- Advertisement -
Beranda blog Halaman 582

400 Warga Desa Adat Kelecung Saksikan Pengukuran Batas Tanah Sengketa Pura Dalem

Sekitar 400 warga Desa Adat Kelecung, Desa Tegal Mengkeb, Desa Selemadeg Timur turun untuk menyaksikan pengecekan batas-batas tanah Pura Dalem Desa Adat Kelecung.
Sekitar 400 warga Desa Adat Kelecung, Desa Tegal Mengkeb, Desa Selemadeg Timur turun untuk menyaksikan pengecekan batas-batas tanah Pura Dalem Desa Adat Kelecung

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sekitar 400 warga Desa Adat Kelecung, Desa Tegal Mengkeb, Desa Selemadeg Timur turun untuk menyaksikan pengecekan batas-batas tanah Pura Dalem Desa Adat Kelecung yang digugat oleh keluarga Jero Marga pada Jumat (3/11/2023).

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tabanan turun langsung ke lokasi untuk mencocokkan batas-batas yang disengketakan tersebut.

Perbekel Desa Tegal Mengkeb Dewa Made Widarma mengatakan, warga Desa Adat turun untuk memberikan semangat dan mendorong moral hakim, memberikan rasa adil kepada tanah desa adat Kelecung. Sebab, proses hukum sedang berlangsung di PN Tabanan.

“Dari kedua belah pihak tergugat dan penggugat datang. Warga desa guyub datang. Laki perempuan dan anak, untuk memberikan semangat ke Majelis Hakim diperkirakan sekitar 400 orang,” ujarnya, Jumat (3/11/2023).

Dia menyebut, sekitar sepuluh orang warga yang ikut melaksakan aksi sempat kerauhan. Menurut cerita dari para pemangku pura bahwa Ida Bhatara kahyangan Pura Dalem tedun (turun) karena merasa terusik wilayah beliau digugat.

“Tadi juga sempat ada yang kerauhan. Ada masayarakat menari-nari, dan meracau,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi dari Majelis Hakim, pada 13 November mendatang akan dilaksanakan sidang lagi untuk pemeriksaan saksi-saksi dan pihak dari desa adat Kelecung akan mendatangi PN Tabanan kembali.

“Sekitar 500 orang akan datang ke pengadilan, karena prinsip dari masyarakat adat jangankan sejengkal, satu tapak tangan tidak akan pernah mundur memepertahankan tanah adat desa Kelecung,” tegasnya. (ana)

HUT Kota Tabanan ke-530 akan Dimeriahkan Artis Lokal dan Parade Budaya

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat Press conference pelaksanaan HUT Kota Tabanan ke-530.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat Press conference pelaksanaan HUT Kota Tabanan ke-530.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pembukaan HUT Kota Tabanan ke-530 akan dilakukan di Taman Bung Karno, Sabtu (4/11/2023).

HUT kali ini bertemakan Padu Raksa Jayaning Singasan yang bermakna memadukan rasa untuk menciptakan keharmisonasan dan keseimbangan antara pemerintah dengan masyarakat.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengatakan, pembukaan akan ditandai dengan pelepasan 530 balon dan 8 burung merpati dan dilanjutkan dengan jalan santai. Kuliner tradisional serta UMKM juga hadir dalam perayaan yang akan berlangsung selama satu bulan ini.

Seluruh komponen masyarakat Tabanan, baik pemerintah maupun swasta dengan perkiraan masa sebanyak 11.280 orang akan hadir. Selain itu, acara juga akan dimerihakan dengan penampilan artis-artis lokal.

“Keterlibatan artis lokal agar mereka mendapatkan ruang untuk bisa dikenal oleh masyarakat. Dan HUT semarak bukan dari uang yang dihabiskan,” jelasnya, Jumat (3/11/2023).

Sanjaya menambahkan, perayaan yang akan berlangsung hingga 29 November mendatang akan dimeriahkan dengan berbagai lomba dan parade budaya yang akan berlangsung di seputaran jalan Gajah Mada dan Taman Bung Karno.

Parade budaya kali ini bertemakan ‘Tabanan Masa Lalu Kini dan Nanti’ yang menceritakan tentang perjalanan sejarah Kota Tabanan.

Parade Tabanan Masa Kini menggambarkan dinamika warna warni kehidupan masyarakat Tabanan. Parade Tabanan Masa Depan menggambarkan pencapaian visi dan misi Tabanan Era Baru Aman Unggul Madani.

“Parade melibatkan seluruh komponen masyarakat mulai dari siswa, tokoh pemuda, pejuang dan seniman Tabanan,” imbuhnya. (ana)

Kemarau Panjang, Perumda TAB Tabanan Siagakan 2 Tangki Air Bersih

Dua mobil tangki disiagakan Perumda Tirtha Amertha Buana selama musim kemarau.
Dua mobil tangki disiagakan Perumda Tirtha Amertha Buana selama musim kemarau.

PANTAUBALICOM, TABANAN – Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Kabupaten Tabanan menyiagakan dua mobil tangki air bersih selama musim kemarau panjang ini.

Kasubag Humas Perumda TAB Wayan Agus Suanjaya mengatakan, mobil tangki air ini disiapkan sebagai antisipasi adanya kekeringan di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan.

“Meskipun saat ini belum ada laporan kekeringan. Namun, kami siagakan terus selama musim kemarau,” ujarnya, Jumat (3/10/2023).

Dia menjelaskan, masing-masing tangki mobil ini memiliki kapasitas 2.000 liter air bersih. “Jadi total dua tangki ini berkapasitas empat kubik atau setara 4.000 liter. Cukup untuk seribu orang,” jelasnya.

Agus Suanjaya menyebut, debit air di seluruh sumber air Perumda TAB mengalami penurunan hingga 10 persen. Akibatnya, sering terjadi gangguan pelayanan saat jam puncak pemakaian air yakni pagi dan siang hari. Seperti di Desa Mekori, Kecamatan Pupuan dengan pengguna sebanyak 300 orang.

“Saluran air tidak sampai mati, hanya mengecil saja. Dan penurunan air di ini dibantu dengan sumber terdekat sehingga pelayanan kepada pelanggan tidak terganggu,” ungkapnya.

Sebagai upaya antisipasi gangguan pelayanan dan penyempurnaan jaringan, pihaknya pun rutin melakukan pengecekan di seluruh pipa saluran air. Petugas teknis di lapangan selalu standby untuk melakukan tindaklanjut ketika terjadi gangguan.

Disamping itu, dengan adanya penyesuaian tarif, Perumda TAB juga berkomitmen meningkatkan kuantitas dan kontinuitas pelayanan termasuk memperluas cakupan pelayanan jaringan.

Sementara itu, selama gebyar total ada penambahan 2.914 sambungan baru. “Dan setelah gebyar berakhir, animo masyarakat untuk berlangganan masih tinggi dan dibuktikan dengan jumlah pendaftaran yang masuk masih terus mengalir. Jumlahnya 125 pendaftaran mulai 1 Oktober 2023,” imbuhnya. (ana)

Sekda Adi Arnawa Buka Festival Seni Budaya Kabupaten Badung Ke-14

Sekda Wayan Adi Arnawa saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi Festival Seni Budaya Kabupaten Badung Ke-14, bertempat di Outdoor Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Rabu (1/11/2023).
Sekda Wayan Adi Arnawa saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi Festival Seni Budaya Kabupaten Badung Ke-14, bertempat di Outdoor Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Rabu (1/11/2023).

PATAUBALI.COM, MANGUPURA – Mewakili Bupati Badung, Sekretaris Daerah I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus membuka secara resmi Festival Seni Budaya Kabupaten Badung Ke-14, bertempat di Outdoor Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Rabu (1/11/2023).

Sekda Adi Arnawa mengatakan, Provinsi bali dan khususnya Kabupaten Badung adalah suatu wilayah yang pendapatannya bersumber dari sektor pariwisata.

Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Badung dibawah kepemimpinan Bupati Giri Prasta dan Wabup Ketut Suiasa yang komitmennya tertuang dalam RPJMD Kabupaten Badung dan salah satu visi misinya  adalah di sektor adat, agama, tradisi, seni dan budaya.

“Malam ini kita bersama-sama menunjukan komitmen Beliau dimana pelaksanaan Festival Budaya yang merupakan rangkaian kegiatan yang secara berkala dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk bahwa Pemkab Badung benar-benar berpihak kepada adat, agama, tradisi dan budaya. Festival Budaya ini memang harus benar-benar dilakukan dan setiap tahun perlu di evaluasi sehingga memiliki makna dan spirit yang jauh lebih besar lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kadis Kebudayaan Badung I Gde Eka Sudarwitha melaporkan bahwa acara Festival Seni Budaya Kabupaten Badung Ke-14 mengambil tema “Abyakta Loka Budaya” yang bermakna Badung Maju Berlandaskan Seni Budaya.

Festival seni budaya ini akan dilaksanakan dari tanggal 1 sampai dengan 16 November 2023. Adapun sejumlah perlombaan yang memeriahkan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung diantaranya lomba baleganjur, lomba dokumenter film bersejarah dan lomba dokumenter kreativitas sekaa teruna. Lomba-lomba ini dilaksanakan dan bekerjasama dengan Listibiya dan Widya Sabha Kabupaten Badung.

“Acara Festival Seni Budaya ini bertujuan untuk memberi tempat kepada para pelaku seni untuk mengembangkan kreativitas di bidang seni dan budaya serta dapat terus meningkatkan pelestarian adat, agama, tradisi dan budaya serta menjadi tonggak dalam mendorong semangat kreatif dan melestarikan budaya lokal. Ini tidak hanya akan mempromosikan keberagaman budaya, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat,” lapornya. (rls)

Bupati Giri Prasta Nebes Tapakan Ida Betara Alit Pura Dalem Buangga Getasan

Bupati Nyoman Giri Prasta saat menghadiri acara Nebes serangkaian Ngodakin Tapakan Ida Betara Alit, Pura Dalem Buangga di Pura Dalem Buangga, Banjar Buangga Desa Getasan, Kecamatan Petang, Rabu (1/11/2023).
Bupati Nyoman Giri Prasta saat menghadiri acara Nebes serangkaian Ngodakin Tapakan Ida Betara Alit, Pura Dalem Buangga di Pura Dalem Buangga, Banjar Buangga Desa Getasan, Kecamatan Petang, Rabu (1/11/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri acara Nebes serangkaian Ngodakin Tapakan Ida Betara Alit, Pura Dalem Buangga, Banjar Buangga, Desa Getasan, Rabu (1/11/2023).

Dalam sambutannya Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengucapkan rasa syukur kepada Ida Hyang Widhi Wasa dan Ida Betara Betari yang Berstana di Pura Dalem Buangga, semoga semua diberi keselamatan dan kerahayuan dalam melaksanakan Upacara Nebes serangkaian Ngodak Tapakan ring Pura Dalem Buangga.

“Kehadiran saya di tengah-tengah masyarakat, dalam acara Nebes serangkaian Ngodak Tapakan ring Pura Dalem Buangga ini, untuk meringankan beban masyarakat. Karena kita semua adalah umat sedharma dimana agama hindu ini banyak sekali waktu habis di adat, di umat sedharma ini banyak uang habis buat meyadnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersatu karena dengan bersatu setengah perjuangan akan berhasil jika tidak bersatu setengah perjuangan akan gagal maka dari itu masyarakat harus bersatu. Dan terakhir harapannya kepada Sangging yang wenang atau kasudi untuk memperbaiki pelawatan Ida Betara di pura ini agar benar-benar pelaksanaan pekerjaan yang paling Utama untuk masyarakat Buangga.

Pada kesempatan tersebut, sebagai bentuk motivasi dari Pemerintah Kabupaten Badung, Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan secara simbolis untuk acara ngodakin Tapakan Ida Betara Alit Pura Dalem Buangga sebesar Rp 1,8 miliar, untuk perbaikan Pura Puseh Buangga sebesar Rp3.313.481.000 dan scara peribadi Bupati Giri Prasta beri apresiasi anak-anak muda yang memainkan gamelan beleganjur sebesar Rp5 juta.

Sementara itu, Perbekel Desa Getasan menyampaikan banyak terimakasih atas kehadiran Bupati Giri Prasta bersama undangan lainnya, dimana masyarakat Banjar Buangga melaksanakan upacara Nebes serangkaian Ngodak Tapakan ring Pura Dalem Buangga dan terimakasih juga disampaikan mewakili masyarakat karena bapak bupati sudah membantu untuk acara ngodakan ini sebesar Rp 1,8 Miliar dan untuk perbaikan Pura Puseh Buangga sebesar Rp 3.313.481.000.

“Kami harapkan untuk masyarakat Buangga untuk bersatu seperti apa yang sering di ucap bapak bupati karena bersatu apa yang kita laksanakan pasti berjalan dengan lancar dan atas kehadiran Murdaning Jagat Badung sudah pasti bisa meringankan masyarakat kami dalam melaksanakan upacara Ngodak Tapakan Ida Betara, ” ucapnya. (rls)

Kemarau Panjang, Petani di Tabanan Beralih ke Palawija

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Made Subagia.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Made Subagia.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kemarau panjang yang berimbas pada kesulitan air di Kabupaten Tabanan membuat para petani beralih menamam palawija.

Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Made Subagia menerangkan, para petani banyak yang memilih menanam palawija dengan tanaman horti semusim misalnya jagung, kedelai, ketela rambat dan lainnya.

“Untuk sekarang yang sudah berpalawija jagung adalah Subak Aseman Kecamatan Selemadeg Timur sekitar 650 hektare lebih, dan di subak Soka Desa Antap juga sekarang palawija horti (Semangka),” lanjutnya.

Selain itu, kemarau panjang ini berdampak menurunnya debet air yang. Seperti di Subak Sungsang, Desa Tibubiyu, Kecamatan Kerambitan.

Dengan keadaan itu, para petani mencari cara agar tanaman-tanamannya tidak mati dan mengatasi kekeringan sementara serta menghemat penggunaan air dengan sistem sorog dari hulu ke hilir.

“Para petani juga mengatasi kondisi (kekeringan) ini dengan mengambil air dari perairan umum dengan menggunakan pompa isap air,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Tabanan Ni Made Murjani menerangkan, harga bahan pokok khususnya beras di sejumlah pasar Kabupaten Tabanan masih normal. Rata-rata harga beras berada di kisaran 14.000 hingga 15.000 per kilogram.

Bahkan, ketersediaan pangan selama musim kering ini masih terkendali untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Sementara ini kekeringan tidak terlalu berpengaruh terhadap harga beras di Kabupaten Tabanan untuk beberapa pasar harga beras masih datar dan belum ada kenaikan yang drastis,” jelasnya. (jas)

Program Badung Angelus Buana, Bupati Giri Prasta Serahkan Dana Hibah ke Kabupaten Bulelen

Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyerahkan dana hibah ke Kabupaten Buleleng untuk 235 penerima di Gedung Mr. I Gst Ketut Pudja (Gedung Imaco) eks. Pelabuhan Buleleng, Rabu (1/11).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Setelah ‘Badung Angelus Buana’ pemberian dana hibah ke Kabupaten Klungkung, Bangli, Gianyar, Karangasem, Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan dan Jembrana.

Selanjutnya Kabupaten Buleleng menerima dana hibah dari Kabupaten Badung untuk 235 penerima yang tersebar di  sembilan Kecamatan dengan total jumlah bantuan sebesar Rp53.975.925.942 pada Rabu (1/10/2023).

Kehadiran Bupati Badung Nyoman Giri Prasta bersama rombongan diterima dan disambut oleh ribuan masyarakat Buleleng dengan penampilan Tari Hanoman diiringi Tari Kecak dan kreasi seni Pencak Silat di Gedung Mr. I Gst Ketut Pudja (Gedung Imaco) eks. Pelabuhan Buleleng.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan, penyerahan dana hibah merupakan bentuk komitmen dari program ‘Badung Angelus Buana’ yang bermakna Badung Berbagi, dari Badung untuk Bal. Dengan tujuan meringankan beban masyarakat.

“Ketika kita lakukan program dana hibah ataupun bansos, disini akan muncul mamanya pemerataan ekonomi, disini juga akan muncul pemerataan pembangunan dan ketika pemerataan pembangunan dan ekonomi ini muncul kami pastikan di wilayah kita ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Giri Prasta mengatakan, pembangunan di Kabupaten Badung mengedepankan enam prinsip dasar pembangunan Kabupaten Badung. “Kita sebagai umat beragama apapun, semasih kita di Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib kita tegak lurus dengan regulasi, artinya Undang-Undang inilah yang mengatur kehidupan dan berkehidupan berbangsa dan bernegara,” imbuhnya.

Dirinya juga berpesan kepada masyarakat penerima hibah agar selalu bersatu padu melaksanakan semua program pembangunan di wilayah masing-masing.

“Saya ingin siapapun yang mendapatkan bantuan agar betul-betul dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. jangan sampai bantuan ini dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu saja,” pesan Bupati Giri Prasta.

Adapun bantuan kali ini untuk Kabupaten Buleleng sebesar Rp53.975.925.942. yang tersebar di sembilan kecamatan dengan jumlah penerima sebanyak 235.  Rinciannya empat penerima dengan jumlah bantuan Rp377.660.000 di Kecamatan Seririt, enam penerima dengan jumlah bantuan sebesar Rp2.150.723.000 di Kecamatan Sawan, 12 penerima dengan jumlah bantuan sebesar Rp 6.682.413.400 di Kecamatan Kubutambahan.

Kemudian, 20 penerima dengan jumlah bantuan sebesar Rp 3.387.700.700 di Kecamatan Busungbiu, 20 penerima dengan jumlah bantuan sebesar Rp 2.633.750.000 di Kecamatan Sukasada, 33 penerima dengan jumlah bantuan sebesar Rp 19.167.720.908 di Kecamatan Tejakula.

Selanjutnya, 34 penerima dengan jumlah bantuan sebesar Rp 3.872.414.500 di Kecamatan Buleleng, 36 penerima dengan jumlah bantuan sebesar Rp 9.409.694.434 di Kecamatan Banjar, dan terakhir di Kecamatan Gerokgak 70 penerima dengan jumlah bantuan sebesar Rp 6.293.849.000.

Sementara itu, Ketua Koordinator Program Angelus Buana di Kabupaten Buleleng Putu Supadma mengucapkan terimakasih kepada Bupati Giri Prasta dan Pemerintah Kabupaten Badung atas penyaluran hibah yang sudah terealisasi ke masing-masing rekening penerima hibah.

“Saya berharap kepada Bapak Bupati dan Pemerintah Kabupaten Badung untuk bisa terus melanjutkan program yang sangat luar biasa ini di tahun-tahun mendatang agar pemerataan pembangunan di Bali bisa terwujud sesuai dengan cita-cita krama Bali,” harapnya. (rls)

Praperadilan Jero Dasaran Alit Ditolak Hakim PN Tabanan

Sidang putusan Praperadilan Jero Dasaran Alit, Rabu (1/11/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Gugatan Praperadilan yang diajukan oleh Kadek Dwi Arnata alias Jero Dasaran Alit, tersangka kasus pelecehan seksual terhadap perempuan asal Buleleng, ditolak oleh Hakim Tunggal Pengadilan Negeri (PN) TSidang putusan Praperadilan Jero Dasaran Alit, Rabu (1/11/2023).

“Dengan ini, saya selaku hakim tunggal, mengadili dan menolak permohonan pemohon yakni Kadek Dwi Arnata dan menyatakan penetapan status tersangka terhadap Pemohon adalah sah dan sudah sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku,” tegas Hakim Tunggal Sayu Komang Wiratni dalam sidang.

Hakim juga membatalkan Gugatan Pemohon untuk membayar ganti rugi sebesar Rp100 juta kepada termohon serta membebaskan biaya persidangan.

Dengan ditolaknya permohonan Praperadilan dari Dasaran Alit ini, maka proses pemeriksaan terhadap Dasaran Alit sebagai tersangka terus berlanjut.

Terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tabanan AKP I Komang Agus Dharmayana menyebut, proses penyidikan terhadap Dasaran Alit sudah berkembang.

Dengan adanya putusan dari hakim ini maka Polres Tabanan sudah melakukan pelimpahan tahap awal.

“Penyidik akan berupaya merampungkan pemberkasan atas penyidikannya. Dan tentunya kami terus on the track hingga berkasnya dilimpahkan ke kejaksaan atau P-21,” Terangnya.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Tabanan I Dewa G.P Awatara menyatakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan sudah membentuk tim. Meskipun kasus penyidikan terhadap Dwi Arnata baru memasuki pelimpahan tahap awal.

“P16 sudah diterbitkan, Ibu Kajari (Ni Made Herawati) menjadi ketua tim P-16 nya. Termasuk saya sendiri juga ada di dalam tim tersebut, dalam tim ada sebanyak lima sampai enam orang yang dilibatkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Jero Dasaran Alit Benny Hariyono mengatakan, pihaknya menghormati keputusan pengadilan ini.

“Kami menghormati putusan pengadilan dalam proses pengajuan Praperadilan ini. Kami tetap mengikuti proses hukum selanjutnya karena ini Praperadilan tahap penyidikan,” ungkapnya.

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Berbagi Kepada Penyandang Disabilitas hingga Penderita Kanker 

Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat melaksanakan Aksi Sosial 'Menyapa dan Berbagi' yang dikhususkan bagi Penyandang Disabilitas, Penderita Kanker dan Tuberkulosis.
Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat melaksanakan Aksi Sosial 'Menyapa dan Berbagi' yang dikhususkan bagi Penyandang Disabilitas, Penderita Kanker dan Tuberkulosis.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Wujud perhatian Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, terus tertuang melalui berbagai gebrakan aksi nyata dan gerakan sosial yang dilancarkannya di masyarakat.

Salah satunya pada hari ini, pihaknya melaksanakan Aksi Sosial ‘Menyapa dan Berbagi’ yang dikhususkan bagi Penyandang Disabilitas, Penderita Kanker dan Tuberkulosis serta dilanjutkan dengan Penyerahan Kursi Roda, Tongkat Kaki Empat dan Bedah Kamar ODGJ yang dipusatkan di Kecamatan Pupuan, Rabu (1/11/2023). Kegiatan ini akan dilaksanakan secara road show di seluruh Kecamatan di Kabupaten Tabanan.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Pengurus TP. PKK Kabupaten Tabanan, Kepala Perangkat Daerah Terkait, Camat Pupuan beserta Jajaran, Perwakilan Organisasi Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Pengurus Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolusis Indonesia (PPTI), Pengurus Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S), Perbekel beserta Ketua TP PKK Desa se-Kecamatan Pupuan dan para Kader, disambut dengan sangat antusias oleh para penerima bantuan sosial serta masyarakat yang memadati lokasi pagi itu.

Pemberian bantuan dipusatkan pada acara pertama yang berlangsung di Balai Desa Munduk Temu. Bantuan diberikan kepada 30 penyandang disabilitas berupa bantuan beras, minyak goreng, telur dan mie instan.

Dari PPTI diberikan kepada dua penderita Tuberkolusis, yakni bantuan beras, gula, kacang hijau, susu, sarden dan mie instan. Dilanjutkan dari YKI bantuan kepada empat penderita kanker yang terdiri dari beras, gula, kacang hijau, minyak goreng dan telur sedangkan dari K3S diberikan bantuan berupa enam kursi roda, enam tongkat kaki empat dan 6 bedah kamar untuk warga yang mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ).

Kehadiran Srikandi Tabanan saat itu, tidak hanya berfokus untuk memberikan bantuan, namun terlebih untuk bertemu, dan bertatap muka sekaligus mengalirkan semangat bagi para penerima bantuan.

“Saya hadir untuk bertatap muka sekaligus ingin memberikan perhatian dan uluran tangan yang sekiranya nanti bisa bermanfaat untuk bapak ibu semuanya. Di kesempatan ini saya juga berharap, mari kita semua semangat, khususnya setelah kita terdampak Covid 19 dan saya berharap semeton saudara-saudara kita yang disabilitas, kanker dan tuberkolusis jangan pernah putus asa,” ujar Bunda Rai pagi itu.

Mengkhususkan tujuan, Bunda Rai melalui sinerginya, menggandeng serta beragam organisasi yang bergerak di bidang kesehatan yang memang berfokus untuk memberikan perhatian pada para penerima bantuan terkait. Sebagaimana Srikandi Tabanan tersebut terus menggaungkan semangat bagi warga yang hadir, dirinya juga terus memotivasi untuk terus meningkatkan kelebihan yang dimiliki.

“Mari kita tonjolkan yang kita miliki, sebagai Ketua Dekranasda, saya memberikan ruang kepada para penyandang disabilitas dan penyandang kanker yang memiliki usaha, untuk ikut serta dalam event di Kabupaten Tabanan, salah satunya yang terdekat adalah HUT Kota. Kami mengundang teman-teman di Kecamatan Pupuan untuk ikut berpartisipasi dalam Pameran IKM/UMKM yang akan diselenggarakan di bulan November mendatang,” sebutnya.

Sebagai bentuk perhatinnya yang lebih lanjut, pihaknya juga sekaligus mengumumkan rencananya dalam membangun rumah singgah bagi pasien penderita kanker dalam waktu dekat. Yang tujuannya sudah tentu untuk meringankan beban para penderita kanker dan keluarganya.

“Rumah singgah dapat memudahkan pasien dan keluarganya yang tempat tinggalnya jauh dari rumah sakit Tabanan, dapat tinggal di Rumah Singgah selama pengobatan. Astungkara semoga gagasan mulia ini bisa cepat terwujud. Jangan patah semangat dan pengobatan jangan sampai terhenti,” paparnya.

Menyambut misi mulia dari Ketua TP PKK Tabanan tersebut, warga Kecamatan Pupuan menyambut dengan antusiasme yang tinggi. Ny. Dwi Wahani Wirawan selaku Ketua TP PKK Kecamatan Pupuan yang saat itu mewakili masyarakat, sampaikan ungkapan terima kasihnya atas kehadiran dan perhatian yang dicurahkan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan.

“Saya sampaikan apresiasi dan terima kasih sebanyaknya atas kepedulian Ibu Ketua dan Tim Kabupaten untuk warga kami yang membutuhkan bantuan khusus, semoga kegiatan sosial ini dapat berkelanjutan, karena sangat bermanfaat dan dirasakan oleh masyarakat,” sebutnya.

Agenda kedua Aksi sosial tersebut dilanjutkan secara roadshow dengan kunjungan langsung Bunda Rai ke rumah huni penyandang gangguan kejiwaan (ODGJ) di Desa tersebut. (rls)

Bupati Sanjaya Hadiri Peresmian 10 Griya Restorative Jutice Tabanan

Bupati Tabanan Hadiri Peresmian Griya Restorative Jutice (RJ) Oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Serentak di 10 Kecamatan di Tabanan
Bupati Tabanan Hadiri Peresmian Griya Restorative Jutice (RJ) Oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Serentak di 10 Kecamatan di Tabanan

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Wujud kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam melaksanakan salah satu dari asta program, yakni Pembangunan Hukum yang Berkeadilan, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan Peresmian Griya Restorative Justice Adhyaksa (RJ) oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Rabu (1/11/2023).

Dilaksanakan serentak di 10 Kecamatan di Kabupaten Tabanan, kegiatan dipusatkan di Kantor Camat Kediri.

Gagasan berdirinya Griya Restorative Justice (RJ) mulanya telah dirintis sejak tahun lalu oleh Jaksa Agung sebagai wadah bagi masyarakat untuk berkonsultasi hukum kepada Jaksa serta sebagai alternatif penyelesaian perkara pidana dengan mengedepankan dialog dan mediasi yang melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban dan pihak lain yang terkait.

Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Narendra Jatna mengatakan, pembentukan Rumah Restorative Justice (RJ) dapat menjadi tempat bagi aparat penegak hukum khususnya Jaksa untuk dapat mengaktualisasikan budaya luhur Bangsa Indonesia, yaitu musyawarah mufakat dalam proses penyelesaian perkara.

“Pembentukan rumah Restorative Justice diharapkan dapat menjadi contoh untuk menghidupkan kembali peran tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama dengan penegak hukum, khususnya Jaksa dalam proses penegakan hukum yang berorientasikan pada keadilan substansif,” jelasnya.

Pihaknya berharap, semangat membangun rumah Restorative Justice (RJ) agar terus dimaknai filosofinya di kemudian hari, serta pembentukan rumah ini agar menjadi salah satu wujud nyata dan sebagai langkah awal dalam mewujudkan cita-cita untuk mewujudkan keadilan substansif yang diharapkan masyarakat.

Selaras dengan harapan Kejati Bali, Bupati Sanjaya menyambut baik pembangunan Griya Restorative Justice (RJ), sebagai wujud kolaborasi pembentukan hukum yang berkeadilan.

“Selaku Kepala Daerah, kami menyambut dengan antusias dan memerintahkan kepada jajaran dan para Camat untuk berkolaborasi dalam pembentukan Griya Restorative Justice (RJ) dengan menyiapkan ruang rapat yang ada di seluruh Kantor Camat agar dapat dimanfaatkan untuk mendukung kehadiran Restorative Justice. Hal ini sejalan dengan spirit salah satu program dari Asta program yaitu pembangunan hukum yang berkeadilan,” jelas Sanjaya.

Selanjutnya orang nomor satu di Tabanan itu juga sampaikan penghargaan, apresiasi dan selamat atas peresmian Griya Restorative Justice (RJ) serta maenghimbau pemanfaatannya, sehingga peranan tokoh adat, tokoh masyarakat dan aparatur yang dinaungi oleh Griya Restorative Justice (RJ) bisa dimaksimalkan untuk menyelesaikan permasalahan yang sekiranya dapat didamaikan tanpa harus menempuh proses pembinaan yang justru dapat menambah kerugian semua pihak.

“Melalui konsep keadilan restoratif ini, diharapkan kehidupan harmonis di lingkungan masyarakat dapat pulih kembali. Atas peresmian Griya Restorative Justice ini, semoga dapat selalu berkolaborasi dengan upaya kami dalam pembentukan hukum yang berkeadilan sebagai program untuk mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),” imbuh Sanjaya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Tabanan Ni Made Herawati menyampaikan, pembentukan Griya RJ Adhyasa dilaksanakan secara serentak di sepuluh Kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan.

“Diharapkan dengan dibentuknya Griya RJ Adhyaksa, menjadi sarana alternatif pemecahan permasalahan penegakan hukum tertentu yang belum dapat memulihkan kedamaian dan harmoni dalam masyarakat,” jelasnya.

Griya RJ Adhyaksa juga diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman secara komprehensif tentang manfaat dari penyelesaian tindak pidana melalui konsep Restorative Justice serta Tupoksi bidang lain yang ada di Satker Kejaksaan Negeri Tabanan.

Adapun peresmian RJ dihadiri langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Dr. Narendra Jatna., S.H, LLM, Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Bali, serta Kepala Bagian Tata Usaha Kejati Bali, Ida Cokorda Anglurah Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Jajaran Forkopimda Tabanan, Sekda Tabanan, Para Kepala OPD Terkait di lingkungan Pemkab beserta Camat se-Kabupaten Tabanan. (rls)