- Advertisement -
Beranda blog Halaman 555

Bupati Sanjaya: Ngaben Massal Terbukti Mampu Ringankan Beban Masyarakat

Bupati Sanjaya menghadiri Karya Ngaben Massal di Balai Banjar Adat Payangan Tengah, Alas Terima, dan Alas Sandan, Desa Adat Payangan, serta Desa Payangan Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.
Bupati Sanjaya menghadiri Karya Ngaben Massal di Balai Banjar Adat Payangan Tengah, Alas Terima, dan Alas Sandan, Desa Adat Payangan, serta Desa Payangan Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Momentum sakral Karya Upacara Pitra Yandnya Ngaben Massal terbukti mampu ringankan beban masyarakat, karenanya Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M selalu antusias dan mengapresiasi pelaksanaan karya ini.

Hal tersebut terungkap saat dirinya menghadiri Karya Ngaben Massal di Balai Banjar Adat Payangan Tengah, Alas Terima, dan Alas Sandan, Desa Adat Payangan, serta Desa Payangan Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Sanjaya tekankan tekadnya untuk senantiasa bersama rakyatnya, Selasa (31/10/2023).

Dalam suasana penuh hikmat, Bupati Sanjaya tak hanya hadir sebagai Pemimpin Daerah, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang menghayati kekayaan budaya dan spiritualitas Bali.

Kehadirannya dalam acara ini menjadi cerminan nyata dari semangat mempererat ikatan sosial dan rohani dengan warga Tabanan. Nampak hadir siang itu, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda, Kepala OPD Terkait, Camat Marga, Jro Mangku Lanang/Istri dan Krama adat.

“Upacara Pitra Yadnya bukan hanya sekadar ritual keagamaan, namun juga mencerminkan kebersamaan dan kegotong-royongan masyarakat Tabanan dalam memelihara dan menghormati leluhur,” ujar Bupati Sanjaya dalam sambutannya saat itu.

Sanjaya saat itu, turut mengapresiasi tinggi kekompakan serta semangat gotong royong yang terpancar dari setiap elemen masyarakat dalam mensukseskan acara bersejarah ini. Hal ini menjadi bukti konkret, bahwa semangat gotong royong masih sangat kental dalam setiap lapisan masyarakat di Kabupaten Tabanan.

Adapun jumlah sawa yang mengikuti pengabenan, yakni 40 Sawa dengan biaya masing-masing sebesar 5 juta rupiah per sawa, 7 peserta Ngelungah dengan biaya Rp400 ribu rupiah dan 4 orang peserta Metatah dengan biaya masing-masing sebesar 150 ribu rupiah. Selebihnya, biaya yang digunakan adalah urunan sebesar Rp200 ribu per KK dari 3 Banjar di Desa Payangan dengan jumlah 150 KK.

Lebih dari sekadar menjadi saksi, Bupati Sanjaya juga tak lupa untuk menegaskan bahwa upacara yang dilaksanakan hari itu merupakan bagian integral dari pelaksanaan Visi dan Misi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Bagian sad kerthi dalam Visi Tabanan ialah sebuah komitmen nyata dari Pemerintah untuk menghidupkan dan memelihara nilai-nilai luhur Bali dalam setiap aspek kehidupan masyarakat, terutama dalam menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam secara sekala dan niskala.

Melalui kehadirannya yang hangat dan penuh makna dalam upacara adat ini, Bupati Sanjaya memberikan pesan yang kuat bahwa pemerintahan daerah bukanlah entitas terpisah dari masyarakat, melainkan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sikap inklusif dan mengakar di tengah rakyat menjadi pilar utama dari kepemimpinan Bupati Sanjaya.

Dalam sebuah wawancara singkat usai upacara, beliau menegaskan, “Masyarakat adalah pilar utama pembangunan. Saya berkomitmen untuk selalu hadir dan mendengarkan aspirasi mereka. Bersama-sama, kita akan membangun Tabanan yang lebih baik, sesuai dengan semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” imbuhnya.

Komitmen dan dedikasi Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, dalam menjaga dan memajukan kearifan lokal, terutama melalui partisipasinya dalam upacara adat seperti ini, tidak hanya mengukuhkan kembali keberadaannya sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra setia masyarakat Tabanan dalam menapaki masa depan yang lebih cerah. Dengan semangat gotong royong yang terus mengalir, bersama-sama mereka akan membentuk Tabanan yang lebih Sejahtera.

Menyambut hangat kehadiran Bupati dan jajaran siang itu, I Wayan Sugiarta Selaku Prawartaka Karya, sampaikan terima kasihnya atas partisipasi Bupati Sanjaya selaku murdaning jagat yang hadir  ngupa saksi karya agung tersebut.

“Saya berterima kasih kepada Bupati, telah menyempatkan hadir sebagai murdaning jagat, di mana, karya yang kami buat ini merupakan implementasi gotong-royong dari masyarakat,” ujarnya. (rls)

Badung Angelus Tabanan dengan Hibah dan BKK Sebesar Rp208 M Lebih

Bupati Giri Prasta menyerahkan dana Hibah dan BKK untuk Kabupaten Tabanan di Gedung Ketut Maria Tabanan, Senin (30/10/2023).
Bupati Giri Prasta menyerahkan dana Hibah dan BKK untuk Kabupaten Tabanan di Gedung Ketut Maria Tabanan, Senin (30/10/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyatakan acara penyerahan dana hibah sebesar Rp54.464.968.846 bagi 219 penerima yang tersebar di sepuluh Kecamatan dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp79.190.000.000 kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan pada perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2023.

Ini merupakan penerapan dari ajaran Tri Kaya Parisudha dalam filosofi agama Hindu, yakni Manacika, Wacika dan Kayika, yang bermakna bahwa bermula dari pikiran yang baik dan benarlah akan mengalir ucapan dan perbuatan yang baik dan benar pula. Sebelumnya pada induk APBD 2023 Pemkab Badung juga telah menyerahkan BKK sebesar Rp75.874.900.000 kepada Pemkab Tabanan.

“Jadi ketika memiliki pemikiran/konsep yang baik dan mulia untuk meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat, tidak hanya diucapkan saja tapi diwujudkan dengan berupaya membantu/mendukung pembangunan di berbagai bidang. Untuk itu besar harapan saya, bantuan dana hibah kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tabanan ini dapat dipergunakan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang,” ujar Bupati Giri Prasta di Gedung Ketut Maria Tabanan, Senin (30/10/2023).

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta menyampaikan program ‘Badung Angelus Buana’ yang bermakna Badung Berbagi, Dari Badung Untuk Bali merupakan program membantu pembangunan fisik untuk mensejahterakan masyarakat.

Dana penyisihan PHR disalurkan kepada masyarakat untuk membantu pembangunan di berbagai sektor, menggerakkan perekonomian dan menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga kemampuan daya beli masyarakat semakin menguat. Bantuan ini diberikan kepada masyarakat di berbagai daerah di Bali untuk dapat meringankan beban masyarakat.

“Program Badung Angelus Buana di Kabupaten Tabanan telah mendapatkan persetujuan dari Bapak Bupati Tabanan, ini wujud kerja bersama untuk mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan, pemerataan pembangunan diseluruh wilayah Kabupaten Tabanan pada khususnya dan Provinsi Bali umumnya dengan berpegang pada konsep One Island, One Manajemen dan One Comando,” pungkasnya

Sementara itu Bupati Tabanan Komang I Komang Gede Sanjaya mengucapkan terimakasih kepada Bupati Giri Prasta dan Pemkab Badung karena telah menyalurkan dana hibah dan BKK yang sangat besar untuk masyarakat dan Pemkab Tabanan.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tabanan saya mengucapkan terimakasih kepada saudara kami Bupati Giri Prasta dan Pemerintah Kabupaten Badung karena telah memberikan hibah dan BKK yang sangat besar kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Tidak kurang dari 9 ribu masyarakat Tabanan menyambut kehadiran saudara kami Bupati Giri Prasta beserta jajaran di Gedung Ketut Maria ini,” jelasnya.

Adapun rincian penerima hibah di Kabupaten Tabanan sebagai berikut Kecamatan Baturiti, 6 penerima, dengan jumlah bantuan sebesar Rp8.099.313.000. Kecamatan Kediri, 40 penerima, dengan jumlah bantuan sebesar Rp8.190.492.223.

Kecamatan Marga, 9 penerima dengan jumlah bantuan sebesar Rp6.349.433.000. Kecamatan Selemadeg Timur, 21 penerima dengan jumlah bantuan sebesar Rp5.197.600.000. Kecamatan Penebel, 2 penerima, dengan jumlah bantuan sebesar Rp 2.725.817.000.

Kecamatan Tabanan, 44 penerima, dengan jumlah bantuan sebesar Rp8.954.247.123. Kecamatan Kerambitan, 7 penerima, dengan jumlah bantuan sebesar Rp1.488.250.000. Kecamatan Selemadeg Barat, 42 penerima, dengan jumlah bantuan sebesar Rp6.821.299.500.

Kecamatan Selemadeg, 38 penerima, dengan jumlah bantuan sebesar Rp5.228.517.000. Kecamatan Pupuan, kepada 10 penerima, dengan jumlah bantuan sebesar Rp1.410.000.000. (ana)

Sekda Adi Arnawa Hadiri Karya Melaspas di Pura Ageng Persimpangan Dalem Guwang Sibanggede

Sekda Wayan Adi Arnawa menghadiri Karya Melaspas, Mendem Pedagingan dan Piodalan Jelih di Pura Ageng Persimpangan Dalem Guwang Sibanggede, Minggu (29/10/2023).
Sekda Wayan Adi Arnawa menghadiri Karya Melaspas, Mendem Pedagingan dan Piodalan Jelih di Pura Ageng Persimpangan Dalem Guwang Sibanggede, Minggu (29/10/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Mewakili Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Karya Melaspas, Mendem Pedagingan dan Piodalan Jelih di Pura Ageng Persimpangan Dalem Guwang Sibanggede, Karya yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Teniten dari Griya Dalem Sibanggede dan Pemangku setempat, Minggu (29/10/2023).

Sebagai bentuk komitmen dan dukungan Pemkab, Sekda Adi Arnawa secara simbolis menyerahkan bantuan dana BKK induk tahun 2023 sebesar Rp3.221.000.000 dan diterima Manggala Karya Dewa Putu Sumerta.

Dalam sambarama wacananya, Sekda Adi Arnawa mengatakan merasa bersyukur bisa hadir sekaligus menjadi upasaksi dan menyambut baik Karya Melaspas, Mendem Pedagingan dan Piodalan Jelih di Pura Ageng Persimpangan Dalem Guwang Sibanggede tersebut.

”Sebagai guru wisesa jagat Badung saya mengajak semua pemedek Ngrastiti bakti, selalu memohon kepada Beliau supaya kegiatan Karya Melaspas di Pura Ageng Persimpangan Dalem Guwang Sibanggede bisa berjalan lancar sesuai harapan bersama,” ucapnya.

Sementara itu, Manggala Karya Dewa Putu Sumerta mengucapkan puji Syukur kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa bahwa kegiatan Karya Melaspas, Mendem Pedagingan dan Piodalan Jelih di Pura Ageng Persimpangan Dalem Guwang Sibanggede bisa terlaksana dengan baik.

Pihaknya berterima kasih serta kepada Sekda Adi Arnawa yang telah meluangkan waktu untuk hadir serta mendukung daripada kegiatan karya. (rls)

Bupati Giri Prasta Hadiri HUT ST. Canti Bhuana Banjar Kekeran Angantaka

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri HUT ST. Canti Bhuana, bertempat di Balai Banjar Kekeran, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Minggu (29/10/2023).
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri HUT ST. Canti Bhuana, bertempat di Balai Banjar Kekeran, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Minggu (29/10/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri acara puncak HUT Ke-51 sekaligus pengukuhan pengurus baru ST. Canti Bhuana periode 2023-2026, bertempat di Balai Banjar Kekeran, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Minggu (29/10/2023).

Bupati Giri Prasta juga menyerahkan, bantuan dana pribadi sebesar Rp25 juta dan tokoh masyarakat I Made Budiyoga sebesar Rp5 juta.

Dalam sambutannya Bupati Giri Prasta mengatakan generasi muda adalah agen perubahan sudah barang tentu harus melakukan perubahan yang lebih baik dari sekarang.

“Terkait kebutuhan sekaa truna UMKM, Gong, Pakaian, Tenda dan segala kebutuhan lainnya Pemkab Badung siap membantu sebelum saya purna tugas menjadi Bupati. Ingat di banjar ini ada tiga pilar yaitu wimuda, winata dan wiwerda,” tutupnya.

Sementara Ketua ST. Canti Bhuana I Made Yuda Prastika menyampaikan terimakasih kepada Bupati Badung beserta undangan lainnya yang sudah berkenan hadir dan mensukseskan acara puncak perayaan HUT ST. Canti Bhuana. Dilaporkan acara ini mengambil tema ‘Samhita Praja Kertha’ yang bermakna membangun kebersamaan menuju kesejahteraan masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat sehingga rangkaian acara ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses, semoga di masa-masa yang akan datang kami Sekaa Teruna dapat menambah kekompakan dan kreaktivitas positif untuk kemajuan Kabupaten Badung khususnya di Banjar Kekeran,” ucapnya. (rls)

Ribuan ASN dan Masyarakat Tabanan Sambut Meriah Program Badung Angelus Buana

Penyerahan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Badung dan Dana Hibah di Kabupaten Tabanan, yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Senin (30/10/2023). 
Penyerahan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Badung dan Dana Hibah di Kabupaten Tabanan, yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Senin (30/10/2023). 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Berlangsung ramai dan meriah, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, bersama ribuan ASN dan masyarakat untuk turut meramaikan acara ‘Angelus Buana’ dari Badung untuk Bali dalam penyerahan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Badung dan Dana Hibah di Kabupaten Tabanan, yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Senin (30/10/2023).

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Badung, I Nyoman Giri Prasta, S.Sos, bersama jajaran OPD Badung tersebut disambut dengan hangat oleh ribuan ASN dan masyarakat yang memadati area sekitaran Gedung I Ketut Maria, di bawah komando Bupati Tabanan.

Nampak hadir Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda beserta para Asisten Setda, Kepala OPD di lingkungan Pemkab, Para Pimpinan Instansi Vertikal terkait, Para Kepala Bagian di lingkungan Setda dan Camat, Bendesa Adat, Perbekel serta tokoh masyarakat se-Kabupaten Tabanan.

Adapun rincian bantuan yang digelontorkan untuk Kabupaten Tabanan, yakni berupa Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Induk tahun 2023 sejumlah, Rp75.874.900.000, Bantuan Keuangan Khusus Perubahan 2023 sejumlah Rp79.190.000.000, Dana Hibah tahun 2023 sejumlah Rp56.395.395.000 dengan total keseluruhan yakni sekitar Rp211.460.295.132 atau Rp211 miliar lebih yang diberikan ke sepuluh Kecamatan di Tabanan secara merata.

Penyerahan Dana BKK dan Hibah dari Bupati Giri Prasta, dikatakannya, merupakan wujud komitmen dari program unggulan ‘Badung Angelus Buana’ yang memiliki makna, Badung Berbagi dari Badung untuk Bali, yang diimplementasikannya ke seluruh Kabupaten/Kota di Bali secara bertahap.

“Tujuan pelaksanaan Hibah dan BKK ini karena saya ingin melaksanakan pemerataan ekonomi dan juga pemerataan pembangunan. Kalau dua hal ini bisa dilakukan dengan baik, maka nilai jual dan beli masyarakat akan meningkat, dan bisa dipastikan akan terletak kesejahteraan yang berkeadilan bagi masyarakat,” papar Giri.

Di kesempatan itu, pihaknya juga menyerahkan dana motivasi bagi Sekehe yang tampil, diantaranya empat Sekehe Okokan, Sekehe Gambel dan Sekaa Bondres, masing-masing senilai Rp5 juta, serta para Penari Jayaning AUM Singasana per-orang Rp500 ribu, sebagai wujud apresiasi terhadap para penggiat seni Tabanan yang dengan antusias menyambut rombongan pagi itu.

Menyambut dengan baik, orang nomor satu di Tabanan Sanjaya, ucapkan selamat datang dan khususnya berterima kasih atas uluran kebaikan dari Bupati Badung yang telah turut serta mewujudkan Visi Misi besar di Tabanan, yaitu menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). Sebab dengan dukungan program Angelus Buana, pembangunan di 10 kecamatan di Tabanan bisa dilakukan dengan optimal.

“Astungkara beliau sangat perhatian dengan Kabupaten Tabanan yang dicintai beilau. Beliau sangat besar memberikan bantuan hibah dan BKK ke Kabupaten Tabanan, inilah ungkapan terima kasih saya selaku Pimpinan Daerah, semoga apa yang menjadi kebaikan Bupati Badung, semoga amal bakti beliau selalu diberikan kekuatan untuk memimpin Badung, dengan program angelus buana, memberikan bantuan kepada semua Kabupaten yang ada di Bali, secara pribadi saya berikan apresiasi,” tutur Sanjaya dalam sambutannya.

Pihaknya juga menjelaskan, konsistensi dan komitmen Pemerintah Daerah untuk membangun Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dengan konsep One Island One Management, sebagaimana di masing-masing 9 Kabupaten / Kota memiliki kearifan lokal yang berbeda, seperti halnya di Tabanan yang berpegang teguh dengan pertanian dan Badung dengan pariwisatanya akan terus diperkuat.

“Sama di Tabanan, kami pun memiliki sebuah konsep, bagaimana membangun Kabupaten berbasis 10 kecamatan, dan kecamatan membangun berbasis desa, dan desa juga membangun berbasis banjar, jadi semua berjalan linear. Sehingga apa yang diharapkan leluhur kita, menjadikan Tabanan Aman, Unggul dan Madani bisa semakin mudah kita capai, dari manapun sumber dana pembangunan tersebut berasal, yang terpenting tujuannya adalah masyarakat Tabanan tetap sejahtera,” sebutnya lebih lanjut.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan BKK dan dana HIbah secara simbolis kepada perwakilan rakyat dari 10 kecamatan di Tabanan.

Curi Uang Pensuinan di ATM Rp10 Juta, Fajar Ditangkap Polisi

Pelaku pencurian uang dalam rekening.
Pelaku pencurian uang dalam rekening.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pencurian uang dalam rekening bank kembali terjadi di Tabanan. Pelaku berisial FB (38) alias Fajar asal Kota Surakarta, Jawa Tengah, menggasak uang rekening BRI almarhum suami S (52) yang merupakan pacarnya. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian mencapai Rp10,4 juta.

Kapolres Tabanan AKBP Leo Dedy Defretes mengatakan, pelaku berhasil ditangkap di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.

“Dari tangan pelaku kami mengamankan barang bukti berupa satu buah buku rekening beserta kartu ATM milik korban, print out rekening dan satu HP milik pelaku,” ujarnya, Senin (30/10/2023).

AKBP Leo menjelaskan, kejadian ini terjadi pada Rabu (30/8/2023) sekitar pukul 08.30 wita, korban diantar oleh pelaku ke Bank Mandiri Cabang Tabanan di jalan pahlawan dengan tujuan untuk menarik uang pensiunan almarhum suami korban secara tunai.

Berselang beberapa hari, korban diantar dua orang temannya ke ATM BRI untuk menarik uang pensiunan tersebut. Namun, korban terkejut uang dalam rekening tidak dapat ditarik karena saldo tidak mencukupi.

Kemudian, korban datang ke kantor BRI untuk mencetak rekening koran dan diketahui ada transfer melalui ATM ke rekening pelaku tanpa seijin korban.

“Pelaku mengetahui nomor pin ATM korban karena sebelumnya korban sempat meminta tolong pelaku untuk mengambil uang di atm. Selanjutnya korban menghubungi pelaku untuk menanyakan terkait transfer tersebut tetapi tidak dibalas oleh pelaku dan nomor korban diblokir,” sambungnya.

Atas kejadian tersebut, korban melapor ke Polres Tabanan. Kemudian, Tim Opsnal melakukan penyelidikan dan pelaku berhasil ditangkap di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.

“Dari hasil interogasi pelaku mengakui perbuatannya. Dan atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” imbuh Leo. (ana)

Pengedar Narkoba Marak di Pedesaan, Polres Tabanan Ringkus 11 Pengedar

Konferensi pers kasus nekoba di Polres Tabanan, Senin (30/10/2023).
Konferensi pers kasus nekoba di Polres Tabanan, Senin (30/10/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Satuan Reserse Narkoba Polres Tabanan berhasil meringkus sebelas pelaku dari enam kasus penyalahgunaan narkotika selama bulan September hingga Oktober 2023.

Dari tangan sebelas pelaku tersebut diamankan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 9,81 gram netto.

“Semua pelaku dikategorikan sebagai pengedar dan dari hasil identifikasi juga memakai,” ujar Kapolres Tabanan AKBP Leo Dedy Defretes dalam konferensi pers di Polres Tabanan, Senin (30/10/2023).

Adapun kesebelas pelaku ini disangkakan Pasal 112 ayat 1 UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun.

“Kami terus melakukan pengembangan terdapat kasus ini. Kami perlu bantuan dan informasi masyarakat agar menginformasikan jika melihat gelagat aneh,” sambungnya.

Leo Dedy menambahkan, peredaran gelap narkotika di Kabupaten Tabanan saat ini lebih banyak terjadi di wilayah pedesaan. Khususnya desa-desa yang sebelumnya jarang ditemukan kasus, seperti Kecamatan Selemadeg Barat dan Baturiti.

Modus yang digunakan juga beraneka ragam misalnya ditanam di bawah pohon pinggir jalan, ditempel hingga disimpan dalam bungkus rokok dan helm.

Menurutnya hal itu terjadi lantaran adanya pengaruh dari masyarakat yang sebelumnya bekerja atau bersekolah di kota dan kembali membawa pergaulan tidak baik ke desanya.

“Kami mengimbau agar masyarakat dan keluarga lebih waspada terutama yang ada di desa-desa, sebab peredaran gelap narkoba banyak terjadi di desa,” imbuhnya. (ana)

Gedung Maria Dipercantik dengan Lambang Garuda Pancasila Super Besar

Lambang Burung Garuda Pancasila dengan ukuran yang cukup fantastis dipasang di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan.
Lambang Burung Garuda Pancasila dengan ukuran yang cukup fantastis dipasang di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dedikasi dan komitmen dalam merealisasikan janji politiknya untuk mempercantik wajah kota dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, secara terus menerus dilaksanakan oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM.

Salah satu keseriusannya tersebut terlihat dengan dipasangnya lambang Burung Garuda Pancasila dengan ukuran yang cukup fantastis di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Minggu (29/10/2023).

Pemasangan lambang Burung Garuda finishing cat black gold yang berbahan dari fiber dengan dimensi berat kosong 220 kg, berat rangka 55 kg serta berat total 275 kg tersebut secara langsung dipantau oleh Bupati Sanjaya sore itu.

Dengan rangka tepasang dari bahan baja WF 100 kombinasi dengan Penguat BAJA siku 4/4 dan 5/5 inti, as tengah UNP 5 dengan lis baja plat strip 4×6. Pegangan sayap pipa BSA 1, lambang Burung Garuda Pancasila terpatri megah menghiasi Gedung ikonik Tabanan.

Selaku orang nomer satu di Tabanan, Bupati Sanjaya akan selalu berkomitmen mempercantik wajah kota, sehingga memberikan keindahan bagi Kota Tabanan.

Hal ini juga merupakan suatu keterikatan pihaknya guna mewujudkan visi menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Hal serupa juga dilakukan sebelumnya di beberapa titik, salah satunya di Patung Wisnu Murti Kediri.

“Ini adalah langkah awal dan secara bertahap setelah Gedung Maria serta seputaran Gedung Maria, termasuk dengan Taman Bung Karno. Kemudian ruang publik lainnya juga akan dipercantik serta dilengkapi dengan fasilitas agar publik juga nanti bisa menikmati keindahan ruang publik yang telah disediakan oleh Pemerintah,” ujar Sanjaya di sela-sela kegiatannya.

Dan harapan dari Bupati Sanjaya setelah lambang Burung Garuda Pancasila ini dipasang, begitupun fasilitas yang ada di seputaran Gedung Maria dan ruang publik lainnya agar masyarakat sama-sama menjaga. Sehingga hal tersebut bisa dinikmati bersama-sama dalam jangka waktu yang lama karena partisipasi masyarakat merupakan faktor penentu dari kelestarian dan keindahan ruang publik yang ada.

Dipasangnya Lambang Burung Garuda Pancasila ini, juga diharapkan mampu menjadi ikon baru di Kota Tabanan dan masyarakat bisa merasa lebih nyaman dan bangga terhadap fasilitas layanan publik di Tabanan. Turut hadir saat pemantauan tersebut, Sekda, para Asisten dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Kabag terkait di lingkungan Setda Tabanan, Camat dan Bendesa Adat Tabanan serta arsitek lambang Burung Garuda Pancasila.  (rls)

Purnama Sasih Kalima, Bupati Sanjaya dan Jajaran Sembahyang Bersama di Pura Batukau

Bupati Sanjaya bersama jajaran melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Batukau, Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan
Bupati Sanjaya bersama jajaran melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Batukau, Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan

PANTAUABALI.COM, TABANAN – Purnama Sasih Kalima, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M secara rutin mengajak jajaran untuk meningkatkan kekompakan serta menjaga kebersamaan dalam menjalankan tugas-tugas di Pemerintah Kabupaten dalam menyeimbangkan keharmonisan yang sesuai dengan Visi dan Misi, Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Hal tersebut diimplementasikannya melalui kegiatan pembangunan yang berlangsung secara sekala dan niskala. Seperti halnya hari ini, Minggu (29/10/2023) pihaknya beserta jajaran melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Batukau, Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan guna memohon kerahayuan jagat dan doa restu kepada Tuhan yang Maha Esa.

“Sebagai umat Hindu Sedharma, pembangunan harus dilandasi dengan ajaran Tri Hita Karana, di mana hubungan dengan Tuhan harus dieratkan, seperti persembahyangan Rahina Purnama Sasih Kalima ini, kemudian hubungan baik dengan alam lingkungan seperti memberi makan ikan dan melepas burung dan juga kepada manusianya. Bekerja membangun Tabanan tidak selalu harus di kantor, tapi kita memohon juga kepada Tuhan, agar dimudahkan, sebagai wujud shrada bakti kita juga kepada Tuhan,” ujar Sanjaya siang itu.

Bersembahyang rutin seperti ini juga diakui Sanjaya mampu memupuk kekompakan dan kebersamaan yang terjalin antara Pemerintahan dan Jajaran di lingkungan Pemkab Tabanan. Pertemuan tersebut juga digunakan sebagai momen untuk diskusi terkait program-program yang sedang berjalan di Pemerintahan sekaligus melakukan evaluasi bersama seluruh jajaran.

Kesempatan bertatap muka dengan para jajaran seperti ini, menjadi suatu kesempatan yang harus dipergunakan dengan baik dan optimal. Terlebih menjelang perayaan HUT Kota yang akan berlangsung di Bulan November mendatang. Sanjaya berharap agar pelaksanaan dan persiapan dapat berlangsung dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya beserta jajaran juga sempat meninjau di sebelah selatan kolam Beji, tepatnya sebelum melaksanakan persembahyangan bersama di Beji. Saat itu Sanjaya meminta kepada jajaran terkait agar mempercantik kawasan, mulai darin penataan infrastruktur, taman, yang intinya untuk lebih mempercantik kawasan.

Tidak hanya itu, usai persembahyang di Luhur Batukau, jajaran OPD di lingkungan Pemkab Tabanan turut Ngayah Mereresik, yakni turut melakukan kebersihan membersihkan sampah sesajen usai persembahyangan. Kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan burung dan memberi makan ikan sebagai wujud keseimbangan alam lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Sanjaya berharap, selain akan menambah nilai spiritualitas diri serta semangat dalam meningkatkan kinerja dan bekerja sebaik-baiknya, juga diharapkan mampu turut ngayah dengan ikhlas, tulus dan lurus, mjlai dari hal-jal yang kecil, sehingga mampu bekerja dengan baik demi kesejahteraan masyarakat. Sebab selaku pelayan masyarakat, wajib hukumnya untuk memberikan contoh yang baik, terlebih dalam melaksanakan swadharma agama maupun swadharma negara. (rls)

Bupati Sanjaya Hadiri Upacara Yadnya Pura Mrajapati Tunon Dukuh

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE,MM, bersama jajarannya menghadiri Pemelaspasan Ratu Ayu, Balai Kulkul dan Bale Pemujan di Pura Mrajapati Tunon Dukuh, Desa Dauh Peken, Tabanan
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE,MM, bersama jajarannya menghadiri Pemelaspasan Ratu Ayu, Balai Kulkul dan Bale Pemujan di Pura Mrajapati Tunon Dukuh, Desa Dauh Peken, Tabanan

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Perwujudan sradha bhakti pemerintah kepada masyarakat, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE,MM, bersama jajarannya menghadiri Pemelaspasan Ratu Ayu, Balai Kulkul dan Bale Pemujan di Pura Mrajapati Tunon Dukuh, Desa Dauh Peken, Tabanan, Minggu (29/10/2023).

Hal ini juga merupakan cerminan dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan terhadap pembangunan yang dilakukan oleh krama/masyarakat. Dalam mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM), Sanjaya berkomitmen membangun sinergi yang baik dengan krama.

Dalam kesempatan itu, Orang nomor satu di Tabanan mendapat kehormatan untuk ‘Ngelinggihin Ratu Ayu’, kemudian secara simbolis sebagai orang pertama ‘Nepak Kulkul’, dilanjutkan dengan melaksanakan persembahyangan bersama.

“Astungkara Ida Bhatara-Bhatari sane berparahyangan disini di Setra Tunon Dukuh ini sudah memberikan anugerah yang terbaik. Tiang lihat Bale Kulkul sudah, Pewaregan sudah, hingga Balai Gong juga sudah rampung dan tinggal pembangunan lainnya yang saya lihat tinggal sekedar finishing serta perlu penataan yang baik, apalagi kedepan akan dilakukan upacara Ngenteg Linggih,” ujar Sanjaya usai persembahyangan bersama.

Pihaknya juga menyampaikan, bahwa itulah salah satu tugas pemerintah yaitu mengayomi masyarakat dan selalu bersinergi dalam mewujudkan pembangunan yang positif.

Selain itu, Sanjaya juga meminta kepada seluruh krama selalu menjaga apa yang telah dibangun bersama-sama. Dimana hal yang paling ditekankan adalah kekompakan dan semangat gotong-royong, baik itu antara krama, wakil rakyat, begitu juga dengan pemerintah.

“Sudah luar biasa sekali peranan krama dalam membangun Desa Dauh Peken ini dari puluhan tahun yang lalu. Harus tetap dijaga dan kekompakan kita antara krama pemerintah juga harus selalu dijaga serta atas sinergi tersebut, kontribusi pemerintah juga sudah kita rasakan bersama. Tinggal kita menjaga apa yang telah kita bangun dengan baik dan tetap bersatu, juga kompak selalu di Desa Dauh Peken yang kita cintai ini,” imbuh Sanjaya.

Hal senada juga disampaikan I Gede Made Satiasa selaku Prawartaka Karya, bahwa kekompakan krama setempat tidak terlepas dari arahan dan bimbingan dari Bupati Tabanan yang juga selaku krama Desa Dauh Peken.

Mewakili masyarakat, Ia menyampaikan terimakasih atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan selama ini kepada krama Desa Dauh Peken, khususnya Pengempon Pura Mrajapati Tunon Dukuh, yang sangat dirasakan sekali manfaatnya. (rls)