- Advertisement -
Beranda blog Halaman 765

Bupati Tabanan Teken Nota Kesepakatan bersama Ombudsman RI, Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

TABANAN – Pantaubali.com – Komitmen meningkatkan kualitas pelayan publik yang transparan, bersih, mudah diakses dan mudah dimengerti, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, selaku Bupati Tabanan tandatangani Nota Kesepakatan dengan Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih, Rabu, (23/3).

Kegiatan yang digelar di ruang rapat lantai III kantor Bupati Tabanan itu, turut disaksikan secara langsung oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab. Turut hadir saat itu, Sekda, para Asisten dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.

Di kesempatan itu, Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih, sangat mengapresiasi langkah jajaran Pemkab Tabanan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik. Apalagi tahun 2021 ini Pemkab Tabanan masuk zona hijau untuk standar kepatuhan pelayanan publik. Mokhammad Najih juga mengatakan, Ombudsman mempunyai tugas memberikan pengawasan dan terus memberikan pendampingan sampai di tingkat desa.

Hal itu tiada lain untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan publik yang berkualitas. Untuk itu, beberapa saran dan masukan juga diberikan oleh pihaknya, salah satunya untuk kedepannya agar membangun pusat pelayanan terpadu yang lebih khusus untuk masyarakat. Sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat lebih bagus dan lebih baik lagi dan Ia sangat percaya Pemkab Tabanan dapat mewujudkan itu.

Bupati Tabanan, Sanjaya, mengatakan merasa sangat terhormat dan bersyukur karena, Ketua Ombudsma RI langsung datang ke Tabanan dalam rangka penandatanganan nota kesepakatan ini. Dimana, dalam masa kepemimpinan ini, pihaknya sangat berkomitmen terhadap kualitas pelayanan publik, terlebih dalam visi misi kami menuju Tabanan Era Baru yang Aman Unggul dan Madani (AUM), pelayanan publik yang berkualitas itu merupakan harga mati.

Untuk itu, pihak Pemkab selalu berkoordinasi dengan Ombudsman Republik Indonesia, kemudian Provinsi Bali, sehingga selalu bisa mengawasi dan melihat jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan agar lebih berhati-hati dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan pelayanan publik.

“Sebab kami menyadari, bahwa, pelayanan publik merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat. Pelayanan yang baik akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebaliknya pelayanan yang buruk akan memberikan persepsi yang buruk juga di masyarakat,” ujar Sanjaya saat itu.

Bahkan, dalam mewujudkan komitmen ini, kepatuhan terhadap standar pelayanan publik ini menjadi bagian dari perjanjian kinerja dan fakta integritas di masing masing perangkat daerah. Ditambah dengan penandatanganan nota kesepakatan dengan Ombudsman RI, diharapkan mampu meningkatkan pelayanan publik sesuai dengan yang dicita-citakan bersama.

Dengan ditandatanganinya nota kesepakatan ini, Saya berharap dapat memperkuat sinergi dan koordinasi penyelenggaraan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Sehingga, akan bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Tabanan yaitu, pelayanan yang transparan, bersih, mudah diakses, dan mudah dimengerti,” imbuh Sanjaya. (Rilis)

Pastikan Ketersediaan Migor, Forkopimda Tabanan Sambangi Pasar Tradisional

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam upaya memastikan distribusi maupun harga Minyak Goreng (Migor) di pasaran lancar dan terkendali maka, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tabanan turun kebeberapa pasar tradisional mulai dari, Pasar tradisional Tabanan, Dauh Pala serta menyambagi salah satu pedagang minyak goreng di daerah Dauh Pala, Tabanan, Selasa,(22/3).

Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra dalam kesempatan tersebut menyampaikan, pelaksanaan turun di pasar tradisional dan salah satu distributor minyak goreng di Tabanan Forkopimda terdiri dari Bapak Sekda, Dandim, Kepala Dinas Perdagangan Tabanan, turun dalam upaya memastikan ketersedian stok minyak goreng aman di pasaran.

Jika dilihat di berbagai daerah dapat sempat terjadi kelangkaan dan kesulitan masyarakat mendapat minyak goreng tersebut.

“Dari hasil pengecekan di pasar maupun distributor ternyata kelangkaan di Tabanan belum terjadi. Karena, stok masih ada hanya peraturan baru ini kita harus sosialisasikan ke masyarakat.Terlihat masih ada masyarakat belum mengetahui peraturan baru Permendag No 11 tahun 2022 terkait pengaturan minyak curah untuk HRT 14.000 per liter dan 15.500 per kilo,” bebernya.

Sampai saat ini, di Kabupaten Tabanan tidak terjadi kelangkaan akan tetapi, untuk minyak goreng kemasan harganya masih cukup tinggi rata- rata pedagang kaki lima tidak berani membeli takut sewaktu-waktu harga turun karena, belum ada kepastian.

“Bukan barang langka tetapi pedagang memang tidak mau membeli lebih karena, harganya cukup tinggi jadi pedagang membeli sedikit makanya di toko terlihat sedikit,” ucapnya.

Untuk minyak goreng kemasan dipastikan bahwa, pendistribusiannya sudah sesuai aturan yaitu, Rp 14.000 per liter dan Rp 15.500 per kilo.Memang sudah dibatasi tapi ada harga untuk pedagang berapa harus mengambil jangan sampai melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET)nya.

“Mungkin nanti harga ini yang akan di carikan solusi mungkin akan berkomunikasi ke Provinsi dan Polda bahwa, pendistribusian dari sana sudah Rp 15.500 per kilo artinya, untuk mencapai Rp 15.500 per kilo dari HET tipis sekali keuntungannya mungkin harus dipikirkan juga,” katanya.

Dirinya berharap, agar masyarakat tetap tenang, bahwa harga minyak curah benar-benar dapat direalisasikan dan tidak terjadi kelebihan harga nantinya.

Dalam kegiatan tersebut sempat ditemukan langsung pedagang yang sudah berjualan lama di amankan dan di lakukan pemeriksaan karena, membeli minyak goreng dalam jumlah tidak wajar.

“Sementara kita masih dalami dan belum tahu motifnya, yang jelas sudah tidak wajar.Maka kami amankan dan sudah di bawa ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan. Artinya, sepanjang dia tidak menimbun takutnya ini adalah orang yang memanfaatkan situasi dengan kondisi yang susah ini,” tutupnya.

Produk Kerajinan di Pameran IKM Bali Bangkit Mendunia dan Menjadi Daya Tarik Delegasi Inter-Parlimentary Union

DENPASAR – Pantaubali.com – Produk kerajinan lokal Bali di Pameran IKM Bali Bangkit makin disukai dunia karena kualitas dan estetikanya yang memiliki nilai seni dan budaya yang unggul. Mendunianya produk IKM ini, setelah delegasi Inter-Parliamentary Union (IPU) Assembly & Related Meetings berkunjung sekaligus membeli langsung anekaragam kerajinan di Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 2 Tahun 2022 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar pada Selasa (Anggara Paing, Watugunung) 22 Maret 2022.

Kehadiran peserta IPU Assembly & Related Meetings ini disambut langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Bali, I Wayan Jarta.

Delegasi Inter-Parliamentary Union (IPU) Assembly & Related Meetings yang berkunjung ke Pameran IKM Bali Bangkit diantaranya berasal dari negara, Afghanistan, Armenia, Bahrain, Botswana, Egypt, Guyana, Kenya, Kuwait, Malawi, Malta, Mauritius, Morocco, Namibia (National Assembly), Nepal, Saudi Arabia, Sierra Leone, South Africa, Sri Lanka, Timor Leste, United Republic of Tanzania, Zambia, Zimbabwe; dan Bostwana.

President Inter-Parliamentary Union (IPU) Standing Committee on UN Affairs Chairperson – Environment & Natural Resources Committee, Hon. Sophia Abdi Noor menyampaikan kebanggaannya terhadap produk kerajinan lokal Bali di Pameran IKM Bali Bangkit yang memiliki nilai seni.

“Saya menyukai pertemuan IPU di Pulau Bali, dan Saya meminati sekaligus bangga dengan produk kerajinan lokal Bali, sehingga Saya akan mengatur jadwal lagi untuk berkunjung ke Bali, karena Saya ingin lebih dalam lagi untuk mengenal Bali,” ujar Hon. Sophia Abdi Noor saat berbincang dengan Gubernur Bali, Wayan Koster di Taman Budaya, Denpasar.

Gubernur Bali, Wayan Koster dihadapan President Inter-Parliamentary Union (IPU) Standing Committee on UN Affairs Chairperson – Environment & Natural Resources Committee, Hon. Sophia Abdi Noor menyampaikan terimakasihnya atas kehadiran delegasi IPU & Related Meetings yang telah berkunjung ke Pameran IKM Bali Bangkit.

“Saya mewakili masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan terimakasih atas kunjungan delegasi IPU Assembly. Mudah – mudahan produk kerajinan lokal Bali ini makin disukai masyarakat dunia dan memberikan penghidupan kepada masyarakat dan perajin di Bali,” jelas orang nomor satu di Pemprov Bali ini.

Sementara Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster menyampaikan Pameran IKM Bali Bangkit ini dilaksanakan untuk mengangkat kembali karya – karya kerajinan tradisional lokal Bali dengan tujuan untuk mengajak para perajin atau pelaku IKM berinovasi mengembangkan produk kerajinannya, sekaligus memiliki tugas untuk melestarikan warisan leluhur Bali yang adiluhung ini.

“Pameran ini juga dilaksanakan untuk mengajak masyarakat mencintai produk dalam negeri dengan menanamkan rasa bangganya untuk memakai produk daerah sendiri,” jelas Ketua Dekranasda Provinsi Bali ini.

Harga Ayam Potong Ditingkat Peternak Merosot, Pinsar Bali Menghadap Bupati Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Melihat belum stabilnya harga ayam potong ditingkat peternak ditambah serbuan pasar dari luar Bali membuat peternak lokal di daerah mengeluh.Selain itu, perjuangan dalam upaya meningkatkan harga serta serbuat pasar dari luar Bali telah diperjuangkan menurut, Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Bali, I Ketut Yahya Kurniadi belum sama sekali membuahkan hasil.

Menghadapi masalah tersebut maka, Ketua Pinsar Bali menghadap ke Bupati Tabanan, Senin,(21/3) di Tabanan dalam upaya agar aspirasi dapat disampaikan ke Gubenur Bali dengan harapan besar agar Bupati Tabanan dapat mempasilitasi serta dapat membatu agar dapat dihadi langsung ke Gubernur Bali.

“Maksud dan tujuan audensi ini adalah agar Pemerintah mengetahui keadaan kami diperternakan itu seperti apa. Permasalahan yang kami hadapi agar bisa kami dipertemukan nantinya dengan Bapak Bubernur Bali melalui Bapak Bupati Tabanan karena, sudah beberapa kali kami telah berusaha menghadap sampai saat ini belum bisa juga dilakukan.Mungkin dengan bertemu Bupati Tabanan mudah- mudahan kedepan dapat dipertemukan dengan Gubernur Bali.Sudah lama sekali berjuang misal, melalui DPRD tingkat I yanh akhirnya mentok juga,” jelasnya.

Tentu dalam kaitan dengan hal ini tentu sangat ingin agar ada regulasi atau peraturan Perda nantinya karena, permasalahan dihadapi dari dulu terlalu gampang daging ayam masuk dari luar Bali khususnya Jawa dengan kwalitas daging tidak diketahui seperti apa kwalitasnya.

“Bali dapat dikatakan menjadi pangsa pasar atau target sehingga, pangsa pasar warga Bali diambil kemudian dari dalam sendiri yaitu, pabrik- pabrik besar malah dengan kondisi Covid-19 saat ini pangsa pasar malah menurun 50 persen serta malah menambah produksi.

“Tentu hal tersebut akan berimbas pada kita, mereka punya bibit, pakan dan segalanya. Sedangkan di pasaran kita berperang dengan mereka.Ini yang menyebabkan kami selaku peternak UMKM keteteran tidak bisa bersaing,” ujarnya.

Jika dilihat harga di pernak saat ini sudah cukup lama di bawah harga pokok, sudah ada satu setengah bulan lebih harga di bawah, yaitu sebesar Rp 20 ribuan bahkan kemarin sampai diharga Rp 15 ribu terus naik dan mentok di harga Rp 20 ribu per kilonya.Sementara harga pokok produksi disekitaran dari Rp 21 sampai Rp 22 ribuan.

“Kemarin sempat harga melambung sampai Rp 27 ribu akan tetapi, pada waktu kita tidak kebagian bibit karena, bibit diserap oleh pabrik artinya peluang kita sangat kecil.Pada saat ada moument tertentu kita susah mendapatkannya,” paparnya.

Sedangkan untuk rata-rata panen Ayam perhari sekarang di Bali rata-rata sekitar 200 ribu, itu 60 persen lebih di produksi oleh dua mitra besar selanjutnya baru 35 persen punya peternak, jadi merupakan persentase yang sangat kecil.
Dengam konsumsi masyarakat sebelum Covid-19 sampai 225 ribu sampai 250 ribu prekor per hari kemudian semenjak awal Covid-19 sempat turun sekitar 150 ribu ekor per hari seluruh Bali.Akan tetapi semenjak Covid-19 turun 50 persen kemudian sekarang sudah mulai merangkak naik sekitar 70 persen.

“Makanya kita prediksi produksi kita diangka 180 sampai 200 ribu ekor per hari,” cetusnya.

Dirinya berharap, Perda nantinya dapat mengatur tiap daging masuk ke Bali itu ada Post Control di Banyuwangi. Serta sudah diusulkan kerja sama dengan karantina karena, selama ini karantina angkat tangan karena bukan wewenangnya.

Sedangkan wewenang karantina adalah, menjaga jangan sampai daging berpenyakit masuk.

“Disini perlu DLLAJ dan dinas Perternakan ikut terlibat. Kemudian masalah persaingan usaha ini juga, berharap perusahaan besar ini diatur kuotanya dengan mengutamakan lokal dulu terlebih dahulu,” tutupnya

Polisi Ringkus 5 Orang Pelaku Penyalahguna Narkoba di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Satuan Satres Narkoba Polres Tabanan kembali berhasil mengungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba dengan mengamankan 5 (lima) orang terduga sebagai pelaku di tempat yang berbeda serta penyita puluhan barang bukti berupa paket klip bening yang didalamnya berisi shabu-shabu golongan 1, juga menyita 4 (empat) Unit Sepeda Motor yang berkaitan dengan peran pelaku dalam melakukan kegiatannya.

Adapun pengungkapan kasus tersebut menurut Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra menyampaikan, Berdasarkan alat bukti yang cukup Satres Narkoba Polres Tabanan berhasil mengungkap dan telah mengamankan 5 (lima) orang terduga penyalahguna Narkoba, 4 orang berparan sebagai perantara jual beli dan yang 1 (satu) orang sebagai pengguna.

“Keberhasilan ini semuanya berawal mula dari Tim Opsnal Sat Res Narkoba mendapat Informasi dari masyarakat, yang menyebutkan bahwa orang dengan nama dan ciri-ciri tertentu sering bersentuhan dengan barang haram (Narkoba), informasi terus didalami dengan melakukan serangkaian Penyelidikan dilapangan,” jelasnya, Senin(,21/3) di Tabanan.

Perlu diketahui untuk dapat menemukan keberadaan para tersangka tentu tidak mudah karena, selalu berpindah-pindah disamping itu Sepeda Motor dipakainya menggunanakan Plat nomor plat Palsu.

“Tentunya ini salah satu cara untuk mengelabui petugas, namun dengan kerja keras dan keuletan Tim Opnal dilapangan akhirnya para tersangka berhasil diamankan di tempat dan pada waktu yang berbeda, Ucap Kasat Narkoba,” katanya.

Adapun ke-5 ( lima) orang terduga berhasil diamankan tersebut beinisial, DES alias Mingun (25) pekerjaan karyawan swasta asal Desa Blimbingsari, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jatim alamat saat ini di Desa Ubung, Denpasar Utara.Adapun waktu kejadian pelaku diamankan pada Jumat,11 Maret 2022 sekira pukul 22.30 Wita, TKP (tempat kejadian) di Gang buntu, di Desa Abiantuwung Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

“Padanya dilakukan penggeledahan badan atau pakaian atau tempat tertutup lainnya, dari hasil penggeledahan petugas berhasil menemukan 10 (sepuluh) buah paket shabu totol berat 3,82 gram, juga diamankan 1 Init Sepeda Motor Honda Beat Xiomi warna biru pituh, Plat Nomor DK 7250 EN dan barang bukti lainnya.Adapun modus operandi pelaku menguasai, memiliki, dan menyimpan Narkotika jenis shabu tanpa ijin, Peran pelaku sebagai perantara jual beli shabu,” paparnya.

Selanjutnya, pelaku bernisial IGPGA alias Abud,(30) karyawan swasta, alamat Desa Gubug, Kecamatan Tabanan, Tabanan waktu kejadian Senin,14 Maret 2022 sekira pukul 18.30 wita, TKP (tempat kejadian) di dalam rumah milik pelaku di Banjar Gubug Belodan, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan, Tabanan.

“Padanya dilakukan penggeledahan badan atau pakaian atau tempat tertutup lainnya, dari hasil penggeledahan petugas berhasil menemukan 3 (tiga) buah paket shabu dengan jumlah keseluruhan barang bukti berupa kristal bening diduga shabu seberat 1,36 (satu koma tiga puluh enam) gram bruto atau 0,85 (nol koma delapan puluh lima) gram netto, yang diakui adalah miliknya, padanya juga disita 1 (satu) unit Sepeda Motor Honda Vario warna hitam silver dengan plat nomor Pol DK 8402 GG, berserta STNK atas nama I Gede Putu GiriAdnyana dan barang bukti lainnya.Modusnya, pelaku menguasai, memiliki, dan menyimpan Narkotika jenis shabu tanpa aijin, peran pelaku sebagai pengguna.

Kemudian pelaku berinisial MSP alias Bolot (35) wiraswasta, alamat KTP Banjar Dinas Tegehe, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng dengan alamat tinggal di jalan Gunung Andakasa, Kecamatan Denpasar Barat, Denpasar, waktu Kejadian, Selasa 15 Maret 2022 sekira pukul 19.00 Wita, TKP (tempat kejadian) di depan Kantor Notaris di pinggir jalan raya Abiantuwung, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan,

“Padanya dilakukan penggeledahan badan atau tempat tertutup lainnya, dari hasil penggeledahan petugas berhasil menemukan 9 (sembilan) buah paket shabu berat keseluruhan 3,82 (tiga koma delapan puluh dua) gram brutoatau 3,10 (tiga koma sepuluh) gram netto terbung kuskertas warnaputi terlilit plaster warna hitam didalam pembungkus rokok Marlboro, yang diakui adalah miliknya, juga disita 1 (satu) unit Sepeda Motor Honda Vario warna hitam silver dengan Plat nomor DK 6642 QQ beserta STNK atas nama Rai Suwetri Astuti dan barang bukti lainnya.Modus operandi pelaku menguasai ,memiliki, dan menyimpan Narkotika dengan peran pelaku sebagai perantara jual beli shabu,” bebernya.

Lanjut pelaku berinisial IKJ alias Mang Adi, (35) swasta, asal Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, alamat tinggal jalan Muding Batu Sanghyang, Desa Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Badung, waktu kejadian hari Selasa,15 Maret 2022 sekira pukul 21.15 wita, TKP (tempatkejadian) di dalam tempat tinggalnya di jalan Muding Batu Sanghyang, Desa Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Badung

“Padanya dilakukan penggeledahan badan atau tempat tertutup lainnya, dari hasil penggeledahan petugas berhasil menemukan 11 (sebelas) buah paket shabu dengan berat seluruh nyaseberat 5,61 (lima koma enam puluh satu) gram bruto dan yang menarik ditemukan 56 (lima puluh enam) bungkus rokok Gudang garam Surya yang diakui adalah miliknya. Dengan modus, pelaku menguasai, memiliki, dan menyimpan narkotika jenis shabu tanpa ijin, peran pelaku sebagai perantara jual beli shabu,” sebutnya.

Pelaku terakhir berinisial AA alias Arya,(24) Pelajar/Mahasiswa, alamat tinggal Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Karangasem, waktu kejadian Kamis, 17 Maret 2022 sekira pukul 16.00 Wita, TKP (tempat kejadian) di pinggir jalan Dr. Ir. Soekarno I, Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan

“Padanya saat dilakukan penggeledahan badan atau tempat tertutup lainnya, dari hasil penggeledahan petugas berhasil menemukan “1 (satu) buah plastic klip didalamnya berisikan kristal bening yang diduga shabu dengan berat 1,65 (satu koma enam puluh lima) gram bruto yang diakui adalah miliknya, disamping itu padanya juga disita 1 (satu) unit Sepeda Motor Honda Scoopy warna putih nomor Polisi yang terpasang DK 4756 ACX (plat palsu), beserta STNK atas nama Ari Ahlan dengan nomor Polisi DK 4489 TO (plat asli) dan barang bukti lainnya. Adapun modus operandinya pelaku menguasai, memiliki, dan menyimpan Narkotika jenis shabu tanpa ijin, peran pelaku sebagai perantara jual beli shabu,” katanya.

Ke 5 (lima) terduga ditahan di Rutan Polres Tabanan, kasusnya dalam proses penyidikan dengan Pasal menjerat, Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika yaitu memiliki, menyimpan, menguasai dan atau menyediakan Narkotika golongan 1, ancaman hukuman paling singkat 4 tahun paling lama 12 tahun, denda paling sedikit 800 juta.Pasal 114 ayat (1) menawarkan untuk dijual, membeli, menerima, sebagai perantara dalam jual beli, menerima atau menyerahkan Narkotika gol 1, ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit satu milyar rupiah dan pasal 132 ayat (1) permufakatan jahat, dengan hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda satu milyar rupiah.

Pada kesempatan tersebut Dirinya menghimbau, kepada semua pihak, Katakan tidak pada Narkoba apapun jenis dan alasannya, Narkoba dapat merusak generasi Bangsa, dapat menurunkan kesadaran, yang berujung pada hilangnya ingatan. hal tersebut dikarenakan Narkoba dapat mengakibatkan efek sedatif seperti kebingungan, hilang ingatan, perubahan perilaku, tingkat kesadaran menurun dan koordinasi tubuh terganggu.Sembari menambahkan, apalagi dalam kondisi Pandemi Covid-19 belum berakhir, sayangi diri, keluarga dan tetap disiplin Prokes untuk Bali atau Tabanan tumbuh dan tangguh.

Ini Penyebab Minyak Goreng Sempat Langka Menurut Kapolres Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Kelangkaan minyak goreng sempat terjadi belum lama ini di beberapa daerah di Bali termasuk di Kabupaten Tabanan.Menurut, Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra di Tabanan menyampaikan, kondisi tersebut terjadi karena adanya keterlambatan distribusi dari Kapal pengangkut masuk ke pelabuhan Benoa sehingga, menyebabkan di hari-hari tertentu sempat terjadi kekosongan stok minyak goreng di pasaran.

Kondisi tersebut jika dibilang langka masih belum, hanya sempat terjadi keterbatasan stok saja karena, disebabkan keterlambatan distribusi tersebut.Saat ini anggota telah mengawasi masing-masing distribusi serta memantau pendistribusiannya.

“Kami juga meminta para distribusi jangan sampai melakukan tindakan- tindakan penimbunan karena hal tersebut menyangkut kehidupan orang banyak.Selain itu, telah melakukan himbauan kepada distributor yang ada di kabupaten Tabanan ini,” katanya, Senin,(21/3) di Tabanan.

Dari informasi didapat minyak curah sudah ditetapkan di harga Rp 14.000 per liternya sedangkan minyak kemasan memang dari produsen biaya produksinya mengalami peningkatan cukup tinggi, mungkin harganya mengalami peningkatan di kemasannya sedangkan minyak curah stok dan kebijakan terbaru sudah ada dan sudah mulai normal.

“Ada kemungkinan peningkatan harga di minyak goreng kemasan karena, instruksi pemerintahan juga menyampaikan harga minyak goreng kemasan diserahkan kepada produsen masing-masing.Akan tetapi, Pemerintah sudah menghimbau kepada para produsen agar harga tentunya dapat disesuaikan dengan kondisi kemampuan masyarakat saat ini,” paparnya.

Untuk minyak curah sudah didistribusikan di pasar tradisional misalnya di Bali ada 2 distributor besar untuk minyak curah ini.Sempat dimonitor mengalami keterlambatan karena, datangnya telat ke pelabuhan sehinga ke Kabupaten ikut terlambat sehingga, sempat mengalami kekosongan satu hari ini.

“Kami sudah kordinasi bahkan dari Polda sudah memantau mulai dari, pelabuhan Benoa distributor besar sudah mendistribusi dan mudah-mudahan setiap hari terjadi pemasaran distribusi berkelanjutan,” jelasnya.

Kondisi distribusi saat ini lancar akan tetapi karena, kebutuhan masyarakat cukup besar sehingga, masing-masing agen di Tabanan melakukan pembatasan maksimal masyarakat hanya dapat mebeli 1 kemasan untuk minyak kemasan dan untuk curah sebanyak 40 liter untuk toko.

“Jadi sampai saat ini tidak ada melakukan penimbunan, kami kira saat kosong itu ada penimbunan namun setelah ditelusuri ternyata memang ada keterlambatan distribusi dari pusat dan kapal pengangkutnya. Pasokan sampai saat ini masih dilakukan pemantauan terutama pada distributor minyak goreng dengan menurunkan beberapa anggota ke lapangan.

“Anggota memantau termasuk ke pasar-pasar bagaimana kondisinya sebelum itu kita pastikan barang masuk ke Tabanan.Jangan sampai tidak kalau tidak kita pastikan memang distibutor melakukan pengiriman dengan kebijakan-kebijakan yang ada.Karena mereka juga melakukan kebijakan untuk menjamin agar tidak ada pelaku memanfaatkan situasi ini sehingga mereka melakukan pembatasan dalam melakukan pembelian,” pungkasnya.

Ciptakan Situasi Kondusif Polsek Selemadeg Gelar KRYD

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam menciptakan situasi Kamtibmas kondusif di wilayah hukum Polsek Selemadeg – Polres Tabanan, Mapolsek Selemadeg, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan gelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Minggu,(20/3) pukul 15.30 sampai dengan16.30 wita.

KRYD dilakukan di jalan depan Mapolsek Selemadeg merupakan jalan lintas antar Provinsi, untuk ciptakan kondisi agar situasi Kamtibmas tetap kondusif, dengan melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor dan barang bawaan. Hal ini dilakukan keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Selemadeg – Polres Tabanan itu disampaikan, Kapolsek Selemadeg Kompol I Kadek Ardika.

“Selain antisipasi terhadap gangguan Kamtibmas secara umum, kami juga tetap melakukan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap 15 unit kendaraan roda dua, 3 unit Roda empat, 1 minibus dan 2 kendaraan pick up, nihil ditemukan barang berbahaya, sajam, senpi dan handak serta narkoba.

“Situasi sampai dengan saat ini masih kondusif,” pungkasnya.

Bupati Tabanan Dukung Penuh Program Gubernur Bali dalam Memuliakan Keluhuran Kebudayaan Bali

TABANAN – Pantaubali.com – Bertempat di area jaba Pura Luhur Batukau, Desa Wangaya Gede, Penebel, Tabanan, Sabtu, (19/3), Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, menghadiri kegiatan penyampaian Pidato Kebudayaan Gubernur Bali “Memuliakan Keluhuran Kebudayaan Bali guna Meningkatkan Kualitas Kehidupan Krama Bali Niskala-Sakala”.

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu Pura yang termasuk Pura Padma Bhuwana ini turut dihadiri Wakil Bupati Tabanan, Bupati/Walikota se-Bali beserta jajaran Forkopimda se-Bali, Ketu DPRD se-Bali, dan dihadiri juga oleh Perbekel, juga Bendesa Adat se-Bali, baik secara langsung maupun melalui daring. Pidato ini juga disiarkan langsung melalui live streaming youtube Pemprov Bali.

Dalam paparannya saat itu, Gubernur Wayan Koster, mengatakan pidato ini merupakan renungan mendalamnya setelah melaksanakan rangkaian ngerestiti bhakti. Sebagai tanggung jawab dalam menyikapi kondisi alam, manusia dan kebudayaan Bali yang mengalami berbagai permasalahan dan tantangan, seiring dengan dinamika perkembangan jaman dalam sekala lokal, nasional dan global.

“Setelah mengalami gering agung pandemi Covid-19 selama lebih dari 2 tahun, sejak kasus Covid-19 pertama kali di Bali tanggal 10 Maret 2020, kini telah mulai ada pertanda secara niskala-sekala. Astungkara, gering agung pandemi Covid-19 metilar,” ucap Gubernur Koster di hadapan seluruh undangan yang hadir.

Oleh karena itu, setelah melaksanakan rangkaian upacara suci di awal tahun ini dengan puncak upacara Ida Batara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih bertepatan dengan Purnama Kadasa 17 Maret 2022, datanglah momentum siklus era baru sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

“Bali Era Baru, suatu era yang ditandakan dengan hadirnya peradaban baru berisi tata titi kehidupan baru, bangkitnya kembali kekuatan energi kehidupan berbasis nilai-nilai kearifan lokal yang harmoni terhadap alam, manusia dan kebudayaan Bali. Sehingga, terwujud Bali yang kawista, Bali yang ajeg tata titi tenterem kerta raharja, Bali yang gemah ripah loh jinawi,” imbuh Koster.

Bali memiliki warisan yang adiluhung berupa adat istiadat, tradisi, seni budaya dan kearifan lokal yang sangat kaya, unik, unggul, agung dan metaksu. Dikatakannya, pada setiap Desa Adat telah terdapat tradisi luhur yang terwariso turun temurun, berupa dedolanan atau permainan rakyat, cecepetan atau olahraga, usada atau pengobatan, kewicaksanaan atau pengetahuan, undagi atau arsitektur, boga atau kuliner dan satwa atau tradisi lisan.

Hal itu dikatakan Koster, telah terbangun membangun jiwa dan raga krama Bali. Pada ragam tradisi itu terkandung nilai-universal, sehingga cakapan an ketrampilan krama Bali di nidang tradisi dapat menjadi media berprestasi di tingkat lokal, nasional dan internasional. Selain itu, tradisi Bali seprti usada dan kuliner juga dikatakannya dapat dikembangkan menjadi industri produk olahan yang berdaya saing.

Nilai tradisi juga terwujud dalam seni dan budaya yang merupakan kekayaan genuin Bali, sepwrti sesolahan atau seni tari, tetabuhan seni kerawitan, reringgitan atau seni pedalangan, meranggi atau seni lukis, nogog atau seni patung, pepatran atau seni kria, nyastra atau Bahasa Aksara, dan wawastran atau busana. Hal ini diharapkan agar tetap dijaga dan dilestarikan oleh seluruh krama Bali guna meningkatkan kualitas hidup.

Namun dalam akhir pidatonya saat itu, Gubernur Koster mengajak segenap krama Bali dimanapun berada. ” Mari bersama-sama dengan penuh kesadaran, berguru kepada leluhur dan penglingsir kita tentang kekuatan rasa bhakti yang diwujudkan dengan sikap pageh, kukuh, tidak pernah lelah dan tidak pernah menyerah dalam kondisi seberat apapun,” pinta Koster.

Senada dengan Gubernur Koster, Bupati Tabanan sangat mendukung kiat-kiat yang disampaikan Gubernur asal Buleleng tersebut. Dikatakannya, bahwa Memuliakan Keluhuran tradisi dan Kebudayaan Bali guna Meningkatkan Kualitas Kehidupan Krama Bali Niskala-Sakala, merupakan hal yang wajib diwujudkan sebagai seorang Kepala Daerah. Ia berharap, semua pihak mampu bersinergi mewujudkan apa yang menjadi cita-cita bersama.

Tingkatkan Kualitas SDM, 200 Notaris dan LB Ikuti Pendidikan dan Pelatihan NPAK di Sanur

DENPASAR – Pantaubali.com – Dalam upaya meningkatkan kemampuan dan menjalankan jabatan sebagai Notaris khususnya dalam membantu membuat badan usaha hukum Koperasi. Maka, Pengurus Wilayah (Pengwil) Bali Ikatan Notaris Indonesia melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan Notaris Pembuat Akte Koperasi (NPAK) diikuti 200 orang peserta terdiri dari, Notaris dan anggota Luar Biasa (LB) Notaris se-Bali, Sabtu,(19/3) di Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar.

“Pengurus wilayah Pengwil Bali ini melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan Notaris Pembuat Akte Koperasi, kegiatan ini sebetulnya sudah beberapa kali dilaksanakan,” ujar, Ketua Pengwil Bali Ikatan Notaris Indonesia, I Wayan Muntra.

Diharapkan, Pengwil Bali melalui kegiatan dilakukan dapat meningkatkan ilmu pengetahuan khusuanya di bidang pendirian Perkoperasian.

“Tujuan kami ingin meningkatkan kemampuan dan menjalankan jabatan sebagai Notaris dalam rangka membantu membuat badan usaha yaitu, badan hukum Koperasi yang mana akte pendirian Koperasi harus dengan akte dibuat oleh Notaris,” katanya.

Tentu mengapresiasi kegiatan dilakukan dikarenakan, kegiatan dapat secara terus-menerus dapat dilakukan, tentu sangat baik.Selain itu, program dilakukan dapat membantu program Pemerintah dalam rangka peningkatan, penambahan pendirian akte Koperasi serta untuk meningkatkan usaha kecil dan menengah di Bali.

“Tentu peran Notaris dapat membantu program-program Pemerintah tersebut,” cetusnya.

Dalam kegiatan diikuti 200 orang peserta ini, tentu melihat kepentingan di Bali karena, untuk dapat membuat akte Koprasi walau pun tidak diatur dalam Undang-Undang jabatan karena, merupakan MOU antara Ikatan Notaris Indonesia dengan Kementrian Koperasi.Sembari Dirinya menambahkan, dengan melihat dari penambahan Notaris karena, kegiatan dilakukan bukan khusus untuk di Bali saja jadi, bagi rekan-rekan dari luar Daerah Bali berkeinginan bergabung dalam kegiatan tetap akan menerimanya.

“Kedepannya agenda kami pada bulan Mei atau Juni kita akan melaksanakan lagi kegiatan seperti ini,” cetusnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi Kementrian Koperasi dan UKM RI, Ahmad Zabadi, SH, MM dalam sambutanya mengatakan, sangat antosias serta luar biasa sekali dengan kegiatan dilaksanakan Pengurus Wilayah Bali Ikatan Notaris Indonesia.Karena, kegiatan ini sangat penting dilakukan saat ini maupun yang akan datang.

“Antosias luar biasa serta rasa optimisme saya selain itu, sangat penting kegiatan ini dilakukan karena berkaitan dengan regulasi serta kebijakan nantinya,” tutupnya.

Upaya Penyelamatan, Pemerintah Diharapkan Perluas Ruang Tampil Joged Bumbung Klasik

DENPASAR – Pantaubali.com Budayawan, Prof Dr I Wayan Dibia mengusulkan agar Pemerintah daerah dapat memperluas ruang tampil bagi tari Joged Bumbung Klasik sebagai salah satu upaya untuk penyelamatan salah satu tari pergaulan Bali tersebut.

“Agar kemunculan Joged Bumbung jaruh (porno) tidak sampai mematikan tari Joged Bumbung itu sendiri, perlu segera dilakukan upaya penyelamatan,” ujarnya di Taman Budaya, Denpasar, kemarin,(Jumat,(28/3).

Munculnya Joged Bumbung porno telah membangun citra negatif bukan saja terhadap tari Joged Bumbung, melainkan juga terhadap budaya pertunjukan Bali.

“Akankah tari Joged Bumbung jaruh seperti ini dibiarkan terus meracuni etika moral para generasi Bali? Apalagi Joged Bumbung telah mendapatkan pengakuan UNESCO,” katanya.

Jika dilihat, tari Joged Bumbung diperkirakan lahir di 1940-an di Desa Kalapaksa, Kabupaten Buleleng, sejak 1990-an perlahan-lahan berubah menjadi tontonan cabul atau “jaruh”.

Bahkan, Joged Bumbung yang mengutamakan aksi-aksi seksual vulgar di atas pentas dalam beberapa tahun terakhir hingga sekarang sudah tersebar luas di media sosial.

Tari Joged Bumbung yang mengutamakan aksi-aksi seksual tentunya telah melanggar tiga landasan kesenian Bali yakni satyam (kebenaran), siwam (kesucian) dan sundaram (keindahan).

“Dalam tradisi budaya Bali, gerak-gerak yang bersifat jaruh (cabul) yang dilakukan tidak pada tempatnya, juga dipandang sebagai sesuatu yang merusak kesucian dan tentu tidak patut dilakukan di depan umum,” cetusnya.

Upaya-upaya pembinaan dan penyelamatan tari Joged Bumbung agar tidak terus berkembang ke arah porno telah dilakukan sejak 2010 oleh Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan bekerja sama dengan Listibiya Bali, MUDP dan juga didukung oleh pihak kepolisian.

Sedikitnya dalam kaitan dengan hal tersebut ada tiga hal untuk upaya penyelamatan tari Joged Bumbung.

Pertama, pemerintah daerah dapat memperluas ruang tampil bagi tari Joged Bumbung Klasik (joged yang sesuai pakem).

“Selama ini ruang tampil tari Joged Bumbung klasik masih relatif terbatas. Jika masyarakat telah sering menyaksikan pertunjukan tari Joged Bumbung Klasik, maka masyarakat akan semakin tahu perbedaan tari joged yang pantas untuk di depan publik atau tidak,” bebernya.

Kedua, menciptakan tari Joged Bumbung inovasi dengan wajah dan teknik penampilan baru. Misalnya tari Joged Bumbung dengan 6-10 orang penari dan dengan pola koreografi yang apik dan menarik.

Selanjutnya Ketiga, mengadakan festival-festival Joged Bumbung secara berkala mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, bahkan hingga provinsi, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan untuk menyaksikan tarian sesuai pakem.

“virus” Joged jaruh telah masuk pada pertunjukan arja muani, prembon, bonderes dan termasuk calonarang. Bahkan dalam bondres aksinya menjadi lebih vulgar karena merasa penarinya itu laki-laki.

“Gerak porno yang berlebihan dalam bondres walaupun mungkin bisa membuat penonton tertawa, secara tidak langsung telah melecehkan nilai-nilai kewanitaan,” katanya.

Kemudian Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ni Wayan Sulastriani saat membuka kegiatan workshop mengharapkan kerja sama berbagai pihak untuk mengembalikan tari Joged Bumbung agar sesuai pakem.

“Pembinaan-pembinaan telah kami lakukan dengan menggandeng berbagai pihak, namun ke depannya tentu diperlukan berbagai langkah strategis.Dalam Pesta Kesenian Bali tahun ini juga akan digelar Parade Joged Bumbung,” pungkasnya.