- Advertisement -
Beranda blog Halaman 738

Ketua DPRD Tabanan Fasilitasi Masalah TPP BRSUD Tabanan Dengan Pemkab

TABANAN – Pantaubali.com – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga akhirnya mempertemukan pihak ASN Badan Rumah Sakit Umum Daerah (BRSUD) Tabanan dengan pemerintah kabupaten terkait Tambahan Penghasilan Pegawai atau TPP. Rapat digelar di gedung DPRD pada Kamis, (23/6) hampir selama dua jam.

Dirga menyampaikan, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Tabanan bisa memenuhi tuntutan dari ASN di BRSUD Tabanan. Selain itu, Ia ingin gerak cepat eksekutif sehingga bisa segera menerima jawaban atas persoalan tersebut.

“Tadi disampaikan, pihak eksekutif meminta waktu untuk berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), kami berikan asal bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Dirga seusai rapat.

Sebelumnya, ASN di BRSUD Tabanan mendatangi gedung DPRD Tabanan pada Senin, (6/6) atau sebelum Galungan. Mereka mempertanyakan kenapa ASN di RS Nyitdah dan Puskesmas mendapatakan TPP, sementara mereka tidak.Saat ini ada 498 orang pegawai di BRSUD Tabanan yang berstatus ASN.

“Setelah koordinasi di internal TAPD, kami harapkan sudah ada informasi yang masuk ke saya,” ujarnya politisi PDI Perjuangan asal Banjar Sakeh, Desa Sudimara ini.

Sementara itu, Asisten III Setda Kabupaten Tabanan I Made Agus Hartawiguna mengatakan, pihaknya sudah menerima aspirasi dari ASN di BRSUD Tabanan. Namun, ia meminta waktu untuk berkoordinasi dengan TAPD.

“Kami akan menghadap ke Sekda sebagai ketua TAPD,” ujarnya.

Agus menambahkan, soal anggaran tentunya akan memerlukan perhitungan yang cermat dan tidak serta-merta bisa direalisasikan. Maka, Ia meminta agar semua pihak bersabar

“Soal aturannya akan kami pastikan lagi,” pungkasnya.

Ketua TP PKK Menerima Audiensi Sejumlah Lembaga dan Elemen Masyarakat

DENPASAR – Pantaubali.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali yang juga selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster bertemu dengan pimpinan lembaga, pengurus organisasi dan elemen masyarakat di Ruang Pertemuan Jayasabha, Wraspati Wuku Langkir,Kamis(23/6/2022).

Beberapa lembaga dan organisasi yang bertemu dengan Ny. Putri Koster yaitu BKKBN Provinsi Bali, KPPAD Provinsi Bali dan Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia. Pada hari yang sama, Ny. Putri Koster juga menerima audiensi Krama Bali Los Angeles dan Ciputra Life.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, dr. Ni Luh Gede Sukardiasih menyampaikan rencana peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Provinsi Bali yang akan diselenggarakan pada tanggal 29 Juni 2022. Memeriahkan Harganas 2022, BKKBN Bali akan menggelar talkshow mengangkat tema stunting dan mengundang Ny. Putri Koster sebagai narasumber. Selain itu, ia juga melaporkan pembentukan Duta Genre (Generasi Berencana) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Bali.

Ny. Putri Koster menyambut baik rencana pelaksanaan talkshow yang mengangkat isu stunting. Ia berpendapat, stunting harus dicegah sedini mungkin mulai dari edukasi kepada para remaja putri yang nantinya menjadi calon ibu.

“Perilaku remaja putri yang akan menjadi calon ibu mesti diperhatikan karena nantinya akan berpengaruh ketika mereka memasuki masa kehamilan,” ujarnya.

Terkait dengan Duta Genre, Putri Koster mengingatkan agar wadah ini jangan hanya sekadar dibentuk, tapi harus membuat program nyata untuk merencanakan masa depan.

Berikutnya, Ny. Putri Koster Menerima jajaran komisioner Komisi Penyelenggaraan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali yang diketuai Ni Luh Gede Yastini. Mengawali penyampaiannya, Yastini memperkenalkan jajaran komisioner KPPAD Bali periode 2021-2026.

Dalam kesempatan tersebut Yastini menyampaikan, bahwa jajarannya fokus pada program pengawasan. Selain itu, KPPAD juga intensif berkoordinasi dengan Majelis Desa Adat dan Pasikian Paiketan Krama Istri (PAKIS) MDA Bali. Pihaknya mendorong agar program perlindungan anak bisa masuk pararem Desa Adat. Pada bagian lain, ia juga menginformasikan sejumlah agenda yang akan dilaksanakan KPPAD Bali dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional 2022.Salah satunya adalah kegiatan lomba menulis surat tentang anak yang melibatkan siswa SMA/SMK.

“Mereka bisa menulis tentang apa saja tentang situasi yang dihadapi anak-anak di lingkungan mereka, ” ungkapnya.

Selain itu, KPPAD juga akan menggelar workshop dan menerbitkan sebuah buku. Yastini berharap Ny. Putri Koster menulis sebuah puisi yang nantinya dimuat dalam buku tersebut.

Ny. Putri Koster mengapresiasi program KPPAD Bali dalam rangka melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan. Mengacu pada bentuk lembaganya, KPPAD Bali diarahkan agar lebih fokus pada kegiatan edukasi dan sosialisasi yang bisa ditempuh dengan pembuatan iklan sederhana tapi mengena. Terkait dengan peringatan HAN 2022, ia mengajak KPPAD bersinergi menyelenggarakan acara melibatkan anak-anak.

Selanjutnya, Ny. Putri Koster menerima Ketua Krama Bali Los Angeles Desak Nyoman Sri Gestari yang menyampaikan berbagai kegiatan yang diselenggarakan komunitas ini. Selama ini pihaknya intens mempromosikan seni dan budaya Bali di Los Angeles (LA). Selain itu, komunitas ini juga membantu anak-anak Bali yang menempuh pendidikan di LA. Pada kesempatan itu, Sri Gestari juga menyampaikan keinginan mempunyai tempat suci pura seperti komunitas krama Hindu Bali di Belgia. Ny. Putri Koster mengapresiasi keberadaan perhimpunan yang mewadahi krama Bali di LA ini. Terkait keinginan membangun pura, ia menyarankan krama Bali di LA berkoordinasi dengan komunitas serupa di Belgia.

Pada hari yang sama, Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia bersatu (KOPITU) Bali juga menemui Ny. Putri Koster dalam kapasitas sebagai Ketua Dekranasda Bali. Pada kesempatan itu, Ketua DPW KOPITU Bali I Wayan Rediyasa menyampaikan program kerja KOPITU dalam mendorong kemajuan UMKM Bali. Salah satu programnya adalah rencana menjalin kerjasama dengan Jepang. Menanggapi hal tersebut, Ny. Putri Koster menyampaikan bahwa semangat yang diusung KOPITU sama dengan Dekranasda Bali yaitu menjadi wadah bagi pemajuan UMKM. Oleh sebab itu, KOPITU diminta fokus pada program-program nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh pelaku UMKM.

Ia lantas mencontohkan program Dekranasda Bali yang fokus pada program pembinaan perajin melalui Pameran IKM Bali Bangkit. Karena menurutnya banyak persoalan yang mesti dibenahi di industri kerajinan tradisional.

Masih terkait upaya memajukan UMKM, Dekranasda Bali juga mendapat tawaran kerjasama dari Ciputra Life. Terkait dengan apa yang bisa dikerjasamakan, Ny. Putri Koster menekankan pada upaya pembinaan dan fasilitasi pemasaran. Ia sangat mengapresiasi sumbangsih dari pihak swasta dalam menyukseskan program pembangunan.(Rilis)

Sengketa Tanah di Kampung Bugis Masih Berlanjut

DENPASAR – Pantaubali.com – Sengketa tanah antara Siti Sapurah dengan Pemerintah Kota Denpasar di Jalan Tukad Punggawa, Kampung Bugis, Desa Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan masih berlanjut.

Sengketa tanah tersebut mencuat lantaran Siti Sapurah merasa tanah pribadinya diklaim sebagai tanah milik pemerintah kota menggunakan SK Walikota Nomor 188.45/575/HK/2014 tertanggal 29 April 2014.

Guna memperjuangkan haknya Siti Sapurah berencana membawa alat berat ke tanah menjadi sengketa tersebut guna dilakukan pembongkaran pada aspal yang merupakan tanah miliknya,Kamis,(23/6) Pagi.

Akan tetapi, upaya tersebut akhirnya gagal dilakukan lantaran petugas kepolisian melarang alat berat masuk menuju lokasi.Akhirnya ditepikan di jalan pintu masuk Pulau Serangan.

Urungnua penutupan Jalan di Serangan Dirinya menyampaikan, mengapa Pemerintah Kota Denpasar menggunakan aparat hukum sebagai jubir.

“Mengapa Pemerintah Kota Denpasar menggunakan aparat jubir dalam kaitan kasus penutupan akses jalan tersebut”, jelasnya.

Sebelumnya penundaan rencana penutup jalan dilakukan usai Perayaan Hari Raya Kuningan. Dalam kaitan dengan hal tersebut Polresta Denpasar menjanjikan akan memback-up rencana tersebut.

“Hampir semua Polisi mengubungi saya dan semua minta ketemu saya. Ada menyampaikan,tolong di tunda, Mbak Ipung akan diundang tanggal 24 (Juni), besok. Saya bertanya kenapa Pemkot memakai polisi menjadi juru bicaranya. Pemkot punya Wali Kota, punya Wakil, punya Kabag Hukum, punya Humas. Kenapa tidak satupun dari mereka yang menghubungi saya, Kenapa memakai tangannya polisi”, paparnya.

Sembari Dirinya menambahkan, adanya dugaan korupsi di tanah sengketa dilaporkan ke KPK.

Seniman Gender Cilik, Perwakilan Denpasar-Karangasem Adu Kepiawaian di Ajang Lomba Gender Wayang

DENPASAR – Pantaubali.com – Seniman cilik duta Kota Denpasar dan Kabupaten Karangasem beradu kepiawaian memainkan gamelan berlaras selendro dalam Wimbakara (lomba) Gender Wayang Anak-Anak serangkaian Pesta Kesenian Bali ke-44 di Taman Budaya Provinsi Bali.

“Kami sangat bangga dengan kemampuan anak-anak memainkan gender wayang ini sudah bagus karena gender merupakan gamelan Bali yang paling sulit”, ujar, Dr I Gusti Putu Sudarta selaku koordinator juri lomba gender wayang di Denpasar, Rabu (22/6).

Peserta lomba beradu di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali, hal tersebut merupakan perwakilan Sekaa Gender Kumara Cita, Banjar Dinas Saren Anyar, Desa Budakeling, Karangasem dan perwakilan Sanggar Tabuh Kembang Waru, Banjar Abian Kapas Kaja, Kota Denpasar.

Mereka tak hanya lihai dalam memainkan bilah gender, tetapi juga beraksi dengan gaya yang sangat pas sangat manis dengan teknik yang memikat.

Masing-masing duta (terdiri dari empat orang) menampilkan Tabuh Pamungkah, Sekar Sungsang, dan Angkat-angkatan.

“Walaupun gending yang dimainkan sama karena sudah menjadi warisan, namun dalam penampilannya memiliki kreasi dan gaya yang sangat khas,” jelasnya.

Pra seniman cilik tampil memiliki teknik rata-rata tinggi karena, memainkan gamelan gender itu paling sulit dibandingkan jenis gamelan lainnya.

“Untuk memainkan gender, harus menggunakan dua tangan sekaligus dan harus dibarengi teknik menutup. Teknik pukulan dan menutup ini sangat susah dan harus seimbang, belum lagi seni memberikan volume pukulan supaya suara gamelan yang muncul bagus,” katanya.

Meskipun ia sangat senang karena kemampuan para seniman cilik yang tampil tersebut, sangat bagus, Dirinya juga menyayangkan tidak semua kabupaten atau kota di Provinsi Bali mengirimkan wakilnya di ajang PKB kali ini.

“Sayangnya, dari sembilan kabupaten dan kota di Bali, hanya lima daerah yang mengirimkan wakilnya yakni Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, Tabanan dan Karangasem,” ujarnya.

Menurut Dirinya, hanya lima kabupaten ikut serta dalam lomba gender wayang. Sedangkan empat kabupaten lainnya yakni Buleleng, Bangli, Jembrana dan Klungkung sepertinya kewalahan untuk mendapatkan generasi penabuh gender wayang.

Bagi daerah yang kaya dengan sanggar-sanggar seni, sangat menentukan regenerasi dari para pemain gamelan gender.

“Untuk di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, dan Gianyar dengan iklim yang sudah terbangun akan lebih mudah untuk mendapatkan kader,” sebutnya.

Demikian juga di kawasan Bali Selatan, sejumlah sekolah juga menjadikan menabuh gender wayang sebagai ekstrakurikuler dan rutin digelar Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) untuk menjaring bibit pemain gender.

Selain Sudarta, lomba gender wayang anak-anak itu juga dinilai oleh dua juri lainnya yakni I Made Kartawan SSn, MSi, PhD dan Dewa Gede Darmayasa.

Salah satu peserta, Ni Kadek Vinna Callysta Padmarini, mengaku senang bisa tampil dalam ajang PKB mewakili Kota Denpasar.

“Saya baru pertama kali ini tampil di PKB. Cukup deg-degan juga, tetapi ya bangga banget bisa pentas di sini”, cetusnya.

Vina mengaku telah belajar menabah gamelan gender dari enam tahun yang lalu dan sering diundang untuk menabuh saat ada ritual otonan maupun mepandes di rumah-rumah warga.

Polres Tabanan Mencatat Selama Lima Bulan Terjadi 180 Kecelakaan

TABANAN – Pantaubali.com – Polres Tabanan mencatat selama Periode Januari sampai Mei 2022 atau lima bulan telah terjadi sebanyak 180 kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 28 orang.

Kasus kecelakaan lalu lintas selama periode lima bulan pertama tahun 2022 di Kabupaten Tabanan cukup tinggi, itu disampaikan Kasatlantas Polres Tabanan, AKP. Kanisius Franata.

“Bahkan kasus kecelakaan selama tahun 2022, samai jumlah kecelakaan selama tahun 2021,” ujarnya, Selasa (21/6).

Selama tahun 2021, AKP. Kanisius menyebutkan di Tabanan terjadi sebanyak 180 kasus kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 36 orang. Dengan jumlah tersebut, Kanisius menyatakan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tabanan pada lima bulan pertama di tahun 2022 sudah menyamai jumlah kecelakaan selama tahun 2021.

Adapun kasus tertinggi kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tabanan terjadi di jalan Raya Denpasar Gilimanuk dengan persentase mencapai 70 persen dan 30 persen lainnya terjadi di jalur pedesaan atau jalur lalu lintas lainnya di Kabupaten Tabanan. Dengan moda transportasi terbanyak adalah sepeda motor.

Dari 28 korban meninggal dunia dalam kecelakaan lintas pada rahun 2022, ini berasal dari usia produktif dan 75 persen diantaranya disebutkan Kanisius disebabkan oleh faktor Human Error dan faktor jalan rayanya.

“Sedangkan 25 persen lagi disebabkan karena pengendara ada dibawah pengaruh miras dan lain sebagainya, sehingga faktor minuman keras masih menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tabanan”, pungkasnya.

Pogram Reforma Agraria di Masa Pemerintahan Gubernur Bali Wayan Koster Dan Wagub Tjokorda Oka Sukawati Terus Berlanjut Di Desa Sumberklampok Buleleng

BULELENG – Pantaubali.com -Pasca Tuntasnya 61 Tahun Konflik Agraria, Kini Kepala Staf Presiden Bersama Lintas Kementrian Serahkan 21 Program Pemberdayaan ke Desa Sumberklampok.

Program Reforma Agraria di Pulau Bali pada masa Pemerintahan Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati terus berlanjut di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng bersinergi dengan Pemerintah Pusat khususnya dalam hal ini Kepala Staf Presiden, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko bersama Menteri Pertanian RI, Menteri Koperasi dan UKM RI, dan Wakil Menteri ATR/BPN.

Sinergi tersebut diwujudkan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo pada tanggal 22 September tahun lalu dan kini diberikan program berupa Penyerahan 21 Program Pemberdayaan Hasil Integrasi Lintas Kementerian untuk Reforma Agraria di Desa Sumberklampok yang dihadiri langsung oleh Kepala Staf Presiden, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko bersama Menteri Pertanian RI, Menteri Koperasi dan UKM RI, Wakil Menteri ATR/BPN dan Wakil Gubernur Bali, Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra pada, Selasa (21/6) di Balai Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Setelah sebelumnya Gubernur Wayan Koster bersama Kementerian ATR/BPN, dan Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali menuntaskan konflik agraria yang cukup panjang yaitu selama 61 tahun atau berkonflik sejak tahun 1960 silam dan berhasil dituntaskan di masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali (Wayan Koster – Cok Ace, red) dengan mewujudkan redistribusi tanah seluas 458,7 hektar berupa penyerahan 1.613 sertifikat yang dilakukan dalam dua tahap, yakni 800 sertifikat pada 18 Mei 2021 dan 813 sertifikat pada 21 September 2021.

Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati yang mewakili Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya mengucapkan rasa syukurnya atas ditetapkannya Desa Sumberklampok sebagai desa percontohan sekaligus sebagai penerima bantuan pemberdayaan hasil integrasi lintas Kementerian untuk Reforma Agraria.

“Tahap pertama reforma agraria di Desa Sumberklampok telah berhasil menyelesaikan redistribusi aset yakni pemberian hak atas tanah dan sekaligus pembagian sertifikat tanah kepada warga masyarakat Desa Sumberklampok secara gratis yang menjadi subyek reforma agraria yakni sejumlah 1.613 sertifikat hak milik untuk 912 KK,” ujar Cok Ace yang setia bekerja fokus bersama Gubernur Bali, Wayan Koster di Pemprov Bali ini seraya menyatakan setelah tahap pertama diselesaikan secara tuntas, maka hari ini dilanjutkan dengan redistribusi akses terhadap sumber daya perekonomian agar warga masyarakat yang telah mendapatkan hak atas tanah dapat mengembangkan usaha-usaha produktif untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Lebih lanjut, Wakil Gubernur Bali asal Puri Agung Ubud ini meminta kepada warga masyarakat dan Perbekel Desa Sumberklampok agar dapat menjaga, mengelola dan merawat reforma agraria ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup dan perekonomian masyarakat setempat, karena Desa Sumberklampok terpilih sebagai Desa Percontohan Program Pemberdayaan untuk reforma agraria, dan telah ditentukan sejumlah langkah percepatan pelaksanaan program pemberdayaan dengan 21 program yang dilakukan secara terpadu dengan melibatkan lintas Kementerian. Adapun 21 program tersebut meliputi 11 program kegiatan di bawah kendali KKP adalah 4 kegiatan dari Kementerian Koperasi UKM, 5 kegiatan Kementerian Pertanian, 1 kegiatan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, hingga pemetaan sosial oleh Kementerian ATR/ BPN dengan wujud dari pelaksanaan program berupa pelatihan, pendampingan, dan bantuan. Beberapa diantaranya juga ada 100 ekor sapi Bali, pembangunan sarana & prasarana perikanan, dan pelatihan digital marketing bagi pelaku usaha mikro.

Sementara Kepala Staf Presiden, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan bahwa Desa Sumberklampok mendapatkan prioritas untuk ditentukan langkah-langkah percepatan pelaksanaan program pemberdayaan di Desa Sumberklampok. Hasilnya disepakati 21 program yang dilakukan secara terpadu dengan melibatkan lintas Kementerian.

“Pemerintah tidak hanya menyerahkan sertifikat tanah saja, namun dapat juga disalurkan bantuan-bantuan berupa modal, bibit, pupuk, pelatihan agar tanah yang digarap oleh penerima manfaat reforma agraria dapat lebih produktif dan memberikan hasil untuk membantu memberikan hasil bagi kehidupan masyarakat setempat. Jadi setelah dipetakan, program pemberdayaan reforma agraria ini dan semua yang sudah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh warga itu dana bantuannya mencapai sebesar Rp 10 Milyar Rupiah,” tegasnya.

Reforma Agraria lebih jauh disebutkannya merupakan salah satu program prioritas Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo sejak tahun 2015 hingga saat ini. Sebanyak 28 juta sertifikat telah diserahkan Presiden melalui Kementrian ATR BPN di seluruh provinsi.

Dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Reforma Agraria di Lokasi Prioritas Desa Sumberklampok dan Program Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Buleleng Tahun 2022 juga telah hadir sebanyak 16 kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp. 4,63 miliar yaitu untuk, Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumberklampok sebanyak 8 kegiatan dengan anggaran sebesar Rp. 371,36 juta antara lain Pelatihan Budidaya Rumput Laut dan Lobster untuk 30 orang, 1 unit bantuan Budidaya Ikan Bioflok, 1 paket Pakan benih, dan bahan pendukung bioflok, Pelatihan budidaya bioflok untuk 10 orang, Operasional 1 Penyuluh kepada 4 kelompok pelaku utama kelautan dan perikanan, Pendidikan Vokasi DIII Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana hingga lulus untuk 1 orang, Distribusi Kartu Kusuka kepada 46 orang, Bantuan benih ikan kakap putih berjumlah 11.500 ekor, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga memberikan kegiatan dalam rangka mendukung Program Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Buleleng sebanyak 8 kegiatan dengan anggaran sebesar Rp 4,25 miliar antara lain untuk Operasional 14 penyuluh untuk membina 274 kelompok pelaku utama KP, Pelatihan Masyarakat Kelautan dan Perikanan sebanyak 100 orang, Pendidikan Vokasi DIV Politeknik AUP dan DIII Poltek Kelautan dan Perikanan Jembrana hingga lulus untuk 36 orang, 1 paket Sarpras wisata bahari, Permodalan dari Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan kepada 3 unit usaha kelautan dan perikanan, 1 unit Sarana peralatan pengolahan non pangan (kerajinan kekerangan), 1 paket Bantuan Budidaya Ikan Bioflok, dan Bantuan Bibit Rumput Laut sebanyak 5 ton.(Rilis)

Gelar Rapat Kerja, BPPD Bali Bahas Sinkronisasi Program Promosi dengan Menparekraf

DENPASAR – Pantaubali.com – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali yang diketuai Wakil Gubernur Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menggelar rapat kerja di Ruang Pertemuan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Senin (20/6/2022) malam. Raker yang dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno, membahas sinkronisasi program promosi BPPD Bali dengan Kemenparekraf RI guna mempercepat pemulihan sektor pariwisata Bali yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Membuka paparannya, Wagub Cok Ace mengungkapkan terima kasih atas kesediaan Manparekraf Sandiaga Uno menghadiri raker BPPD Bali. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menghadirkan pengurus BPPD dan unsur Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali. Diutarakan olehnya, raker ini menjadi bagian penting dalam upaya mengoptimalkan peran BPPD Bali dalam melaksanakan program promosi dalam kerangka kebangkitan pariwisata Bali. Wagub Cok Ace menyebut, sejauh ini asosiasi pariwisata di Bali memiliki hubungan yang baik dengan jajaran Kemenparekraf. Ia berharap, hubungan yang sudah terjalin baik itu ke depannya akan dapat terus ditingkatkan.

Khusus dalam kaitan pemulihan sektor pariwisata Bali, Wagub Cok Ace berharap pemerintah menyusun kebijakan yang paling pas untuk meningkatkan volume kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata. Jika diibaratkan proses penyembuhan, menurutnya Pariwisata Bali membutuhkan obat yang tepat. Ia lantas menyinggung belum sinkronnya daya dukung jumlah penerbangan dengan animo wisatawan yang menyebabkan belum maksimalnya tingkat kunjungan.

“Perlu adanya obat yang cocok berupa perubahan kebijakan. Jangan sampai kita habis-habisan promosi tapi jumlah kunjungan tak banyak meningkat karena tak didukung jumlah penerbangan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mohon arahan kepada Menparekraf terkait konsep promosi yang tepat untuk diterapkan sesuai dengan situasi yang berkembang saat ini.

Menanggapi apa yang disampaikan Wagub Cok Ace, Menparekraf Sandiaga Uno mengapresiasi semangat yang ditunjukkan oleh jajaran BPPD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dalam melaksanakan rapat kerja. Mengawali paparannya, pria yang akrab disapa Mas Menteri ini menginformasikan arahan Presiden RI Joko Widodo yang disampaikan pada Rapat Kabinet Terbatas pada Senin (20/6/2022) siang di Jakarta.

Salah satu yang menjadi penekanan Presiden Jokowi adalah ancaman krisis pangan yang saat ini mengintai 60 negara di dunia. Walaupun sejauh ini Indonesia masih dalam kondisi yang baik, namun pemerintah tetap waspada dengan menempuh kebijakan efisiensi anggaran.

“Harus disampaikan kepada stakeholder bahwa situasi saat ini tidak baik-baik saja. Kita menghadapi ketidakpastian dan gejolak,” ungkapnya.

Di tengah situasi ketidakpastian itu, Sandiaga Uno menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga momentum pemulihan sektor pariwisata Bali yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Terkait upaya pemulihan sektor pariwisata, ia menyebut dua hal yang butuh perhatian serius yaitu manajemen supply dan demand. Disebutkan olehnya, kedua komponen itu mesti mendapat perhatian serius jajaran BPPD Bali dan komponen lainnya yang berkecimpung dalam sektor pariwisata. Pada bagian lain, Sandiaga juga menginformasikan bahwa hingga saat ini Bali masih menjadi destinasi wisata yang luar biasa.

“Dari hasil road show saya, sejauh ini Bali masih menjadi top off mind di sejumlah negara,” ungkapnya.

Dengan demikian, ia menyimpulkan bahwa demand sebenarnya ada tapi supply terkendala masih terbatasnya jumlah penerbangan ke Pulau Dewata.

“Jadi, tugas krusial kita saat ini adalah mengecek supply and demand management. Solusinya adalah kita bersama-sama berusaha mendorong penambahan jumlah penerbangan ke Bali, termasuk seat capacity,” terangnya.

Terkait kendala ini, ia telah berbicara dengan Menteri Perhubungan mengenai kemungkinan modifikasi kesepakatan dengan sejumlah airlines sehingga bisa menambah jumlah penerbangan ke Bali. Melalui upaya ini, ia berharap target kunjungan wisman sebanyak 1,5 juta di tahun 2022 ini bisa terlampaui. Menurutnya, pemerintah berkepentingan dengan percepatan pemulihan sektor pariwisata sebagai bagian penting dalam penggerak roda perekonomian. Ia menargetkan, kontribusi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bagi devisa negara bisa mencapai 20 persen. Dengan demikian, sektor ini akan diperhitungkan karena menjadi mesin pendorong yang kuat bagi kebangkitan perekonomian dan membuka peluang kerja.

Pada bagian lain, Sandiaga Uno juga menyinggung terobosan pemulihan sektor pariwisata selain yang selama ini telah dilaksanakan seperti kebijakan bebas karantina dan pemberian Visa On Arrival (VoA) bagi wisman yang datang dari sejumlah negara. Terobosan lain yang menurutnya bisa menjadi alternatif adalah konsep silver economy dalam dunia kepariwisataan. Program ini diarahkan untuk menggarap potensi wisman berusia di atas 60 tahun yang mengontrol kue ekonomi hingga US$ 1 trilyun. Mereka ini, ujar Sandiaga Uno, butuh tempat yang nyaman untuk bekerja saat meninggalkan negaranya di musim dingin, kurang lebih selama tiga bulan.

“Bali bisa menjadi tempat yang nyaman bagi kelompok silver economy untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Selain itu, ada juga kelompok lain yang bisa digarap adalah digital nomad,” imbuhnya sembari meyakinkan kalau Bali memiliki potensi yang besar untuk menggarap dua potensi wisatawan ini.

Pada bagian lain, Sandiaga Uno menyampaikan bahwa Indonesia mendapat apresiasi dari dunia internasional atas upaya pemulihan sektor pariwisata yang dilaksanakan secara bertahap dan mulai membuahkan hasil siginifikan. Periode Januari hingga April 2022, jumlah kunjungan wisatawan manca negara ke Indonesia total mencapai 313.800 orang. Sementara jumlah kunjungan wisman ke Bali per tanggal 22 Mei 2022 ke Bali telah mencapai 173.666 orang. Melalui berbagai terobosan yang terus dilakukan, ia berharap kunjungan wisman ke Indonesia terus meningkat. Pihaknya menargetkan kunjungan wisman ke Indonesia pada tahun 2023 menyentuh angka 3,5 hingga 7,4 juta dari 15 pasar utama.

Khusus terkait dengan promosi, Menparekraf menyampaikan bahwa konsep digital menjadi pilihan yang lebih efektif untuk dilakukan saat ini. Menambahkan penjelasan Sandiaga Uno, Sekretaris Kemenparekraf/Baparekraf sekaligus Plt. Deputi Bidang Pemasaran Ni Wayan Giri Adnyani menginformasikan bahwa anggaran promosi di Kemanparekraf turun 30 persen dari tahun lalu.

“Jika dibandingkan dengan sebelum pandemi, anggarannya berkurang 80 persen,” ungkapnya.

Menyikapi hal ini, ia menyarankan penguatan kerjasama promosi secara terpadu dengan menyasar pasar-pasar potensial. Ia lantas mencontohkan pola yang ditempuh Singapura, negara ini hanya fokus menggarap negara-negara berpengaruh seperti Amerika. Sebab jika negara yang berpengaruh ini telah aware, maka yang lain akan mengikuti.

Di akhir pertemuan, Wagub Cok Ace menyampaikan terima kasih karena jajaran Kemenparekraf telah membuka pintu untuk mensinkronisasikan program promosi dengan BPPD Bali. Raker ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan pertemuan untuk membahas hal-hal yang bersifat teknis. Raker juga dihadiri Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho yang memberi pemaparan tentang situasi ekonomi Bali. Menurutnya, perekonomian Bali berangsur membaik seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.

Pakis Bali Gelar Aksi Sosial Untuk Warga Bangli di Desa Penglipuran

BANGLI – Pantaubali.com – aiketan Krama Istri (Pakis) Bali gelar Aksi Sosial berupa penyerahan bantuan bahan pokok seperti beras, telor, minyak goreng dan susu kepada warga lansia, difabel, ibu hamil, ibu menyusui dan krama yowana. Aksi yang dibalut dengan tema Tresna lan Punia Pakis Bali ini diselenggarakan di wantilan Sura Yudha Tugu Pahlawan Penglipuran, Bangli, Selasa (Anggara Pon, Langkir) 21 Juni 2022.

Mewakili Manggala Utama Pakis Bali Ny. Putri Suastini Koster, Manggala (Ketua Harian; red) Pakis Bali TIA Kusuma Wardhani dalam sambutannya memperkenalkan terbentuknya Pakis Bali sebagai implementasi dari Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Yang mana, pada pasal 43 dalam Perda tersebut tercantum Desa Adat memilki lembaga adat yang terdiri dari Paiketan Pamangku, Paiketan Serati, Paiketan Wredha, Pacalang, Yowana Desa Adat, Paiketan Krama Istri (PAKIS) Desa Adat, Pasraman, dan Sekaa dan Lembaga Adat lainnya.

“Sebelum ada Perda Nomor 4 tersebut krama istri desa adat itu belum memiliki wadah, nah dengan adanya kebijakan ini, Bapak Gubernur Bali telah memikirkan wadah bagi krama istri desa adat agar memiliki organisasi resmi layaknya organisasi ibu – ibu desa dinas yang dinaungi oleh PKk,” ujar TIA Kusuma Wardhani.

Keanggotaan Pakis Bali sendiri menurutnya adalah krama istri desa adat di masing-masing desa adat, yang dipimpin manggala yakni istri para kelian adat. Melaksanakan kegiatan mendukung kegiatan Desa Adat dan upaya pemberdayaan kesejahteraan keluarga, serta mendukung upaya merawat, menjaga dan memelihara kearifan lokal yang merupakan warisan para leluhur dari sisi seni, budaya, adat dan tradisi Bali.

“Dua kegiatan utama Pakis Bali yakni sosialisasi dan aksi sosial. Sosialisasi yakni kegiatan mendukung berbagai program pemerintah melalui pemberian edukasi dan pemahaman khususnya tentang seni, budaya, agama, adat dan tradisi maupun berbagai permasalahan sosial lainnya, lewat seminar, pembentukan media – media sosial maupun penyusunan buku dan majalah. Sedangkan aksi sosial, ya kegiatan yang sedang kita langsungkan saat ini. Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat terutama dalam menghadapi dampak pandemi Covid 19,” cetus pensiunan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali ini.

Hal senada turut disampaikan Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali IGAK Kartika Jaya Seputra yang menyampaikan aksi sosial tersebut sebagai bentuk bhakti dan perhatian pemerintah kepada masyarakat khususnya yang telah berusia lanjut, berkebutuhan khusus, ibu menyusui, ibu hamil dan masyarakat yang membutuhkan.

Lebih jauh, Kadis IGAK Kartika Jaya Seputra mengajak seluruh peserta acara itu untuk mendukung program – program Pemprov Bali dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru, khususnya mendukung upaya pelestarian seni, adat, tradisi dan budaya Bali.

“Bali tidak memiliki Sumber Daya Alam, hanya SDM yang diantaranya meliputi seni, budaya, adat dan tradisi Bali, jadi patut dijaga. Kita wajib merawat, melindungi, memelihara dan melestarikannya, dibangun kembali, digali kembali apabila masih terdapat tradisi-tradisi kuno yang terlupakan. Karena tanpa semua itu, mungkin tidak akan ada tamu yang mau berkunjung ke Bali,” ujarnya.

Kadis PMA lebih jauh juga mengajak masyarakar Penglipuran untuk terus menjaga penanganan dan pengolahan sampah. Yang mana Desa Penglipuran telah ditetapkan sebagai salah satu desa Terbaik dan Terbersih tingkat dunia, bisa tetap menjaga predikat yang disematkan, sehingga menjadi contoh bagi desa – desa lainnya di Bali.(Rilis)

Peringati Bulan Bung Karno dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemprov Bali Gelar Resik Sampah dan Penebaran Benih Ikan

DENPASAR – Pantaubali.com – Serangkaian Peringatan Bulan Bung Karno IV dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia , Pemerintah Provinsi Bali menggelar acara Resik Sampah dan Penebaran Benih Ikan, di Estuari DAM Siwung,Pemogan ,Denpasar Selatan , Selasa (21/6) pagi.

Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Teja menyampaikan bahwasannya kegiatan ini dilaksanakan untuk mengenang hari yang sangat bersejarah, yakni, Wafatnya Bapak Proklamator Bung Karno yaitu pada tanggal 21 Juni 1970, dan untuk menghormati jasa-jasa Beliau sebagai Bapak Pendiri Bangsa. Acara ini juga sebagai implementasi nyata dari Visi dan Misi Pemerintah Provisi Bali,

Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

“Kegiatan ini juga untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia yang jatuh setiap tanggal 5 Juni dan mendukung Konferensi Tingkat Tinggi G20 pada Bulan Nopember yang akan datang”,imbuhnya.

Lebih jauh dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa pada hari ini, di seluruh Bali dilaksanakan resik sampah secara serentak. Pemerintah Kabupaten/Kota seBali, Lembaga Pendidikan, Lembaga/Unit Kerja Instansi vertikal, Camat, Desa/Kelurahan, Desa Adat,Organisasi

Kemasyarakatan, Tim Desa Kerthi Bali Sejahtera dan segenap lapisan masyarakat juga turut bersama sama melaksanakan kegiatan ini.

Kegiatan ini mengangkat tema ADICITTA DANU KERTHI yang artinya Menstanakan Air dalam Diri; Refleksi Kepemimpinan Bung Karno yang mengandung makna tidak ada kehidupan di dunia tanpa adanya unsur air dan dalam konteks perayaan Bulan Bung Karno ini , seluruh, dedikasi, semangat dan inspirasi perjuangan Bung Karno tidak ubahnya seperti air bagi kehidupan, mengalir,sepanjang masa memberikan kesejukan.

“Pada kesempatan ini juga akan ditebar benih ikan dengan jumlah 100.000 ekor di hilir Tukad Badung, tepatnya di Dam Estuari ini , untuk itu mari kita bergotong royong, kita lakukan kegiatan ini dengan tulus ikhlas, kita jaga bersama kelestarian alam Bali dan sekitarnya, ” tuturnya.

Dalam kegiatan yang turut diikuti oleh Kepala OPD beserta jajaran di lingkungan Pemprov Bali, Pemerintah Kota Denpasar, mahasiswa atau pelajar dan masyarakat umum ini diawali dengan penebaran benih ikan dan dilanjutkan dengan resik sampah.(Rilis)

Sopir Bus Pariwisata Sebabkan Tabarakan Beruntun di Baturiti, Ditetapkan Sebagai Tersangka

TABANAN – Pantaubali.com -Insiden Kecelakaan lalu-lintas (laka lantas) beruntun di jalan raya Denpasar – Singaraja di wilayah Banjar Pacung, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan pada, Sabtu, (18/6) lalu.

Mengakibatkan menewaskan salah satu warga setempat berinisial NWW (30) menyebabkan 10 kendaraan rusak, dan 8 orang luka-luka.

Terkait insiden tersebut, akhirnya Polres Tabanan menetapkan sopir bus pariwisata B 7134 WGA berinisial AS (38) asal Sidoarjo, Jawa Timur sebagai tersangka utama, itu disampaikan, Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra di Mapolres Tabanan, Senin (20/6).

“Sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan ditahan”,jelasnya.

Selain itu, pemangilan kepada pihak perusahaan bus pariwisata berlokasi di Surabaya akan dilakukan juga guna mempertanggungjawabkan ganti rugi kerusakan kendaraan.

“Memanggil juga pihak perusahaan, terkait kondisi kendaraan yang ada”,katanya.

Sementara kerugian diperkirakan mencapai tiga ratus juta rupiah.Sembari Dirinya menambahkan, pelaku dijerat Pasal 310 ayat satu, dua, dan empat.Dikatakan dugaan pelanggaran itu sesuai ketentuan Pasal 310 ayat (1), ayat (2), dan ayat (4) dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

“Menurut pasal 310 UULAJ, pengemudi kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya menyebabkan kecelakaan lalu lintas ancaman pidananya mencapai 5 tahun penjara, bahkan jika korbannya meninggal ancaman pidananya 6 tahun penjara. Denda paling banyak Rp12.000.000,- (dua belas juta rupiah)”, tutup Candra.