- Advertisement -
Beranda blog Halaman 740

Buka Lomba Mancing, Ketua DPRD Tabanan Imbau Masyarakat Jaga Saluran Irigasi

TABANAN – Pantaubali.com – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga menghadiri sekaligus membuka acara lomba mancing STT Yowana Eka Satya, Desa Pakraman Pangkungkarung Gede, Kecamatan Kerambitan yang dilaksanakan di saluran irigasi Subak Seronggo pada Minggu, (12/6).

Pada kesempatan itu, Dirga menyampaikan agar masyarakat ikut menjaga saluran irigasi Subak dari sampah plastik sehingga proses menanam padi tidak terganggu.

“Saluran irigasi itu denyut nadi pertanian. Semua orang wajib ikut memelihara,” ujar Dirga seusai acara.

Hadir pula anggota DPRD Tabanan Wayan Widnyana, perwakilan dari Anggota DPR RI, Made Urip, Perbekel dan Bendesa Adat Pangkungkarung, serta tokoh masyarakat setempat.

Selain itu, politisi PDI Perjuangan asal Banjar Sakeh, Desa Sudimara ini menilai, dengan kegiatan lomba mancing bisa merangsang masyarakat untuk gemar makan ikan. Apalagi salah satu program pemerintah adalah mencegah stunting.

“Makan ikan kan banyak gizinya. Harus dibiasakan dari lingkungan paling dekat. Lomba mancing seperti ini salah satu pilihannya,” ujarnya.

Dirga juga mengatakan, lomba mancing adalah sarana hiburan murah dan merakyat yang bisa diakses masyarakat. “Ini hal yang produktif. Bisa melepaskan strees,” terangnya.

Seorang pemancing, Putu Artha mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang mendukung kegiatan seperti itu. Ia mengaku senang hobinya bisa tersalurkan.

“Semoga pemerintah terus mendukung kegiatan seperti ini, sehingga masyarakat merasakan manfaatnya langsung,” ujarnya.

Pada lomba mancing yang diikuti seratusan peserta ini panitia menyediakan hadiah utama sebesar Rp 5 juta. Peserta antusias mengikuti lomba dari anak-anak, dewasa hingga orang tua. Kegiatan lomba berlangsung dari pagi hingga menjelang sore.(Rilis)

 

Waka Polres Tabanan Hadiri Penilaian Lomba Sat Kamling Di Desa Adat Yeh Gangga

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara ke-76 yang jatuh tanggal 1 Juli 2022, Polda Bali menggelar rangkaian kegiatan salah satunya lomba Sat Kamling tingkat Polda Bali.

Untuk Polres Tabanan menunjuk Sat Kamling Desa Adat Yeh Gangga, Desa Sudimara Kec/Kab Tabanan sebagai duta mewakili Kab. Tabanan. Pada hari Rabu 15 Juni 2022 pukul 09.00 s/d 10.15 wita, Tim Penilai dari Tim Dir Binmas Polda Bali yang dipimpin oleh AKBP I Nengah Merta, SH., bersama 3 orang Staf melakukan kegiatan penilaian.

Seijin Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra., S.I.K. M.H., kedatangan Tim penilai di Desa Adat Yeh Gangga disambut oleh wakapolres Tabanan Kompol Doddy Monza, S.I.K., M.Si., M.I.K.,didampingi oleh Kasat Binmas Iptu I Nengah Widia, SH., MH, tampak hadir dalam acara kegiatan dan ikut menyambut ketadangan Tim Muspika Kecamatan Tabanan (bapak Camat Tabanan, Kapolsek Tabanan, Danramil 01 Tabanan), Perbekel Desa Sudimara, Bendesa Adat Yeh Gangga, selanjutnya Waka Polres Tabanan didamping Jero Bendesa Adat mengarahkan Tim penilai serta para undangan, menuju Aula Desa Adat, juga diikuti Ketua BPD Desa Sudimara, Bhabinkamtibmas Desa Sudimara, anggota Linmas 30 orang, anggota Pecalang 10 orang dan anggota Bankamda 10 orang.

Acara kegiatan dibuka oleh Perbekel Desa Sudimara “mengucapkan selamat datang kepada Tim penilai, dilanjutkan menyampaikan informasi tentang geografis wilayah Desa Sudimara, terima kasih juga kepada Polres Tabanan atas ditunjuknya Sat Kamling Desa Adat Yeh Gangga mewakili Kabupaten Tabanan untuk mengikuti lomba Sat kamling tingkat Polda Bali”, Ucapnya.

Selanjutnya Sambutan Kapolres Tabanan yang melalui Wakapolres Tabanan pada intinya menyampaikan, puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sanghyang Widi Wasa), karena atas limpahan rahmat dan karunia-NYA, hari ini kita masih diberikan kesehatan sehingga dapat hadir dalam acara penilai Lomba Satkamling tingkat Polda Bali bertempat di pos Satkamling Desa Adat Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kec/Kab. Tabanan, kepada Tim Penilai Polda Bali selamat datang di Desa Adat Yeh Gangga, juga kepada para undangan terima kasih atas kesediannya hadir pada acara kegiatan ini.

Sedangkan ketua Tim penilai AKBP I Nengah Merta, SH., dalam sambutan dan arahannya mengatakan “Lomba Sat kamling ini dilaksanakan dalam rangka peringatan hari Bhayangkara ke-76 tahun 2022, yang bertujuan untuk lebih mengaktifkan kembali kegiatan siskamling di masing-masing wilayah tingkat Desa dan Banjar dalam upaya mewujudkan situasi Kamtibmas kondusif.

Petugas Linmas, Pecalang dan Bankamda adalah mitra kerja Polri dalam upaya Harkamtibmas (memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat) di wilayah tingkat Desa maupun Banjar, yang setiap harinya selalu bersinergi dengan Bhabinkamtimas dalam mengamankan rangkain kegiatan masyarakat karena keamanan adalah tanggung jawab kita bersama.

Keamanan adalah, hal mutlak harus diwujudkan diseluruh lapisan masyarakat, karena situasi aman kondisif akan berdampak dan berhimbas terhadap pergerakan sendi-sendi kehidupan perekonomian masyarakat, keamanan bukan menjadi tanggung jawab Polri semata, namun menjadi tanggung jawab kita bersama.

Diharapkan kepada petugas Linmas, Pecalang dan Bankamda dalam wadah satu tim SIPANDU BERADAT dapat memerankan perannya sebagai pelindung pengaman masyarakat, sebagai tim penyelesai permasalahan adanya konplik masyarakat ditingkat bawah, agar permasalahannya tidak maju ke Proses hukum.

Selesainya acara sambutan, selanjutnya Tim penilai menyaksikan peragaan ketangkasan anggota Linmas dalam gerakkan senam Tongkat T dan anggota Pecalang memperagakan ketangkasan gerakan senam borgol sebagai alat pemukul, dan salah satu anggota Simpandu beradat memperagakan cara memukul kentongan bila ada kebakaran dan pencurian.

Acara penutup Tim melakukan tanya jawab langsung dengan anggota Linmas tentang kesiapan dalam menghadapi bencana dan gangguan kamtibmas dan dilanjutkan pengecekan kelengkapan Pos Kamling, rangkaian kegiatan berjalan aman tertib, situasi aman kondusif. (Rilis)

Ajang Lomba Mesatua Bali Minim Peninat di PKB

DENPASAR – Pantaubali.com – Lomba Mesatua warnai Pesta Kesenian Bali ke-44, di hari ke empat penyelenggaraa diisi Wimbakara Bali digelar di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali. Namun, dari sembilan kabupaten/kota di Bali, peserta lomba hanya berjumlah lima orang, itupun perwakilan tiga kabupaten/kota di Pulau Dewata.

“Lomba mesatua ini hanya diikuti oleh wakil Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan Gianyar. Menjadi pertanyaan besar mengapa kabupaten yang lain tidak mengirimkan pesertanya,” ujar salah satu juri Wimbakara Mesatua Bali, Ida Bagus Rai Putra, ditemui disela-sela kegiatan lomba di Denpasar, Rabu (15/6).

Sejumlah kabupaten yang tidak mengirimkan pesertanya itu juga tidak kalah dari sisi koleksi jumlah cerita rakyatnya.

“Buleleng, Klungkung, Tabanan, Jembrana, Bangli dan Karangasem memiliki banyak cerita rakyat. Barangkali persoalannya pada anggaran,” jelasnya.

Rai Putra mengharapkan dalam ajang PKB ke depan agar ada kemauan politik dari pemerintah kabupaten/kota untuk mengirimkan wakil-wakilnya untuk mengikuti lomba Mesatua Bali.

“Kita harus menghargai budaya mesatua Bali karena cerita-cerita rakyat Bali sangat kaya dengan tuntunan etika, nilai rohani dan hal-hal yang menjadi perilaku baik dari suatu daerah,” bebernya, bersama dua juri lainnya yaitu, I Nyoman Duana Sutika dan AA Gede Putra Sumadi itu.

Terlebih dalam ajang PKB kali ini untuk lomba Mesatua Bali juga sudah dikembalikan ke pakemnya dengan dibawakan oleh para orang tua atau peserta yang ikut berusia minimal 40 tahun.

“Kami sebenarnya gembira sekali dan bahagia dalam PKB ini dilakukan terobosan mesatua (bercerita) dikembalikan ke pakemnya dengan dibawakan oleh para orang tua. Bukan sebaliknya anak-anak yang bercerita kepada para orang tua”, ucapnya.

Ternyata persoalannya pada jumlah peserta yang minim. Dari lima peserta, dua orang merupakan duta Kota Denpasar, dua orang duta Kabupaten Badung dan satu peserta sebagai perwakilan Kabupaten Gianyar.

Terkait penampilan peserta lomba, ia menyoroti masih ada sejumlah kelemahan seperti pengucapan kata-kata yang kurang tepat antara kata benda dan kata kerja, dan tema PKB yang belum digarap sedemikian rupa dalam cerita.

“Kesannya yang tadi ditampilkan tema begitu saja disusupkan, seharusnya bercerita yang baik sehingga alur cerita menjadi bagus. Semestinya digarap sedemikian rupa karena cerita rakyat Bali itu sifatnya komunal, maka dapat disesuaikan dengan konteks berceritanya”, paparnya.

I Gde Nala Antara, salah satu tim kurator PKB ke-44 juga berharap, hal yang sama agar dalam ajang lomba mesatua Bali nantinya dapat diikuti lebih banyak peserta.

“Mesatua Bali harus diminati agar tradisi yang telah kita warisi ini tetap bisa bertahan”, cetusnya.

Terkait dengan kriteria peserta lomba dengan syarat usia minimal 40 tahun, menurut dia, hal tersebut memang kriteria baru yang sudah diputuskan panitia, tim kurator dan juri.

“Karena kami mempertimbangkan dari segi kematangan bahasa dan kematangan pengetahuan tentang etika. Itu yang diharapkan bisa dimasukkan saat mesatua (bercerita), termasuk soal tema”, katanya.

Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana itu pun menyampaikan bahwa mesatua yang telah terjadi secara turun-temurun dilakukan oleh para orang tua.

“Orang tualah yang bercerita pada anak-anaknya atau cucunya. Tidak mungkin anak kecil yang ‘nuturin’ orang tua. Itu yang direkontruksi lagi, direvitalisasi kembali sehingga bisa tetap hidup”, sebutnya.

Sedangkan terkait regenerasi mesatua, anak-anak ataupun kaum remaja bisa tetap ikut perlombaannya dalam ajang yang lain di luar PKB, seperti saat pelaksaan Pekan Olahraga Seni dan Pelajar (Porsenijar).

Dari Ubud Bali, Laksmi Shari De Neefe Suardana Mohon Restu untuk Melenggang Mewakili Indonesia dalam Ajang Miss Universe 2022

DENPASAR – Pataubali.com – Pasca terpilih sebagai Putri Indonesia 2022, Laksmi Shari De Neefe Suardana kembali melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Selasa (14/6). Tujuannya tidak lain adalah untuk mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal dalam pemilihan Putri Indonesia 2022.

Walaupun telah sering memperoleh gelar Putri Indonesia Pariwisata dan Putri Indonesia Lingkungan, namun ini merupakan kali pertama bagi perwakilan Bali dapat menyandang predikat paling bergengsi yaitu predikat Putri Indonesia. Dengan menyandang predikat ini secara otomatis Laksmi De Neefe Suardana yang juga merupakan Putri Indonesia Perwakilan Bali akan mewakili Indonesia dalam ajang pemilihan Miss Universe 2022.

“Sekarang adalah saatnya membuktikan bahwa Bali bisa berprestasi di tingkat Nasional dan Internasional. Ini dapat dijadikan momentum Bali untuk bangkit menuju Bali Era Baru (pasca dilanda pandemi covid-19)”, ungkap Wakil Gubernur Bali. Disamping itu, Cok Ace merasa sangat bangga dengan capaian dan prestasi Laksmi yang tidak hanya membawa nama Indonesia namun juga nama Bali ke ajang kontes ratu kecantikan paling bergengsi di dunia.

Laksmi dalam audiensi nya dengan Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan rasa bangganya karena dapat mewakili Bali dan perempuan Bali serta memperkenalkan budaya dan tradisi Bali tidak hanya di Indonesia namun juga kepada dunia.

“Saya merasa tahun ini adalah tahun-nya Bali untuk bangkit kembali. Di ajang Miss Universe saya ingin mengangkat tradisi asli Indonesia seperti Jamu serta tradisi Indonesia lainnya disamping juga ikut membantu mempromosikan Pariwisata Bali serta memotivasi masyarakat Bali untuk Bangkit ”, ujar Laksmi De Naefe seraya turut memohon restu masyarakat Bali agar dapat kembali memberikan yang terbaik di ajang ratu kecantikan dunia, Miss Universe.

Ajang pemilihan ratu kecantikan Miss Universe sendiri rencananya akan dilaksanakan sekitar bulan Oktober atau Nopember 2022 di Republik Dominika yang diikuti lebih dari 88 negara di dunia.(Rilis)

Percepat Pemulihan Pariwisata, Bali Jadi Percontohan Program IP Tourism

DENPASAR – Pantaubali.com – Bali dicanangkan sebagai daerah percontohan program Intellectual Property and Tourism/IP and Tourism (Kekayaan Intelektual dan Pariwisata) yang dilaksanakan Kementerian Hukum dan HAM RI. Pencanangan IP Tourism dilatarbelakangi oleh keterkaitan antara Kekayaan Intelektual (KI) dan pariwisata. Dimana melalui kegiatan ini, KI dimasukkan dalam pengembangan produk pariwisata. Pencanangan yang dilaksanakan di Museum Puri Lukisan Ubud Gianyar, Selasa (14/6) dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Kekayaan Intelektual Kementarian Hukum dan HAM Ir. Razilu,M.Si dalam laporannya menyampaikan sejumlah hal yang melatarbelakangi dipilihnya Bali sebagai daerah percontohan IP and Tourism.

“Bali dijadikan pilot project karena merupakan satu dari sepuluh wisata terpopuler di tahun 2022 menurut trip advisor,” ucapnya.

Selain itu, Razilu menyebut agenda ini menjadi bagian penting dalam upaya percepatan pemulihan sektor pariwisata Bali yang terpuruk karena pandemi Covid-19. Pihaknya meyakini, Kekayaan Intelektual (KI) merupakan basis dari ekonomi kreatif yang menjadi elemen kunci dalam mendukung pemulihan sektor pariwisata. Selain pencanangan IP Tourism, Direktorat Jenderal Kekayan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM juga melaksanakan Mobile IP Clinic Bali tahap ke-2. Kegiatan serupa telah dilaksanakan pada Maret 2022 dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Bali.

Pada kesempatan itu, DJKI Kementerian Hukum dan HAM RI memberikan penghargaan kepada Gubernur Bali, Bupati Gianyar dan Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali. Penghargaan diberikan karena ketiganya dinilai berperan dalam menginisiasi kegiatan untuk mendorong kesadaran pendaftaran hak kekayaan intelektual. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly dan Gubernur Bali diwakili oleh Wagub Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace). Masih dalam rangkaian acara, Kemenkumham RI menyerahkan surat pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) untuk Tari Sanghyang Jaran Gading dan Tari Sanghyang Dedari. Khusus untuk Kain Endek dan Kain Songket, Kemenkumham menyerahkan Sertifikat KIK Pengetahuan Tradisional. Selain itu, Wagub Cok Ace juga menerima Surat Pencatatan Hak Cipta atas buku karyanya yang berjudul ‘Padma Bhuwana Bali’.

Wagub Cok Ace secara khusus menyampaikan terima kasih atas keluarnya Surat Pencatatan Hak Cipta untuk buku Padma Bhuana Bali. Ia bercerita, buku ini merupakan hasil dari kajiannya terhadap keterpurukan Bali di tengah pandemi Covid-19. Ia berharap, buah pikirannya yang tertuang dalam buku ini bisa menjadi salah satu acuan dalam pembangunan Bali ke depan. Ia juga bersyukur karena Kemenkumham makin mengukuhkan keberadaan kain endek dan songket dengan keluarnya sertifikat KIK Pengetahuan Tradisional.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Hukum dan HAM atas perhatiannya terhadap masyarakat Bali. Di tahun ini, Menkumham Yosanna Laoly tercatat sudah dua kali menyerahan sertifikat dan surat pencatatan kekayaan intelektual sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap hasil kegiatan intelektual, daya cipta, kreasi dan inovasi masyarakat/Krama Bali.

“Yang pertama tanggal 16 Januari 2022 di Taman Budaya dan hari ini di Museum Puri Lukisan Ubud,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Wagub Cok Ace, penyerahan sertifikat KI merupakan salah satu wujud nyata dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Dimana salah satu komitmennya adalah melindungi, melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal, daya cipta, kreativitas, dan inovasi para intelektual dan masyarakat Bali, baik yang bersifat komunal maupun personal. Pemprov Bali melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali bekerjasama dengan Kantor Wilayah Hukum dan HAM, Sentral KI yang ada di Kabupaten/Kota, Sentral KI yang dikelola oleh Perguruan Tinggi serta para pelaku usaha UKM dan IKM memfasilitasi pendaftaran Kekayaan Intelektual.

Pada periode 2019-2022 telah terbit 207 sertifikat yang terdiri dari KI Kepemilikan Komunal sebanyak 28 Sertifikat yang terdiri dari 19 sertifikat Ekspresi Budaya Tradisional (EBT), 6 Sertifikat Indikasi Geografis (IG), dan 1 Sertifikat Pengetahuan Tradisional (PT). Selain itu, telah terbit 179 sertifikat KI Kepemilikan Personal terdiri dari 132 Sertifikat Hak Cipta, 2 Serifikat Hak Paten dan 45 Sertifikat Hak Merk.

Sementara itu, Menkumham Yosanna Laoly menyatakan bahwa pemanfaatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dapat menjadi pendorong pemulihan sektor pariwisata yang terpuruk karena pandemi Covid-19. Ia menyebut, banyaknya potensi KIK sebagai warisan budaya dan potensi pariwisata yang dimiliki oleh Provinsi Bali melatarbelakangi penetapan daerah ini sebagai pilot project IP and Tourism.

Ia menambahkan, kegiatan IP and Tourism lahir dari eratnya hubungan antara kekayaan intelektual (KI) dan pariwisata, yaitu memasukkan KI dalam pengembangan produk pariwisata. Karenanya pemangku kepentingan pariwisata harus memahami nilai komersial dari KI yang mereka hasilkan, ciptakan atau inovasikan untuk menggaet para turis. Untuk memaksimalkan pengembangan destinasi pariwisata, pelaku UMKM dan pemangku kepentingan lainnya perlu memahami KI lalu mengintegrasikannya ke dalam strategi bisnis mereka.

Ia mencontohkan, Bali memiliki kuliner yang sangat khas dan dapat menjadi potensi gastro wisata jika dikemas dengan lebih efektif. Selain itu, Bali juga memiliki potensi KI dan ecotourism melalui destinasi wisata alam, wisata religi dan budaya. Potensi ecotourism berbasis KI di Bali salah satunya adalah gelaran festival garam Amed yang berlokasi di Kabupaten Karangasem. Dimana daerah tersebut tidak hanya memproduksi garam yang dilindungi kekayaan intelektualnya melalui indikasi geografis, akan tetapi masyarakat setempat bersama pemerintah daerahnya menjadikan lokasi tersebut menjadi objek wisata yang menyuguhkan tontonan memproduksi garam tradisional. Yasonna percaya potensi kekayaan budaya yang khas dan eksotis dapat menjadi salah satu keunggulan kompetitif Indonesia untuk memajukan KI yang berbasis pariwisata.

Gubernur Lemhannas Mengedepankan Kelestarian Alam dan Budaya adalah Karakteristik Khas Pembangunan Daerah di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra menerima kunjungan best praktis peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan 63 (PPRA 63) Lemhannas RI yang dipimpin langsung oleh Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto, S.Sos., M.Sc bertempat di Ruang Rapat Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali.

Bali dipilih sebagai best praktis PPRA 63 Lemhannas karena dinilai telah berhasil membuat program pembangunan yang mengedepankan kelestarian alam dan budaya namun tetap relevan dengan perkembangan digital dan teknologi yang ada.

“Pemerintahan di Bali memiliki karakteristik yang khas bagaimana membuat relasi yang harmonis antara pembangunan ekonomi namun tetap mengedepankan kelestarian alam dan budaya Bali. Selain itu ada serangkaian regulasi yang mendukung Bali untuk menjalankan program khas nya ini seperti peraturan daerah dan peraturan gubernur yang dibuat, banyak mendukung pelestarian alam dan budaya Bali”, ungkap Gubernur Lemhannas. Lebih lanjut Andi Widjajanto meminta agar peserta PPRA 63 dapat belajar banyak dari sistem pemerintahan di Bali sebagai dasar pembuatan rekomendasi regulasi pembangunan nasional.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali menyampaikan apresiasinya kepada Lemhannas karena telah memilih Bali sebagai lokus best praktis. Ia berharap peserta best praktis dapat memahami filosofi pembangunan Bali disamping meminta agar turut melakukan kajian dan memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk menyempurnakan perumusan kebijakan dan implementasi program prioritas Bali ke depannya.

Dalam kesempatan tersebut, Gede Indra memaparkan visi pembangunan Bali yang khas dan berbeda dari daerah lain, yaitu “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru” yang tujuannya tidak lain adalah untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya namun tetap berdikari secara Ekonomi.

Turut Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Kapolda Bali Brigjen Pol I Ketut Suardana, Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali Prof. I Made Damriyasa, Bendesa Agung Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet serta Seluruh Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

Bule Australia Pemancat Pohon Beringin, Ikuti Upakara Pembersihan di Pura Dalem Dakdakan

TABANAN – Pantaubali.com – Akhirnya bule Australia, Samuel Lockton yang sebelumnya nekat memanjat pohon beringin disucikan warga di depan Pura Dalem Dakdakan, Desa Abian Tuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan, Sabtu,(11/6) sekira pkl 15.00 wita.Hadir dan mengikuti prosesi upacara pembersihan disekitar areal pohon beringin bersama jero mangku serta perangkat Desa setempat,Senin,(13/6).

Dalam kesempatan tersebut, Bendesa Adat Kelaci Kelod, I Gusti Made Astawa menyapaikan, upakara dilakukan berupa Prayascita Duur Mangala atau kegiatan pebersihan dan penyucian kembali di areal sekitar beringin telah di panjat sebelumnya.

“Terkait kegaduhan dia (Samuel Lockton) perbuat, tentu membuat masyarakat merasa, tidak terima. Karena pohon ini sudah di sakralkan untuk itu kami melakukan upacara ini (Prayascita Duur Mangala) dan tidak ada lagi pelaksanaan upakara lanjutan akan kami lakukan kedepanya”, katanya.

Pihak krama Banjar secara umum telah memafkan apa telah dilakukan Dirinya.

“Dari kami atau masyarakat sudah memaafkan pelaku. Niat pelaku memanjat pohon ini hanya untuk membuat konten Tiktok”, jelasnya.

Menurut Dirinya, sebelumnya disekitar areal pohon telah di bangun tembok pembatas akan tetapi karena, akar pohon semakin besar akhirnya tembok tersebut roboh.Semberi dirinya menbahkan, kedepan akan dibicarakan lagi apa perlu dilakukan dalam upaya menjaga kesucian pura.

“Dulu ada temboknya, papan hibauan agar tidak memasuki areal pura sampai, uapaya pengamanan areal Pura seperti apa akan dilakukan.Itu akan kami kordinasikan dengan pihak krama banjar terlebih dahulu”, papar Astawa.

Dalam prosesi pembersihan Dirinya hanya cukup nunas tirta di Pura Dalem tanpa ikut melakukan persembahyaangan.Hal tersebut dilakukan menurut, Bedesa Adat karena, bule tersebut memiliki keyajinan berbeda.

Adapun kronologis kejadian sebelumnya berdasarkan keterangan tertulis pihak Kepolisian menyebutkan, diawali dari adanya laporan dari Bhabinkamtibmas desa Abiantuwung yang melaporkan bahwa, di pohon beringin pura Dalem Dakdakan ada seorang warga negara asing naik dipohon beringin dan disuruh turun oleh warga tidak mau.

Setelah petugas dari polsek datang baru yang bersangkutan mau turun dan dibawa ke Mako Polsek.

Setelah di intrograsi yang bersangkutan mengaku bernama Samuel Lockton asal Australia, tinggal di hotel kama royal Jimbaran, Badung.

Yang bersangkutan mengaku naik ke pohon hanya untuk membuat konten pribadi sesuai hobinya. Yang bersngkutan tidak tahu kalo pohon tersebut adalah, pohon yang di sucikan, sehingga yang bersangkutan meminta maaf dan mengakui kesalahannya.

Lalu yang bersangkutan di bawa ke Polsek Kediri, kemudian di pertemukan dengan Bendesa Adat dadakan dan beberapa orang perwakilan Warga yang turut hadir.

Dari hasil pertemuan tersebut, warga menuntut biaya upakara guru piduka sebesar Rp 500.000 namun saat itu yang bersangkutan hanya membawa uang Rp 150.000 dan disepakati kekurangan akan dibayar minggu depan.

Hal tersebut akhirnya disetujui oleh Bendesa adat dadakan dan perwakilan warga yang hadir. Sehingga, permasalahanpun dianggap selesai dan saudara Samuel akhirnya di perbolehkan kembali ke penginapannya di Wilayah Badung.

PKB ke- 44, Libatkan 2.400 Orang Seniman Usung Tema Danu Kerthi: Huluning Amreta

DENPASAR – Pantaubali.com – Pesta Kesenian Bali ke-44 Tahun 2022 secara resmi dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bapak Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., yang didampingi langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster pada Minggu (Redite Wage, Kuningan), 12 Juni 2022 di Kawasan Niti Mandala, Renon, Denpasar.

Pesta Kesenian Bali Tahun 2022 yang mengangkat tema Danu Kerthi: Huluning Amreta ini juga dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, BBA., MBA, Ratu Sri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun, Konsul Jenderal Negara Sahabat, Anggota DPR RI dan DPD RI Dapil Bali, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali,Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Pangdam IX Udayana, Kapolda Bali, Danrem 163/Wirasatya, Wali Kota dan Bupati se-Bali, Seniman, Budayawan, serta diramaikan oleh undangan hingga masyarakat Bali.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan ucapan selamat datang kepada Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Jenderal Polisi (Purn.) Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, serta undangan lainnya yang telah hadir di Bali, Pulau Dewata, The Island of Gods yang menjadi kebanggaan Kita bersama.

“Kami, Pemerintah Daerah dan masyarakat Bali sungguh berbahagia atas perkenan Bapak Menteri Dalam Negeri dapat menghadiri acara Pembukaan sekaligus pelepasan Peed Aya atau Pawai serangkaian Pesta Kesenian Bali ke-44 Tahun 2022,” ujar Gubernur Bali.

Penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali, kata Gubernur Wayan Koster merupakan konsistensi dan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mengarusutamakan kebudayaan sebagai haluan pembangunan Bali, dengan Visi: Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, menuju Bali Era Baru.

Lebih lanjut Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini menjelaskan Pesta Kesenian Bali Tahun 2022 mengangkat tema Danu Kerthi: Huluning Amreta yang mengandung makna Memuliakan Air sebagai Sumber Kehidupan dengan menyajikan 8 materi pokok, yaitu: Peed Aya (Pawai), Rekasadana (Pergelaran), Gandarupa (Pameran), Utsawa (Parade), Wimbakara (Lomba), Kriyaloka (Lokakarya), Widyatula (Sarasehan), dan Adi Sewaka Nugraha (Penghargaan Pengabdi Seni).

“Pesta Kesenian Bali berlangsung selama sebulan penuh, dan akan ditutup pada hari Minggu (Redite Paing, Pahang) 10 Juli 2022,” kata orang nomor satu di Pemprov Bali ini yang disambut semarak tepuk tangan sembari menjelaskan Peed Aya (Pawai) merupakan prosesi dan atraksi seni-budaya yang mengilustrasikan tema Danu Kerthi dengan kekayaan, keunikan, dan keunggulan masing-masing Kota/Kabupaten di Bali.

Untuk Pawai tahun ini, menampilkan 24 komunitas mewakili Pemerintah Kota/Kabupaten se-Bali, Lembaga Pendidikan Menengah dan Tinggi, serta BUMN/BUMD, melibatkan lebih dari 2.400 orang seniman. Banyaknya komunitas yang berpartisipasi dalam Pawai, walau dengan biaya swadaya, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat mengikuti Pesta Kesenian Bali, seiring Pandemi COVID-19 di Bali yang sudah landai dan stabil.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh Peserta yang telah menjadikan Acara Peed Aya (Pawai) Pesta Kesenian Bali ke-44 tahun 2022, semakin berkualitas dan sangat semarak,” pungkas Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali yang disambut tepuk tangan dengan meriah.

Sementara Mendagri RI, Jenderal Polisi (Purn.) Muhammad Tito Karnavian yang mewakili Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali yang dipimpin oleh Gubernur Bali, Wayan Koster dan seluruh masyarakat Bali, karena pandemi Covid -19 di Bali telah berhasil dikendalikan dan melandai. Sehingga kegiatan Pesta Kesenian Bali ke-44 bisa dilaksanakan sebagai moment penting untuk membangkitkan ekonomi Bali yang sempat terdampak selama 2 tahun akibat Covid-19.

“Melandainya pandemi Covid-19 juga berkat kerja keras Gubernur Bali dan seluruh stakeholder di dalam mempercepat vaksinasi. Dimana vaksinasi di Bali paling tercepat dari seluruh Provinsi di Indonesia, demikian pula dengan vaksin boosternya paling tertinggi di Indonesia,” ujar Tito Karnavian.

Lebih lanjut disampaikannya tema Pesta Kesenian Bali yang mengangkat Danu Kerthi: Huluning Amreta yang mengandung makna Memuliakan Air sebagai Sumber Kehidupan dinilai sangat tepat oleh Menteri Dalam Negeri, karena air telah menjadi bagian kebutuhan hidup Kita sehari-hari.

“Jika Kita salah mentreatment air, maka hal tersebut juga akan menjadi malapetaka bagi kehidupan, seperti tanah longsor, banjir dan lainnya. Kemudian apabila tidak ada air, maka Kita dan seluruh mahluk hidup akan mati, untuk itu air harus dimuliakan,” imbuhnya.

Mengakhiri sambutannya Mendagri Tito Karnavian menegaskan Bali merupakan bagian dari Indonesia, karena itu Indonesia tanpa Bali menjadi hampa. Mungkin Jakarta merupakan Ibu Kota Ekonomi, IKN nanti akan menjadi Ibu Kota Politik dan Bali bisa menjadi Ibu Kota Tourism. Untuk itu, saat ini di DPR RI sedang dilakukan pembahasan terkait UU Provinsi Bali dan dalam UU Provinsi Bali tersebut, Kami (Kementerian Dalam Negeri, red) sudah menyiapkan pasal yang memperjuangkan pengakuan budaya, seni dan tradisi Bali, sehingga seni, budaya dan tradisi Bali tidak tergerus oleh arus modernisasi serta kebijakan Pemerintah Pusat akan bisa berpihak di dalam menggurus seni, budaya dan tradisi Bali agar tetap lestari keberadaannya.

“Ini penting mengingat Undang-Undang yang lama itu masih Bali-Nusra (Bali, NTB dan NTT),” tutup Mendagri Tito Karnavian yang disambut tepuk tangan seraya membuka PKB ke XLIV dengan pemukulan gong yang kemudian di meriahkan oleh pawai Peed Aya dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Bali, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, duta Kabupaten/Kota se-Bali, Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja, Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Museum Pasifika, Bank Indonesia berkolaborasi dengan Lembaga Perbankan Bali, kemudian pawai Peed Aya juga dimeriahkan oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali. Universitas Udayana, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Universitas Hindu Indonesia Denpasar, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, SMKN 3 Sukawati dan SMKN 5 Denpasar.(Rilis)

Menparekraf Apresiasi Perhelatan PKB XLIV, Momentum Penting Kembalikan Ekonomi dan Pariwisata Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Digelarnya perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV Tahun 2022 resmi dibuka Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mewakili Presiden RI di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB) Bajra Sandhi, Denpasar, kemarin, (Minggu (12/6), setelah dua tahun lamanya tidak di gelar akibat Pandemi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi kegiatan PKB, karena merupakan momentum penting dalam mengembalikan ekonomi dan pariwisata Bali.

“Tentu mengapresiasi kegiatan PKB ini, PKB menjadi salah satu momentum penting dalam mengembalikan ekonomi dan pariwisata Bali”, ujarnya.

Selain itu, atas nama Pemerintah pusat sangat mengapresiasi Pesta Kesenian Bali, setelah 2 tahun pandemi tidak sempat digelar.Terlihat masyarakat sangat antusias luar biasa juga.

“Ini sangat menggerakkan ekonomi, menggeliatkan kembali dan memulihkan sektor pariwisata terutama sisi ekonomi kreatifnya juga”, jelasnya.

Dirinya menyampaikan, ucapkan terima kasih serta dukungan dari seluruh pihak termasuk, atau terutama Pemerintah Daerah dan semua Pentahelix yang hadir dalam pagelaran PKB.

“Saya sangat bangga dan mudah-mudahan ini dapat membuka peluang usaha dan percepatan lapangan kerja yang kemarin sempat terkontraksi karena pandemi”, tutupnya.

Bule Australia Nekat Panjat Pohon Beringin Disucikan Demi Konten Pribadi

TABANAN – Pantaubali.com – Kembali salah satu bule nekat melakukan hal aneh di areal tempat di sakralkan dan di sucikan oleh masyarakat.

Kali ini Bule Australia naik pohon beringin di depan pura dalem dakdakan, Desa Abian Tuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan, Sabtu,(11/6) sekira pkl 15.00 wita.

Berdasarkan keterangan pers pihak kepolisian disampaikan, Bhabinkamtibmas desa Abiantuwung melaporkan bahwa di pohon beringin pura Dalem Dakdakan ada seorang warga negara asing yang naik dipohon beringin dan disuruh turun oleh warga tidak mau.

Setelah petugas dari polsek datang baru yang bersangkutan mau turun dan dibawa ke Mako Polsek.

Setelah di intrograsi yang bersangkutan mengaku bernama Samuel Lockton asal Australia, tinggal di hotel kama royal Jimbaran- Badung.

Yang bersangkutan mengaku naik ke pohon hanya untuk membuat konten pribadi sesuai hobinya. Yang bersangkutan tidak tahu jika pohon tersebut adalah pohon yang di sucikan, sehingga yang bersangkutan meminta maaf dan mengakui kesalahannya, lalu yang bersangkutam di bawa ke Polsek Kediri, dan kemudian di pertemukan dengan Bendesa adat dadakan dan beberapa orang perwakilan Warga yang turut hadir.

Adapin hasil pertemuan warga menuntut biaya Upakara Guru Piduka sebanyak Rp 500.000 rupiah, namun yang bersangkutan hanya membawa uang Rp 150.000 dan disepakati kekurangan akan dibayar minggu depan.

Hal tersebut disetujui oleh Bendesa adat dadakan dan perwakilan warga yang hadir. Sehingga, permasalahanpun dianggap selesai dan yang bersangkutan tersebut di perbolehkan kembali ke penginapannya di wilayah Badung.

Selanjutnya saat dikonfirmasi Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra menyampaikan, setelah dibawa ke Polsek Kediri untuk diintrogasi bule naik pohon ini karena ingin membuat konten tiktok sesuai hobynya.

“Jadi bule ini tidak tahu pohon itu keramat, namun karena ingin membuat konten sehingga dia naik,” terangnya.

Kata dia, bule ini tinggal di hotel Kama Royal Jimbaran- Badung. Karena perbuatanya itu, dia sudah dikenakan sanksi adat dengan membayar upakara guru piduka sebesar Rp 500.000. Hanya saja saat pertemuan dengan warga bule ini hanya membawa uang Rp 150.000 sisanya lagi akan dibayarkan pekan depat dan sudah disetujui Bendesa Adat setempat.

“Sekarang bule ini sudah kembali ke hotel, karena perbuatanya tidak ada unsur pelecehan sebab masih mengenakan pakian. Lain lagi kalau kasus sebelumnya (di Marga) tidak mengenakan busana. Sekarang sudah ke hotel,” pungkasnya.