- Advertisement -
Beranda blog Halaman 833

Kadiskominfo Bali Tegaskan Kabupaten/Kota di Provinsi Bali Dalam Zona Orange

DENPASAR – Pantaubali.com – Pemerintah Provinsi Bali perlu meluruskan beredarnya gambar infografis terkait penetapan PPKM Mikro di media sosial dan aplikasi pesan instan. Gambar infografis berjudul ‘Termasuk DKI! Ini Daftar Daerah Yang Kena PSBB Ketat’ tersebar pasca penetapan penguatan PPKM Mikro oleh pemerintah pusat yang mulai berlaku pada tanggal 22 Juni 2021 ini.

Menurut informasi yang disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali, Gede Pramana, Selasa (22/6) bahwa berdasarkan hasil penelusuran, gambar infografis tersebut merupakan gambar yang diambil dari situs berita CNBC Indonesia dengan judul berita yang sama bertanggal 6 Januari 2021. Berita tersebut berkaitan dengan penetapan PSBB Ketat tanggal 11 sampai 25 Januari 2021 dan bukan PPKM Mikro 22 Juni 2021.

“Penyebaran gambar tersebut pada saat ini adalah sebuah bentuk penyesatan, karena dapat membuat masyarakat menghubungkan gambar tersebut dengan kebijakan PPKM Mikro 22 Juni 2021,” ujarnya.

Selain itu pada gambar tersebut juga menggambarkan pulau Bali sebagai zona merah. Padahal pada saat ini kondisi seluruh kabupaten/kota di provinsi Bali berada dalam zona orange / risiko sedang. Penyebarluasan gambar lama ini menjadi sebuah disinformasi bagi masyarakat yang berpotensi membuat ketidaknyamanan warga.

Oleh karena itu Pemprov Bali meminta agar masyarakat tidak lagi menyebarluaskan gambar infografis tersebut pada saat ini.

Pemerintah Provinsi Bali melalui Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali selalu mengimbau kepada semua pihak untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, dan berupaya memaksimalkan capaian vaksinasi. Pramana berharap kita semua fokus pada dua hal penting itu, dan tidak terpengaruh / terprovokasi berita hoax.

Tabanan Berencana Laksanakan PTM di Tahun Ajaran Baru Ini

TABANAN – Pantaubali.com- Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Tabanan diperkirakan di tahun ajaran baru 12 Juli 2021 mendatang dilaksanakan.Proses koordinasi telah dilakukan serta sebagian mendorong pelaksanaan PTM di Tabanan,itu disampaikan,Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Nyoman Putra, kemarin,(Senin,(21/6) di Tabanan.

“Untuk kesiapan tatap muka telah dirancang, dan diprediksi akan dilaksanakan tatap muka pada tahun ajaran baru ini,” jelasnya.

Proses kordinasi telah dilakukan dan semua telah mendorong pelaksanaan PTM yang rencana akan dilakukan secara terbatas nantinya.Termasuk Ketua Komisi IV,Sekda Tabanan juga ikut mendorong.

“Semua mendorong pelaksanaan PTM,yang rencana akan dilakukan secara terbatas tersebut dengan frekuensi anak-anak (Siswa) dua kali dalam seminggu melakukan PTM untuk satu orang anak,” ujarnya.

Skenario telah disusun, tinggal menyusun keputusan Pemerintah daerah, dan dalam waktu dekat simulasi PTM juga akan dilaksanakan di Tabanan.

“Skenario telah disusun nantinya akan disimulasikan.Dengan mem pilot jetkan salah satu sekolah di Tabanan.Dengan harapan akan dapat di contoh oleh sekolah-sekolah lain di Tabanan,” paparnya.

Simulasi nantinya akan dilakukan sebelum tahun ajaran baru 12 Juli 2021 akan dilaksanakan.Tinggal menunggu keputusan Pemerintah daerah saja.Sembari Dirinya berharap, mudah-mudahan tidak ada regulasi yang sifatnya darurat dari Pemerintah Pusat.

“Semoga dapat dilakukan PTM di tahun ajaran baru 2021-2022,” tutupnya.

Ketua Bawaslu RI Sebut,Pemilu Berakhir Pengawasan Tetap Dilaksanakan

TABANAN – Pantaubali.com – Menurut,Ketua Bawaslu Republik Indonesia Abhan,Senin(21/6) di Tabanan menyampaikan, tugas-tugas Bawaslu tidak hanya terhenti setelah Pilkada 2020. Walaupun tahun ini tidak ada Pemilu, Pengawasan harus tetap dilaksanakan, seperti Pengawasan Daftar Pemilih Berkelanjutan untuk menyongsong Pemilu 2024. Demikian juga untuk mencetak kader-kader pengawasan partisipatif seperti Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif tingkat dasar yang sedang berlangsung di Buleleng.

“Jajaran Bawaslu Kabupaten Tabanan setidaknya agar selalu semangat serta menjaga integritas dan profesionalitas untuk menyongsong tugas Pengawasan Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024,” paparnya.

Dalam waktu dan kesempatan yang sama,Ketua Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani menyampaikan, bahwa Bawaslu Tabanan sudah sangat maksimal dalam melakukan tugas-tugas Pengawasan saat Pilkadal Tahun 2020.

“Bawaslu Tabanan dalam upaya melaksanakan tugas-tugas pengawasan sudah dengan baik. Ia meminta, tetap jaga tren positif ini dengan menjaga soliditas dan kerja tim,” pungkasnya.

Kapolsek Selbar, Pantau Prokes di Upacara Ngaben

TABANAN – Pantaubali.com- Untuk mencegah terjadinya penyebaran covid19 dan terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polsek Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Kapolsek Selbar AKP I Gusti Lanang Jelantik S.H, turun langsung melakukan pengecekan dan Pengawasan Protokol Kesehatan saat berlangsungnya rangkaian Upacara Ngaben di Desa Lalanglinggah, kecamatan Selemadeg Barat Kabupaten Tabanan .

Kapolsek Selemadeg Barat Seijin Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy P.S., Siregar, S.I.K., M.H., mengatakan, bahwa Dengan adanya pelaksanaan Upacara Ngaben Kinembulan yang diselenggarakan oleh Desa Adat Lalanglinggah ini merupakan potensi terjadinya penyebaran covid19, karena melibatkan banyak orang, maka Kami dari Kepolisian Hadir ditengah tengah masyarakat untuk secara langsung memantau Pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

Sekala Mikro di Desa Lalanglinggah. Kami didampingi petugas PPKM Skala Mikro , Perbekel Desa Lalanglinggah I Nyoman Arnawa.S.E, Bendesa adat I Nyoman Trijana , Bhabinkamtibmas dan Tokoh masyarakat lainnya menghimbau masyarakat dalam pelaksanaan upacara ngaben ini agar tetap mematuhi Protokol Kesehatan.

Lebih lanjut Kapolsek Selbar menjelaskan bahwa astungkara dari hasil pemantauan dan pengecekan kami di tempat berlangsungnya upacara ngaben, semua sarana Prokes telah disiapkan oleh pihak Desa Adat, peserta Ngaben yang berjumlah 9 Sawa prateka , sudah menerapkan protokol kesehatan, jika ada Kami temukan pelanggaran Prokes akan kami tindak tegas, ucap AKP I Gusti Lanang Jelantik SH.

Wagub Cok Ace, Dukung Transformasi ISI Denpasar

DENPASAR – Pantaubali.com -Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mendukung transformasi nomenklatur keilmuan dan kelembagaan yang dirancang Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Dukungan itu diutarakannya saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terpumpun membahas Perubahan Nomenklatur Keilmuan dan Kelembagaan ISI Denpasar yang berlangsung di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung Rektorat kampus setempat, Minggu (20/6) petang. Untuk perubahan nomenklatur kelembagaan, dalam FGD mengerucut usulan penggantian kata ‘Denpasar’ menjadi ‘Bali’.

Lebih jauh, Wagub Cok Ace yang juga selaku Ketua Dewan Penyantun menyambut baik inisiatif Rektor ISI Denpasar beserta jajaran terkait rencana perubahan nomenklatur keilmuan dan kelembagan kampus tersebut. Menurutnya, transformasi merupakan sebuah keniscayaan di tengah perubahan besar dalam segala lini kehidupan termasuk diantaranya pendidikan tinggi seni. Perubahan itu, kata Cok Ace, mesti dihadapi dengan kecepatan dan kecermatan.

Terkait dengan transformasi ISI Denpasar, ia menyebut tiga hal yang bisa dijadikan landasan untuk melakukan rekonstruksi tata kelola lembaga pendidikan ini. Pertama, revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan kecenderungan pemanfaatan artificial intelligence (kecerdasan buatan). Memaknai hal ini, ISI Denpasar didorong untuk mewujudkan tata kelola yang lepas dari lilitan birokrasi baik dalam mentalitas, sistem dan cara bekerja.

Landasan kedua adalah menjalankan tugas dan fungsi secara seimbang yaitu melatih untuk membuat anak didik terampil dan profesional, mengajarkan ilmu pengetahuan untuk menjadikan mahasiswa cerdas dan mengasah sensibilitas agar peserta didik peka terhadap nilai kemanusiaan.

“Dengan menyeimbangkan ketiga tugas dan fungsi itu, ISI Denpasar akan memposisikan diri sebagai penyedia layanan pengetahuan dan sebagai pusat pengembangan budaya masyarakat,” ucapnya.

Sedangkan landasan ketiga, dalam perannya sebagai pusat pengembangan masyarakat, kegiatan lembaga pendidikan ini harus kontekstual dengan program yang dicanangkan oleh Pemprov Bali.

ISI Denpasar menurut Wagub Cok Ace, telah menyelesaikan milestone tahap IV yaitu pencapaian visi lama menuju visi baru yang lebih progresif dan dimanis.

“Oleh sebab itulah paradigma keilmuan dan kelembagaan ISI Denpasar perlu ditata ulang. Nomenklatur keilmuan seni baik penciptaan, pengkajian maupun penyajian harus mampu menjawab berbagai tantangan dan dimanika zaman yang selalu berubah. Selain itu, karena ISI Denpasar berada dan dibesarkan di Tanah Bali, perubahan nomenklatur keilmuan lebih pas jika disertai perubahan nomenklatur kelembagaan.Nama Bali mesti dimuliakan dan terpatri dalam pemberian nama lembaga ini,” ujarnya.

Diskusi Kelompok Terpumpun juga menghadirkan Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Dikbudristek RI Prof. Nizam, Ph.D dan Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Dikbudristek RI DR. Wikan Sakarinto, MSC.Ph.D. Prof. Nizam menekankan pentingnya penguatan lembaga pendidikan seni di Nusantara, utamanya Pulau Dewata. Khusus terkait perubahan nama, ia mengingatkan agar jajaran ISI Denpasar membahasnya secara matang karena berkaitan dengan brand yang sudah mengakar di masyarakat. Sementara DR. Wikan lebih banyak menyinggung peran lembaga pendidikan seni daalm mencetak SDM yang mampu menghasilkan karya kreatif untuk menangkal pengaruh budaya asing.

Sementara itu, Rektor ISI Denpasar Prof. Wayan Adnyana menyampaikan bahwa transformasi dilatarbelakangi perkembangan dan perubahan yang terjadi begitu cepat dewasa ini.

“Sebagai lembaga pendidikan tinggi, sangat penting bagi ISI Denpasar untuk beradaptasi,” ujarnya.

Selain transformasi nomenklatur keilmuan, dalam perjalanannya juga mengemuka usulan perubahan nomenklatur lembaga. Gagasan perubahan nomenklatur lembaga itu didasari atas asumsi bahwa studio ISI tersebar di seluruh Bali, jadi dinilai kurang tepat menyandang nama ‘Denpasar’.

Tiga nama yang tengah digodok yaitu Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Institut Seni dan Media Kreatif Indonesia (ISMKI) Bali dan Institut Seni dan Teknologi Indonesia (ISTI) Bali. Menurutnya, transformasi nomenklatur ini masih membutuhkan pembahasan-pembahasan lebih lanjut.

Ketua Dekranasda Bali Minta Perajin Lokal Pandai Menata Display Produk

DENPASAR – Pantaubali.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster mengajak pelaku IKM/ UMKM se-Bali untuk belajar dan giat memperbaiki tata cara menata display produk yang akan dipasarkan, sebagai upaya menggulirkan roda perekonomian di tengah masa pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum juga berakhir.

Hal ini dilakukan serangkaian menyongsong pergerakan waktu sebagai persiapan di kala pandemi Covid-19 berakhir, maka IKM/ UMKM siap untuk kembali melaju kencang di tingkat mancanegara, dengan segala perubahan yang lebih optimal. Pernyataan ini disampaikan Ny Putri Suastini Koster saat Dialog IKM Bali Goes To Mall dengan tema “Memberdayakan Teknologi Bangkitkan Ekonomi Kreatif” yang diselenggarakan di Plaza Renon Mall – Denpasar, Sabtu (19/6).

Jika kreatif menata display produk dengan kemasan yang rapi dan menarik, maka secara otomatis akan mampu menaikkan harga jual produk kepada konsumen.

“Apabila kualitas produk yang ditambah dengan kemasan menarik, maka harga tawar barang juga akan naik. Ini kami lakukan selaku Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dalam rangka memperkenalkan mall sebagai tempat transaksi terbaru bagi perajin IKM/ UMKM nantinya. Di mana sebelumnya produk IKM/ UMKM belum pernah kita temui di mall-mall besar di Bali,” ujar Ny Putri Koster.

Pameran konvensional yang dilaksanakan di sejumlah mall besar di Bali secara bergilir adalah kesempatan bagi perajin untuk memasarkan produksinya, namun dengan harga yang sudah ditetapkan. Pameran konvensional atau offline ini dilakukan menyusul, setelah pemasaran produk IKM/ UMKM yang sebelumnya sudah dikenal melalui aplikasi Balimall.id.

“Dengan memberdayakan teknologi informasi maka kita akan dapat menguasai dunia, sehingga penting bagi pelaku IKM/ UMKM untuk menata kemasan yang rapi, baik dan menarik juga diperlukan penguasaan IT untuk ikut bersaing di dunia global. Tidak semua orang senang berbelanja langsung ke toko atau market, oleh sebab itu E_market place “Balimall.id” akan menjadi pilihan bagi mereka yang ingin berbelanja namun tetap berada di rumahnya, tanpa harus bertatap muka dan juga bersentuhan,” kata Ny Putri Koster.

Selain Ketua Dekranasda Provinsi Bali, dialog ini juga menghadirkan I Nyoman Sudharma (Direktur Utama Bank BPD Bali) I Made Bayu Adisastra (CEO Plaza Renon) dan Ni Wayan Sri Ariyani (CEO Balimall.id) sebagai narasumber.

CEO Balimall.id Sri Ariyani mengatakan bahwa setiap pelaku usaha wajib memanfaatkan teknologi digital sebagai wadah untuk berjualan dan memasarkan produknya. Sehingga tidak hanya masyarakat lokal yang bisa melihat lihat dan membelinya, namun masyarakat luar daerah bahkan mancanegara juga bisa menemukan produk kerajinan yang dijual tanpa harus mereka datang langsung ke toko atau lokasi penjual.

“Dan Plaza Renon sebagai mall yang dibuka empat tahun silam ini akan selalu siap untuk menyediakan tempat bagi pelaku IKM/ UMKM untuk memasarkan produk kerajinannya. Sehingga produk lokal akan semakin mudah ditemui oleh masyarakat umum, khususnya bagi mereka yang memilih mall sebagai tempat refreshing atau melepas penat,” ucap Bayu Adisastra selaku CEO Plaza Renon Mall.

Sementara Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan, pihaknya selaku salah satu perbankan di daerah Bali akan selalu siap mendukung permodalan bagi pelaku IKM/ UMKM yang membutuhkan.

Melalui dialog yang juga disiarkan langsung di channel YouTube ini diharapkan mampu menumbuhkan kemandirian bagi pelaku IKM/ UMKM Bali untuk dapat berkembang dan terus berbenah. Dengan program teranyar dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali yakni “IKM Goes to Mall” dan didukung oleh sinergitas antara Dekranasda Provinsi dan Dekranasda Kabupaten-Kota akan mampu membangkitkan semangat dan perputaran ekonomi ke depan.

Dialog spesial “IKM Goes To Mall” ini juga diisi dengan peragaan busana berbahan kain endek yang dibawakan oleh TP PKK Provinsi Bali, Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bali, dan sejumlah pegawai dari Biro Umum dan Protokol Setda Provinsi Bali.

Wagub Cok Ace,Dampingi Menteri Yasin Limpo Serahkan Bantuan Pertanian di Gianyar

GIANYAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mendampingi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dalam penyerahan Bantuan Pupuk Hayati Cair, Benih dan Alsintan di Provinsi Bali Tahun 2021 oleh Kementerian Pertanian RI di Subak Erjeruk, Sukawati, Gianyar, Sabtu (19/6).

Dalam sambutannya, Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini menyatakan Bali paling merasakan dampak dari adanya Wabah pandemi Covid-19 karena struktur ekonomi Bali dominan mengandalkan pada sektor pariwisata sebagai penghela sektor lainnya. Dalam kondisi sekarang ini, semua sektor ekonomi mengalami kontraksi, namun hanya sektor pertanian yang masih bertahan terhadap dampak mewabahnya pandemi Covid-19 ini.

“Kondisi tersebut menyadarkan kita semua untuk melakukan transformasi ekonomi Bali dengan mengkonstruksi pundamental pembangunan ekonomi Bali pada sektor pertanian dan UMKM yang mendukung sektor pariwisata,” ujarnya.

Lebih jauh dirinya menjelaskan selama ini pertanian sebagai sektor primer masih memegang peranan penting pada pembentukan PDRB Bali, setelah sektor Pariwisata. Pertanian sebagai industri biomasa tidak hanya dipandang sebagai sistem ekonomi produksi, tetapi harus dipandang sebagai multi fungsi pertanian yaitu sebagai penyedia lapangan kerja, menjaga pelestarian lingkungan dan sebagai pelestarian budaya agraris dengan lembaga subaknya.

“Dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, menuju Bali Era Baru, penyediaan pangan dalam jumlah yang cukup dan berkualitas serta aman dikonsumsi (food security & food safety), merupakan kewajiban yang harus tersedia sebagai pemenuhan hak-hak dasar masyarakat dan memastikan terpenuhinya kebutuhan pangan, sandang dan papan dalam jumlah dan kualitas yang memadai bagi kehidupan krama Bali dalam mewujudkan kemandirian pangan,” rincinya sembari menyampaikan Pemprov Bali telah membuat beberapa Produk Hukum dalam mendukung pertanian, salah satunya adalah Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik.

“Dengan transformasi ke organik, yang dari awalnya kimia, semoga hasil pertanian lebih bagus dan ada pengembangan – pengembangan baru sebagai dampak dari pandemi,” pungkasnya.

Sementara itu Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, menyatakan Bali dengan keunggulan Subaknya yang sejak dulu memiliki akselerasi pertanian setingkat lebih maju dibanding daerah lain, sepatutnya kembali menggairahkan sektor ini disamping sektor pariwisata.

“Pariwisata itu penting, tapi lebih penting itu makanan untuk kita semua, disamping juga sebagai ketahanan bangsa, serta nantinya bisa menjadi pendukung sektor pertanian,” cetusnya sembari menyatakan bantuan pemerintah terbatas, yang terpenting yakni merubah minat dan kemauan untuk bertani.

“Kebutuhan dasar manusia adalah pertanian, kebutuhan akan pertanian tak pernah menurun, malah kebutuhan dunia akan sektor ini cenderung terus meningkat. Pertanianlah jawaban dari tantangan pandemi ini, tentunya sistem dasarnya harus siap,“ imbuhnya sembari menyampaikan penyerahan bantuan pupuk organik cair guna meningkatkan produktivitas, pernaikan kualitas dan kuantitas hasil pertanian.

Wagub Cok Ace Masih Optimis Pariwisata Bali Akan Tumbuh Dengan Baik

DENPASAR – Pantaubali.com – Sejalan dengan kondisi perekonomian nasional, pertumbuhan ekonomi provinsi Bali pada Triwulan I 2021 tumbuh -9.85 (yoy), meningkat dibandingkan dengan Triwulan IV 2020 yakni sebesar -12,21% (yoy). Dari data tersebut terlihat bahwa pertumbuhan ekonomi sudah menunjukkan perkembangan kearah yang lebih baik walaupun belum terlalu signifikan.

Untuk itu, dengan berbagai macam kebijakan yang saat ini sedang dibuat oleh Pemerintah seperti Work From Bali, mendorong industri kecil menengah, mendorong industri pertanian dan lainnya maka diharapkan pariwisata akan tetap tumbuh dengan baik.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat menjadi narasumber dalam diskusi akhir pekan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) dengan tema “Membangun Resiliensi Perekonomian Bali” bertempat di Kebon Vintage, pada Jumat (18/6).

“Walaupun dengan keadaan pariwisata kita yang masih belum optimal karena penerbangan internasional masih ditutup, saya harap masyarakat tetap optimis terutama untuk para pengusaha agar tidak melakukan penjualan aset, karena saya yakin ketika nanti pariwisata kita normal kembali maka iklim pariwisata di Bali akan jauh lebih baik dari sebelumnya, untuk itu mari kita tetap optimis,” ujar Wagub Cok Ace yang juga merupakan Guru Besar di ISI Denpasar.

Lebih lanjut, Wagub Cok Ace menyampaikan bahwa karakteristik perekonomian Bali yang sangat dominan dipengaruhi oleh sektor industri pariwisata, sangat rentan terdampak terhadap isu lokal/regional maupun internasional seperti saat ini. Sehingga kedepan Bali harus bertransformasi mengikuti perkembangan ekonomi kreatif berbasis digital dan mengenali potensi ekonomi di daerah masing-masing.

Selain itu, Wagub Cok Ace juga mengatakan bahwa arah pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital di tengah pandemi menjadi kunci transformasi guna membangun ekonomi Bali. Perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan digital akibat pandemi telah mengubah hidup masyarakat. Inovasi dan digitalisasi adalah kunci dan tantangan terbesar sebagai strategi transformasi meningkatkan ketahanan perekonomian Bali. Dan dalam jangka panjang, sebagai prioritas utama pemulihan perekonomian Provinsi Bali kedepan adalah bidang pangan, sandang dan papan yang berdasarkan pada Tatanan Kehidupan Bali Era Baru, sehingga dapat mendorong sumber pertumbuhan ekonomi selain pariwisata.

“Saya harap diskusi akhir pekan yang dihadiri oleh perbankan yang ada di Bali ini dapat memicu semangat untuk menghasilkan ide atau gagasan inovatif guna meningkatkan Pembangunan Ketahanan perekonomian Bali kedepannya,” pungkas Wagub Cok Ace.

Dalam diskusi akhir pekan tersebut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho juga menjadi narasumber, acara juga turut dihadiri oleh Kepala Ombudsman Provinsi Bali, serta beberapa Kepala Perbankan terkait yang ada di Provinsi Bali.

Bupati Sanjaya, Apresiasi Semangat Gotong-royong Warga Dalam Ngaben Megabung di Banjar Manusmrtti

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengapresiasi pelaksanaan Upacara Pitra Yadnya (Ngaben Megabung) diselenggarakan masyarakat Banjar Adat Manusmrtti-Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Tabanan, yang mengutamakan semangat gotong-royong.Bupati Tabanan secara langsung turun hadiri prosesi upacara pengabenan dilaksanakan di Setra Adat setempat, Kamis, (17/6).

“Secara pribadi dan mewakili Pemerintah Kabupaten Tabanan, Saya merasa sangat gembira dan bersyukur dapat menyaksikan dan menghadiri undangan dari prawartaka karya,” jelasnya.

Dirinya berharap, dengan kehadirannya bersama para undangan lainnya mapu memberikan energi positif, sehingga upacara yang dilaksanakan dapat menjadi Karya yang Satwika, yakni para atma yang diupacarai memperoleh tempat terbaik.

“Saya juga sangat mengapresiasi Ngaben Megabung ini, apalagi kegiatan yang dilaksanakan oleh Banjar Adat Manusmrtti ini bertujuan untuk meringankan beban krama dalam melaksanakan upacara dan dilakukan berlandaskan semangat gotong-royong,” ucapnya.

Menurutnya hal tersebut merupakan perwujudan dari nilai-nilai semangat gotong-royong yang sangat sesuai dengan prinsip Tri Sakti Bung Karno. Juga merupakan wujud pelestarian adat dan budaya adiluhung Bali, terutama di Tabanan yang sesuai dengan visi dan misi Tabanan yang telah ditetapkan.

Dimasa Pandemi ini, Sanjaya tidak henti-hentinya berpesan kepada masyarakat agar dalam serangkaian kegiatan Ngaben Megabung tetap memperhatikan dan mengedepankan penerapan dengan ketat protokol kesehatan Covid-19, sehingga menghindari timbulnya kluster baru penyebaran virus Covid-19 di Tabanan.

Klian Adat Manusmrtti I Nyoman Sarjana, yang juga selaku Ketua Panitia Ngaben Megabung mengatakan, dalam pelaksanaan Ngaben Megabung ini sangat memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 sesuai anjuran Pemerintah sebagai upaya agar terhindar dari penyebaran Covid-19.

Terkait dengan pelaksanaan upacara, Ia mengatakan Ngaben Megabung ini dirangkaikan juga dengan upacara Metatah, Metelubulanan dan Ngaben Ngelangkir.

“Jumlah total 29 Sekah (arwah) untuk Ngaben Megabung, Metatah 38 Orang, Metelubulanan 32 orang dan Ngaben Ngelangkir 3 arwah,” tuturnya.

Mewakili seluruh masyarakat Banjar Adat Manusmrtti mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kehadiran Bupati Sanjaya beserta undangan yang hadir dan berharap upacara yang diselenggarakaan warganya berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa yang direncanakan.

Peringati HLUN, Sekda Dewa Indra Ajak Bangun Kesehatan dan Kesejahteraan Lansia Yang Berkualitas

DENPASAR – Pantaubali.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menghadiri pembukaan Seminar Nasional Kesehatan Lanjut Usia yang diselenggarakan serangkaian puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2021 bertempat di Agung Ballroom, Hotel Grand Inna, Sanur, Kamis (17/6).

Dalam sambutannya, Sekda Dewa Indra menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya seminar pada pagi hari ini sebagai salah satu komitmen kita bersama dalam mewujudkan lansia yang tidak saja sehat tetapi juga sejahtera dan produktif di usia senjanya.

“Menjadi lansia itu sudah pasti, menjadi lansia yang sehat, sejahtera dan produktif itu adalah pilihan yang harus kita wujudkan. Untuk itu perhatian pada lansia itu penting agar mereka tetap sehat dan sejahtera,” imbuhnya.

Dewa Indra menambahkan Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen tinggi dalam berbagai upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan para lansia. Salah satunya dengan membuat regulasi berupa Perda No 11 Tahun 2018 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia yang ditindaklanjuti dalam Peraturan Gubernur Bali No 48 Tahun 2020. Tidak hanya itu, lansia juga mendapatkan prioritas dalam pemberian Vaksinasi Covid 19 setelah tenaga kesehatan. Hal ini sebagai bukti dari komitmen kita bersama untuk mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan para lansia.

“Pemerintah berkomitmen tinggi dalam mewujudkan lansia yang sehat dan sejahtera. Untuk itu Saya berharap dari seminar ini akan ada ide atau gagasan yang dapat dijadikan pedoman bagi kita bersama untuk membangun kesehatan dan kesejahteraan lansia yang lebih baik kedepannya,” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono Harbuwono menyampaikan bahwasannya secara alamiah kondisi tubuh dan fisik lansia semakin lemah dan kognitif juga mulai melemah, sehingga merupakan tantangan bagi kita semua agar lansia bisa tetap sehat. Untuk mewujudkannya, Wamen mengatakan bahwa peningkatan kesehatan tidak dimulai saat masuk usia senja tetapi kesehatan mulai dijaga dari usia muda dan tetap terjaga hingga lansia.

Acara yang diselenggarakan secara luring dan daring ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, jajaran Kementerian Kesehatan serta pemerintah daerah dari seluruh Indonesia. Acara seminar yang mengangkat tema “Bersama Lansia Keluarga Bahagia” juga diisi dengan penyerahan Rencana Aksi Nasional (RAN) Kesehatan Lanjut Usia kepada Sekda Bali serta penyerahan plakat sebagai apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas cakupan vaksinasi pada lansia tertinggi seluruh Indonesia.