dewa Baruna sebagai penjaga samudra, agar semoga kehidupan di laut kita yang berfungsi untuk kehidupan ini berjalan dengan baik.

Disisi lain, dengan adanya berbagai bencana khususnya bencana tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala 402, termasuk Gering Agung Covid-19 yang sampai saat ini masih melanda dunia, maka semakin menguatkan keyakinan kita bahwa alam semesta sebagai suatu kesatuan hukum (Satyam, Rtam, dan Dharma) dalam tatanan yang harmonis mesti dijaga kesuciannya dan keseimbangannya, karena manusia tidak dapat lepas dari hukum alam tersebut.

Sebagai penutup, Wayan Koster menyatakan atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh masyarakat Bali, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya 53 prajurit TNI Angkatan Laut di KRI Nanggala 402 dalam melaksanakan tugas di perairan utara Bali.

“Mereka dapat kita sebut sebagai pahlawan, putra-putra terbaik bangsa. Para prajurit yang telah menjalankan tugas mulianya tanpa lelah dalam menjaga kedaulatan bangsa dan negara. Pengabdian mereka akan terpatri di hati sanubari kita semua. Akhir kata pada kesempatan ini, Saya mengajak Saudara-Saudara semua untuk mendoakan yang terbaik untuk awak KRI Nanggala 402, semoga arwah prajurit-prajurit Hiu Kencana tersebut mendapatkan tempat yang terbaik disisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan, kesabaran, dan ketabahan. Mudah-mudahan melalui Upacara Mapakelem dan Tabur Bunga ini diharapkan mampu membangkitkan energi positif dari alam sehingga vibrasi dari doa bersama ini akan berimbas pada suasana kehidupan yang hening dan damai,” tutupnya.

Bupati Sanjaya Launching Rumah Kreatif Tabanan Hub-BPD Bali

 

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, mengapresiasi program Rumah Kreatif Tabanan Hub-BPD Bali, yang merupakan salah satu inovasi dalam upaya mendorong peningkatan perekonomian Kabupaten Tabanan di masa pandemi saat ini.

Apresiasi tersebut ditunjukan Bupati Sanjaya dengan membuka secara resmi Rumah Kreatif Tabanan Hub-BPD Bali, ditandai dengan melakukan goresan pertama lukisan rumah kemuliaan dan dilanjutkan oleh seorang pelukis untuk finishing kemudian diserahkan kepada Ketua Kadin Tabanan, Jumat (30/4) pagi, di kantor BPD Bali cabang Tabanan.

“Gagasan ini sangat menarik sekali. Apresiasi saya berikan kepada pihak BPD dan Tabanan Hub yang sudah bisa memfalisitasi tujuh asosiasi yang ada di Kabupaten Tabanan, sebagai upaya mendorong peningkatan perekonomian di Kabupaten Tabanan,” ujar Sanjaya dalam sambutannya saat itu.

Mengingat mayoritas penduduk Tabanan yang sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencaharian di sektor pertanian dan UMKM serta didukung sektor Pariwasata, Bupati Sanjaya meyakini, dengan adanya Rumah Kreatif Tabanan Hub-BPD Bali ini akan sangat berperan aktif dalam pembangunan perekonomian di Kabupaten Tabanan.

Disamping itu, orang nomer satu di Tabanan itu juga mengatakan sektor Pertanian dan UMKM yang didukung sektor pariwisata mempunyai kontribusi yang sangat penting dalam pembangunan di Kabupaten Tabanan. Dan dapat dilihat dalam bentuk perluasan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah yang cukup signifikan.

Bupati Sanjaya melanjutkan, hal ini dikatakannya sangat sesuai dengan visi misi Kabupaten Tabanan yang telah ditetapkan dalam membangun Tabanan 5 Tahun ke depan, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

“Jadi kita membangun di Tabanan ini melalui sebuah pola, yakni dengan melihat potensi yang ada di semua Desa dengan melakukan program Desa Presisi, sehingga pembangunan mampu menyeluruh secara bertahap dan terencana sesuai dengan data yang akurat,” imbuh Sanjaya.

Ia juga sangat menyadari, dalam masa pandemi ini sangat sulit untuk mengejar target di dalam pembangunan. Namun pihak di jajaran Pemkab Tabanan selalu optimis bisa membangkitkan perekonomian di kabupaten Tabanan. Untuk itu Ia berharap, program Rumah Kreatif Tabanan Hub-BPD Bali bisa dimanfaatkan dengaan sebaik-baiknya.

Usai memberikan sambutan, Bupati Sanjaya yang saat itu didampingi oleh Ketua DPRD, jajaran Forkopimda dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, serta Kepala BPD Bali dan BPD Cabang Tabanan, Ketua Komite Tabanan Hub beserta jajaran dan undangan lainnya, berkesempatan meninjau puluhan stan yang menjajakan produk olahan pertanian dan UMKM se-Kabupaten Tabanan, sebelum melakukan dialog dalam seminar dengan tema menjadi “Pengusaha Berdaya Saing Menuju Tabanan Era Baru” yang digelar di Gedung kesenian I Ketut Maria.

Nampak juga saat itu Bupati Sanjaya dalam setiap kunjungannnya, memborong beberapa olahan produk yang tersedia di stan tersebut. Ia juga sempat mengapresiasi salah satu produk olahan lokal, yakni kopi Cipir yang dibuat dari biji kecipir yang dijajakan salah satu stan. Menurutnya olahan ini merupakan olahan yang betul-betul kreatif dan sangat inovatif.

“Kopi Cipir ini sangat luar biasa karena terbuat dari biji buah kecipir dan merupakan produk unggulan Tabanan. Mudah-mudahan dengan adanya rumah kreatif Tabanan Hub-BPD Bali ini menjadi salah satu program unggulan pemulihan ekonomi di Tabanan yang berkelanjutan serta inspirasi usaha bagi generasi muda,” tegas Sanjaya lagi.

Sebelumnya, Ketua Komite Tabanan Hub I Gusti Ngurah Raka Sumarjana, mengatakan tujuh asosiasi yang tergabung dalam Tabanan Hub ini diantaranya, HIPMI Tabanan, Kadin Tabanan, PHRI Tabanan, Junior Chamber Internasional Tabanan, ICSB Tabanan dan NCPI Tabanan, yang merupakan bentuk kolaborasi komunikasi asosiasi dan organisasi di sektor bisnis yang ada di Tabanan.

Ia mempunyai maksud agar kolaborasi ini memberikan dampak yang positif baik dampak sosial maupun ekonomi bagi khususnya pelaku UMKM di Tabanan. Mengingat Tabanan memiliki sumber daya alam yang melimpah dan SDM yang kreatif terutama para millennial yang merupakan anak-anak muda Tabanan.

“Potensi Tabanan yang luar biasa baik dari alam maupun SDM terutama millennial di Tabanan. Ide-ide kreatif, energy yang luar biasa harus kami buatkan iklim yang baik bagaimana temen-temen terutam millennial ini bisa berkembang dengan baik,” ujarnya. @humastabanan

Pandemi Pelaku UMKM di Tabanan Masih Berharap Kucuran Modal Usaha

TABANAN – Pantaubali.com – Di tengah pandemi beberapa pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tabanan sangat mengharapkan adanya kembali kucuran modal usaha.Karena, dengan adanya kucuran modal usaha tersebut dirasa akan mampu mendorong usaha agar berkembang dan lebih maju.

Apa lagi para pelaku usaha menilai kondisi ekonomi saat ini belum begitu stabil, yang akhirnya memberi dampak ke beberapa sektor bidang usaha yang akhirnya ikut mengalami keterpurukan.

Salah satu pelaku usaha pisau dan berbagai produk sejenis berbahan baku besi Ni Pande Sunariadi,Jumat,(30/4) di Tabanan menyampaikan, sampai saat ini belum ada bantuan modal usaha diberikan oleh pemerintah.Jika bisa dan ada dana untuk usaha setidaknya dapat diberikan di tengah pandemi saat ini.

“Saat ini saya ( Ni Pande Sunariadi) belum mendapat dana modal usaha tersebut,” jelasnya.

Selanjutnya pelaku usaha minyak herbal Ibu Novi juga menyampaikan hal yang sama,memang telah ada bantuan permodalan akan tetapi jika bisa pemerintah dapat kembali memberikan bantuan modal usaha.Karena, dengan adanya bantuan permodalan setidaknya akan mampu menunjang usaha dalam menghadapi kondisi seperti saat ini.

“Memang telah ada modal usaha diberikan pemerintah akan tetapi, jika bisa dapat diberikan kembali,” harapnya.

Dalam kaitan pemasaran produk dirinya menyampaikan, tetap melakukan pemasaran secara mandiri baik dengan On Line maupun Off Line.

2 Cold Storage,Dinilai Cukup Menyerap Ikan di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Sampai saat ini Kabupaten Tabanan telah memiliki sebanyak 2 Unit Cold Storage (Gudang Beku) yang dapat dipakai menyimpan ikan jika sewaktu-waktu pemerintah memutuskan membeli ikan dari nelayan maupun pembudidaya.Selain itu, para pelaku usaha yang bergerak di bidang pemasaran diharapkan juga dapat menyerap produksi nelayan dan pembudidaya.

Jika dilihat sampai saat ini, menurut, Sekretaris Ditjen penguatan daya saing produk kelautan dan perikanan Berny A. Subki, kemarin,(Kamis,(29/4) di Tabanan telah memiliki 2 unit Cold Storage,jumlah tersebut sementara dinilai telah menyerap ikan khususnya di Kabupaten Tabanan.

“Gudang beku tetap bisa dimanfaatkan nantinya untuk menyimpan produk perikanan,” jelasnya.

Jika dilihat saat ini di Tabanan telah memiliki 2 Unit Cold Storage dengan kemampuan penyimpanan ikan sebanyak 200 ton.

“Meskipun dengan menampung jumlah ikan tersebut, tentu tetap ditinjau kembali, terutama untuk keperluan apa saja penyimpanan ikan tersebut, apakah untuk pemindangan atau sejenisnya dan ikannya sebagian besar didapat dari mana saja, apakah di luar atau di wilayah Tabanan saja,” ujarnya.

Jika dilihat secara umum total Cold Storage bisa dikatakan telah mencukupi,baik dimiliki oleh pemerintah maupun swasta yang tersebar diseluruh wilayah di Bali.

“Dengan jumlah dimiliki Bali saat ini tentu membuat peredaran ikan telah bagus sampai saat ini di Bali,” pungkas Subki.

Ini Cara Kodim 1619,Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama di Kabupaten Tabanan Kodim 1619/Tabanan menggelar Kegiatan Pembinaan Kerukunan Umat Beragama mengusung tema “Mewujudkan Binter TNI – AD yang adaptif melalui kegiatan pembinaan Kerukunan umat beragama demi mencegah konflik sosial antar umat beragama serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa” dihadiri para tokoh seluruh agama dan tokoh masyarakat di Makodim di Tabanan,Kamis (29/4).

Bahwa Indonesia adalah Negara yang memiliki kebhinekaan yang sangat beragam dari suku, budaya, adat istiadat dan agama dan kebhinekaan inilah yang menjadi pemersatu Bangsa dimana Indonesia memiliki beragam agama yang diakui oleh pemerintah maka dari itu seluruh warga negara harus hidup berdampingan demi menjaga kerukunan umat beragama, itu disampaikan, Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto dalam sambutanya.

Bahwa di masa sekarang dengan pengaruh era digital kita sudah sering melihat terjadinya konflik sosial antar umat beragama baik penistaan agama maupun ujaran kebencian yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin memecah bangsa ini maka dari itu kita perlu waspada terhadap kelompok yang ingin berusaha mengganggu solidaritas kerukunan antar umat beragama, tegasnya

Selanjutnya, Sekretaris FKUB I Made Sukadana dalam kesempatan yang sama menyampaikan, bahwa FKUB merupakan Forum tempat berkoordinasi dan berkominikasi demi mencegah konflik sosial beragama.Apabila ada tokoh agama melihat atau mendengar indikasi adanya konflik beragama maka dari itu mari kita duduk bersama di FKUB kita selesaikan antar tokoh dulu supaya tidak meluas,

“Didalam kita menganut agama dan kepercayaan kita harus saling menghormati satu sama yang lainnya maka dari itu seluruh warga negara harus hidup berdampingan demi menjaga kerukunan antar umat,” tutupnya.

Survive di Era Pandemi, Ny Putri Koster Dorong Pelaku IKM Bertransformasi Digital

DENPASAR – Pantaubali.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny Putri Koster terus mendorong para pelaku Industri Kecil Menengah ( IKM ) untuk bertransformasi ke digital. Penggunaan digital bagi para pelaku IKM merupakan sebuah keniscayaan, agar bisa tetap survive atau bertahan di era pandemi saat ini.

Demikian disampaikan Ny Putri Koster saat menjadi narasumber dalam acara program dialog ‘Apa Kabar UMKM Bali (AKU Bali)’ dengan tema ‘IKM Bangkiang di Masa Pandemi’, yang berlangsung di Studio TVRI Bali, Denpasar , pada Kamis (29/4).

Lebih jauh dalam arahannya, istri orang nomor satu di Bali ini menyampaikan bahwasannya pandemi Covid-19 telah berimbas pada menurunnya produksi serta hasil penjualan dari produk kerajinan para pelaku IKM. Namun, kondisi ini jangan membuat malah berdiam diri, namun harus mampu berpikir cerdas dan mencari peluang pasar yang disesuaikan dengan kondisi yang ada. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan pemasaran serta penjualan dengan menggunakan platform digital.

“Kita harus cerdas mencari peluang dan membaca arah pasar di tengah pandemi yang kita hadapi, platform digital merupakan pilihan yang tepat saat ini, mau tidak mau suka tidak suka, pelaku IKM harus mengarah ke digitalisasi,” imbuhnya.

Ny Putri Koster yang akrab dipanggil Bunda Putri ini juga terus mengajak para pelaku IKM untuk terus berkreativitas sekaligus terus membangun jiwa wirausaha sehingga tahan banting di situasi apapun. Pemerintah akan terus berupaya memberikan ruang bagi para pelaku IKM untuk memasarkan hasil produksinya, dengan demikian para perajin akan semakin terpacu untuk berkreativitas, kesejahteraan meningkat dan warisan budaya dari para leluhur kita juga akan tetap lestari.

“Jiwa wirausaha yang tangguh harus terus dibangun tanpa melupakan tanggung jawab kita akan pelestarian budaya warisan nenek moyang. Jangan berhenti berkreativitas, perlahan kita masuki platform digital, kita jaga kualitas produk, kita jaga kepercayaan konsumen sehingga IKM akan kuat dan tangguh dalam situasi apapun,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa mulai tanggal 27 April sampai dengan 6 Juni 2021 pameran untuk IKM ‘Bali Bangkit Tahap II’ kembali digelar di Taman Budaya-Denpasar. Dengan suksesnya Bali Bangkit Tahap I, maka pada tahap II yang juga menghadirkan para IKM berkualitas diharapkan memberikan kesan yang lebih baik dari sebelumnya. Di samping itu, Bali Bangkit ini diharapkan mampu memantik semangat para IKM untuk terus berkreasi sehingga bangkit di masa pandemi dan mampu bersaing nantinya.

Dalam dialog yang disiarkan secara langsung tersebut juga menghadirkan dua narasumber yang memiliki kreasi seni di bidang fashion yaitu Ni Made Wirathi dari IKM Ipong Design dan Dayu Karang dari IKM Body and Mind.

Ini Data Terkonfirmasi Covid-19 Hari InI di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com -Berdasarkan data pertambahan kasus perhari ini tercatat terkonfirmasi Covid-19 tercatat sebanyak 132 orang (125 orang melalui Transmisi Lokal dan 7 PPDN),Sembuh sebanyak 172 orang, dan 6 orang Meninggal Dunia.

Adapun jumlah kasus secara kumulatif terkonfirmasi 44.534 orang,Sembuh 41.911 orang (94,11%), dan Meninggal Dunia 1.333 orang (2,99%) dan Kasus Aktif per hari ini menjadi 1.290 orang (2,90%).

SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, Surat Edaran ini mulai berlaku pada hari Selasa (Anggara Pon, Warigadean), tanggal 23 Maret 2021 sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M seperti, Memakai Masker Standar dengan benar,Menjaga Jarak,Mencuci Tangan, Mengurangi Bepergian, Meningkatkan Imun, dan Mentaati Aturan serta dihimbau untuk tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku.

Bupati Tabanan Sebut, Ada Trend Masyarakat Menderita Hipertensi di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com -Bupati Kabupaten Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, Kamis,(28/4) di Tabanan menyebut, selama peninjauan pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di beberapa daerah terlihat adanya trend masyarakat mengalami hipertensi meskipun, data valid terkait hal tersebut belum terdata.

“Saat peninjauan pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 dibeberapa daerah di Tabanan ternyata trend sebagian masyarakat menderita hipertensi, walaupun hipertensi fisikologis tersebut belum mendapat data validnya,” jelasnya.

Menurut Dirinya terkait hal tersebut memang belum diketahui pasti apa faktor penyebabnya.

“Memang belum diketahui pasti apa penyebabnya terjadinya hal tersebut (hipertensi),” katanya.

Adapun solusi penangananya seperti, dengan memakan ikan salah satunya,setidaknya dengan memakan ikan sedikit tidaknya akan mampu menekan hipertensi.

“Mungkin itu salah satu solusi menekannya (hipertensi) dan mudah-mudahan masyarakat Tabanan menjadi lebih sehat dengan mengonsumsi ikan tersebut,” ujarnya.

Dari pengamatanya memang ada kecendrungan tingkat konsumsi ikan masyarakat di Tabanan masih rendah.

“Jadi hal tersebut merupakan tantangan bagi Pemerintahan, khususnya Pemerintah Kabupaten Tabanan Era Baru,” bebernya.

Tabanan sangat menjanjikan, bisa disebut basisnya perikanan,kelautan maupun ikan air tawar.

“Ikan di Tabanan tidak kalah gizinya dengan ikan impor,” ucapnya

Dalam upaya meningkatkan gemar makan ikan di tengah masyarakat Sanjaya sebut akan turun langsung ke desa-desa dalam upaya mengedukasi makan ikan terutama kepada para Ibu-Ibu.

“Edukasi tersebut akan terus digerakan di 133 Desa dan kedepan akan merancang program penguatan di sektor perikanan khususnya,” tutupnya.

Konsen Dalam Pencegahan Korupsi, Capaian MCP Bali Lampaui Rata-Rata Nasional

TABANAN – Pantaubali.com – Capaian Monitoring Centre for Prevention (MCP) Pemprov dan Kabupaten/Kota se-Bali menunjukkan tren yang sangat positif. Selama tiga tahun berturut-turut, rata-rata capaian MCP Korsupgah Bali melampaui nasional. Hal itu diungkapkan Direktur V Kedeputian Korsup KPK RI Sugeng Basuki dalam pengarahannya kepada Sekda Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali pada Rakor Monitoring Evaluasi MCP Triwulan I Tahun 2021 yang berlangsung di Ruang Rapat Sabha Adhyasta Utama, Kantor Inspektorat Daerah Provinsi Bali, Rabu (28/4).

Untuk diketahui MCP menjadi bagian penting dalam program Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) yang dilaksanakan oleh KPK RI. MCP merupakan salah satu laman yang dapat memberikan informasi capaian kinerja program Korsupgah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia. MCP meliputi 8 area intervensi untuk Pemerintah Kabupaten/Kota dan 7 area intervensi untuk Pemerintah Provinsi.

Lebih jauh dalam paparannya, Sugeng Basuki memberi gambaran tentang capaian MCP Bali yang sangat baik dalam tiga tahun terakhir. Tahun 2018, capaian MCP Bali sebesar 64 persen, melebihi rata-rata nasional yang saat ini ada pada angka 58 persen. Berikutnya pada tahun 2019 dan 2020, Bali mencatat capaian MCP masing-masing 76 persen dan 88 persen. Capaian ini jauh meninggalkan rata-rata nasional yang pada tahun 2019 masih berada pada 69 persen, bahkan di tahun 2020 menurun ke kisaran 64 persen. Menurut Sugeng, indikator ini memberi gambaran tentang keseriusan jajaran Pemprov Bali dan Kabupaten/Kota se-Bali dalam upaya pencegahan korupsi di wilayah kerja masing-masing.

“Hal ini tentunya tak terlepas dari semangat yag ditunjukkan Pak Sekda yang begitu konsen dalam program pencegahan korupsi wilayah Bali,” pujinya.

Kendati demikian, ia tetap mengingatkan agar jajaran Pemprov Bali dan Kabupaten/Kota tidak lengah serta tetap memperhatikan titik rawan korupsi. Ia menyebut, sedikitnya ada sembilan titik rawan korupsi di Pemda yang perlu mendapat perhatian yaitu perencanaan APBD seperti modus pembagian dan pengaturan ‘jatah proyek’ APBD serta meminta/menerima hadiah/sesuatu pada proses perencanaan APBD. Titik rawan korupsi lainnya ada pada bidang perizinan, rekrutmen, promosi dan mutasi kepegawaian,pengelolaan pendapatan daerah, penyalahgunaan aset dan mark-up pada pengadaan barang.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian KPK RI dalam upaya pencegahan korupsi.

“Kami akan merasa senang kalau bapak-bapak dari KPK sering datang. Karena semakin sering datang, itu artinya kami mendapat perhatian dalam upaya pencegahan korupsi,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran KPK untuk memberikan asistensi pada sistem pencegahan korupsi akan membuat jajaran birokrasi Pemprov Bali dan kabupaten/kota lebih tenang dalam bekerja.

Pada kesempatan itu, Sekda Dewa Indra juga menegaskan komitmennya untuk mengawal upaya pemberantasan korupsi yang salah satunya tercermin dalam capaian MCP. Ia berharap sekda di kabupaten/kota juga konsen terhadap hal ini untuk mencegah tindakan korupsi di wilayah masing-masing.Terkait dengan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) yang disebut menjadi salah satu titik rawan korupsi, Pemprov Bali telah melakukan terobosan dengan penerapan sistem online. Melalui sistem ini, seluruh proses PBJ dilakukan secara online dan sangat transparan, tak ada lagi rekanan yang bertemu langsung dengan pejabat pengadaan. Yang membanggakan, sistem PBJ Pemprov Bali telah meraih penghargaan dari Lembaga Kebijakan Pengadan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Masih dalam bidang PBJ, Pemprov Bali juga memanfaatkan marketplace untuk pengadaan barang dan jasa yang nilainya di bawah Rp. 50 juta. Dalam sistem ini, semua transaksi berlangsung dengan sangat transparan karena dapat dipantau oleh siapapun. Untuk mendukung sistem ini, Pemprov Bali terus berupaya melengkapi e-katalog sejumlah item dalam pengadaan barang dan jasa.

Kegiatan Rakor diisi pemaparan Pemprov dan Kabupaten/Kota se-Bali terkait capaian MCP triwulan 1 Tahun 2021 serta kendala yang dihadapi. Rakor diikuti Sekda, Kepala Inspektorat dan Kepala BPKAD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali.

Larangan Mudik,Dinilai Berdampak Buruk ke Pelaku Usaha Transportasi Umum

TABANAN – Pantaubali.com – Adanya larangan penggunaan transportasi umum melayani mudik diberlakukan mulai 6 Mei 2021 tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13 Tahun 2021.

Akan tetapi, peraturan di tengah Pandemi akhirnya memberi dampak kurang baik pada pelaku usaha transportasi umum.

“Jelas ada pengaruhnya. Mulai 6 Mei 2021 nanti sudah tidak ada yang beli tiket (bus),” ujar pemilik PO Bus Gunung Harta, I Wayan Sutika, saat dikonfirmasi,Rabu (28/4) di Tabanan.

Sampai saat ini tetap menunggu kebijakan dari pemerinta pusat yang tengah membahas kemungkinan adanya kelonggaran bagi perusahaan-perusahaan trasnportasi nantinya.Sejauh ini, Pemerintah belum mampu memberikan bantuan kepada perusahaan-perusahaan transportasi umum pada khususnya.

“Dulu kami (perusahaan PO Bus) dijanjikan bantuan. Sekarang bantuan itu tidak bisa. Terus tadi ada informasi lagi dibahas pemberian kelonggarannya. Bentuk kelonggaran itu sedang dibahas di Jakarta,” bebernya.

Setidaknya kelonggaran terkait penerapan larangan mudik dengan transportasi umum tersebut setidaknua benar adanya.Bus diizinkan beroperasi dengan pengaturan-pengaturan disesuaikan dengan protokol kesehatan (prokes). Seperti ketentuan kapasitas maksimal 20 persen dari jumlah keseluruhan tempat duduk. Serta surat-surat keterangan yang harus dipenuhi penumpang.

“Mudah-mudahan itu betul. Harapan kami, (kelonggaran) itu betul-betul,” katanya.

Dari pengamatanya sejak pandemi Covid-19 melanda lebih dari setahun lalu serta muncul beberapa aturan-aturan yang berimbas pada kegiatan masyarakat, perusahaan transportasi umum menjadi salah satu yang terkena dampaknya.

Akibat dampak tersebut, pihaknya harus mengambil keputusan mengurangi jumlah karyawan, mengembalikan armada bus kepada leasing, sampai menempuh penangguhan pembayaran bunga. Kemudian dari sisi operasional, jumlah armada atau bus beroperasi paling banyak enam bus. Khususnya untuk trayek ke Jember dan Lumajang.

“Itupun (jumlah) penumpangnya paling banyak 20 orang. Bagaimana, orang mereka sudah tidak ada uang. Tidak dapat kerjaan,” ucapnya.

Perubahan situasi tersebut pastinya berpengaruh pada pendapatan. Tentu situasi pandemi membuat pandapatan perusahaan menjadi ikut merosot drastis dan bertahan pada kisaran dua puluh persenan.

“Turunnya bisa sampai Rp 8 miliar. Kalau sebelum (pandemi) sekitar Rp 11 miliar. Sekarang tinggal Rp 3 atau Rp 2 miliar,” tutupnya.