- Advertisement -
Beranda blog Halaman 745

Pelihara Profesionalisme Prajurit, Dandim 1619/Tabanan Pimpin Latihan Menembak

TABANAN – Pantaubali.com -Menegakan Jati diri prajurit yang diamanatkan dalam pasal 2 UU TNI no 34 tahun 2004 dimana disebutkan bahwa Jati diri TNI adalah tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional untuk itu Kodim 1619/Tabanan sebagai garda terdepan NKRI di wilayah Kabupaten Tabanan senantiasa memelihara kemampuan prajuritnya, salah satunya dengan memelihara kemampuan perorangan agar tetap profesional didalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai prajuit TNI.

Kegiatan pembinaan latihan yang telah di programkan oleh Satuan Komando atas secara rutin terus digelar diantaranya adalah dengan melaksanakan latihan menembak senjata ringan yang dilaksanakan setiap triwulan dengan melaksanakan menembak senapan dan pistol sesuai dengan indek perorangan masing-masing.

Latihan menembak triwulan II TA. 2022 dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 1619/Tabanan Letkol inf Ferry Adianto S.I.P didampingi Kasdim Mayor inf Dewa Putu Oka dan Perwira Staf Kodim 1619/Tabanan serta para Danramil jajaran Kodim 1619/Tabanan dilaksanakan di Lapangan Tembak Rindam IX/Udayana banjar koripan kaja desa abiyantuwung Kecamatan kediri, Senin (30/5).

Adapun selaku Komandan latihan (Danlat) Pasiops Kodim 1619/Tabanan kapten Kav Haryanto menyampaikan seijin Komandan Kodim bahwa, kegiatan latihan menembak ini diikuti oleh seluruh personel militer Kodim 1619/Tabanan yang tidak berdinas khusus dengan melaksanakan menembak koreksi untuk mendapatkan hasil menembak yang lebih baik dan hasil latihan secara optimal sesuai dengan yang diharapkan, kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan menembak penilaian dengan jarak 100 meter, dengan masing-masing sikap yang dilatihkan kepada para peserta (petembak) yaitu sikap tiarap, duduk/jongkok dan berdiri, sedangkan menembak pistol dengan jarak 15 meter dengan sikap berdiri 2 tangan.

“Kegiatan latihan menembak yang kita gelar ini tetap mengutamakan faktor keamanan dengan koordinator materi menembak senapan Danramil 1619-03/Pupuan Kapten Chb M. Ilham dan Koormat menembak pistol Danramil 1619-04/Kediri Kapten Inf Putu Sumarnia dengan melibatkan petugas kesehatan dari Denkesyah Singaraja dan untuk keamanan peralatan yang digunakan didampingi oleh personel tekhnisi dari Paldam IX/Udayana serta pengamanan kegiatan yang dipimpin Pasi Intel Kapten Inf I Ketut Suparta”, paparnya.

Sementara itu Dandim Letkol Inf Ferry Adianto S.I.P mengungkapkan bahwa, kegiatan dilaksanakan secara rutin tigabulanan ini adalah bertujuan untuk memelihara kemampuan perorangan prajurit sebagai prajurit profesional sehingga diaharapkan setiap prajurit wajib mampu dan mahir menembak dengan senjata ringan yang merupakan indek perorangan setiap prajuirit untuk mendukung kesipan operasional bila sewaktu-waktu dibutuhkan oleh Negara.

“Kesiapan sebagai seorang prajurit dapat dilihat dari kemampuan perorangan yang dimilikinya dan salah satunya adalah menembak ini.Untuk memelihara kemampuan prajurit tersebut maka dilaksanakanlah program latihan sebagai pembinaan untuk memelihara kemampua prajurit dibidang menembak sebagai bentuk profesionalisme prajurit”, katanya.

Kesiapan prajurit harus terus dipelihara dalam rangka melaksanakan tugas pokok TNI sesuai amanat UU TNI no 34 tahun 2004 yaitu Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara,mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Dalam latihan menembak kali ini juga diberikan bonus kepada nilai tertinggi untuk meningkatkan semangat dan memotivasi personel agar selalu berlatih untuk meningkatkan kemampuan menembaknya.(Rilis)

Resmikan Jalan Subak, Bupati Tabanan Bangga Masyarakat Bekerja Swadaya dan Gotong Royong

TABANAN – Pantabali.com – Dalam upaya membangun infrastruktur khususnya jalan di Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, merasa bangga terhadap masyarakat Desa Adat Kedungu, Kecamatan Kediri, Tabanan, yang telah mampu membangun jalan sepanjang 1,16 Km, lebr 3,5 M yang dikerjakan secara swadaya dan gotong-royong. Hal itu diungkapkan orang nomor satu di Tabanan itu saat memberikan sambutan dalam kegiatan peresmian Jalan Subak Janggo, Banjar Kedungu, Desa Belalang, Kediri, Tabanan, Senin, (30/5) pagi.

 

Kegiatan yang dipusatkan di Pura Dugul Subak setempat itu, Bupati Sanjaya didampingi oleh anggota DPRD Tabanan I Made Suarta, Asisten 2, OPD terkait, Camat Kediri dan unsur Muspika Kecamatan Kediri. Nampak juga saat itu Perbekel Desa Belalang beserta jajaran, Bendesa Adat Kedungu serta masyarakat setempat terutama krama Subak sangat antusias menyambut kedatangan Bupati beserta rombongan.

 

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah membangun secara swadaya dan secara bergotong-royong. Dimana, saat ini Pemkab Tabanan sangat getol-getolnya memperbaiki infrastruktur yang ada di Kabupaten Tabanan, khususnya jalan,” ujar Bupati Sanjaya dalam sambutannya saat itu.

 

Dalam periode menuju Tabanan Era Baru yang telah berjalan kurang lebih 1,5 tahun, Pemkab Tabanan setidaknya telah menuntaskan sebagian besar pembangunan jalan. Sesuai yang disampaikan Bupati Sanjaya, dari 800 Km lebih jalan yang perlu perbaikan, sampai saat ini sudah 90 persen dituntaskan dan hanya tinggal 10 persen. Apalagi dengan diresmikannya jalan subak ini setidaknya 10 persen jalan yang belum tertangani sudah berkurang.

 

“Bukan hanya pemerintah saja yang berkompeten untuk membangun infrastruktur, namun swadaya masyarakat terbukti sangat ampuh dan patut mendapat apresiasi. Dengan panjang 1,16 Km dan leber 3,5 m, ini sangat luar biasa. Biaya bisa bahkan mencapai 6 ratusan juta rupiah. Saya selaku Kepala Daerah memberikan apresiasi yang luar biasa atas swadaya dan semangat gotong-royong yang dilakukan oleh masyarakat Kedungu,” imbuh Sanjaya dibarengi dengan tepuk tangannya sebagai cerminan apresiasi.

 

Kedepan, Bupati Sanjaya berharap di seluruh Kabupaten Tabanan, masyarakat dan tokoh masyarakat kompak bersatu juga selalu bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan. Dalam Pemerintahan menuju Tabanan Era Baru ini, pembangunan infrastruktur terutama jalan di Kabupaten Tabanan dalam waktu dekat ini diharapkan bisa dituntaskan. Sehingga fokus pemerintah selanjutnya bisa semakin cepat dalam mewujudkan semua program pembangunan.

 

“Tabanan sebagai lumbung pangannya Bali yang 75 persen masyarakat kami adalah petani, sudah tentu pertanian harus dilestarikan. Disamping itu, pariwisata juga harus dibangun sebagai daya dukung, maka sektor pertanian dan pariwisata di Tabanan harus selaras beriringan karena ini akan sangat saling menguntungkan baik itu di pertanian maupun di sektor pariwisata. Jadi hasil pertanian dan alam yang asri ini tetap kita jaga sebagai daya dukung pariwisata,” imbuh Sanjaya.

 

Terkait apresiasi yang diberikan Bupati Sanjaya, Bendesa Adat Kedungu I Ketut Deger Setiasa, mewakili seluruh krama mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan jajaran. Ia menjelaskan bahwa jalan ini merupakan jalan Desa Adat sepanjang 1,16 Km di area persawahan penghubung Subak. Dengan terwujudnya jalan ini, pihaknya sangat berterimakasih atas dukungan yang diberikan pemerintah dalam pembangunan jalan Subak ini, terutama kepada Bupati Sanjaya beserta jajaran dan I Made Suarta selaku anggota DPRD Tabanan sebagai inisiator pembangunan jalan yang juga telah banyak membantu. (Rilis)

Ketua DPP Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI), Rita Subowo melantik Ny. Putri Koster Sebagai Ketua DPD PAI Provinsi Bali Masa Bakti 2021-2026

DENPASAR – Pantaubali.com – Redite Kliwon Sungsang, 29 Mei 2022, Ketua DPP Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI), Rita Subowo melantik Ny. Putri Koster sebagai ketua DPD PAI Provinsi Bali masa bakti 2021-2026 bertempat di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut turut serta dilantik DPC PAI Kabupaten-Kota se-Bali masa bhakti 2022-2027.

Ketua DPD PAI Provinsi Bali, Ny. Putri Koster menyampaikan, sangat concern terhadap keberlangsungan anggrek lokal asli Bali. Menurut beliau anggrek lokal asli Bali tidak kalah dengan anggrek import yang sering ditemui, walaupun tidak mencolok namun anggrek asli Bali tetap cantik dan elegan, apalagi ketika dirawat dan ditempatkan dengan baik untuk memperindah halaman rumah.

Pendamping orang nomor satu di Bali ini berkeinginan memperkenalkan anggrek asli Bali kepada generasi penerus Bali.

“Sayang jika jenis anggrek lokal Bali hilang”, cetusnya.

Berkenaan dengan hal tersebut maka tema acara yang diangkat adalah ‘Anggrek Kembali’. Tujuannya adalah untuk melestarikan dan mengembalikan Anggrek Lokal Asli Bali yang awalnya tidak diperhatikan agar dapat dikenal kembali, baik oleh masyarakat Bali maupun dunia.

Saat melantik DPC PAI Kab/Kota, Bunda Putri langsung memberikan arahan kepada DPC agar dapat menginventarisir anggrek lokal Bali yang ada di wilayahnya khususnya pada Kabupaten/Kota yang masih memiliki hutan yang terjaga.

“Ada 2 (dua) misi yang diemban oleh DPD PAI yaitu melestarikan dan mengembangkan Anggrek khususnya Anggrek Asli Bali. Namun pelestarian anggrek asli Bali adalah fokus utamanya”, paparnya.

Ny. Putri Koster mengajak masyarakat Bali untuk menjaga dan merawat kekayaan nasional salah satunya Anggrek Bali sehingga Bali tidak hanya terkenal indah karena lukisan dan patungnya namun juga indah karena Anggrek Balinya.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada. Sejalan dengan Ketua DPD PAI Bali, Wayan Sunada dalam sambutannya menyampaikan, bahwa di Bali cukup banyak bunga anggrek lokal Bali khususnya di hutan-hutan yang masih terjaga.Selain itu potensi pengembangan anggrek Bali masih sangat baik, terlebih Bali sebagai destinasi pariwisata dunia sangat mungkin anggrek Bali dikenal di pangsa internasional.

“Anggrek Bali adalah warisan leluhur yang perlu kita jaga dan lestarikan. Hiasi halaman-halaman rumah kita dengan Anggrek Bali. Anggrek Bali Kembali ; Anggrek Bali dilestarikan dan dikenal kembali”, pungkasnya. (Rilis)

Berhadiah Total 67,5 Juta Rupiah, Provinsi Bali Gelar Lomba Serangkaian Bulan Bung Karno IV 2022

DENPASAR – Pantaubali.com – Provinsi Bali kembali menghelat peringatan Bulan Bung Karno untuk yang ketiga kalinya pada tahun ini. Seperti diketahui, Juni memang bulan yang penuh dengan tonggak-tonggak sejarah yang terkait dengan sang proklamator Bung Karno, Pancasila, dasar dan ideologi negara yang dirumuskan pertama kalinya oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945. Kemudian secara khusus, 6 Juni adalah Hari Lahir Bung Karno dan pada 21 Juni adalah Hari Wafat dari presiden pertama RI tersebut.

Bali juga menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memiliki payung hukum terkait pelaksanaan peringatan Bulan Bung Karno seiring dengan diterbitkan Peraturan Gubernur Nomor 19 Tahun 2019

Oleh karena itu, serangkaian Penyelenggaraan Bulan Bung Karno IV di Provinsi Bali yang akan dilaksanakan mulai Tanggal 1 s/d 30 Juni 2022 digelar pula berbagai kegiatan perlombaan yang melibatkan banyak kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum.

Dalam gelaran tahun 2022 ini, program yang diinisiasi Gubernur Bali Wayan Koster tersebut mengambil tema Adicitta Danu Kerthi yang mengandung makna Menstanakan Air dalam Diri; Refleksi Kepemimpinan Bung Karno. Tema besar tersebut didukung pula Sub Tema 1 Berdaulat Secara Politik yakni Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila 1 Juni 1945 dalam Masyarakat, Sub Tema 2 Berdikari Secara Ekonomi yakni Pemajuan UMKM/IKM melalui Aktualisasi Ekonomi Kerthi Bali dan Sub Tema 3 Berkepribadian dalam Kebudayaan yakni Aktualisasi Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru

Untuk perlombaan, akan dilaksanakan : 1. Lomba Film pendek Aktualisasi Tata Titi Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru, dengan Peserta Siswa SMA/SMK/Sederajat dan Mahasiswa, 2. Lomba Desain dan Peragaan Busana Adat Kerja ke Kantor dengan Peserta Masyarakat Umum , dan 3. Lomba Video Pengolahan Sampah Berbasis Sumber Dalam Bali Era Baru dengan Peserta Desa/Kelurahan dan Desa Adat yang melibatkan Krama Istri/PKK dan Yowana di Provinsi Bali. Ajang Lomba yang dimulai pada tanggal 13 Mei s/d 10 Juni 2022 tersebut memperebutkan Hadiah total Rp. 67. 500.000,

Selain itu, dilaksanakan pula Seminar Daring dengan Tema “Aktualisasi Kepemimpinan Bung Karno Dalam Bali Era Baru pada Senin, 6 Juni 2022 serta Gerakan Kebersihan Serentak sekaligus tebar benih ikan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan, Desa Adat dan Tim Desa Kerthi Bali Sejahtera yang diadakan Selasa, 21 Juni 2022. Untuk Informasi lebih lengkap , dapat mengunjungi Website https://bulanbungkarno.baliprov.go.id.(Rilis)

Bupati Tabanan Himbau Masyarakat Lebih Waspada Terhadap Akun Palsu yang Mengatasnamakan Dirinya

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE,MM menghimbau kepada seluruh masyarakat, utamanya masyarakat Tabanan agar lebih waspada dan berhati-hati, karena telah tersebar akun palsu di Media Sosial Facebook yang mengatasnamakan dirinya. Pihaknya meminta agar masyarakat tidak menerima permintaan pertemanan dari akun atas nama I Komang Gede Sanjaya tersebut. Hal tersebut diungkapkan pihaknya, Senin (30/5) pagi di ruang kerjanya.

Klarifikasi ini diberikan Bupati Sanjaya setelah menerima aduan dari salah satu masyarakat yang terkonfirmasi melakukan percakapan melalui wadah messenger yang disediakan di aplikasi sosial media Facebook. Bupati Sanjaya berharap tidak ada pihak yang nantinya dirugikan atas kasus ini.

“Semakin canggihnya terknologi, tingkat kejahatan atau cybercrime juga semakin tinggi. Saya berharap masyarakat Tabanan lebih cerdas dan bijak menanggapi dan lebih selektif menerima pertemanan di media sosial apapun,” paparnya.

Pihaknya juga sangat menyayangkan mengapa ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang melakukan tindakan seperti ini, yang tentunya bisa meresahkan masyarakat.

“Saya berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua di dalam memanfaatkan media sosial. Saya tidak mau hal ini nantinya akan meresahkan masyarakat dan mencemarkan nama baik,” imbuhnya.

Menurutnya, mekanisme dalam tatanan birokrasi di Kabupaten Tabanan sudah berjalan sesuai dengan aturan yang ditetapkan, dan tidak akan ada celah bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan penipuan.

“Saya tegaskan sekali lagi kepada seluruh pihak baik itu masyarakat, maupun ASN di Pemkab Tabanan agar tidak mudah percaya dengan berita hoax terkait dengan tata kelola kepegawaian. Kita dalam menjalankan tatanan birokrasi sudah bertumpu pada atudan-aturan yang ditetapkan. Saya selaku Bupati Tabanan tidak pernah meminta uang untuk kepentingan apapun baik kepada masyarakat dan personal. Dan saya juga tidak pernah meminta uang dengan menjanjikan sesuatu ataupun jabatan. Mari kita bersama-sama bergandengan tangan melawan berita hoax di Kabupaten Tabanan, agar keharmonisan selalu terjaga dengan baik untuk mewujudkan pembangunan di Kabupaten Tabanan” tandasnya. (Rilis)

Wagub Cok Ace Buka Seminar ‘Kerauhan’ di Kampus PGRI Mahadewa Indonesia

DENPASAR – Pantaubali.com – Ditandai dengan pemukulan gong, Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) membuka seminar bertema kerauhan yang berlangsung di Halaman Kampus PGRI Mahadewa Indonesia, Jalan Seroja Denpasar, Sabtu (28/5/2022) malam. Dalam sambutannya, Wagub Cok Ace mengapresiasi pelaksanaan seminar yang digagas Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Universitas Mahadewa Indonesia ini.

Menurutnya, fenomena kerauhan lekat dengan tradisi dan kearifan lokal masyarakat Bali dan merupakan salah satu wujud kemahakuasaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Ditambahkan olehnya, kerauhan diyakini sebagai prosesi sakral dimana jiwa seseorang dimasuki oleh energi tertentu.

Wagub Cok Ace yang kerap ngayah masolah dalam pamentasan calonarang berbagi pengalaman tentang fenomena ini. Dari apa yang ia amati, Wagub Cok Ace menyimpulkan proses kerauhan erat kaitannya dengan konsepTri Hita Karana. Dalam artian, kerauhan itu bisa dipicu oleh diri sendiri (manusia), alam bawah (butha kala) atau dimasuki oleh energi Ida Betara yang merupakan manifestasi dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Karena beda pemicunya, maka menurut Wagub Cok Ace, cara penanganannya tak bisa disamakan. Harus ada pendekatan khusus dalam penanganan orang kerauhan dan inilah yang perlu didiskusikan oleh mereka yang paham tentang fenomena ini.

Ia berharap, seminar yang digagas FKIP dan FTI Universitas Mahadewa ini mampu menghasilkan rumusan pemikiran tentang kerauhan yang nantinya dituangkan dalam sebuah buku.

“Saya kira ini tema yang sangat menarik. Karena saya yakin setiap fenomena bersumber dari hukum sebab akibat, demikian halnya kerauhan,” ucapnya.

Jika kemudian ada yang punya pemikiran lain, menurutnya hal itu merupakan hal yang wajar dan dipersilahkan untuk menempuh hal yang sama yaitu mendiskusikan melalui forum resmi seperti seminar.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahadewa Indonesia Dr. Komang Indra Wirawan, S.Sn, M. Fil. H menyampaikan bahwa seminar ini dimaksudkan untuk memperkuat jiwa kerthi masyarakat Bali. Pria yang akrab disapa Komang Gases ini berpendapat, fenomena kerauhan sebagai bagian tradisi masyarakat Bali merupakan hal yang patut dilestarikan. Namun demikian, masih dibutuhkan edukasi agar fenomena kerauhan tak menjadi ajang kontestasi. Hal senada disampaikan Ida Pedanda Wayahan Wanasari yang menyebut masih ada kesalahan penafsiran dalam fenomena kerauhan.

Untuk diketahui, seminar kerauhan ini merupakan puncak dari penyelenggaraan parade seni budaya yang diberi tajuk ‘Hormon FKIP and FTI’ atau Himpunan Organisasi Mahasiswa FKIP dan FTI yang berlangsung selama tiga hari. Seminar kerauhan menghadirkan tiga narasumber yaitu Dekan FKIP Mahadewa Komang Indra Wirawan, Psikolog Dewa Ayu Eka dan Hypnoterapy Giri A Semara.(Rilis)

Ketua TP PKK Provinsi Bali Menyapa dan Berbagi di Desa Dalung dan Legian

BADUNG – Pantaubali.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster melanjutkan agenda menyapa dan berbagi dengan kelompok masyarakat yang membutuhkan uluran tangan seperti lansia, difabel, balita gizi buruk atau kurang gizi dan ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK).

Pada, Sabtu, (28/5), Ny. Putri Koster beserta jajaran pengurus TP PKK Provinsi Bali dan Kabupaten Badung turun ke dua desa di Kabupaten Badung yaitu Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara dan Legian Kecamatan Kuta , Badung. Di masing-masing desa tersebut , Ny.Putri Koster membagikan bantuan 1 ton beras untuk 50 orang dengan perincian penerima terdiri dari 10 orang balita gizi buruk/ kurang gizi, 10 orang ibu hamil kekurangan energi khusus (KEK),10 orang lansia, 10 orang penyandang disabilitas dan 10 kader PKK. Di samping itu diserahkan pula bantuan susu dengan jumlah variatif yaitu 8 kotak untuk balita gizi buruk/kurang gizi, 2 kotak untuk masing-masing difabel, ibu hamil dengan KEK dan lansia. Selain itu, seluruh penerima bantuan juga memperoleh 1 krat telor.

Dalam sambutan singkatnya di dua lokasi penyerahan bantuan, Ny. Putri Koster menyampaikan bahwasannya PKK dalam pergerakannya di tengah masyarakat memilki dua kegiatan yaitu aksi sosial dan sosialisasi. Kegiatan aksi sosial yang dilakukan bertujuan meringankan beban masyarakat yang terdampak dari pandemi Covid 19 ,serta meningkatkan gizi bagi para balita,lansia, difabel serta ibu hamil sehingga kualitas kesehatan masyarakat meningkat.

Sedangkan dalam sosialisasi, kader PKK secara berkesinambungan terus melakukan sosialisasi di tengah masyarakat baik melalui media cetak, elektronik maupun turun langsung ke tengah masyarakat.

Wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri ini menambahkan dalam sosialisasi, PKK tidak hanya terfokus kedalam 10 Program Pokok PKK namun juga mensukseskan program pemerintah seperti pencegahan stunting, sosialisasi terkait pengolahan sampah berbasis sumber, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai serta program lainnya.

Bunda Putri juga menegaskan komitmennya dalam mendorong penurunan angka stunting. Meskipun di Bali jumlah penderita stunting tidak begitu banyak, namun kita tetap harus memberi perhatian agar angka stunting di Daerah Bali dapat segera dituntaskan.

Stunting mesti mendapat perhatian serius karena mengancam keberlangsungan generasi penerus bangsa. Ditambahkannya, stunting yang dapat diartikan sebagai gagal tumbuh kembang di mana tinggi dan berat badan anak tak sesuai dengan usianya,jika hal ini tidak diatasi dapat memengaruhi perkembangan otak anak. Oleh karena itu , Pihaknya meminta agar kader posyandu proaktif terhadap potensi stunting yang ada di lingkungan masing-masing dan segera melakukan koordinasi serta upaya pencegahan dengan menggandeng stakeholder terkait.

Pada bagian lain, Bunda Putri juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster. Salah satu yang penting, mendesak dan dapat disinergikan dengan masyarakat adalah penanganan sampah berbasis sumber yang dimulai dari lingkup rumah tangga.Ia menggugah kesadaran masyarakat untuk melakukan pemilihan sampah sehingga pengolahan oleh akan jauh lebih mudah.

Dalam rangkaian kegiatan menyapa dan berbagi, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Teja menyerahkan 200 bibit tanaman berupa cempaka ,manggis dan sawo kepada Ketua TP PKK Kabupaten Badung. Turut hadir dalam kesempatan kali ini Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta, Wakil Ketua TP. PKK Nyonya Kristiani Suiasa serta para pengurus TP PKK Provinsi Bali dan Kabupaten Badung.(Rilis)

Bupati Tabanan Resmikan Pusat Terapi Desa di Sanggulan, Harapkan Mampu Bersinergi dengan Program Pemerintah

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, mengapresiasi terwujudnya Pusat Terapi Desa hasil kerjasama antara Yayasan Peduli Kesehatan (YPK) Bali dengan Forum Bhineka Tunggal Ika Tabanan. Hal itu ditunjukan dengan meresmikan Pusat Terapi Gratis itu yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita di Sekretariat Forum Bhinneka Tunggal Ika Tabanan, Jl. Tukad Saba Blok XII No. 22, Sanggulan Anyar, Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, belum lama ini (Jumat, (20/5).

Selain mendapat apresiasi, misi sosial ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tabanan apalagi diwujudkan oleh Forum Bhineka Tunggal Ika yang mewadahi semua suku-suku, Agama di Tabanan. Didampingi oleh beberapa anggota DPRD Tabanan, Sekda dan OPD terkait, Bupati Sanjaya dengan bangga meresmikan pusat terapi desa ini. Nampak juga hadir saat itu, Ketua Forum Bhineka Tunggal Ikan beserta pengurus dan anggota, Pengurus Yayasan Peduli Kesehatan, juga undangan terkait lainnya.

Dalam sambutannya saat itu, Bupati Sanjaya mengaku sangat bangga karena Tabanan memiliki beragam suku namun tetap mampu berjalan beriringan dengan penuh keharmonisan. Terlebih dengan adanya Forum Bhineka Tunggal Ika yang menjadi suatu wadah persatuan semakin menunjukan eksistensinya di Ulang Tahunnya yang ke-4. “Buktinya pada ulang tahun ke 4 ini Forum Bhineka Tunggal Ika sudah mampu membuat pusat terapi Desa. Tetap pertahankan langka-langkah sekecil apapun baik di masa lalu maupun kedepannya kita harus terus bergerak,” pinta orang nomor satu di Tabanan itu.

Selain itu, Sanjaya juga meminta agar pusat terapi desa ini mampu dikembangkan kedepannya. Menurutnya, hal ini merupakan misi sosial yang sangat baik guna membantu kesehatan masyarakat, apalagi dibangun dngan semangat persatuan.

“Silaturahmi ini tetap dijaga antar semua umat yang khususnya ada di Tabanan ini. Saya bangga terwujudnya pusat terapi desa di Sangulan ini diharapkan kedepannya agar mampu membantu kesehatan masyarakat. Hal ini sangat saya apresiasi, sehingga kedepannya agar terus ditingkatkan dan dikembangkan yang sebesar-besarnya untuk kesehatan masyarakat,” Sanjaya menambahkan.

Pada kesempatan itu, Sanjaya juga menekankan bahwa persaudaraan dan persatuan adalah hal yang paling penting dalam mewujudkan kerukunan dan pembangunan umat dan hampir hal itu selalu digaungkan dalam setiap kunjungannya ke masyarakat.

“Mari dimanapun tanah dipijak, disitulah langit dijunjung. Ini jangan pernah dilupakan, tujuannya apa, karena saya memiliki visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Di Kabupaten Tabanan Menuju Tabanan Era Baru Yang Aman Unggul Dan Madani (AUM). Kalau bukan saudara-saudara yang turut membangun, lalu siapa lagi. Mari kita wujudkan Tabanan Era Baru Yang AUM ini,” pintanya.

Karena Sanjaya sangat menyadari bahwa membangun Tabanan tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah saja tetapi harus ada campur tangan dari seluruh elemen masyarakat Tabanan.

Sementara di kesempatan yang sama, Ketua Panitia kegiatan Bagia Utomo Esa mengatakan bahwa Pusat Terapi Desa ini dibangun bertujuan untuk membantu masyarakat yang merupakan kerjasama antara Yayasan Peduli Kesehatan (YPK) Bali dengan Forum Bhineka Tunggal Ika Tabanan. Pusat terapi ini melayani gangguan tumbuh kembang anak, cerebral palsy, pasca stroke, pasca kecelakaan, kesemutan, nyeri bahu, nyeri pinggang, lutut, dan lainnya. Pihaknya juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang turut membantu terwujudnya pusat terapi ini begitupun juga Ia sangat berterimakasih atas dukungan yang diberikan oleh Pemkab Tabanan.(Rilis)

 

FOPI Bali Gelar Kadisdikpora Bali Cup, Libatkan 726 Atlet

TABANAN – Pantaubali.com -Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Bali kembali menggelar kejuaraan di tingkat pelajar, Kadisdikpora Bali Cup.

Kejuaraan memperebutkan piala bergilir Kadisdikpora Provinsi Bali, berlangsung selama 4 hari dari 28 sampai 31 Mei 2022, bertempat di Lapangan Petanque GOR Debes Tabanan.

Ketua Panitia Kejuaraan, I Gusti Agung Gede Ary Wirawan Wetan menyampaikan, Kejuaraan Petanque antar pelajar se Bali merupakan agenda rutin setiap tahun yang dilaksanakan oleh FOPI Provinsi Bali sejak FOPI berkembang di Bali dari tahun 2013. Namun tahun ini menjadi sangat special bagi FOPI Provinsi Bali karena atas perkenan Kadisdikpora Provinsi Bali, Kejuaraan Petanque antar pelajar Provinsi Bali berubah menjadi Kadisdikpora Bali Cup, dengan memperebutkan piala bergilir Kepala Disdikpora Provinsi Bali.

“Tentunya dengan demikian telah menambah prestise Kejuaraan kami dan menjadi kehormatan bagi FOPI Provinsi Bali. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wadah berprestasi bagi Pelajar tingkat SMP dan SMA di Provinsi Bali khususnya di Cabang Olahraga Petanque,” jelasnya,Sabtu (28/5).

Kejuaraan diikuti 726 Atlet terdiri dari, 350 Putra dan 376 Putri berasal dari 34 sekolah tingkat SMASMK dan 27 Sekolah tingkat SMP dari 8 Kabupaten Kota di Bali. Kejuaraan ini yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal 28 sampai 31 Mei 2022 dan mempertandingkan 14 kategori pertandingan.

“Dengan kejuaraan ini diharapkan nanti mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Ketua Umum FOPI Bali, I Nyoman Yamadhiputra mengatakan, pembinaan terhadap atlet-atlet terus dilakukan terutama melalui kejuaraan seperti ini, sehingga nanti akan lahir atlet-atlet beprestasi, yang bisa masuk untuk mewakili Daerahnya baik untuk Porjar, Porprov, PON bahkan di Sea Game.

Menurutnya semua bisa memiliki peluang untuk bisa tampil di event tersebut asalkan berprestasi. Yama menambahkan, saat ini FOPI sedang berjuang agar cabor Petanque ini bisa dipertandingkan di Pekan Pelajar Nasional (Popnas), agar anak-anak di tingkat pelajar bisa tampil di event resmi nasional.

“Saat ini kita di FOPI sedang berjuang agar olahraga Petanque ini bisa dipertandingkan di Popnas, untuk saat ini Petanque hanya baru masuk di Pomnas, untuk event bertingkat Nasional,” jelasnya.

Selanjutnya, Kadisdikpora Provinsi Bali, Komang Ngurah Boy Jayawibawa, saat membuka kejuaraan, sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh FOPI Bali dalam menjaring atle-atlet pontensial, terutama untuk di tingkat pelajar.

Boy mengakatan, saat ini olahraga Petanque telab masuk ke sekolah-sekolah, sehingga untuk pembibitan sendiri sudah dilakukan oleh jajaran FOPI Bali. Pihaknya berharap dengan event seperti ini akan muncul atlet-atlet berprestasi, baik untuk tingkat pelajar atau tingkat yang lebih tinggi.

“Saya berharap dari Tabanan ini akan muncul banyak atlet berprestasi, karena kedepan akan banyak event, mudah-mudahan anak-anak yang juara ini nanti bisa masuk kesana untuk mewakili sekolah atau Daerah Bali untuk event di tingkat nasional,” pungkasnya.

Pembukaan Kejuaraan Kadisdikpora Bali Cup dibuka langsung oleh Kadisdikpora Bali, KN Boy Jayawibawa, yang ditandai dengan pelemparan bola besi di lapangan Petanque Tabanan.

Dukung Kreativitas Sekaa Teruna, Bupati Tabanan Hadiri Lomba Mancing

TABANAN – Pantaubali.com – Segala bentuk kreativitas masyarakat yang bersifat positif, selalu mendapat apresiasi serta dukungan dari pimpinan daerah. Terbukti, Bupati Tabanan selalu menyempatkan diri turun langsung memberikan dukungan ke masyarakat. Kali ini, Bupati Tabanan berkesempatan langsung menghadiri lomba mancing yang diselenggarakan oleh ST. Dwi Karya Dharma Chanti Banjar Subamia Amba – Ambal, Subamia, Tabanan, Minggu, (22/5) pagi.

 

Dalam kegiatan yang dilangsungkan di saluran Irigasi Subak Gede Subamia Dencarik,. Tabanan, juga turut dihadiri oleh salah satu anggota DPRD Tabanan, Sekda dan OPD terkait, Camat dan unsur Muspika Kecamatan Tabanan. Diharapkan lomba ini mampu meningkatkan kreativitas Pemuda dalam memajukan pembangunan diwilayahnya dan di Kabupaten Tabanan pada umumnya.

 

“Hari ini saya sangat gembira sekali bisa hadir di tengah-tengah masyarakat terutama Pemuda Dwi Karya Dharma Chanti, dalam lomba mancing ini. Saya sangat apresiasi sekali, terutama adik-adik seka teruna yang sangat semangat dalam melaksanakan kegiatan dengan persatuan,” ujar Sanjaya dalam sambutannya saat itu, sekaligus sangat bangga menpunyai para pemuda yang sangat kreatif melakukan kegiatan-kegiatan yang positif.

 

Apalagi lomba mancing ini identik dilaksanakan setiap hari minggu, sehingga menurut Bupati Sanjaya, hal ini mampu meningkatkan persatuan diantara seka teruna. Disamping itu, dengan mengadakan kegiatan ini minimal para generasi muda di Subamia mampu mendapatkan timbal balik, terutama bantuan ataupun dana hasil dari lomba mancing untuk digunakan nantinya dalam kegiatan berorganisasi.

 

“Saya sangat menyambut baik dan sangat bersyukur lomba mancing ini kembali menggeliat setelah lama vakum karena efek dari pandemi. Dulu kita ketahui, lomba mancing ini hampir menjadi life style kita di Tabanan, salah satunya sebagai ajang silaturahmi untuk masyarakat,” imbuh politisi asal Dauh Pala Tabanan itu.

 

Selain itu, manfaat yang didapatkan dari lomba mancing ini juga sangat nyata dirasakan yakni salah satunya saluran kali ataupun sungai menjadi bersih. Sehingga, terjalin kerjasama yang saling menguntungkan khususnya antar pemuda dan subak ataupun penerima manfaat dari subak tersebut. Hal ini sangat banyak sekali azas manfaatnya, sehingga kedepannya semoga lomba mancing ini makin ditingkatkan bukan sekedar untuk menggalang dana tetapi juga untuk kelestarian lingkungan sekitar dari bahaya sampah terutama sampah plastik.

 

Sebelumnya, Andre selaku Ketua Panitia Kegiatan, mengucapkan terimakasih atas kedatangan Bupati dan jajaran untuk memberikan dukungan. Pihaknya sangat berterimakasih karena kegiatan yang dilakukan pihaknya mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari pemerintah. Pihaknya berharap, kegiatan ini mampu meningkatkan semangat kekompakan antar pemuda begitupun agar mampu bersinergi dengan pemerintah mewujudkan pembangunan di Tabanan.(Rilis)