- Advertisement -
Beranda blog Halaman 531

Bupati Giri Prasta Ikuti Rapat Penajaman Pembangunan MRT/LRT 

Bupati Nyoman Giri Prasta mendampingi Menhub RI, Budi Karya Sumadi dalam pembahasan rencana pembangunan Moda Transportasi Perkeretaapian MRT/LRT bawah tanah di ruang pertemuan Kantor Otoritas Bandara Ngurah Rai, Minggu (17/12/2023).
Bupati Nyoman Giri Prasta mendampingi Menhub RI, Budi Karya Sumadi dalam pembahasan rencana pembangunan Moda Transportasi Perkeretaapian MRT/LRT bawah tanah di ruang pertemuan Kantor Otoritas Bandara Ngurah Rai, Minggu (17/12/2023).

PANTAUBALI.COM, MANGGUPURA – Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengikuti rapat penajaman rencana pembangunan Moda Transportasi Perkeretaapian MRT/LRT bawah tanah yang terbentang dari Kawasan Bandara Ngurah Rai menuju Kuta, Seminyak hingga Canggu, untuk mempersingkat waktu tempuh dari dan ke Bandara Ngurah Rai.

Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertempat di ruang pertemuan Kantor Otoritas Bandara Ngurah Rai, Minggu (17/12/2023).

Turut hadir Pj. Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Ervan Maksum, Sekda Provinsi Bali, Kadis PUPR Badung IB. Surya Suamba, Kadis Perhubungan Badung beserta jajaran Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung dan jajaran investor yang akan terlibat dalam program tersebut.

Dalam kesempatan itu Menteri Budi Karya Sumadi menyampaikan, pihaknya ditugaskan oleh Presiden untuk menindaklanjuti rencana pembangunan MRT/LRT yang ada di Bali.

Sebab secara faktual ada dua hal yang melatarbelakangi rencana pembangunan moda transportasi terintegrasi di wilayah Kabupaten Badung/Bali ini. Satu Bali adalah showcase dari pariwisata internasional, dan yang Kedua memang terjadi kemacetan yang kronis yang bisa menjadi bumerang apabila ini tidak  ditangani.

“Oleh karenanya sama dengan Jakarta, kita akan membuat format bahwa PJPK nya itu adalah Pemda, dan Pemerintah Pusat akan mendukung dari segi teknis, dan sebagai minoritas.  51 persen Pemda dan 49 persen Pemerintah Pusat, jadi baik capex maupun opex Bapak Pj Gubernur dan Bapak Bupati telah bersedia menjadi penyanggah mendanai capex dan opex ini,” ujarnya.

Menteri Budi Karya menambahkan, rencana pembiayaan pembangunan MRT/LRT ini tidak hanya dengan satu konsep saja, tetapi bisa juga melalui skema loan.

“Ada satu negara sudah menyetujui loan untuk tahap pertama, tapi kita akan kombinasikan dengan pihak swasta yang sudah akan bersedia untuk turut andil. Jadi intinya, kami ditugaskan untuk melakukan klarifikasi beberapa informasi, semoga ini bisa segera terlaksana,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Giri Prasta atas nama pribadi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Badung menyampaikan apresiasi kepada Presiden, Menteri Perhubungan beserta tim, maupun kepada Pj. Gubernur Bali terkait dengan rencana pembangunan transportasi MRT/LRT di Bali, khususnya di wilayah Kabupaten Badung yang memang sangat membutuhkan moda transportasi umum yang berkualitas dan terintegrasi untuk menghindari terjadinya kemacetan di jalan raya.

Disamping itu dengan terwujudnya pembangunan MRT/LRT ini, dirinya meyakini akan memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan investasi maupun peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali.

“Selama ini wilayah Kabupaten Badung bisa menyumbang devisa Rp120 triliun per tahun kepada negara melalui bandara, hotel konsorsium dan sebagainya. Inilah kontribusi Badung untuk negara. Kalau kami dilibatkan dalam program ini kami siap, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah kami,” tutupnya. (rls)

Dukung Kreativitas Sekaa Teruna, Bupati Tabanan Buka Lomba Mancing di Desa Wanasari dan Biaung

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat membuka lomba mancing.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat membuka lomba mancing.

PANTAUBALI.COM, TABANAN –  Sebagai wujud dukungan Bupati terhadap kreativitas Sekaa Teruna (ST) di Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya membuka lomba mancing yang diadakan oleh ST. Catur Kembang, Banjar Periyukti, Desa Wanasari dan Yowana Surya Kencana, Banjar Cacab Jangkahan, Desa Biaung, Minggu (17/12/2023).

Dalam kegiatan lomba mancing yang didukung dengan cuaca cerah pagi itu terlihat para pemancing dari seluruh wilayah di Tabanan memadati areal tempat perlomaan. Suasana ceria pun terpancar dalam kegiatan minggu pagi itu sebagai ajang hiburan.

Dalam kunjungan pertamanya yang diadakan di Saluran Irigasi Subak Periyukti, Banjar Periyukti, Desa Wanasari, Tabanan, Bupati Sanjaya mengapresiasi kekompakan seluruh pihak atas kehadirannya dalam suasana riang gembira mengikuti lomba mancing yang dibangun oleh ST. Catur Kembang.

Bupati Sanjaya dan rombongan kemudian melanjutkan kegiatan dengan membuka lomba mancing yang diadakan oleh Yowana Surya Kencana, Banjar Cacab Jangkahan, Desa Biaung di Saluran Irigasi Subak Aya Pemanis, Desa Biaung, Penebel, Tabanan.

Pihaknya juga mengapresiasi kekompakan semua pihak melalui kegiatan lomba mancing yang menunjang aktivitas dan kreativitas Sekaa Teruna itu sendiri, disamping sebagai penggalian dana.

Usai memberikan sambutan, Bupati Sanjaya secara simbolis melepas ikan sebagai tanda resmi dimulainya lomba. Beliau bersama anggota DPRD yang turut hadir memberikan bantuan bagi masing-masing Seka Teruna untuk menunjang kelancaran lomba mancing ini.

Politisi asal Tabanan tersebut juga menambahkan hadiah bonus kepada pemancing mania yang berhasil mendapatkan ikan selain ikan lele, juga pemancing yang menggunakan baju merah, dalaman merah, dan yang memakai topi klangsah.

Menariknya, Bupati Sanjaya juga menyampaikan kalau ada yang membawa pales tiying atau joran bambu, juga mendapat doorprize. Pales tiying filosofinya juga sebagai pelestarian tradisi.

”Dimana masyarakat tetap memegang teguh tradisi di era modern saat ini. Bapak sangat mengapresiasi dan juga bangga dengan semangat para pemancing karena turut aksi dalam melestarikan lingkungan,” ujar Sanjaya. (rls)

Warga Ikuti Banyu Pinaruh Massal di Pantai Yeh Gangga, Ritual Dipuput 5 Sulinggih

Suasana Banyu Pinaruh di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan, Bali, pada Minggu (17/12/20023).
Suasana Banyu Pinaruh di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan, Bali, pada Minggu (17/12/20023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ratusan warga mengikuti ritual Banyu Pinaruh massal di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan, Bali, pada Minggu (17/12/20023).

Ritual Banyu Pinaruh yang rutin dilaksanakan setiap enam bulan sekali oleh Umat Hindu yakni sehari setelah perayaan Hari Suci Saraswati ini, tidak hanya diikuti oleh warga Sudimara, melainkan juga diikuti masyarakat dari luar.

Perbekel Desa Sudimara I Nyoman Aryadi mengatakan, masyarakat umum pun dapat berpartisipasi dan melakukan pengelukatan yang langsung dipimpin oleh Sulinggih (pemuka agama).

“Kami bersama panitia melaksanakan setiap enam bulan sekali. Upacara ini pun dipimpin langsung oleh lima orang Sulinggih,” terang Perbekel Desa Sudimara I Nyoman Aryadi.

Ia menjelaskan, pelaksanaan upacara ini telah berlangsung sejak pukul 07.00 WITA. Namun, karena terkendala cuaca, pelaksanaan upacara berjalan lebih lambat sekitar jam 08.00 WITA sampai selesai.

“Upacara ini dilaksanakan oleh panitia Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN), yang membidangi tentang pelaksanaan upacara umat Hindu di bali, sehingga kami sebagai tuan rumah yang menyediakan tempat untuk melaksanakan upacara Banyu Pinaruh ini, kebetulan kita mempunyai pantai untuk mendukung hal tersebut,” lanjutnya.

Untuk diketahui secara tradisi Banyu Pinaruh berasal dari kata ‘Banyu’ yang artinya air dan ‘Pinaruh’ yang berasal dari kata ‘Weruh’ atau ‘Pinih Weruh’ yang artinya pengetahuan. Sehingga Banyu Pinaruh bermakna hari dimana memohon sumber air pengetahuan, yaitu sehari setelah turunnya ilmu pengetahuan pada hari Saraswati kemarin.

“Dengan meyakini adanya tradisi ini, pada saat Banyu Pinaruh, kita melaksanakan penglukatan, karena pada kepercayaan kita yaitu segara tanpa tepi sehingga semua dilebur di segara (laut), dengan harapan mendapatkan pencerahan, ketenangan dan kesucian ilmu pengetahuan,” imbuh Aryadi. (jas)

Libatkan 1.250 Seniman, Festival Ulun Danu Beratan 2023 Resmi Dibuka

Pembukaan Festival Ulun Danu Beratan tahun 2023 pada Minggu (17/12/2023) bertempat di The Blooms Garden, Baturiti.
Pembukaan Festival Ulun Danu Beratan tahun 2023 pada Minggu (17/12/2023) bertempat di The Blooms Garden, Baturiti.

PANTAUBALI,COM, TABANAN – Festival Ulun Danu Beratan tahun 2023 dengan tema “Bhakti Ranu Mahalango” resmi dibuka pada Minggu (17/12/2023) bertempat di The Blooms Garden, Baturiti.

Festival dibuka langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya ditandai dengan pembunyian Okokan yang merupakan alat musik khas Kabupaten Tabanan.

Setidaknya akan ada 1.250 orang seniman yang terlibat dalam festival yang digelar hingga 3 Januari 2024 mendatang.

Bupati Sanjaya memberikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Ulun Danu Beratan yang ke VI ini. Biasanya pembukaan dilakukan di DTW Ulun Danu Beratan namun sekarang dilakukan di The Blooms Garden yang merupakan taman bunga terbesar di Bali.

“Saya yakin, pengelola memiliki maksud menggelar pembukaan festival di The Blooms yakni bukan hanya memperkenalkan objek wisata Ulun Danu tetapi juga memperkenalkan taman bunga tersbesar yang dimiliki oleh Danau Beratan,” ujar Sanjaya.

Sanjaya berharap festival Ulun Danu Beratan ini bisa terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya. Sebab kegiatan festival seperti ini bisa menjadi ajang promosi yang mampu menarik kunjungan wisatawan.

“Saya harap festival ini wajib dilakukan setiap tahunnya dan semakin banyak atraksi yang bisa ditontonkan kepada pengunjung,” ucapnya.

Sementara itu, Manajer DTW Ulun Danu Beratan I Wayan Mustika menjelaskan, tema ‘Bhakti Ranu Mahalango’ mengandung makna yakni memacu kembali spirit kesenian dalam usaha menjaga kelestarian danau sebagai anugrah keindahan dari sang pencipta dan merupakan wujud dari sang pencipta untuk terus mengangkat dan melestarikan seni budaya Bali khususnya di Pura Ulun Danu Beratan.

Adapun pergelaran festival ini akan dipusatkan di Pura Penataran Agung Ulun Danu Beratan dan Wantilan The Blooms Garden dengan melibatkan 23 desa adat dan 2 sanggar seni dengan jumlah seniman 1.250 orang yang berasal dari gebog pesatak sekitar objek wisata. Dengan anggaran yang disipkan yakni sebesar Rp750 juta.

“Selama festival, kami akan pentaskan kesenian di The Blooms Garden setiap wekeend sedangkan di DTW Ulun Danu setiap hari. Wisatawan yang berkunjung bisa menonton secara gratis,” jelasnya.

Selain untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, sambung Mustika, event ini juga diselenggarakan bertepatan dengan hari raya Natal dan tahun baru.

“Kami juga akan siapkan event khusus yakni open house untuk menyambut tahun baru di Ulun Danu bagi tour agent pada 25 Desember 2023 hingga 1 Januari 2024,” ucapnya.

Pihaknya pun berharap, dengan diselenggarkan festival ini bisa meningkatkan kunjungan hingga 25 persen baik di DTW Ulun Danu Beratan maupun The Blooms Garden.

“Kegiatan ini akan rutin dilaksanakan di Ulun Danu dan The Blooms Garden agar menarik kunjungan,” imbuhnya. (ana)

Bupati Sanjaya Cek Kesiapan Karya Agung Panca Wali Krama di Kantor Bupati Tabanan

kegiatan Ngayah dalam rangkaian Karya Agung Panca Wali Krama, di Kantor Bupati Tabanan, Sabtu (16/12/2023).
kegiatan Ngayah dalam rangkaian Karya Agung Panca Wali Krama, di Kantor Bupati Tabanan, Sabtu (16/12/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Padatnya aktifitas Pemkab Tabanan di penghujung minggu, tak menyurutkan semangat Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, untuk terus mendekatkan diri dan tingkatkan kebersamaan antar jajaran, OPD, ASN dan Non ASN, Prawartaka Karya serta masyarakat Tabanan yang turut ngayah.

Hal itu dibuktikannya, saat pihaknya ikut serta dalam kegiatan Ngayah dalam rangkaian Karya Agung Panca Wali Krama, di Kantor Bupati Tabanan, Sabtu (16/12/2023).

Di kesempatan itu, Bupati Sanjaya didampingi oleh Sekda dan Para OPD yang bertugas serta Camat terkait meninjau piket pekemitan OPD, makan bersama di pewaregan atau dapur umum, hingga melakukan pengecekan fasilitas kantor. Semuanya dilakukan dalam rangkaian pelaksanaan Karya Agung yang terus berlangsung hingga penghujung tahun. Kegiatan seni juga digelar sejak tanggal 12 – 17 Desember 2023.

Selain meninjau kelancaran kegiatan dan perkembangan pembangunan, Bupati Sanjaya juga ikut menonton pertunjukkan. Tak ketinggalan, pihaknya juga membagi kebahagiaan dengan memberikan oleh-oleh buah durian dan buah manggis untuk setiap pengayah yang mekemit serta sekedar meramaikan kegiatan malam itu. Sekaligus sembari melakukan peninjauan, orang nomor satu di Tabanan itu dengan hangatnya menyapa dan mengobrol dengan para peserta kegiatan.

Termasuk ibu-ibu dari Puskesmas Kediri 3, dan ber-selfie riang dengan para pendidik dari SD 7 Banjar Anyar, juga para ASN yang bertugas, baik yang mekemit, ngayah masak, ngayah mebersih ataupun menonton pertunjukkan Bondres. Keramah-tamahan Bupati Panutan Tabanan itu, membawa warna dan semangat tersendiri bagi para ASN dan Non ASN, yang terlihat lewat antusiasme yang tinggi saat ikut berswafoto bersama.

Tak luput dari perhatiannya, Sanjaya juga memperhatikan detail pembangunan yang sedang dilakukan, sampai ke ruang rapat di lantai III kantor Bupati yang juga direnovasi. Baginya, pembangunan harus sesuai estetika dan keagungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

“Pembangunan harus maksimal, ornamen juga harus diperhatikan, harus disesuaikan dengan konsep yang benar-benar terukur dan teruji kualitasnya,” ujarnya singkat dan jelas.

Membangun Tabanan agar sesuai dengan Taksu, bukanlah hal yang mudah dan harus dilakukan dengan keseriusan yang tinggi. Oleh karena itu, sebagai Bupati ke-11 Tabanan, Sanjaya menekankan pembangunan yang berkualitas, sesuai dengan nilai sejarah dan estetikanya.

“Di sini nanti, semua harus ada lukisan, maestro kita I Ketut Maria dan tokoh-tokoh seni kita lainnya. Ruangan ini harus bisa bercerita dan sesuai dengan sejarah Tabanan. Harus bagus,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya memberikan apresiasi yang sangat baik bagi seluruh pihak yang terus bersinergi dengan Visi Pemerintah dalam membangun Tabanan, secara bersama-sama, termasuk kepada seluruh pengayah yang hadir malam itu.

“Tabanan ini milik bersama, patutlah kita turut serta membangun, bukan hanya dari kita saja, tapi juga dari seluruh bagian, termasuk masyarakat. Malam ini saya ikut berpartisipasi dan saya apresiasi semua yang masih semangat untuk Ngayah,” imbuhnya. (rls)

Bupati Sanjaya Apresiasi Karya Krama di Tiga Desa

Bupati Sanjaya hadiri rangkaian persembahyangan dan pembangunan secara sekala Krama di Tiga Desa.
Bupati Sanjaya hadiri rangkaian persembahyangan dan pembangunan secara sekala Krama di Tiga Desa.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerataan pembangunan secara sekala dan niskala sebagai bentuk sinergitas program pemerintah dan masyarakat yang semakin solid, terjalin dengan kuat di Kabupaten Tabanan.

Hal itu terbukti, saat Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, secara beruntun menghadiri dan ngupasaksi rentetan Pemelaspasan dan Karya Agung yang digelar krama di tiga lokasi pada Sabtu (16/12/2023).

Pertama, Sanjaya menghadiri dan menandatangani Prasasti Pemelaspasan Pura Batur Dangin Pasar Dauh Pala. Pembangunan yang didasari oleh gotong-royong dari 125 KK ini semata-mata juga ditujukan untuk mewujudkan Visi dan Misi Tabanan Era Baru.

Hal ini tentunya mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah, apalagi dalam menjalankan pemerintahan ini, Sanjaya mengedepankan konsep yang diusung dalam HUT Kota ke 530 lalu, yakni Paduraksa Jayaning Singasana.

“Artinya saling kita padukan, saling tengok antar pemerintah dan masyarakat, yang di atas menengok ke bawah begitupun sebaliknya, Pemerintah mengayomi dan saling asah asih dan asuh, ayo kita bangun bersama, bagaimana menuju tatanan Pemerintahan dan masyarakat yang solid,” papar Sanjaya.

Acara kedua, dilanjutkan dengan menghadiri Upacara Pemelaspasan, Pecaruan lan Pujawali Jelih Mecatur Panca Lingga ring Kantor Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan. Dengan Pemelaspasan Kantor Desa yang baru ini, diharapkan kedepannya mampu menyukseskan dan melancarkan berlangsungnya program-program Desa yang telah dicanangkan sebelumnya.

Kemudian acara ketiga, Bupati beserta jajaran, hadiri Uleman Ngupasaksi Karya Ngenteg Linggih olih Pratisentana Pasek Gelgel Desa Selanbawak, yang bertempat di Jaba Pura Dadia Pasek Gelgel Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, Tabanan. Di kesempatan itu, pihaknya kembali mengapresiasi karya yang berhasil dilaksanakan dengan mengutamakan rasa tulus ikhlas dan kebersamaan dari 53 KK Desa Selanbawak.

Pelaksanaan Dewa Yadnya dengan rasa tulus ikhlas dan eratnya kebersamaan, selalu digaungkan oleh Bupati Sanjaya selaku murdaning jagat, bagaimana membangun keseimbangan yang harmonis baik alamnya, manusia atau kramanya dan alam lingkungannya.

Dukungan itu pun kental terlihat, kala di Sudamara, selain jajaran, Sanjaya juga mengajak Ketua DPRD Tabanan, begitu juga mengajak salah satu anggota DPRD di Desa Selanbwak. Kehadiran serta perhatian dari Bupati saat itu juga memberikan dampak positif dan sangat baik bagi masyarakat.

Selaras dengan hal tersebut, perwakilan krama di tiga Desa menyampaikan terimakasih dan dukungannya. I Nyoman Ariadi selaku Kepala Desa Sudimara berharap, dengan berlangsungnya karya, Keseimbangan bisa terjalin secara sekala dan niskala.

“Ada kemarin, sekarang dan yang akan datang. Kita lakukan keseimbangan secara sekala dan niskala, saya mohon doa restu, semoga keseimbangan tersebut di pemerintah desa bisa maksimal, melakukan pelayanan kepada masyarakat, membawa desa ke arah kebersamaan yang lebih baik”.

Turut hadir, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Anggota DPRD Tabanan, Sekda, Jro Mangku Lanang Istri, Para Kepala OPD, Pimpinan Instansi Vertikal dan Para Kepala Bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, Serta Camat, Perbekel, Bendesa Adat dan unsur Forkopimcam Setempat. (rls)

WNA Terseret Arus di Pantai Lalanglinggah Ditemukan Tewas

Proses evakuasi WNA asal Turki yang terseret arus di Pantai Lalanglinggah, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, pada Sabtu (16/12/2023).
Proses evakuasi WNA asal Turki yang terseret arus di Pantai Lalanglinggah, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, pada Sabtu (16/12/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – WNA asal Turki bernama Octay Yilamz (47) terseret arus di Pantai Lalanglinggah, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, pada Sabtu (16/12/2023) sekitar pukul 11.00 WITA.

Korban ditemukan meninggal dunia di Pantai Pengasahan, Desa Lalanglinggah Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan sekitar pukul 15.05 WITA.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata mengatakan, korban diduga tidak bisa berenang dan terseret arus air laut saat mandi.

“Posisi korban ditemukan disebelah Barat lokasi korban mandi atau berjarak sekitar 200 meter tepatnya di Pantai Pengasahan,” jelasnya.

Berata menjelaskan, korban diketahui menginap bersama temannya, Tansel Firat (50) asal Turki, di Villa Raja Pala, Banjar Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selamadeg, Tabanan

Mereka mandi di Pantai Lalanglinggah sekitar pukul 11.00 WITA. Kemudian saksi Ni Luh Kumala Dewi yang berada di warung BSC (Balian Surf Camp), melihat Tansel Firat dari arah Selatan atau pinggir Pantai Balian Lalanglinggah berlari sambil berteriak minta tolong dan mengatakan temannya terseret arus hingga tenggelam.

Lalu saksi menghubungi I Made Santiada, selaku Pemilik Villa Raja Pala tempat korban menginap unrum memberitahukan salah satu tamunya terseret arus.

“Kejadian tersebut lantas dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Lalanglinggah dan diteruskan ke Polsek Selbar,” ucapnya.

Setelah menerima laporan, personil Polairud Polres Tabanan, Polsek Selbar, BPBD Tabanan, Bali Buana Rescue serta dibantu warga sekitar melalukan penyisiran di sepanjang pinggir Pantai Balian dan sekitarnya.

Kemudian, korban tiba-tiba terlihat terapung sekitar 100 meter dari bibir pantai Pantai Pengasahan.

“Dengan bantuan pemain surfing, korban ditarik ke pinggir pantai dan jenazah dibawa ke RSUD Tabanan dengan Ambulance Bali Buana Rescue untuk pemeriksaan lebih lanjut,” imbuh Berata. (jas)

Bupati Tabanan Bersama Jajaran Gelar Persembahyangan Saraswati di Padmasana Kantor Bupati

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajarannya menggelar persembahyangan bersama hari suci Saraswati di Padmasana Kantor Bupati Tabanan
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajarannya menggelar persembahyangan bersama hari suci Saraswati di Padmasana Kantor Bupati Tabanan

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajarannya menggelar persembahyangan bersama hari suci Saraswati di Padmasana Kantor Bupati Tabanan, Sabtu (16/12/2023).

Suasana sakral pun menyelimuti Kantor Bupati Tabanan dalam rangka persembahyangan hari suci umat Hindu yang jatuh pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung ini.

Bupati Sanjaya dalam kesempatan tersebut juga memberikan pencerahan terkait filosofi Ngenteg Linggih dalam hari raya yang pelaksanaannya beriringan dengan rangkaian Eed Karya Agung Panca Wali Krama, Padudusan Agung, Menawa Ratna, Memungkah, Melaspas Lan Ngenteg Linggih di Padmasana Kantor Bupati Tabanan.

Turut hadir dalam persembahyangan, Sekda, Para Asisten, Jajaran Pimpinan OPD, Camat beserta seluruh staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan nampak sangat antusias mengikuti kegiatan yang dirayakan tiap 6 bulan sekali tersebut.

Upacara persembahyangan yang berlangsung khidmat siang itu, dijadikan sebagai momentum bagi seluruh elemen di lingkungan Pemkab Tabanan untuk mengucapkan puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Di kesempatan tersebut Bupati Sanjaya mengajak seluruh elemen untuk merenungkan makna Hari Saraswati ini sebagai ungkapan terima kasih dan puji syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai sang pencipta alam semesta. Saraswati yang dimaknai sebagai sumber ilmu pengetahuan yang mengalir dan tidak terputus mengajarkan kita untuk senantiasa menerima ilmu pengetahuan dan terus belajar.

Politisi asal Dauh Pala tersebut juga tidak lupa untuk mengajak seluruh pihak untuk melaksanakan yadnya pada rangkaian Karya Agung ini dengan tulus, khusuk dan memahami filosofi dari setiap upacara agar setiap yadnya yang dilakukan menjadi lebih bermakna. Pihaknya juga mengajak keterlibatan seluruh elemen pemerintah Kabupaten Tabanan dalam pelaksanaan upakara dan upacara Karya Agung ini, sehingga karya ini menjadi memargi satwika.

“Libatkan semuanya, ayo semua nyungkemin yadnya ini, sehingga karya ini memargi Satwika Utaming. Satwika itu ketika yadnya yang besar ini dilakukan oleh semua ASN, pegawai kontrak semua pegawai dilakukan dengan landasan sangkaning lascarya tulus ikhlas, pade gelahang sebagai wujud Paduraksa. Kedua, karya ini dipuput oleh 34 Sulinggih dan diupasaksi oleh semua Murdaning Jagat, tokoh-tokoh kita, sehingga karya ini menjadi Satwika Utamaning Utama ketika ada tri elemen yang hadir. Sehingga, karya ini menjadi milik kita bersama,” ujar Sanjaya.

Bupati Sanjaya di kesempatan tersebut juga menyampaikan filosofi dari pelaksanaan Karya Tawur Agung Panca Wali Krama yang merupakan persembahan suci kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang bertujuan untuk mengharmoniskan dan menyeimbangkan alam Bhur, Bwah, Swah alam jagat ini, baik di lingkungan Kantor Bupati, maupun di Kabupaten Tabanan.

Arti dari perayaan upacara Ngenteg Linggih di interpretasikan sebagai ‘duduk dengan tenang’, yang merupakan perwujudan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam bentuk Padmasana dan Parahyangan lainnya, untuk memastikan kehadiran-Nya yang tenang, sehingga kita menjadi harmonis, tenang, Aman Unggul dan Madani.  (rls)

Pemkab Tabanan Gelar Upacara Panca Wali Krama dan Ngenteg Linggih di Kantor Bupati Tabanan, Siapkan Anggaran 3 Miliar

Halaman Kantor Bupati Tabanan dihias, bersiap gelar Karya Agung Ngenteg Linggih.
Halaman Kantor Bupati Tabanan dihias, bersiap gelar Karya Agung Ngenteg Linggih.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan akan menggelar upacara Karya Agung Panca Wali Krama, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Memungkah, Melaspas dan Ngenteg Linggih.

Rangkaian upacara ini dilakukan setelah rampungnya renovasi Padmasana, tembok penyengker Kantor Bupati Tabanan serta Rumah Jabatan Bupati.

Adapun rangkaian karya sudah dimulai sejak Buda Pon Tambir, 29 September 2023 dengan serangkaian prosesi seperti upacara Ngingsiran, Mrelina dan Nganyut ke segara. Sementara puncak karya jatuh pada Anggara Umanis Landep tanggal 27 Desember 2023 bertepatan dengan Purnamaning Sasih Kepitu.

Keseluruhan rangkaian karya akan berakhir pada Buda Wage Warigadian (7/2/2024) dengan melaksanakan prosesi Upacara Tutug Bulan pitung Dina.

Sekda Tabanan I Gede Susila mengatakan, pelaksanaan karya ini sebagai bentuk yadnya yang bertujuan untuk mengukuhkan kembali kedudukan atau linggih Niyasa tempat suci sebagai pemujaan Ida Sang Hyang Widi, mengingat telah rampungnya pembangunan di sejumlah titik di Kantor Bupati Tabanan seperti Padmasana Kantor Bupati Tabanan, Rumah Jabatan Bupati Tabanan, Penyengker, Candi Bentar dan perbaikan fasilitas kantor lainnya.

“Selain itu, mengingat hampir 70 tahun belum pernah ada upacara pembersihan kantor secara niskala, sehingga dipandang perlu membuat upakara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan atau bersifat negatif,” jelasnya, Jumat (15/12/2023).

Ia menyebut, dalam Karya Agung ini Pemkab Tabanan menyiapkan anggaran sebesar Rp3 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Tabanan. Keseluruhan dana tersebut digunakan untuk biaya upakara banten dan wewalungan atau hewan korban, seperti kerbau, sapi dan kijang yang akan digunakan selama prosesi upacara.

“Kami juga menyiapkan dapur umum yang dibuka 24 jam. Jika ada masyarakat yang datang kesini dipersilakan untuk nunas,” sambungnya.

Dalam pelaksanaan upacara ini akan melibatkan sebanyak 34 sulinggih yang berasal dari dalam dan luar Kabupaten Tabanan. Selain itu juga melibatkan seluruh pegawai baik ASN dan Non ASN di lingkungan Pemkab Tabanan, upacara ini juga melibatkan pihak Desa Adat Kota Tabanan sebagai bagian dari pelaksanaan ritual ini.

“Dilibatkannya pihak Desa Adat Kota Tabanan dalam pelaksanaan upacara ini, karena wilayah Kantor Bupati ini berada di wewidangan (wilayah adat) Desa Adat Kota Tabanan, sehingga krama Desa adat kami libatkan dalam prosesi ini,” jelas Susila.

Sementara itu, Bendesa Adat Kota Tabanan selaku ketua panitia I Karya, I Gusti Ngurah Gede Siwa Genta menyebut, ada 24 banjar yang ada di wilayah Desa Adat Kota Tabanan ikut terlibat dalam upacara ini.

“Kami dari Desa adat yang terdiri dari 24 banjar terlibat aktif dalam prosesi karya ini. Sehingga nanti jika proses karya memerlukan keterlibatan krama baik itu dalam ritual mepeed dan lain sebagainya,” ucapnya. (ana)

Pohon Tumbang di Jalur Denpasar-Gilimanuk Sebabkan Kemacetan Total

Pembersihan pohon Tumbang di Jalur Utama Denpasar – Gilimanuk, termasuk Kecamatan Selemadeg, Tabanan, pada Jumat (15/12/2023).
Pembersihan pohon Tumbang di Jalur Utama Denpasar – Gilimanuk, termasuk Kecamatan Selemadeg, Tabanan, pada Jumat (15/12/2023).

PANTAUBALI.COM, COM, TABANAN – Pohon Tumbang kembali terjadi di Jalur Utama Denpasar – Gilimanuk, termasuk Kecamatan Selemadeg, Tabanan, pada Jumat (15/12/2023) sekitar pukul 07.00 WITA.

Akibat kejadian ini, kemacetan total sempat terjadi di Jalur Denpasar – Gilimanuk selama beberapa jam.

“Pohon menutup seluruh badan jalan sehingga menyebabkan kemacetan total,” jelas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan I Nyoman Srinadha Giri.

Ia menyebut, penyebab pohon tumbah tersebut adalah hujan deras yang sempat mengguyur ditambah kondisi tanah yang labil. “Pohon tumbang karena tanah yang labil dan sempat diguyur hujan,” jelasnya.

Atas kejadian ini, pihaknya menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) regu 1 BPBD Tabanan untuk membersihkan pohon yang melintang dan menutup seluruh badan jalan. Sehingga arus lalu lintas kembali lancar.

“Beruntung tidak ada korban jiwa maupun kerugian material,” imbuh Srinadha. (ana)