- Advertisement -
Beranda blog Halaman 753

Jatuh Dari Jembatan, WNA Kanada Terselamatkan

BADUNG – Pantaubali.com – WNA asal Kanada terjatuh dari Jembatan Uluwatu, Sabtu (7/5). Basarnas Bali (Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar langsung memberangkatkan 9 orang personil menuju lokasi. Laporan yang diterima dari Balawista menyebutkan bahwa korban merupakan laki-laki dengan inisial HSA (35).

“Kami terima laporannya pada pukul 18.10 Wita dari Bapak Somar,” terang, Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada.

Menurut laporan, kecurigaan adanya orang terjatuh dari jembatan, karena ditemukan ada motor di sekitar jembatan tersebut.Ketinggian jembatan sampai ke dasar tanah diperkirakan 50 meter.

“Dengan melihat medan evakuasi, maka tim dilengkapi dengan peralatan mountaineering,” jelasnya.

Proses evakuasi berlangsung hampir 1 jam lamanya.

“Ketika personil diturunkan untuk mengecek kondisi korban, diketahui masih selamat, dan sesegera mungkin diturunkan tandu untuk mengangkat korban ke atas jembatan,” katanya.

Menurutnya, evakuasi membutuhkan waktu cukup panjang, karena memperhitungkan kondisi korban yang jatuh dari jembatan.

“Pemindahan korban betul-betul diperlukan kehati-hatian dan kecermatan, sehingga akhirnya tim SAR gabungan berhasil menolong korban dalam kondisi selamat,” cetusnya.

Setelah terevakuasi, korban diberikan pertolongan pertama dan selanjutnya dibawa menggunakan ambulance Banser kabupaten Badung ke RS Bali Jimbaran. Terlihat korban mengalami luka-luka dan diagnosisi awal ia mengalami patah lengan kiri.

Selama berlangsungnya evakuasi melibatkan unsur SAR dari Basarnas Bali, Polsek Kuta Selatan, Balawista Kabupaten Badung Babinkamtibmas, Babinsa, dan Balawista Labuan Sait, serta Masyarakat sepempat.

Bersama Cucu, Presiden Jokowi Menikmati Pantai Nusa Dua Bali

BADUNG – Pantaubali.com – Deburan ombak menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo beserta keluarga di pantai sekitaran Nusa Dua, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, pada Jumat, 6 Mei 2022. Antusiasme terlihat di wajah keempat cucu Presiden begitu melihat birunya air laut.

Rupanya mereka tidak sabar untuk segera bersentuhan dengan air laut. Setelah melepas sepatu, Presiden Jokowi mengajak cucunya berjalan ke bibir pantai.

Cucu pertama Presiden, Jan Ethes Srinarendra, tampak berjalan duluan, kemudian diikuti Presiden di belakang dengan menggandeng La Lembah Manah dan Panembahan Al Nahyan Nasution.

Tidak lama, Sedah Mirah pun menyusul untuk ikut bermain air. Sementara itu, Ibu Iriana Joko Widodo tampak duduk dipinggir pantai menyaksikan cucunya bermain air.

Tak hanya bermain air, Presiden Jokowi juga menerbangkan layangan burung berwarna biru bersama Panembahan. Selain itu, Kepala Negara juga menemani Jan Ethes bermain bola dengan Sedah Mirah yang bermain pasir di dekatnya.

Di sela-sela menemani cucunya bermain, Presiden juga menyapa wisatawan yang berkunjung di sana. Beberapa wisatawan bahkan berkesempatan untuk melakukan swafoto bersama Presiden.

Sekitar pukul 18.52 WITA, Presiden beserta keluarga meninggalkan Pantai Nusa Dua untuk kembali ke Istana Kepresidenan Tampaksiring. (Rilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Bule Bugil Telah Minta Maaf dan Ikuti Upacara Pembersihan, ini Kata Dewan Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Setelah sebelumnya Bule berpose tanpa busana di Pohon Kayu Putih, Pura Babakan, Banjar Bayan, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan, melakukan ritual minta maaf serta mengikuti juga upacara pembersihan dilangsungkan di Pura setempat, Jumat, (6/5) siang.

Menangapi kejadian tersebut beberapa anggota DPRD Kabupaten Tabanan menyampaikan beberapa hal mulai dari, Putu Yuni Widyadnyani mengatakan, terjadinya peristiwa tersebut, setidaknya akan menjadi momen semakin berbenah sehingga, tidak ada lagi peristiwa serupa terjadi.

Jika diamati di lokasi memang tidak ada papan attention mencantumkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

“Mereka bule telah meminta maaf secara sekala dan niskala, mudah-mudahan kedepannya tidak terjadi hal seperti ini lagi, siapapun yang datang ke Bali agar tetap bisa menjaga kesucian tempat suci yang ada, kesucian tanah Bali”, paparnya,Kemarin,(Jumat,(6/5) di Banjar Bayan, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan.

Kemudian anggota DPRD Tabanan lainya, Putu Eka Putra Nurcahyadi menyampaikan, siapapun melakukan hal-hal diluar etika dan estetika di Bali apalagi di tempat yang disucikan, sudah barang tentu harus bertanggungjawab secara sekala dan niskala.

“Bagaimana kedepan kita dapat memberikan ketegasan pada pengunjung yang datang dan jadi evaluasi kita selaku pengelola. Urusan selanjutnya kami serahkan kepada pihak yang berwajib,” pungkasnya.

Gubernur Bali Wayan Koster, Perintahkan Kakanwil Bali Kemenkumham RI Deportasi WNA Berfoto Tanpa Busana di Pohon Sakral Obyek Wisata Kayu Putih, Tabanan

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster memperintahkan Kantor Wilayah Bali Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia melakukan pendeportasian terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang membuat foto tanpa busana di pohon yang disucikan di Obyek Wisata Kayu Putih, Banjar Dinas Bayan, Desa Tua, Kabupaten Tabanan.

Perintah tersebut disampaikan langsung dihadapan Kepala Kanwil Bali Kemenkumham RI, Jamaruli Manihuruk pada, Jumat (Sukra, Paing, Gumbreg) 6 Mei 2022 di Jayasabha.

Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan, pariwisata di Bali diselenggarakan berbasis budaya yang berorientasi pada kualitas dan menjaga martabat keluhuran kebudayaan Bali.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Bali di era kepemimpinan Gubernur Wayan Koster sedang menata pariwisata Bali dengan membentuk Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 28 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Pariwisata Bali dengan tujuan untuk menjaga dan menghormati Budaya serta Tradisi yang ada di Bali.

“Budaya, Tradisi yang ada di Bali harus dihormati oleh siapapun juga, termasuk oleh wisatawan yang ada di Bali, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara,” tegas mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini seraya menyampaikan pasca pandemi adalah momentum baru untuk mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, maka, untuk itulah kepariwisataan Bali harus diselenggarakan dengan tatanan Era Baru.

Di dalam tatanan Era Baru, bagaimana kepariwisataan di Bali itu betul-betul dijalankan dengan menghormati budaya berorientasi pada kualitas dan bermartabat. Maka, untuk itulah Gubernur Bali tidak akan lagi mentolelir sedikitpun terhadap wisatawan – wisatawan yang melakukan tindakan – tindakan yang tidak menghormati budaya Bali serta melecehkan dan merendahkan budaya Bali.

“Kita jauh lebih penting menjaga budaya, dan menghormati martabat Bali, dari pada Kita mentoleransi tindakan-tindakan yang membuat budaya Bali ini terjaga dan merusak citra pariwisata Bali dimata nasional maupun di mata dunia,” jelas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Bali merupakan tujuan utama pariwisata dunia, karena itu harus betul – betul dijalankan dengan tertib dan disiplin.

“Sudah banyak kejadian-kejadian yang tidak etis dan sepatutnya dilakukan oleh wisatawan, ada yang duduk di tempat suci secara sembarangan hingga ada yang telanjang di pohon yang disakralkan. Ini betul-betul memalukan dan tidak bisa Saya biarkan, jadi oleh karena itu, Saya memperintahkan Bapak Kanwil Menkumham Provinsi Bali untuk segera melakukan deportasi terhadap wisatawan ini, agar tindakan yang tidak terpuji tersebut menjadi pelajaran bagi wisatawan,” kata Wayan Koster seraya menyatakan silahkan berkunjung ke Bali, tetapi dengan tetap menghormati pariwisata Bali, menjaga martabat Bangsa Indonesia dengan budaya-nya, khususnya menghormati keluhuran budaya Bali.

Atas dasar itu, Gubernur Bali jebolan ITB ini mengambil tindakan tegas terhadap semua pelanggaran, agar hal ini tidak terulang lagi kedepannya dan menjadi pelajaran bagi pelaku perjalanan serta bagi para wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara yang melakukan pelanggaran.

“Selama ini yang paling banyak melakukan tindakan-tindakan yang tidak etis dan bertanggungjawab adalah wisatawan mancanegara,” ungkap Gubernur Koster.

Mengakhiri pernyataan pers-nya, Gubernur Bali menyatakan wisatawan asing atas nama  Alina Fazleeva dan Amdrei Fazleeva dengan kewarganegaraan Rusia telah meminta maaf dan juga bersedia melakukan upacara ‘Guru Piduka’ atau pembersihan secara Niskala. “Namun hal itu tidak cukup. Saya barusan sudah mengundang Kepala Desa, Bendesa Adat, Camat, Danramil, Polsek, serta Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jadi tidak cukup dengan meminta maaf dan hanya melakukan upacara ‘Guru Piduka’. Tapi harus diberikan sanksi berupa deportasi, karena ini menyangkut kehormatan keluhuran budaya Bali yang harus ditegakan secara bersama – sama,” tegas orang nomor satu di Pemprov Bali ini seraya menyatakan jadi malam ini langsung dipulangkan, tidak ada ampun, tidak cukup mohon maaf, tidak cukup matur Guru Piduka, tetapi harus ditindak tegas dengan cepat, malam ini langsung dipulangkan.

Kedepan, Gubernur Bali, Wayan Koster akan terus bertindak konsisten dan tegas terhadap pelaku wisatawan, baik itu wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara yang melakukan tindakan – tindakan yang tidak menghormati tatanan budaya Bali, agar Bali sebagai tujuan wisata utama di dunia, citranya terjaga dengan baik, terhormat dimata masyarakat nasional dan internasional.

Sehingga sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Pariwisata ditata memperkuat basis budaya, berkualitas, dan bermartabat, dengan memuliakan adat, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal. “Kalau tidak tertib, tidak usah datang ke Bali,” pungkasnya.

Sementara Kepala Kanwil Bali Kemenkumham RI, Jamaruli Manihuruk menyampaikan viralnya informasi di media sosial mengenai Warga Negara Asing yang membuat foto tanpa busana di Obyek Wisata Kayu Putih Banjar Dinas Bayan, Desa Tua, Tabanan mendapatkan perhatian yang luas dari masyarakat karena sangat bertentangan dengan kebudayaan Indonesia khususnya kebudayaan Bali yang memegang teguh Adat Istiadat dan Norma Agama. Pada hari Rabu, 04 Mei 2022, Kanwil Kemenkumham Bali melalui Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar memerintahkan Tim Seksi Inteldakim Kanim Denpasar untuk melakukan penelusuran terkait berita tersebut dengan melakukan pengecekan pada sistem Keimigrasian dan mendatangi lokasi kejadian.

Selanjutnya, pada Kamis, 5 Mei 2022 pukul 13.00 WITA, telah dilakukan pemeriksaan serta pengambilan keterangan kepada WNA tersebut dimana sebelumnya telah dilakukan serah terima oleh Pihak Driektorat Kriminal Khusus Polda Bali. Berdasarkan hasil pemeriksaaan terhadap WNA tersebut diperoleh keterangan sebagai berikut, Alina Fazleeva alias AF (Pr), Kewarganegaraan Rusia, Tanggal Lahir 4 September 1994 izin tinggal Kitas Investor, Amdrei Fazleev, Kewarganegaraan Rusia, Tanggal lahir, 22 Mei 1986, Izin Tinggal Kitas Investor Penjamin PT. Art Planet Evolution.

Pasangan Suami Istri ini masuk pertama kali ke Indonesia pada tahun 2020 dan yang kedua pada Bulan November tahun 2021. Bahwa maksud dan tujuan yang bersangkutan datang ke indonesia adalah berlibur dan Berinvestasi. Pasangan suami istri ini merupakan investor yang mendirikan PT. Art Planet Evolution yang bergerak dalam bidang Pakaian dan alat musik.

Pasangan suami istri ini mengakui bahwa, foto viral yang diunggah dalam Akun Instagram pribadi milik saudari AF adalah, dirinya yang dilakukan pada tanggal 1 Mei 2022 di Obyek Wisata Kayu Putih Banjar Dinas Bayan, Desa Tua, Tabanan serta tidak mengetahui bahwa pohon tersebut merupakan tempat yang disucikan di Bali.

Pasangan suami istri ini juga mengakui bahwa, tidak bermaksud untuk tidak menghormati budaya Bali, karena motif yang bersangkutan adalah foto dengan tema menyatu bersama Alam yang menurutnya masuk kedalam Seni dan dijadikan dokumentasi Pribadi bukan Komersil.

Selain itu, mereka juga mengakui melakukan perbuatan tersebut secara sadar dan murni karena kehendak sendiri tanpa paksaan orang lain. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya WNA tersebut juga telah menjalani upacara Adat pada, Jumat 6 Mei 2022 di Desa Tua, Tabanan sesuai dengan peraturan adat yang berlaku.

Dari hasil pemeriksaan, WNA tersebut terbukti melakukan kegiatan membahayakan ketertiban umum dan tidak menghormati peraturan yang berlaku sehingga akan diberikan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa Pendeportasian dan Namanya dimasukkan dalam Daftar Tangkal   sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (1) Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

Selanjutnya, Kepala Kanwil Bali Kemenkumham RI, Jamaruli Manihuruk menghimbau kepada masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Bali agar proaktif memantau dan melaporkan berbagai jenis pelanggaran yang dilakukan oleh Warga Negara Asing kepada pihak yang berwenang sehingga dapat diambil tindakan tegas.

“Kepada seluruh WNA yang berkunjung ke Bali agar selalu berperilaku tertib dengan menghormati hukum dan nilai budaya masyarakat Bali, silahkan nikmati keindahan Pulau Bali, namun jika melakukan pelanggaran tidak akan ada tempat bersembunyi, karena setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tutup Jamaruli Manihuruk.(Rilis)

 

Bupati Sampaikan Ngaben Massal Wujud Nyata Bentuk Gotong Royong

 

TABANAN  – Pantaubali.com – Ngaben massal merupakan wujud nyata bentuk gotong royong yang dilaksanakan oleh masyarakat, karena selain menghemat biaya, kegiatan ini juga mampu menumbuhkan rasa kebersamaan tanpa harus mengurangi makna dari upacara itu sendiri. Hal tersebut diungkapkan Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, saat menghadiri undangan upacara Pitra Yadnya Pengabenan/Atiwa-tiwa Massal yang diselenggarakan oleh warga Banjar Adat Jelijih Lebah, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur Tabanan, Jumat, (6/5) siang.

Tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 wita, Bupati Sanjaya yang saat itu didampingi anggota Komisi IV DPR RI I Made Urip yang diwakili staf ahli, anggota DPRD Provinsi Bali I Ketut Suryadi, dan beberapa anggota DPRD Tabanan, Asisten II dan OPD terkait, disambut baik oleh Perbekel, Bendesa Adat serta Warga setempat yang nampak hadir saat itu. Sanjaya sangat mengapresiasi semangat warga, utamanya gotong-royong dalam membangun karya. Turut juga hadir saat itu, Camat dan unsur Muspika Kecamatan Seltim serta undangan lainnya.

Dalam kegiatan rutin yang diselenggarakan sesuai perarem Adat setempat itu menyertakan 10 Sawa dengan biaya per Sawanya sebanyak Rp. 4 juta. Dimana, dalam Ngaben yang dilakukan secara perseorangan bahkan bisa menghabiskan dana 20 kali lipat dari itu. Sehingga Ngaben Massal atau yang juga sering disebut Ngaben Megibung ini sangat tepat dilakukan guna meringankan beban masyarakat apalagi saat ini masih dalam masa pandemi.

“Titiang di Pemerintah Kabupaten Tabanan, disertai oleh teman-teman di DPRD baik Pusat, Provinsi dan Kabupaten juga OPD terkait, datang kesini memberikan dukungan dan doa restu. Sehingga karya dilaksanakan ini berjalan dengan baik tanpa kekurangan apapun,” ujar Bupati Sanjaya dalam sambutannya saat itu.

Selain itu, orang nomer satu di Tabanan itu juga mengungkapkan kebanggaannya dikala melihat masyarakatnya memiliki semangat persatuan. Sehingga dengan persatuan berlandaskan dengan azas gotong-royong, masyarakat dengan senang hati dan tulus ikhlas melaksanakan karya. Hal ini dikatakannya sangat sejalan dengan visi misi Pemkab Tabanan yakni pada Atma Kerthi.

“Harapan saya, semoga semeton dalam melaksanakan karya sangat dilancarkan oleh Ida Sang Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa. Juga agar semoga Yadnya ini mesari, saya haturkan punia sebagai cihna bhakti saya kepada semeton saya disini,” Sanjaya menambahkan.

Terkait kehadiran Bupati dan jajaran, Ketua Panitia I Nyoman Sumantra mewakili seluruh warga mengcapkan terimakasih kepada Bupati dan jajaran. Pihaknya mengaku sangat bersyukur dan bangga mendapat dukungan baik moril maupun materiil dari pemerintah. Besar harapannya untuk kedepannya agar segala pembangunan di wilayahnya, terus mendapat dukungan dari pemerintah. @prokopimtabanan

Bule Berpose Bugil Akhirnya Ikuti Upacara Pemberishan di Pura Babakan

TABANAN – Pantaubali.com – Setelah sebelumnya Bule berpose tanpa busana di Pohon Kayu Putih, Pura Babakan, Banjar Bayan, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan, melakukan ritual minta maaf akhirnya Dirinya (Bule) juga mengikuti upacara pembersihan dilangsungkan di Pura setempat, Jumat, (6/5) siang.

Dalam kesempatan tersebut Bendesa Adat Bayan, I Wayan Negeriawan menyampaikan, Prosesi ini merupakan pembersihan secara sekala dan niskala.

“Acara hari ini lebih mengacu pada permohon maaf Bule tersebut karena, terbentur waktu juga dan biayanya ini ditanggung oleh pengempon Pura sepenuhnya.Selanjutnya, acara pecaruan dan guru piduka akan dilaksanakan pada anggarkasih julungwangi yaitu,15 hari sebelum Galungan mengingat sekalian piodalan di Pura”, paparnya.

Selanjutnya, kedepan akan di buatkan bener-benar aturan bagi yang memasuki areal sekitar pura.Atau seperti apa dalam rangka promosinya juga nantinya.

“Sehinga tidak begitu saja pengunjung masuk sembarangan ke areal Pura. Akan tetapi akan ada aturannya seperti, cara berpakaiannya lebih mengacu pada kesopanan pengunjung misalnya.Serta dengan adanya kejadian tersebut tentu menjadi satu pengalaman juga”, ujarnya.

Sembari menambahkan, untuk masalah pengakuan bule akan ke Pura Dirinya menyebutkan, menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib.

Tentu peristiwa tersebut akan dijadikan suatu pengalaman menuju hal lebih baik kedepannya.

“Kedepan kita akan pasang banner dini dan tentunya kita akan berbenah kedepannya,” pungkasnya.

Sukacitanya Warga Tampaksiring Bertemu Presiden Jokowi

GIANYAR – Pantaubali.com – Senja itu, Wayan Sukri tidak bisa membendung rasa sukacitanya bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Informasi yang didengarnya beberapa hari yang lalu tentang kedatangan Presiden di desanya ternyata benar adanya.

Rasa haru terpancar di wajah Wayan Sukri ketika melihat Presiden Jokowi berdiri di sisi gerbang Istana Kepresidenan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, pada Kamis, 5 Mei 2022. Sambil membawa sedikit rezeki yang diberikan kepadanya, Ia terus mengucapkan terima kasih kepada Presiden yang berdiri tak jauh darinya.

“Suksma Bapak. Saya mendengar ini bergetar jantung saya,” ujar Wayan Sukri.

Selain Wayan Sukri, rasa haru juga dirasakan oleh Nyoman, warga Desa Tampaksiring. Nyoman mengaku bangga akhirnya bisa bertemu secara langsung dengan Presiden Jokowi. Menurutnya, ini merupakan kali pertama Kepala Negara datang ke Istana Kepresidenan Tampaksiring.

“Saya bangga sekali bertemu Bapak Presiden. Baru sekali ini Bapak Presiden masuk ke Istana Tampaksiring,” kata Nyoman.

Sore itu, pukul 16.30 WITA, Presiden Jokowi dengan mengenakan sarung berwarna cokelat membagikan sembako kepada masyarakat sekitar istana. Salah satu masyarakat yang turut menerima, Dewa, mengaku senang atas pembagian sembako yang dilakukan Presiden.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang mungkin saya sebagai rakyat kecil baru pertama kali bisa bertemu langsung dengan Bapak Presiden, dan atas bantuan Bapak kepada masyarakat kecil,” ucap Dewa.

“Semoga amal-amal bapak ini berkenan di hati masyarakat Indonesia secara keseluruhan,” tambahnya. (Rilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

PSP Pemprov Bali, Tandang ke Gianyar Melawan Pemkab Gianyar FC

GIANYAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati bersama Seketaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menghadiri dan sekaligus melalukam tendangan pembuka dalam kegiatan Persatuan Sepak Bola Pegawai Pemprov Bali (PSP) Friendly Match Road Kab/Kota se-Bali, yang kali ini bertandang ke Kabupaten Gianyar melawan Pemkab Gianyar FC di Lapangan Wenara Mandala Monkey Forest – Ubud, Gianyar, Bali, 5 Mei 2022.

Dalam kurun waktu 3x30menit, Tim Persatuan Sepak Bola Pegawai Pemprov Bali Berhasil Mengalahkan Tim Sepak Bola Pemkab Gianyar dalam Pertandingan Persahabatan yang merupakan Roadshow dari PSP. Pemprov Bali setelah Kabupaten Jembrana dan Badung beberapa waktu lalu.

Pertandingan persahabatan ini merupakan Agenda Tahunan, yang bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi antar pegawai yg ada di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali & Kabupaten/kota di Provinsi Bali.

Hadir Dalam Kesempatan tersebut Bapak beberapa Kepala OPD yg ada di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. Skor Akhir Dalam Pertandingan ini adalah 4-3 untuk Kemenangan PSP. Pemprov Bali.

Ini Adalah Roadshow Ke Tiga yang sudah dilakukan setelah sebelum nya Ke kabupaten Badung dan Negara.(Rilis)

Pasca Bule Pose Bugil di Pohon Kayu Putih, Pihak Desa Berencana Menggelar Upacara Guru Piduka

TABANAN – Pantaubali.com -Setelah Bule perempuan asal Rusia melakukan foto bugil di Pohon Kayu Putih, Pura Babakan di Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan, serta sempat viral di media sosial, telah melakukan pemeriksaan oleh pihak penegak hukum dan telah melakukan ritual meminta maaf kemarin (Rabu,(4/5).

Selanjutnya adapun langkah diambil oleh pihak Desa, akan melaksanakan upacara guru piduka, hal tersebut disampaikan, Penyarikan Pura Babakan, I Made Kurna Wijaya saat dikonfirmasi, Kamis,(5/5) siang di Tabanan, dengan telah diproses pihak berwajib serta telah malakukan ritual meminta maaf adapun langkah selanjutnya akan dilakukan pihak Desa adalah mengelar upacara Guru Piduka tersebut.

“Tentu berharap saat proses Guru Piduka dilakukan Bule itu dapat datang ke Kayu Putih dan meminta maaf secara sekala dan niskala.Tentu dengan tujuan agar Bule tersebut mengetahui aturan kita.Menurut informasi, sebenarnya Bule tersebut berencana akan pulang 8 hari lagi.Tentu jika bisa dapat secepatnya dicarikan hari baik, agar segera dapat melakukan proses Guru Piduka tersebut”, paparnya.

Jika dilihat dalam aturan desa tidak ada sanksi khusus dibebankan ke Bule tersebut, namun jika Bule tersebut tidak keberatan maka, hanya minta seluruh biaya upacara Pebersihan maupun Guru Piduka nantinya dapat ditanggung olehnya.

Sembari Wijaya menambahkan, mengenai masalah pemusnahan foto-foto pose bugil atau yang lainnya tentu diserahkan sepenuhnya pada proses hukum ke pihak berwajib. Karena, tidak mengetahui proses dan aturannya seperti apa nantinya.

Kasus Viral DAP, Mengaku Diculik dan Percobaan Perkosaan Hanya Rekayasa

TABANAN – Pantaubali.com – Setelah viralnya kasus DAP yang mengaku diculik dan terjadinya percobaan pemerkosaan serta dibuang di tegalan yang berlokasi di Desa Nyitdah, Kecamata Kediri, Kabupaten Tabanan, Polres Tabanan bertindak cepat melakukan penyelidikan dan penanganan terhadap kasus tersebut.

Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa, berdasarkan penyelidikan dan pendalaman dari Sat Reskrim Polres Tabanan bahwa kasus tersebut merupakan rekayasa dari yang bersangkutan yang seolah-olah terjadi penculikan.

Korban diketahui pergi bersama dengan pria lain hingga dini hari dan mengatakan salah satu pelaku penculikan bernama Gede Amo, 28 th, asal Banjar Bantas, Desa Sudaji, Kecamata Sawan, Kabupaten Buleleng, setelah dikonfirmasi tidak tahu-menahu dengan kasus tersebut.

Lebih lanjut Kapolres Tabanan menjelaskan, korban DAP pergi dengan seorang pria yang baru dikenal di Facebook, karena pulang terlalu larut pagi takut dimarahi suami kemudian korban DAP Meminta saran dan meminta perlindungan Kepada Bapak mertuanya, Kemudian Bapak mertuanya menyarankan untuk membuat cerita bahwa yang bersangkutan diculik dan diikat tangan dan kakinya serta mulut disumpal dengan kain, Berdasarkan hasil pemeriksaan Unit PPA Sat Reskrim Polres Tabanan dan berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi serta korban, dapat disimpulkan bahwa, penculikan dan penyekapan tersebut adalah merupakan rekayasa korban sendiri, karena takut dimarahi suami pulang larut malam.

“Sampai saat ini kasus masih dilakukan pendalaman di Unit PPA Sat Reskrim Polres Tabanan dan juga akan di lakukan pemeriksaan secara Psikologinya”, pungkasnya.