- Advertisement -
Beranda blog Halaman 797

Kapolres Tabanan Sambut Tim Penilai Nasional ZI, Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) Menuju WBBM

TABANAN – Pantaubali.com – Polres Tabanan menerima Kunjungan dari Tim Penilai Nasional Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Kedatangan Tim Penilai Nasional Zona Integritas (ZI) yang dipimpin Nadjamuddin Mointang. S.T. bersama dengan Tim pendamping Verifikasi Lapangan, Kombes Pol. Djarot Sambodo Logowo, S.H dan Kabag RBP Rorena Polda Bali AKBP Nyoman Ayu Astini, SE., MM., disambut langsung oleh Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, S.I.K., M.H., dengan kalungan bunga, juga tampak hadir dan ikut menyambut kedatangan Tim, PJU Polres Tabanan dan seluruh Personil Polres Tabanan.

Dalam acara penyambutan, Polres Tabanan menampilkan Tarian Zona Integritas (ZI) yang ditarikan oleh Polwan Polres Tabanan, sedangkan anggota Polres Tabanan yang lain dipimpin oleh IPDA I Nyoman Ardanayasa SH., telah siap menunggu kedatangan Tim menyanyikan ucapan selamat datang kemudian menggelorakan Yel Yel Zona Integritas (ZI) sebagai penyemangat.

Selanjutnya Kapolres Tabanan mengarahkan Tim untuk menuju Aula Wisnu Hartono, dalam sambutannya Kapolres Tabanan mengawali menyampaikan ucapan Selamat datang di Polres Tabanan, selanjutnya Kapolres menyampaikan paparan yang terkait dengan area perubahan dinmataranya : Manajemen Perubahan, Penataan Tatalaksana, Penataan Sistem Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik serta inovasi yang telah dilakukan Polres Tabanan.

Di bidang pelayanan publik Polres Tabanan telah mengupayakan pelayanan berbasis IT, “salah satunya pelayanan di bidang lalu lintas secara on line dan SIM Drive Thru, Samsat Drive Thru, SIM Delivery, Pelayanan SIM keliling di tempat Wisata dan tempat ibadah, juga memberikan layanan terpadu dengan Konsep Bale Bengong dengan jenis layanan “SIM , SKCK dan Sidik jari” berlangsung setiap malam Minggu dan hari Libur bertempat di Bale Bengong dalam Kota Tabanan,

Untuk mengedukasi Masyarakat dan juga untuk membentuk Karakter Anak usia diri agar tertib dan disiplin berlalu lintas, Sat lantas Polres Tabanan juga membentuk Kampung Tertib Lalulintas mengedepankan kearipan lokal bertempat di Banjar Sanggulan dan telah dinilai dan berhasil meraih peringkat juara Nasional.

Di bidang pelayanan SKCK dan dibidang pelayanan Reskrim juga dilakukan berbasis online, dengan tetap memberikan layanan dengan cepat dan humanis, Khusus dalam upaya pencegah Pandemi Covid-19 dilingkungan Kantor, Polres Tabanan menerapkan aplikasi Peduli lindungi untuk mengetahui jumlah masyarakat ataupun orang yang ada di Mako Polres Tabanan.

Terkait dengan layananan Pengaduan Masyarakat telah dibuka aplikasi Dumas Presisi sehingga memudahkan masyarakat untuk menyampaikan pengaduan, juga berkerjasama dengan Instansi terkait Polres Tabanan telah membentuk Kampung Anti Narkoba, guna mencegah peredaran gelap Narkoba dilingkungan perkampugan.

Dalam memaksimalkan pelayananan Polres Tabanan juga telah membangun Rumah Tahanan untuk memberikan layanan pembinaan kepada masyarakat yang sedang menjalani proses hukum di Polres Tabanan yang dilengkapi dengan sarana pendukungnya, juga membangun Bangunan baru Polsek Tabanan dan Gedung penyidik Sat Reskrim Polres Tabanan dan peruntukannya telah difungsikan, Kata Kapolres Tabanan.

Lebih lanjut Kapolres menambahkan “Polres Tabanan adalah Polres pertama yang berhasil meraih predikat WBK, selanjutnya Kami berharap Polres Tabanan nantinya yang pertama di Bali yang menerima predikat WBBM ( Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani ) ucap Kapolres, untuk selanjutnya Kami mohon petunjuk dan bimbingan agar dapat memajukan Polres Tabanan dalam upaya mewujudkan Zona Integritas menuju WBBM. Ucap Kapolres Tabanan

Setelah selesai paparan selanjutnya sesi tanya jawab, acara selanjutnya Ketua Tim Kemenpan RB melakukan peninjauan lapangan melihat dan mengecek langsung di Sentra pelayananan terpadu, Rumah Tahanan Polres Tabanan. Ketua Tim Kemenpan RB pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa peninjauan lapangan ini dilakukan sebagai pelengkap data untuk Polres Tabanan Menuju WBBM. Yang terpenting dalam memberikan pelayananan kepada masyarakat, Polres Tabanan melayani dengan baik dan penuh keikhlasan. ucapnya Ketua Tim.(Rilis)

Wakil Bupati Edi Wirawan Terima Audensi FKUB Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, SE., dalam hal ini juga menjabat selaku Ketua Dewan Penasehat FKUB Kabupaten Tabanan menerima audiensi dan silaturahmi rombongan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tabanan, Kamis, 2 Desember 2021, di Rumah Jabatan Wakil Bupati Tabanan.

Wabup Edi menyebutkan, Sebagai organisasi kemasyarakatan yang berbasis dengan nilai-nilai toleransi umat beragama, kita berharap FKUB Kabupaten Tabanan untuk tetap menampung aspirasi, membantu mengurai potensi konflik dan menyejukkan umat beragama di Kabupaten Tabanan

“Saya selaku Perwakilan Pemerintah Daerah sangat berharap FKUB ini tetap membangun komunikasi antar tokoh agama dan sama-sama segera meredam jika terdapat gejolak,”ujarnya

Lebih lanjut Wabup Edi juga mengapresiasi semangat pengurus FKUB Kabupaten Tabanan dalam membangun kerukunan antar umat beragama melalui program kerja yang telah dipaparkan dalam audiensi tersebut.

“Kami pada prinsipnya siap mendukung program yang dilakukan FKUB Tabanan, apalagi FKUB ini merupakan lembaga untuk menjaga kerukunan antara umat beragama, selain itu juga FKUB salah satu lembaga sebagai tempat penyelesaian permasalahan umat beragama,”pungkasnya.

Selanjutnya Wabup Edi mengatakan, terkait dengan permohonan dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan yang disampaikan oleh Sekretaris FKUB Tabanan I Made Sukadana, disarankan untuk berkoordinasi dengan instansi terkait, supaya segera dapat dibantu dari Pemkab Tabanan.

“Silakan segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait kami, semoga persoalan dan keinginan FKUB segera teratasi secara baik,” tutur Wabup Edi.

Sementara itu, Wakil Ketua FKUB Tabanan Haji Anwar mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memfasilitasi FKUB dalam menjalin komunikasi antar tokoh lintas agama guna terjalinnya komunikasi aktif yang positif, dan terima kasih juga kepada Wakil Bupati Tabanan beserta jajaran telah meluangkan waktu untuk FKUB bersilaturahmi dan audiensinya.

“Dapat kami laporkan bahwa sepanjang tahun 2021 ini, Kabupaten Tabanan dalam hal ini keadaan umat beragama aman dan kondusif dan tidak ada terjadi konflik,” tuturnya.

Sekretaris FKUB Tabanan I Made Sukadana menambahkan, tujuan kunjugan tersebut selain mempererat tali silaturahmi, pihaknya juga menyampaikan beberapa program FKUB kedepannya.

Bupati Tabanan Harapkan Festival Bonsai Sebagai Ajang Pelestarian Lingkungan

TABANAN – Pantaubali.com – Hampir sebanyak 700 bonsai dari berbagai jenis tanamam meramaikan Festival Bonsai ke-5 Tahun 2021 di Kabupaten Tabanan. Ajang seni mengolah tanaman ini mendapat apresiasi sekaligus dibuka secara langsung oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M., Rabu, (1/12) di lapangan Dangin Carik, Tabanan.

Seni yang mencakup berbagai teknik pemotongan dan pemangkasan tanaman, pengawatan serta membuat akar menyebar di atas batu ini mencuri perhatian Bupati Sanjaya. Nampak saat itu, dengan didampingi oleh anggota DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana, Asisten dan OPD terkait serta unsur muspika Kecamatan Tabanan, Ia sangat memperhatikan dan mengamati dengan rinci bentuk-bentuk bonsai.

Ia pun memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pestival bonsai ini apalagi digelar dalam rangkaian memperingati perayaan HUT Kota Tabanan ke 528. “Selaku Kepala Daerah, saya berharap inovasi ini tidak berhenti sampai disini saja. Karena disamping sebagai hobi, ini juga merupakan bentuk pelestarian lingkungan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi,” ujar Sanjaya

Jika ini ditekuni dengan sungguh-sungguh, menurutnya mampu menjadi sumber penghasilan tambahan bagi para pecinta bonsai. Apalagi dikatakannya bosai dari warga Bali tidak kalah bagus dari bonsai luar Bali maupun luar negeri. “Bonsai memiliki nilai estetika yang tinggi, jadi tidak salah jika ada yang sampai bisa dihargai ratusan juta bahkan miliaran,” imbuhnya.

Untuk itu, Ia juga berharap kepada seluruh pecintai bonsai agar menekuni dengan baik karena hal sangat potensial dijadikan sebagai sumber penghasilan tambahan. “Mudah-mudahan kedepannya festival bonsai ini semakin diminati oleh masyarakat. Mudah-mudahan juga Tabanan kedepannya bisa semakin jaya sehingga perekonomian kita bangkit dan berimbas pada kesejahteraan seluruh masyarakat,” pungkas Sanjaya.

Pada kesempatan yang sama, I Made Mudana selaku Ketua Panitia Lomba mengatakan, kegiatan ini disamping sebagai hiburan juga untuk menggeliatkan sektor ekonomi kecil menengah di Tabanan. “Pertama hiburan dan disamping itu mudah-mudahan kegiatan ini mendorong ekonomi kecil menggeliat lagi karena kan bener-bener masa sulit sekali saat ini dengan adanya pandemi,” tuturnya.

Disamping itu, Ia berharap lomba bonsai kali ini mampu menjadi wadah para pengrajin ataupun pengusaha bonsai untuk memasarkan produknya. “Lomba ini diikuti sekitar ratusan peserta dan ada sekitar 700 bonsai yang didominasi oleh bonsai endemik, seperti tanaman sentigi, beringin ataupun bunut. Tanaman dari luar juga ada,” imbuh Mudana. (Rilis)

Presiden: Hutan Mangrove Bentuk Komitmen Indonesia dalam Perubahan Iklim

DENPASAR – Pantaubali.com – Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengawali kunjungan kerjanya di Provinsi Bali dengan meninjau Mangrove Conservation Forest di Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, pada Kamis, 2 Desember 2021.

Kepala Negara mengatakan, hutan mangrove yang disiapkan untuk dikunjungi oleh para pemimpin delegasi Group of Twenty (G20) pada 2022 mendatang ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki komitmen yang kuat dalam penanganan perubahan iklim.

“Ini akan menunjukkan nantinya keseriusan kita merestorasi hutan mangrove, merehabilitasi hutan mangrove, merestorasi hutan gambut, dan merestorasi lahan-lahan kritis yang ada di negara kita. Saya kira komitmen itu yang ingin kita tunjukkan secara konkret, secara riil di lapangan. Nanti 20 kepala negara akan kita ajak semuanya ke sini,” tutur Presiden.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dyah Murtiningsih menuturkan bahwa rehabilitasi mangrove ini merupakan bentuk kerja sama dengan berbagai pihak. Dyah optimistis hutan mangrove tersebut akan siap dikunjungi para pemimpin delegasi G20.

“Kita juga sudah mengundang para ahli untuk membahas terkait dengan persemaian mangrove yang akan kita bangun di sini. Kita optimistis, yakin karena dengan bersama-sama dengan kementerian yang lain juga kita akan bersama-sama membangun, sehingga pada saatnya pada bulan Oktober kita sudah akan siap untuk menerima kunjungan dari anggota G20,” ucapnya.

Dyah menuturkan bahwa upaya ini bertujuan untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia bersungguh-sungguh dalam upaya rehabilitasi mangrove.

“Kalau kita melihat Tahura (Taman Hutan Raya) Ngurah Rai ini dulunya adalah tambak terbuka tahun 1992 dengan upaya yang sangat maksimal sehingga lokasi ini ataupun Tahura ini mangrovenya bisa terbangun dengan baik,” lanjutnya.

Kunjungi Bali, Presiden Akan Tinjau Sejumlah Fasilitas dan Infrastruktur untuk G20

JAKARTA – Pantaubali.com – Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada Kamis, 2 Desember 2021, bertolak menuju Provinsi Bali untuk melakukan kunjungan kerja. Presiden dan rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 08.00 WIB.

Setibanya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Presiden akan langsung meninjau sejumlah fasilitas dan infrastruktur yang rencananya akan digunakan pada gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 nanti.

Sejumlah fasilitas tersebut antara lain Mangrove Conservation Forest, infrastruktur jalan, pedestrian, jembatan, dan sejumlah lokasi di kawasan Nusa Dua.

Sementara itu, pada malam harinya Presiden direncanakan akan meninjau Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park yang terletak di Uluwatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Provinsi Bali antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, dan Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana.(Rilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Peringati Hari AIDS Sedunia, Wagub Cok Ace Ajak Masyarakat Bangun Kesadaran Bersama Perangi AIDS

DENPASAR – Pantaubali.com – Memperingat Hari AIDS sedunia yang jatuh pada hari ini 1 Desember, Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengajak seluruh masyarakat untuk membangun kesadaran bersama untuk memerangi AIDS. Hal ini disampaikan Wagub Bali dalam wawancaranya seusai melaksanakan kunjungan ke Kantor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali di Jalan Melati,Denpasar,Rabu (1/12).

Wagub Bali yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya menyampaikan, bahwasannya di tengah tengah pandemi Covid 19 kelihatannya jumlah penderita AIDS relatif mengalami penurunan, dimana hal ini mengindikasikan tumbuhnya suatu kesadaran di masyarakat untuk bersama menjauhi faktor resiko penularan AIDS. Kita berharap meskipun nantinya pandemi Covid 19 selesai, jumlah penderita AIDS juga terus menurun.

Ditambahkannya, penurunan kasus AIDS di tengah masyarakat selain disebabkan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menghindari faktor resiko dan menjalani pola hidup sehat, penurunan kasus juga disebabkan adanya perubahan pola pikir atau stigma masyarakat terhadap para penderita AIDS sehingga kesadaran masyarakat yang terinfeksi untuk berobat tinggi serta yang rentan beresiko memeriksakan dirinya sedini mungkin.

“ Kesadaran serta pemahaman masyarakat terhadap AIDS terus meningkat, penderita tidak lagi dikucilkan ataupun didiskriminasi di tengah masyarakat, disamping itu kemajuan teknologi dan pengobatan yang terus berkembang membuat masyarakat dengan kesadaran sendiri untuk berobat, saya harap kedepan kasus AIDS akan terus menurun seiring peningkatan kesadaran dari masyarakat, “ imbuhnya.

Sementara itu Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali A A Ngurah Patria Nugraha menyampaikan bahwasannya di tengah pandemi Covid 19 saat ini pihaknya tetap melakukan sosialisasi terkait HIV AIDS di tengah masyarakat baik melalui webinar maupun media online. Dengan demikian diharapkan kasus AIDS di Provinsi Bali khususnya terus menurun dan kesehatan masyarakat meningkat.

Gubernur Bali Mengecam Beredarnya Joged Porno

DENPASAR – Pantaubali.com -Gubernur Bali Wayan Koster merasa geram dan mengecam pelecehan terhadap kesenian tradisional Bali Joged Bumbung. Pelecehan ini sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu namun hingga kini belum dapat dihentikan.

Pada 1 Oktober 2021 yang lalu Gubernur Bali menerbitkan Surat Edaran No.6669 Tahun 2021, sebagai upaya melindungi dan melestarikan kesenian Joged Bumbung sesuai dengan pakem tari Bali, nilai-nilai adat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali. Namun demikian, pementasan dan tayangan Joged Bumbung yang tidak sesuai pakem terutama yang mengandung unsur pornografi masih marak terjadi. Oleh sebab itu Gubernur meminta aparat tidak ragu-ragu mengambil tindakan tegas.

“Kami mengecam dan sangat menyayangkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menampilkan kesenian Joged Bumbung dengan sengaja mempertontonkan adegan yang tidak terpuji, melanggar etika dan kesantunan tari Bali. Untuk itu aparat yang berwenang, Bupati/Wali Kota, Lurah, Perbekal dan Bandesa Adat agar mengambil tindakan tegas dan langkah penertiban” kata Gubernur Wayan Koster didampingi Kadisbud Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha, Selasa (30/11).

Pihaknya menegaskan dan menghimbau kepada seluruh masyarakat tidak lagi melecehkan kesenian Joged Bumbung sebagai seni tradisi Bali warisan budaya Leluhur.

“Kami tegaskan melalui Surat Edaran (SE) Gubernur No.6669 2021, Pemerintah Provinsi Bali secara resmi melindungi kesenian Joged Bumbung dari upaya pelecehan dan penyalahgunaan, maka seluruh pihak yang memiliki kewenangan agar mengambil langkah tegas apabila menemukan pementasan Joged Bumbung di luar pakem, ” ucapnya.

Lanjut Gubernur Koster menyatakan, bahwa kesenian Joged ini telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada tahun 2015, maka kita wajib melestarikan, melindungi, dan memuliakannya. Hal ini sejalan dengan Visi Pembangunan Bali, yaitu Nangun Sat kerthi Loka Bali, yang menjadikan Kebudayaan sebagai hulu pembangunan, oleh sebab itu semua objek Kebudayaan harus dilindungi. Untuk itu, seluruh warga masyarakat, seniman, dan budayawan harus turut serta mendukung dan berperan aktif menghormati, melindungi dan melestarikan kesenian Joged Bumbung yang memiliki nilai estetika tinggi.

Kepada instansi pemerintah, lembaga pendidikan, dan lembaga swasta, agar turut serta memberikan pembinaan kepada sanggar, sekaa, dan kelompok kesenian Joged di Bali agar melakukan pementasan yang baik dan benar. Begitu pula kepada pengelola hiburan, hotel, dan restaurant agar tidak lagi menampilkan kesenian Joged Bumbung yang tidak sesuai dengan pakem tari Bali. Kepada pengelola dan penggiat media social, youtuber, instragram, dan sebagainya diminta tidak menyebarluaskan konten kesenian Joged Bumbung yang mengandung unsur pornografi atau pornoaksi di platform youtube atau media social lainya.

Dengan semakin tidak terkendalinya pelecehan terhadap kesenian Joged Bumbung, Gubernur minta kepada Instansi Kepolisian, Bupati/ Wali Kota, Lurah/ Perbekel, dan Bandesa Adat mengambil langkah-langkah preventif, mencegah, dan memberikan tindakan tegas, tehadap pihak-pihak yang memfasilitasi atau menyelenggarakan atau pihak yang menggungah ke media social.

Untuk diketahui, beberapa konten Joged porno atau Joged jaruh kembali beredar luas diunggah di media social. Hal ini mengundang keprihatinan semua pihak seperti seniman, pencinta Joged Bumbung, budayawan, dan masyarakat, karena peredaran Joged porno ini telah menimbulkan citra negatif terhadap kesenian Bali. Kesenian Joged Bumbung ternodai oleh oknum yang tidak menghargai nilai-nilai artistik dan filosofi budaya Bali. Bahkan julukan Joged Bumbung kian melenceng, dikenal sebagai Joged ngebor, Joged jaruh, dan lain sejenisnya. Lebih parah lagi, kesenian Joged Bumbung yang sebelumnya diakui sebagai seni pertunjukan Bali yang bernilai estetika dan popularitas tinggi, belakangan ini terkesan sebagai kesenian murahan dan remeh temeh. (Rilis)

Komisi III DPRD Tabanan Raker Dengan OPD, Bahas Evaluasi Revisi UU Hak Cipta Kerja

 

TABANAN – Pantaubali.com  – Komisi III DPRD Tabanan menggelar rapat kooridinasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ) yang berlangsung di Rapat DPRD Tabanan, Rabu ( 1 Desember 2021).

Rapat yang berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita tersebut membahas evaluasi dampak revisi dari Undang Undang Hak Cipta Kerja terhadap regulasi pelayanan publik di Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Raker dipimpin Ketua Komisi III DPRD Tabanan A Agung Dharma Putra tersebut dihadiri Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tabanan, Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Tabanan, Kepala Dinas PMPTSP, dan Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Tabanan.

“Tujuan rapat kerja ini adalah untuk membahas evaluasi dampak dari revisi Undang Undang Hak Cipta Kerja terhadap regulasi pelayanan public di pemerintah kabupaten Tabanan. Kami ingin mendapatkan masukan masukan dari para OPD terkait,” jelas A A Dharma Putra  saat membuka raker.

Dukung Program KPK : Bupati Tabanan Menghadiri Seminar Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya didampingi oleh Asisten 3, Kepala Bakeuda, Kepala Inspektorat dan Kepala DPMTSP, mengikuti seminar Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang dilakukan secara hybrid di seluruh Indonesia, di TCC, Kantor Bupati Tabanan, Rabu (1/12).

Seminar Nasional bertema “Transformasi Perizinan Berbasis Risiko Pada Sektor Pertambangan” ini merupakan rangkaian peringatan (Hari Anti Korupsi Se-Dunia) Hakordia 2021 yang jatuh pada tanggal 9 Desember 2021 dan diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Koripsi. Dipimpin oleh Komjen Pol. Firli Bahuri, M.Si selaku ketua KPK dan disiarkan secara langsung dari Sulawesi Selatan, seminar ini juga dihadiri secara daring oleh Gubernur dan para Bupati atau Walikota Se-Indonesia.

Dalam seminar ini, Firli Bahuri selaku ketua KPK memberikan arahan pada seluruh Kepala Daerah yang mengikuti, terkait persoalan bangsa yang wajib untuk dituntaskan di Indonesia. Persoalan tersebut terbagi menjadi 4 hal ; yang pertama meliputi Bencana alam maupun non alam, termasuk krisis kesehatan yang disebabkan Pandemi Covid-19 dan melumpuhkan sektor ekonomi nasional. Selanjutnya adalah kasus penyalahgunaan narkoba, terorisme dan radikalisme dan terakhir adalah tindak pidana korupsi.

Kendala tersebut harus segera diselesaikan, guna mewujudkan tujuan nasional yang selaras Alinea ke-4 pancasila. Termasuk di dalamnya, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan Kehidupan bangsa dan Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang bedasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Bupati Sanjaya mengikuti kegiatan seminar nasional ini dengan sungguh-sungguh, karena hal ini dirasa sangat penting bagi jajaran pemerintahan utamanya, untuk memenuhi peran dalam berlangsungnya program pembangunan di Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi rangkaian Hakordia dengan tema Satu Padu Bangun Budaya Antikorupsi ini, sejalan dengan komitmen pemerintah Kabupaten Tabanan untuk terus Bersatu dan bersinergi dengan KPK serta para stakeholder dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di Tabanan” papar Sanjaya.

Lebih lanjut, Firli Bahuri mengamanatkan pada seluruh kepala daerah untuk memenuhi peran penting dalam menjalankan tugas negara, sesuai dengan peran kepala daerah yang memiliki mandat untuk mewujudkan tujuan negara serta bertanggung jawab untuk menjamin stabilitas politiki dan keamanan. Kemudian untuk menjamin keselamatan masyarakat dari segala gangguan bencana dan pertumbuhan ekonomi, menjamin kepastian kemudahan investasi dan perizinan berusaha, serta menjamin keberlangsungan program pembangunan nasional.

Ia berharap untuk terus ditanamkan dalam sikap pemimpin daerah bahwa Korupsi adalah kejahatan serius, Negara gagal dalam mewujudkan tugas Negara akibat korupsi.

“Korupsi bukan hanya kejahatan merugikan keuangan negara, bukan saja merugikan perekonomian negara, tetapi korupsi merupakan bagian dari kejahatan merampas hak-hak rakyat dan hak asasi manusia, karena itu korupsi bisa dikatakan sebagai kejahatan melawan kemanusiaan” tegasnya.

Seminar berlangsung sejak pukul 08.00 pagi dengan dua pemateri utama yakni Staf Khusus Menteri ESDM dengan materi Pendelegasian Kewenangan Perizinan Pertambangan Antar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dan Staf ahli BIdang Peningkatan Daya Saing Penanaman Modal Kementerian Investasi atau BKPM, terkait Transformasi Perizinan Berbasis Risiko Dalam Perizinan Tambang.

DirinulDilanjutkan dengan sesi diskusi oleh stakeholder terkait dan para penanggap yang berhadapan langsung dengan sektor perizinan di bidang pertambangan.,(Rilis)

Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace Menerima Kunjungan Dubes Negara Uni Eropa Untuk Indonesia

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menerima audensi Duta Besar Negara Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket di ruang tamu Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (Soma Wage, Medangsia) 29 Nopember 2021.

Gubernur Bali, Wayan Koster yang juga didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Wayan Jarta dan Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Cok Bagus Pemayun dihadapan Vincent Piket menjelaskan penanganan Pandemi Covid -19 di Provinsi Bali.

“Saat ini kondisi Bali sudah membaik, penyebaran Covid – 19 sudah melandai secara konsisten dan stabil pada angka yang cukup nyaman. Tingkat kesembuhannya cukup tinggi mencapai 96,3%, dengan kasus aktif berkurang secara drastis dikisaran 2 digit. Termasuk juga yang meninggal sekarang sudah turun, bahkan tidak ada lagi yang meninggal, selalu dibawah 5 kasus. Sementara itu, kasus aktif komulatif yang tercatat hingga saat ini tersisa 150 orang, 90 orang dirawat di RS, sisanya isolasi terpisah,” jelas Gubernur Bali seraya mengatakan antusias masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi juga sangat tinggi.

Tercatat dari total jumlah masyarakat Bali yang harus mendapat vaksinasi sejumlah 3,4 juta penduduk, saat ini telah melampaui target, dimana sebanyak 101% telah mengikuti vaksinasi tahap pertama, dan sebanyak 88% telah mengikuti tahap kedua. Sehingga sudah tercapai herd immunity (kekebalan kelompok, red) di masyarakat dan ini membuat penyebaran pandemi pun terkendali.

Dengan perkembangan penanganan pandemi yang sudah semakin baik, Bali pun sudah dalam kondisi aman dan nyaman untuk dikunjungi. Hal ini terlihat dari semakin meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan domestik, yang mencapai lebih dari 20 ribu orang datang ke Pulau Dewata, baik melalui jalur laut maupun udara. Begitu pula aktivitas dan perekonomian masyarakat Bali pun menjadi semakin menggeliat.

Kondisi tersebut menurut Gubernur Bali jebolan ITB ini diharapkan dapat tetap terjaga terus, sehingga tidak terjadi lagi lonjakan kasus seperti sebelumnya yang berlanjut hingga bulan Juli Agustus 2021. Mengingat lonjakan kasus aktif memberikan dampak drastis pada ekonomi masyarakat Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata, dimana kontraksi ekonomi-nya mencapai 9,37%, atau terdalam dan terparah di Indonesia.

Oleh karena itu, Kami di Bali berusaha terus menjaga perkembangan pandemi tetap stabil, dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat baik menggunakan masker, menjaga jarak dan sebagainya. Saya juga mengajak masyarakat untuk secara partisipatif dan tertib mentaatinya, mulai dari anak anak hingga manula agar tetap tertib menggunakan masker, jelas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Penerapan Prokes secara disiplin terus Kami sampaikan, agar kondisi Bali tetap stabil dari penyebaran pandemi. Hal ini dikarenakan Bali dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan Presidensi KTT G20 pada tahun 2022 mendatang.

“Bali mendapat pesan secara khusus dari Presiden RI, Joko Widodo agar bisa menjaga situasi pandemi dan tidak terjadi lagi lonjakan kasus aktif Covid-19,” kata mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini seraya berdoa pelaksanaan KTT G20 di Bali berjalan dengan lancar dan menjadi momentum pemulihan pariwisata dan ekonomi Bali.

Terkait pembukaan pariwisata mancanegara untuk 19 negara, Gubernur Bali menyatakan bahwa saat ini memang belum ada respon yang signifikan dari para wisatawan asing. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh adanya kebijakan dari negara masing-masing yang masih mengamati perkembangan pandemi.

Kami sudah mengupayakan agar tidak ada karantina bagi wisatawan yang berkunjung, cukup berdasarkan hasil Swab PCR negatif. Tapi Pemerintah Pusat memiliki pandangan berbeda, dan mengeluarkan kebijakan untuk tetap mengikuti karantina selama 3 hari dari awalnya 5 hari, ungkap orang nomor satu di Pemprov Bali ini.

Lebih lanjut, Gubernur Koster dihadapan Duta Besar Negara Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket memaparkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala menuju Bali Era Baru dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama yakni alam, krama dan kebudayaan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana yang berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi.

Berbagai kebijakan yang mendukung pemulihan alam Bali beserta isinya, baik di dalam menjaga, memelihara dan melestarikan alam agar tetap harmonis, disebutkan Guberrnur Bali, Wayan Koster bahwa saat ini telah ada regulasi di Pulau Dewata lebih dari 40 Peraturan Daerah (Perda) dan 25 Peraturan Gubernur (Pergub) yang telah diterbitkan.

“Perda dan Pergub Bali yang diterbitkan untuk menjaga keharmonisan alam Pulau Dewata ini hadir disaat Saya dilantik menjadi Gubernur Bali bersama pasangan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati,”jelasnya yang disambut dengan baik oleh Duta Besar Negara Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket.

Mengakhiri pertemuannya, Gubernur Koster mengharapkan kerjasama yang konkrit bisa terjalin dengan baik yang saling menguntungkan antara Uni Eropa dengan Bali.

Setelah event KTT G20 usai, Kami mohon dukungan penuh dari Uni Eropa dalam upaya pemulihan Bali dari dampak pandemi, pungkasnya.

Sebelumnya, Dubes Uni Eropa, Vincent Piket menyampaikan apresiasi atas penanganan pandemi Covid-19 di Bali yang semakin efektif, dan melihat secara langsung perkembangan meningkatnya kunjungan wisatawan domestik.

“Saya pun memandang perlu adanya prinsip kehati-hatian di dalam membuka gerbang wisatawan mancanegara, mengingat prioritas event besar G20 akan dihelat di Bali,” kata Vincent Piket seraya memberikan informasi bahwa perspektif negara- negara Uni Eropa terhadap pandemi memang banyak ketidakpastian, terutama adanya info tentang gelombang 3 dan 4, termasuk di negara Kami saat ini juga sedang mengantisipasi virus yang berasal dari Afrika Selatan. Jadi pengalaman yang Kami perhatikan di luar negeri banyak terjadi lonjakan kasus pada orang-orang yang belum menerima vaksinasi.

Mendengar kebijakan yang berpihak kepada pelestarian alam Bali beserta isinya, Vincent Piket menyatakan ketertarikannya terhadap kebijakan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai yang telah diterbitkan Gubernur Bali, Wayan Koster.

“Untuk itu, Saya menyampaikan keinginan untuk menjalin kerjasama terkait dengan kebijakan tersebut. Karena kebijakan-kebijakan yang diterbitkan di Bali sangat memihak terhadap alam dan lingkungan. Jadi Kami sangat mengapresiasinya, terutama kebijakan pengurangan sampah plastik sekali pakai,” pungkasnya.