- Advertisement -
Beranda blog Halaman 651

Berkantor di Desa Tua, Bupati Sanjaya Sajikan Pelayanan Cepat untuk Masyarakat

Kedatangan Bupati Sanjaya di Kantor Desa Tua Marga.
Kedatangan Bupati Sanjaya di Kantor Desa Tua Marga.

 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sampai saat ini, program berkantor di Desa terbilang sangat efektif diterapkan di Kabupaten Tabanan, sebab berbagai aspirasi masyarakat mampu diserap, pelayanan juga menjadi lebih dekat serta mampu melihat secara langsung potensi yang ada di Desa untuk dikembangkan.

Oleh sebab itu, program Bupati Ngantor di Desa “Bungan Desa”, menjadi salah satu inovasi yang intens dilakukan Bupati Tabanan bersama jajarannya guna mewujudkan pembangunan yang seimbang dan menyeluruh di Kabupaten Tabanan.

 

Hingga Kamis (30/3/2023), Berkantor di Desa Tua, Kecamatan Marga merupakan aksi yang ke-31 kalinya dilakukan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajaran. Selain memberikan pelayanan langsung dan serap aspirasi masyarakat, berbagai kegiatan dilakukan saat itu, mulai dari peninjauan aset Bumdes berikut potensi Desa yang dikembangkan, peresmian program Kabupaten berupa penghotmix-kan jalan, hingga melaksanakan pertemuan dengan masyarakat.

 

Dalam aksinya saat itu, orang nomor satu di Tabanan didampingi salah satu anggota DPRD Tabanan, Sekda, para Asisten dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan serta Pakis (Paiketan Krama Istri).

Bersama jajaran, dimana keluhan dan masukan dari masyarakat mampu diserap dan mendapatkan penanganan yang cepat apabila ditemukan persoalan. Begitu juga dengan potensi unggulan yang ada di Desa bisa dikembangkan secara langsung, baik itu pertanian, perkebunan, peningkatan UMKM, hingga pariwisata berbasis budaya.

 

“Kami ingin dengan Ngantor di Desa bisa mempercepat proses pembangunan, ingin mempercepat terwujudnya Tabanan yang Aman, Tabanan yang Unggul, Tabanan yang Madani. Untuk mempercepat terwujudnya semua itu, kita harus langsung fokus ke hilir, baik melalui jalur teknokrat ataupun partisipatif. Kita langsung masuk sebagai program partisfatif, sehingga kita bisa melihat semua apa yang ada di Desa. Kita bisa melihat secara langsung, karena semua program Kabupaten, Provinsi dan juga program Presiden, semua lokusnya ada di Desa,” ujar Sanjaya saat itu.

 

Oleh karena itu, Bupati Sanjaya beserta jajaran sangat getol mengawal pengembangan pembangunan potensi yang ada di Desa khususnya di Desa Tua, yakni Kolam Renang Yeh Kakul dan Desa Wisata Kayu Putih. Sanjaya juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk selalu bekerjasama, berkolaborasi dengan pemerintah guna meringankan beban dalam pembangunan. Karena Sanjaya sangat meyakini, bahwa kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah akan mempercepat terwujudnya pembangunan khususnya di Desa.

 

“Maka dari itu, mari kita kompak bersatu membangun Tabanan ini dari Desa. Itulah sebabnya saya berkantor di Desa melihat secara langsung apa potensinya Desa itu, apa kelebihannya, apa kekurangannya bisa dilihat secara langsung. Tinggal saya kawinkan dengan program di OPD, misalkan tadi curhat tentang infrastruktur, sandingkan dengan Kadis PU, UMKM saya kawinkan dengan Dinas Perdagangan, Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan dan lain-lain. Apapun potensi disini tinggal dikawinkan dengan program OPD. Stunting, Kesehatan dan lain-lain ada Dinas Kesehatan dan semua OPD tiang ajak tujuannya merekam apa yang terjadi disini, sehingga adanya kolaborasi,” imbuh Sanjaya.

 

Selebihnya, Bupati Sanjaya juga sangat mengapresiasi kerjasama antara Perbekel dan Bendesa Adat Tua dalam membangun wilayahnya. Hal ini mencerminkan kolaborasi ataupun kerja linier di Desa sudah terwujud, tinggal kedepannya agar terus konsisten dalam pengembangan. Begitu juga di Pemkab Tabanan dikatakam Sanjaya akan selalu mendukung dan selalu bersama-sama dengan masyarakat untuk mengoptimalkan segala potensi yang ada di Desa, begitu juga dengan hal-hal lainnya yang bermuara pada kemajuan Desa setempat.

 

Terkait kunjungan Bupati ke Kolam Renang Yeh Kakul, I Nyoman Wiryadana selaku Pengelola Kolam Renang menyampaikan rasa syukurnya atas apresiasi yang ditunjukkan oleh Bupati Tabanan. Pihaknya berharap, Bupati Sanjaya bersama jajaran turut mengembangkan kolam renang yang mulai dioperasikan pada 21 September 2021 silam. Selanjutnya dari masyarakat Tua, Wiryadana minta agar tetap ditingkatkan kerjasamanya dalam mengembangkan Kolam Renang Yeh Kakul.

 

Selebihnya, I Wayan Budi Arta selaku Perbekel Desa Tua mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada Bapak Bupati yang sudi kiranya berkantor di Desa Tua, sehingga apa tujuan pihaknya khususnya meningkatkan UMKM di Desa Tua bisa berkembang. Dimana pada kesempatan ini Bapak Bupati beserta jajaran telah berkunjung ke Kolam Renang Yeh Kakul, meresmikan jalan hotmix, hingga metemu wirasa dengan masyarakat. Budi Arta juga berharap, Bapak Bupati selalu ikut membantu pengembangan sarana dan prasarana transportasi, khususnya untuk Desa Wisata yang ada di Desa Tua. (ana)

Disbud Umumkan Pemenang Lomba Ogoh-ogoh di Tabanan 

Ogoh-ogoh Semara Wisaya karya ST Eka Budhi Banjar Tegal Belodan, Tabanan.
Ogoh-ogoh Semara Wisaya karya ST Eka Budhi Banjar Tegal Belodan, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan mengumumkan tiga pemenang lomba ogoh-ogoh tingkat kabupaten (Desa Adat Kota Tabanan), Rabu (29/3/2023).

 

Juara pertama ogoh-ogoh Semara Wisaya karya ST Eka Budhi, Banjar Tegal Belodan.

 

Juara kedua ogoh-ogoh Sang Asu Gaplong karya ST Banu Kumara, Banjar Pangkung, dan juara tiga ogoh-ogoh Paksi Geni Nata Raja dari ST Eka Adnyana, Banjar Pande.

 

Penata Muda Bidang Adat Istiadat Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan Gede Nyoman Sugiarta mengatakan, ketiga pemenang lomba memenuhi delapan kriteria, yaitu keunikan tema, teknik konstruksi (anyaman/ulatan), komposisi, karakter/ekspresi, anatomi, aksesoris, harmonisasi warna dan juga kreativitas.

 

“Juara pertama (karyanya) sangat kreatif karena memakai dinamo untuk menggerakkan ogoh-ogoh. Itu yang menjadi nilai plusnya,” ujar Nyoman Sugiarta, Kamis (30/3/2023).

 

Untuk hadiah bagi juara pertama berupa penghargaan dan uang Rp20 juta, juara II Rp15 juta dan juara III  Rp10 juta.

 

“Untuk penyerahan hadiah masih menunggu koordinasi dari Bendesa Adat Kota Tabanan,” jelas Sugiarta.

 

Seperti diberitakan, 26 ogoh-ogoh karya sekaa teruna teruni diperlombakan di tingkat kabupaten.

 

Penilaian dilakukan oleh tiga juri dari unsur Majelis Desa Adat (MDA), Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Tabanan serta budayawan di masing-masing banjar pada 15-17 Maret 2023 lalu. Sementara itu, desa adat lainnya mengikuti lomba di tingkat provinsi. (ana)

Verifikasi Satyalancana Karya Satya Pembangunan, Bupati Sanjaya Paparkan  Potensi Pertanian Tabanan

Bupati I Komang Sanjaya mendampingi tim verifikasi meninjau lahan pertanian di Tabanan.
Bupati I Komang Sanjaya mendampingi tim verifikasi meninjau lahan pertanian di Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menerima kedatangan Sekretariat Militer Presiden dan Ditjen PSP Kementan untuk presentasi pemaparan dan verifikasi lapangan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Tabanan, Rabu (29/3/2023).

 

Kunjungan Ketua Tim Verifikasi dan Peninjau Lapangan Sekretariat Militer Presiden, Gian Martika Kuswandi dan Agustini Irmawati selaku Ketua Tim Verifikasi dan Peninjauan Lapangan Ditjen PSP Kementerian Pertanian beserta jajarannya dalam rangka verifikasi lapangan terkait usulan Penghargaan Satyalancana Karya Satya Pembangunan Presiden Republik Indonesia.

 

 

Presentasi dan verifikasi lapangan yang dilakukan oleh calon penerima penghargaan Presiden dalam rangka Penas KTNA ke 16 tahun 2023 yang akan berlangsung di Kota Padang, Sumatra Barat pada 10-15 Juni mendatang.

 

Pada kesempatan itu, Agustini Irmawati dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Bupati Tabanan atas kerja keras, dedikasi, dan kontribusi yang dilakukan terhadap sektor pertanian di Tabanan.

 

“Dengan adanya sinergitas dari seluruh stakeholder di bidang pertanian akan mewujudkan kemandirian pangan dan pembangunan pertanian yang lebih maju mandiri dan modern. Oleh Sebab itu Apresiasi kepada Bupati Tabanan, Kementerian Pertanian mengusulkan beliau untuk mendapatkan penghargaan dari Presiden berupa tanda kerhormatan Satyalancana baik berupa pembangunan maupun Wira Karya. Tahapan dan proses yg harus dilewati yaitu presentasi dan verifikasi lapangan,”ujarnya.

 

“Dengan adanya penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya, mewujudkan pertanian indonesia yang maju, mandiri dan modern” imbuhnya.

 

Sebagai daerah agragris dengan predikat “Lumbung Pangannya Bali” konsistensi pembangunan di Tabanan berfokus pada sektor pangan dan pertanian. Dengan memiliki inovasi “Mangun Tani Ngardi Kertaning Jagat” yang bermakna membangun pertanian menuju kesejahteraan rakyat, yang linear dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Inovasi tersebut terwujud bedasarkan isu strategis di bidang pertanian. Termasuk belum optimalnya produktivitas, rendahnya daya saing dan sumberdaya yang terbatas.

 

Sedangkan Tabanan memiliki potensi lahan pertanian yang cukup luas. Dengan komoditi yang bernilai ekonomis tinggi seperti perkebunan, tanaman pangan dan horti. Tabanan juga memiliki kelembagaan tani yang eksis yaitu subak maupun subak abian.

 

Oleh sebab itu, sebagaimana dipaparkan oleh Bupati Sanjaya untuk meningkatkan potensi Kabupaten Tabanan telah dicanangkan beragam program dan kegiatan guna meningkatkan produksi, SDM, sarana prasarana, dan pengembangan komoditas pertanian.

 

Dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Petani Tabanan mulai dari proses produksi hingga pemasaran, Sanjaya tegaskan perlunya penerapan strategi yang optimal.

“Perlu adanya strategi dengan cara mengawal dan mendampingi petani dalam penerapan teknologi, penerapan GAP, dan GHP (good agricultura dan handling practice)” ujarnya. Khususnya di bidang pemasaran, Kabupaten Tabanan telah memiliki Perumda Dharma Santhika yang atas bantuan berbagai leading sector telah berhasil memasarkan produk pertanian secara luas.

 

Hanya dalam waktu 2 tahun kepemimpinan, Sanjaya telah berhasil lakukan penandatanganan 16 perjanjian kerjasama terkait pemasaran produk pertanian dengan berbagai stakeholder di Indonesia.

“Inovasi ini merupakan pemecah masalah dalam bidang pertanian, melalui Bupati berkantor di desa, sehingga dapat dekat dengan masyarakat, penyederhanaan pelayanan birokrasi, dan percepatan pelayanan masyarakat dalam peningkatan produksi pertanian” jelasnya lagi.

 

Di kesempatan itu, Sanjaya menjelaskan, indikator dari inovasi ini dapat dilihat bahwa pertanian sukses menyumbang surplus beras yang berdampak pada meningkatnya indeks ketahanan pangan, di mana Kabupaten Tabanan sebagai Kabupaten dengan indeks ketahanan pangan terbaik beruntun di tingkat nasional tahun 2021 dengan IPK 90,17 dan tahun 2022 dengan IPK 92,20. Hal tersebut mampu membuktikan Tabanan yang berdaulat di bidang pangan dan dikenal sebagai lumbung pangannya Bali. (*)

Kapolres Tabanan Bagi Sembako ke Buruh Suwun di Pasar Kediri 

Kapolres Tabanan AKBP Leo Dedy Defretes memberikan bantuan sembako di Pasar Kediri.
Kapolres Tabanan AKBP Leo Dedy Defretes memberikan bantuan sembako di Pasar Kediri.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kapolres Tabanan AKBP Leo Dedy Defretes menyerahkan 15 paket sembako kepada buruh suwun (pekerja pengangkut barang) di Pasar Kediri, Tabanan, Rabu (29/3/2023).

 

Pemberian sembako ini untuk membantu masyarakat kurang mampu selama bulan suci Ramadhan 2023.

 

“Kegiatan ini akan terus berlanjut menyasar tempat lainnya  yang ada di wilayah Kabupaten Tabanan selama bulan suci Ramadhan,” ujar AKBP Dedy Defretes didampingi Sektretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan Gusti Agung Alit Adiatmika dan Kepala Pasar Kediri Wayan Miasa.

.

 

Kapolres mengungkapkan, beberapa harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

 

“Kami sempat mengobrol dengan pekerja pengangkut barang ada beberapa bapokti (bahan pokok penting) harganya naik. Setidaknya kehadiran kami bisa sedikit membantu keperluan kebutuhan mereka,” ungkap mantan Kapolres Badung ini.

 

Para buruh suwun mengucapkan terima kasih kepada Polres Tabanan atas bantuan sembako yang diberikan. (ana)

Dewan Minta Sosialisasi Pilkel Serentak 2023 Digenjot

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak pada September 2023. Untuk itu DPRD Tabanan meminta Panitia Pemilihan di tingkat kabupaten bentukan organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi segera menggenjot sosialisasi. 

Hal itu diungkapkan anggota F- PDI Perjuangan I Gusti Nym Omardani, Rabu (29 Maret 2023). ” Pilkel serentak di gelar bulan September 2023, Saya minta sosialisasi digenjot,” tandasnya.

Digenjotnya sosialisasi Pilkel serentak guna menghindari konflik, karena tanpa sosialisasi yang  intens akan menimbulkan permasalah yang disebabkan miskomunikasi. “Tim yang dibentuk harus segera turun melakukan sosialisasi,” pungkasnya.

Hadiri Launching Kedai Binggo, Ketua DPRD Tabanan Harapkan Pengusaha Tertib Izin

 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga S.Sos menghadiri acara launching perluasan area Kedai Binggo di Banjar Cengolo, Desa Sudimara, Tabanan pada Rabu, (29 Maret  2023).

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan harapan agar pengusaha di Tabanan bisa tertib perizinan sehingga membantu peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Ini menjadi harapan kami semua di Pemerintah Kabupaten Tabanan. Karena Tabanan perlu menggarap secara maksimal sektor selain pariwisata untuk peningkatan PAD,” katanya.

Kedai Binggo merupakan salah satu tempat makan yang terkenal di wilayah Tabanan selatan. Meski mengawali dari usaha rumahan, tempat makan ini selalu ramai dikunjungi oleh pelanggan. Salah satunya adalah ketua DPRD Tabanan I Made Dirga.

“Seperti Kedai Binggo ini, saya tahu bagamana awalnya. Hingga sekarang mereka tertib izin sehingga ada sumbangan ke PAD,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan asal Banjar Sakeh, Desa Sudimara ini terkesan dengan olahan daging babi tore dan guling samsam khas Kedai Binggo. “Saya suka, tapi tidak sering-sering. Jaga kolesterol juga,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah Pemerintah Kabupaten Tabanan (DPMPTSP) Tabanan I Gusti Ngurah Heru Mahaputra menyebutkan, Kedai Binggo sudah memiliki izin lengkap.

“Saat ini kami memang gencar untuk melakukan pendataan izin usaha, sehingga mereka mau bayar pajak atau retribusi,” ujarnya.

Untuk target PAD dari usaha rumah makan, Heru mengatakan tidak hafal angkanya. Tapi, sektor ini menjadi salah satu target utama di DPMPTSP Tabanan. “Kami mulai gencar sejak adanya penyelenggaraan
perizinan berusaha berbasis risiko melalui Sistem Online Single Submission (OSS),” ujarnya.

Pemilik Kedai Binggo I Gusti Made Agus Eli Martana mengucapkan terimakasih atas dukungan dari berbagai pihak hingga usahanya berkembang. Awalnya, ia tidak mengira olahan daging babinya memiliki banyak penggemar.

“Kedepan, selain memperluas area dan jumlah tempat makan, kami juga akan selalu melakukan inovasi pada menu,” ujarnya.

Kunjungan Wisatawan ke Pinge Menurun hingga 80 Persen

Suasana Desa Wisata Pinge di Kecamatan Marga, Tabanan.
Suasana Desa Wisata Pinge di Kecamatan Marga, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kunjungan wisatawan domestik (wisdom) ke Desa Wisata Pinge, Marga, Tabanan menurun drastis sejak Januari 2023.

Ketua Pengelola Desa Wisata Pinge Ngurah Putra Arimbawa mengatakan, selama periode Juni – Desember 2022 rata-rata kunjungan mencapai 200 orang per bulan. Namun, memasuki awal 2023, menurun drastis hampir 80 persen.

“Masih ada yang berkunjung tetapi tidak banyak. Mereka (wisatawan) yang datang hanya lewat saja untuk menikmati jalan pedesaan,” ujar Ngurah Putra Arimbawa, Selasa (28/3/2023).

Ngurah Putra menyebut, pengunjung di Desa Wisata Pinge didominasi oleh pelajar. Mereka diberikan edukasi terkait suasana kehidupan desa.

“Untuk tamu asing masih ada, tapi tidak begitu banyak karena kami lebih menyasar sekolah-sekolah dengan memberikan edukasi berbasis pasraman,” ungkapnya.

Ia memperkirakan kunjungan kembali ramai pada libur sekolah mulai Juni sampai Agustus mendatang.

 

Di tengah sepinya kunjungan, pihak pengelola memanfaatkannya dengan melengkapi fasilitas penunjang wisata, seperti membuat rest area yang dilengkapi living room terbuka.

“Ini (rest area) sudah bisa beroperasi, tapi fasilitasnya belum lengkap,” ucapnya. (ana)

Disperindag Tabanan Tunggu Instruksi Pusat Terkait Larangan Penjualan Baju Bekas Impor   

Penjualan baju bekas di Pasar Kodok Tabanan.
Penjualan baju bekas di Pasar Kodok Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan sepertinya masih menolerir pedagang di Pasar Kodok yang terlanjur membeli baju bekas impor untuk dijual.

Pasar Kodok yang merupakan sentra penjualan baju bekas pertama di Bali itu sempat tutup hampir seminggu setelah pemerintah pusat mengumumkan larangan pakaian bekas impor.

Akhir pekan lalu, beberapa penjual membuka kembali lapak di pasar berlokasi di  Banjar Dinas Tegal Belodan, Dauh Peken Tabanan itu dengan alasan menghabiskan stok dagangan.

Kepala Disperindag Tabanan Made Murjani menegaskan, pihaknya sampai saat ini masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat terkait larangan pedagang kecil menjual  baju bekas impor.

“Kami hanya mengikuti instruksi dari pusat. Sampai saat ini belum ada surat resmi terkait penertiban,” ujar Made Murjani, Rabu (29/3/2023). (ana)

 

Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga Dampingi Bupati Hadiri Uleman Karya Ngenteg Linggih, Warga Kuwum Ancak

 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga  S.Sos mendampingi Bupati Tabanan , Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M  menghadiri Uleman Upacara Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan lan Mepedudusan Agung ring Pura Dalem Panti, Banjar Kuwum Ancak, Desa Adat Kuwum, Kecamatan Marga, Selasa (28 Maret 2023)

Nampak hadir pagi itu, anggota DPRD Provinsi I Ketut Purnaya, Ketua DPRD Tabanan, Sekda Tabanan, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab, Camat Marga beserta Perbekel dan Bendesa Adat. Kehadiran jajaran pemerintah pagi itu mendapat sambutan yang hangat dari warga Desa Adat Kuwum.

Karya Ngenteg Linggih yang berlangsung hari ini, telah diprogramkan sejak sebelum pandemi covid 19, dan baru bisa terlaksana di tahun 2023. Adapun dana yang digunakan untuk pembangunan Pura dikumpulkan dari peturunan warga yang diempon oleh 75KK, dana punia dan penggalian dana.

Setibanya di lokasi  Ketua Drpd  Tabanan I Made Dirga bersama , Bupati Tabanan melangsungkan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh mangku setempat. Setelah persembahyangan bersama selesai dilanjutkan dengan penanda tanganan prasasti pura yang kemudian dilanjutkan dengan seremonial secara simbolis. Di kesempatan itu, Bupati Sanjaya memberikan apresiasi yang sangat baik atas terkonsepnya pelaksanaan Karya Desa Adat Kuwum meskipun sempat tertunda.

“Jadi titiang ring Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya terhadap bendesa adat dan kekompakan masyarakat dalam memperjuangkan pelestarian adat, agama dan budaya.” ujar Sanjaya. Selain itu, pelaksanaan Karya ini juga sangat erat dengan Visi Tabanan dalam membangun Tabanan Era Baru melalui pelestarian Adat, Agama dan Budaya, apabila diperhatikan melalui kahyangan-kahyangan peninggalan masa lalu.

Dewan Rapat Dengan Dinas Pendidikan dan BKPSDM Bahas PPPK Guru

 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komisi I dan Komisi IV DPRD Tabanan bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Dinas Pendidikan melaksanakan rapat kerja terkait rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi guru pada Kamis (30 Maret 2023) . Meskipun sudah dilakukan pengumuman Dewan menilai masih ada yang harus dituntaskan. 

Hal tersebut menyusul, dari total formasi yang dibuka hanya 482 yang lolos dari 561 pelamar. Sementara sisanya 79 ini dinyatakan tak lolos alias tidak dapat penempatan meskipun lulus passing grade. Dinas Pendidikan dan BKPSDM Tabanan pun meminta hal itu bisa segera dikoordinasikan mengingat Tabanan masih perlu guru.

Sekretaris Komisi I, I Gusti Nyoman Omardani, dalam rapat itu menyampaikan 79 calon PPPK yang lolos passing grade namun tidak mendapat penempatan. Selain itu, terdapat juga 34 kasus redistribusi dimana tenaga PPPK guru yang lolos ditempatkan jauh dari tempat asal dan tempat melamar. “Jadi kami meminta penjelasan terkait hal itu,” ujarnya.

Bahkan dalam rapat tersebut Dewan menyoroti kekurangan guru di daerah pelosok di Tabanan seperti Pupuan, Selemadeg Barat, dan Baturiti masih belum terpecahkan. Kondisi ini pun diminta
Dinas Pendidikan dipermudah agar lebih banyak orang dapat masuk dapodik dan diangkat menjadi tenaga PPPK guru.

Sementara itu Kepala BKPSDM, I Made Kristiadi Putra, menjelaskan bahwa 79 calon PPPK tidak mendapat penempatan karena jumlah pelamar lebih banyak dari formasi yang tersedia dan mereka juga kalah dalam perangkingan. “Mengenai dengan retribusi guru akan dikoordinasikan,” tandasnya.