- Advertisement -
Beranda blog Halaman 658

Jalin Kerja Sama, Tabanan Kirim Kedelai ke Malang

Penanaman perdana kedelai di Subak Gubug I, Desa Gubug, oleh Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya dan Wali Kota Malang H Sutiaji, Jumat (19/5/2023).
Penanaman perdana kedelai di Subak Gubug I, Desa Gubug, oleh Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya dan Wali Kota Malang H Sutiaji, Jumat (19/5/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan bersama Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, melakukan kerja sama antarpemerintah daerah atau G to G (Goverment to Goverment).

Kerja sama tersebut berupa pengiriman kedelai dari Tabanan ke Malang melalui Perumda Dharma Santhika Tabanan kepada Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas) Kota Malang.

Sebagai langkah awal dilakukan penanaman perdana kedelai di Subak Gubug I, Desa Gubug, sekaligus penandatanganan MoU penguatan pangan antara Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya dan Wali Kota Malang H Sutiaji, Jumat (19/5/2023).

“Kami optimalisasi untuk menggerakkan perusahaan daerah di Tabanan sesuai arahan BI, gubernur, dan presiden” ujar Sanjaya.

Ia menyebut, dengan MoU yang telah ada maka nantinya dalam Perjanjian Kerjasama (PKS) itu yang akan dilakukan. “Nilai kerjasama belum kami hitung. Yang jelas buat dulu MoU,” katanya.

Selain kedelai, kerjasama juga dilakukan untuk komoditi peternakan berupa ayam. “Karena ayam sangat tinggi di Malang maka kita kerja samakan juga. Meskipun di Tabanan banyak peternak tetapi masih kekurangan dalam pangan dan daging ayam,” jelas Sanjaya.

Sementara itu, Wali Kota Malang H Sutiaji menyebut, pemerintah kota Malang tertarik menjalin kerja sama dengan Tabanan karena melihat potensi alamnya yang menjanjikan, terutama untuk budidaya kedelai. Apalagi dengan kebutuhan kedelai di Malang bisa mencapai empat ton per hari.

“Tidak ada daerah kuat tetapi semua daerah kekurangan. Sawah di Kota Malang terbatas, sedangkan alam di Tabanan luar biasa. Itulah yang dikerjasamakan,” kata Sutaji.

Ia menambahkan, untuk kedelai nantinya Tabanan diharapkan akan menyuplai varietas Anjasmoro karena memiliki banyak keunggulan di antaranya, berumur pendek 82,5 sampai 92,5 hari, berdaya hasil tinggi 2.03 sampai 2,25 ton per hektar, dan berprotein tinggi.

“Lahan di Tabanan cukup subur maka diperkirakan hasilnya bisa lebih dari dua ton,” imbuh Sutiaji. (ana)

Pelajari Budidaya dan Pemasaran Koi, Diskan Badung Kunjungi Sukabumi

Rombongan Diskan dan Komunitas Koi Badung ke Sukabumi untuk mempelajari budidaya dan pemasaran Koi.
Rombongan Diskan dan Komunitas Koi Badung ke Sukabumi untuk mempelajari budidaya dan pemasaran Koi.

PANTAUBALI.COM,BADUNG – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Badung mengunjungi Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Kunjungan bersama Komunitas Koi Kabupaten Badung berlangsung pada 15-16 Mei 2023.

Kepala Diskan Badung I Nyoman Suardana diterima Kepala Diskan Sukabumi Nunung Nurhayati.

Kunjungan Komunitas Koi Badung dilakukan di beberapa tempat seperti San Cherry Koi, Mizumi Koi Farm, Pasar Ikan Air Tawar Cibaraja, Adhima Koi Farm, dan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi sebagai lokus terakhir pelaksanaan study banding.

Kepala Diskan Badung I Nyoman Suardana mengatakan, pemilihan Sukabumi sebagai tempat study banding lantaran memiliki pengembangan ikan Koi yang sangat baik di Indonesia.

“Diharapkan kunjungan ke Sukabumi dapat memberikan masukan bagi Komunitas Koi di Kabupaten Badung dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas Koi yang baik dan ke depan ada jalinan kerja sama seperti pelaksanaan pelatihan budidaya ikan Koi,” jelas Suardana, Jumat (19/5/2023).

Sementara itu, Kepala Diskan Sukabumi Nunung Nurhayati mengatakan keberhasilan dari pengembangan budidaya dan pemasaran ikan Koi di Sukabumi tak lepas dari pelaksanaan kegiatan Pembinaan Kelompok Pembudidaya Ikan Air Tawar.

“Keberhasilan ini juga berkat adanya kerja sama dengan Perumda Agro untuk pemasaran ikan Koi,” imbuhnya.

Sedangkan Direktur Umum Perindo Agro Sukabumi Mandiri, Ikral Panutan menambahkan, posisi Perumda berada di hilir dengan mencarikan market bagi pembudidaya ikan.

Pihaknya juga menyatakan kunci penting dalam bisnis ikan koi adalah kepercayaan antara penjual dan pembeli.

“Pemasaran ikan Koi tidak saja dilakukan secara manual tetapi pembudidaya sudah memanfaatkan media sosial untuk memasarkan ikannya,” tutup Ikral.

Lakukan Praktik Aborsi, Diskes Badung Sebut Ketut AW Dokter Gadungan

Ketut AW (gundul) pelaku aborsi dan tersangka pidana praktik kedokteran saat kasusnya diungkap jajaran Ditreskrimsus Polda Bali.
Ketut AW (gundul) pelaku aborsi dan tersangka pidana praktik kedokteran saat kasusnya diungkap jajaran Ditreskrimsus Polda Bali.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dinas Kesehatan (Diskes) Badung menyebut pelaku aborsi I Ketut AW (51) sebagai dokter gadungan.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Badung dr. Made Padma Puspita menyebut Ketut AW tidak memiliki ijazah. Bahkan Ketut AW tidak terdaftar di Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Iya. Hanya saja (I Ketut AW) memang sempat melakukan pendidikan dokter namun tidak tamat. Selain itu, ijazah dan STR (surat tanda registrasi) pun tidak ada,” ungkap dr. Padma, Jumat ( 19/5/2023).

Ia mempertegas, seorang dapat disebut dokter harus memiliki ijazah, STR, dan mengikuti uji kompetensi.

Apalagi diketahui dalam menjalankan praktik, Ketut AW tidak memiliki papan nama. Selain itu ada perjanjian terselubung antara Ketut AW dan korbannya.

“Pelaku pasti belajar anatomi mengingat dia pernah belajar pendidikan dokter, namun berbeda dia belajar pendidikan dokter gigi bukan dokter kandungan, terutama janin yang ditangani sudah besar,” jelasnya.

Sekadar diketahui, Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali menangkap Ketut AW pada Senin (8/5/2023) malam.

Polisi menangkapnya dalam penggerebekan di tempat praktik aborsinya, Jalan Raya Padang Luwih, Dalung, Kecamatan Kuta Utara.

Saat penggerebekan, polisi mendapati Ketut AW baru saja melakukan praktik aborsi terhadap satu orang pasiennya yang kini ditetapkan sebagai saksi. (ann)

Bacaleg Palsukan Akta Kematian, NasDem Tabanan Siapkan Kader Pengganti 

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Nasdem Tabanan Ida Bagus Widiadnyana.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Nasdem Tabanan Ida Bagus Widiadnyana.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Gusti Putu Wiarta Mas yang memalsukan akta kematiannya pada tahun 2018 demi dapat mencairkan asuransi telah mengundurkan diri sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) Partai NasDem Kabupaten Tabanan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Nasdem Tabanan Ida Bagus Widiadnyana.

“Selasa (16/5/2016) sore beliau sudah bawa surat pengundurannya sendiri ke DPD dan staf yang menerima. Tapi besoknya staf saya baru kasi tahu,” ujarnya, Kamis (18/5/2023).

Politikus yang akrab dipanggil Gus Widi ini menyebut, alasan mundurnya Gusti Putu Wiarta Mas karena tidak dapat persetujuan dari keluarga.

Dengan mundurnya salah satu kader sekaligus bacaleg Partai NasDem tersebut, pengurus DPD partai akan menyiapkan kader pengganti yang potensial dengan melakukan rapat dengan tim penjaringan. Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan KPU Tabanan.

“Untuk penggantinya nanti kami akan lakukan penjaringan. Bakal calon masih ada dari struktur partai,” kata Gus Widi.

Ia menjelaskan saat Gusti Putu Wiarta Mas mendaftar bacaleg, seluruh persyaratan administrasi yang dibawa lengkap, seperti KTP, Ijazah SKCK, keterangan sehat serta surat keterangan pengadilan.

“Selama menjabat dua tahun ini, saya baru menemui kejadian seperti ini,” jelasnya. (ana)

PKM Unwar Beri Pelatihan Laporan Keuangan Sederhana di Bualu

Tim PKM Unwar memberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana kepada PKK Banjar Bualu.
Tim PKM Unwar memberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana kepada PKK Banjar Bualu.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Tim Program Kemitraan Masyarakat Universitas Warmadewa (PKM Unwar) memberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana bagi PKK di Banjar Bualu, Nusa Dua, Kamis, (18/5/2023).

Narasumber utama yaitu I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi SE, Msi yang secara langsung memberikan pelatihan mengenai penyusunan laporan keungan sederhana.

Dalam pemaparannya Gusti Ayu Ratih memberikan contoh sekaligus praktik secara langsung mengenai laporan keungan sederhana dengan membagikan buku kas kepada peserta pelatihan.

Gusti Ayu menyampaikan, kegiatan yang melibatkan 20 mahasiswa aktif ini bertujuan membantu PKK Banjar Bualu dalam melakukan penyusunan keuangan dari skala rumah tangga hingga kegiatan adat.

“Saya memilih Banjar Bualu karena banyaknya pelaku usaha kecil dan menengah selain itu sasaran awal memang ke arah sana dengan tujuan dapat membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra,” jelas Gusti Ayu.

Ia menyebut persoalan yang paling sering dijumpai dalam pengelolaan keuangan di kalangan pelaku usaha kecil yakni menggabungkan keuangan pribadi dan keuangan hasil usaha.

Gusti Ayu mengingatkan, ciri laporan keungan yang baik antara lain dapat dipahami, relevan, handal dan dapat dibandingkan, serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Sebaiknya jika memang memiliki atau akan punya usaha lebih baik keungan pribadi dipisahkan dengan keuangan usaha,” ujarnya.

I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi SE, Msi juga menyampaikan, pelatihan ini nantinya akan ada tindak lanjutnya dari Tim PKM Universitas Warmadewa.

Lebih lanjut Dosen Warmadewa yang sedang menempuh gelar S3 di Universitas Udayana ini nantinya juga membuka konsultasi gratis melalui via Whatsapp. (ann)

Pamit Cari Pandan, Seorang Lelaki di Mengwi Ditemukan Meninggal di Kebun

Jenazah lelaki yang diketahui atas nama I Ketut Gingsir (62) saat tiba di rumah sakit.
Jenazah lelaki yang diketahui atas nama I Ketut Gingsir (62) saat tiba di rumah sakit.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sesosok jasad laki-laki atas nama I Ketut Gingsir (62) ditemukan di lahan Kebun Pandan Dubak Batan Wangi, Mengwi, pada Rabu (17/5/2023) pukul 19.30 WITA.

Penemuan jasad warga Banjar Puseh ini cukup membuat heboh. Pasalnya, tidak ada luka pada tubuhnya dan tangan dalam kondisi masih memegang pisau.

Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana menyampaikan penemuan jasad pertama kali ditemukan istri korban Ni Nyoman Sariani (58).

Saksi mengatakan, suaminya berangkat ke kebun untuk mencari daun pandan pada siang hari pukul 12.00 WITA namun belum kembali hingga petang pukul 18.00 WITA.

“Karena pihak istri beserta keluarganya panik dan korban tidak dapat dihubungi, pihak keluarga lantas mencari korban ke kebun korban ditemukan,” ungkap Sudana, Kamis (18/5/2023).

Setelah dilakukan pencarian, pihak keluarga akhirnya menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dalam posisi tengadah.

“Saat ditemukan tangan kiri mengepal di dada, tangan kanan masih memegang pisau, kaki kanan tertekuk, dan kaki kiri lurus,” ungkap Iptu Sudana.

Pihak keluarga langsung menghubungi aparat Kepolisian Polsek Mengwi yang kemudian melakukan penyelidikan dan identifikasi jenazah.

Saat ditemukan, korban terlihat mengenakan baju kaos merah maron dan celana pendek hitam.

Telinga kanan mengeluarkan darah dan ditemukan lebam mayat pada leher, punggung, dan perut sebelah kiri.

Beberapa barang seperti tas pinggang warna hitam dengan uang Rp62 ribu, korek api gas, nota belanja dan tiga lembar kertas nomor ponsel serta dompet dengan uang tunai Rp252 ribu.

“Jenazah saat ini sudah dibawa ke rumah sakit. Untuk penyebab kematian masih diselidiki. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” pungkas Iptu Sudana. (ann)

Buka ITTSU 2023, Sandiaga Uno : Pariwisata Merupakan Ladang Penting

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno Membuka Secara Resmi Event ITTSU 2023 di Balai Giri Nata Mandala Puspem Badung.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno Membuka Secara Resmi Event ITTSU 2023 di Balai Giri Nata Mandala Puspem Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, serta Investor Masyarakat Komponen Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam event Indonesia Time To Speak Up (ITTSU) 2023, Kamis (17/5/2023).

Event yang berlangsung di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung ini mengusung pendekatan tiga unsur yaitu Kekayaan Alam dan Keragaman Budaya, Kolaborasi Lintas Sektor, serta Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno membuka secara resmi Indonesia Time To Speak Up (ITTSU) 2023.

Sekda Adi Arnawa menyampaikan pelaksanaan forum ITTSU 2023 dapat merumuskan kebijakan yang terintegrasi dan komprehensif untuk menyatukan visi dan misi serta arah kebijakan pariwisata, branding, dan mempromosikan industri kreatif.

“Pariwisata menjadi leading sektor dalam pembangunan di Kabupaten Badung dan sangat berperan penting dalam menggerakkan ekonomi dan peluasan lapangan kerja,” ucap Adi Arnawa

Sementara itu Menteri Sandiaga Uno menyampaikan, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkomitmen akan memfasilitasi dan support ke pelaku industri pariwisata.

“Ke depan kita akan mendorong pemanfaatan Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala sebagai event berskala Internasional,” tutup Sandiaga Uno.

Cendol Gadis Imut, Minuman Berbahan Kelor Inovasi Wayan Sumerta Dana Arta

Wayan Sumerta Dana Arta menunjukkan produk minuman olahan hasil inovasinya 'Cendol Gadis Imut'.
Wayan Sumerta Dana Arta menunjukkan produk minuman olahan hasil inovasinya 'Cendol Gadis Imut'.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Berbagai inovasi minuman kekinian yang digemari anak muda menginspirasi Wayan Sumerta Dana Arta (51) menciptakan produk baru berbahan dasar kelor.

Produk minuman itu ia namakan ‘Cendol Gadis Imut’ dengan proses pembuatan yang sangat mudah.

Pria asal Banjar Dinas Buahan Tengah, Desa Buahan, Tabanan ini menuturkan produk ini baru dikembangkan sejak dua bulan lalu saat acara Car Free Day (CFD).

Dari event itu, ia terinspirasi untuk membuat produk minuman berbahan alami yang segar sehingga bisa dikonsumsi pengunjung yang berolahraga.

“Awalnya bersama istri saya mau coba buat minuman seperti lumut. Biar ada kata ‘mut’ makanya saya namai Gadis Imut. Itu (nama) spontan saja,” ujar Wayan Sumerta Dana, Kamis (18/5/2023).

Ia menyebut, proses perbuatannya tidak jauh berbeda dengan cendol tradisonal pada umumnya.

Perbedaanya hanya terletak pada bahan baku berupa tepung dari sari pati daun kelor yang memiliki kandungan baik untuk kesehatan tubuh seperti vitamin A, tinggi protein dan tinggi ion.

Daun kelor yang sudah kering dihaluskan sampai menjadi tepung untuk selanjutnya dikombinasikan dengan bubuk jeli dan direbus hingga menjadi dawet. Setelah itu, dicampur dengan varian rasa seperti susu, coklat dan gula aren.

“Karena brand kami kelor jadi tetap bahan dasar utamanya dari kelor. Kemudian (varian rasa) disesuaikan dengan umur konsumen. Yang dewasa biasanya suka gula aren, kalau susu dan coklat itu kesukaan anak-anak dan remaja,” paparnya.

Dalam sekali produksi, Sumerta hanya memerlukan waktu tidak lebih dari satu jam. Hanya saja, karena masih berskala UMKM, kapasitas produksinya baru satu panci atau sekitar 20 botol cendol bertakaran 250 ml.

Selain itu, harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau yaitu hanya Rp5 ribu per botol.

Pria yang akrab dipanggil Wayan Mokoh ini menyebut, minuman cendol buatannya tanpa tambahan bahan pengawet dan hanya bisa bertahan sampai empat hari. “Jika isi pengawet maka itu keluar dari branding kami,” ujarnya.

Sementara itu, pemasaran Cendol Gadis Imut saat ini hanya saat pergelaran pasar murah dan CFD. Sekaligus sebagai ajang promosi saat pergelaran.

Meskipun demikian, ia sedang memproses ijin halal agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas. “Sempat ada permintaan dari toko swalayan tetapi ketahannya cuma empat hari dan masih kendala biaya akomodasi jadi belum bisa terpenuhi,” imbuhnya. (ana)

Hadiri Talkshow Digital Currency, Wagub Cok Ace Tekankan Teknologi bukan Sebuah Ancaman Melainkan Tantangan

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menghadiri acara Capacity Building in ASEAN Issues, dengan tema “Digital Currency: Peluang Bagi Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif”, yang bertempat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, pada Rabu (17/5/2023).

Dalam closing remarks-nya, Wagub Cok Ace memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang tidak henti-hentinya memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat Bali terkait perkembangan digitalisasi di dunia ekonomi.

Menurut Cok Ace, ekonomi bali memang 54% bertumpu dari sektor pariwisata, namun dengan perkembangan teknologi digitalisasi yang sangat berkembang pesat saat ini, mendapat respon yang berbeda-beda dari masyarakat.

Banyak para pengusaha travel, guide dan sektor wisata lainnya memandang teknologi menjadi sebuah ancaman ataupun tekanan yang memberikan persaingan yg sangat signifikan.

Namun, ke depan teknologi akan semakin berkembang, dan kita tidak bisa menghindari hal itu, jika ingin bertahan maka kita juga harus terjun ke dunia digital.

Untuk itu, Wagub mengajak para pengusaha untuk tidak menjadikan hal itu sebagai tekanan melainkan sebuah tantangan yang didalamnya terdapat peluang yang positif untuk memajukan perekonomian Bali.

Sebelumnya, sambutan Wagub Cok Ace juga disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Bali Wayan Sarinah, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali melalui Visi dan Misi Pembangunan Bali, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru, memiliki 6 sektor unggulan sebagai pilar perekonomian Bali, antara lain, Sektor Pertanian dengan sistem pertanian organik, Sektor Kelautan dan Perikanan, Sektor Industri Manufaktur dan Industri Budaya Branding Bali, Sektor Industri Kecil Menengah (IKM) Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Koperasi, Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital, dan Sektor Pariwisata, yang dipakai sebagai dasar dalam mewujudkan konsep Ekonomi Kerthi Bali, yang merupakan gagasan dari Bapak Gubernur Bali.

Perekonomian Bali yang masih sepenuhnya mengandalkan sektor pariwisata, harus bisa berbenah dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya digitalisasi, cenderung sangat dinamis pertumbuhannya. Digitalisasi diharapkan hadir sebagai solusi atas permasalahan yang selama ini terjadi.

Tujuannya agar dapat dijangkau masyarakat dengan mudah, oleh siapa saja dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas, efisiensi, transparansi dan tentunya keamanan transaksi.

Transformasi digital telah menyentuh titik krusial pada ekosistem perekonomian dan telah menjadi kebutuhan masyarakat, terlebih lagi bahwa transformasi digital dapat meningkatan pendapatan lima kali lebih cepat dibandingkan penggunaan metode konvensional.

Dengan adanya penerbitan mata uang digital oleh Bank Indonesia, kami berharap bisa menjadi salah satu solusi alternatif membantu para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkecimpung di ekonomi digital, terutama untuk meningkatkan literasi penggunaan internet, literasi keuangan digital, ataupun literasi teknologi blockchain yang memiliki banyak manfaat.

Mengingat pentingnya transformasi digital di segala lini kehidupan saat ini, khususnya di jalur keuangan, maka diharapkan akan lebih mempermudah dan mempercepat proses transaksi pembayaran tanpa perlu membawa uang tunai. Namun kendalanya adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum seluruhnya mengerti akan digitalisasi, serta ketersediaan sarana penunjang dari transformasi digital yang belum menjangkau daerah terpencil dan juga resiko yang harus dialami bagi pengguna yang kurang paham dalam menggunakan uang elektronik.

Untuk itu, mari bersama-sama kita tingkatkan kualitas SDM Indonesia, khususnya Bali agar mampu mengimbangi dan bersaing di dunia internasional.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan bahwa acara ini merupakan rangkaian dari side event ASEAN 2023 yang juga mengundang Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia dan beberapa narasumber lainnya yang sangat kompeten dalam bidangnya.

Lebih lanjut, Trisno Nugroho menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus mendorong transformasi digitalisasi ekonomi di Bali tentunya sesuai dengan program Pemerintah Provinsi Bali yaitu ekonomi kerthi Bali. Untuk itu, diharapkan acara tersebut dapat mendorong pemahaman masyarakat khususnya dalam digitalisasi ekonomi. Hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Senior Bank Indonesia dan undangan terkait lainnya. (rls)

Pertemuan GNPIP Bali Nusra 2023 Digelar di Tabanan

Pertemuan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Bali-Nusra 2023 yang bertema Sinergi dan Inovasi Ketahanan Pangan melalui Penguatan Kelembagaan dan Digitalisasi, Mepada Payu Antuk Bhuwana Bali Sentosa (Bersinergi Mewujudkan Bali yang Makmur) digelar di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Rabu (17/5/2023).
Pertemuan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Bali-Nusra 2023 yang bertema Sinergi dan Inovasi Ketahanan Pangan melalui Penguatan Kelembagaan dan Digitalisasi, Mepada Payu Antuk Bhuwana Bali Sentosa (Bersinergi Mewujudkan Bali yang Makmur) digelar di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Rabu (17/5/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pertemuan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Bali-Nusra 2023 yang bertema Sinergi dan Inovasi Ketahanan Pangan melalui Penguatan Kelembagaan dan Digitalisasi, Mepada Payu Antuk Bhuwana Bali Sentosa (Bersinergi Mewujudkan Bali yang Makmur) digelar di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Rabu (17/5/2023).

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan inflasi sebagai salah satu indikator penentu keberhasilan pembangunan ekonomi. Tingkat inflasi yang tinggi, mengakibatkan daya beli masyarakat menurun pada barang atau jasa yang dibutuhkan dan juga berdampak pada peningkatan kemiskinan.

Pihaknya menerangkan, tingkat inflasi hingga akhir tahun 2022 semakin terkendali. Capaian itu merupakan hasil sinergi pengendalian inflasi di Bali yang semakin solid dan didukung oleh berbagai program yang semakin intensif antara jajaran Pemerintah Pusat, Daerah, dan Bank Indonesia dalam mengawal pengurangan inflasi di Bali.

“Saya berharap, koordinasi dan sinergi antar Provinsi, Kabupaten, Kota di Provinsi Bali dan Nusra yang telah terjalin melalui TPID dan Gerakan Nasional Inflasi Daerah dapat dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi,” papar Koster.

Berdasarkan hasil rilis dari BPS, inflasi di Bali per April 2023, tercatat 0,04 persen month to month, dengan capaian ini tingkat inflasi tahunan Provinsi Bali sebesar 4,45 persen year on year.

Capaian inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan maret 2023, yang tercatat sebesar 5,46 persen dan diharapkan pada akhir tahun 2023 inflasi di Bali dapat tercapai sesuai target nasional diantaranya yaitu pada kisaran paling tinggi 4 persen dan terendah 2 persen

“Untuk mencapai target yang dimaksud, dibutuhkan kerjasama dan sinergi dengan pihak terkait, khususnya dalam upaya stabilisasi harga, pengelolaan permintaan, menjaga kelancaran distribusi serta menjamin ketersediaan pasokan yang sejalan dengan program 4K yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi yang efektif,” ujar orang nomor satu di Bali itu.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, sinergi antar kementerian, lembaga dan Bank Indonesia harus terus ditingkatkan dengan bantuan teknologi dan inovasi.

Ia menyebut, Pemerintah Provinsi Bali telah mengambil langkah signifikan dalam mengatasi inflasi seperti pengembangan sistem yang mencakup logistik dan pendirian pasar induk berbasis digital.

“Itu menjadi terobosan yang baik dalam mengatasi inflasi di pusat, khususnya di Provinsi Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri A. Fatoni memaparkan terkait solusi pengendalian inflasi dibutuhkan prioritas dan sinergi dari semua stakeholder seperti saat penanganan pandemi Covid-19.

Kemudian komunikasi publik, aktifkan TPID, aktifkan Satgas Pangan, BBM Subsidi tepat sasaran ke masyarakat tidak mampu, laksanakan Gerakan Penghematan Energi, Gerakan Tanam Pangan Cepat Panen, kerjasama antar daerah dan intensifkan jaring pengaman sosial serta BPS (Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia (BI) provinsi untuk terus mengumumkan angka inflasi hingga Kabupaten/Kota.

“Saya yakin dengan semangat kebersamaan yang hari ini kita tunjukkan, dapat menunjukkan komitmen kita yang besar untuk bersama-sama mengendalikan inflasi dan bersama mengatasi persoalan-persoalan yang ada di daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pada masyarakat,” jelas Fatoni. (ana)