- Advertisement -
Beranda blog Halaman 602

Cegah Eksplorasi Air, Perumda TAB Gelar Gebyar Sambung Baru dan Sambung Kembali

Petugas teknisi Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Kabupaten Tabanan mengecek pipa saluran air.
Petugas teknisi Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Kabupaten Tabanan mengecek pipa saluran air.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dikeluarkannya Permen ESDM Nomor 259 Tahun 2022 tentang standar penyelenggaraan izin pengusahaan air tanah membuat masyarakat tidak bisa seenaknya melakukan pengeboran atau penggalian eksplorasi air tanah, ada sejumlah aturan dan persyaratan yang harus dipenuhi.

Kasubag Humas Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Kabupaten Tabanan Agus Suarjaya mengatakan, aturan ini dikeluarkan untuk mengendalikan eksplorasi air tanah yang jika dibiarkan akan semakin liar dan tidak terkontrol.

“Hal ini pun mendorong masyarakat untuk menggunakan air perpipaan bukan malah menggunakan air tanah,” jelasnya, Kamis (20/7/2023).

Ia menyebut, apabila hal itu dibiarkan terus terjadi maka penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan akan terjadi di Tabanan bahkan di Bali.

“Yang paling parah tanah bisa amblas atau penurunan muka tanah,” ujarnya.

Sementara itu, dengan berbagai pertimbangan dan kajian, Perumda TAB Tabanan menyelenggarakan Gebyar Sambungan Air Minum Murah dengan memberikan diskon pemasangan sambungan rumah tangga (SR) baru maupun penyambungan kembali.

Gebyar ini dibuka mulai 3 Juli 2023 dan berlangsung hingga 31 Agustus 2023. Per Kamis 20 Juli 2023 pukul 08.00 WITA, jumlah pendaftaran yang diterima di Kantor Pusat dan Kantor Unit telah mencapai 866 pendaftar.

“Program ini disambut antusias masyarakat Tabanan. Terutama masyarakat yang sebelumnya menggunakan sumur BOR atau PAM swadaya,” sebut Suarjaya.

Mereka sebagian besar memilih beralih ke layanan Perumda TAB karena kualitas air yang mereka dapatkan tidak baik seperti keruh, berbau dan lainnya.

“Seiring dengan gebyar ini Perumda TAB pun berkomitmen terus menjaga dan meningkatkan pelayanan dengan memastikan kontinuitas distribusi air kepada pelanggan,” imbuhnya. (ana)

Benda Misterius Berbentuk Lingga Yoni Ditemukan di Wisata Kayu Putih

Benda Misterius Berbentuk Lingga Yoni Ditemukan di Pura Babakan yang berlokasi di Pohon Kayu Putih, Banjar Bayan, Desa Tua, Kecamatan Marga.
Benda Misterius Berbentuk Lingga Yoni Ditemukan di Pura Babakan yang berlokasi di Pohon Kayu Putih, Banjar Bayan, Desa Tua, Kecamatan Marga.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Benda misterius kembali ditemukan di Pura Babakan yang berlokasi di Pohon Kayu Putih, Banjar Bayan, Desa Tua, Kecamatan Marga.

Ketua Pengelola Wisata Kayu Putih I Made Kurnia mengatakan, ada dua benda yang ditemukan yakni batu bulat berlubang dan batu kecil berbentuk lonjong.

“Ditemukan bersamaan saat piodalan di Pura Babakan Selasa (18/7/2023) lalu dan menyerupai Lingga Yoni,” ujarnya, Kamis (20/7/2023).

Kurnia menceritakan, kedua benda itu ia temukan tertanam di sebelah timur Pura di bawah akar pohon kayu putih sekitar pukul 13.00 WITA.

Saat digali, terlihat berbentuk batu bolong beserta  batu lonjong yang berbentuk seperti Lingga Yoni. “Beratnya mencapai tujuh kilogram,” sambungnya.

Ia menyebut, saat ini benda tersebut telah dilinggihkan atau ditaruh di Pura Babakan. Pihaknya pun telah menggelar upacara prayascita atau pembersihan di area sekitar penemuan benda.

“Sementara dilinggihkan di pura. Untuk asal-usulnya belum kami ketahui,” jelasnya.

Beberapa bulan lalu, benda berbentuk Singing Bowl juga ditemukan di bawah akar pohon kayu putih oleh petugas yang sedang membersihkan areal tersebut.

Benda tersebut merupakan peninggalan leluhur Pande di Desa Tua. Atas penemuan itu telah dilakukan upacara pembersihan.

Selain itu, Tim Bidang Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan melakukan observasi terhadap penemuan tersebut. (ana)

Difasilitasi Ny. Putri Koster, Lelang Lukisan Virtual Seniman Disabilitas Agus Mertayasa Tembus 96 Juta Rupiah

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Setelah sebelumnya sempat berhasil melaksanakan pameran lukisan virtual untuk Agus Mertayasa tahun lalu tepatnya pada masa Covid-19 sedang melanda, saat ini Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Koster kembali memfasilitasi Agus Mertayasa untuk kembali menyelenggarakan Pameran Lukisan Virtual Agus Mertayasa secara online. Kegiatan pameran ini menggandeng sejumlah kepala OPD, Organisasi dan Lembaga keuangan yang ada di Provinsi Bali.

Pameran lukisan virtual Agus Mertayasa yang dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Koster di ruang rapat Dekranasda Provinsi Bali, dilaksanakan untuk membantu Agus Mertayasa yang sesuai rencana akan melaksanakan upacara manusa yadnya yang melibatkan keluarga besarnya. “Agus Mertayasa yang tumbuh dengan kondisi fisik kurang sempurna namun memiliki hati dan rasa sosial tinggi bertanggung jawab terhadap keberlangsungan hidup keluarga. Dengan kemampuannya mengolah tangan kanan diantara fisik lainnya yang melemah, Agus Mertayasa tetap berkarya dan menciptakan lukisan Senin yang penuh makna dan warna. Sehingga pantas untuk di perjuangkan dan di dorong terus agar tetap berkarya dan menghasilkan lukisan,” tegas Ny. Putri Koster dalam sambutannya saat membuka Pameran Lukisan Virtual Agus Mertayasa, di ruang rapat Dekranasda Provinsi Bali, Kamis (20/7).

Pemeran dan lelang lukisan karya Agus Mertayasa hari ini berjumlah 35 lukisan yang di patok mulai dari harga 700.000 s/d 5.500.000.

Dari target 74 juta penjualan lukisan hari ini, mampu menembus 96.900.000 dari pameran lukisan virtual Agus Mertayasa tahun ini.

“Agus Mertayasa salah seorang putra Bali yang harus mendapat perhatian khusus lantaran dia sebelumnya lahir normal dan mendapatkan kendala pertumbuhan sejak duduk di bangku SMP sehingga kemampuan fisiknya semakin melemah. Namun, satu-satunya fisik yang masih dapat digunakan adalah tangan kanannya, yang hingga saat ini masih mampu bergerak dan memiliki talenta, di tangannya yang lemah dia mampu menghasilkan karya lukis yang menakjubkan, dan untuk membantunya saya berinisiatif untuk memfasilitasi pameran lukisan virtual yang melibatkan pejabat dan lembaga keuangan di Bali. Saya ingin menunjukkan dan fokus terhadap satu disabilitas terlebih dahulu sebelum kami memulai untuk memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas lainnya,” imbuh Ny. Putri Koster.

Ditambahkannya Ny. Putri Koster, bahwa karya lukis Agus ini terinspirasi dari hatinya dan dituangkan menjadikan karya yang kuat dan kokoh dengan karya nyata dan hidup melalui warna warni, termasuk warna hitam putih. Kelebihan talent ini dimanfaatkan dengan baik, dan menjadikan goresan tangannya sangat mirip dengan lukisan maestro bapak Lempad. Karakternya yang tumbuh dengan budi pekerti serta akhlak mulia, Agus Mertayasa termasuk anak yang berbakti kepada guru rupaka atau orang tuanya.

Kemandirian inilah yang membuat kami selaku Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali tergugah untuk memfasilitasi pameran lukisan virtual untuk Agus Mertayasa. Selain itu nantinya kami juga berupaya untuk menyiapkan sebuah kawasan seperti desa bagi penyandang disabilitas untuk berkreativitas dan menuangkan kemampuannya di Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Provinsi Bali yang terletak di Klungkung, baik bagi mereka yang memiliki kemampuan melukis, berkesenian menyanyi bahkan memijat. Seperti yang diketahui bersama, saat ini Pemerintah Provinsi Bali bekerjasama dengan stakeholder terkait menyiapkan Sumber Daya Manusia untuk mampu mengisi peluang yang tersedia di Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung nantinya.

Hal ini juga didukung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Wayan Jarta mengatakan bahwa pameran lukisan virtual Agus Mertayasa ini merupakan salah satu kegiatan sosial bagi penyandang disabilitas yang sedang membutuhkan bantuan dan terlebih dia memiliki talenta dan kemampuan dalam mengekspresikan isi hatinya diatas kanvas.

Bupati Sanjaya dan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dikukuhkan Menjadi Bapak dan Bunda Asuh Stunting

Bupati Sanjaya dan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dikukuhkan Menjadi Bapak dan Bunda Asuh Stunting
Bupati Sanjaya dan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dikukuhkan Menjadi Bapak dan Bunda Asuh Stunting

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menjadi figur penting dalam membantu anak-anak yang mengalami stunting untuk tumbuh dan berkembang dengan baik di Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, dan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, didaulat sebagai Bapak dan Bunda Asuh Stunting Kabupaten Tabanan.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala BKKBN RI dalam kegiatan Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 tingkat Provinsi Bali yang dilangsungkan di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Kamis (20/7/2023).

Didaulatnya Bupati Tabanan, Sanjaya dan Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny Rai Wahyuni Sanjaya sebagai Bapak dan Bunda asuh stunting, juga tidak terlepas dari kontribusinya dalam menangani kasus stunting yang berhasil meraih 2 (dua) penghargaan penanganan stunting terbaik tingkat nasional.

Yang mana, pengkuhan Bupati Tabanan dan Bunda Rai sebagai Bapak dan Bunda Asuh Stunting ditandai dengan penyematan selempang oleh Kepala BKKBN RI yang diwakili Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Sarles Brabar.

Kepala BKKBN Bali Sarles Brabar mengatakan, bahwa aspek sumber daya manusia memang penting dalam melakukan pembangunan.

Oleh karena itu, pembangunan SDM menjadi pengarus utamaan strategi pembangunan bangsa Indonesia kedepan, strategi yang tepat akan mempercepat keakselerasian pertumbuhan ekonomi yang dibutuhkan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat serta SDM menjadi faktor kunci dalam memenangkan persaingan global yang semakin ketat.

“Kami sangat berterimakasih, bahwa Bali, indeks pertumbuhan Sumber Daya Manusianya sudah diatas rata-rata dan cukup baik, yang tentunya saya sebagai orang Papua tentu saya ingin belajar dan melihat secara langsung bagaimana kita memanfaatkan SDM itu, karena ini sebagai kunci utama. Maka BKKBN kali ini lebih cenderung untuk berkolaborasi, lebih meningkatkan program-program yang berorientasi kepada kualitas. Oleh karena itu, BKKBN secara khusus mengapresiasi prestasi yang sudah diraih oleh Kabupaten Tabanan,” ujarnya.

Didaulatnya pihaknya sebagai Bapak Asuh Stunting, Bupati Sanjaya menyampaikan terimakasih khususnya kepada BKKBN RI, dimana hal ini merupakan kebanggaan yang besar bagi Kabupaten Tabanan.

Momentum Harganas yang mengusung tema Menuju Keluarga Bebas Stunting untuk Indonesia Maju, menjadi sangat penting dimaknai sebagai sebuah semangat bersama dalam melakukan perubahan.

Adapun beberapa strategi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tabanan adalah melalui program inovasi Semara Ratih dan Bungan Desa di Kabupaten Tabanan.

“Kebetulan kita di Tabanan memiliki program ataupun inovasi langsung turun di tengah-tengah masyarakat, melihat apa yang terjadi, apa yang dibutuhkan oleh masyarakat kita di Tabanan. Karena kita tahu, bahwa di Kabupaten Tabanan yang terdiri dari 640 ribu lebih masyarakat dari 133 Desa dan 349 Desa Adat dari 10 Kecamatan. Begitu luas bentangan Kabupaten Tabanan, dari ujung barat, timur, utara dan selatan, salah satu upaya pendekatan adalah melalui cara Berkantor di Desa,” ujar Sanjaya.

Kalau berbicara terkait stunting, Sanjaya mengatakan, bahwa persoalannya bukan di hilir, tetapi di hulu, bagaimana harus dituntaskan dengan upaya kolaborasi dari berbagai sektor.

Maka dari itu, melalui program inovasi Semara Ratih, bukan hanya memberikan Dokumen Kependudukan kepada pasangan pengantin, tetapi juga memberikan edukasi kepada calon pasangan, melalui konseling pra nikah, tes kesehatan dan lainnya, sehingga kedepan mampu melahirkan generasi yang sehat.

“Mari kita sama-sama bergerak dan kami mempunyai komitmen tahun 2024 tahun depan, yang sekarang ini stunting di Tabanan yang terbaik 8,2 persen agar bisa menjadi 5,2 persen. Ini yang kita mau capai dan saya beserta jajaran sudah membuat skema, bagaimana nanti masing-masing desa agar bisa menjadi desa bebas stunting. Kita sudah masuk ke desa, bicara Kabupaten, desanya dulu harus bebas stunting. Kalau ingin provinsi baik stuntingnya, masing-masing Kabupaten harus baik dulu, begitupun dengan di Indonesia. Jadi penanganan stunting kita harus mulai dari Desa,” imbuh Sanjaya.

Senada dengan Bupati Sanjaya, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang didaulat sebagai Bunda Asuh Stunting, menyampaikan terimakasih dan kebanggaannya kepada pihak BKKBN serta seluruh pihak terkait. Dalam beberapa tahun terakhir dikatakan pihaknya telah berupaya keras untuk memastikan anak-anak mendapatkan makanan yang kaya nutrisi, vitamin, mineral dan lainnya, hingga kegiatan itu selalu dijabarkan dalam setiap kegiatan PKK berkolaborasi dengan Pemkab Tabanan dan seluruh jajaran.

Pemberian makanan tambahan selalu intens dilakukan, begitu juga perhatian pada pemantauan pertumbuhan, penanganan infeksi dan penyakit, kebersihan dan sanitasi, pendidikan dan dukungan bagi para ibu agar memiliki pengetahuan tentang pola makan sehat, pemberian ASI serta perawatan bayi yang mumpuni, hingga edukasi dan sosialisasi terkait stunting terus intens dilakukan bersama dengan seluruh jajaran. Bunda Rai sangat meyakini, pencegahan stunting memerlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk keluarga, pemerintah, masyarakat maupun lembaga kesehatan. (rls) 

Bupati Giri Prasta Sampaikan Jawaban Pemerintah Dalam Rapat Paripurna DPRD Badung

Bupati Giri Prasta saat menyampaikan jawaban pemerintah atas pemandangan umum fraksi DPRD Badung dan penjelasan terhadap rancangan KUA PPAS Tahun Anggaran 2024, dalam Rapat Paripurna DPRD Badung, Kamis (20/7/2023) di Ruang Sidang Utama Gosana Kantor DPRD Badung.
Bupati Giri Prasta saat menyampaikan jawaban pemerintah atas pemandangan umum fraksi DPRD Badung dan penjelasan terhadap rancangan KUA PPAS Tahun Anggaran 2024, dalam Rapat Paripurna DPRD Badung, Kamis (20/7/2023) di Ruang Sidang Utama Gosana Kantor DPRD Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Setelah menyimak dengan seksama pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Badung yang telah disampaikan pada rapat paripurna DPRD pada hari Selasa, 18 Juli 2023, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyatakan bahwa secara eksplisit seluruh fraksi DPRD Kabupaten Badung dapat menyetujui rancangan peraturan daerah tersebut ditetapkan menjadi Peraturan Daerah setelah dilakukan evaluasi oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Menurutnya persetujuan Dewan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tersebut menunjukkan adanya kesamaan komitmen dan visi antara Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Badung terhadap pengelolaan keuangan daerah saat ini, serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana Kabupaten Badung tahun 2021-2026, dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan berdasarkan prinsip good governance and clean government di Kabupaten Badung.

Disisi lain, Bupati Giri Prasta menyebut fraksi-fraksi DPRD juga menyampaikan usul/saran yang kritis dan konstruktif terhadap kebijakan pendapatan dan belanja yang telah diambil oleh pemerintah daerah selama ini, serta langkah-langkah strategis yang mesti ditempuh oleh pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di Kabupaten Badung.

“Melalui kesempatan yang baik ini, saya menyampaikan apresiasi/penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap pimpinan dan anggota dewan yang dengan sungguh-sungguh melakukan pendalaman terhadap substansi yang terkandung dalam rancangan peraturan daerah tersebut, baik melalui rapat fraksi, rapat komisi maupun melalui rapat kerja komisi dengan perangkat daerah terkait,” demikian dikatakan Bupati Giri Prasta saat menyampaikan jawaban pemerintah atas pemandangan umum fraksi DPRD Badung dan penjelasan Bupati terhadap rancangan KUA PPAS Tahun Anggaran 2024, dalam Rapat Paripurna DPRD Badung, Kamis (20/7/2023) bertempat di Ruang Sidang Utama Gosana Kantor DPRD Badung.

Pada kesempatan itu Bupati Giri Prasta juga menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2024 dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD Badung Tahun Anggaran 2024. Yang lebih detailnya akan dibahas bersama-sama dengan DPRD, pada saat rancangan APBD dibahas dalam agenda tahunan di tahun 2024.

“Saya kira pemerintah taat dan tunduk pada mekanisme, sehingga kita tidak akan pernah keluar dari tatanan dan regulasi yang semestinya kita penuhi bersama,” tutupnya.

Turut hadir Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Wakil Ketua I Wayan Suyasa, Wakil Ketua II Made Sunarta, jajaran Pimpinan Forkopimda Badung, Sekda Wayan Adi Arnawa beserta jajaran Pejabat Lengkap Pemkab Badung, Pimpinan Instansi Vertikal Di Kabupaten Badung, Para Direksi Perusahaan Daerah Kabupaten Badung, Kepala Bpd Bali Cabang Badung dan Cabang Mangupura. (rls)

Penyakit Epilepsi Kambuh, Warga Timpag Ditemukan Meninggal di Parit

Korban asal Banjar Angligan, Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan yang ditemukan meninggal di sebuah parit areal kuburan Desa Adat Timpag, Kamis (20/7/2023).
Korban asal Banjar Angligan, Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan yang ditemukan meninggal di sebuah parit areal kuburan Desa Adat Timpag, Kamis (20/7/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Warga Banjar Angligan,Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, dihebohkan dengan penemuan mayat perempuan di sebuah parit areal kuburan Desa Adat Timpag, Kamis (20/7/2023).

Korban diketahui bernama Desak Nyoman Artini (53) merupakan warga sekitar. Saat ditemukan korban dalam posisi telungkup di parit dan tidak menggunakan celana.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gede Made Berata mengatakan, korban mengidap penyakit epilepsi dan kambuh ketika hendak buang air besar.

“Berdasarkan rekam jejak penyakitnya, korban mengidap sakit epilepsi dan kumat sehingga jatuh di parit,” ujar, Kamis (20/7/2023).

Berata menjelaskan, korban pergi dari rumah hendak ke sawah sekitar pukul 06.30 WITA.

Kemudian, saksi I Gede Wayan Kusamadana (58) menemukan korban dalam dalam keadaan meninggal dengan kondisi telungkup di dalam air sekitar pukul 08.30 WITA. Kejadian itu langsung dilaporkan ke polisi.

 

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Dokter Puskesmas I Kerambitan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, terdapat luka lecet pada kedua pelipis dan samping mata sebelah kiri.

“Korban meninggal karena kemasukan air dari hidung atau mulut akibat jatuh telungkup ke parit,” ungkap Berata.

Ia menambahkan, pihak keluarga menerima dengan ikhlas kejadian ini dan menolak untuk dilakukan otopsi.  (ana)

Gubernur Bali, Wayan Koster Panen Raya dan Stek bunga Gemitir Bali Sudamala

Gubernur Bali, Wayan Koster Panen Raya dan Stek bunga Gemitir Bali Sudamala

 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – GM Bali Gemitir Group, Agus Ervani Sjoekoer yang didampingi Tim Peneliti Gemitir Bali Sudalama dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dihadapan Gubernur Bali, Wayan Koster melaporkan hasil penelitian pengembangan benih bunga gemitir yang diberi nama Gemitir Bali Sudamala.

“Dalam kurun waktu 70 hari terakhir, Kami berusaha untuk menjadikan bunga Gemitir Bali Sudamala dikembangkan menjadi benih, bibit, dan stek yang diolah dengan memanfaatkan pupuk organik dari kotoran sapi, sebagai upaya Kita dalam mengurangi bahan kimia,” kata GM Bali Gemitir Group, Agus Ervani Sjoekoer saat mendampingi Gubernur Bali, Wayan Koster melakukan panen raya dan stek bunga Gemitir Bali Sudamala di Kebun Percobaan Bali Gemitir, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Tabanan pada, Rabu (Buda Umanis, Julungwangi) 19 Juli 2023 didampingi Tim Peneliti Gemitir Bali Sudalama dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta selaku Anggota Tim Peneliti IPB, para petani, hingga pengurus Tim Penggerak PKK Desa Antapan

Lebih lanjut disampaikannya, Kami juga telah mengundang para penyemai bunga gemitir di Bali untuk melihat langsung hasil dari pengembangan bunga Gemitir Bali Sudalama dan mereka langsung memberikan penilaian terhadap kontur bunga yang dinilai hasilnya bagus, memiliki nilai ekonomi, serta telah memenuhi syarat untuk dipasarkan. Jadi output dari pengembangan Gemitir Bali Sudamala ini sudah sangat siap untuk mengurangi dan menyetop impor pembenihan.

Para penyemai sampai mencari – cari dimana mendapat bibit unggul Gemitir Bali Sudamala. Namun Kami sampai saat ini belum melepas bibit bunga Gemitir Bali Sudamala ke pasaran, karena harus menjalani tahapan uji coba lagi di beberapa ketinggian termasuk akan di uji coba di wilayah dataran rendah dengan harapan tanggal 8 Agustus 2023 mendatang, Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Tim Peneliti Gemitir Bali Sudalama dari IPB secara resmi sudah bisa mendistribusikan bibit ini kepada petani – petani di Bali, karena secara umum fisik tanaman Gemitir Bali Sudamala sudah bisa menghasilkan bunga yang indah dengan cara pembenihan dan perbanyakan dari stek.

Wagub Cok Ace Apresiasi Pelaksanaan Sanur Village Festival Tahun 2023

Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di acara pelaksanaan Sanur Village Festival (Sanfest) ke-16 Tahun 2023

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengapresiasi pelaksanaan Sanur Village Festival (Sanfest) ke-16 Tahun 2023 yang berlangsung di Pantai Matahari Terbit Sanur, 19 hingga 21 Juli 2023. Hal tersebut diutarakannya dalam sambutan saat menghadiri acara pembukaan Sanfest, Rabu (19/7/2023) petang. Ia menyebut, terlaksananya Sanfest hingga menginjak tahun ke-16 bukan hal yang mudah. Karena dalam perjalanannya, pelaksanaan festival semacam ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. “Ini bukan perkara mudah, apalagi saat ini situasi pariwisata Bali belum pulih sepenuhnya,” ucapnya.

Lebih jauh ia mengurai, Kemenparekraf RI tahun ini menargetkan kunjungan wisatawan ke Bali sebanyak 4,5 juta orang. Wagub Cok Ace menyampaikan bahwa target itu baru 70 persen jika dibandingkan jumlah kunjungan sebelum pandemi Covid-19 yang mencapai 6,3 juta orang. “Pemerintah saat ini tengah menempuh upaya untuk mengakselerasi pertumbuhan pariwisata, salah satunya dengan membuka pintu lebih lebar bagi wisatawan mancanegara,” sebutnya. Salah satu yang digarap lebih optimal adalah pasar China karena hingga saat ini belum pulih seperti sediakala. Selain akselerasi pertumbuhan pariwisata, pemerintah juga tengah berusaha mengembalikan jati diri pariwisata Bali yang berbasis budaya.

Masih dalam sambutannya, Wagub Cok Ace yang juga menjabat sebagai Ketua BPD PHRI Bali ini menilai tema yang diusung pada pelaksanaan Sanfest tahun ini yaitu ‘Amrta Sagara’ merupakan hal yang tepat dan sangat relevan. “Ini sesuai dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang salah satu bagiannya mempunyai semangat memuliakan laut sebagai sumber kehidupan,” ucapnya seraya berharap kegiatan ini mampu mempercepat kebangkitan pariwisata Sanur. Terlebih, Kawasan Sanur mendapat perhatian pemerintah dengan keberadaan pelabuhan dan juga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bidang kesehatan yang saat ini dalam proses pengerjaan. Terkait kemacetan yang ditimbulkan belakangan ini, ia mengajak semua pihak bahu membahu mencari solusi.

Apresiasi terhadap pelaksanaan Sanfest Tahun 2023 juga diutarakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Perempuan yang akrab disapa Bintang Puspayoga ini berharap, Sanfest dapat mendulang sukses seperti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya serta mampu menumbuhkan inovasi dan kreativitas pelaku UMKM. Selaku Menteri P3A, ia menyebut kegiatan ini sangat berkaitan dengan bidang yang ia tangani. “Ini sangat relevan dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Karena sektor pariwisata ditopang oleh UMKM yang sangat berkaitan dengan perempuan,” ujarnya. Menyitir data dari Kementerian Koperasi dan UKM, ia menginformasikan bahwa saat ini di Indonesia terdapat 65,5 juta UMKM dan 64 juta diantaranya masuk kategori usaha mikro yang 60 persennya dikelola oleh perempuan. “Usaha mikro itu didominasi kuliner, fashion yang dikelola oleh perempuan. Jadi, festival semacam ini sangat relevan dengan Kementerian P3A,” bebernya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno dalam sambutan melalui tayangan video menyambut baik pelaksanaan Sanfest Tahun 2023 dan berharap kegiatan ini bisa menjadi lokomotif dan memberi multiplier effect bagi perekonomian Daerah Bali.
Ketua panitia sekaligus penggagas Sanur Village Festival Ida Bagus Sidharta Putra dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini mengusung tema ‘Amrta Sagara’. Dijelaskan olehnya, secara harfiah amrta berarti sumber kehidupan dan sagara merujuk pada kata laut. “Dengan demikian, tema ini dapat diartikan laut sebagai sumber kehidupan. Ini berkaitan dengan kehidupan masyarakat Sanur yang lekat dengan laut. Laut adalah sumber kehidupan, tempat mencari nafkah dan objek wisata,” urainya. Mengingat pentingnya manfaat laut bagi kehidupan masyarakat, melalui ajang ini pihaknya juga ingin mengkampanyekan perlindungan dan konservasi laut. Sanfest Tahun 2023 akan dimeriahkan berbagai kegiatan seperti parade jukung, penanaman terumbu karang, pelepasan tukik hingga bersih-bersih pantai. Selain itu juga akan digelar eksebisi seni dan pameran foto, pertunjukan musik dan pameran UMKM yang diikuti 150 peserta.

Pembukaan Sanfest 2023 ditandai dengan pemercikan tirta amertaning segara oleh Menteri P3A Bintang Puspayoga yang didampingi Wagub Cok Ace. Acara pembukaan juga dihadiri Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI periode 2014- 2019 Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Walikota Denpasar IGN. Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf RI Ni Made Ayu Marthini, Pimpinan DPRD Kota Denpasar, tokoh puri dan undangan lainnya.

Gubernur Koster Tugaskan Kadis Pertanian ” Kembangkan varietas bunga Gemitir Bali Sudamala melalui pola benih dan stek ke seluruh Bali “

Gubernur Wayan Koster melakukan panen raya dan stek bunga Gemitir Bali Sudamala di Kebun Percobaan Bali Gemitir

 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Gubernur Bali, Wayan Koster menugaskan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali untuk segera memperluas pengembangan varietas bunga Gemitir Bali Sudamala melalui pola benih dan stek ke seluruh Bali dengan melakukan uji coba di dataran tinggi dan di dataran rendah.

Hal itu disampaikan langsung, saat Gubernur Bali, Wayan Koster melakukan panen raya dan stek bunga Gemitir Bali Sudamala di Kebun Percobaan Bali Gemitir, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Tabanan pada, Rabu (Buda Umanis, Julungwangi) 19 Juli 2023 didampingi Tim Peneliti Gemitir Bali Sudalama dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta selaku Anggota Tim Peneliti IPB, para petani, hingga pengurus Tim Penggerak PKK Desa Antapan.

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini lebih lanjut berpesan, agar bunga Gemitir Bali Sudamala yang sudah mendapat pengakuan dari Kementrian Pertanian sebagai bunga khas endemik Bali, agar segera dipatenkan sebagai tanaman milik Pemerintah Provinsi Bali.

Gubernur Koster Berhasil Kembangkan Benih Bunga Gumitir Yang Bernilai Ekonomis Tinggi

Gubernur Bali, Wayan Koster saat melakukan panen raya dan stek bunga Gemitir Bali Sudamala di Kebun Percobaan Bali Gemitir, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Tabanan

 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Terobosan Gubernur Bali, Wayan Koster dalam pengembangan benih bunga gemitir yang diberi nama Gemitir Bali Sudamala merupakan upaya kerja cerdas yang dilakukan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini di dalam menekan laju impor pembenihan bunga gemitir yang telah terjadi selama bertahun – tahun di Pulau Bali.

“Mengapa Saya melakukan ini, karena bunga gemitir memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi dan menghasilkan perputaran uang yang sangat besar, sehingga hal ini membuat para petani di Bali harus membeli benih bunga gemitir pertahunnya ke luar, masing – masing ada yang mencapai 20 – 30 kilogram,” ujar Gubernur Bali, Wayan Koster saat melakukan panen raya dan stek bunga Gemitir Bali Sudamala di Kebun Percobaan Bali Gemitir, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Tabanan pada, Rabu (Buda Umanis, Julungwangi) 19 Juli 2023 didampingi Tim Peneliti Gemitir Bali Sudalama dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta selaku Anggota Tim Peneliti IPB, para petani, hingga pengurus Tim Penggerak PKK Desa Antapan.

Di Bali kata Wayan Koster, terdapat 15 penyemai bunga gemitir. Kalau masing – masing penyemai membeli jumlah yang sama, maka ditafsirkan mereka membeli benih bunga gemitir dari 300 sampai 450 kilogram pertahunnya. “Dan ini belum termasuk individu – individu yang melakukan transaksi pembelian benih secara impor,” jelas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Harus diketahui juga, bahwa transaksi harga pembelian benih secara impor, nilainya sudah mencapai Rp. 20 milyar hingga Rp. 30 milyar pertahun ke luar negeri. Uang senilai Rp. 30 milyar sangat besar, namun bukan itu saja yang Saya pikirkan, tetapi Kita juga sudah memberi penghidupan kepada petani di luar negeri sebesar Rp. 30 milyar. “Untuk itu Kita harus berpikir, bagaimana kalau Rp. 30 milyar itu Kita pakai untuk menghidupi para petani di Bali, kan lebih bagus, para petani menjadi sejahtera,” ujar Gubernur Bali yang berjiwa ideologis dalam memikirkan nasib para marhaen (petani, red) di Bali, seraya mengajak mulai sekarang Kita harus berhenti melakukan impor.