- Advertisement -
Beranda blog Halaman 67

Libur Nataru 2026, Wisatawan Lokal Kian Ramai Kunjungi DTW Jatiluwih

Kunjungan wisata di DTW Jatiluwih saat libur Nataru.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih di Kabupaten Tabanan mencatat peningkatan jumlah kunjungan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Menariknya, lonjakan tersebut turut diiringi dengan semakin besarnya peran wisatawan domestik dalam komposisi pengunjung.

Selama periode liburan ini, kawasan persawahan berundak yang berstatus Warisan Budaya Dunia UNESCO tersebut tidak lagi sepenuhnya didominasi wisatawan mancanegara. Minat wisatawan nusantara terlihat meningkat dan memberi warna baru dalam arus kunjungan ke Jatiluwih.

Manajer Operasional DTW Jatiluwih, I Ketut Purna mengungkapkan, kontribusi wisatawan domestik mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa.

Jika sebelumnya porsi wisatawan lokal hanya sekitar 10 persen, kini angkanya meningkat menjadi sekitar 15 persen atau bahkan lebih.

“Peningkatan ini cukup menggembirakan, khususnya di bulan Desember. Salah satu faktor pendukungnya adalah optimalisasi promosi melalui media sosial yang kami lakukan untuk memperluas jangkauan informasi tentang Jatiluwih,” ujar pria yang akrab disapa Jhon, Sabtu (3/1/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar wisatawan domestik yang datang berasal dari Jakarta serta sejumlah kota besar lainnya di Indonesia. Tren tersebut dinilai sebagai sinyal positif dalam upaya memperluas segmen pasar pariwisata Jatiluwih yang selama ini cenderung bergantung pada wisatawan asing.

Meski kontribusi wisatawan lokal meningkat, pasar mancanegara masih menjadi penopang utama kunjungan. Jhon menyebutkan, wisatawan asing masih menyumbang sekitar 85 hingga 90 persendari total pengunjung.

“Wisatawan Eropa seperti dari Prancis, Jerman, dan Italia masih mendominasi. Selain itu, pasar Asia seperti Singapura, Malaysia, dan India juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik,” jelasnya.

Dari sisi statistik kunjungan, pengelola mencatat bahwa pada periode sepi, jumlah wisatawan harian berkisar antara 700 hingga 1.000 orang. Sementara pada musim ramai, angka tersebut melonjak hingga 1.500 sampai 2.000 pengunjung per hari.

Di balik tren positif tersebut, pengelola DTW Jatiluwih masih menghadapi sejumlah tantangan yang juga menjadi persoalan pariwisata Bali secara umum, seperti masalah sampah, kemacetan, serta kekhawatiran akan overtourism.

“Ketika kami melakukan promosi ke Eropa, isu sampah dan kemacetan sering kali menjadi perhatian utama calon wisatawan,” ungkap Jhon.

Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah yang lebih tegas dalam penataan pariwisata, khususnya dalam pengelolaan lalu lintas. Menurutnya, kemacetan yang semakin parah menyulitkan agen perjalanan dalam menyusun jadwal kunjungan karena waktu tempuh yang tidak menentu.

Terkait persoalan sampah, Jatiluwih disebut telah menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis rumah tangga di tingkat desa.

Namun, demikian, upaya tersebut dinilai masih memerlukan dukungan yang lebih luas dari pemerintah daerah maupun pusat agar dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan dalam skala yang lebih besar. (ana)

Pemancing Terseret Arus di Aliran Tukad Badung, Tim SAR Lakukan Pencarian

Tim SAR cari pria berusia 37 tahun dilaporkan terseret arus di aliran Tukad Badung, tepatnya di Jalan Hasanudin, Denpasar, saat sedang memancing, Jumat (2/1/2025)sekitar pukul 19.00 Wita.
Tim SAR cari pria berusia 37 tahun dilaporkan terseret arus di aliran Tukad Badung, tepatnya di Jalan Hasanudin, Denpasar, saat sedang memancing, Jumat (2/1/2025)sekitar pukul 19.00 Wita.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Seorang pria berusia 37 tahun dilaporkan terseret arus di aliran Tukad Badung, tepatnya di Jalan Hasanudin, Denpasar, saat sedang memancing, Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 19.00 Wita.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang saksi mata yang melihat korban terseret arus sungai. Saksi sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun tidak membuahkan hasil.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya mengatakan,  laporan kejadian tersebut baru diterima pada Sabtu (3/1/2025) sekitar pukul 11.00 Wita dari Ditsamapta Polda Bali.

Korban diketahui bernama Surya Fajar Irawan, warga Kehen, Kesiman Petilan, Denpasar Timur.

Setelah menerima informasi, Kantor SAR Denpasar langsung mengerahkan 10 personel yang didukung oleh unsur SAR terkait menuju lokasi kejadian.

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, tim tiba di lokasi dan segera berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya yang berada di tempat.

Tim SAR gabungan kemudian dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan penyisiran dari lokasi kejadian hingga ke arah Pulau Buru, Taman Pancing, dan Dam Buagan, dengan total area pencarian sekitar 4 kilometer.

“Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap korban masih terus berlangsung,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026).

Adapun unsur SAR yang terlibat dalam pencarian ini meliputi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ditsamapta Polda Bali, Kodim 1611/Denpasar, Polsek Denpasar Barat, Polresta Denpasar, Potensi SAR 115, Balawista Denpasar, TRC BPBD Denpasar, Yayasan Bali Emergency, Arjuna Rescue, Bali Ranger Community, Bima Sakti Rescue, Indonesia Escorting Ambulance, Nanggala Medica Respon, serta dibantu oleh masyarakat setempat. (ana)

Rahina Tumpek Klurut, Anak Muda Bali Antusias Nikmati Kopi dan Babi Guling Traktiran Gubernur Koster

Gubernur Koster mentraktir ribuan cup kopi di Jenar Coffee dan Tan Panama Coffee Shop Denpasar, pada Sabtu (3/1/2026).
Gubernur Koster mentraktir ribuan cup kopi di Jenar Coffee dan Tan Panama Coffee Shop Denpasar, pada Sabtu (3/1/2026).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster merayakan Hari Tumpek Klurut (Hari Tresna Asih) dengan cara sederhana. Dalam momentum hari kasih sayang menurut kearifan lokal Bali ini, Gubernur Koster mentraktir ribuan cup kopi di Jenar Coffee dan Tan Panama Coffee Shop Denpasar, pada Sabtu (3/1/2026).

Tak hanya kopi, Gubernur Koster juga mentraktir menu babi guling di Warung Men Wenci kawasan Sangeh, Kabupaten Badung sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM lokal, sekaligus berbagi kebahagiaan dengan masyarakat.

Sejak pagi, lokasi babi guling ini dipadati pengunjung. Dua ekor be guling ludes sekejap.

Saat ditemui di Tan Panama Coffee Shop, Gubernur Koster tampak bercengkrama santai dengan para pengunjung yang didominasi anak-anak muda (yowana).

Suasana berlangsung hangat dan akrab. Bahkan, Gubernur Koster sempat menjadi pusat objek foto bersama. Gubernur dua periode ini melayani dengan tulus setiap permintaan selfie.

Gubernur Koster mengatakan, perayaan Tumpek Klurut dimaknai sebagai momentum untuk menumbuhkan rasa tresna asih (kasih sayang), mempererat hubungan antar sesama, serta memperkuat jati diri dan karakter masyarakat Bali.

“Tumpek Klurut ini adalah hari kasih sayang menurut kearifan lokal Bali. Kita maknai dengan berbagi, membangun interaksi yang hangat, terutama dengan generasi muda, sekaligus mendukung UMKM lokal,” ujar Gubernur Koster.

 

Ia menegaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan secara niskala lan sekala. Secara niskala diawali dengan persembahyangan yang dipusatkan di Pura Candi Narmada, sementara secara sekala diwujudkan melalui interaksi langsung dengan masyarakat, khususnya anak muda, di ruang-ruang publik seperti coffee shop.

 

Antusiasme pengunjung cukup besar,  Salah seorang pengunjung bernama Prama asal Denpasar, mengaku senang bisa berada langsung di lokasi dan merasakan suasana kebersamaan tersebut.

“Kebetulan sekalian weekend, terus ditraktir sama Pak Gubernur. Senang sekali, awal tahun sudah ada momen seperti ini. Terima kasih banyak, senang sekali,” ujar Prama.

 

Di sisi lain, Gubernur Koster mengatakan UMKM lokal Bali memiliki peran strategis dalam menjaga  budaya Bali sekaligus menjadi ruang kreativitas generasi muda.

 

Karena itu, momentum Tumpek Klurut dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas, kebersamaan, lan rasa tresna asih di tengah masyarakat.

 

Perayaan Tumpek Klurut ini pun menjadi contoh bagaimana nilai-nilai kearifan lokal Bali tetap relevan dan dapat dimaknai secara kontekstual dalam kehidupan masyarakat modern.

Tujuannya menurut Gubernur adalah untuk membangun jati diri, karakter, dan identitas krama Bali, yang merupakan warisan leluhur. “Ini penting untuk kita rawat dan perkuat bersama,” tuturnya.

 

Tak sampai disana, Koster juga menghadirkan hiburan pentas musik di Panggung terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar di hari yang sama untuk dinikmati bersama oleh masyarakat luas mulai pukul 18.00 WITA hingga selesai.

” Musiknya dikemas untuk menciptakan suasana tenang, damai, lan becik, agar masyarakat bisa menikmati kebersamaan dengan nyaman,” pungkas Koster. (rls)

Tanah Longsor di Desa Karyasari Pupuan Tutupi Akses Jalan Warga

Pembersihan tanah longsor terjadi di Banjar Dinas Asah Tegeh, Desa Karyasari, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (3/1/2026).
Pembersihan tanah longsor terjadi di Banjar Dinas Asah Tegeh, Desa Karyasari, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (3/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Peristiwa tanah longsor terjadi di Banjar Dinas Asah Tegeh, Desa Karyasari, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Jumat sore (2/1/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, mengatakan longsor terjadi pada lahan sawah yang berada di tepi jalan dan materialnya melebar hingga menutupi seluruh badan jalan, sehingga menyebabkan akses lalu lintas terputus sementara.

“Curah hujan yang tinggi sejak sore hari mengakibatkan tanah sawah di sekitar lokasi longsor dan materialnya menutup akses jalan,” ujar Srinadha Giri dikonfirmasi Sabtu (3/1/2026).

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim TRC dan Pusdalop BPBD Tabanan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan bersama tim gabungan dari TNI, Polri, staf Trantib Kecamatan Pupuan, serta masyarakat setempat.

Material longsoran berhasil dievakuasi sehingga akses jalan kembali dapat dilalui kendaraan pada Sabtu siang.

“Dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa. Saat ini longsoran sudah berhasil dibersihkan dan arus lalu lintas kembali normal,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di beberapa wilayah Kabupaten Tabanan. (ana)

Nuanu Bawa Musik Elektronik Indonesia di Malam Tahun Baru

Suasana perayaan Tahun Baru di Nuanu Creative City.
Suasana perayaan Tahun Baru di Nuanu Creative City.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Di saat sebagian besar perayaan malam Tahun Baru di Bali diwarnai format serupa dengan deretan nama internasional yang sudah akrab, Nuanu Creative City justru memilih arah berbeda.

Pada 31 Desember 2025, melalui gelaran PORTAL x Nuanu, kawasan kreatif di Tabanan ini menghadirkan perayaan Tahun Baru yang berakar pada eksplorasi kolektif dan praktik kreatif lokal dengan menampilkan 21 musisi elektronik dan alternatif Indonesia.

Sebagai rumah eksklusif PORTAL di Bali, perayaan tersebut menempatkan seniman Indonesia sebagai pusat dari keseluruhan pengalaman. Malam Tahun Baru ini dipimpin oleh para musisi yang bekerja lintas format, mulai dari elektronik, live, hybrid, hingga audiovisual, yang merefleksikan keragaman serta semangat eksperimentasi dalam lanskap musik kontemporer Indonesia.

PORTAL x Nuanu berlangsung di dua panggung utama, yakni Detak dan Sumbu, yang masing-masing menawarkan atmosfer berbeda. Detak mengusung energi malam melalui set elektronik dan hybrid berbasis ritme, sementara Sumbu menjadi ruang yang lebih performatif untuk karya live, vokal, dan eksplorasi audiovisual yang menekankan relasi antara suara, visual, dan ruang.

Kedua panggung tersebut berlokasi di Block 42, ruang multifungsi Nuanu yang dibangun dari kontainer pengiriman hasil daur ulang. Sepanjang malam, projection mapping menghidupkan struktur kontainer dan mengubah kawasan ini menjadi lingkungan berlapis menyerupai labirin.

Saat audiens berpindah dari satu panggung ke panggung lain, permainan cahaya dan suara yang terus berubah menciptakan sensasi seolah melintasi portal visual yang saling terhubung.

Ragam penampilan yang dihadirkan sepanjang malam menunjukkan bagaimana musik elektronik Indonesia menemukan resonansinya ketika diberi kepercayaan, konteks, serta lingkungan kuratorial yang tepat.

Adapun deretan seniman yang tampil dalam PORTAL x Nuanu meliputi Asylum Uniform, Bagvs, Big Chun a.k.a. Naken, Dekadenz, Gumatat Gumitit Gospell (live), JayDawn & Wukir Suryadi, Kuntari (organic set), Mairakilla, Non Archive, Raissa Febriani b2b Hatagarah, Verdy Arien b2b Magis, Txetext (live), Madness On Tha Block, Parakuat (live), Alkahfa (hybrid), Ambrukt, Paradata (A/V), Su66en9 (hybrid), PURE! Records, Linda b2b Masagi b2b Masayu, Barbara Pleaser, Temu Gerak, serta Putu Septa ft. Janurangga.

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan perayaan ini menegaskan kembali tujuan Nuanu sebagai ruang tumbuh komunitas kreatif Indonesia.

“Indonesia memiliki komunitas kreatif yang kuat dan terus bertumbuh. Nuanu hadir untuk berjalan bersama mereka, dengan menciptakan platform yang dapat didefinisikan dan dibentuk bersama oleh para seniman,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PORTAL menyebut musik elektronik Indonesia lahir dari kerja kolektif yang melampaui sekadar genre.

“PORTAL x Nuanu menghadirkan pertemuan yang lebih luas, di mana suara hadir berdampingan dengan tari, instalasi multimedia, dan beragam bentuk ekspresi alternatif lainnya. Fokusnya bukan pada genre, melainkan pada para seniman dan praktik kreatif yang membentuk pengalaman malam tersebut,” jelasnya.

Dengan kehadiran audiens dari Bali, berbagai kota di Indonesia, hingga komunitas internasional yang berada di Bali selama musim liburan akhir tahun, PORTAL x Nuanu menjadi titik temu lintas budaya.

Di tengah musim perayaan yang kerap diwarnai pengulangan, acara ini menjadi contoh bagaimana perayaan Tahun Baru dapat berfungsi sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan ekosistem kreatif Indonesia. (ana)

KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Indonesia Masuki Era Baru Penegakan Hukum

Pengesahan KUHAP baru terlaksana di ruang paripurna DPR kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (18/11). (Foto: ANTARA)
Pengesahan KUHAP baru terlaksana di ruang paripurna DPR kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (18/11). (Foto: ANTARA)

NASIONAL, PANTAUBALI.COM – Indonesia resmi memasuki babak baru dalam sistem hukum nasional. Terhitung mulai Jumat, 2 Januari 2026, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) versi terbaru mulai diberlakukan secara nasional.

Pemberlakuan ini menandai berakhirnya masa transisi sekaligus menggantikan KUHP lama peninggalan era kolonial yang selama puluhan tahun menjadi dasar hukum pidana di Indonesia. KUHP baru sendiri telah disahkan DPR RI pada 6 Desember 2022 melalui rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Undang-undang tersebut kemudian ditandatangani Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 2 Januari 2023 dan diundangkan sebagai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Dalam Pasal 624 ditegaskan bahwa KUHP baru mulai berlaku tiga tahun setelah diundangkan, sehingga efektif diterapkan pada awal 2026.

Seiring dengan itu, pembaruan sistem hukum pidana turut diperkuat melalui pengesahan KUHAP baru. DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang KUHAP pada 18 November 2025 dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPR Puan Maharani, setelah mendengarkan laporan dari Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.

“Undang-undang ini akan mulai berlaku nanti tanggal 2 Januari 2026,” ujar Puan Maharani dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, saat itu.

Presiden Prabowo Subianto kemudian menandatangani aturan tersebut pada 17 Desember 2025, yang selanjutnya ditetapkan sebagai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025.

Meski telah resmi diberlakukan, KUHP dan KUHAP baru tidak luput dari perhatian publik. Sejumlah pasal sebelumnya menuai kritik dan kekhawatiran terkait potensi penerapan di lapangan. Kendati demikian, pemerintah dan DPR menegaskan bahwa pembaruan regulasi ini bertujuan memperkuat kepastian hukum serta menyesuaikan sistem peradilan pidana dengan dinamika masyarakat dan perkembangan zaman.

Dengan berlakunya dua regulasi fundamental tersebut, aparat penegak hukum, praktisi hukum, hingga masyarakat luas kini memasuki era baru penegakan hukum nasional yang diharapkan lebih modern, adil, dan berkeadilan. RAN

Menteri Pariwisata Tinjau Langsung Aktivitas di Bandara Ngurah Rai, Ini Pesannya

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meninjau aktivitas layanan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, saat libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meninjau aktivitas layanan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, saat libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Mengawali tahun 2026, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memastikan kesiapan Bali dalam memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Kepastian itu ditegaskan saat Menpar melakukan kunjungan kerja ke Pulau Dewata, Kamis (1/1/2026).

Setibanya di Bali, Menpar Widiyanti langsung meninjau aktivitas kedatangan dan keberangkatan wisatawan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Peninjauan difokuskan di Terminal Keberangkatan Internasional, didampingi General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Nugroho Jati beserta jajaran.

“Saya baru tiba di Bali dan langsung melihat aktivitas kedatangan serta keberangkatan wisatawan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, sebagai bagian dari pemantauan periode libur Nataru di Bali,” ujar Menpar Widiyanti.

Dalam peninjauan tersebut, Menpar memantau alur pelayanan di sejumlah titik strategis, mulai dari area check-in, imigrasi, layanan Visa on Arrival (VoA), Bea Cukai, hingga fasilitas food and beverage serta pusat suvenir. Ia juga menyapa petugas bandara dan berdialog langsung dengan wisatawan untuk mendengar pengalaman serta kesan mereka selama berada di Bali.

Peninjauan dilanjutkan ke Posko Terpadu di Terminal Keberangkatan Domestik. Di lokasi ini, Menpar menerima paparan data terkait pergerakan penumpang, jumlah penerbangan, serta rute yang dilayani selama masa libur Nataru.

Berdasarkan laporan Angkasa Pura Bali dan Gubernur Bali I Wayan Koster, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali melalui jalur udara hingga akhir Desember 2025 diperkirakan menembus angka lebih dari 7,05 juta kunjungan. Jumlah tersebut meningkat sekitar 11 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sekitar 6,3 juta kunjungan.

“Ini merupakan rekor tertinggi kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali,” ungkap Menpar Widiyanti.

Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara sepanjang 2025 tercatat mencapai 9,28 juta kunjungan, atau menurun sekitar 700 ribu kunjungan dibandingkan tahun sebelumnya. Menpar menilai penurunan tersebut terjadi karena semakin meratanya distribusi perjalanan wisatawan nusantara ke berbagai destinasi di Indonesia.

“Wisatawan nusantara adalah kekuatan pariwisata Indonesia. Kebahagiaan, keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kesan positif harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Usai dari bandara, Menpar Widiyanti melanjutkan kunjungan ke Icon Bali Mall di kawasan Sanur. Pusat perbelanjaan yang terhubung langsung dengan pantai ini dikenal memiliki pasar terapung indoor terbesar di Asia Tenggara yang menampilkan produk UMKM lokal, mulai dari kuliner hingga kerajinan.

Selama libur Nataru, jumlah pengunjung Icon Bali Mall tercatat mencapai sekitar 40 ribu orang per hari. Bahkan, dalam dua pekan terakhir 2025, transaksi penjualan di pusat perbelanjaan tersebut melampaui rata-rata penjualan bulanan.

“Ini menunjukkan kuatnya minat wisatawan untuk berbelanja di Bali,” kata Menpar.

Kunjungan kerja kemudian dilanjutkan ke Puri Agung Ubud, salah satu pusat sejarah dan budaya Bali. Di lokasi ini, Menpar berdialog dengan pelaku usaha pariwisata mengenai penyelenggaraan event, pembangunan infrastruktur, serta perizinan akomodasi.

Menpar Widiyanti turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan pariwisata yang selama ini berperan aktif menjaga dan mengembangkan sektor pariwisata, khususnya di Bali.

“Mari sambut tahun 2026 dengan semangat baru untuk berkarya dan menghadirkan kebaikan bagi negeri. Kita sebarkan #KabarBaikPariwisataUntukIndonesia,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Menpar didampingi Gubernur Bali I Wayan Koster, Ketua PHRI Bali Tjok Oka Artha Ardana Sukawati, perwakilan asosiasi pariwisata, serta jajaran Kementerian Pariwisata. ran

Aksi Sembrono Remaja Main Kembang Api di Simpang Enam Teuku Umar, Langsung Diciduk Polisi

Sekelompok remaja yang diamankan Polsek Denpasar Barat usai aksi bermain kembang api yang meresahkan warga.
Sekelompok remaja yang diamankan Polsek Denpasar Barat usai aksi bermain kembang api yang meresahkan warga.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Aksi bermain kembang api secara ugal-ugalan yang dilakukan sekelompok remaja di kawasan Simpang Enam Jalan Teuku Umar, Denpasar Barat, menuai perhatian publik. Peristiwa yang terjadi saat malam pergantian tahun itu bahkan sempat viral di media sosial dan memicu keresahan warga sekitar.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran Polsek Denpasar Barat (Denbar) melalui Unit Reskrim bergerak cepat mengamankan para remaja yang terlibat pada Kamis (1/1/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Selain mengamankan para remaja, pihak kepolisian juga memanggil orang tua masing-masing untuk dimintai keterangan serta diberikan pembinaan. Diketahui, seluruh remaja yang diamankan masih berstatus di bawah umur, sehingga identitas mereka tidak dipublikasikan.

Saat ini, para remaja tersebut masih menjalani pembinaan di Mako Polsek Denbar selama 1×24 jam. Setelah itu, mereka akan dipulangkan kepada orang tua masing-masing dengan disertai surat pernyataan. Surat tersebut diketahui dan ditandatangani oleh kepala lingkungan setempat sebagai bentuk pengawasan bersama.

Pihak kepolisian berharap, dengan adanya permohonan maaf dari orang tua, keresahan masyarakat akibat aksi tersebut dapat diredakan. Kejadian ini juga diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari.

Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Trisnadewi W mengimbau para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas putra-putri mereka, khususnya pada momen-momen tertentu seperti perayaan malam tahun baru.

“Pengawasan dari orang tua sangat penting agar remaja tidak melakukan tindakan yang berpotensi merugikan dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya. RAN

Bantah Isu Pariwisata Bali Sepi, Koster Sebut Kunjungan Wisman Cetak Rekor Tertinggi

Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana.
Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana.

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Isu pariwisata Bali yang disebut-sebut sepi di media sosial dibantah langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. Berdasarkan data resmi hingga akhir 2025, kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Bali justru mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan angka mencapai lebih dari 7,1 juta orang, sekaligus menegaskan Bali tetap menjadi destinasi favorit dunia.

Gubernur Bali, Wayan Koster pun mendapatkan apresiasi oleh Pemerintah Pusat melalui Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, atas pencapaian itu.

Hal itu terungkap saat Gubernur Wayan Koster bersama Penglingsir Puri Agung Ubud, Tjokorda Gde Putra Sukawati, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Tjokorda Gde Raka Sukawati yang mendampingi Menpar RI berkunjung ke Puri Agung Ubud, Gianyar secara langsung melihat betapa antusiasnya Wisman dan Wisatawan Nusantara (Wisnus) berlibur di Ubud pada Kamis (2/1/2026).

Berdasarkan data Angkasa Pura sampai 31 Desember 2025, Gubernur Koster secara rinci menyatakan jumlah Wisman ke Bali di tahun 2025 mencapai 7.050.000 orang lebih. Kalau dibanding pada tahun 2024 yang lewat udara itu hanya mencapai 6,3 juta Wisman.

Jadi pada tahun 2025 kunjungan Wisman meningkat 750 ribu orang atau 11,3 persen dan ini angka tertinggi yang pernah dicapai.

“Rekor ini. Sebelum Covid-19, tahun 2019 Wisman ke Bali hanya 6,27 juta, sebelum itu lebih rendah lagi. Rupanya Bali tetap menjadi daya tarik masyarakat dunia, apapun isu-nya Wisman tetap pilih Bali,” tegas Koster.

Untuk kedatangan Wisman ke Bali melalui cruise/laut berdasarkan informasi Pelabuhan Benoa, jumlahnya mencapai 71 ribu orang. Kalau dibandingkan pada tahun 2024 itu kunjungannya hanya 53 ribu Wisman.

“Jadi kalau kedatangan Wisman dari udara ini ditambah dengan kedatangan dari laut itu jumlahnya menjadi 7,1 juta lebih. Nah ini kita tidak hitung dengan yang di darat,” jelas Gubernur Bali.

Kemudian kedatangan Wisatawan Nusantara  pada tahun 2025 mencapai 9,28 juta, sedangkan di tahun 2024 jumlahnya 10,1 juta orang ke Bali. Jadi kunjungan Wisnus di tahun ini turun kira-kira 700 ribu lebih.

“Kalau ditotal kedatangan Wisman dan Wisnus di tahun 2025 ke Bali mencapai sekitar 16,38 juta orang atau menurun dibandingkan pada tahun 2024, yang mana jumlah total kunjungannya berada di angka 16,4 juta,” ungkap Koster.

Ia juga menyebut, kunjungan wisatawan pada 2025 turun sekitar 121 ribu atau 0,7 persen, penyebabnya karena kedatangan wisatawan domestik ke Bali menurun.

Karena itu, apa yang selama ini menjadi isu Bali sepi di media sosial sudah dibantah. Ibu Menteri pasti sudah meninjau Bandara Ngurah Rai, Mall, meninjau destinasi wisata, salah satunya Ubud, ternyata tidak sepi dan di jalan macet.

“Data sudah membantah bahwa Bali tidak sepi, kedatangan Wisman ke Bali malah mencapai rekor tertinggi,” kata Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini seraya melaporkan keamanan Bali sangat aman dan kondusif.

Atas penjelasan Gubernur Wayan Koster, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana menegaskan, Bali adalah prioritas Pemerintah Pusat. Ketika Bapak Presiden RI menginstruksikan semua Menteri untuk berkunjung ke seluruh Indonesia, Kemenpar nomor satu utamakan Bali. Jadi selalu di support industri pariwisata Bali.

“Bali adalah destinasi yang sangat penting bagi Indonesia, World Bank juga sudah melakukan kajian terkait apa saja isu – isu Bali dan bagaimana quality tourism di Bali bisa dibangun yang sesuai dengan Perda Provinsi Bali tentang Pariwisata Bali yang berkualitas,” kata Menpar RI seraya menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Bali atas atensinya. (rls)

Catat! Tahun 2026 DTW Tanah Lot dan Ulun Danu Beratan Bakal Naikkan Tarif Tiket

Kunjungan wisata di DTW Ulun Danu Beratan, Baturiti, Tabanan.
Kunjungan wisata di DTW Ulun Danu Beratan, Baturiti, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dua daya tarik wisata (DTW) terkenal di Kabupaten Tabanan, yakni Tanah Lot dan Ulun Danu Beratan, akan menaikkan tarif tiket masuk bagi pengunjung pada tahun 2026.

Di DTW Tanah Lot, penyesuaian tarif tiket mulai diberlakukan pada 1 April 2026. Sementara itu, kenaikan tarif di DTW Ulun Danu Beratan akan berlaku mulai 1 Juli 2026.

Asisten Manager DTW Tanah Lot, I Putu Toni Wirawan, mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi rencana kenaikan tarif tersebut kepada agen perjalanan wisata serta melalui berbagai platform media sosial.

Adapun rincian kenaikan tarif di DTW Tanah Lot yakni untuk wisatawan domestik anak-anak naik menjadi Rp25.000 dari sebelumnya Rp20.000, sedangkan wisatawan domestik dewasa naik menjadi Rp40.000 dari sebelumnya Rp30.000.

Sementara untuk wisatawan mancanegara, tarif tiket anak-anak naik menjadi Rp60.000 dari sebelumnya Rp40.000 per orang. Adapun wisatawan mancanegara dewasa dikenakan tarif Rp100.000 dari sebelumnya Rp75.000 per orang.

“Kami mulai memberlakukan kenaikan tarif per 1 April nanti,” jelas Toni saat dikonfirmasi, Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, penyesuaian harga tiket dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kenaikan tarif yang telah diterapkan tahun sebelumnya. Selain itu, kenaikan ini juga bertujuan untuk menunjang biaya pemeliharaan kawasan DTW Tanah Lot yang berlokasi di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan.

“Ke depan kami juga berencana menambah destinasi berupa spot foto untuk menarik minat kunjungan wisatawan,” tambahnya.

Sementara itu, Humas DTW Ulun Danu Beratan, I Made Sukarata, menyampaikan bahwa kenaikan tarif tiket di DTW Ulun Danu Beratan mulai diberlakukan pada 1 Juli 2026. Rinciannya, tarif wisatawan domestik anak-anak naik menjadi Rp25.000 dari sebelumnya Rp20.000, sedangkan wisatawan domestik dewasa naik menjadi Rp50.000 dari sebelumnya Rp40.000.

Untuk wisatawan mancanegara, tarif anak-anak naik dari Rp50.000 menjadi Rp75.000, sementara tarif dewasa naik menjadi Rp100.000 dari sebelumnya Rp75.000 per orang.

“Kenaikan harga tiket ini kami lakukan untuk meningkatkan kualitas layanan agar mampu bersaing dengan destinasi wisata lainnya,” jelas Sukarata.

Dengan adanya penyesuaian tarif tersebut, pihak pengelola berencana menambah daya tarik wisata, seperti atraksi seni dan budaya yang akan digelar secara rutin pada hari-hari tertentu.

“Sosialisasi sudah kami lakukan lebih awal kepada agen perjalanan wisata, sehingga sejak awal mereka dapat menyesuaikan paket wisata yang ditawarkan,” pungkasnya. (ana)