- Advertisement -
Beranda blog Halaman 67

IRT asal Denpasar Mencoba Akhiri Hidup di Tukad Bangkung Berhasil Digagalkan

Percobaan mengakhiri hidup kembali terjadi di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu (14/12/2025).
Percobaan mengakhiri hidup kembali terjadi di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu (14/12/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Percobaan mengakhiri hidup kembali terjadi di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Padalah pemerintah telah meningkatkan keamaan dengan memasang pagar pengaman di sisi jembatan.

Pada Minggu (14/12/2025), seorang ibu rumah tangga (IRT) berusia 39 tahun berinisial NKPA nyaris mengakhiri hidupnya di Jembatan Tukad Bangkung. Aksi tersebut berhasil digagalkan berkat kepekaan seorang warga yang mencurigai gelagat korban dan mengikutinya hingga ke lokasi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.23 Wita. Sebelumnya, NKPA yang merupakan warga Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, bertemu dengan saksi berinisial IPEP (23) di pertigaan Angantiga, Petang.

Saat itu saksi tengah berhenti untuk mengenakan jas hujan ketika korban menghampirinya dan menanyakan arah menuju Jembatan Tukad Bangkung.

Saksi kemudian membantu menunjukkan rute menggunakan peta digital. Namun, raut wajah korban yang tampak kosong membuat saksi merasa curiga.

Ketika ditanya tujuan ke jembatan tersebut, korban tiba-tiba menangis dan mengungkapkan sejumlah persoalan pribadi, terutama terkait masalah rumah tangga.

Saksi sempat berupaya menenangkan dan membujuk korban agar mengurungkan niatnya. Namun korban tetap bersikeras melanjutkan perjalanan. Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, saksi pun memutuskan mengikuti korban hingga ke Jembatan Tukad Bangkung.

Setibanya di lokasi, korban langsung berusaha melompat. Saksi dengan sigap menahan tubuh korban dan meminta bantuan warga sekitar. Berkat upaya tersebut, percobaan tersebut berhasil digagalkan.

Sekitar pukul 14.45 Wita, pihak keluarga korban tiba di lokasi. Setelah dibujuk oleh keluarga, korban akhirnya dapat ditenangkan. Pada pukul 15.03 Wita, korban kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk dibawa pulang ke Denpasar Utara.

Petugas menduga tindakan tersebut dipicu oleh tekanan psikologis dan beban masalah keluarga yang dialami korban.

Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan personel Polsek Petang telah mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan serta memastikan kondisi korban aman.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan atau situasi yang berpotensi membahayakan di kawasan jembatan. (ana)

Turis Perempuan Ditemukan Tewas Tersangkut di Bawah Jembatan Usai Terseret Banjir

Evakuasi jenazah turis perempuan yang tewas terseret banjir di Jalan Canggu Pertiwi, Kuta Utara, Badung.
Evakuasi jenazah turis perempuan yang tewas terseret banjir di Jalan Canggu Pertiwi, Kuta Utara, Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang warga negara asing (WNA) perempuan ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus banjir di wilayah Kuta Utara, Kabupaten Badung, Minggu (14/12/2024) dini hari.

Korban dilaporkan hanyut bersama sepeda motornya saat melintas di Jembatan Jalan Krisnantara, Desa Tibubeneng.

Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 01.10 Wita. Saat itu, hujan deras mengguyur kawasan tersebut sehingga menyebabkan genangan air dan arus banjir cukup deras di sekitar jembatan.

“Korban diduga tetap melintas dan menerobos genangan banjir hingga akhirnya terseret arus bersama sepeda motornya,” jelas Ayu.

Korban baru berhasil ditemukan sekitar pukul 04.40 Wita, setelah debit air sungai mulai surut. Jenazah ditemukan di bawah jembatan arah Jalan Canggu Pertiwi dalam kondisi meninggal dunia. Posisi tubuh korban tersangkut di antara dinding jembatan dan kayu yang terbawa arus, sehingga mengganjal di bagian bawah jembatan.

Proses pencarian dan evakuasi melibatkan tim gabungan dari Basarnas Provinsi Bali, BPBD Provinsi Bali, serta personel Polres Badung dan Polsek Kuta Utara. Sebanyak 22 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Namun, evakuasi jenazah baru dapat dilakukan sekitar pukul 10.40 Wita karena kondisi arus air yang masih cukup deras.

“Proses evakuasi cukup sulit karena debit air sungai masih tinggi,” ujar Ayu.

Sementara itu, sepeda motor milik korban hingga kini belum berhasil dievakuasi. Kendaraan tersebut diketahui terjepit di dalam gorong-gorong jembatan dan masih terhalang derasnya aliran air, sehingga menyulitkan upaya penarikan.

Polisi memastikan korban berjenis kelamin perempuan. Namun, identitas lengkap korban belum diketahui karena saat ditemukan tidak ada dokumen identitas yang melekat. Aparat kepolisian masih melakukan penelusuran untuk mengungkap identitas serta tempat tinggal korban selama berada di Bali.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Prof. Ngoerah, Denpasar, untuk penanganan lebih lanjut. “Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan PMI Kabupaten Badung serta melakukan pendataan. Fokus kami saat ini adalah memastikan identitas korban,” tegas Ayu. (ana)

Gubernur Koster Dukung Koperasi Merah Putih di Seluruh Desa/Kelurahan 

BIMTEK Optimalisasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) dan Koperasi Merah Putih dalam mendukung Prioritas Nasional serta Penandatanganan Surat Pernyataan Penyerahan Aset untuk Koperasi Merah Putih di Wantilan Taman Makam Pahlawan, Desa Adat Penglipuran, Kabupaten Bangli, Sabtu (13/12/2025).
BIMTEK Optimalisasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) dan Koperasi Merah Putih dalam mendukung Prioritas Nasional serta Penandatanganan Surat Pernyataan Penyerahan Aset untuk Koperasi Merah Putih di Wantilan Taman Makam Pahlawan, Desa Adat Penglipuran, Kabupaten Bangli, Sabtu (13/12/2025).

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional, khususnya terkait dengan penguatan ekonomi mulai dari desa melalui pembentukan Koperasi Merah Putih.

Ia menyampaikan saat ini koperasi merah putih telah terbentuk pada seluruh desa/kelurahan yang tersebar di seluruh Bali.

Informasi itu disampaikan Gubernur Koster dalam sambutannya pada acara BIMTEK Optimalisasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) dan Koperasi Merah Putih dalam mendukung Prioritas Nasional serta Penandatanganan Surat Pernyataan Penyerahan Aset untuk Koperasi Merah Putih di Wantilan Taman Makam Pahlawan, Desa Adat Penglipuran, Kabupaten Bangli, Sabtu (13/12/2025).

Kegiatan yang diikuti pengurus Koperasi Merah Putih dan unsur kejaksaan ini dihadiri Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Prof. Reda Manthovani dan Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Chatarina Muliana Girsang.

Lebih jauh Gubernur Koster menyampaikan, Bali memiliki 636 desa dan 80 kelurahan. Semuanya sudah membentuk koperasi merah putih, telah terdaftar serta menyusun kepengurusan. “Bali paling cepat mencapai 100 persen,” ujarnya.

Ditambahkan Koster, langkah berikut yang menjadi prioritas adalah penyediaan lahan untuk perkantoran dan usaha.

Sejauh ini, ujar Koster, baru sebanyak 474 desa dan kelurahan yang punya aset dan bisa dimanfaatkan untuk Koperasi Merah Putih.

“Kekurangannya tengah kami upayakan dengan pemanfaatan lahan Pemprov, Pemerintah Kabupaten/Kota atau milik desa,” katanya.

Gubernur Koster berharap penyediaan gedung untuk koperasi merah putih di Bali bisa segera rampung agar bisa lanjut ke tahapan penyediaan modal usaha untuk menggerakkan badan usaha yang berbasis di desa ini.

“Ini yang kami dorong dalam beberapa bulan sehingga semua instrumen lengkap dan koperasi bisa beroperasi. Targetnya tahun 2026 sudah berjalan dengan baik dan lancar. Ini wujud komitmen kami dalam mendukung kebijakan dan arahan Bapak Presiden. Kami kompak cepat dan solid bergerak dalam melaksanakan apa yang manjadi arahan Bapak Presiden,” urainya.

Masih dalam sambutannya, Gubernur Bali dua periode ini menyampaikan terima kasih kepada Kejaksaan Agung RI yang memberi perhatian sangat besar terhadap Daerah Bali.

“Kejaksaan agung telah memberikan perhatian luar biasa pada pembangunan di Provinsi Bali terutama dalam bidang hukum. Yang pertama hadir adalah Bale Kertha Adhyaksa yang telah dituangkan dalam Perda,” sebutnya.

Koster menambahkan, Bale Kertha Adhyaksa adalah pendekatan kearifan lokal dalam proses hukum.

“Makin lengkap dengan adanya Jaksa Garda Desa. Kalau Bale Kertha Adhyaksa itu di desa adat, nah Jaga Desa ini di desa dinas. Jadi program untuk Bali sangat lengkap. Bisa jadi Bali satu-satunya provinsi yang mendapat kehormatan dari Kejaksaan Agung,” bebernya.

Menutup sambutannya, Gubernur Koster menegaskan komitmennya untuk mendukung program Bale Kertha Adhyaksa dan Jaga Desa. “Kami akan turun langsung membantu jajaran kejaksaan bersama Bupati, Walikota.

Karena ini sangat penting untuk menjamin perangkat kita mengelola dana APBN dan APBN dengan baik sehingga tak tersangkut kasus hukum,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster menyerahkan bantuan CSR kepada Kelurahan Kubu, Desa Kayubihi dan Desa Batur Selatan.

JAM-Intel Reda Manthovani mengapresiasi keseriusan Gubernur Koster dalam melaksanakan program Koperasi Merah Putih di daerah Bali.

Menurut dia, program Jaga Desa bertalian erat dengan keberadaan Koperasi Merah Putih karena nantinya akan banyak gelontoran dana.

Jajaran kejaksaan bertugas memastikan dana itu dikelola dengan baik dan tak digunakan sembarangan.

Hal senada diutarakan Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Chatarina Muliana Girsang. “Melalui program Jaga Desa, kami mendukung penguatan koperasi merah putih yang menjadi pilar dalam mewujudkan kemandirian ekonomi,” tandasnya.

Pembukaan BIMTEK Optimalisasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) dan Koperasi Merah Putih ditandai dengan pemukukan kentongan. Dalam kesempatan itu, JAM-Intel Reda Manthovani juga berkesempatan mengunjungi hutan bambu yang ada di areal Desa Wisata Panglipuran. (rls)

Satpol PP Tabanan Intensifkan Penegakan Perda dengan Giat Yustisi hingga Sapujagat

Anggota Satpol PP Tabanan tertibkan spanduk di pinggir jalan raya.
Anggota Satpol PP Tabanan tertibkan spanduk di pinggir jalan raya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tabanan mengintensifkan kegiatan penegakan peraturan daerah (Perda) serta menjaga ketertiban dan estetika wilayah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tabanan, I Gede Sukanada mengatakan, sejumlah kegiatan yang dilaksanakan di antaranya giat yustisi yang dilakukan bersinergi dengan Bea Cukai dalam rangka pengawasan dan penindakan terhadap peredaran rokok tanpa pita cukai.

“Langkah ini merupakan upaya mendukung penegakan hukum di bidang cukai sekaligus melindungi penerimaan negara,” ujarnya, Minggu (14/12/2025).

Selain itu, Satpol PP Tabanan juga melaksanakan giat Bursap (Buru Sapa) dengan menyasar pembangunan yang terindikasi melanggar ketentuan tata ruang, lahan sawah dilindungi (LSD), serta lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan pemanfaatan ruang berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sementara melalui kegiatan Sapujagat, Satpol PP Tabanan melakukan penertiban terhadap baliho, spanduk, dan pamflet yang melanggar aturan.

Penertiban menyasar media promosi dan informasi yang dipasang di zona terlarang, kawasan pertamanan, pohon, serta tiang telepon dan listrik, termasuk media yang tidak berizin maupun sudah usang karena dinilai merusak keindahan dan estetika wilayah.

Sukanada mengatakan, seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menegakkan Perda dan menjaga ketertiban umum.

“Melalui giat yustisi, bursap, dan sapujagat, kami berupaya menegakkan peraturan daerah sekaligus menjaga ketertiban umum serta estetika wilayah Tabanan,” tegasnya. (ana)

Diskominfo Tabanan Evaluasi Data Desa Presisi

Forum Group Discussion (FGD) Diskominfo Tabanan untuk membahas progres dan evaluasi pelaksanaan Data Desa Presisi.
Forum Group Discussion (FGD) Diskominfo Tabanan untuk membahas progres dan evaluasi pelaksanaan Data Desa Presisi.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan menggelar Forum Group Discussion (FGD) khusus untuk membahas progres dan evaluasi pelaksanaan Data Desa Presisi.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Kominfo pada Jumat (12/12/2025) ini diikuti sekitar 50 peserta, terdiri dari para kepala OPD terkait, para camat se-Kabupaten Tabanan, Ketua Forum Perbekel se-Tabanan, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Tabanan, serta Kelompok Ahli Bupati I Gede Arya Sena. FGD dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kominfo, I Gusti Putra Winiantara.

Dalam arahannya, Sekdis Kominfo IGP Putra Winiantara menegaskan, FGD ini menjadi ruang penting untuk mengukur capaian serta mengevaluasi tantangan yang muncul dalam implementasi Data Desa Presisi.

“Selain untuk mengetahui progres yang sudah berhasil dicapai, kami ingin menerima masukan dari OPD terkait, terutama dari desa dan kecamatan. Sebab data desa presisi melalui aplikasi OpenSID sepenuhnya bersumber dari 133 desa di Tabanan,” ujar Winiantara.

Ia menambahkan, sesuai timeline yang telah ditetapkan, seluruh data dasar kependudukan dan data lima bidang program prioritas ditargetkan selesai terinput dan tervalidasi dengan baik pada akhir Desember 2025.

“Targetnya jelas. Akhir Desember semua data dasar dan data lima bidang prioritas sudah harus lengkap, valid, dan bisa digunakan sebagai dasar perencanaan daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Kelompok Ahli Bupati, I Gede Arya Sena, menegaskan bahwa inisiatif Data Desa Presisi sesungguhnya bukan hal baru.

“Gagasan ini sudah dimulai sejak 2017, jauh sebelum pemerintah pusat mencanangkan program Satu Data Indonesia pada 2019,” ujarnya.

Namun, kata Arya Sena, progres signifikan baru bisa dimulai pada 2024 setelah payung hukum berupa Perda dan Perbup tentang Data Desa Presisi ditetapkan pada 2022 dan 2023.

“Kendati begitu, kami berharap seluruh perangkat daerah dan pemerintah desa benar-benar proaktif. Jangan setengah hati. Program ini penting untuk memastikan perencanaan kita berbasis data yang akurat,” tegasnya.

Arya Sena juga menekankan bahwa ke depan tidak boleh ada lagi OPD yang terus-menerus meminta data ke desa.

“Cukup buka dan akses OpenSID. Semua data ada di sana. Ini agar desa tidak terbebani permintaan data berkali-kali,” tandasnya.

FGD berlangsung dinamis dengan berbagai usulan dan masukan dari perwakilan OPD, camat, hingga perbekel. Diskominfo menegaskan bahwa evaluasi ini akan menjadi dasar penguatan langkah percepatan Data Desa Presisi sebagai fondasi utama perencanaan pembangunan di Tabanan. (ana)

Pramuka Benteng Karakter Generasi Muda dari Bahaya Judi Online dan Budaya Asing

Pembukaan Jamda Gerakan Pramuka Bali 2025 pada Jumat, 12 Desember 2025, di Bumi Perkemahan I Gusti Ngurah Rai Margarana, Tabanan.
Pembukaan Jamda Gerakan Pramuka Bali 2025 pada Jumat, 12 Desember 2025, di Bumi Perkemahan I Gusti Ngurah Rai Margarana, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Perhelatan akbar Jambore Daerah (Jamda) Gerakan Pramuka Bali 2025 resmi dibuka pada Jumat, 12 Desember 2025, di Bumi Perkemahan I Gusti Ngurah Rai Margarana, Tabanan.

Kegiatan rekreasi edukatif yang diikuti oleh 336 Pramuka Penggalang se-Bali ini akan berlangsung hingga 15 Desember 2025.

Mengusung tema ‘Cakap, Unggul, Riang, dan Kreatif’ (disingkat CURIK), Jamda Bali 2025 bertujuan utama membentuk watak Pramuka Penggalang yang berkarakter dan terampil, serta menjadi sarana penting untuk mempersiapkan diri menuju Jambore Nasional (Jamnas) Tahun 2026 di Cibubur, Jakarta.

Dalam sambutan Gubernur Bali, Wayan Koster yang dibacakan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali, Gede Pramana, Gubernur menyampaikan apresiasi sekaligus menyoroti peran krusial Gerakan Pramuka di tengah tantangan zaman.

“Saat ini kita tengah dihadapkan dengan berbagai tantangan zaman yang penuh ketidakpastian… maraknya judi online yang menerpa generasi muda, aksi bullying, kasus narkoba, monografi, hingga budaya asing yang melunturkan semangat gotong royong dan nasionalisme,” ujar Gede Pramana mewakili Gubernur Koster.

Gubernur Koster menekankan bahwa Gerakan Pramuka adalah organisasi yang tepat untuk menganalisis situasi ini, karena membekali anggotanya dengan life skill, soft skill, kecerdasan spiritual, emosional, dan fisik sebagai generasi pembawa perubahan.

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, berpesan agar peserta menjaga persatuan, keutuhan, dan tetap ceria, serta mengingatkan peserta untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem.

Ketua Panitia, I Ketut Gede Sudirta menambahkan bahwa Jambore ini melibatkan total 336 Pramuka Penggalang, serta Pinkoncab, Pendamping, dan Panitia/Sangga Kerja, dengan jumlah keseluruhan 488 orang.

Acara dibuka secara simbolis dengan pemukulan kentongan dan dimeriahkan oleh pertunjukan kontingen serta Karnaval Kostum Daur Ulang.

Jamda Bali 2025 menyelenggarakan berbagai kegiatan wajib yang terbagi ke dalam enam zona utama. Setiap zona dirancang untuk memastikan pendidikan karakter serta penguatan soft skill dan life skill bagi seluruh peserta.

Zona Scouting Skill berfokus pada kemampuan dasar kepramukaan, seperti penggunaan peta dan kompas, pembuatan sketsa panorama, hingga keterampilan menaksir. Sementara itu, zona Wahana memberikan pengalaman di bidang dirgantara, bahari, bhayangkara, dan kesehatan melalui program Bakti Husada.

Pada zona Life Skill, peserta dilatih untuk mengembangkan keterampilan praktis seperti membuat kerajinan, memasak, menjahit, dan menganyam. Penguatan wawasan global diberikan melalui zona Global Development Village (GDV), yang mencakup materi ketahanan pangan, mitigasi bencana, dan pelestarian lingkungan hidup.

Zona Wisata mengajak peserta mengenali berbagai aspek sejarah, pendidikan, dan budaya melalui kegiatan wisata edukatif. Adapun zona Teknologi dan Multimedia dirancang untuk menjawab tantangan era digital dengan materi public speaking, jurnalistik, e-sport, dan coding.

Selain kegiatan untuk peserta, Pembina Pendamping juga mengikuti pelatihan khusus melalui Giat Orang Dewasa, yang disusun sejalan dengan tema kegiatan, guna meningkatkan kualitas para Pembina di Bali. (rls)

Menkum RI Resmikan Posbankum dan Pelatihan Paralegal Se-Bali Bupati Adi Arnawa Terima Penghargaan Pembentukan Posbankum

Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas meresmikan pembentukan Pos Bantuan Hukum dan memberikan penghargaan pembentukan Posbankum dari Menkum RI kepada Bupati Wayan Adi Arnawa di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (12/12).
Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas meresmikan pembentukan Pos Bantuan Hukum dan memberikan penghargaan pembentukan Posbankum dari Menkum RI kepada Bupati Wayan Adi Arnawa di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (12/12).

PANTAUBALI.COM, – Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas meresmikan pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) sekaligus membuka Pelatihan Paralegal se-Provinsi Bali di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (12/12). Dalam acara tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menjadi salah satu penerima penghargaan pembentukan Posbankum dari Menkum RI. Acara tersebut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati/Walikota se-Bali, Forkopimda, Sekjen Kemenkum Komjen Pol Nico Afinta, Kepala Kanwil Kemenkum Bali Eem Nurmanah, Pimpinan Perangkat Daerah terkait serta Perbekel dan Lurah.

Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas dalam arahannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur, Bupati/Walikota dan khususnya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali yang telah bersinergi terbentuknya Posbankum di Bali. “Kami sangat mengapresiasi dukungan Gubernur dan Bupati /Walikota terhadap pembentukan Posbankum ini. Di Bali sudah 100 persen terbentuk atau 717 Posbankum di desa kelurahan dan sebanyak 8640 paralegal,” jelasnya. Diharapkan kehadiran Posbankum bermanfaat dan membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan hukum, melalui pelayanan hukum yang dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat. “Hadirnya Posbankum menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat akses keadilan bagi masyarakat sampai ke tingkat desa,” imbuhnya.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi kepada Menkum RI dan Kanwil Kum Bali yang telah menginisiasi lahirnya program Posbankum di desa dan kelurahan di seluruh bali. Diyakini Posbankum akan mampu memberikan layanan hukum yang baik bagi masyarakat. Terlebih di desa adat telah terbentuk lembaga Bale Kertha Adyaksa yang tentunya dapat bersinergi dengan Posbankum sehingga permasalahan yang ada di desa, desa adat maupun kelurahan dapat diselesaikan dengan baik dan mampu mencegah potensi melanggar hukum.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali Eem Nurmanah mengharapkan dari kegiatan ini akan mampu memperkuat kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung jalannya keadilan hukum yang inklusif dan berkelanjutan. Sehingga permasalahan hukum di desa/kelurahan dapat diselesaikan di tingkat desa/kelurahan, dan terwujudnya pemberdayaan hukum masyarakat. Sementara materi pelatihan paralegal diperluas mencakup Kekayaan Intelektual, HAM, penegakan hukum oleh Kepolisian, Pengadilan, hingga pokok-pokok KUHP untuk memperkaya kompetensi peserta. (rls)

Bali Borong Penghargaan Expo Inovasi Daerah 2025

Pemerintah Provinsi Bali memborong tiga penghargaan pada Expo Inovasi Daerah  2025 di Grand Ballroom Kempinski Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Pemerintah Provinsi Bali memborong tiga penghargaan pada Expo Inovasi Daerah  2025 di Grand Ballroom Kempinski Jakarta, Rabu (10/12/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali berhasil memborong tiga penghargaan bergengsi sekaligus pada Expo Inovasi Daerah Tahun 2025 yang berlangsung di Grand Ballroom Kempinski Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Tiga penghargaan tersebut yakni Peringkat Indeks Inovasi Daerah Tertinggi Regional IV, Peringkat Daerah Terinovatif Nasional, serta Booth/Stand Pameran Terbaik.

Prestasi ini menjadi bukti kuat bahwa ekosistem inovasi di Bali terus berkembang dan mendapatkan pengakuan di tingkat nasional.

Pameran yang digelar oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri RI ini berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Desember 2025. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Innovative Government Award (IGA) 2025, yang setiap tahun memberikan apresiasi kepada daerah dengan kinerja inovasi terbaik.

Kepala BSKDN Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, dalam sambutannya menyatakan bahwa Expo Inovasi Daerah merupakan momentum penting untuk memperluas pembelajaran inovasi antardaerah. Menurut Yusharto, pameran memungkinkan publik dan pemangku kebijakan untuk melihat langsung implementasi berbagai inovasi.

“Melalui pameran ini, kita bisa mengamati secara nyata apakah inovasi yang dilaporkan benar-benar diterapkan. Ini sejalan dengan prinsip observability dalam inovasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengembangan inovasi daerah merupakan mandat berbagai regulasi nasional, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, yang mendorong daerah untuk menghadirkan kebijakan dan layanan publik yang semakin adaptif.

Sebanyak 54 peserta dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, mitra strategis, hingga sektor swasta turut berpartisipasi dalam pameran tahun ini. Mereka menampilkan beragam inovasi, mulai dari teknologi informasi, tata kelola pemerintahan, hingga layanan publik berbasis masyarakat.

Melalui Expo Inovasi Daerah, pemerintah berharap terwujud percepatan penyebaran praktik-praktik inovatif yang terbukti berhasil, sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi daerah untuk mengadopsi dan mereplikasi inovasi sesuai kebutuhan masing-masing.

Keberhasilan Bali memborong tiga penghargaan sekaligus semakin memperkuat posisinya sebagai daerah yang aktif dan progresif dalam menciptakan inovasi untuk peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. (rls)

Truk Pengangkut Sampah Tanpa Pintu Beroperasi di Kota Tabanan, Ini Kata Kadis LH

Truk sampah DLH Tabanan tanpa pintu melintas di Jalan Pahlawan, Tabanan, pada Jumat (12/12/2025) pagi.
Truk sampah DLH Tabanan tanpa pintu melintas di Jalan Pahlawan, Tabanan, pada Jumat (12/12/2025) pagi.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemandangan janggal terlihat di Jalan Pahlawan, Tabanan, pada Jumat (12/12/2025) pagi. Sebuah truk pengangkut sampah warna hijau milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan melintas tanpa pintu.

Tanpa pengaman standar, sopir terlihat duduk di kursi kemudi dengan seutas tali yang dipasang melintang di pintu yang lepas sebagai pengganjal darurat.

Kondisi tersebut menuai sorotan soal standar keselamatan armada pengangkut sampah di Tabanan, apalagi truk tersebut tetap dioperasikan di tengah lalu lintas pagi.

Sementara itu, Kepala DKLH Tabanan, I Gusti Putu Ekayana menyebut, pintu truk lepas setelah mengangkut sampah dari TPA Mandung. Namun, alih-alih dihentikan sementara, truk tetap dioperasikan untuk satu kali putaran pengangkutan lagi di wilayah kota.

“Karena harus mengangkut sampah lagi satu kali di seputaran Kota, maka sopir hanya memasang tali sebagai pengaman karena tidak ada pintu,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah tugas selesai truk langsung dibawa ke bengkel. “Bapak Bupati juga sudah mengontak saya. Truk sudah kami tangani,” katanya.

Ekayana menyebut, DLH Tabanan kini memiliki 25 armada truk sampah, namun perbaikan yang memerlukan waktu kerap menghambat distribusi.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa beban kerja armada tidak sebanding dengan kebutuhan lapangan, sehingga armada yang rusak sekalipun tetap dipaksakan beroperasi. (ana)

Terima 100 Aduan per Bulan, Perumda TAB Optimalkan Kanal Layanan Pelanggan

Perbaikan pipa aliran air Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Kabupaten Tabanan.
Perbaikan pipa aliran air Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Kabupaten Tabanan mencatat rata-rata hampir 100 aduan gangguan pelayanan air dari pelanggan setiap bulan.

Untuk meningkatkan kualitas layanan, perusahaan terus mengoptimalkan kanal pengaduan dan melakukan jemput bola guna memastikan pelayanan air bersih berjalan maksimal di lapangan.

Kasubag Humas Perumda TAB, I Putu Wahyu Untung Suardana, mengatakan pihaknya menerima berbagai keluhan melalui kanal resmi seperti Instagram, Facebook, WhatsApp, hingga pengaduan langsung ke kantor.

“Informasi layanan dan pengaduan tersedia di media sosial dan WhatsApp yang standby 24 jam. Pelanggan yang datang langsung ke kantor rata-rata di bawah 50 orang per hari,” jelasnya, Jumat (12/12/2025).

Selain pengaduan eksternal dari pelanggan, terdapat pula laporan internal yang berasal dari tim teknis saat melakukan pengecekan rutin di lapangan.

“Aduan yang sering ditemukan antara lain kebocoran pipa, kerusakan aksesoris seperti stop keran dan meteran air,” ujarnya.

Disamping itu, Perumda TAB siap melayani seluruh masyarakat yang belum memiliki sambungan air bersih, di seluruh Tabanan. Selain rumah tangga, perusahaan juga membuka kesempatan bagi pengembang perumahan, vila, dan hotel untuk menggunakan layanan Perumda TAB.

“Saat ini Perumda TAB telah mencapai 70.145 sambungan pelanggan, dengan realisasi sambungan baru tahun ini sebanyak 1.425 sambungan hingga per hari ini,” imbuh Wahyu. (ana)