- Advertisement -
Beranda blog Halaman 752

Tak Kenal Menyerah Ungkap Dugaan Korupsi LPD Serangan, Perwakilan Warga Penuhi Udangan Kejari Denpasar

DENPASAR – Pantaubali.com – Telah bersabar menunggu sekian lama serta sempat menempuh jalur niskala agar kasus dugaan korupsi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Serangan pada tahun 2015 sebesar lebih dari, Rp 6 miliar segera tuntas.

Seolah tidak pantang menyerah dalam upaya ingin segera menuntaskan kasus tersebut maka, perwakilan warga dari, lima Banjar di Desa Adat Serangan, Denpasar penuhi undang Kejari Denpasar untuk berdialog sekaligus menyerahkan surat pernyataan warga, Rabu,(11/5).

Dalam kesempatan tersebut, Kelian Adat Banjar Kaja, Serangan, I Wayan Patut menyampaikan, kedatangan melakukan komunikasi dengan Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Denpasar dengan mengatakan masih menunggu hasil audit internal. Jika hasil audit internal telah selesai, calon-calon tersangka yang sudah dikantongi pasti akan dipublish.

Tentu warga bersama tokoh-tokoh masyarakat sangat berharap tidak ada lagi namanya intervensi-intervesin dari para pengusaha, karena, terlihat bahwa masyarakat sudah banyak dirugikan.

“Nah kita berharap sekali, tadi dengan Kasi Intel supaya Kejari benar-benar push, kerja maksimal calon tersangka bisa segera di publish.Bahkan hari ini juga kami mau ke Kejati membawa surat tuntutan warga waktu kami jumpa pers sekaligus kami minta di Kejati kami ingin juga melakukan semacam dialog seperti yang kami lakukan di kasi inter di Kejari. Hari ini kamu akan meluncur ke Kejati membawa sekaligus dokumen dari tuntutan warga”, bebernya.

Selanjutnya, satu sisi banyak lagi masalah-masalah muncul jika tidak sesegera diproses kasus ini.

Kemudian dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Denpasar menyampaikan, laporan telah diterima laporan diwakili enam orang mempertanyakan terkait calon tersangka.

“Nah pada kesempatan kali ini kita sudah komunikasi untuk penetapan calon tersangka kita menunggu hasil audit. Nah setelah nanti hasil audit disampaikan kami akan secapat mungkin menetapkan atau mengumumkan calon tersangkanya”, ucapnya.

Tentu besar harapan khususnya kepada masyarakat Desa Adat Serangan untuk tetap kondusif, tetap bersabar, tetap memantau dan memonitor kinerja penyidikan.

“Kami jangan sampai ada membuat gaduh dan mengeluarkan statemen-statemen kontraproduktif terhadap penanganan perkara yang sedang berlangsung dan sedang kami tangani”, katanya.

Menurut Dirinya, tidak ada kendala hanya tinggal menunggu hasil audit.

“Kita pakai audit internal”, cetusnya.

Kalau sejauh ini saksi sudah dianggap cukup, tidak ada pemeriksaan saksi, mungkin nanti tinggal menunggu hasil audit.Untuk calon tersangka belum.

“Pokoknya tunggu saja, tentunya nanti kita setelah audit kita umumkan.Dengan total saksi telah diperiksa sebanyak belasan”, tutupnya.

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Bangun Sinergitas Tangani Masalah Stunting di Tabanan

 

TABANAN – Pantaubali.com – Di tengah kesibukannya sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menyempatkan diri menyapa masyarakat Tabanan melalui Radio Global FM Tabanan, Rabu, (11/5) pagi. Dalam kesempatan tersebut dirinya juga memaparkan program-program TP PKK tahun ini. Sehingga, masyarakat khususnya masyarakat Tabanan mengetahui apa saja yang menjadi fokus dari program-program PKK. Dengan dipandu oleh Bram Wijaya selaku penyiar, dialog kali ini difokuskan membahas masalah stunting atau tumbuh kembang pada anak.

“Masalah Stunting menjadi fokus kami saat ini. Dalam kesempatan yang baik ini saya mengajak seluruh masyarakat agar ikut peduli dengan membagikan pengalaman maupun pengetahuan terkait stunting,” ujanya. Sekarang kita kembali berdialog untuk kita memberikan semacam edukasi atau pengetahuan atau sharing pengalaman terkait masalah Stunting.

Bunda PAUD Kabupaten Tabanan ini juga menegaskan bahwa tugas TP PKK untuk tahun ini berfokus pada aksi sosial dan sosialisasi. Sosialisasi tersebut termasuk pada dialog yang dilaksanakan kali ini yakni sosialisasi membahas tentang stunting. ” Masalah stunting menjadi perhatian serius bagi seluruh Pemerintah di Indonesia. Oleh sebab itu, kita dari PKK tidak henti-hentinya untuk turut serta membantu, memberikan edukasi atau memberikan bantuan-bantuan agar masalah stunting ini bisa kita tangani bersama-sama,” ujar Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang saat itu juga sangat mewanti-wanti kepada masyarakat agar memperhatikan tumbuh kembang anak mulai dari kandungan sampai umur 2 tahun agar tidak kekurangan gizi.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dikes Tabanan I Made Supardiyadnya yang turut mendampingi menambahkan, mengapa penanganan masalah stunting ini sangat penting, hal itu dikarenakan agar tumbuh kembang generasi mendatang sangat baik dan mampu menjadi generasi unggul. Dan masalah ini perlu ditangani dari hulu, ketahui penyebabnya, setelah itu disiapkan apa solusinya. Untuk itu, senada dengan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Supardiyadnya menyarankan agar para Ibu-Ibu memperhatikan gizi anaknya mulai dari dalam kandungan agar stunting itu bisa dicegah sedari dini.

Disamping itu, Ia juga menegaskan, dalam menangani masalah stunting tidak bisa hanya berfokus pada anak mulai dari kandungan sampai umur 2 tahun saja. Tetapi, dalam pertumbuhan remaja juga diperhitungkan, khususnya remaja putri. Karena nanti remaja yang gizinya tidak bagus juga nanti di masa suburnya setelah nikah juga rentan memiliki anak dengan masalah stunting. Untuk itu, sangat perlu bagi perempuan yang nantinya memasuki jenjang pernikahan diberikan konseling pra nikah, yakni bagaimana menjalani kehidupan pernikahan, bagaimana nanti cara merawat anak dari kandungan dan seterusnya.

Banyak hal tentang pembedahan masalah stunting dibahas dalam dialog tersebut, dimana Ny. Rai Wahyuni Sanjaya sangat berkeinginan agar pasangan yang memasuki jenjang pernikahan untuk mempersiapkan diri dengan cermat. Di saat kehamilan adalah hal yang paling penting, dimana akan berdampak pada janin yang dikandung sampai lahir dan saat beranjak usia 2 tahun harus mendapat perhatian lebih. Dimana, khususnya di Tabanan dari hasil survey status gizi tahun 2021 secara nasional terdapat 9,2 stunting pada balita di Tabanan dan 10,9 di Provinsi Bali.

“Untuk itu kami di PKK tiada henti-hentinya bergerak memberikan bantuan kepada Ibu-ibu hamil biar mendapat asupan gizi yang baik. Kemudian anak-anak juga kita bantu bagaimana agar mereka tidak kekurangan gizi. Jadi, kami di PKK dan Dinas Kesehatan, serta semua pihak terkait sudah bahu membahu bersinergi dan secara terpadu berusaha menurunkan angka stunting khususnya di Kabupaten Tabanan,” tambah Ny. Rai Wahyuni Sanjaya. @prokopimtabanan

Per Mei, DTW Ulun Danu Kedatangan Ribuan Pengunjung

TABANAN – Pantaubali.com – Kunjungan ke beberapa destinasi wisata di Bali sejak dibuka penerbangan sampai saat ini berangsur-angsur sedikit bergeliat meskipun masih didominasi wisatawan domestik.Di tambah adanya moument libur Lebaran, sedikit menambah jumlah kunjungan meskipun belum mencapai jumlah sebelum terjadinya Pandemi.

Kondisi tersebut dirasakan oleh, Manajemen DTW Ulun Danu Beratan menurut, Staf Humas Dayatarik Wisata Ulun Danu Beratan, Candi Kuning, Tabanan, Agus Teja Saputra menyampaikan, dari data jumlah kunjungan wisatawan baik, domestik maupun mancanegara telah menebus angka kunjungan mencapai 3 ribuan kunjungan.

Jumlah tersebut belum mencapai total jumlah kunjungan sebelum terjadinya Pandemi, akan tetapi tetap sedikit mengalami peningkatan dibanding bulan-bulan sebelumnya selama Pandemi.

“Kunjungan ramai tercatat mulai di bulan Maret, total sebanyak 300 orang telah berkunjung.Selanjutnya, pada 30 April dan 1 sampai tanggal 4 Mei tercatat telah terjadi 1000% peningkatan dibanding hari-hari sebelumnya, Jadi, itu merupakan puncak kunjunganya terjadi di sini (Daya Tarik Wisata Ulun Danu Beratan)”, ujarnya, belum lama ini (Senin,(9/5).

Memang jumlah tersebut belum mencapai dari total jumlah sebelum merebaknya Pandemi Covid-19.

“Sebelum Covid-19 tercatat total jumlah kunjungan mencapai 5 riburan orang ke sini”, sebutnya.

Ada beberapa wisatawan mancanegara terlihat sempat berkunjung juga dalam kondisi saat ini, baik perorangan maupun keluarga.

“Wisatawan asing mulai terlihat kesini, ada India, Rusia, Eropa dan masih didominasi oleh wisatawan Australia”, katanya.

Jika dilihat dari data, Per minggu lalu jumlah kunjungan sedikit menurun mungkin karena, telah selesai libur Lebaran dan mulai adanya ujian sekolah.Sembari Dirinya menambahkan, meskipun demikian diprediksi awal Juli 2022 atau saat libur sekolah kunjungan akan terjadi kembali.

Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Pengecekan Ketersediaan Migor, Polsek Selbar Lakukan Patroli

TABANAN – Pantaubali.com -Agar terjaganya stabilitas Kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polsek Selemadeg Barat – Polres Tabanan. Personil Polsek Selbar yang dipimpin Kapolsek Selbar melakukan patroli antisipasi terjadi gangguan Kamtibmas dan pengecekan terhadap ketersediaan minyak goreng serta menghimbau protokol kesehatan. Seperti pada hari Selasa tanggal 10 Mei 2022 siang tampak personil Polsek Selbar patroli memasuki pasar Suraberata, pertokoan modern dan warung.

Kapolsek Selbar AKP I Ketut Tunas mengatakan, bahwa kegiatan Patroli kali ini dilaksanakan adalah selain antisipasi terhadap terjadinya gangguan Kamtibmas, juga merupakan bagian dari Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Bertujuan untuk mengecek ketersediaan minyak goreng di pasaran pada tingkat pengecer. Hal ini pula untuk memantau penerapan disiplin protokol kesehatan oleh masyarakat untuk mencegah terjadinya penyerahan covid19 setelah selesai pelaksanaan liburan idul Fitri 1443 Hijriah.

“Berdasarkan hasil Pengecekan pada tempat pengecer seperti warung, pasar tradisional, dan pertokoan modern ketersediaan minyak goreng (migor) masih mencukupi. Harga minyak goreng merk Sovia, Rp 49.300/2 liter. Bimoli harga Rp 52.000/2 liter. Minyak goreng Sania 1 liter Rp. 25.000,-. Migor merk, Fortune 1 liter seharga Rp. 25.000,-..migor merk Sania Rp 25.000,-. per liter. Sedangkan Minyak goreng curah Rp 20.000,-/ liter”, paparnya.

Untuk diketahui di wilayah hukum Polsek Selbar keperluan rumah tangga masyarakat masih banyak yang menggunakan minyak tradisional “tanusan” yang terbuat dari Kelapa, karena Kecamatan Selemadeg Barat adalah sebagai penghasil Kelapa”, terangnya.

Personil yang ditugaskan dalam kegiatan patroli kali ini dari unit Samapta, Reskrim, Intelkam, Binmas dan Bhabinkamtibmas. Berdasarkan pemantauan dalam penerapan Prokes tidak ditemukan adanya pelanggaran. Meski demikian kami tetap menghimbau agar kita semua tetap disiplin menerapkan prokes terutama memakai masker dengan benar.

“Mari Kita Jaga diri, Jaga keluarga, Jaga Negara dengan tetap disiplin prokes”, pungkasnya.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Membuka Acara Bali Wonder Fashion Festival

GIANYAR – Pantaubali.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Koster secara resmi membuka acara Bali Wonder Fashion Festival dengan tema “Beauty and Creativity in Paradise Island” yang digelar di Kori Mahari Villas-Gianyar, pada Minggu (8/5).

Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster menyampaikan beberapa poin penting, dimana menurut pendamping orang nomor satu di Bali ini, acara fashion show seperti ini merupakan suatu kebahagiaan tersendiri, terlebih sebagai Ketua Dekranasda pihaknya sedang fokus dalam menata fashion di Bali agar lebih terarah dan tentunya tetap dalam konsep pelestarian budaya Bali dengan mengedepankan kain-kain tenun Bali.

Untuk itu, dalam melahirkan designpreneur di Bali, pihaknya telah membuat suatu kompetisi yang telah diseleksi oleh para kurator designer senior yang di Bali. Dan telah diperoleh 5 design fashion yang pada bulan mei ini akan menampilkan hasil karyanya. Diharapkan pata designer ini akan memantik semangat masyarakat Bali khususnya para designer untuk lebih menggeliat dan melahirkan suatu produk yang memang hasil dari karya mereka baik dari design2nya sampai dengan pemasarannya. Sehingga nantinya karya dari designer ini dapat mempengaruhi trend mode fashion di Bali.

Untuk itu, Putri Koster berharap acara fashion seperti ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan, sehingga fashion di Bali semakin terarah dan memiliki ciri khas tersendiri dan kemudiaan dapat memberikan dampat positif baik terhadap pelestarian tenun Bali, maupun dampak posiitf pada perkembangan ekonomi Bali.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra melaporkan bahwa tujuan dari acara tersebut untuk memperkenalkan karya-karya terbaik dari para designer Bali. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan pariwisata Bali dari segi fashion.

Dalam acara tersebut dihadirkan karya-karya fashion dari beberapa designner diantaranya lenny hartono, rhea cempaka, amy dee, manik galih, tjok abi, rakaory, dan lainya.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Gianyar beserta Ibu, Dan undangan lainnya. (Rilis)

Ketog Semprong Syawalan Akbar, Momen Tingkatkan Harmoni Antar Umat Beragama

 

TABANAN – Pantaubali.com –  Acara Semarak Idul Fitri dan Ketog Semprong Syawalan Akbar 1443H / 2022 yang diselenggarakan di Lapangan Kebun Raya Eka Karya Bali dipadati ribuan umat muslim yang dimulai sejak pagi, Senin (9/5). Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E.,M.M yang hadir pada kesempatan tersebut sangat antusia dan berharap kegiatan ini bisa dijadikan momen untuk meningkatkan harmoni antar umat beragama.  

Tidak hanya dihadiri oleh jajaran pemerintahan di kabupaten Tabanan saja, kegiatan tahunan ini juga dihadiri oleh Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta., S.Sos., Anggota DPD RI Dapil Bali, H. Bambang Santoso, perwakilan dari MUI Provinsi Bali, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan, Sekda Tabanan bersama para Asisten, Camat Baturiti, Perbekel Desa Candikuning serta Tetua Adat Kampung Islam Candikuning, Para ulama dan tokoh masyarakat setempat.

Ketog Semprong Festival merupakan annual event atau kesenian tahunan yang menyajikan pentas Seni Kreatifitas dan Kearifan Lokal Kampung Islam Candikuning (Nyama Islam Candikuning) dengan Kolaborasi Kesenian Bali. Festival ini bertujuan untuk mengimplementasikan nilai agama dalam banyak dimensi, salah satunya adalah menjaga kerukunan baik inter dan antar umat beragama.

Bagi masyarakat Candikuning, festival ini juga dimaknai sebagai ajang untuk berjumpa dan bersua, tak hanya dengan saudara, keluarga maupun masyarakat setempat, namun juga meningkat manfaatnya sebagai tempat jumpa rakyat dan pemimpinnya. Tempat pemimpin bisa menyapa masyarakat secara langsung, saling bersinergi membangun mimpi dan menciptakan masyarakat Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani.

Meskipun pelaksanaannya tertunda semenjak adanya pandemi, namun semangat umat muslim Candikuning nampak tetap menggelora. Hal tersebut mendapat penghargaan dan apresiasi setingginya dari Bupati Tabanan, Sanjaya, atas kekompakan dan harmonisasi luar biasa yang diciptakan masyarakat Baturiti. “Saya dari Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi yang setingginya kepada umat muslim yang gaungnya terdengar sangat luar bia sa. Saya sadari umat muslim yang hadir di sini bukan hanya dari Candkuning, mungkin di seluruh Tabanan hadir, membuktikan kebersamaan dan harmoni antar umat yang kita wujudkan dengan kebersamaan dan persaudaraan yang luar biasa” Pungkas Sanjaya.

Ungkapan orang nomor satu di Tabanan tersebut bukanlah tidak berdasar, namun sudah dibuktikan secara nyata melalui Harmony Award yang berhasil diraih di tahun 2017 silam, sebagai wujud nyata Tabanan yang sukses menjaga kerukunan. “Kita di Kabupaten Tabanan membuktikan bahwa kita bisa menjaga toleransi antar umat beragama yang sangat harmoni dan tidak pernah bersinggungan, saya juga berharap kegiatan ini bisa terus dilanjutkan di tahun-tahun mendatang. Dan sudah barangtentu saya akan membantu dan mensupport kegiatan yang sangat baik seperti ini” tambahnya lagi.

Festival Ketog Semprong ini juga mendapat apresiasi langsung dari Bupati Badung, ia menyatakan bahwa Kabupaten Tabanan khususnya Desa Candikuning, telah dijadikan sebuah role model di Provinsi Bali, terutama Kabupaten Badung tentang kerukunan antar umat beragama.  “Di Pulau Bali ini, di Kabupaten Badung dan Tabanan, keberadaan umat muslim telah mampu mewarnai pembangunan di Pulau Bali, sehinga kita bisa sampai di sini. Mengacu kepada sila ke—5 Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, semua insan sama dapat dan sama rasa” ujar Giri.

Lebih lanjut, Ketog Semprong yang memiliki arti “Tumpah Ruah” dan sekaligus dimaknai dengan “Lebaran Ketupat” ini membuktikan wujud kecintaan umat Islam kepada Tabanan umumnya Bali, dengan menampilkan beragam kolaborasi kesenian yang bernuansa islam dan Bali. Masyarakat berbaur bersama, menyambut dengan semagat suka cita di momen silaturahmi yang hanya bisa terselenggara pasca Hari Raya Idul Fitri atau Satu tahun sekali ini. @prokopimtabanan.

Tim Wasops Itwasum Polri, Tekankan Prokes Saat Cek Pos Pam Tanah Lot

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam rangka pengawasan dan pengecekan pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2022 di wilayah hukum Polres Tabanan. Pada hari Senin tgl 9 Mei 2022 sore melakukan pendalaman di Polres Tabanan terhadap pelaksanaan kegiatan operasi Ketupat Agung 2022 disambut Kapolres Tabanan, Wakapolres dan pejabat operasi Ketupat agung 2022.

Selesai melakukan pendalaman selanjutnya Tim Wasops Itwasum Polri melakukan pengecekan terhadap Pos pengamanan Tanah Lot dari pukul 15.10 sampai dengan 16.30 wita.

Ketua Tim Was Ops Itwasum Polri Brigjen Pol Drs. Yehu Wangsajaya, M.Kom, didampingi Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, S.I.K., M.H. pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa, Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh Polres Tabanan dalam rangka operasi ketupat Agung 2022 sudah berjalan dengan sangat baik. Seluruh anggota telah berkerja dengan baik, melakukan pengamanan dan pelayanan mudik lebaran Idul Fitri 1443 H.

“Kami sangat mengapresiasi positif dari tugas tugas yang telah dilaksanakan oleh Polres Tabanan” Ucap, Brigjen Pol Drs. Yehu Wangsajaya, M.Kom selaku Ketua Tim Was Ops Itwasum Polri.

Lebih lanjut disampaikan, oleh Ketua Tim Itwasum Polri Kedepannya dalam berbagai kegiatan dilaksanakan oleh masyarakat termasuk kegiatan pariwisata seperti di Tanah Lot ini agar tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Proteksi terhadap kesehatan sangatlah utama, sehingga bisa segera keluar dari Pandemi covid19, dan menuju Indonesia sehat. Mari kita semua tetap disiplin dalam penerapan Prokes” Tegas Brigjen Pol Drs. Yehu Wangsajaya, M.Kom. Analis Kebijakan Utama Bidjemenops Itwasum Polri selaku Ketua Tim.

Turut serta dalam rombongan Tim Kombes Pol Jukiman Situmorang, S.I.K., M.Hum., Auditor Kepolisian Madya TK III Itwasum Polri selaku Sekretaris Tim., Kombes Pol Bayu, S.I.K. Auditor Kepolisian Madya TK II Itwasum Polri selaku Anggota dan tampak pula pendamping dari Polda Bali. Pendamping dari Polda Bali

Kombes Rio Indra Lesmana, S.H., S.I.K Auditor Kepolisian Madya TK III , Kompol Ni Made Sukerti, S.H. ,Parik II Itbid I Itwasda dan Akp Luh Sri Puspani Kasubbagrenmin. Sedangkan dari Polres Tabanan tampak hadir Wakapolres Tabanan, Pejabat utama Polres Tabanan dan Kapolsek Kediri serta Humas DTW Tanah Lot Putu Erawan, S .E., M.M..(Rilis)

Ini Antisipasi Manajeman DTW Ulun Danu, Cegah Wisatawan Tidak Lakukan Hal Senonoh di Sekitar Areal Pura

TABANAN – Pantaubali.com – Bentuk antisipasi pasca sempat adanya Bule nekat berpose tanpa busana di Pohon Kayu Putih, Pura Babakan, Banjar Bayan, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan belum lama ini.

Menurut, Staf Humas Dayatarik Wisata Ulun Danu Beratan, Candi Kuning, Tabanan, Agus Teja Saputra menyampaikan, antisipasi memang jauh-jauh hari telah dilakukan dalam upaya menjaga kesucian sekitar areal Pura Ulun Danu Beratan.

Maka, pihak Manajemant DTW maupun para Prajuru telah melakukan pengawasan dengan melibatkan beberapa orang secara bergantian melakukan pengawasan keliling.Baik, di areal sekitar kawasan DTW maupun di areal dalam Pura Ulun Danu Beratan diawasi oleh para Prajuru di Pura Ulun Danu Beratan.

Selain melakukan pengawasan orang per orang, pengawasan dibantu juga dengan memasang ratusan CCTV tersebar di beberapa titik mulai, di kawasan Pura maupun di sekitar kawasan DTW.

“Ya, tentu Kami (Pihak manajemant Dayatarik Wisata Ulun Danu Beratan) telah melakukan antisipasi jauh sebelumnya.Misal, menyiagakan pegawai tiga orang dengan melakukan pengawasan secara keliling disekitar kawasan disini”, jelasnya, Senin,(9/5).

Selain itu, khusus di areal dalam Pura dan sekitarnya juga dilakukan pengawasan, oleh prajuru di Pura Ulun Danu dengan pembagian beberapa shift pengawasan.

“Dari sembilan Prajuru setiap harinya wajib 3 orang ada atau berjaga di areal Pura”, ujarnya.

Selain itu, dalam upaya lebih memaksimalkan pengawasan ada ratusan CCTV telah terpasang, baik disekitar areal DTW maupun sebagian terpasang di kawasan areal Pura Ulun Danu.

“Selain melibatkan petugas, kami juga memanfatkan teknologi berupa CCTV.Ada terpasang di areal Pura sebanyak 36 CCTV, memang telah dipasang sejak 2017.Sedangkan pihak manajemant memasang disekitar kawasan DTW berjumlah 70 CCTV tersebar di beberapa titik diangap vital”, paparnya.

Selanjutnya, papan attention mencantumkan apa saja boleh dan tidak boleh dilakukan para pengunjung telah terpasang juga.Kemudian pintu pagar ikut dipasang juga di tempat-tempat termasuk areal kawasan suci Pura.Sembari Dirinya menambahkan, sebagian pengunjung telah mematuhinya selain itu, dari pihak manajemant maupun para guide selalu menyampaikan ke para pengunjung terkait apa boleh dilakukan dan tidak selama berada di areal kawasan suci Pura.

Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi, Sinergitas dan Koordinasi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali Terus Berlanjut

DENPASAR – Pantaubali.com – Sinergitas dan koordinasi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali terus berlanjut. Dalam rangka menjaga dan mengakselerasi momen pertumbuhan ekonomi, Kementrian Keuangan Republik Indonesia kembali menyempurnakan dukungannya pada dunia usaha (UMKM & Korporasi) melalui penerbitan penjaminan kredit modal kerja gen 2 yang diatur dalam (i) PMK Nomor 27/PMK.08/2022 tanggal 29 Maret 2022 mengenai Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Keuangan No. 98/PMK.08/2020 dan (ii) PMK Nomor 28/PMK.08/2022 tanggal 29 Maret 2022 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 71/PMK.08/2020 .

Penerbitan kedua Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dimaksud merupakan kelanjutan kebijakan Progam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan akselerasi Pemulihan ekonomi nasional tahun 2022. Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan program penjaminan UMKM dan Korpoerasi pada tahun 2022. Dalam kedua kebijakan tersebut telah mengakomodasi masukan dari Pemerintah Provinsi Bali melalui Surat Gubernur Bali No. B.11.900/2016/INWIL/BAPPEDA tanggal 24 Juli 2021 yang bertujuan untuk memperluas penerima manfaat penjaminan. Adapun poin-poin perubahan dalam kedua PMK dimaksud diantaranya, Perpanjangan periode penjaminan PEN Korporasi hingga 16 Desember 2022 dan Perpanjangan periode penjaminan PEN UMKM hingga 30 November 2022, Penyempurnaan ketentuan yang mengatur mengenai mekanisme Penjaminan (khususnya Iuran Jasa Penjaminan atau IJP) sehingga memberi kepastian hukum bagi pihak penjamin, Penyempurnaan ketentuan terjamin yang diatur pada lampiran PMK No. 71/PMK.08/2020 butir 2b huruf f mengenai Peningkatan plafon pinjaman UMKMmenjadi Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) termasuk Pinjaman produktif yang meliputi Pinjaman modal kerja dan/atau investasi berjalan.

Relaksasi kriteria pelaku usaha korporasi terdampak Covid-19 yakni mengubah kriteria Memiliki kekayaan bersih>Rp 10 Milyar dan omzet tahunan > Rp. 50 Milyar menjadi Memiliki kekayaan bersih>Rp 10 Milyar atau omzet tahunan > Rp. 50 Milyar.

Disamping itu, kriteria tidak termasuk dalam daftar hitam nasional dihapuskan.Target penjaminan kredit PEN Gen 2 ini bagi UMKM adalah Rp 26 Triliun dengan jumlah debitur 1.000.000 UMKM yang disalurkan melalui 30 bank peserta. Sementara target penjaminan kredit Korporasi adalah sebesar Rp. 15 Triliun dengan jumlah debitur 20 yang disalurkan melalui 18 bank peserta.

Dengan adanya PMK ini, maka diharapkan tercipta jaminan hukum yang lebih pasti baik bagi pihak penjamin dan penerima manfaat. Disamping itu, dengan adanya peningkatan plafond dan perpanjangan periode penjaminan, diharapkan dapat memberikan ruang gerak bagi dunia usaha untuk dapat menangkap peluang momentum pemulihan ekonomi Bali ditengah kondisi Covid-19 yang mulai terkendali. Hal ini juga sejalan dengan terus meningkatnya jumlah kedatangan wisatawan dari manca negara dengan telah terdapat 14 Perusahaan Penerbangan membuka jalur ke Bandara Ngurah Rai.

Lebih jauh, multiplier kebijakan ini sangat besar, dengan akselerasi kebangkitan dunia usaha maka lapangan pekerjaan akan lebih besar dan selanjutnya akan berdampak pertumbuhan ekonomi Bali yang lebih baik dan meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat Bali.

Pemerintah Provinsi Bali akan terus mengawal upaya pemulihan ekonomi Bali, melalui kebijakan-kebijakan dari sisi permintaan (demand), penawaran (supply), maupun memberikan jaminan social kepada yang memerlukannya. Disamping itu, upaya penanganan Covid-19 yang saat ini relative terkendali akan terus dilakukan, dan diharapkan agar semua pihak dapat bersinergi dalam menjaga protokol kesehatan demi kebangkitan ekonomi Bali.

Dugaan Kasus Korupsi LPD Serangan Mentok Puluhan Warga 5 Banjar Tempuh Jalur Niskala, Sumpahi dan Kutuk Pelaku

DENPASAR – Pantaubali.com -Belum ada titik terang, akhirnya puluhan perwakilan warga dari 5 Banjar di Desa Adat Serangan, Denpasar kembali berharap, agar segera kasus dugaan korupsi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Serangan pada Tahun 2015 sebesar lebih dari Rp 6 miliar segera dapat diusut tuntas.

Akan tetapi kali ini sedikit berbeda, perwakilan dari Banjar memilih menempuh jalur niskala dengan cara menghaturkan Pejati Jangkep. Sembari melantunkan permohonan, agar oknum pejabat negara terkait ketidak benaran dalam kasus LPD mendapat hukuman setimpal sehinga, segera dapat menunjukkan jalan kebenaran.Mengingat, sudah 2 kali lamanya menempuh jalur secara formal akan tetapi, belum membuahkan hasil sampai saat ini.

Selain itu juga, hak asasi manusia telah diabaikan, selanjutnya hukum formal juga telah di perjual belikan karena, dari proses LPD serangan sudah lebih dari, 10 bulan Kejari belum dapat menentukan calon tersangkanya.

Akhirnya, ditempulah jalur niskala sebagai bukti bahwa, saat kepercayaan dilecehkan apalagi oleh oknum pejabat negara dan berkaitan dengan ketidak benaran.Maka, akan mendapat hukuman setimpal serta diharapkan tuhan merestui jalan telah dilakukan, sehinga akan segera menunjukkan jalan yang benar, itu disampaikan, Kelian Adat Banjar Kaja, Serangan, I Wayan Patut.

“Kami menyumpahi mereka siapa saja baik itu, Pejabat Pemerintah, Pejabat Kejari termasuk siapapun dibalik ketidak benaran ini.Kami menyumpahi dan mengutuk agar mereka tidak tenang selama hidupnya”, jelasnya, Minggu,(8/5) di Serangan, Denpasar.

Perwakilan hadir dari beberapa Banjar yang ada di Desa Adat Serangan, yang mana dari 6 Banjar tersebut ada tidak sama sekali terwakilkan adalah dari Banjar Tengah, Desa Adat Serangan.

“Kita hanya ingin memperlihatkan bahwa, kebenaran ini sudah dinodai dan penjahat-penjahat sudah menggelapkan dan menyalah gunakan dana LPD supaya mendapat hukuman setimpal.Tentu ada harapan besar agar dilihat oleh publik bahwa, apa dilakukan tidak main-main khususnya dalam memperjuangkan uang masyarakat yang sampai saat ini belum bisa dicairkan tersebut,” harapnya.