- Advertisement -
Beranda blog Halaman 846

Ditinggal Memberi Pakan Ayam,Rumah Semi Permanen Ludes Terbakar

TABANAN – Pantaubali.com- Ditinggal memberi pakan ternak Ayam di kandang rumah semi permanen 3×5 meter milik I Komang Gede Sapta Yogi (34) ludes dilalap si jago merah di Banjar Dinas Yeh Bus, Desa Sai, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan.Kejadian tersebut terjadi pada Senin,(3/5).

Adapun Kronologis kejadian tersebut menurut keterangan Pers Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia, seijin Kapolres Tabanan menerangkan, pada Senin,(3/5) kurang lebih pukul 15.30 wita Pelapor (I Komang Gede Sapta Yogi) meninggalkan rumah untuk memberi pakan ayam di kandang yang pelapor kontrak milik Bapak Wayan Polos yang berlokasi di Banjar Yeh Tua, Desa Sai. Kemudian sekira pukul 19.30 wita pelapor dicari oleh I Gede Erik Hendrayanto dan di beritahu bahwa rumah tempat tinggalnya terbakar.

Mendapat kabar tersebut pelapor bergegas pulang ke rumah dan sesampainya di rumah pelapor melihat rumah berserta isinya hangus terbakar dan sudah rata dengan tanah dan api masih menyala.

“Sementara kebakaran tersebut diduga akibat konsleting listrik, dari kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian kurang lebih lima puluh juta rupiah,” tutupnya.

Perkemarin, Ini Jumlah Terkonfirmasi Covid-19 di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Dari data tercatat ada pertambahan jumlah kasus perkemarin (Senin,(3/5) terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 105 orang (96 orang melalui Transmisi Lokal dan 9 PPDN),Sembuh sebanyak 112 orang, dan 8 orang Meninggal Dunia.

Selanjutnya jumlah kasus secara kumulatif tercatat terkonfirmasi sebanyak 45.004 orang,sembuh 42.422 orang (94,26%), dan Meninggal Dunia 1.361 orang (3,02%) dan Kasus Aktif per hari ini menjadi 1.221 orang (2,71%).

SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, Surat Edaran ini mulai berlaku pada hari Selasa (Anggara Pon, Warigadean), tanggal 23 Maret 2021 sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M mulai dari,Memakai Masker Standar dengan benar, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Mengurangi Bepergian, Meningkatkan Imun, dan Mentaati Aturan serta dihimbau untuk tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ny Putri Koster Ajak Masyarakat Bangun Kesadaran Kelola Sampah dari Sumbernya

DENPASAR – Pantaubali.com – Persoalan sampah di Bali perlu mendapat perhatian serius dari semuanya, mengingat sampah yang tidak terkelola dengan baik bisa menjadi bom waktu yang berimbas pada kelestarian lingkungan alam sekitar. Pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, namun dibutuhkan dukungan dan kerja sama semua pihak.

Untuk itu perlu ditumbuhkan kesadaran dalam masyarakat untuk mulai memilah sampah serta mengolah sampahnya sendiri dan langsung selesai di sumbernya. Demikian disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Koster saat menjadi narasumber dalam acara ‘Dialog Lintas Denpasar Siang’ yang disiarkan secara langsung dari RRI Denpasar, Senin (3/5).

Lebih jauh dalam dialog yang mengangkat tema “Peran PKK Dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber’, istri orang nomor satu di Bali ini menyampaikan bahwasannya seyogyanya sampah diselesaikan sedekat mungkin dengan sumber sampah, dan seminimal mungkin yang dibawa ke TPA, yaitu hanya residu saja. Pengelolaan sampah yang dilakukan di rumah tangga dan kawasan/fasilitas semestinya dikelola secara mandiri atau bekerja sama dengan desa adat dan desa/kelurahan.

Desa adat dapat bersinergi dengan desa/kelurahan dalam melakukan pola pengelolaan sampah, yang selanjutnya dilakukan pembinaan hingga ke tingkat rumah tangga di mana pembinaan tersebut dapat dilakukan oleh kader-kader PKK yang ada di setiap desa.

“Pola lama penanganan sampah, yaitu kumpul-angkut-buang, harus kita ubah dengan mulai memilah dan mengolah sampah di sumber. Siapa yang menghasilkan sampah, dialah yang bertanggung jawab untuk mengelola atau mengolah sampah itu sampai selesai. Jangan sampai sampah yang kita hasilkan mengotori desa atau wilayah lainnya. Desaku bersih tanpa mengotori desa lainnya, rumahku bersih tanpa mengotori rumah lainnya,” pesannya.

Wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri ini juga mengajak seluruh Kader PKK untuk berperan aktif dalam melakukan sosialisasi dalam upaya pengelolaan sampah berbasis sumber. Sampah organik dapat dikelola menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk untuk tanaman yang ada di halaman rumah, Dengan demikian sampah akan terkelola dengan baik dan dan halaman asri, teratur , indah, dan nyaman (HATINYA PKK) akan terwujud.

“Ke depan PKK akan mengadakan lomba di tingkat desa terkait pengelolaan sampah dan HATInya PKK. Untuk itu kita bangun kesadaran masyarakat, kita siapkan pola yang terbaik sehingga sampah tidak lagi menjadi musibah tetapi bisa menjadi berkah karena kita mampu mengelolanya dengan sangat baik,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Perbekel Desa Taro I Wayan Warka yang menyampaikan bahwasannya membangun kesadaran masyarakat untuk mulai memilah serta mengelola sampahnya sendiri sangat penting. Di samping itu, peran desa adat dengan membuat payung hukum terkait pengelolaan sampah di desanya juga memegang peran yang signifikan. Dengan demikian, persoalan sampah di desa dapat terselesaikan di desa itu sendiri tanpa perlu mengirim sampah ke desa lain ataupun ke penampungan sampah.

Wagub Bali Dukung Bali Cycling Maraton Dilaksanakan Secara Berseri

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali menyambut baik rencana menggeliatkan produk komunitas untuk menunjukkan bahwa Bali tetap bergerak di tengah masa pandemi, melalui bali cycling maraton. Kegiatan yang ketat menerapkan protokol kesehatan dan membagi jumlah peserta start ke dalam perbedaan waktu, menjadi pertimbangan sebagai faktor utamanya. Hal ini disampaikannya saat menerima Pengurus Bali Cycling Maraton, di ruang kerjanya, Senin (3/5).

Sesuai rencana kegiatan memperkenalkan Bali sambil berolahraga ini akan dilaksanakan secara berseri setiap bulannya.

Setelah bulan April lalu sukses diselenggarakan di nusa penida, Bali cycling maraton akan kembali di gelar pada 05 Juni yang memfokuskan di Bali Barat yakni start dari Bali Handara dan kemudian finish di Daerah Pekutatan.

Kemudian berlanjut pada 03 Juli yang akan start dari Desa Kubu Karangasem kemudian finish di Desa Ujung, dengan mengambil rute pesisir pantai.

Sebelum puncak pada 27 Agustus di Bali Selatan, Bali Cycling Maraton juga akan dilaksanakan pada 31 Juli berfokus di Bali Tengah yakni wilayah Geopark. Dengan mengambil rute pemandangan alam maka peserta tidak akan merasa kelelahan, disamping sehat karena berolahraga juga menyehatkan mata dengan pemandangan yang hijau.

Ditambahkan Komang Takuaki Banuartha selaku Ketua Bali Cycling Marathon bahwa Big Event akan diselenggarakan bulan Oktober dengan target 750 peserta yakni start mulai dari sanur kemudian berkeliling menuju nusa penida lalu finish dan kembali menyeberang di pelabuhan kusamba, Klungkung.

Karena terdapat perbedaan dengan lomba yang lain, Bali Cycling Maraton diharapkan mampu membangkitkan pariwisata Bali ditingkat nasional bahkan internasional. Kegiatan ini tentu saja akan memberi kesan positif dan berbeda dari lomba yang lain karena secara langsung akan terjadi kolaborasi dengan industri lain, seperti hotel, warung minuman dan makanan sekaligus memperkenalkan keindahan alam dan juga souvernir Bali.

Melalui kegiatan bali cycling maraton, diharapkan mampu membayar kerinduan wisatawan dan pecinta olahraga sepeda terhadap keindahan pulau dewata ini.

Pendataan Aset Terbengkalai Perlu Dilakukan di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com -Dalam upaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabanan maka, salah satu langkah perlu dilakukan yaitu,melakukan pendataan kembali pada aset-aset Pemerintah Daerah terutama yang masih terbengkalai sampai saat ini, itu disampaikan, Ketua Pansus Vl, I Nyoman Arnawa di gedung DPRD Tabanan,Senin (3/5).

“Jangan sampai aset-aset yang ada malah menimbulkan masalah dikemudian hari, kami tidak menginginkan hal seperti itu terjadi,” katanya.

Jika dilihat memang masih ada aset-aset daerah sampai saat ini belum terselesaikan dengan baik.

“Masalah aset yang belum bersertifikat masih banyak dari jaman dulu sampai sekarang masih ada,” ujarnya.

Sembari Dirinya menambahkan, melihat kondisi tersebut maka,dirasa perlu dilakukan pembahasan lebih lanjut sehingga, aset Pemda yang belum memiliki sertifikat dapat diselesaikan dengan baik.Maka dari itu, kordinasi perlu dilakukan dengan pihak terkait nantinya.

Kreatif, Manajemen DTW Tanah Lot Berencana Membuat Pinjekan, Sunari dan Layangan Sebagai Daya Tarik Wisatawan

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam upaya menarik kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot, Tabanan, pihak manajemen berencana melakukan langkah kreatif dengan membuat Pinjekan, Sunari dan Layangan yang rencana dipasang disekitar halaman dan parkiran kantor manajemen DTW Tanah Lot.

“Melihat kondisi angin relatif masih bagus sampai saat ini, kedepan kami berencana akan membuat Pinjekan,Sunari dan Layangan khsusnya dipasang di depan maupun disekitar halaman maupun areal parkir kantor nantinya,” jelas Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, Senin,(3/5) di Tabanan.

Setidaknya dengan membuat Pinjekan,Sunari dan Layangan sedikit tidaknya akan mampu dijadikan daya tarik jika ada wisatawan berkunjung ke DTW Tanah Lot.

“Karena kita merupakan tempat wisata juga, misalnya Layangan setidaknya bisa dinaikan di depan kantor DTW nantinya dan para wisatawan yang datang juga bisa mencobanya,”bebernya.

Pinjekan dan Sunari setidaknya juga dapat dipasang di sekitar kantor DTW mengingat angin sangat bagus sampai saat ini.

“Setidaknya Pinjekan dan Sunari tersebut akan mampu dijadikan daya tarik ke para wisatawan dan dapat dipasang disekitar kantor juga,” ujarnya.

Selain itu,dengan karyawan melakukan kegiatan membuat Pinjekan,Sunari maupun Layangan setidaknya akan mampu mengusir kebosanan para karyawan di tengah masih belum maksimalnya kunjungan wisatawan ke DTW.Sembari Dirinya menambahkan, jika dilihat di tengah Pandemi saat ini pendapatan perbulan di DTW Tanah Lot tercatat sebesar Rp 350 juta jika dibandingkan sebelum Pandemi pendapatan mencapai Rp 6 sampai Rp 7 milyar perbulan.

Menciptakan Situasi Kamtibmas Kondusif, Satuan Samapta Polres Tabanan Gelar Patroli Sekala Besar

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam upaya menciptakan situasi Kamtibmas kondusif di Wilayah hukum Polres Tabanan dan dalam rangka Operasi KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) Satuan Samapta Polres Tabanan melakasanakan Patroli Sekala Besar,Minggu,(2/5)

Patroli Sekala Besar dilakukan adalah dalam rangka mengantisipasi terjadinya Gangguan Kamtibmas di Wilayah hukum Polres Tabanan, dengan mengerahkan satu regu Dalmas Polres Tabanan, itu disampaikan, seijin Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy PS Siregar,Kasat Samapta Polres Tabanan AKP I Nyoman Sukadana dalam keterangan Persnya, Minggu,(2/5) dinTabanan.

Pelaksanaan patroli menggunakan sepeda motor dan kendaraan patroli ini Juga untuk mencegah masyarakat yang melaksanakan mudik dan pelanggaran Prokes.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid -19,” ujarnya.

Sembari Dirinya menambahkan, adapun jalur mudik dan tempat-tempat rawan terjadi gangguan Kamtibmas, di jalur Denpasar Gilimanuk, jalur pariwisata, Terminal, tempat parkir , komplek perumahan serta tempat lainnya.

Ini Data Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Berdasarkan data tercatat pertambahan jumlah kasus per hari ini (Minggu,(2/5) tercatat terkonfirmasi sebanyak 86 orang (80 orang melalui Transmisi Lokal dan 6 PPDN), Sembuh sebanyak 98 orang, dan 6 orang Meninggal Dunia.

Adapun jumlah kasus secara kumulatif tercatat terkonfirmas 44.899 orang,Sembuh 42.310 orang (94,23%), dan Meninggal Dunia 1.353 orang (3,01%) dan Kasus Aktif per hari ini menjadi 1.236 orang (2,75%).

SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, Surat Edaran ini mulai berlaku pada hari Selasa (Anggara Pon, Warigadean), 23 Maret 2021 sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M, Memakai Masker Standar dengan benar,Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Mengurangi Bepergian, Meningkatkan Imun, dan Mentaati Aturan serta dihimbau untuk tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku.

Terbukti Ramah Lingkungan, Ny Putri Koster Dukung Sistem Bioflok untuk Budidaya Ikan di Bali

BANGLI – Pantaubali.com – Teknik budidaya ikan sistem bioflok yang baru-baru ini dikembangkan di sejumlah wilayah di Bali, terbukti lebih efektif dan ramah terhadap lingkungan. Hal ini menarik perhatian seorang peternak ikan asal Desa Toya Bungkah, Kintamani, Nengah Yon Aryono untuk membudidayakan ikan nila, mujair dan lele di desanya dengan menggunakan sistem bioflok dan ternyata berhasil dengan baik. Atas pencapaiannya terhadap penerapan sistem bioflok, Ketua TP PKK dan Dekranasda Prov Bali Ny Putri Koster menyampaikan apresiasinya.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung budidaya ikan dengan menggunakan system bioflok di Desa Toya Bungkah, Kintamani, Bangli,Minggu (2/5).

Apalagi setelah mendengarkan penjelasan jika teknologi ini lebih ramah lingkungan.

“Saat ini budidaya ikan mujair di Batur adalah dengan mengkapling-kapling danau. Secara tidak langsung itu sudah mencemari danau kita dengan pakan-pakan ikan,” bebernya seraya menyatakan bahwa sistem bioflok ini sangat sesuai dengan visi misi Provinsi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, terutama Danu Kerthi yaitu pelestarian air danau.

“Jika semakin banyak masyarakat terutama anak muda kita yang berkreasi seperti menerapkan sistem bioflok ini, maka tugas pemerintah baik kabupaten/kota untuk memasarkannya, bisa dengan memfasilitasi agar masuk ke pasar tradisional,” ujar Ny Putri Koster.

Apalagi saat ini para petani, peternak dan perajin sudah mendapat payung hukum diluncurkan oleh Gubernur Koster yang sangat berpihak pada masyarakat yaitu Pergub Bali nomor 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

Pendamping orang nomor satu di Bali ini juga berharap ke depan semakin banyak anak muda yang tertarik menggunakan teknologi ini sehingga semakin banyak tercipta petani dan peternak milenial di Bali.

“Jangan pikir petani atau peternak seperti dulu, untuk para orang tua, lusuh dan keuntungan yang sedikit. Dengan teknologi, petani juga adalah pekerjaan yang sangat menguntungkan,” katanya.

Sementara sebelumnya, Nengah Yon Aryono menjelaskan jika teknologi bioflok lebih menguntungkan dibandingkan sistem peternakan konvensional karena tidak perlu mengganti air sehingga tingkat survival ikan lebih tinggi. Bioflok sendiri adalah teknik untuk meningkatkan kualitas air melalui penambahan karbon ekstra ke tambak, melalui sumber karbon eksternal atau peningkatan kandungan karbon dari pakan.

Biflok memang lebih ramah terhadap lingkungan, karena minim limbah, air tidak berbau sehingga tidak mengganggu lingkungan dan dapat disinergikan dengan budidaya tanaman misalnya sayur-sayuran dan buah-buahan.

“Para pelanggan kami bahkan mengatakan ikan hasil budidaya bioflok lebih gurih daripada ikan hasil budidaya konvensional,” ujar Yon Aryono.

Ia mengatakan, untuk pakan ikan sendiri difermentasi olehnya dengan menggunakan hasil pertanian sekitar serta beberapa bahan yang dipelajarinya sendiri melalui internet. Untuk pengelolaan sehari-hari, ia mengaku dibantu oleh warga sekitar. Ia berharap teknologi yang dikembangkannya semakin berkembang sehingga bisa menyediakan lapangan pekerjaan terhadap warga sekitar.

Ke depan, ia berharap lebih banyak masyarakat yang menggunakan teknologi ini, selain lebih menjanjikan ini sebagai upaya penyelamatan lingkungan.

“Saya juga meminta pemerintah bisa membantu pemasaran akan produk kami,” tandasnya.

Untuk membuktikan rasa ikan nila dengan sistem bioflok, Ny Putri Koster juga berkesempatan menggoreng ikan dan dijadikan lalapan. Ia mengakui keunggulan rasa ikan nila hasil budidaya dengan sistem bioflok tersebut. Selanjutnya, ia mengajak para pedagang atau anak muda yang tertarik untuk menjual masakan berbahan dasar nila dan lele agar mencoba ikan-ikan hasil sistem baru ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ny Putri Koster juga berkesempatan berbaur dengan petani setempat untuk memanen tomat serta menyerahkan bantuan berupa sembako kepada para petani.

Memperingati May Day,DPC KSPSI Tabanan Gelar Seminar dan Bagikan Sembako

TABANAN – Pantaubali.com -Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di hari ini, (1 Mei 2021), DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Tabanan tetap melakukan kegiatan positif mulai dari, mengelar seminar bertema “Membedah Tuntas UU Cipta Kerja dan Buruh Bersatu Padu Melawan Covid-19”.Selain itu juga melakukan aksi sosial berupa pembagian sembako ke PT. Uluwatu, Gerogak, Tabanan. Dalam setiap pelaksanaan kegitan tersebut para peserta tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan disiplin.

“Mayday di tahun ini DPC KSPSI Tabanan beserta jajaran pengurus serta pengurus KSPSI se BALI memperingati hari buruh mengikuti seminar di kantor DPD KSPSI Bali,Jalan Gurita Sesetan,Denpasar,” jelas Ketua DPC KSPSI Tabanan, I Ketut Budiarsa didampingi perwakilan perusahaan PT. Uluwatu I Wayan Mudra,Sabtu,(1/5).

Selain menggelar seminar,DPC KSPSI Tabanan juga melakukan aksi sosial berupa pembagian sembako ke salah satu PT di Tabanan.

“Selanjutnya kegiatan kami, yaitu melakukan pembagian sembako di PT.Uluwatu,Grogak, Tabanan,” pungkas Budiarsa.

Adapun susunan keangotaan KSPSI Kabupaten Tabanan saat ini, Ketua KSPSI Tabanan I Ketut Budiarsa, Wakil Ketua I Wayan Sudiana, Wakil Ketua Dwidayana, Bidang Organisasi I Nyoman Trinata, Bidang Hukum I Made Artawan,Bidang Masyarakat I Wayan Suparwa dan Bidang Kesehatan I Wayan Suartika.