- Advertisement -
Beranda blog Halaman 61

Menhub Tinjau Pelayanan Nataru di Pelabuhan Gilimanuk

Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi bersama Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya berkunjung ke Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Senin (29/12/2025).
Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi bersama Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya berkunjung ke Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Senin (29/12/2025).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi bersama Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya berkunjung ke Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Senin (29/12/2025). Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta turut melakukan kunjungan.

Adapun kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran layanan penyeberangan serta memantau pergerakan wisatawan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, khususnya arus keluar-masuk Bali.

Rombongan tiba pada siang hari dan langsung meninjau sejumlah titik pelayanan strategis, mulai dari jalur masuk kendaraan hingga Posko Pelayanan Terpadu Natal dan Tahun Baru di kawasan Pelabuhan Gilimanuk.

Selain melakukan pengecekan lapangan, rombongan juga membagikan sebanyak 80 paket bingkisan kepada para pengguna jasa penyeberangan. Para penumpang tampak antusias menerima bingkisan tersebut.

Tidak hanya kepada penumpang, Menteri Perhubungan dan Wagub Giri Prasta juga menyerahkan paket tali kasih kepada para personel yang bertugas di Posko Pelayanan Terpadu sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus wisatawan selama masa libur panjang.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi puncak arus libur Nataru, termasuk menjelang perayaan Tahun Baru.

“Hari ini saya melihat kesiapan para pemangku kepentingan dalam menghadapi angkutan Natal dan Tahun Baru. Kesiapan rekan-rekan di lapangan sangat penting untuk memberikan layanan terbaik bagi saudara-saudara kita yang mudik maupun berlibur,” ujarnya.

Menhub menambahkan, meskipun arus libur telah berlangsung, masih terdapat potensi peningkatan pergerakan masyarakat menjelang dan setelah perayaan Tahun Baru. Oleh karena itu, kewaspadaan harus terus ditingkatkan, terutama terkait keselamatan pelayaran.

“Kita masih memiliki momentum Tahun Baru. Kita harus mengantisipasi masyarakat yang berlibur maupun yang kembali dari liburan, baik dari maupun menuju Bali. Saya mengimbau seluruh pihak agar memastikan seluruh kapal yang digunakan benar-benar laik, hingga ke hal-hal terkecil. Cuaca belakangan ini juga kurang bersahabat, sehingga antisipasi serta penyampaian informasi cuaca harus dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Aryo Suryo menyampaikan bahwa pengamanan Nataru tahun ini dilakukan melalui empat klaster utama, yakni jalan tol, jalan nasional dan arteri, pelabuhan dan bandara, serta pusat-pusat keramaian, termasuk tempat ibadah dan kawasan wisata.

“Secara umum kondisi cukup terkendali. Arus lalu lintas di jalan tol, bandara, stasiun, hingga tempat wisata berjalan lancar. Bahkan sekitar 64 persen kendaraan telah meninggalkan wilayah Jakarta. Hal ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi seluruh pihak, sehingga perayaan Natal dan persiapan Tahun Baru dapat berjalan dengan aman dan tertib,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa jajaran kepolisian bersama instansi terkait telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi arus balik serta pergerakan wisatawan lanjutan pasca Tahun Baru, termasuk di jalur penyeberangan menuju dan dari Pulau Bali.

Sebagai salah satu pintu utama masuk Bali dari Pulau Jawa, Pelabuhan Gilimanuk menjadi titik krusial selama periode Nataru. Berdasarkan pantauan lapangan dan data sementara operator penyeberangan, pergerakan penumpang dan kendaraan selama libur Nataru tahun ini cenderung meningkat dibandingkan hari normal, seiring tingginya minat masyarakat untuk berwisata ke Bali.

Pergerakan penumpang kapal di jalur penyeberangan ASDP Gilimanuk–Ketapang mulai menunjukkan peningkatan pasca Hari Raya Natal 2025. Arus penyeberangan dari Bali ke Jawa terpantau lebih padat dibandingkan sebaliknya, menandakan mulai terjadinya arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Berdasarkan data produksi ASDP Ketapang, tercatat sebanyak 32.570 penumpang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dalam dua hari pasca Natal.

Di sisi lain, selama periode yang sama, sebanyak 26.810 penumpang menyeberang menuju Bali. Adapun total kendaraan yang berangkat dari Pelabuhan Ketapang mencapai 6.508 unit, dengan rincian kendaraan roda dua sebanyak 1.593 unit, kendaraan roda empat 2.963 unit, bus 330 unit, serta truk sebanyak 1.622 unit. (rls)

Pasca Penutupan TPA Suwung, Menteri LH Bersama Pemerintah Bali Bahas Antisipasi Penanganan Sampah 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR — Mengantisipasi penanganan sampah, khususnya di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung pasca penutupan TPA Suwung pada 1 Maret 2026 mendatang, Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq bertemu dengan Gubernur Bali Wayan Koster, Senin (29/12/2025).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Wiswa Sabha Madya, Kantor Gubernur Bali, tersebut juga dihadiri jajaran deputi Kementerian Lingkungan Hidup RI, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, serta Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta.

Kepada awak media usai pertemuan, Gubernur Koster menyampaikan, penutupan TPA Suwung mulai 1 Maret 2026 telah diputuskan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan tidak dapat ditunda lagi.

“Dalam pertemuan tadi, kami mendapat arahan dari Bapak Menteri agar menyiapkan langkah-langkah dalam dua bulan ke depan. Sehingga saat TPA Suwung ditutup, sudah tersedia solusi untuk mengatasi persoalan sampah, khususnya di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung,” ujarnya.

Terkait pemanfaatan TPA di Kabupaten Bangli sebagai alternatif selama proses pembangunan proyek Waste to Energy (WtE), Gubernur Bali dua periode ini menjelaskan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan adalah optimalisasi penanganan sampah di hulu oleh Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung. Upaya tersebut antara lain melalui pemanfaatan teba modern, TPS3R, dan TPST.

“Upaya ini diharapkan mampu mengoptimalkan penanganan sampah di hulu. Sementara sisanya sedang dipersiapkan TPA di Bangli yang hanya akan digunakan sebagai tempat penampungan sementara,” jelasnya.

Gubernur Koster menambahkan, sesuai dengan peraturan daerah, TPA yang berlokasi di Desa Landih memang bukan berstatus sebagai TPA regional. Namun terdapat ketentuan yang memungkinkan Kabupaten Bangli bekerja sama dengan daerah lain, dalam hal ini Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut dirinya mendapatkan penjelasan secara rinci dari Gubernur Bali, Wali Kota Denpasar, dan Bupati Badung terkait langkah-langkah yang diambil dalam menyikapi dorongan pemerintah pusat untuk transformasi tata kelola sampah di Bali.

“Kami rapat bersama Gubernur, Wali Kota Denpasar, serta Bupati Badung dan Bangli untuk menyikapi pelaksanaan transformasi TPA Suwung hingga menjadi fasilitas WtE, yang diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua tahun,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penanganan sampah di Bali tidak boleh dilakukan secara setengah-setengah, mengingat Bali merupakan destinasi pariwisata dunia. Oleh karena itu, selama masa transisi penutupan TPA Suwung hingga terwujudnya pengolahan sampah menjadi energi, optimalisasi penanganan sampah di hulu harus terus didorong.

“Kami telah melihat banyak praktik terbaik. Ini yang harus kita pacu. Sementara residu yang tidak dapat tertangani akan kita carikan alternatif,” ungkapnya.

Menteri Hanif juga menegaskan bahwa penutupan TPA Suwung bukan merupakan indikator kelalaian pemerintah dalam menangani persoalan sampah.

“Penanganan sampah harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Salah satu alternatifnya adalah revitalisasi TPA di Kabupaten Bangli. Kita hanya memiliki waktu sekitar dua bulan untuk melakukan peningkatan fasilitas TPA tersebut agar dapat digunakan sementara, sambil menunggu rampungnya proyek WtE,” tambahnya.

Ia menyadari bahwa pemanfaatan TPA di Bangli akan menimbulkan sejumlah konsekuensi. Oleh karena itu, untuk meminimalkan pengiriman sampah ke Bangli, optimalisasi penanganan sampah di hulu menjadi prioritas utama. Menurutnya, apabila sampah dapat dikelola dengan membangun kultur baru, Bali akan memiliki fondasi yang sangat kuat sebagai daerah tujuan wisata.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar dan Bupati Badung dalam pertemuan tersebut memaparkan sejumlah upaya optimalisasi pengelolaan sampah di hulu.

Kota Denpasar terus berupaya menambah fasilitas teba vertikal, tabung komposter, serta bank sampah. Pada zona tengah, Pemerintah Kota Denpasar mendorong pembangunan TPS3R di tingkat desa, sedangkan pengelolaan sampah di hilir ditangani melalui TPST.

Dari berbagai upaya tersebut, Wali Kota Jaya Negara menyebutkan bahwa masih terdapat sekitar 57 persen sampah di Kota Denpasar yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyoroti mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat Badung dalam penanganan sampah di hulu.

Terkait rencana pemanfaatan TPA di Bangli sebagai lokasi pembuangan sementara selama masa transisi, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan bahwa pihaknya masih perlu mencermati lebih lanjut karena baru menerima paparan dari Menteri Lingkungan Hidup.

Meski demikian, ia menyambut baik langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dalam mengoptimalkan penanganan sampah menjelang penutupan TPA Suwung.

“Bali sebagai daerah berbasis pariwisata memerlukan solusi alternatif jangka pendek. Syukur-syukur tidak banyak sampah yang harus dibawa ke Bangli,” ujarnya.

Terkait rencana tersebut, Bupati Sedana Arta juga akan melakukan sosialisasi kepada berbagai komponen masyarakat guna mengantisipasi potensi persoalan di kemudian hari. (rls)

Polres Tabanan Tangani 1.228 Kasus Selama 2025, Didominasi Laka Lantas

Press rilis akhir tahun Polres Tabanan, Senin (29/12/2025).
Press rilis akhir tahun Polres Tabanan, Senin (29/12/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sepanjang tahun 2025, Polres Tabanan menangani sebanyak 1.228 perkara tindak pidana. Dari jumlah tersebut, kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) mendominasi dengan total 1.050 perkara.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati mengungkapkan, dari total perkara yang ditangani, sebanyak 124 kasus merupakan tindak pidana umum yang ditangani Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), 54 kasus tindak pidana narkoba ditangani Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba), serta 1.050 perkara kecelakaan lalu lintas ditangani Satuan Lalu Lintas (Satlantas).

“Untuk Satreskrim, dari 124 tindak pidana yang ditangani, sebanyak 87 kasus berhasil diselesaikan,” ujar AKBP Bayu Pati, dalam press rilis, Senin (29/12/2025).

Ia menjelaskan, sejumlah kasus menonjol berhasil diungkap Satreskrim, di antaranya kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang menyasar sekolah-sekolah.

Pelaku merupakan spesialis pencurian di lingkungan sekolah dan telah beraksi di 10 tempat kejadian perkara (TKP). Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 15 unit laptop beserta charger serta satu unit sound system.

Selain itu, Polres Tabanan juga berhasil mengungkap tindak pidana korupsi terkait penyimpangan pengelolaan Dana APBDes Tahun 2023 dan APBDes Tahun 2024 yang dikelola Desa Jegu.

Total kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp3.704.920.165, dengan uang negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp72.640.061. Perkara ini telah dinyatakan lengkap (P21) pada 1 September 2025.

Sementara itu, Satresnarkoba Polres Tabanan sepanjang 2025 berhasil mengungkap 54 kasus tindak pidana narkoba. Dari jumlah tersebut, sebanyak 52 kasus atau sekitar 96 persen telah dinyatakan selesai.

“Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain sabu seberat 308,45 gram, ekstasi berbentuk pil seberat 24,56 gram, serta ekstasi berbentuk serbuk seberat 1,34 gram,” jelasnya.

Dalam pengungkapan kasus narkoba tersebut, polisi menangkap 78 tersangka yang terdiri dari 71 laki-laki dan tujuh perempuan. Dari jumlah itu, 50 orang berperan sebagai pemakai, 21 orang sebagai pengedar, dan tujuh orang sebagai perantara.

Untuk bidang lalu lintas, Satlantas Polres Tabanan mencatat sebanyak 1.050 perkara kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025. Akibat kejadian tersebut, tercatat 68 orang meninggal dunia, tujuh orang mengalami luka berat, serta 1.252 orang mengalami luka ringan.

Penyebab kecelakaan paling dominan adalah kecelakaan tunggal akibat kendaraan keluar kendali (out of control/OC) sebanyak 766 kejadian atau sekitar 72 persen.

Selain penegakan hukum, Polres Tabanan juga turut berpartisipasi dalam menyukseskan program unggulan pemerintah. Di antaranya penanaman jagung dari kuartal I hingga kuartal IV tahun 2025 di lahan seluas 8,82 hektare dengan hasil panen mencapai 38,4 ton.

Sementara untuk kuartal IV, penanaman jagung dilakukan di lahan seluas 2,98 hektare yang diperkirakan akan dipanen pada April 2026.

Polres Tabanan juga berperan dalam penjualan beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan total penjualan mencapai 723 ton atau 723.000 kilogram.

Selain itu, Polres Tabanan membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 2.250 orang, terdiri dari 343 anak TK, 1.106 siswa SD, 433 siswa SMP, serta 368 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Dalam mendukung kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Tabanan turut membantu pemerintah daerah melalui penyusunan konsep peraturan daerah (Perda) dan perjanjian kerja sama (PKS) dengan instansi terkait.

Beberapa Perda yang telah dikonsepkan antara lain Perda Pemasangan CCTV, Perda Desa Bebas Narkoba, Perda Desa Tertib Berlalu Lintas, serta PKS Penanganan Laka Lantas.

Selama satu tahun terakhir, Polres Tabanan juga meraih sejumlah penghargaan, di antaranya penghargaan Rekonsiliasi dan Penyampaian Laporan Keuangan Tingkat Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran Tercepat Kategori Pagu Besar Semester I Tahun 2025, Satuan Kerja Terbaik II Kategori Pagu Besar Penilaian Kinerja Pelaksanaan Anggaran Semester I Tahun 2025, serta Unit Pelayanan Publik dengan Kategori Pelayanan Prima (A) Tingkat Polri Tahun 2024 yang diberikan pada 2025. (ana)

Tilap Uang Nasabah Ratusan Juta untuk Bayar Hutang, Kepala LPD Desa Pacung Ditetapkan Tersangka

NMS, Kepala LPD Desa Pakraman Pacung, digiring ke mobil tahanan Kajari Tabanan, Senin (29/12/2025).
NMS, Kepala LPD Desa Pakraman Pacung, digiring ke mobil tahanan Kajari Tabanan, Senin (29/12/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan menetapkan tersangka dalam tindak pidana korupsi penyimpangan pengelolaan keuangan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Pekraman Pacung, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, periode 2021 hingga 2025, Senin (29/12/2025).

Tersangka adalah perempuan berinisial NMS, selaku Pamucuk atau Kepala LPD Desa Pakraman Pacung periode 2009 hingga Januari 2025.

Kepala Kejaksaan Negeri Tabanan, Dr. Arjuna Meghanada Wiritanaya, mengatakan dalam proses penyidikan pihaknya telah memeriksa sebanyak 44 saksi serta melakukan penyitaan terhadap sejumlah dokumen. Dari hasil penyidikan tersebut, jaksa menemukan fakta-fakta hukum terkait modus operandi yang dilakukan tersangka.

“Modus ini berawal dari kebutuhan tersangka untuk membayar angsuran pinjaman di Bank BPD Bali setiap bulan, serta untuk mengembangkan usaha ternak babi yang sebelumnya terdampak wabah African Swine Fever,” ujar Arjuna.

Dalam penyidikan terungkap terdapat tiga modus operandi yang diduga dilakukan secara melawan hukum, yakni pengambilan atau penarikan uang kas LPD sejak tahun 2021 hingga 2024, penarikan dana pada rekening tabungan LPD Desa Pakraman Pacung di Bank BPD Bali pada periode September 2024 hingga Januari 2025, serta pengajuan tiga pinjaman yang tidak sesuai prosedur.

Selain itu, tersangka diketahui memiliki kewenangan penuh dalam pengelolaan keuangan LPD setelah bendahara LPD mengundurkan diri dan tidak dilakukan pengisian jabatan kembali.

“Namun saat ini kami masih mengembangkan penyelidikan untuk memastikan apakah ada pihak lain yang turut membantu tersangka,” jelasnya.

Akibat perbuatan tersebut, negara mengalami kerugian berdasarkan hasil perhitungan Kantor Akuntan Publik sebesar Rp429.704.000.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, subsidiair Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang yang sama, atau Pasal 8 jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Jaksa penyidik telah melakukan penahanan terhadap tersangka NMS selama 20 hari ke depan, terhitung sejak hari ini hingga 17 Januari 2026,” imbuh Arjuna.

Sementara itu, kondisi LPD Desa Pakraman Pacung saat ini tetap berjalan kondusif. Masyarakat serta para nasabah mendukung penuh proses hukum yang sedang berlangsung. “Saat ini kami juga terus berupaya melakukan pemulihan aset LPD,” pungkasnya. (ana)

Tepis Isu Bali Sepi, Koster Cek Kedatangan Wisman di Bandara Ngurah Rai

Gubernur Koster, langsung melihat kondisi kedatangan wisatawan di Bandara Gusti Ngurah Rai, Minggu (28/12/2025).  
Gubernur Koster, langsung melihat kondisi kedatangan wisatawan di Bandara Gusti Ngurah Rai, Minggu (28/12/2025).  

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Gubernur Bali, Wayan Koster membantah dengan tegas adanya isu wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang ke Bali mengalami penurunan di penghujung tahun 2025.

Justru kondisi riil di kedatangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai meningkat 600 ribu. Gubernur Koster, langsung melihat kondisi tersebut Minggu (28/12/2025).

Gubernur Koster mendapat laporan terbaru saat memimpin Rapat Koordinasi dan pengecekan kesiapan pelayanan bandara menjelang akhir tahun dan tahun baru di Bandara Ngurah Rai bersama dengan Angkasa Pura, Imigrasi dan Stakeholder.

“Pada tahun 2024 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali itu mencapai 6,3 juta orang. Kemudian pada tahun 2025 sampai tanggal 26 Desember mencapai 6,9 juta orang jadi sudah meningkat 600 ribu sampai dengan tanggal 26 Desember 2025,” jelasnya.

Koster memperkirakan, hingga akhir tahun 2025 jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali setidaknya akan mencapai 7,05 juta wisatawan. Meningkat lebih dari 600 ribu wisatawan dari tahun sebelumnya secara year on year.

“Karena kedatangannya itu rata-rata per hari antara 23,000 sampai 24,000 orang. Perkiraan kami tadi menghitung sampai tanggal 31 Desember, jadi tanggal 27, 28, 29, 30, 31 lagi lima hari itu, kalau kita pakai patokan 24,000 x 5 itu berarti akan ada penambahan lagi 120,000 orang wisatawan mancanegara,” imbuh Koster.

Namun untuk wisatawan domestik, Koster menjelaskan memang terjadi penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dimana di tahun 2024 jumlah wisatawan domestik yang datang ke Bali mencapai 10,1 juta orang namun hingga 26 Desember 2025, jumlah wisatawan domestic yang datang ke Bali baru mencapai 9,2 juta orang.

“Ada penurunan kira-kira sampai 31 Desember 2024 mungkin akan menjadi 9,4 juta jadi kira-kira menurun sekitar 600 sampai 700 ribu,” jelas Koster.

Secara keseluruhan diperkirakan total jumlah wisatawan mancanegara dan domestik di tahun 2025 akan mengalami penurunan 200 ribu orang yang disebabkan karena penurunan wisatawan domestik yang datang ke Bali.

“Kalau di total jumlah wisatawan mancanegara dengan wisatawan nusantara pada tahun 2024 itu mencapai 16,4 juta sampai 26 desember 2025 ini 16,1 juta jadi ada penurunan sekitar 300 ribu tapi ini belum selesai, kira-kira sampai 31 Desember mungkin akan menurun totalnya sekitar 200 ribu,” katanya.

Koster menjelaskan bahwa penurunan jumlah wisatawan domestik yang datang ke Bali disebabkan oleh penurunan jumlah penerbangan domestik ke Bali yang sebelumnya memiliki 13 airline lokal di tahun 2024 turun menjadi 11 airline lokal di Tahun 2025. Begitupun dengan rute penerbangan mengalami penurunan dari 25 rute domestic di tahun 2024 turun menjadi 23 rute domestic di tahun 2025.

“Memang salah satu yang menyebabkan penurunannya adalah karena maskapai Garuda dan Citilink sebagian pesawatnya itu sedang menjalani masa perawatan karena memang sudah jatuh tempo, harus perawatan sehingga penerbangannya ke Bali kurang, akibatnya jumlah pesawat yang ke Bali karena berkurang itu penuh terus,” tegas Gubernur Bali dua periode tersebut.

Hal tersebut kontras dengan jumlah rute dan airline internasional yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Di tahun 2025 jumlah international airline di Bandara Ngurah Rai mencapai 46 Airline International meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 43 airline international.

Sementara rute penerbangan internasional juga mengalami peningkatan di Tahun 2025 menjadi 44 rute internasional dari sebelumnya hanya sejumlah 40 rute penerbangan.

Di sisi lain tingkat hunian hotel pada menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mencapai 75 – 85 persen mengalami sedikit peningkatan dari tahun sebelumnya yang berkisar di 79  – 84 persen. Walaupun secara year on year, jika dihitung dari bulan Januari hingga Desember 2025 tingkat hunian hotel mengalami kontraksi atau penurunan sebesar 4 persen.

“Karena banyak sekarang wisatawan yang menggunakan fasilitas penginapan bukan di hotel yang berbayar pajak tapi menginap di vila, rumah milik pribadi, atau fasilitas lain yang tidak terdaftar sebagai pelaku usaha pariwisata yang membayar pajak, nah inilah salah satu faktor yang membuat tingkat hunian hotel di Bali mengalami penurunan tidak sejalan dengan jumlah wisatawan mancanegara yang justru mengalami peningkatan pada tahun 2025,” jelas Koster.

Selain itu, Koster menambahkan akibat curah hujan lebat yang melanda Bali akhir-akhir ini dan banjir di beberapa titik menyebabkan banyak wisatawan yang hanya tinggal di hotel dan minim aktivitas ke luar hotel sehingga terlihat destinasi pariwisata di Bali sepi oleh wisatawan

“Dari Desember sampai 1 Januari itu kira-kira hujannya kategorinya sedang sampai lebat sehingga banjir di beberapa tempat. Saya kira itu membuat situasi tidak nyaman itulah sebabnya barangkali tingkat huniannya tinggi tapi aktivitas para wisatawan di luar hotel itu tidak seramai tahun lalu karena memang cuacanya sedang tidak baik,” tambah Koster.

Rapat Koordinasi yang dilaksanakan hari ini juga bermaksud untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai terhadap wisatawan yang datang.

Koster menyampaikan bahwa waktu tunggu wisatawan mancanegara baik ketika pengurusan imigrasi,  VOA hingga pengambilan bagasi saat ini sudah jauh mengalami peningkatan dari sebelumnya yang bisa mencapai 1,5 jam saat ini hanya memerlukan waktu tidak lebih dari 57 menit. (ana)

Dua Warga Buleleng Terima Bantuan Bedah Rumah dari Pemprov Bali

Pemprov Bali serahkan bantuan bedah rumah kepada warga di Buleleng.
Pemprov Bali serahkan bantuan bedah rumah kepada warga di Buleleng.

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Pemerintah Provinsi Bali menyerahkan dua bantuan bedah rumah masing-masing sebesar Rp50 juta. Program yang dibingkai dalam “Pemprov Bali Hadir Bantuan Bangun Rumah” ini merupakan inisiatif untuk membantu warga miskin yang terdata belum memiliki rumah layak huni.

“Program Pemprov Bali Hadir ini merupakan bentuk kepedulian para ASN terhadap warga Bali yang belum memiliki rumah layak huni. Uang yang kami serahkan merupakan punia dari anggota ASN, baik pimpinan maupun staf. Bentuk kepedulian ini kami wujudkan sebagai rasa gotong royong untuk membangunkan tempat tinggal yang lebih layak daripada sebelumnya,” ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, saat hadir dan menyerahkan bantuan di Buleleng, Sabtu (27/12).

Punia yang dikumpulkan secara gotong royong ini merupakan perwujudan rasa kasih terhadap sesama, terutama kepada mereka yang benar-benar membutuhkan uluran tangan. Hal tersebut juga menjadi wujud kewajiban pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat.

Pada kesempatan ini, Pemprov Bali Hadir menyerahkan dua bantuan bangun rumah senilai masing-masing Rp50 juta kepada Ketut Suarta dan istrinya, warga Dusun Geretek, Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

Ketut Suarta (72 tahun) merupakan lansia yang tinggal bersama istrinya. Keduanya terdata sebagai kepala keluarga (KK) miskin dan belum memiliki rumah layak huni. Mereka hanya menempati bangunan dapur dari bedeng beratapkan terpal terbuka serta area tidur berupa bangunan tidak permanen, yakni balai dengan rangka kayu dan atap seng.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Ketut Suarta bekerja sebagai pembuat gula merah dengan penghasilan sekitar Rp50 ribu per hari, itupun jika ada pesanan. Empat orang anak mereka merantau ke Denpasar.

Selain itu, bantuan bangun rumah juga diserahkan kepada Wayan Srama, warga Dusun Sambangan, Desa Sampangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Pasangan lansia ini masing-masing berusia 62 dan 61 tahun serta tinggal berdua, karena kedua putra mereka telah meninggal dunia.

Mereka menempati rumah tidak layak huni dengan kondisi sebagian besar berdinding anyaman bambu, beratapkan seng, dan sehari-hari tidur beralaskan tikar tanpa kasur.

Sementara itu, kamar mandi yang mereka miliki merupakan bantuan dari Rotary. Untuk menyambung hidup, keseharian mereka bekerja sebagai peternak sapi dan buruh harian lepas memetik bunga.

Sementara itu, bantuan biaya kesehatan sebesar Rp 10 juta diberikan kepada Ketut Budi Astika, warga Banjar Sari Kauh, Dinas Dasong, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, yang salah satu anaknya mengalami kelumpuhan.

Ketut Budi Astika merupakan orang tua tunggal dari tiga orang anak. Anak keduanya mengalami kelumpuhan sejak kelas IV SD. Untuk menjalani pengobatan rutin, ia mengalami kesulitan finansial. Selain itu, keterbatasan fisik anaknya juga menyulitkan untuk melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan kendaraan.

Ia menceritakan bahwa sebelumnya anak keduanya sempat menjalani terapi fisik di Bangli, namun kini kesulitan untuk kembali menjalani pengobatan karena keterbatasan tersebut.

Melalui program “Pemprov Bali Hadir”, diharapkan semakin banyak warga kurang mampu atau yang berada di bawah garis kemiskinan dapat terjangkau dan memperoleh perhatian dari pemerintah. (rls)

30 Channel TV Digital Turyapada Tower Diluncurkan

Peluncuran Siaran Televisi Digital dari Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali yang berlokasi di Desa Adat Amertasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Sabtu (27/12/2025).
Peluncuran Siaran Televisi Digital dari Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali yang berlokasi di Desa Adat Amertasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Sabtu (27/12/2025).

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi melaunching Siaran Televisi Digital dari Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali yang berlokasi di Desa Adat Amertasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Sabtu (27/12/2025).

Peluncuran ditandai dengan prosesi pemindaian (scan) bersama para undangan, sekaligus menandai beroperasi penuh 30 Channel Televisi Digital lewat Turyapada Tower sebagai pusat infrastruktur penyiaran televisi digital di Provinsi Bali.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan, peluncuran ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan dunia penyiaran di Bali. Kehadiran siaran TV digital dari Turyapada Tower menjadi babak baru dalam pelayanan informasi dan hiburan yang lebih jernih, modern, serta menjangkau masyarakat secara lebih merata, khususnya di wilayah Bali Utara.

“Turyapada Tower bukan sekadar bangunan megah di dataran tinggi, tetapi simbol transformasi, kemajuan teknologi, sekaligus pelestarian budaya Bali. Ini adalah wujud komitmen Pemerintah Provinsi Bali menghadirkan layanan informasi yang berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat,” ujar Gubernur Koster.

Turyapada Tower dibangun pada ketinggian 1.521 meter di atas permukaan laut dengan tinggi menara 115 meter, sehingga total ketinggian mencapai 1.636 meter di atas permukaan laut. Infrastruktur ini menjadi bagian dari Single Frequency Network (SFN) pertama di Indonesia, yang memungkinkan kualitas siaran lebih baik dan jangkauan yang lebih luas.

Selain sebagai pemancar televisi digital, Turyapada Tower juga dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis teknologi dengan fasilitas planetarium, skywalk, jembatan kaca, restoran putar 360 derajat, dan restoran statis.

Peluncuran siaran televisi digital dari Turyapada Tower dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dimulai pada 18 April 2025 dengan mengudaranya 10 channel TV digital melalui MUX Viva Group.

Tahap kedua pada 18 Agustus 2025 diperluas dengan bergabungnya Nusantara TV dan TVRI beserta total 12 channel. Pada tahap ketiga yang dilaksanakan Sabtu 27 Desember 2025, Media Televisi Indonesia (Metro TV Group) resmi bersiaran dengan 8 channel tambahan.

Dengan selesainya tahap ketiga, kini 30 channel televisi digital dari empat penyelenggara multiplexing TVRI, ANTV, Nusantara TV, dan Metro TV—telah sepenuhnya bersiaran dari Turyapada Tower. Hal ini menandai berfungsinya Turyapada Tower secara utuh dan optimal sebagai pusat siaran televisi digital terestrial di Bali, dengan jangkauan lebih dari 90 persen wilayah, bahkan hingga Jembrana.

Gubernur Koster menekankan, keberadaan siaran TV digital ini memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat. Warga tidak lagi perlu membeli parabola atau berlangganan televisi berbayar. Cukup menggunakan televisi digital atau televisi analog dengan set top box yang terjangkau, masyarakat sudah dapat menikmati siaran dengan kualitas gambar dan suara yang lebih baik.

“Ini membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga sekaligus memastikan akses informasi, edukasi, dan hiburan dapat dinikmati secara merata,” jelasnya.

Lebih jauh, Turyapada Tower diproyeksikan sebagai simpul integrasi antara teknologi, budaya, dan pariwisata. Seluruh fasilitas pariwisata saat ini tengah dikerjakan tahap interior dan ditargetkan rampung pertengahan 2026, dilanjutkan penataan kawasan, akses jalan, hingga pembangunan gondola sepanjang satu kilometer.

Kawasan terpadu ini ditargetkan rampung dan diresmikan pada Desember 2026 dengan total investasi hampir Rp 600 miliar, sepenuhnya menjadi aset daerah untuk meningkatkan PAD Kabupaten Buleleng.

Dalam interaksi daring dengan sejumlah desa di Bali Utara, masyarakat melaporkan kualitas siaran televisi kini jauh lebih jernih dengan jumlah channel yang meningkat signifikan. Camat dan perbekel dari Desa Bubunan, Penuktukan, hingga Tukad Sumaga, Gerokgak, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas manfaat langsung yang dirasakan masyarakat.

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra turut menyampaikan apresiasi atas komitmen Gubernur Bali dalam menghadirkan siaran TV digital yang lebih merata dan aman bagi masyarakat Buleleng, dengan cakupan yang terus diupayakan menuju 100 persen.

Acara launching ini dihadiri Ketua DPRD Provinsi Bali, jajaran Forkopimda Bali, wali kota dan para bupati se-Bali, pimpinan lembaga vertikal, Direktur Jenderal Pos dan Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Rektor Universitas Udayana, serta pimpinan lembaga penyiaran nasional.

Menutup sambutannya, Gubernur Koster berharap beroperasinya siaran TV digital dari Turyapada Tower menjadi momentum mewujudkan Bali Pulau Digital dalam Bali Era Baru, Bali yang maju, berbudaya, dan sejahtera. (rls)

Minibus Terjun ke Jurang Usai Tabrakan dengan Truk, Sopir dan Balita Meninggal Dunia

Evakuasi korban kecelakaan di Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk, wilayah Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Sabtu (27/12/2025) siang.
Evakuasi korban kecelakaan di Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk, wilayah Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Sabtu (27/12/2025) siang.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk, wilayah Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Sabtu (27/12/2025) siang.

Insiden yang melibatkan sebuah minibus dan truk tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia yakni supir minibus dan seorang balita. Selain itu, sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Anton Suherman menjelaskan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.10 Wita. Lokasi kejadian berada sekitar 25 meter sebelah timur jembatan perbatasan Suraberata–Mekayu.

“Kecelakaan melibatkan kendaraan minibus Espas dengan nomor polisi AE 1526 VQ dan sebuah truk DK 8687 WY,” jelas AKP Anton Suherman.

Akibat benturan keras tersebut, pengemudi minibus Espas atas nama Sukamto (44), warga Ngawi, Jawa Timur, meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Selain itu, seorang balita penumpang minibus, Fumika Nurshafiya Putri Prayitno yang baru berusia 4 tahun, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di RSUD Tabanan.

Sementara itu, pengemudi truk I Gusti Komang Arnawa (54), warga Kabupaten Jembrana, dilaporkan selamat. Beberapa penumpang minibus lainnya mengalami luka dengan tingkat berbeda-beda, mulai dari luka lecet, patah tulang, hingga keluhan nyeri di bagian dada, dan telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Selemadeg Barat serta dirujuk ke RSUD Tabanan.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat truk melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk, sementara minibus datang dari arah berlawanan. Saat melintas di tikungan landai, truk mengambil haluan kendaraan lain dan pada saat bersamaan minibus melaju dengan kecepatan cukup tinggi.

“Benturan tidak dapat dihindari sehingga minibus terguling dan terjatuh ke jurang sedalam kurang lebih 10 meter,” ungkapnya.

Kondisi jalan di lokasi kejadian diketahui merupakan jalan nasional dua arah, beraspal baik, cuaca cerah, serta terdapat marka jalan garis kuning lurus. Akibat kecelakaan tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp15 juta.

Polisi masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait kejadian ini, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan pengamanan barang bukti. (ana)

Karate INKAI DANDIM CUP VII 2025 Tabanan

Pembukaan Kejuaraan Karate INKAI Antar Dojo Se-Kabupaten Tabanan yang memperebutkan piala Komandan Kodim 1619/Tabanan (DANDIM CUP VII 2025).
Pembukaan Kejuaraan Karate INKAI Antar Dojo Se-Kabupaten Tabanan yang memperebutkan piala Komandan Kodim 1619/Tabanan (DANDIM CUP VII 2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya membuka Kejuaraan Karate INKAI Antar Dojo Se-Kabupaten Tabanan yang memperebutkan piala Komandan Kodim 1619/Tabanan (DANDIM CUP VII 2025).

Kejuaraan ini menjadi penutup rangkaian kegiatan olahraga prestasi di penghujung tahun 2025 dan dilaksanakan di GOR Debes Utara, Gerokgak, Tabanan, Sabtu (27/12/2025), dengan mempertandingkan kategori kata perorangan dan kumite perorangan yang berlangsung selama dua hari, yakni 27–28 Desember 2025.

Kegiatan turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Dandim 1619 Tabanan, Jajaran Forkopimda atau yang mewakili, Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Ketua Umum KONI, Ketua FORKI Tabanan, dan undangan terkait lainnya.

Kejuaraan ini mengusung tema “Melalui Kejuaraan Karate INKAI Antar Dojo Se-Kabupaten Tabanan DANDIM CUP VII 2025 Kita Tanamkan Semangat Perjuangan, Menjunjung Tinggi Sportifitas dan Memupuk Rasa Persaudaraan guna Meraih Prestasi yang Lebih Tinggi”.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pengurus INKAI Kabupaten Tabanan dan seluruh panitia yang terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

“Di penghujung tahun, bulan Desember ini, kejuaraan karate yang luar biasa ini menjadi penutup tahun. Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pengurus INKAI Kabupaten Tabanan dan seluruh panitia yang memperebutkan Piala Komandan Kodim 1619 yang ke-7,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan, kejuaraan ini merupakan agenda penting dalam pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi, khususnya cabang olahraga karate di Kabupaten Tabanan, sekaligus menjadi ajang evaluasi kemampuan atlet, penjaringan bibit-bibit unggul, serta persiapan menghadapi kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi.

“Karate di Tabanan sering menyumbangkan emas dan perunggu serta mengharumkan nama Tabanan dan Bali. Ini adalah salah satu ajang olahraga kebanggaan dan prestasi karatedo di Kabupaten Tabanan,” tegas Sanjaya.

Lebih lanjut, Sanjaya menyampaikan kejuaraan karate tidak hanya bertujuan meningkatkan prestasi, tetapi juga mendidik karakter, budi pekerti, serta kedisiplinan generasi muda. Sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang bermental kuat, sportif, dan berakhlak mulia.

“Di era digitalisasi saat ini, anak-anak sudah terbiasa dengan teknologi sejak usia dini. Kejuaraan seperti ini sangat positif untuk mengurangi penggunaan teknologi (gadget) berlebihan dan membentuk karakter yang baik. Ini sangat membanggakan bagi kita di Kabupaten Tabanan,” jelasnya.

Bupati juga mengapresiasi keberadaan dojo-dojo karate yang masih aktif di Kabupaten Tabanan serta berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar hingga penutupan.

Pihaknya juga berharap kejuaraan ini dapat melahirkan atlet-atlet karate berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Tabanan di tingkat regional maupun nasional.

“Saya sangat mengapresiasi dojo-dojo yang masih ada di Tabanan. Semoga kegiatan yang diselenggarakan dari tanggal 27 sampai 28 Desember ini dapat berjalan dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, Dandim 1619 Tabanan sekaligus Ketua Umum INKAI Kabupaten Tabanan, Letkol Inf. Trijuang Danarjati  dalam laporannya menyampaikan, bahwa kejuaraan ini diselenggarakan untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi atlet karate INKAI di wilayah Kabupaten Tabanan.

“Di samping itu, para atlet dari masing-masing dojo ini juga merupakan masa persiapan menuju kejuaraan yang lebih tinggi, yaitu Kejuaraan Daerah INKAI se-Bali yang rencananya akan diselenggarakan di Singaraja pada 16–18 Januari 2026. Saat ini, di hadapan Bapak Bupati, terdapat 225 karateka dari masing-masing dojo di Kabupaten Tabanan,” ungkapnya.

Adapun dojo-dojo yang mengikuti kejuaraan ini antara lain Dojo Satria Muda, Dojo Kediri Karate Club, Dojo Buahan, Dojo Pandak Bandung, Dojo Pejaten, Dojo Kerambitan, Dojo Penarukan, dan Dojo Pupuan, dengan total peserta sebanyak 225 orang yang terdiri dari 130 atlet putra dan 95 atlet putri. Diharapkan juga kejuaraan ini dapat menjadi wadah pembinaan berkelanjutan serta mempererat silaturahmi antar-dojo di Kabupaten Tabanan. (rls)

Pasamuan Agung MDA Bali 2025, Koster Ingatkan Desa Adat Bertahan Sepanjang Zaman

Pasamuan Agung V Majelis Desa Adat Bali Warsa 2025 dan Upacara Pajaya-Jayaan dan Pangukuhan Prajuru Majelis Desa Adat Kota/Kabupaten se-Bali, bertempat di Pura Samuan Tiga, Bedahulu, Gianyar, pada Jumat (26/12/2025).
Pasamuan Agung V Majelis Desa Adat Bali Warsa 2025 dan Upacara Pajaya-Jayaan dan Pangukuhan Prajuru Majelis Desa Adat Kota/Kabupaten se-Bali, bertempat di Pura Samuan Tiga, Bedahulu, Gianyar, pada Jumat (26/12/2025).

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan dan memuliakan Desa Adat sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat Bali, baik secara sekala maupun niskala.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Pasamuan Agung V Majelis Desa Adat Bali Warsa 2025 dan Upacara Pajaya-Jayaan dan Pangukuhan Prajuru Majelis Desa Adat Kota/Kabupaten se-Bali, bertempat di Pura Samuan Tiga, Bedahulu, Gianyar, pada Jumat (26/12/2025).

Menurutnya, Desa Adat memiliki sistem yang utuh dan lengkap, mulai dari krama, wilayah, hingga organisasi yang mengatur kehidupan masyarakat adat. Dalam struktur Desa Adat terdapat unsur eksekutif (prajuru), legislatif (sabha), dan yudikatif (kertha) yang berjalan berlandaskan awig-awig dan perarem hasil musyawarah krama di paruman desa.

Gubernur Koster menekankan bahwa sistem pengambilan keputusan di Desa Adat tidak perlu meniru demokrasi modern seperti one man one vote. Leluhur Bali telah mewariskan nilai musyawarah mufakat melalui konsep duduk bersama, sagilik-saguluk, salunglung sabayantaka, yang hingga kini tetap relevan.

Prinsip inilah yang diperkuat dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Ia mengakui, perjuangan melahirkan perda tersebut tidak mudah karena sempat menghadapi penolakan, namun akhirnya berhasil menjadi tonggak penting penguatan Desa Adat di Bali.

Untuk memastikan sekitar 1.500 Desa Adat di Bali mampu menjalankan perda tersebut dengan baik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memberikan dukungan nyata berupa penyediaan kantor, operasional, serta dana melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Adat yang dikelola oleh Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA), satu-satunya di Indonesia.

Gubernur Koster berharap besaran bantuan yang saat ini sekitar Rp300 juta per desa dapat ditingkatkan menjadi Rp500 juta, mengingat luasnya tanggung jawab Desa Adat dalam mengurus aspek sekala dan niskala. Ia juga menegaskan bahwa pengakuan negara terhadap Desa Adat Bali semakin kuat dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali.

Lebih lanjut, Gubernur asal Desa Sembiran tersebut juga mendorong penguatan kelembagaan ekonomi Desa Adat melalui Lembaga Perkreditan Desa (LPD) agar benar-benar menjadi lembaga hukum adat Bali, serta pengembangan Badan Usaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 24 Tahun 2022, yang hingga kini telah terbentuk sebanyak 369 BUPDA.

Ia berharap Majelis Desa Adat (MDA) terus aktif mengawasi dan memfasilitasi Desa Adat, karena Desa Adat merupakan benteng utama jati diri Bali. Pada tahun 2026, Pemprov Bali juga akan memberikan penghargaan kepada bendesa adat yang telah lama mengabdi dan berprestasi.

“Memuliakan Desa Adat dan Subak telah saya masukkan dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun. Astungkara, keberadaan Desa Adat tidak hanya bertahan 100 tahun, tetapi harus ada dan lestari sepanjang zaman,” tegasnya.

Sebenarnya, Bendesa Agung Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, menegaskan bahwa kekuatan utama Desa Adat terletak pada banda pengikat yang menyatukan krama. Menurutnya, krama Desa Adat harus terus dipelihara dan dikuatkan dengan berlandaskan ajaran Hindu, dresta adat Bali, serta komitmen kuat untuk ngajegang budaya Bali.

Ia menekankan pentingnya memfungsikan seluruh unsur sakral Desa Adat, seperti parahyangan di tiga desa adat serta keberadaan tiga setra, agar tidak ditinggalkan oleh generasi penerus.

Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet juga menegaskan bahwa Desa Adat bersifat otonom dalam mengatur rumah tangganya sendiri. Dalam hal ini, Majelis Desa Adat (MDA) berperan memfasilitasi, membina, dan mengayomi Desa Adat sesuai kewenangannya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa dalam MDA terdapat tatanan hierarki yang harus dipahami dan dihormati agar pembinaan Desa Adat dapat berjalan tertib, harmonis, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan pagi itu juga diserahkan Bale Kertha Adhyaksa kepada perwakilan Desa Adat Bali oleh Gubernur Bali. (rls)