- Advertisement -
Beranda blog Halaman 576

Hadirkan Narasumber Luar Negeri Bupati Bangli Buka Seminar dan Workshop Eco Enzyme Selamatkan Bumi

Seminar dan Workshop Eco Enzyme Selamatkan Bumi.

 

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Eco Enzyme merupakan hasil dari fermentasi limbah organik segar seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air yang memiliki spesifik warna coklat gelap serta aroma fermentasi asam manis yang kuat. Eco-enzyme memiliki beragam manfaat, antara lain sebagai pupuk tanaman, pembersih kloset, pengusir tikus, sabun cuci piring, pembersih sayuran, dan obat kumur.

Dalam rangka mensosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat Bangli tentang manfaat dan kegunaan eco enzyme, Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Forum Penggiat Lingkungan Bali menyelenggarakan Seminar dan Workshop Eco Enzyme Selamatkan Bumi.

Dengan menghadirkan peserta dari perwakilan seluruh OPD dilingkungam Pemkab Bangli, BUMD, Ketua TP.PKK Kecamatan, Ketua TP.PKK Desa dan Kelurahan di Kabupaten Bangli, Karang Taruna serta para penggiat lingkungan, seminar dibuka secara resmi oleh Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, pada Sabtu (16/9/2023) bertempat di Gedung Bukti Mukti Bhakti Kantor Bupati Bangli.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta,Seminar dan Workshop Eco Enzyme Selamatkan Bumi.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Ketua TP.PKK Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, Ketua GOW Kabupaten Bangli, Ny.Suciati Diar, serta Pimpinan OPD terkait dilingkungan Pemkab Bangli.

Peserta sangat antusias dan bersemangat mengikuti seminar dan work shop tersebut, karena seminar dibawakan dengan sangat apik oleh narasumber yang sudah kompeten, yakni dr.Joean Oon. Yang mana dr.Joaean Oon merupakan seorang Dokter Naturopati, Homeopati, Antroposofis, Pelopor Gerakan Sosial Pendidikan Kesehatan dan Pelestarian Lingkungan, dan Promotor Eco Enzyme Internasional, Pembina Komunitas Enzim Bakti China, Malaysia, Indonesia, Taiwan, Australia dan New Zealand, Kepala Pusat Perawatan Naturopati dan Ketua Tim Antroposofi Malaysia.

dr.Joean mengatakan, bahwa eco enzyme bersifat Katalisis bioaktif, peran dekomposisi, transformasi, dan reorganisasi. Menguraikan senyawa organik yang tidak larut menjadi senyawa organik yang larut dalam air. Enzim dengan pH di bawah 3,5 dapat matang, stabil dan disimpan untuk waktu yang lama. Proses produksinya tidak menggunakan bahan kimia sintetik apapun, dalam proses pembuatannya dapat saling mempromosikan dan membentuk ekosistem enzim yang kompleks dan stabil dengan berbagai fungsi, yang dapat menghambat aktivitas mikroorganisme berbahaya, terutama bakteri patogen dan bakteri pembusuk.

dr.Joean menambahkan bahwa cairan eco enzyme ini bukan hanya untuk pemurnian air danau saja, tetapi lebih kepada upaya pengelolaan sampah organik agar tidak terjadinya timbunan sampah organik yang berakibat munculnya gas metan ataupun carbondioksida yang berefek terhadap perkembangan gas rumah kaca, serta manfaat lainnya seperti kesehatan dan pembersih lingkungan rumah tangga.

Sememtara itu Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya baru mengenal cairan eco enzym tersebut baru sekitar setahun, kemudian melalui intsruksi Bupati Bangli pihaknya menginstruksikan segenap ASN, BUMD, Sekolah dan komunitas yang ada di Bangli untuk membuat cairan eco enzyme. Sampai saat ini, ditahap pertama telah menghasilkan 237 ton cairan eco enzym yang sudah dituangkan sebanyak 120 ton, secara berkala di perairan danau batur. Yang mana penuangaanya dilaksanakan setiap dua minggu sekali dengan jumlah 20 ton per sekali penuangan.

Untuk tahap kedua juga sudah disiapkan sebanyak 250 ton cairan eco enzym yang melibatkan seluruh OPD, Sekolah, BUMN, BUMD, Instansi Vertikal, Tim Advokasi, Tim Percepatan, Pemerintah Desa, Tim Penggerak PKK Kabupaten dan Desa, serta Desa Adat, yang akan dituangkan pada penuangan tahap berikutnya.

Sedana Arta menambahkan, eco enzyme ini merupakan cairan sejuta manfaat, terbukti saat ini perairan danau batur sudah mulai terlihat bening, serta biota di dalamnya, seperti ikan sudah mulai bertumbuh lebih baik, sehingga dapat menunjang perekonomian masyarakat setempat.

Bupati Bangli mengucapkan terimakasih kepada Forum Penggiat Lingkungan Bali, yang telah mensosialisaaikan enco enzym ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kelestarian lingkungan khususnya di Kabupaten Bangli.

Kurir Sabu Jaringan Malaysia-Bali Dibekuk BNNP – Bea Cukai Bandara Ngurah Rai

Kurir sabu jaringan Malaysia-Bali diamankan BNNP Bali.
Kurir sabu jaringan Malaysia-Bali diamankan BNNP Bali.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Tim Berantas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali bersinergi dengan petugas Bea Cukai Bandara I Gusti Ngurah Rai berhasil membekuk jaringan narkoba jenis sabu Malaysia – Bali. Penangkapan berlangsung di Bandara Ngurah Rai, Kamis (14/2023/2023).

Tim berhasil menyita barang bukti sabu sebanyak 4 paket yang dibungkus dengan alat kontrasepsi dan disembunyikan dalam perut dengan berat 205,5 gram bruto atau 172,18 gram netto.

“Pelaku mengunakan modus sembunyikan sabu dalam perut,” terang Kepala BNNP Bali Brigjen Nurhadi Yuwono, Sabtu (16/9/2023).

Dia menjelaskan tersangka yang terlibat dalam kasus ini berinisial ABZ asal Johor Malaysia yang berperan sebagai kurir.

Selanjutnya, tim menyita barang bukti terhadap pelaku dilakukan penangkapan. Kemudian dibawa ke kantor BNNP Bali guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

“Pelaku sudah ditahan dan keteranganya masih didalami untuk mengungkap jaringan narkoba lainnya,” kata mantan Kepala BNNP NTT ini.

Nurhadi Yuwono menegaskan, pihaknya akan tetap berkomitmen memberantas narkoba hinga ke akar-akaranya.

Belum lama ini pihaknya juga telah menangkap jaringan narkoba Medan-Bali di Seririt Buleleng berinsial KD dengan barang bukti 7 kilogram ganja kering. (ana)

Bentuk Kepedulian Lingkungan, Bupati Sanjaya Pimpin Aksi Bersih Sungai Yeh Sungi

Bupati Sanjaya bersama jajaran melaksanakan aksi bersih-bersih di aliran Tukad Yeh Sungi , Jumat (15/9/2023).
Bupati Sanjaya bersama jajaran melaksanakan aksi bersih-bersih di aliran Tukad Yeh Sungi , Jumat (15/9/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Salah satu bentuk kepedulian Pemkab Tabanan terhadap kebersihan lingkungan, terutama dari sampah plastik ditunjukkan langsung dengan melakukan aksi bersih-bersih di aliran Tukad Yeh Sungi yang dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.

Aksi ini juga diikuti oleh masyarakat Desa Pandak Bandung dan menggandeng LSM Sungai Watch dan unsur terkait lainnya, Jumat (15/9/2023).

Kehadiran Bupati yang saat itu didampingi Wakil Bupati, Sekda, para Asisten dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, sontak menambah semangat dari seluruh masyarakat yang turut andil dalam aksi tersebut.

Tidak dipungkiri, kebersihan lingkungan dari sampah apalagi sampah plastik, sangat perlu digalakan. Untuk itu, Bupati Tabanan sangat aktif mendukung aksi kebersihan yang dilakukan masyarakat ataupun pihak terkait lainnya.

“Jujur, kita di Pemerintah Kabupaten Tabanan mempunyai kekurangan dan buktinya kita turun dalam aksi bersih-bersih sungai ini. Syukur juga ada Sungai Watch dan LSM lainnya, yang peduli dengan alam Tabanan khususnya terkait dengan sampah. Apalagi di hari yang baik ini adalah hari clean up sampah sedunia yang wajib dijadikan momentum untuk meningkatkan kebersihan alam kita,” ujar Sanjaya.

Apalagi ditambahkannnya, bahwa Tabanan memiliki banyak sungai dan pantai yang sering mendapat sampah kiriman. Keadaan alam yang tidak bisa diprediksi, harus disiasati dengan kesadaran dari seluruh elemen masyarakat.

Untuk itu, Sanjaya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat Tabanan agar lebih sadar dan meningkatkan arti penting membuang sampah pada tempatnya.

“Saya menyarankan kepada seluruh masyarakat Tabanan, Adat, PKK, anak-anak muda, SMA, pedagang, semuanya, ayo buang sampah pada tempatnya. Disamping itu, ada Perda juga yang mengatur tentang sampah, Perda di Provinsi, Perda di Kabupaten biar tidak cuma sekedar Perda saja, mari kita tegakan bersama-sama dengan tidak membuang sampah sembarangan,” pinta Sanjaya.

Selain itu, Bupati Sanjaya juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu berkontribusi karena masalah sampah bukan hanya tanggungjawab pemerintah, namun merupakan tanggungjawab bersama. Bila itu bisa diwujudkan bersama-sama, niscaya Tabanan pada khususnya menjadi Tabanan yang lebih indah dan bersih, serta Sanjaya juga menekankan kepada seluruh jajaran agar mengoptimalkan pelayanan terkait dengan sampah.

Perbekel Desa Pandak Bandung Gede Made Oka Merta mengucapkan, selamat datang kepada Bupati beserta jajaran dan sungai watch yang selalu memfasilitasi untuk melakukan kebersihan bersama-sama. Sampah ini disamping merupakan kirimin, dan aja juga dari masyarakat yang tidak bertanggungjawab membuang sampah ke sungai.

“Yang terlibat di dalam kebersihan ini adalah semua unsur, mulai dari Pemdes, BPD, LPM, Karang Taruna, Sekaa Teruna dan juga tokoh tokoh adat, kelompok bank sampah yang ada di desa kami. Kebersihan ini kami laksanakan bertahap, bahkan melibatkan anak-anak sekolah sedari usia dini,” ungkapnya.

Untuk menindak para pembuang sampah sembarangan, pihaknya menambahkan di desa adat sudah ada peraturan dan di desa dinas belum secara resmi tetapi nanti kedepan tetap dihimbau dari desa dinas dengan himbauan agar selalu membuang sampah pada tempatnya dan edukasi pun telah dilakukan di masyarakat secara berkelanjutan. (rls)

Jalankan Program Bungan Desa, Bupati Tabanan Tinjau Potensi Keramik di Desa Selanbawak

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menjalankan program Ngantor Di Desa di kantor Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, Tabanan
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menjalankan program Ngantor Di Desa di kantor Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, Tabanan

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Setelah sukses meraih ragam penghargaan atas program-program unggulan di Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya kembali lancarkan aksinya menjalankan program populer Bupati Ngantor Di Desa atau yang biasa dikenal dengan ‘Bungan Desa’ yang kali ini berlangsung di kantor Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, Tabanan, Jumat (15/9/2023).

Konsistensi Bupati Sanjaya dalam mengedepankan pelayanan yang optimal langsung menyasar ke masyarakat, dibuktikannya melalui program Bungan Desa yang memberikan dampak positif pada kemajuan masyarakat di masing-masing desa.

Termasuk di antaranya yakni meninjau IKM MK Keramik yang menjadi potensi unggulan Desa Selanbawak. MK keramik ini merupakan IKM yang sempat ditampilkan mewakili Tabanan dalam acara Kriyanusa 2023 di Jakarta.

Kerajinan yang diinisiasi oleh pemuda asli Tabanan I Nyoman Agus Saputra dan dikembangkan sejak masa pandemi Covid-19 di tahun 2021, kini sudah mendunia melalui hasil ekspor ke Kanada, Australia dan Singapore.

Di kesempatan itu, Bupati Sanjaya beserta jajaran juga diajak meninjau konsep pembuatan mulai dari proses pembuatan manual, percetakan, pembakaran, sampai barang jadi.

Lebih lanjut, Bupati beserta rombongan juga meninjau pelayanan Kesehatan serta posyandu Kesehatan, serta memberikan bantuan kacamata. Selain itu, Bupati Sanjaya juga melakukan penanaman pohon Tabebuya di depan Sekolah Dasar no 2 Selanbawak dan juga penanaman biopori secara simbolis. Kemudian rombongan melanjutkan tinjauan Pelayanan KB, Bumdes Tulus Nadi, Pelayanan OPD dan peninjauan Kuliner UMKM serta IKM lainnya.

Program Bungan Desa ini, tercatat sudah berlangsung selama 35 kali, dari tujuan 133 Desa di Tabanan. di mana, dalam pelaksanaannya tak hanya untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, tetapi lebih kepada penyatuan pola pendekatan pembanguan yang ada di Desa, bagaimana menyambungkan program-program yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Desa, yang tujuannya adalah satu, yakni mensejahterakan masyarakat.

“Bagaimana mewujudkan kesejahteraan ini, sehingga masyarakat ini menjadi Aman, Unggul dan Madani. Itulah tujuan kita berkantor di Desa, bahkan di 133 Desa nantinya akan menjadi Desa yang berdikari dan mandiri. Jadi apapun yang kita lakukan di Pemerintahan Kabupaten Tabanan pastinya memiliki Tujuan,” jelas Sanjaya.

Baginya, kegiatan berkantor di desa, sudah barangtentu dibarengi oleh program-program Kabupaten yang sesuai dan berhubungan dengan program desa.

“Kita menyambungkan, semua kepala OPD ini memiliki program yang juga beririsan dengan program di desa, kalau kita sudah tau apa yang menjadi kebutuhan desa, apa yang juga diinginkan oleh desa dan masyarakat itu, kenapa tidak kita kawinkan program ini, sehingga mempermudah dan mempercepat proses kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Sanjaya meyakini, sinergitas antar desa, kabupaten, provinsi dan pusat harus saling beriringan.

Seperti halnya program Semara Ratih yang saat ini menjadi program unggulan Kabupaten dan telah meraih ragam apresiasi dan penghargaan dari kementerian, mulanya adalah dampak dari Bungan Desa yang berfokus pada pendekatan ke masyarakat.

Tanpa komunikasi secara 2 arah, pemerintah pastinya sulit mengetahui potensi desa dan membantu mengembangkannya. Maka dari itu, Sanjaya menjelaskan, bahwa program Bungan Desa adalah program yang memberikan dampak baik bagi kemajuan masing-masing desa di Tabanan.

Di kesempatan itu, Perbekel Desa Selanbawak I Made Mertha ungkapkan terima kasih kepada Bupati Tabanan yang telah berkunjung dan memberikan perhatian langsung bagi masyarakat.

“Terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati yang pada hari ini menyapa desa kami, mudah-mudahan mampu ikut membangun Tabanan, kami juga berharap Bapak tetap mendampingi kami, sehingga pergerakan desa setiap tahun ada peningkatan. Kami juga sangat berterima kasih telah memperbaiki jalan yang rusak, seperti harapan kami, dan harapan saya untuk warga Desa Selanbawak agat kondisi jalan bisa kita jaga bersama,” terang Made Mertha

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan MOU oleh Direktur Bumdes Tulus Nadi Desa Selanbawak dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tabanan yang disaksikan oleh Bupati Tabanan, dilanjutkan dengan penyerahan simbolis peresmian kantor Perisai oleh Bupati Tabanan, serta penyerahan BKB Kit Stunting kepada Desa Selanbawak, Desa Tua dan Desa Petiga Kecamatan Marga, penyerahan secara simbolis penghargaan KBN Bali, penyerahan kartu BPJS ketenagakerjaan dan penyerahan claim BPJS serta paket sembako.

Seniasih Giri Prasta Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Anak Yatim Piatu

Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta menyerahkan bantuan untuk Lansia dan Anak Yatim Piatu di Balai Banjar Tiyingan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Jumat (15/9).
Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta menyerahkan bantuan untuk Lansia dan Anak Yatim Piatu di Balai Banjar Tiyingan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Jumat (15/9).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta, menghadiri kegiatan arisan TP. PKK Kabupaten Badung yang dirangkai dengan penyerahan bantuan untuk Lansia dan Anak Yatim Piatu dari Dinas Sosial Kabupaten Badung, bertempat di Balai Banjar Tiyingan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Jumat (15/9/2023).

Bantuan diberikan kepada 75 orang dan akan berlanjut mengunjungi 5 lansia yang ada di Banjar Pelaga untuk diberikan bantuan yang sama. Bantuan ini juga akan berlanjut ke daerah-daerah banjar yang lain yang memang benar-benar membutuhkan.

Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta menyampaikan rasa syukur dan bahagia bisa hadir langsung bersama Dinas Sosial Kabupaten Badung di Banjar Adat Tiyingan.

Kegiatan ini merupakan program dari TP. PKK Kabupaten Badung untuk hadir ditengah-tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan seperti Anak Yatim Piatu, Lansia.

“Kehadiran saya bersama TP PKK untuk membantu anak Yatim Piatu dan Lansia yang benar-benar lansia dan memang benar membutuhkan, itulah sasaran kami dan mudah-mudahan kehadiran saya di Banjar Tiyingan ini bisa membantu dan jangan dilihat dari apa yang saya bawa dan berikan, tapi semua merupakan kepedulian saya selaku Ketua TP. PKK Kabupaten Badung untuk selalu bisa membantu dan meringankan masyarakat yang ada di Banjar Tiyingan,” ucapnya.

Sementara itu, Manggala Adat dan Manggala Dinas Banjar Tiyingan mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran Ibu Ketua TP. PKK Kabupaten Badung bersama anggota serta Dinas Sosial Kabupaten Badung ke Banjar Adat Tiyingan untuk memberikan bantuan berupa sembako kepada warga yang memang benar-benar membutuhkan.

“Kehadiran Ibu Ketua Tim Penggerak PKK bersama rombongan ini memang sangat kami harapkan apalagi dengan program-programnya yang sangat kami dukung untuk meringankan beban masyarakat kami yang ada di Tiyingan ini, untuk itu kami harapkan lagi program-program seperti ini selalu berkelanjutan untuk membantu masyarakat kami yang benar-benar membutuhkan,” ungkapnya.

Hadir dalam kesempatan Kepala Dinas Sosial yang diwakili Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Badung A.A Istri Swandewi bersama Tim dari Dinas Sosial Badung, anggota TP. PKK Kabupaten Badung, Anggota TP. PKK Kecamatan dan TP. PKK Desa serta masyarakat setempat. (rls)

Fasos dan Fasum Jadi Atensi Khusus Kebijakan Pemkab Badung

Wabup Ketut Suiasa saat menerima audiensi warga Perumahan Taman Mumbul, Banjar Mumbul, Kelurahan Benoa di terima di Ruang Nayaka Gosana II, Puspem Badung, Jumat (15/9/2023).
Wabup Ketut Suiasa saat menerima audiensi warga Perumahan Taman Mumbul, Banjar Mumbul, Kelurahan Benoa di terima di Ruang Nayaka Gosana II, Puspem Badung, Jumat (15/9/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menerima audiensi 20 orang warga Perumahan Taman Mumbul, Banjar Mumbul, Kelurahan Benoa bertempat di terima di Ruang Nayaka Gosana II, Puspem Badung, Jumat (15/9/2023).

Audiensi terkait Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (Fasos/Fasum) di Perumahan Taman Mumbul tersebut dihadiri oleh Kadis Perkim A.A Ngurah Bayu Kumara Putra beserta jajaran, perwakilan BPKAD, perwakilan BPN Badung, perwakilan Camat Kuta Selatan, perwakilan Kelurahan Benoa, Kepala Lingkungan Banjar Bualu Nyoman Kariana Wirawan, perwakilan Pengembang Perumahan dari PT. Pulau Taman, I Ketut Darmadi serta warga Perum Taman Mumbul.

Wabup Suiasa menyampaikan untuk menjalankan roda pemerintahan yang baik guna mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih (Good Governance dan Clean Government) dalam menjalankan fungsinya dibutuhkan dukungan dari semua pihak baik pemerintah, masyarakat dan swasta.

“Kita coba bersama-sama berkomunikasi dan koordinasi untuk berpikir mencari solusi dalam rangka melakukan sesuatu untuk menyelenggarakan pemerintah daerah yang baik serta menjalankan roda pemerintahan baik, mari sama-sama wujudkan apa yang menjadi kewajiban kita dalam mengatur negara ini,” ujarnya.

Menurut Suiasa, Fasos dan Fasum menjadi atensi khusus melalui kebijakan pemerintah, wilayah Kuta dan Kuta Selatan masih banyak perumahan fasos dan fasumnya yang tidak beres.

“Saya minta kepada Kepala Dinas Perkim untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kalau fasum dan fasosnya ditertibkan dan dikelola dengan baik, diserahkan ke pemerintah daerah maka itu pasti akan kita tata dan benahi untuk masyarakat,” tegasnya.

Khusus  perumahan taman mumbul, untuk fasos/fasum yang sudah diserahkan dan sudah menjadi aset Pemkab Badung dengan dikuatkan bukti penyerahan dan sertifikat akan segera ditindaklanjuti untuk peningkatan sarana dan prasarana pada anggaran perubahan tahun 2024 yaitu peningkatan jalan dan pengadaan LPJ.

Untuk beberapa fasos dan fasum yang belum diserahkan menjadi aset Pemkab Badung untuk segera di telusuri, ditindaklanjuti dan menyelesaikannya agar pemerintah segera memberikan pelayanan kepada masyarakatnya.

Sementara itu, Kepala lingkungan Bualu mewakili warga Perum Taman Mumbul menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati karena sudah merasa lega, karena satu masalah dari beberapa masalah yang ada sudah ada titik temu.

Untuk beberapa fasos dan fasum yang belum diserahkan menjadi aset Pemkab akan selalu dikoordinasikan dengan BPN, Perkim, Bagian Aset dan pengembang untuk segera menyelesaikan peta blok agar segera bisa di proses dan terselesaikan. (rls)

 

DWP Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalteng Kunjungi DWP Badung

Ketua DWP Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menerima rombongan DWP Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah yang dipimpin Nyonya Sari Parwati Tony Harisinta di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (15/9/2023).
Ketua DWP Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menerima rombongan DWP Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah yang dipimpin Nyonya Sari Parwati Tony Harisinta di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (15/9/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Rombongan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah yang dipimpin Nyonya Sari Parwati Tony Harisinta melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Badung.

Kunjungan kerja ini terkait dengan studi tiru dan program kerja dari DWP Badung yang nantinya dapat digunakan di Kabupaten Pulang Pisau.

Rombongan diterima langsung oleh Ketua DWP Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (15/9/2023).

Ketua DWP Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa mengatakan, Kabupaten Badung terdiri dari enam Kecamatan dan didukung oleh berbagai jenis objek wisata pantai, desa wisata maupun objek wisata lainnya.

“Semoga dengan kunjungan DWP Kabupaten Pulang Pisau ke Badung akan berdampak pada PAD kami. Saya memberikan apresiasi semoga kegiatan hari ini bisa bermanfaat untuk diterapkan di Kabupaten Pulang Pisau dan melalui kegiatan ini pula kita bisa saling sharing/berbagi ilmu yang kita miliki,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Pulang Pisau Nyonya Sari Parwati Tony Harisinta berterima kasih kepada ibu Ketua DWP Kabupaten Badung, yang telah menerima rombongan DWP Kabupaten Pulang Pisau.

“Kabupaten Badung sangatlah menonjol, sehingga kami bersama rombongan pengurus DWP Kabupaten Pulang Pisau memilih Kabupaten Badung sebagai tempat untuk kami lakukan kunjungan maupun menambah wawasan kami terkait studi tiru berkenaan dengan program kerja, pengetahuan dan kegiatan kami untuk bahan pertimbangan untuk kedepan di Kabupaten Pulang Pisau,” jelasnya. (rls)

Bupati Sanjaya Buka Open Karate Tournament KKI Debes Cup III

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya membuka Kejuaraan Open Karate Tournament KKI Debes Cup III, memperebutkan Piala Ganjar Pranowo Tahun 2023 Bali - Nusra - Jawa yang berlangsung di GOR Debes, Tabanan, Jumat (15/9/2023). 
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya membuka Kejuaraan Open Karate Tournament KKI Debes Cup III, memperebutkan Piala Ganjar Pranowo Tahun 2023 Bali - Nusra - Jawa yang berlangsung di GOR Debes, Tabanan, Jumat (15/9/2023). 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya membuka Kejuaraan Open Karate Tournament KKI Debes Cup III, memperebutkan Piala Ganjar Pranowo Tahun 2023 Bali – Nusra – Jawa yang berlangsung di GOR Debes, Tabanan, Jumat (15/9/2023).

Dalam turnamen yang dijadwalkan berlangsung 15 – 17 September 2023 mendatang, Bupati Sanjaya sampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang akan beraksi memperebutkan piala Ganjar Pranowo 2023 ini, khususnya yang berasal dari luar daerah.

“Kegiatan turnamen ini pada dasarnya bertujuan untuk menunjukkan dan membangun rasa kebersamaan dan persaudaraan antar perguruan demi meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan. Saya berharap, kegiatan yang dilakukan ini juga mempunyai nilai sosial kepada kalangan generasi muda dan masyarakat untuk lebih meningkatkan rasa persatuan, sebagaimana sering disampaikan Bapak Ganjar di berbagai kesempatan,” ungkap Sanjaya.

Orang nomor satu di Tabanan itu juga berharap, kejuaraan ini dapat menjadi ajang untuk menjaring bibit-bibit olahragawan karate bagi para generasi muda serta seluruh peserta mampu menjadikan ajang ini sebagai sarana menempa diri.

“Berlakulah sportif, tunjukkan spirit pantang menyerah dan junjung nilai-nilai kebersamaan serta kejujuran. Inilah nilai dasar yang akan terus kita tumbuhkan khususnya bagi generasi muda di kabupaten Tabanan,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Umum KKI Tabanan I Gusti Made Suryantha Putra menyampaikan, KKI diharapkan dapat terus mempertahankan Kerjurnas yang akan dilakukan di tahun-tahun mendatang, di mana, juara umum telah diraih selama tiga kali berturut-turut.

“Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada Bupati Tabanan yang selalu mensupport acara KKI sejak dulu sampai sekarang. Serta berpesan kepada kami, kepada seluruh pengurus KKI di Bali yang hadir pada hari ini, bertandinglah dengan baik, bertandinglah dengan sportifitas tinggi, sebab tujuan dari kejuaraan ini yaitu agar mampu memberikan kontribusi aktif kepada KKI Bali nantinya,” tandas Suryantha.

Pembukaan turnamen turut dihadiri oleh perwakilan anggota DPR RI, Ketua Umum KKI Kabupaten Tabanan, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan, Perwakilan jajaran Forkopimda Tabanan, Sekda beserta para OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat dan unsur forkopimcam kecamatan Tabanan, Ketua Umum Forki Bali, Ketua KONI Tabanan dan ketua umum Forki Tabanan, seluruh panitia pelaksana dan para peserta turnamen. (rls)

26 KK di Tabanan akan Terima Bantuan Bedah Rumah

Kepala Dinas PUPRPKP Tabanan Made Dedy Darmasaputra.
Kepala Dinas PUPRPKP Tabanan Made Dedy Darmasaputra.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 26 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Tabanan akan menerima bantuan bedah rumah pada tahun ini.

“Tahun ini ada 26 KK yang mendapatkan bedah rumah dan masih dalam persiapan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan I Made Dedy Darmasaputra, Jumat (15/9/2023).

Dia menyebut, untuk program bedah rumah ini merupakan salah satu bagian dari program Nasional penanganan kemiskinan ekstrim. Bantuan ini diusulkan kepada Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Kementerian PUPRKP.

Untuk di Kabupaten Tabanan sendiri sebanyak 1.300 unit, sedangkan daftar tunggunya mencapai 3.000 unit rumah. Kategori yang mendapatkan bantuan bedah rumah, antara lain, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), masuk dalam daftar Pendataan rumah tidak layak huni (RTLH) yang dilakukan oleh Dinas PUPRPKP.

“Untuk tahun ini, fokusnya memang bedah rumah untuk menyediakan rumah layak huni kepada masyarakat sebagai salah satu bagian dari penanganan kemiskinan ekstrim,” jelasnya.

Adapun jumlah rumah yang mendapatkan bantuan bedah rumah di Kabupaten Tabanan per Kecamatan, yakni Kecamatan Selemadeg sebanyak dua rumah, Kecamatan Selemadeg Timur tiga rumah, Kecamatan Pupuan tiga rumah dan Kecamatan Marga dua rumah.

Selanjutnya, Kecamatan Baturiti satu unit rumah, Kecamatan Penebel empat unit rumah dan Kecamatan Tabanan menjadi kecamatan terbanyak yang menerima bantuan bedah rumah yakni sembilan unit rumah.

“Anggaran bedah rumah ini dari APBD dengan masing-masing KK mendapatkan bantuan sebesar Rp30 juta yang berupa material bahan bangunan, sehingga total anggaran tahun ini sebesar Rp 780 juta,” papar Dedy.

Proses dari program ini, sambung Dedy sudah masuk dalam persiapan, seperti pengadaan bahan baku yang akan digunakan, melakukan survei kelayakan penerima bantuan bedah rumah hingga kesediaan penerimanya untuk melakukan pembangunan rumah secara swadaya.

“Kenapa swadaya? Karena jika mengandalkan biaya Rp 30 juta, tentu tidak akan bisa selesai. Maka dalam prosesnya kami harapkan bisa dilakukan secara swadaya, untuk eksekusinya dijadwalkan bulan depan dan sampai Desember mendatang,” lanjutnya. (ana)

Warga Desa Antosari Kembali Tanyakan Kejelasan Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi

Warga Banjar Gulingan, Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, yang lahannya terdampak jalan Tol Gilimanuk-Mengwi memasang spanduk di pinggir jalan utama Antosari-Pupuan.
Warga Banjar Gulingan, Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, yang lahannya terdampak jalan Tol Gilimanuk-Mengwi memasang spanduk di pinggir jalan utama Antosari-Pupuan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Warga Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, kembali mempertanyakan kejelasan rencana pembangunan tol Gilimanuk – Mengwi.

Warga menilai, pembangunan tol belum menemui kejelasan terkait dimana titik yang akan dilintasi. Meskipun demikian, mereka hanya pasrah sebab Mantan Gubernur Bali I Wayan Koster sudah purna bakti.

Koordinator aksi Warga Banjar Gulingan, Desa Antosari Nyoman Agus Suryawan menyatakan, pihaknya sempat dipanggil lagi ke Jaya Sabha oleh Mantan Gubernur Bali pada akhir Agustus 2023 lalu. Dalam pertemuan itu, Wayan Koster menjanjikan pada bulan September tender dan semua prosesnya itu dipercepat.

“Intinya seperti itu pas akhir Agustus kemarin. Terus sampai sekarang belum ada kejelasan lagi. Karena Pak Koster juga sudah tidak menjabat lagi,” katanya, Jumat (15/9/2023).

Dia menyebut, sejumlah desa terdampak akan membuat forum kepala desa untuk mencoba menanyakan kejelasan proyek tol kepada Presiden dan Kementrian PUPR.

“Untuk proses lebih jauh belum tahu. Saat ini kami hanya bisa pasrah saja. Mau bertanya ke Gubernur sudah PJ. Dan nanti ke Kementrian PUPR sudah difasilitasi oleh forum Perbekel (kepala desa) terdampak tol se Bali itu. Jadi menunggu seperti apanya nanti ke mereka,” ucapnya.

Agus Suryawan menambahkan, seluruh masyarakat yang terdampak pada intinya hanya meminta kejelasan proyek sebab sertifikat mereka saat ini tidak bisa dijadikan agunan.

Jika ini terjadi dalam waktu lama, maka dampaknya tidak bisa diagunkan lagi.

“Kalau prosesnya cepat kami tidak apa-apa. Tapi ini sudah berlarut-larut (lama). Kami intinya minta kejelasan itu tadi,” tambahnya.

Seperti diberitakan, sejumlah warga Banjar Gulingan, Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, yang lahannya terdampak jalan Tol Gilimanuk-Mengwi meminta kejelasan proyek pengerjaan tol dengan memasang spanduk di pinggir jalan utama Antosari-Pupuan yang juga menjadi kawasan terdampak proyek dan telah dipasangi patok.

Hal itu dilakukan sebab warga resah karena sesuai kesepakatan awal, sertifikat tanah warga tidak boleh dipindahtangankan, diperjualbelikan hingga dijadikan agunan.

Hal itu mengakibatkan warga tidak berani menggarap lahan pertanian atau perkebunan serta merenovasi rumah.

“Sebelumnya kami telah menyerahkan inventarisasi lahan. Jika kami ingin menambah isi ladang atau merenovasi rumah itu akan seperti apa? Apakah ada dana kompensasi atau inventarisasi ulang? Itu belum dapat jawaban pasti dari pihak terkait,” ungkap Suryawan.

Adapun jumlah warga Banjar Gulingan yang lahannya terdampak proyek mencapai 50 orang dengan luas lahan mencapai 45 hektare. (ana)