- Advertisement -
Beranda blog Halaman 770

Bupati dan Wabup Serta Ketua DPRD Tabanan Hadiri Prosesi Tawur Agung Kesanga di Catus Pata Kota Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Menyambut Catur Brata Penyepian Tahun Baru Caka 1944, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, bersama Wakil Bupati I Made Edi Wirawan, SE, Dan juga Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga melaksanakan persembahyangan sekaligus mengikuti prosesi upacara Tawur Agung Kesanga dan Tumpek Wayang, Rabu, (2/3).

Kegiatan yang dipusatkan di Catus Pata Desa Adat Kota Tabanan itu dipuput oleh Ida Pandita Grya Taman Sari, Ida Pandita Buda Grya Jadi, Ida Rsi Grya Tasik dan Ida Pandita Mpu Nabe Grya Pangkung Prabu. Turut hadir saat itu, jajaran Forkopimda dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan serta masyarakat setempat.

Upacara tawur agung ini digelar secara rutin sehari menjelang perayaan pergantian tahun baru caka, yang dimaksudkan untuk nyomia bhuta kala, yakni mengembalikan buta kala kealam dengan menyediakan persembahan berupa caru tawur agung. Dengan digelarnya upacara ini diharapkan akan tercipta keseimbangan buwana agung dan buwana alit (mikrokosmos dan makrokosmos).

Di kesempatan itu, Bupati Sanjaya berharap Tawur Agung Kesanga yang nantinya digelar di Desa masing-masing khususnya di Tabanan, dapat dilaksanakan dengan baik dan tetap mematuhi serta menerapkan protokol kesehatan. Sehingga perayaan ini berjalan damai dan dan lancar dan saling menjaga keselamatan bersama.

Bupati Sanjaya juga mengajak, agar pergantian tahun baru caka ini diisi dengan kegiatan yang sesuai dengan dharma catur berata penyepian. “Semoga suasana yang damai ini dapat dijadikan momen bagi kita bersama untuk mulat sarira menyongsong perubahan guna mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru,” pinta Sanjaya. (Rilis)

Gubernur Bali, Wayan Koster Secara Spontan Tinjau 4 Ogoh – Ogoh di Kota Denpasar

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster secara spontan meninjau 4 Ogoh – Ogoh di Kota Denpasar pada, Minggu (Redite Wage Wayang) 27 Februari 2022 bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.

Empat Ogoh – Ogoh yang ditinjau merupakan hasil karya seni dari ,Yowana / Sekaa Truna Satya Dharma Kerthi asal Banjar Kaja, Desa Sesetan dengan tema ‘Dana Maya Sandhi, Yowana / Sekaa Truna Tunas Muda asal Banjar Dukuh Merta Jati, Desa Sidakarya dengan tema ‘Grubug, Yowana / Sekaa Truna Sari Sangraha asal Banjar Pesanggaran, Desa Pedungan dengan tema ‘Katadah Kala’; dan Sekaa Truna Yowana Saka Bhuwana asal Banjar Tainsiat, Desa Dangin Puri Kaja dengan tema ‘Kepet Agung’.

Kedatangan Gubernur Wayan Koster membuat para yowana kaget, pasalnya orang nomor satu di Pemprov Bali ini hadir tanpa diagendakan secara resmi. Sambil megagapan nasi jinggo, Gubernur Bali langsung menyapa ‘mecapatan’ ke para Yowana sambil memberikan motivasi dan semangat di dalam berkesenian membuat Ogoh – Ogoh.

Gubernur Bali jebolan ITB ini memberikan apresiasi atas hasil karya seni dan kreativitas para Yowana di dalam menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1944, dimana Bale Banjar yang ada di Bali, khususnya di Kota Denpasar selain memang menjadi tempat melestarikan kebudayaan Bali, kemudian untuk tempat melatih skill dibidang seni seperti adanya Lomba Sketsa Ogoh – Ogoh dan Lomba Membuat Tapel Ogoh – Ogoh di Banjar Dukuh Merta Jati, namun para Yowana juga telah menyulap Bale Banjar sebagai sumber pendapatan ekonomi Sekaa Truna seperti dibukanya stand UMKM berupa produk baju Kedux Garage di Banjar Tainsiat.

Yowana sangat antusias atas kedatangan Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini, dengan memberikan apresiasi sekaligus mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Wayan Koster. Para Yowana juga memperlihatkan keahliannya dihadapan Gubernur Bali, seperti adanya anak usia dibawah 10 tahun sudah bisa memainkan gambelan gender, kemudian Gubernur Koster mendapatkan kehormatan untuk menjadi Dewan Juri Lomba Sketsa Ogoh – Ogoh dan Lomba Membuat Tapel Ogoh – Ogoh di Banjar Dukuh Merta Jati.

Saking antusiasnya, mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini kemudian memanfaatkan kunjungannya dengan mempromosikan produksi arak tradisional lokal Bali sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali, serta mengkampanyekan produk kopi lokal Bali dengan mengajak Yowana ‘toast’ kopi tanpa gula isi arak.

Mengakhiri kunjungannya, Gubernur Bali menyatakan hasil dari kreatifitas seni pembuatan Ogoh – Ogoh yang dilakukan oleh Yowana ternyata mampu menciptakan seniman baru yang unggul dan berkarakter budaya Bali.

Sehingga Bali pada umumnya dan di Kota Denpasar pada khsusunya banyak melahirkan maestro – maestro kreator Ogoh – Ogoh dengan bentuk yang sangat indah. Karena itu, Gubernur Bali, Wayan Koster berpesan kepada Yowana / Sekaa Truna agar menjaga kesehatan serta jangan pernah lelah melestarikan adat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali.(Rilis)

Warga Banjar Ole Akhiri Hidup di Kebun, Diduga Terlilit Hutang Piutang

TABANAN – Pantaubali.com – Ditemukan jenazah warga Banjar Ole, Marga Dauh Puri, Tabanan berinisial IWD (31) yang ditemukan mengatung di kebun di Desa setempat, Minggu,(27/2) kurang lebih pukul 22.00 wita.

Adapun kronologis singkat kejadian tersebut disampaikan, Kasi Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagio, dalam laporan tertulisnya, Senin,(28/2) menjelaskan, pada hari Minggu sekitar pukul 20.15 Wita ada beberapa saksi ketika masuk kedalam kamar korban melihat ada surat di atas tempat tidur korban.Selanjutnya diserahkan kepada salah satu saksi yang mana dalam surat tersebut berisi pesan “Alih cang di uma kaja kauh “ ( cari saya disawah di barat daya ).

Sehingga selanjutnya adiknya bergegas mencari korban bersama dengan teman-temannya ke arah disebutkan dalam surat tersebut, dan sekitar pukul 21. 15 , salah satu saksi yang merupakan adik korban melihat korban sudah dalam keadaan tergantung disebuah cabang pohon rambutan menggunakan tali plastic warna biru dengan ketinggian sekitar lima meter.

Selanjutnya menyampaikan kejadian tersebut kepada keluarganya , kemudian korban diturunkan dengan bantuan warga dan dievakuasi oleh ambulance BPBD Kabupaten Tabanan menuju RSUD Tabanan.Setelah tiba di RSUD Tabanan dan dilakukan pemeriksaan oleh Dokter dinyatakan bahwa korban murni gantung diri dan tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Adapun hasil pemeriksaan team medis RS. Tabanan yaitu, Adanya tanda bekas jeratan pada leher korban dan adanya air mani,” katanya dalam keterangan laporan tertulisnya.

Sembari Subagio menambahkan, adapun motif dari koraban nekat mengakhiri hidup dengan gantung Diri dikarenakan korban diduga memiliki masalah hutang piutang.

Palinggih Ratu Brayut, Diyakini Tempat Memohon Keturunan

GIANYAR – Pantaubali.com – Palinggih Ratu Brayut poisisinya tepat di bagian sebelah kanan Kori Agung (Candi kurung) menghadap ke barat di Pura Er Jeruk di Desa Adat Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Terlihat bangunan Palinggih berbentuk gedong terbuka di bagian depan dan di sisi yang lain tertutup.

Di Pelinggih tersebut terdapat beberapa tokoh arca menunjukkan ciri serba gemuk, berupa dua arca Pendeta Laki dan Perempuan masing-masing dengan sikap duduk Padmasana dan Wajrasana sebuah arca badut (lucu) di depan arca Pendeta, empat arca raksasa di samping kanan dan kiri arca badut masing-masing dua buah arca dan sebuah relief kepala arca raksasa digantung pada batang pohon dalam bentuk panil.

Kemudian berkaitan dengan fungsi arca-arca, menurut keyakinan masyarakat setempat bahwa, arca-arca distanakan di dalam palinggih merupakan perwujudan istadewata mengemban misi kesuburuan.

Menurut keterangan, Pekaseh Gede, Subak Gede Sukawati, I Made Diartawan serta dari sumber Buku “Pura Khayangan Jagat Er Jeruk” ditulis Dr. Drs. Anak Agung Gede Raka, M.Si dan Drs. I Wayan Sudana, MSi terbitan Humas Panitia Karya Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk cetakan pertama Januari 2019 disebutkan, sebagai media untuk memohon kesejahteraan.Khususnya bagi pasangan suami isteri yang selama masa perkawinannya belum mendapatkan keturunan atau anak, dengan menggunakan sarana upakara tertentu dan memohon untuk mendapatkan keturunan atau anak.

Bila dihungkan dengan keberadaan tokoh-tokoh arca diujudkan serba gemuk (besar), adalah sesuai dengan fungsi diemban-nya yaitu, sebagai pemberi kesuburan.Menurut keyakinan Hindu, bahwa Dewa yang dihubungkan dengan pemberi keturunan disebut Ratu Brayut yang selalu diujudkan sebagai seorang Ibu memiliki banyak anak.

“Pelinggih Ratu Brayut atau pelinggih Ratu Pengantenan terletak di Madya Mandala Pura Er Jeruk pelinggih ini dipercaya sebagai tempat memohon keturunan bagi pasangan suami istri yang sudah lama menikah akan tetapi belum dikaruniai keturunan.Bahkan banyak sudah membuktikan dari luar Pulau Bali sudah sempat tangkil,” paparnya belum lama ini di Pura setempat.

Adapun sarana perlu di bawa krama untuk dihaturkan nantinya berupa, Pejati beserta Canang Sari.

“Biasanya krama akan melakukan permohonan tangkil pada rahinan Purnama, Tilem, dan Kajang Kliwon.Namun terkadang ada juga datang tidak pada hari-hari suci tergantung keinginan saja,” katanya.

Dirinya menambahkan, saat akan melakukan permohonan pemedek dapat memendak Pemangku selanjutnya akan dienter oleh Pemangku di Pura.

Menjelang Hari Raya Nyepi, BI Sebut Transaksi Tunai dan Non Tunai Meningkat di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 jatuh pada 3 Maret 2022, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mencatat kebutuhan uang tunai masyarakat di Provinsi Bali Februari 2022 sebesar Rp 692 Miliar, meningkat sebesar 149% jika dibandingkan Januari 2022 sebesar Rp 278 Miliar.

Dalam rangka mengantisipasi kenaikan kebutuhan uang tunai di masyarakat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali telah menyediakan uang tunai dengan jumlah maupun pecahan yang cukup yaitu sebesar Rp3,5 Triliun atau 3,5 kali dari kebutuhan uang tunai di masyarakat.

Selain itu dalam rangka memperingati kesucian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan perbankan se-Provinsi Bali melakukan penyesuaian waktu layanan operasional seperti, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali tidak melakukan kegiatan operasional pada hari Rabu sampai Jumat, 2 sampai 4 Maret 2022, sehingga layanan penarikan dan penyetoran kas perbankan, serta kegiatan pertukaran warkat debet (Cek atau Bilyet Giro) ditiadakan. Selanjutnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali akan kembali membuka layanan seperti biasanya pada hari Senin,7 Maret 2022.

Sarana Penarikan Tunai dan kegiatan transaksi lainnya dengan menggunakan mesin ATM, secara umum dan secara bertahap pada hari Rabu,2 Maret 2022 mulai pukul 12.00 WITA, dinonaktifkan atau tidak beroperasional, dan akan kembali beroperasi normal mulai, Jumat,4 Maret 2022 pada pukul 06.00 Wita, itu disampaikan, Kepala, Perwakilan Bank Indonesia (BRI) Bali,Trisno Nugroho.

“Layanan perbankan yang berbasis elektronik atau digital seperti mobile banking tetap beroperasi seperti biasanya sepanjang ditunjang dengan sarana jaringan komunikasi atau internet,” ujarnya, Senin,(28/2) di Denpasar.

Sejalan dengan perkembangan transaksi nontunai, jumlah transaksi pembayaran digital berbasis QR Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Bali juga meningkat sebesar 341% (yoy) dari 270 ribu transaksi pada tahun 2020 menjadi 1,2 juta transaksi pada tahun 2021.

Sementara dari sisi nominal, juga meningkat sebesar 386% (yoy) yaitu dari Rp22,7 Miliar pada 2020 menjadi Rp110,6 Miliar pada 2021.

“Peningkatan jumlah transaksi QRIS didukung oleh semakin meluasnya pelaku usaha yang telah menerima pembayaran digital berbasis QRIS,” cetusnya.

Jumlah pedagang atau merchant QRIS di Provinsi Bali per Januari 2022 tercatat sebanyak 408.268 merchant atau meningkat sebanyak 225.200 merchant (123% yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021, yang tercatat sebanyak 183.068 merchant.

Selanjutnya untuk semakin mendorong penggunaan pembayaran digital berbasis QRIS, Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan meningkatkan limit transaksi QRIS dari semula Rp5 juta menjadi Rp10 juta per transaksi, berlaku efektif sejak 1 Maret 2022 untuk mendorong konsumsi masyarakat dalam rangka mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Sembari Dirinya menambahkan, dalam masa pandemi Covid-19, Bank Indonesia menghimbau masyarakat agar selalu tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dan tetap berhati-hati dalam bertransaksi pembayaran, baik secara tunai maupun non tunai dengan selalu menjaga kerahasiaan informasi pribadi seperti username, password, PIN, serta kode OTP (one time password).

Warga Banjar Ole Ditemukan Meregang Nyawa di Kebun

TABANAN – Pantaubali.com – Dari laporan data tertulis Badan Penanggulangan Bencana Daera (BPBD) Kabupaten Tananan pada Minggu,(27/2) kurang lebih pukul 22.00 wita telah ditemukan orang gantung diri disalah satu Kebun, di Banjar Ole, Marga,Tabanan dengan korban berinisial IWD (31).

Jenazah orang gantung diri tersebut selanjutnya langsung di evakuasi ke BRSU Tabanan.

Adapun Tim dilibatkan dalam evakuasi jenazah tersebut, TRC BPBD Tabanan, Polsek Marga serta Masyarakat setempat.

Nyepi Tahun ini, Layanan Data Seluler dan IPTV Dimatikan

DENPASAR – Pantaubali.com – Dalam rangka Hari Raya Nyepi tahun Saka 1944 yang jatuh pada 3 Maret 2022, maka layanan data seluler dan IPTV akan dimatikan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Pemerintah Provinsi Bali, Gede Pramana dalam siaran persnya di Denpasar, pada Minggu (27/2).

“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, provider yang melayani data seluler dan IPTV di wilayah Provinsi Bali dan sekitarnya akan mematikan data seluler dan IPTV pada Kamis, 3 Maret 2022 pukul 06.00 WITA s/d Jumat 4 Maret 2022 pukul 06.00 WITA. Hal itu sudah diperkuat dengan SE Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 2 Tahun 2022 serta Surat Seruan Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Bali Tahun 2022,” jelasnya.

Ini artinya layanan data seluler di HP akan dimatikan, namun pada objek vital dan untuk kepentingan umum lainnya masih tetap berjalan. Objek vital tersebut seperti layanan rumah sakit, kantor kepolisian, militer, BPBD, BMKG, BASARNAS, bandara, pemadam kebakaran, dan lainnya yang sejenis tetap beroperasional. Ia menambahkan layanan telepon, SMS dan internet fiber optik tetap dapat digunakan selama hari raya Nyepi. Menurutnya itu bertujuan untuk memudahkan masyarakat jika saat hari raya Nyepi berlangsung perlu mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan.

Sebelum melakukan penghentian, Pemerintah akan mensosialisasikan kepada masyarakat Bali melalui SMS.

“Kami akan mengirim SMS kepada masyarakat yang tinggal di wilayah Bali sebelum perayaan Nyepi, sehingga masyarakat bisa melakukan persiapan,” imbuhnya.

Dia pun menambahkan, sebagai upaya antisipasi terhadap permasalahan yang mungkin terjadi, maka Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Denpasar akan tetap melaksanakan monitoring selama pelaksanaan Hari Raya Nyepi.

Gede Pramana berharap masyarakat untuk tetap tertib serta mematuhi ketentuan yang berlaku selama perayaan hari raya Nyepi apalagi masih berlangsung dalam masa pandemi. “Saya harap seluruh masyarakat yang ada di Bali memaklumi dan menjalankan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga perayaan Nyepi tahun ini dapat berlangsung dengan khidmat,” tutupnya. (Rilis)

Usai Tinjau Infrastruktur G20, Gubernur Bali Wayan Koster Mendadak Kunjungi Pembuatan Ogoh – Ogoh ‘Raksasa’ di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster tiba-tiba mengunjungi STT. Dwi Dharma Putra di Banjar Gubug Belodan, Desa Adat Gubug, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan yang sedang membuat Ogoh – Ogoh ‘Raksasa’ pada, Jumat (Sukra Paing Ugu) 25 Februari 2022 malam, usai orang nomor satu di Pemprov Bali ini meninjau infrastruktur pendukung KTT G20 bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI, Luhut Binsar Panjaitan di Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Padangsambian di Kota Denpasar serta TPST Mengwitani di Kabupaten Badung.

Kedatangan Gubernur Wayan Koster dihadapan Yowana atau Sekaa Truna tidak disangka-sangka akan datang, bahkan sampai megagapan nasi jinggo dan kopi tanpa gula isi arak.

Pada kesempatannya, Gubernur Koster memberikan semangat dan motivasi kepada STT. Dwi Dharma Putra yang sedang membuat Ogoh-Ogoh ramah lingkungan dan latihan megambel. Gubernur Bali kemudian menjelaskan tujuan kedatangannya secara diam-diam dan mendadak, yakni untuk mengetahui proses pembuatan Ogoh – Ogoh yang dilakukan oleh Yowana atau generasi muda pada malam hari, mengingat Ogoh – Ogoh ini akan dijadikan salah satu prasarana Nyomya Bhuta Kala saat malam pengrupukan, atau sebelum Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1944.

“Saya sangat apresiasi para Yowana yang telah semangat melestarikan kebudayaan Bali, dan Ogoh – Ogoh yang dibuat sudah sesuai dengan harapan Kita bersama yakni ramah lingkungan,” ujar Gubernur Koster yang tercatat telah mengeluarkan Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali ini, serta Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Yowana atau Sekaa Truna Dwi Dharma Putra merasa bangga dikunjungi Gubernur Wayan Koster dan mengucapkan terimakasih dengan mengajak Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini toast (bersulang, red) kopi tanpa gula isi arak, yang kemudian disambut tepuk tangan.

Mengakhiri kunjungannya, Gubernur Bali, Wayan Koster berpesan kepada Sekaa Truna Dwi Dharma Putra untuk tetap menjaga kesehatan. Kemudian para Sekaa Truna Dwi Dharma Putra dengan kompak memekikan semangat merdeka dihadapan Gubernur Koster.

Sebelumnya Gubernur Bali jebolan ITB ini dengan gaya blusukannya dan senyap tercatat telah meninjau pembuatan Ogoh – Ogoh ‘Kepet Agung’ yang dibuat oleh Sekaa Truna Yowana Saka Bhuwana, Banjar Tainsiat, Kota Denpasar pada, Minggu (Redite Paing Ugu) 20 Februari 2022 dan meninjau pembuatan Ogoh – Ogoh ‘Celuluk’ yang dibuat oleh Yowana atau Sekaa Truna Sentana Luhur, Banjar Kelodan, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar pada, Senin (Soma Pon Ugu) 21 Februari 2022.(Rilis)

Kepengurusan Baru IJTI Pengda Bali Periode 2022-2026 Terbentuk, Ananda Bagus Terpilih Ketua

TABANAN – Pantaubali.com -Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Bali melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) ke-4 yang bertempat di Umadhatu Resort, Tabanan.

Musda merupakan agenda 3 tahunan yang bertujuan untuk melaporkan perkembangan organisasi pada pengurus sebelumnya, sekaligus memilih pengurus IJTI Daerah Bali yang baru.

Musda IJTI Pengda Bali pada tahun 2022 ini dihadiri oleh 21 orang yang merupakan wartawan televisi dari berbagai media televisi di Provinsi Bali.

Ketua IJTI Pengda Bali periode 2018-2021, Anak Agung Gede Kayika dalam sambutannya mengungkapkan IJTI Bali memiliki tanggung jawab besar dalam mengembangkan kualitas anggota dan jurnalisme di Bali.

“Saya harap siapapun yang terpilih nanti sebagai pengurus, tetap jaga kekompakan dan Marwah IJTI,” tegas Agung Kayika yang merupakan wartawan Kompas TV ini.

Mengingat masih dalam kondisi pandemi Covid-19 khususnya kasus varian Omicron meningkat, Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan yang hadir secara daring membuka kegiatan Musda tersebut.

Selain membahas laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2018-2021, Musda juga membahas berbagai ide dan saran untuk IJTI Pengda Bali selama 4 tahun kedepannya.

Dalam agenda penjaringan calon Dewan Pengurus IJTI Pengda Bali, anggota mengajukan 5 nama yang diharapkan mampu memimpin IJTI Pengda Bali 4 tahun kedepan.

Setelah melalui penyaringan bakal calon ketat, tersisa satu nama yang terpilih menjadi ketua IJTI Pengda Bali periode 2022-2026 yaitu Ananda Bagus Satria dan ditetapkan secara aklamasi karena bakal calon tidak memenuhi persyaratan.

Ananda Bagus yang juga merupakan wartawan Kompas Dewata TV menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya.

Ananda Bagus berharap sinergi dan gotong royong seluruh anggota untuk mewujudkan ide-ide yang telah disampaikan.

“Mari kita kembangkan IJTI Bali selama 4 tahun kedepan. Kita wujudkan bersama ide teman-teman yang tadi sudah disepakati,” ungkap Ananda Bagus.

Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan melantik Kepengurusan IJTI Pengda Bali periode 2022-2026 secara daring, pelantikan ditandai dengan pengucapan sumpah kepengurusan.

Peralihan kepengurusan lama kepada kepengurusan baru ditandai dengan penyerahan simbolis Surat Keputusan Pengurus.

IJTI Pengurus Daerah Bali merupakan salah satu organisasi wartawan televisi yang memiliki visi misi untuk memajukan kualitas wartawan televisi di Bali.

Sebelum kegiatan Musda dilakukan sesi pelatihan digitalisasi internal untuk meningkatkan kemampuan anggota sebagai jurnalis televisi. (Rilis)

 

Satu Tahun Pencapaian Kinerja Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Periode 2021 sampai 2022

TABANAN – Pantaubali.com – Mengukir sejarah pembangunan di Kabupaten Tabanan, dalam Pemeliharaan Kualitas Pelayanan Dasar Untuk Karakteristik Masyarakat Yang Madani melalui masa kepemimpinan Jaya-Wira, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M dan Wakil Bupati Tabanan, I Made Edi Wirawan, S.E yang kini memasuki usia satu tahun, tentunya bukanlah hal yang mudah. Terlebih saat tanda-tanda Pandemi Covid-19 belum juga berakhir.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Bupati Sanjaya, saat menyampaikan Pidato Satu Tahun Kepemimpinan Jaya Wira, di Tabanan Comand Center (TCC) Kantor Bupati Tabanan, Sabtu (26/2), yang diselenggarakan secara hybrid.

Nampak hadir saat itu Wakil Bupati Tabanan, Sekda, Para Asisten Setda beserta perangkat daerah. Acara ini juga ditayangkan secara daring dengan dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta anggota, Jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Tabanan, Para Rektor perguruan tinggi di Tabanan, Para Bendesa Adat, Para Perbekel, Tokoh Masyarakat di Tabanan serta dapat diakses secara bebas melalui kanal youtube.

Dalam mengemban amanat rakyat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tabanan selama satu tahun, bersama-sama dengan masyarakat, Pemkab Tabanan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana, menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, serta asta program sebagai panduan dalam melaksanakan pembangunan. Di tahun pertama kepemimpinannya Jaya-Wira berupaya memperkokoh pondasi-pondasi pembangunan menuju Tabanan Era Baru.

Bekerja dalam situasi Extra Ordinary ini, bagi Jaya-Wira, justru memicu semangat untuk bekerja dengan konsep kerja fokus, kerja lurus dan kerja tulus. Melalui 3 rangkaian misi membangun masyarakat, yaitu; mewujudkan masyarakat Tabanan yang aman dan nyaman dalam perikehidupan (Aman), Membangun masyarakat Tabanan yang memiliki kemampuan dan berdaya saing tinggi di segala bidang kehidupan (Unggul) dan mewujudkan masyarakat Tabanan yang memiliki kemandirian secara social-ekonomi di berbagai bidang yang berkepribadian dalam kebudayaan (Madani).

Dalam kesempatan itu, Bupati Sanjaya juga menyampaikan beragam pencapaian yang diraih Tabanan dalam program-program prioritas yang dijalankan selama satu tahun tersebut, secara daerah dan nasional. Termasuk pembangunan masif pada perbaikan jalan serta program unggulan berkantor di desa. Ia juga menyebutkan adanya penyelesaian regulasi sebagai landasan hukum untuk menata secara komprehensif pembangunan di Tabanan, dalam bentuk 12 Perda dan 74 Peraturan Bupati. Regulasi ini dibutuhkan untuk menguatkan ekonomi makro Tabanan serta peningkatan pelayanan dasar kepada masyarakat Tabanan.

Tidak lupa ia juga menyampaikan apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada Gubernur Bali, Jajaran Pemerintah serta seluruh komponen masyarakat atas sumbangsih pemikiran serta kerja kerasnya dalam membangun Tabanan. “Saya I Komang Gede Sanjaya bersama I Made Edi Wirawan siap untuk melanjutkan ngayah secara total, lascarya sekala niskala, melanjutkan tugas dan tanggung jawab memimpin Tabanan yang gilik saguluk, salulung sabayantaka, sarpana ya” Kata Sanjaya.

Ia juga berharap, kedepannya agar pemerintah dan masyarakat senantiasa bersinergi, tetap optimis dan berkolaborasi, mempersempit perbedaan-perbedaan, serta meningkatkan gotong-royong dalam menghadapi tantangan. “Banyak hal yang kedepannya akan kami kerjakan, sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat selama ini bisa segera terwujud” tambahnya. Walaupun dilanda pandemi Covid, ia mengungkapkan, tapi semangat membangun Tabanan tidak boleh kendor dan berharap Tabanan dapat menjadi kabupaten teladan di wilayah Bali, Nasional dan kancah Internasional.

“Kami tidak bisa berdua saja membangun Tabanan, kami membutuhkan bantuan dan dukungan dari semua lini masyarakat, sehingga Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani dapat terwujud melalui tagline “Bangga Menjadi Orang Tabanan!”” Pungkas Sanjaya.