- Advertisement -
Beranda blog Halaman 739

Pemkab Tabanan Gelar Bimtek Penyusunan Masterplan Smart City dan Quick Win Program

TABANAN – Pantaubali.com – Sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan pemerintahan berbasis elektronik menuju Tabanan Era yang Aman, Unggul dan Madani (AUM) di era industri 5.0, Pemkab Tabanan menggelar Bimbingan Teknis Penyusunan Masterplan Smart City dan Quick Win Program Unggulan Kabupaten Tabanan, Senin, (20/6) pagi, bertempat di Warung Tapsa, Buruan, Penebel, Tabanan.

Bimtek perdana tahap I di lingkungan Pemkab Tabanan ini dibuka secara langsung oleh Bupati Tabanan yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila. Sesuai perencanaan, Bimtek menuju Smart City ini akan dilaksanakan berkelanjutan sampai 4 (empat) tahap. Untuk tahap I kali ini, Bimtek dilaksanakan selama 2 (dua) hari yang diikuti oleh 125 Kepala OPD dan ASN di lingkungan Pemkab Tabanan.

Bupati Tabanan dalam sambutannya saat itu yang dibaca oleh Sekda I Gede Susila, mengatakan, merasa sangat bersyukur dan bergembira karena Kabupaten Tabanan terpilih sebagai salah satu Kabupaten yang mengikuti gerakan menuju Smart City tahun 2022. Untuk itu, pihaknya mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran Kementerian Kominfo RI atas kesempatan yang diberikan.

“Tentu saya sangat mengapresiasi dilaksanakan Bimtek ini. Sebab melalui Bimtek ini, saya berharap dapat dilaksanakan alih informasi dan alih pengetahuan di bidang e-government. Terlebih, pemerintahan berbasis elektronik merupakan salah satu komitmen kita dalam menuju Tabanan Era Baru,” ujar Gede Susila. Terlebih tuntutan masyarakat akan pelayanan publik berkualitas semakin menguat di era industry 5.0 saat ini.

Untuk menyiapkan SDM yang mampu bertransformasi ke era digitalisasi dengan baik dan optimal, Pemkab Tabanan mendatangkan beberapa narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing. Salah satunya adalah Perekayasa ahli Utama TIK/Auditor Teknologi utama Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber, Organisasi Riset Elektronika dan Informatika, Badan Riset dan Inovasi Nasional (Dra. Andrari Grahitandaru. M.Sc,.

Kemudian Susila melanjutkan, seluruh ASN di lingkungan Pemkab Tabanan harus menyiapkan diri bertransformasi ke era digitalisasi. Pihaknya berharap agar seluruh Perangkat Daerah yang terlibat, dapat memanfaatkan kesempatan Bimtek ini guna meningkatkan kompetensi. Namun yang terpentin adalah komitmen dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

“Tunjukan komitmen itu melalui kerja secara kolaborasi, bahu-membahu, dan bergotong-royong, bekerja keras, lurus dan tulus dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tabanan. Dimana hal ini tentu sangat sesuai dengan tagline kita “Bangga Menjadi Orang Tabanan,” lanjut Sekda Susila. (Rilis)

Peringati Hari Kesadaran Nasional, Bupati Tabanan : “Tebalkan Komitmen Rasa Cinta Tanah Air”

TABANAN – Pantaubali.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan gelar Upacara Bendera dalam rangka Hari Kesadaran Nasonal yang dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E., M.M, dan diikuti oleh seluruh ASN dan pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah Tabanan, di Halaman Depan Kantor Bupati Tabanan, Senin (20/6).

Upacara bendera rutin yang dilakukan setiap bulan ini bertujuan untuk memantapkan kualitas pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Di momen ini Bupati Tabanan, Sanjaya, mengajak para peserta upacara untuk merefresh komitmen serta menebalkan kembali rasa cinta tanah air dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Upacara yang berlangsung tertib dan khidmat tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekda, Para Asisten, OPD, ASN dan para pegawai di lingkungan Setda Tabanan.

Beberapa hal disampaikan oleh Bupati Sanjaya, termasuk apresiasinya terhadap para perangkat daerah yang telah bekerja keras sehingga Kabupaten Tabanan berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-8 (delapan) kalinya secara berturut-turut. Baginya Upacara Bulanan ini menjadi momen yang tepat untuk bersilaturahmi dan juga berkomunikasi langsung dengan perangkat daerah dan pegawai yang bekerja bersama di bawah kepemimpinannya secara langsung.

“Saya sangat menyadari prestasi itu dapat diraih berkat kerja keras, kerja cerdas dan kerja tulus seluruh perangkat daerah” Ujar Sanjaya dalam sambutannya. Pihaknya juga kembali mengingatkan seluruh jajaran pemerintah kabupaten Tabanan agar terus bekerja sama, bergotong-royong serta berkolaborasi memperbaki kelemahan-kelemahan yang masih terjadi dalam pengelolaan keuangan dan asset daerah secara sistemik dan konsisten, sebab mempertahankan opini WTP baginya, tidaklah mudah, namun bisa dijadikan sasaran sebagai tantangan bersama bagi seluruh jajaran Pemkab Tabanan.

Memasuki penghujung semester pertama tahun anggaran 2022, Sanjaya juga mengharapkan kesiapan seluruh Aparatur Sipil Negara dalam menyelesaikan tugas-tugas dan tuntutan yang menanti. Pihaknya menyampaikan, seperti yang telah diagendakan antara lain; Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang perlu didorong dan dipercepat serapannya. Selanjutnya yakni Percepatan Penyusunan Masterplan Smart City dan Penyusunan Arsitekur dan Peta Rencana SPBE. Sanjaya mengingatkan bahwa pemerintahan berbasis elektronik adalah salah satu misi dalam menuju “Tabanan Era Baru”.

“Tuntutan Masyarakat akan pelayanan public yang berkualitas semakin menguat, seiring dengan kemajuan teknologi di era industry 5.0 (Five point O), oleh sebab itu birokrasi pemerintah harus menyiapkan diri untuk bertransformasi ke era digitalisasi”. Sebutnya. Sanjaya juga memastikan agar seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam program Smart City dapat bekerja keras dan memanfaatkan waktu sehingga di penghujung semester kedua tahun 2022, program tersebut dapat terwujud.

Tak hentinya orang nomor satu di Tabanan tersebut mengingatkan agar semua pihak dapat selalu meningkatkan koordinasi dan konsultasi antar Perangkat Daerah, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat tentang hal-hal yang berkaitan dengan tata Kelola pemerintahan, agar kinerja Pemerintah Daerah secara umum dapat meningkat dan menjadi lebih baik.

“Kuncinya hanya satu yaitu laksanakanlah dengan sungguh-sungguh, komitmen saudara sebagai Abdi Negara dan abdi Masyarakat, tunjukkan komitmen itu melalui kerja fokus, kerja tulus dan kerja lurus dalam upaya mewujudkan kesejahteraan Masyarakat Tabanan” tambahnya. Pihaknya berharap, agar komitmen ini bisa menjadi pijakkan untuk bangkit memulihkan diri pasca pandemi dan mampu meningkatkan kualitas daerah menuju “Tabanan Era Baru, Aman, Unggul, dan Madani (AUM) sebagaimana Visi yang dicanangkan. (Rilis)

Pemprov Bali Raih 3 Penghargaan Tingkat Nasional

JAKARTA – Pantaubali.com – Dibawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster, Pemprov Bali terus menuai penghargaan tingkat nasional. Belum lama ini, sekaligus 3 (tiga) penghargaan diterima di bidang pendidikan dan pelayanan publik.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nomor 197/P/2022 tentang Penerima Penghargaan Pengelola Program Indonesia Pintar (PIP) Terbaik Tahun 2021, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali dinobatkan sebagai penerima penghargaan Pengelola PIP Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2021. Penghargaan diserahkan oleh Sekjen Kemendikbudristek Suharti di Ballroom Hotel Grand Sahid Jaya, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (Sukra Wage, Kuningan), 17 Juni 2022.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali IKN Boy Jayawibawa yang mewakili Gubernur Bali menerima langsung penghargaan tersebut, dalam siaran persnya yang dikutip, Senin (20/22) menyampaikan, penyerahan penghargaan Pengelola PIP Terbaik 2021 merupakan salah satu upaya dalam menumbuhkan praktik baik dan inovasi kinerja dalam melaksanakan Program Indonesia Pintar (PIP).

“Kemendikbudristek melalui Puslapdik memberikan Apresiasi dan Penghargaan ini kepada mitra utama pengelola PIP, yakni Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Provinsi, Perguruan Tinggi, dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti). Dan Dinas Pendidikan Provinsi Bali terpilih sebagai penerima pengelola PIP Terbaik Pertama kategori Pendidikan Dasar dan Menengah kategori Dinas Pendidikan Provinsi, mengungguli Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau diposisi terbaik kedua, dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur diposisi terbaik ketiga,” papar Kadis Boy Jayawibawa.

Melalui penghargaan ini, mitra utama pengelola layanan PIP menurutnya juga diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih baik lagi seperti ketepatan sasaran penerima program.

“Sesuai harapan Sekjen Kemendikbudristek, ingin dipastikan bahwa memang anak-anak kurang mampulah yang mendapatkan bantuan ini dari SD hingga perguruan tinggi secara merata, sehingga memberikan peluang kepada mereka untuk bisa mengikuti pendidikan sesuai jenjang yang dilalui,” imbuhnya.

Tidak hanya satu penghargaan, pada tanggal 16 Juni 2022, tercatat 2 (dua) instansi Pemerintah Provinsi Bali juga turut memperoleh piagam penghargaan berbeda. Masing – masing yakni Penghargaan Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik pada kategori Instansi Pemerintah (IP) Umum yang diterima oleh Gubernur Bali dalam hal ini diwakili oleh Inspektur Provinsi Bali, Wayan Sugiada dan kategori Unit Penyelenggara Pelayanan Publik (UPP) Terbaik yang diterima oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali Ketut Lihadnyana. Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Ritz Charlton Ballroom, Jakarta.

Menurut Lihadnyana, Kompetisi pengelolaan pengaduan pelayanan publik ke-4 merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) sejak tahun 2018.

“Penyelenggaraan kompetisi ini dimaksudkan untuk memotivasi penyelenggara pelayanan publik dalam membangun pengelolaan pengaduan pelayanan publik yang terintegrasi, partisipatif, dan dimanfaatkan untuk perbaikan kelanjutan sekaligus untuk memberikan penghargaan kepada instansi yang telah mengelola pengaduan dengan baik,” ujar Lihadnyana seraya menegaskan penyelenggaraan kompetisi ini didasarkan pada Keputusan Menteri PANRB No. 1473/2021 tentang Penyelenggaraan Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Tahun 2021.

Lebih jauh pejabat asal Desa Kekeran buleleng ini menjelaskan, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan kali ini tidak hanya dilakukan oleh Kementerian PANRB, Kantor Staf Presiden dan Ombudsman RI namun juga melibatkan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan kerja sama dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan United Nations Development Programme (UNDP).

Kompetisi ini diikuti oleh 759 peserta yang berasal dari unsur Kementerian, lembaga, pemerintah daerah (baik Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kota), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan Unit Penyelenggara Pelayanan Publik (UPP) sebagai unit pelaksana yang menyelenggarakan pengelolaan pengaduan publik.

Pada ajang tersebut Pemerintah Provinsi Bali berhasil meraih nominasi 30 Peserta Terbaik kategori Instansi Pemerintah (IP) Umum dan 15 Peserta Terbaik Kategori Unit Pengelola Pelayanan Publik (UPP).(Rilis)

PKB Perkuat Pakem Tradisi Joged Bumbung

DENPASAR – Pantaubali.com – Joged merupakan seni pertunjukan Bali yang berkelas dan bermartabat sedangkan belakangan ini dijuluki berbagai macam ungkapan seperti Joged Ngebor, Joged Jaruh dan lain sejenisnya, itu disampaikan, Tjokorda Istri Putra Padmini, SST.,M.Sn ketika menjadi narasumber pada Kriya Loka (Lokakarya) Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV di Kalangan Angsoka Taman Budaya Denpasar, Provinsi Bali, Senin (20/6).

Dirinya mengajak seluruh peserta untuk menjaga dan mencintai kesenian Joged Bumbung yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO (PBB) pada Tanggal 2 Desember 2015.

“Generasi muda mestinya memiliki peran untuk menjaga kesenian ini,” ujarnya.

Joged Bumbung tersebut sebagai bagian dari seni pertunjukan Bali yang memiliki nilai estetika dan popularitas tinggi, namun belakangan ini dijuluki sebagai kesenian murahan dan remehan. Itu bermula dari keriuhan pementasan Tari Joged yang merebak gaduh sejak tahun 2003 yang dihebohkan oleh rekaman audio-visual komersial

“Joged Goyang Maut atau Goyang Ngebor”. Audio visual itu membeberkan sebuah pementasan Tari Joged yang direkam. Kendati dengan mutu pengambilan gambar yang amat amatiran, tetapi detail gerak penarinya melakukan “goyang maut” yaitu laku gerak-gerak persetubuhan, dan dipamer syur”, katanya.

Expose terhadap peredaran VCD Tari Joged Porno tersebut mengundang perhatian dan keprihatinan banyak kalangan menjadi perbincangan seru ditengah masyarakat. Pemerintah Daerah (Pemda) Bali segera merespon, tak kurang dari dua kali tahun 2015 dan 2018 melakukan pembinaan ke Sekaa Joged Bumbung di Kota dan ke penjuru Kabupaten di Bali.

“Upaya pembinaan mengembalikan tata tari yang etis-estetik dari seni pertunjukan ini dihimau, diharapkan dan diberi arahan,” cetusnya.

Walau melakukan pembinaan secara rutin dan serius, akan tetapi, harapan tinggal harapan saja. Belakangan pagelaran Tari Joged Bumbung semakin liar, terpantau dari unggahan media digital hasil rekaman nyata di lapangan arena lokasi pementasannya hampir menyeruak dari seluruh Bali.

Sebagian besar para penari joged itu keblabasan bergoyang dengan kain tersibak pamer paha yang vulgar.Pada bagian ibing-ibingan beberapa penari Joged Bumbung dengan beraninya melakukan gerak-gerak pinggul yang erotis dalam posisi yang berhadap-hadapan demi memenuhi permintaan penonton, sebagai bentuk partisipasi penonton.

“Pada umumnya laki-laki dalam Tari Joged Bumbung dimasa lalu sarat dengan pamer etoisme romatis dalam tatanan etika gerak, kini jarang dijumpai lagi, laki-laki yang geraknya tak senonoh lebih diumbar pongaknya”, sebutnya.

Cok Padmini kemudian menyampaikan PKB merupakan helatan seni budaya Bali yang bergengsi adalah memiliki peranan penting didalam melestarikan dan mengembangkan kesenian Bali khususnya seni pertunjukan Bali termasuk kesenian Joged Bumbung. Berlandaskan visi dan misi PKB yang sangat kuat, yaitu, pengkajian, penggalian, pelestarian, dan pengembangan kesenian, Joged Bumbung dibangkitkan spirit dan rohnya untuk mengembalikan nilai-nilai, norma-norma kemuliaannya melalui pembinaan-pembinaan dan program pagelaran yang dikemas dalam bentuk parade.

Di dalam program pertunjukan PKB, kesenian Joged Bumbung merupakan salah satu pagelaran favorit dengan daya pikat dari penampilan gaya atau stail yang dimiliki dari masing-masing kabupaten atau Kota, sehingga disetiap pementasannya selalu dihadiri penonton yang membludak dari berbagai kalangan baik anak-anak, remaja dan para orang tua.

“Hal ini dapat dilihat dari antusias masyarakat yang tidak hanya jumlah penonton yang berjubel pada setiap pertunjukannya, tetapi begitu juga partisipasi masyarakat dalam momen “ngibing”. Adegan ibing-ibingan inilah sebagai identitas pertunjukan joged itu sendiri yang dapat membangkitkan dan menghidupkan suasana setiap pertunjukan lebih bergairah, intreaktif, kreatif dan dinamis dengan mengundang gelak tawa para penonton dalam bentuk hiburan segar”, bebernya.

Untuk bisa ikut ngibing dalam Tari Pejogedan ini seorang penonton harus bisa menari (Bali) yang baik karena pengibing sebenarnya hanya membolehkan berinteraksi dengan penari Joged melalui adu gerak tari bukan lewat kontak fisik (memegang, memeluk dan merangkul). Tari Joged Bumbung memiliki pola-pola yang agak bebas, lincah dan dinamis, yang diambil dari gerak Legong Keraton maupun Tari Kekebyaran dan dibawakan secara improvisasi.

“Satu hal yang menjadi daya pikat Tari Joged Bumbung ini adalah gerak-gerakannya yang genit dan sensual dengan goyangan pinggulnya yang merangsang. Oleh sebab itu sejak lama Tari Joged Bumbung dikategorikan sebagai tarian erotis atau igel-igelan buang”, ucapnya.

Pemda Bali kembali unjuk peduli menyampaikan, penegasan dan kebijaksanaan yang pada inti spiritnya agar semua pihak berperan aktif menjaga dan menghormati keberadaan Tari Joged Bumbung. Bagaimana efek dari perhatian pemerintah ini, diharapkan berdampak positif, lebih-lebih bila mengingat tari ini bersama dengan delapan tari Bali lainnya telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia.

“Semoga Tari Joged insaf dan tobat”, pungkasnya.

Sanggar Gita Bandana Praja Duta Kota Denpasar, Padukan Drama Gong dengan Penyalonarangan

DENPASAR – Pantaubali.com – Tampil di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV Tahun 2022 saat Hari Raya Kuningan, Sabtu (18/6) malam, Sanggar Gita Bandana Praja Duta Kota Denpasar menghebohkan Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center). Pasalnya, sanggar ini tak sekedar menampilkan drama gong biasa, melainkan Drama Gong Tradisi dipadukan dengan Penyalonarangan. Tak pelak, Kalangan Ayodya diwarnai aksi pengundangan, watangan, ngunying, dan juga kerauhan.

Lebih dari empat jam pementasan Drama Gong Tradisi Penyalonarangan tersebut berlangsung. Masyarakat masih setia menonton hingga akhir menunjukkan sekitar pukul 23.15 Wita. Pada awalnya, pertunjukan layaknya drama gong seperti umumnya. Koordinator yang juga Ketua Sangar Gita Bandana Praja, I Nyoman Gede Jasa mengungkapkan, sebagai wakil dari Kota Denpasar pihaknya mengemas suatu sajian yang unik sebagai bentuk kreativitas, yakni sajian drama gong dengan memasukkan unsur penyalonarangan.

Adapun sajian apik yang ditampilkan mengangkat cerita “Baruna Murti” yang mengambil penokohan di kawasan Batur dan Toh Langkir. Dikisahkan, masyarakat di tepian Danau Batur yang sebagian besar masyarakatnya sangat senang dan bangga atas keberhasilan mereka dalam bercocok tanam. Semuanya hidup dan tumbuh dengan subur, mulai dari berbagai macam tanaman bunga, sayur-sayuran, buah-buahan serta tanaman lainnya. Masyarakat di sana sangat menjunjung tinggi kebesaran beliau Hyang Dewi Danu.

Tak jauh berbeda dengan kondisi di daerah Tohlangkir. Jika di tepian Danau Batur adalah kisah masyarakat dengan berbagai macam tumbuh-tumbuhan, sedangkan di Toh Langkir dikisahkan masyarakat dengan segala macam binatang yang dipelihara dengan sangat baik, bahkan sangat jarang ada yang cepat mati ataupun sakit, dan semuanya tumbuh besar dengan cepat dan sehat. Ini pun tidak terlepas dari Rahmat atau Waranugraha beliau yaitu Hyang Putranjaya.

Tetapi ada salah satu juragan yang bernama Juragan Bretong bersama anaknya yang sangat angkuh dengan keberhasilannya di bidang memelihara segala macam binatang. Hingga diperintahkanlah anak buahnya untuk menggembalakan peliharaannya sampai ke tepian Danau Batur. Akhirnya, hal yang tak diinginkan terjadi. Semua tanaman disana hancur lebur dirusak oleh binatang peliharaan juragan Bretong.

Masyarakat di sana pun menjadi sangat marah. Men Bekung, Pan Bekung bersama masyarakat lainnya di tepian Danau Batu akhirnya membunuh semua binatang tersebut dan dibuang begitu saja ke danau dan ke kali terdekat yang ada di sana. Pada akhirnya semua sampah bangkai dan kotoran tersebut bermuara ke laut, sehingga membuat Hyang Baruna sangat marah. Hyang Baruna mengutuk sampah dan semua bangkai tersebut menjadi Sasab Merana.

Akhirnya terjadilah wabah yang disebut dengan Gering Agung, terutama di tepian danau Batur dan di Tohlangkir. Sehingga masyarakat Tohlangkir dan masyarakat di tepian danau Batur menjadi bersengketa dan saling tuduh masalah Sasab Merana. Karena mereka terus menerus saling tuduh dan bertengkar, maka turunlah Hyang Pasupati untuk melerainya serta menyarankan agar Hyang Putranjaya dan Dewi Danu untuk mengajak masyarakatnya menghadap kepada Hyang Baruna. Dengan tujuan untuk memohon maaf dan meminta tuntunan.

“Jadi dalam lakon Baruna Murti ini sarat dengan pesan agar masyarakat jangan abai terhadap lingkungan. Terutama membuang sampah sembarangan. Kalau sampah dibuang di kali itu muaranya kan tetap ke laut. Sehingga laut marah dan akhirnya terciptalah wabah penyakit dan gering agung,” jelasnya.

Cerita ditampilkan kurang lebih selama tiga jam oleh para pemain. Namun menginjak pukul 22.00 Wita, dua watangan tiba-tiba dihadirkan di area pementasan. Dua watangan diiringi dengan tetabuhan ini awalnya diarak dari pintu masuk Art Center, berjalan mengitari kawasan taman budaya tersebut hingga sampai di Kalangan Ayodya. Suasana penonton pun menjadi tegang karena ada aksi nguying dan kerauhan. Namun demikian, tak sedikit pula penonton yang justru antusias dalam menyimak.

Nyoman Jasa mengakui, memadukan kesenian drama gong dengan penyalonarangan memang memiliki kesulitan tersendiri.

“Terutama di bagian tabuh. Bagaimana pengemasan tabuh antara drama gong dengan penyalonarangan ini agar bisa nyambung. Secara tingkat kesulitan, mungkin para pembina garapan yang lebih paham,” ungkapnya sembari menyebut pementasan Sabtu malam kemarin melibatkan lebih dari 100 seniman dan puluhan pemangku.

Selain bersifat sebagai hiburan, kata Nyoman Jasa, pementasan ini juga bermakna untuk mendoakan alam semesta. Dalam pertunjukan tersebut digelar pula ritual pecaruan atau pemahayu jagat yang dipuput langsung oleh seorang sulinggih didampingi puluhan pemangku Kahyangan Tiga seluruh Denpasar.

“Sehingga dapat dikatakan, kemarin kami pentas juga sekaligus mendoakan Kota Denpasar yang dalam hal ini kita pusatkan di Art Center ini agar alam rahayu dari bencana, gering, sasab merana, dan lainnya. Kami gelar pecaruan lengkap dengan bantennya yang dipuput oleh Ida Rsi,” pungkasnya.

Hari Raya Kuningan, Bupati Tabanan Ikuti Persembahyangan Piodalan Kahyangan Jagat Bali Pura Luhur Pakendungan

TABANAN – Pantaubali.com – Pasca merayakan Hari Raya Kuningan yang jatuh pada Rahina Saniscara Kliwon Kuningan Sabtu, (18/6) kemarin, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M mengikuti Persembahyangan Piodalan Kahyangan Jagat Bali Pura Luhur Pakendungan, Minggu pagi (19/6).

 

Bertempat di Kahyangan Jagat Bali Pura Luhur Pakendungan, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Persembahyangan tersebut juga diikuti oleh Anggota DPRD, Para Asisten Sekda, Seluruh OPD dan Kepala Bagian di lingkungan Sekda, Seluruh Camat di Tabanan, diikuti pula oleh Manajer Tanah Lot, dan Direktur Utama RSU Tabanan, RS Nyitdah, PD Dharma Santika dan PDAM Tabanan.

 

Kehadiran rombongan pemerintah daerah pagi itu, disambut dengan hangat oleh masyarakat Desa Beraban. Bupati Sanjaya sempatkan menyapa langsung masyarakat sebelum melakukan persembahyangan. Dengan diikuti oleh rombongan, persembahyangan tersebut berjalan dengan khidmat.

 

Momentum hari raya ini, terutama Galungan dan Kuningan, dijadikan Sanjaya sebagai saat terbaik untuk mengucap syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa / Sang Pencipta. Oleh sebab itu, tak hanya mengajak rombongan di kalangan Pemerintahan saja, pihaknya juga merangkul seluruh masyarakat Desa Beraban yang hadir kala itu, dan yang berada di rumah untuk sama-sama mengucap syukur atas limpahan karunia yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa, terhadap kekayaan alam dan tanah Tabanan yang subur dan melimpah.

 

“Di momen ini, saya juga mengajak semeton untuk memohon kerahayuan jagat Bali, agar selalu dilimpahkan kesuburan, kesehatan, kebaikan, dan juga agar pandemi segera usai, sehingga kita bisa kembali bangkit membangun Tabanan” ujar Sanjaya.

Pihaknya menghimbau masyarakat untuk terus bersemangat, bersama-sama pemerintah membangun Tabanan, baik secara sekala maupun niskala seperti persembahyangan ini. Demi terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). (Rilis)

Gubernur Wayan Koster Tuntaskan Masalah Agraria Kali Unda Dalam Waktu 3 Minggu Setelah 52 Tahun Warga Kali Unda Menunggu Kepastian Penyerahan 69 Sertipikat Hak Atas Tanah Secara Gratis ke Warga Kali Unda Klungkung Wujud Keberpihakan Gubernur Koster ke Masyarakat

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster menyerahkan sertipikat anah secara gratis untuk warga di Kali Unda, Semarapura Kangin, Kabupaten Klungkung sebanyak 69 sertipikat hak atas tanah bersama Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali, Ketut Mangku pada, Minggu (Redite Umanis, Langkir) 19 Juni 2022 pagi yang disaksikan langsung oleh Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab, Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, hingga Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Klungkung, I Made Herman Suasanto di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya.

Sertifikat Tanah yang diserahkan Gubernur Bali, Wayan Koster ke warga di Kali Unda, Semarapura Kangin adalah perjuangan bersejarah yang ketiga kalinya dilakukan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini di dalam mengatasi masalah Reforma Agraria di Pulau Dewata, setelah sebelumnya tercatat berhasil menuntaskan, Konflik Agraria sejak tahun 1960 terjadi di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Juga berhasil menuntaskan masalah Agraria di Kelurahan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung yang telah terjadi sejak Tahun 1920 atau sudah 100 tahun lebih masyarakat di Tanjung Benoa tidak mendapatkan status tanah yang jelas; dan Berhasil menuntaskan masalah Reforma Agraria di Kali Unda, Semarapura Kangin, Klungkung yang telah terjadi sejak tahun 1970-an atau 52 tahun lamanya.

Mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini tidak membutuhkan waktu lama di dalam menuntaskan masalah Reforma Agraria di Kali Unda. Hanya membutuhkan waktu 3 minggu sejak Gubernur Bali, Wayan Koster mengeluarkan kebijakan pada tanggal 27 Mei 2022 dengan surat No. B.13.032/2698/PBMD.BKAD yang menerangkan status tanah di Kali Unda, akhirnya Warga Kali Unda dengan serentak dan kompak mengucapkan rasa syukur serta terimakasih kepada Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini,karena tepat pada Rahina Umanis Kuningan secara sah mendapatkan sertipikat hak atas tanah gratis.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali menceritakan diberikannya 69 sertipikat hak atas tanah secara gratis berawal dari proses Surat Keterangan dari Gubernur Bali tertanggal 27 Mei 2022 dan setelah statusnya jelas dari surat keterangan tersebut, baru Badan Pertanahan menindaklanjutinya untuk proses sertifikasi bersama Badan Aset Provinsi Bali, selain juga Saya harus melihat sejarah tanahnya dan fakta di lapangan saat ini, kemudian mempelajari Peraturan Perundang-Undangannya.

Saya juga berfikir sederhana, luas tanah 1,8 hektar yang sudah ditempati sejak lama, terus mau diapain? digusur? Tentu tidak manusiawi. Jadi harus diselesaikan masalah ini. Apalagi Pemerintah Daerah dan Pusat tidak ada kepentingan pembangunan disana, maka sebaiknya diberikan saja kepada warga,” kata Gubernur Wayan Koster yang disambut gemuruh tepuk tangan.

Gubernur Bali jebolan ITB ini menegaskan warga yang menerima sertipikat tanah harus bersyukur, karena sejak 1970 atau 52 tahun lamanya, astungkara baru kali ini penyelesaiannya dilakukan secara cepat dan gratis.

“Apakah selama proses ini ada yang minta uang?Saya minta tidak boleh ada orang yang minta uang. Jadi jangan macam-macam, ini tidak ada pemungutan biaya. Di jaman yang Saya kelola ini tidak ada bayar-bayaran, karena ini merupakan kebijakan Pemerintah Pusat yang dipimpin langsung oleh Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo,” tegas Wayan Koster seraya menyampaikan Saya merasa bahagia, tentu Bapak dan Ibu yang menerima sertipikat tanah juga bahagia. Bahagianya Bapak/Ibu, bahagianya Saya. Bayangkan Bapak/Ibu 52 tahun lamanya menunggu, pernah ngak terbayang, Bapak/Ibu ada Gubernur yang baik hati mengurusi masalah begini?

Kemudian masyarakat Kali Unda menjawabnya tidak Pak. Suksma Pak Gubernur Bali, Wayan Koster.Atas hal itulah, Gubernur Bali menyampaikan tugas dan kewajiban seorang pemimpin itu ialah ngurus rakyat harus benar – benar.Jangan mencari untung dari rakyat.

“Rakyat itu harus ditolong, kalau mau nyari untung, berdagang saja, baru banyak dapat untung. Jadi karena itu, Saya bersyukur sekali sertipikat tanah ini bisa diserahkan,” jelas orang nomor satu di Pemprov Bali ini sembari mengungkapkan kemarin Saya juga telah berkomunikasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional, Bapak Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto dengan melaporkan penyelesaian konflik agraria di Desa Sumberklampok, Buleleng yang jumlahnya 612 hektar tanah dan sudah ditempati dari 1930.

Saya selesaikan pada tahun 2021 dengan tuntas. Kemudian melaporkan penyelesaian konflik agraria di Desa Tanjung Benoa, Badung yang luasnya 2,5 hektar dan ditempati sejak 1920, dan hari ini Saya selesaikan kasus agraria di Kali Unda, Klungkung. Atas hal ini, Saya kemudian meminta kepada Bapak Menteri Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto untuk segera ke Bali, agar Bali jadi percontohan di dalam penyelesaian konflik agraria.

Tuntasnya konflik Agraria di Desa Sumberklampok, Buleleng, di Desa, Tanjung Benoa, Badung, dan di Kali Unda, Klungkung di era kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster akan terus berlanjut dengan menargetkan wilayah lainnya di Bali dengan catatan masalah tesebut tuntas sesuai dengan koridor peraturan dan kebijakan yang ada.

“Saya memang meminta Kepala Badan Aset Provinsi Bali untuk memetakan lahan negara yang ditempati warga. Asal sesuai peraturan Perundang – Undangan, akan Saya selesaikan secepatnya.Karena masalah ini menjadi temuan BPK dan menjadi sorotan KPK.Oleh karena itu, Saya ucapkan terimakasih kepada Kepala BPN Prov. (Rilis)

Epilepsi Kumat, Acep Terjatuh ke Sumur di Mengwi

BADUNG – Pantaubali.com – Seorang pria terjatuh ke sumur di Banjar Gambang, Desa Mengwi, Kabupaten Badung, Kemarin,(Jumat (17/6) malam. Menurut laporan dari warga setempat menyebutkan perkiraan waktu kejadian pada pukul 21.30 Wita.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) , Gede Darmada, membenarkan informasi tersebut.

“Kami terima laporan kejadian pada pukul 21.40 Wita dari Bapak Agus, warga Mengwi”, terangnya.

Diketahui identitas korban atas nama Acep Tendi (33). Kejadian berawal ketika korban sedang menimba air dan tiba-tiba saja penyakit epilepsi nya kambuh hingga jatuh ke dalam sumur.

Sebanyak 7 orang personil dari Kantor Basarnas Bali yang bertempat di Jimbaran berangkat menuju lokasi untuk melaksanakan evakuasi. Kurang lebih pukul 22.54 Wita tim pun tiba dan langsung mempersiapkan peralatan dan menurunkan 1 orang personil ke dalam sumur.

“Satu personil kami turunkan lengkap menggunakan peralatan SCBA untuk antisipasi apabila ada gas beracun,” ungkap Darmada.

Akhirnya pada dini hari, sekitar pukul 00.41 Wita jenasah telah berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke RSU Kapal, Kabupaten Badung menggunakan Ambulance BPBD. Selama proses evakuasi berlangsung turut melibatkan unsur SAR dari Basarnas Bali, BPBD Kabupaten Badung, Polsek Mengwi, Pemadam Kebakaran Kabupaten Badung, relawan lainnya serta keluarga korban.

Diduga Lepas Kendali, Bus Pariwisata Mengakibatkan Tabrakan Beruntun Satu Pejalan Kaki Tewas

TABANAN – Pantaubali.com – Tabrakan beruntun antara kendaraan bus pariwisata yang diduga mengalami lepas kendali dengan 7 kendaraan roda empat, 3 Unit sepeda motor dan pejalan kaki.

Kecelakaan terjadi di jalur jalan Nasional jurusan Denpasar – Singaraja, Banjar Pacung,Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Sabtu,(18/6) pkl 12.30 wita.

Adapun kronologis singkat kejadian tersebut disampaikan, Kapolres Tabanan, AKBP Ranefli Dian Candra dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, kendaraan bus dikendarai AS (Inisial) (38) Asal Sidoarjo – Jatim datang dari arah Singaraja Kabupaten Buleleng dengan tujuan arah selatan Denpasar.

Setibanya di TKP kendaraan sudah oleng tidak terkendali kemudian menabrak mobil Avanza yang datang dari arah berlawanan selanjutnya menabrak kendaraan AVP sampai jatuh ke saluran air sebelah timur jalan, kemudian menabrak 4 lagi kendaraan roda empat lainnya termasuk menabrak sepedamotor dan bus terplosok di perkebunan warga dengan dalam kurang lebih 5 meter dari jalan umum.

“Akibat kejadian tersebut menyebabkan satu orang meninggal di tempat saat jalan kaki dari sembahyang berinisial NWW, warga Banjar Pacung, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.Selaim itu, 8 Orang luka-luka,” jelasnya. dalam keterangan tertulisnya.

Kendaraan Bus Membawa penumpang sebanyak kurang lebih 45 org dari Guru dan pelajar dari salah satu SMP swasta asal Surabaya yang sedang melaksanakan Study Tour di Bali.Sembari Dian Candra menambahkan, penanganan dan Olah TKP di Back dari Tim TAA (Traffic Accident Analisys) Ditlantas Polda Bali.

Buka Lomba Mancing, Ketua DPRD Tabanan Imbau Masyarakat Jaga Saluran Irigasi

TABANAN – Pantaubali.com – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga menghadiri sekaligus membuka acara lomba mancing STT Yowana Eka Satya, Desa Pakraman Pangkungkarung Gede, Kecamatan Kerambitan yang dilaksanakan di saluran irigasi Subak Seronggo pada Minggu, (12/6).

Pada kesempatan itu, Dirga menyampaikan agar masyarakat ikut menjaga saluran irigasi Subak dari sampah plastik sehingga proses menanam padi tidak terganggu.

“Saluran irigasi itu denyut nadi pertanian. Semua orang wajib ikut memelihara,” ujar Dirga seusai acara.

Hadir pula anggota DPRD Tabanan Wayan Widnyana, perwakilan dari Anggota DPR RI, Made Urip, Perbekel dan Bendesa Adat Pangkungkarung, serta tokoh masyarakat setempat.

Selain itu, politisi PDI Perjuangan asal Banjar Sakeh, Desa Sudimara ini menilai, dengan kegiatan lomba mancing bisa merangsang masyarakat untuk gemar makan ikan. Apalagi salah satu program pemerintah adalah mencegah stunting.

“Makan ikan kan banyak gizinya. Harus dibiasakan dari lingkungan paling dekat. Lomba mancing seperti ini salah satu pilihannya,” ujarnya.

Dirga juga mengatakan, lomba mancing adalah sarana hiburan murah dan merakyat yang bisa diakses masyarakat. “Ini hal yang produktif. Bisa melepaskan strees,” terangnya.

Seorang pemancing, Putu Artha mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang mendukung kegiatan seperti itu. Ia mengaku senang hobinya bisa tersalurkan.

“Semoga pemerintah terus mendukung kegiatan seperti ini, sehingga masyarakat merasakan manfaatnya langsung,” ujarnya.

Pada lomba mancing yang diikuti seratusan peserta ini panitia menyediakan hadiah utama sebesar Rp 5 juta. Peserta antusias mengikuti lomba dari anak-anak, dewasa hingga orang tua. Kegiatan lomba berlangsung dari pagi hingga menjelang sore.(Rilis)