- Advertisement -
Beranda blog Halaman 487

Ketua DPRD Tabanan Ajak Masyarakat Ciptakan Pemilu Damai

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua  DPRD Tabanan  I Made Dirga mengajak warga menjaga situasi tetap kondusif dan aman. Hal itu agar Pemilu 2024 bisa berjalan damai.

Menurutnya, hal itu agar membuat Pemilu 2024 menjadi lebih sejuk dan tensi politik tidak terlalu panas.

Disamping itu, dalam ajakannya, I Made Dirga meminta agar masyarakat turut serta mensukseskan Pemilu 2024, yang akan menentukan kepemimpinan baik di tingkat nasional maupun daerah untuk lima tahun ke depan.

“Partisipasi masyarakat adalah kunci utama dalam menentukan masa depan kita. Pemilu 2024 nanti tidak hanya menentukan pemimpin negara, tapi juga wakil rakyat yang akan mewakili suara dan aspirasi kita di parlemen,” ungkap Dirga.

Dirga menegaskan bahwa hak pilih merupakan hak demokratis yang harus dimanfaatkan dengan bijak oleh setiap warga Kabupaten Tabanan. Melalui hak pilihnya, masyarakat memiliki peran aktif dalam membentuk pemerintahan yang responsif dan mewakili kebutuhan rakyat.

“Jangan lewatkan kesempatan ini. Sebagai pemilih dan berikan suara pada pemilu. Suara setiap individu memiliki dampak besar untuk membentuk masa depan yang lebih baik bagi kita semua,” tambahnya.

Dengan ajakan ini, DPRD Kabupaten Tabanan berharap tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu meningkat, sehingga proses demokrasi dapat berjalan dengan lebih baik dan hasilnya mewakili kehendak sebagian besar masyarakat.

Selain mengajak untuk sukses dalam Pemilu 2024, I Made Dirga juga mengingatkan masyarakat Tabanan untuk menjaga kondusifitas dan keamanan.

“Saya mengajak masyarakat Tabanan untuk tetap menjaga kedamaian dan keamanan, serta memelihara persatuan dan kesatuan Tabanan agar tetap aman,” tegas Dirga. (ana)

Sekda Dewa Indra Sambut Baik Bali Jadi Lokasi Observasi Pemilu dari Parlemen Negara-Negara Sahabat

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra menyambut baik dipilihnya Bali sebagai lokasi Election Visit Program (EVP) 2024 oleh wakil-wakil dari 18 parlemen negara sahabat dan 3 organisasi internasional saat momen Pemilu 2024. “Kami gembira, kalangan Parlemen negara sahabat mengunjungi Bali dan menyaksikan langsung praktek pemilihan umum di Bali,” ujar Sekda Dewa Indra dalam Gala Dinner EVP 2024 di Gedung Kerta Sabha, Denpasar, pada Senin (12/2) malam.

Menurut Sekda Dewa Indra, dengan pemilihan Bali sebagai tempat studi komparasi, para peserta pastinya akan memperoleh pengalaman dan situasi yang berbeda dengan negara lain dalam prosesi pemilihan umum serta tata cara masyarakat berdemokrasi. “Ada karakter yang berbeda dalam Pemilu dua hari lagi. Akan Sangat kompleks karena ada pemilihan Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Ini hal spesifik dan jarang di negara-negara lain,” tukasnya.

Pun demikian, Sekda Dewa Indra mengungkapkan secara umum di Bali pemilu sudah disiapkan dengan baik dan akan melibatkan seluruh pihak yang berwenang guna menyukseskan gelaran politik lima tahunan tersebut di Pulau Dewata.

Sementara itu Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar mengatakan dipilihnya Bali sebagai tempat observasi pemilu 2024 karena Bali dianggap melambangkan kekayaan warisan budaya Indonesia dan semangat persatuan yang mendasari prinsip-prinsip demokrasi yang kita junjung tinggi. “Bali itu simbol harmoni dan respek dalam kehidupan sehari-hari. Dan di Bali, pemilu dirayakan dengan sukacita dan bersinergi dengan kreativitas terutama oleh anak muda,” kata Indra.

Ajang EVP 2024 diharapkan pula sebagai upaya mempererat kerjasama bilateral dan multilateral antara Indonesia dengan negara-negara sahabat. “Kita jadikan acara ini sebagai tonggak positif dalam membangun demokrasi yang kuat, inklusif, serta mendukung kemajuan ekonomi dan pariwisata di Bali,” tutupnya.

Program EVP merupakan hasil kesepakatan AIPA Parlemen ASEAN bahwa setiap negara yang sedang melaksanakan Pemilu agar mengundang anggota AIPA Parlemen ASEAN untuk menjadi observer Pemilu. Para observer ini nantinya akan meninjau langsung proses pemungutan dan penghitungan suara di tiga lokasi di Provinsi Bali, yaitu di Desa Penglipuran, di kawasan Jimbaran dan di kawasan Garuda Wisnu Kencana.

Pj. Gubernur Bali Mahendra Jaya Luncurkan Program Pungutan Wisatawan Asing

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Penjabat (Pj) Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya meluncurkan program Pungutan Wisatawan Asing (PWA) untuk Pelindungan Kebudayaan dan Lingkungan Alam Bali, Senin (12/2/2024).

Peluncuran program PWA yang digelar di Hotel Puri Santrian Sanur, ditandai aksi mengarahkan telapak tangan ke layar LED oleh Pj. Gubernur Bali yang diikuti Kadisparda Bali Tjokorda Bagus Pemayun, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Bali yang juga sekaligus selaku Ketua PHRI Bali Prof.Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Dirut PT. BPD Bali Nyoman Sudharma dan Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali R. Erwin Soeriadimadja.

Acara peluncuran ini secara resmi menandai pemberlakuan PWA yang mulai diterapkan pada Rabu,(14/2/2024) pada pukul 00.00 Wita. Terhitung mulai tanggal tersebut, wisatawan asing yang masuk ke Pulau Dewata dikenakan pungutan sebesar Rp. 150.000. Guna memperlancar proses pemungutan, wisatawan asing diimbau melakukan pembayaran sebelum keberangkatan ke Bali secara cashless dengan mengakses sistem Love Bali atau aplikasi lainnya yang terintegrasi.

Mahendra Jaya dalam sambutannya mengatakan bahwa peluncuran program PWA menjadi momentum strategis untuk menguatkan pondasi pariwisata Bali yang berbasis budaya. Ditambahkan olehnya, sejauh ini program untuk perlindungan kebudayaan dan lingkungan alam Bali telah diupayakan oleh Pemprov Bali. “Tapi kami sadari programnya masih terbatas karena terkendala kemampuan fiskal pada APBD Provinsi,” katanya. Padahal menurutnya masih banyak program yang perlu dilakukan seperti melindungi dan merestorasi warisan lontar dan berbagai situs budaya, adat-istiadat dan kesenian. Kemudian untuk menjaga lingkungan alam Bali, dibutuhkan upaya yang lebih serius dalam mengatasi persoalan sampah, penghijauan, pengendalian dan pemanfaatan tata ruang wilayah serta masih banyak hal lain yang perlu dilakukan untuk peningkatan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan kepariwisataan.

Lebih jauh Mahendra Jaya berharap, program PWA mampu mendongkrak kemampuan fiskal Pemprov Bali agar dapat berbuat lebih banyak lagi dalam rangka perlindungan kebudayaan dan lingkungan alam Bali, termasuk membenahi daya tarik wisata, infrastruktur, jalan serta meningkatkan promosi pariwisata.

Pada bagian lain, ia juga mempermaklumkan mengenai waktu pelaksanaan launching PWA yang terkesan terlambat karena dilakukan mendekati waktu pemberlakuannya. Menurut dia, hal ini dikarenakan sikap kehati-hatian dan berbagai persiapan yang harus dimatangkan agar dalam penerapannya tidak sampai mengganggu kenyamanan wisatawan asing. “Setelah dilakukan simulasi, kami menyadari akan timbul ketidaknyamanan pada wisatawan yang datang ke Bali. Karena setelah menempuh penerbangan panjang, ketika masuk Bali mereka harus mengantri untuk membayar VoA, proses imigrasi, bea cukai, dan ditambah lagi antrian membayar PWA,” urainya. Oleh karena itu, pihaknya kemudian merevisi Pergub agar pembayaran PWA tidak mesti dilakukan di pintu masuk Bali, namun bisa dilakukan sebelum keberangkatan dan pada end point (hotel dan destinasi wisata).

Masih dalam sambutannya, Mahendra Jaya juga menginformasikan dasar hukum penerapan PWA yaitu Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali khususnya pada pasal 8 ayat (3) dan (4) yang diatur lebih lanjut dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pungutan Bagi Wisatawan Asing untuk Pelindungan Kebudayaan dan Lingkungan Alam Bali, dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tata Cara Pembayaran Pungutan Bagi Wisatawan Asing.

Sejalan dengan pemberlakuan PMA, Pemprov Bali juga berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan kepariwisataan. Khusus untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan, Pemprov Bali telah melantik anggota Satpol PP Khusus Pariwisata. Satpol PP khusus pariwisata bertugas membantu memberikan informasi dan pertolongan bagi wisatawan serta membantu pemetaan potensi kerawanan untuk kemudian bersama stakeholder terkait mencari akar masalah lanjut merumuskan solusinya.

Mengakhiri sambutannya, pria yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Khusus Mendagri Bidang Keamanan dan Hukum ini menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang ditunjukkan berbagai pihak sehingga program PWA ini bisa diluncurkan sebelum mulai diterapkan pada 14 Februari 2024. Ia optimis, program ini dapat berjalan dengan baik karena dari hasil pantauannya, wisatawan asing yang hendak berwisata ke Bali menunjukkan antusiasme untuk melakukan pembayaran.

Sementara itu, Ketua GIPI Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengapresiasi sikap konsisten yang ditunjukkan Pj. Gubernur Mahendra Jaya dalam melibatkan komponen pariwisata dalam program PWA. “Hari ini kita berkumpul di sini untuk menghadiri sebuah momen yang sangat penting. Ini merupakan babak baru dalam pembangunan sektor pariwisata yang sustainable,” ungkapnya. Selain dapat berjalan dengan lancar dan sukses, ia juga berharap dana yang terkumpul dari program PWA ini dikelola secara transparan dan akuntabel. Dengan demikian, wisatawan asing yang berkunjung ke Bali bisa memetik manfaat dari dana yang mereka sumbangkan.

Masuk Masa Tenang Pemilu 2024, Bawaslu Jembrana Antisipasi Kecurangan

Apel siaga pengawasan masa tenang hingga hari pemungutan suara, berlangsung di halaman Kantor Camat Negara, Kabupaten Jembrana, Minggu (11/2/2024).
Apel siaga pengawasan masa tenang hingga hari pemungutan suara, berlangsung di halaman Kantor Camat Negara, Kabupaten Jembrana, Minggu (11/2/2024).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jembrana mengantisipasi terjadinya potensi kecurangan dan pelanggaran yang dapat menganggu masa tenang Pemilu 2024 hingga waktu pemilihan nanti.

Hal tersebut diungkap Ketua Bawaslu Jembrana, Made Widiastra saat memimpin apel siaga pengawasan masa tenang hingga hari pemungutan suara. Apel tersebut diikuti puluhan anggota Panwascam dan Pengawas tingkat Desa/Kelurahan yang berlangsung di halaman Kantor Camat Negara, Kabupaten Jembrana, Minggu (11/2/2024).

Dalam apel tersebut, Ketua Bawaslu Jembrana, Made Widiastra meminta Panwascam dan pengawas tingkat Desa/Kelurahan diminta untuk lebih mengintensifkan pengawasan terhadap potensi pelanggaran yang mungkin terjadi.

Disamping itu, Ia juga meminta pada masa tenang ini diharapkan tidak ada aktifitas kampanye termasuk adanya alat peraga kampanye (APK) yang masih terpasang.

“Salah satu metode kampanye, yakni APK juga harus sudah dibersihkan kemudian juga distribusi logistik oleh jajaran KPU jadi memastikan bahwa logistik itu sudah tiba sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ungkapnya.

Selain itu, potensi kecurangan dan pelanggaran yang menjadi atensi dalam apel siaga masa tenang ini yakni praktik money politic atau pemberian barang lainnya kepada pemilih.

Menurutnya, hal itu bertujuan agar menggiring pilihan warga ke calon atau partai tertentu secara praktek kecurangan lainnya yang dapat menceredai pesta demokrasi ini.

“Tentu kita menekankan terkait dengan adanya potensi money politik dan kegiatan kampanye di masa tenang itu akan menjadi fokus penguasaan kita seandainya masih ada saat masa tenang ini,” tegasnya.

Pihaknya juga berharap, dengan diadakan apel siaga masa tenang hingga hari pemungutan dan penghitungan suara ini mempu mengantisipasi aksi kecurangan dan pelanggaran pemilu di Kabupaten Jembrana. (*)

Bupati Tabanan Hadiri Pemelaspasan Pelinggih Pura Batur Ancak Desa Sesandan

Upacara pemelaspasan Pelinggih, Piodalan dan Pewintenan Mangku Ring Pura Batur Ancak di Banjar Sandan Pondok, Desa Sesandan, Tabanan, Minggu (11/2/2024)
Upacara pemelaspasan Pelinggih, Piodalan dan Pewintenan Mangku Ring Pura Batur Ancak di Banjar Sandan Pondok, Desa Sesandan, Tabanan, Minggu (11/2/2024)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komitmen Pemkab Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati I Komang Gede Sanjaya mendukung pelestarian pembangunan di bidang Adat, Agama dan Budaya terus dijalankan.

Salah satunya melalui kehadirannya pada Minggu, (11/2/2024), menghadiri upacara pemelaspasan Pelinggih, Piodalan dan Pewintenan Mangku Ring Pura Batur Ancak di Banjar Sandan Pondok, Desa Sesandan, Tabanan. Sekaligus pada kesempatan itu Bupati Sanjaya mendapat kehormatan Mendem Pedagingan di salah satu Pelinggih Pura.

Hadir mendampingi dalam kesempatan tersebut, salah satu anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda, Pimpinan OPD terkait dan Camat Tabanan, Perbekel dan Bendesa Adat setempa yang turut mengikuti persembahyangan bersama dalam rangkaian upacara Pemelaspasan dan Mendem Pedagingan yang jatuh pada Redite Pon Juluwangi tersebut.

Dipuput oleh Ida Sulinggih, rangkaian upacara yang puncaknya jatuh pada 14 Februari mendatang ini merupakan wujud gotong-royong atau urunan dari masyarakat pengempon yang berjumlah 20 KK.

Bupati Sanjaya sampaikan apresiasi dan terima kasihnya akan semangat masyarakat dalam membangun Yadnya yang sudah sangat luar biasa sebagai wujud Sradha Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, leluhur, Guru Wisesa yakni pemerintah juga Wujud Bhakti kepada sesama masyarakat.

“Swadarma titiang ring Pemerintah Daerah Ngemargiang Bhakti di masyarakat, Bhakti ring Negara. Itu kewajiban yang harus kita laksanakan karena sesuai dengan visi-misi, titiang di pemerintah sudah menjalankan prmbangunan sekala lan niskala terutama dalam pelestarian adat agama dan budaya. Ini merupakan bagian dari identitas daerah Kabupaten Tabanan,” ujar Sanjaya.

Senada dengan Bupati Sanjaya, I Gusti Agung Nengah Supanca selaku Panitia Karya, menegaskan bahwa punvak Karya akan dilaksanakan pad 14 Februari 2024 mendatang.

Pihakna sangat berterimakasih atas apresiasi yang diberikan Bupati beserta jajaran yang telah hadir dalam kegiatan tersebut. Mewakili masyarakat, Ia juga menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah terhadap pihaknya dan kedepan Ia berharap sinergi ini terus dapat ditingkatkan. (rls)

Lestarikan Seni Budaya, Sekda Badung Support Lomba Kesenian Gender Wayang 

Sekda Wayan Adi Arnawa saat membuka Lomba Gender Wayang Berpasangan Kategori SD dan SMP yang digelar oleh Sanggar Sada Suara di Wantilan DPRD Badung, Puspem, Minggu (11/2/2024).
Sekda Wayan Adi Arnawa saat membuka Lomba Gender Wayang Berpasangan Kategori SD dan SMP yang digelar oleh Sanggar Sada Suara di Wantilan DPRD Badung, Puspem, Minggu (11/2/2024).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung selalu komit terhadap pelestarian seni budaya Bali.

Hal itu ditunjukkan dengan memberikan support berupa dana, sekaligus membuka Lomba Kesenian Bali Gender Wayang Berpasangan Kategori SD dan SMP yang digelar oleh Sanggar Sada Suara, bertempat di Wantilan DPRD Badung, Puspem, Minggu  (11/2/2024).

Mewakili Bupati, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana Pemkab Badung Rp30 juta untuk Lomba Gender Wayang diterima ketua panitia Ida Bagus Gede Mahendra dan disaksikan langsung oleh seluruh peserta.

“Lomba ini sangat positif melestarikan seni adat dan budaya warisan leluhur sekaligus mengasah kemampuan seni anak-anak dari usia dini untuk mengenal dan ikut menjaga melestarikan seni dan budaya warisan leluhur kita,” ujar Adi Arnawa.

Sementara, Ketua Panitia penyelenggara ida Bagus Gede Mahendra menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sekda Adi Arnawa. Lomba kali ini bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya serta meningkatkan aktivitas dan kreativitas di bidang seni dan budaya Bali.

”Terima kasih kami sampaikan kepada Sekda Badung yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dan membuka kegiatan lomba kesenian Bali ini. Kegiatan lomba Gender Wayang yang diikuti oleh sebanyak 10 pasang kategori SD dan SMP,” lapornya. (rls)

Bahaya Hipotermia Bagi Pendaki Gunung dan Cara Mencegahnya

Evakuasi pendaki yang mengalami Hipotermia di Gunung Agung, Bali.
Evakuasi pendaki yang mengalami Hipotermia di Gunung Agung, Bali.

PANTAUBALI.COM – Kegiatan mendaki gunung menjadi salah satu kegiatan yang paling digemari oleh semua kalangan, khususnya anak muda. Kegiatan ini dapat melatih fisik dan mental serta pengetahuan dasar untuk mempertahankan diri di alam.

Namun, aktivitas mendaki gunung memiliki resiko salah satunya adalah Hipotermia akibat kondisi cuaca dan hawa dingin di daerah pegunungan.

Seperti yang dialami seorang pendaki perempuan di Gunung Agung, Bali, bernama Luh Asri Ningsih Widi Nurjaya (23) pada Minggu (11/2/2024). Perempuan asal Desa Jagaraga, Kabupaten Buleleng tersebut harus dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan lantaran mengalami hipotermia.

Diketahui ia sebelumnya mendaki bersama sembilan orang temannya melalui jalur pendakian Pura Pengubengan, Desa Besakih, Kecamatan Rendang. Kemudian pada Minggu dini hari, ia dikabarkan mengalami hipotermia dan dengan kondisi kaki terkilir pada ketinggian 1760 MDPL.

Ia lantas dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dan dibawa ke Puskesmas Desa Rendang untuk mendapat perawatan.

 

Lantas, Apakah Hipotermia dan Bahaya bagi Pendaki Gunung?

Hipotermia merupakan kondisi ketika suhu tubuh mengalami penurunan drastis hingga dibawah 35 derajat Celsius yang mengakibatkan jantung dan organ vital lainnya tidak dapat berfungsi secara normal.

Jika penderita hipotermia tidak segera mendapat penanganan maka akan menyebabkan henti jantung, gangguan sistem pernapasan hingga kematian.

Suhu tubuh normal pada manusia umumnya berkisar antara 36,5 – 37,3 derajat Celsius. Penurunan suhu tubuh ini umunya terjadi ketika terpapar suhu udara rendah, angin kencang dan pakaian basah.

Bila hal itu terjadi dalam waktu lama maka suhu tubuh akan turun drastis dan badan tiba-tiba menggigil. Kondisi inilah yang disebut hipotermia.

Bagi pendaki gunung, hipotermia menjadi ancaman yang serius karena mereka sering terpapar suhu dingin dan cuaca ekstrem. Disamping itu, ketika berada di puncak gunung maka suhu udara semakin rendah dan cuacam menjadi semakin tidak dapat diprediksi.

 

Cara Mengindari Hipotermia saat Mendaki Gunung

Sebelum melakukan aktivitas mendaku gunung, maka para pendaki perlu mengetahui cara-cara pencegahan hipotermia, khususnya bagi pendaki pemula. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengindari hipotermia:

  • Menggunakan pakaian yang tepat

Gunakan pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca dan suhu di daerah pendakian. Pakaian seperti jaket, sweater dan celana panjang adalah lapisan pakaian yang baik untuk melindungi tubuh dari perubahan suhu di gunung.

  • Bawa peralatan pendukung

Peralatan pendukung yang bisa dibawa saat mendaki gunung yakni selimut aluminium, ponco, atau tarp yang bisa membantu menjaga tubuh tetap hangat dari kondisi cuaca ekstrem.

  • Konsumsi makanan dan minuman yang cukup

Makanan dan minuman yang cukup akan membantu tubuh untuk menghasilkan energi panas untuk menghadapi suhu dingin saat berada di daerah pegunungan.

  • Istirahat di tempat yang aman

Jika terjadi hujan saat sedang melakukan pendakian, maka istirahatlah di tempat yang aman dan terhindar dari air hujan dan anggin. Tindakan ini dilakuka tuntuk menghindari penurunan suhu tubuh secara drastis.

  • Selalu pantau cuaca

Saat mendaki, usahakan perhatikan perkembangan cuaca dan jika cuaca semakin buruk maka segera turun dari puncak gunung.

 

Penting diingat bagi pendaki agar menghindari hipotermia dengan menggunakan pakaian yang tepat dan membawa peralatan pendukung. Selain itu, pendaki juga harus mengetahui gejala hipotermia agar dapat mengambil tindakan pertolongan pertama yang tepat. (ana)

Libur Panjang Imlek, Objek Wisata di Tabanan Dipadati Wisatawan

Kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot.
Kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Momen libur panjang perayaan Isra Mikraj dan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili pada Kamis (8/2/2024) hingga hari ini Minggu (11/2/2024) memberikan dampak postif terhadap kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di Kabupaten Tabanan.

Seperti di Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot yang terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan. Manajemen operasional mencatat jumlah kunjungan wisatawan naik dua kali lipat dari hari biasa.

Hal itu diungkapkan oleh Asisten Manager DTW Tanah Lot I Putu Toni Wirawan. Ia menyebut, berdasarkan catatan, rata-rata jumlah kunjungan wisatawan mencapai 8.000 orang lebih per hari.

“Kunjungan meningkat sejak hari Kamis lalu yang mencapai 8 ribu orang. Kalau sebelumnya di hari-hari biasa hanya 4.000 sampai 5.000 orang,” ucapnya, Minggu (11/2/2024).

Toni menyebut, kunjungan didominasi oleh wisatawan domestik dari pulau Bali maupun luar Bali, khususnya pulau Jawa. “Sementara mancanegara masih ada dari Negara Eropa dan India. Namun jumlahnya tidak terlalu banyak,” sambungnya.

Hal yang sama juga terjadi di Objek Wisata Ulun Danu Beratan yang terletak di Kecamatan Baturiti. Seperti diungkapkan Humas DTW Ulun Danu Beratan I Made Sukarata. Menurutnya, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 3.000 orang. “Jika hari biasanya hanya 1.000 – 2.000 orang,” ungkapnya.

Pengunjung juga masih sama didominasi oleh wisatawan domestik dari Pulau Jawa. Pihaknya memperkirakan puncak kunjungan akan terjadi hari ini.

“Kalau cuaca tidak hujan, mudah-mudahan hari ini bisa lebih dari 3.000 orang,” harapnya.

Sukarata menambahkan, meskipun terjadi lonjakan kunjungan pihaknya tidak terkendala dengan parkir kendaraan baik untuk bus maupun mobil pribadi.

“Sampai saat ini belum ada kendala karena kami sudah menyiapkan skema parkir. Disamping itu, waktu berkunjung wisatawan juga tidak lebih dari dua jam sehingga tidak sampai terjadi penumpukan,” imbuhnya. (ana)

Alami Hipotermia dan Kaki Terkilir, Pendaki Perempuan di Gunung Agung Dievakuasi Tim SAR

Evakuasi pendaki perempaun, Luh Asri Ningsih WidiNurjaya (23) mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Agung pada Minggu (11/2/2024).
Evakuasi pendaki perempaun, Luh Asri Ningsih WidiNurjaya (23) mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Agung pada Minggu (11/2/2024).

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Seorang pendaki perempuan di Gunung Agung bernama Luh Asri Ningsih Widi Nurjaya (23) harus dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan lantaran mengalami hipotermia, Minggu (11/2/2024).

Diketahui, perempuan asal Desa Jagaraga, Kabupaten Buleleng ini mendaki pada Jumat (9/2/2024) sekitar pukul 13.00 WITA. Ia menadaki bersama sembilan orang temannya melalui jalur pendakian Pura Pengubengan, Desa Besakih, Kecamatan Rendang.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana mengatakan, Basarnas menerima laporan pada Minggu sekitar pukul 02.45 WITA dari ayah korban dan langsung menerjunkan personel menuju lokasi kejadian.

“Korban mengalami hipotermia dan terkilir pada ketinggian 1760 MDPL, selanjutnya Tim SAR Gabungan melaksanakan evakuasi pada koordinat yang telah ditentukan,” ujarnya.

Ngurah Eka Wiadnyana menyebut, saat ditemukan kondisi korban masih stabil. Namun tidak bisa berjualan karena kakinya terkilir.

“Selanjutnya, korban digendong menuju pos 1 pada ketinggian 1500 MDPL. Setibanya dibawah, korban langsung dievakuasi menuju Puskesmas Desa Rendang,” tambahnya.

Adapun, proses evakuasi terut melibatkan BPBD Karangasem, Polsek Rendang serta Pemandu Lokal.

Terpisah, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar I Nyoman Sidakarya menghimbau kepada para pendaki agar mengikuti himbauan dari petugas pengelola pendakian.

“Selain itu diperlukan juga fisik yang prima dan perbekalan yang memadai saat melaksanakan pendakian,” tambahnya. (ana)

Bupati Tabanan Dukung Kreativitas ST Panca Yowana Banjar Langan Kerambitan

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri undangan Kegiatan Lomba Mancing ST. Panca Yowana Banjar Langan, Desa Belumbang, Kerambitan.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri undangan Kegiatan Lomba Mancing ST. Panca Yowana Banjar Langan, Desa Belumbang, Kerambitan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kembali dukung kreativitas pemuda melalui lomba mancing, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M, menghadiri undangan Kegiatan Lomba Mancing ST. Panca Yowana Banjar Langan, Desa Belumbang, Kerambitan yang bertempat di Saluran Irigasi Subak Belumbang, Banjar Langan, Desa Belumbang, Kecamatan Kerambitan Tabanan, Sabtu (10/2/2024).

Dalam suasana kompak dan semangat ratusan pemancing tersebut, turut hadir anggota DPR RI I Made Urip, Sekda dan jajaran pimpinan OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam Kerambitan serta tokoh masyarakat setempat dalam kegiatan lomba mancing yang pagi itu yang juga didukung cuaca cerah.

Di kesempatan tersebut Bupati Sanjaya sampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada adik-adik Sekaa Teruna atas kekompakan yang sudah sangat luar biasa membangun sebuah kreativitas lomba mancing yang dilakukan dalam rangka penggalian dana untuk pembuatan ogoh-ogoh dalam rangka menyambut hari raya Nyepi yang akan datang.

“Adik-adik juga sudah audiensi ke Kantor Bupati untuk Sekaa Teruna, kekurangan apapun disini adik-adik asal bersatu, termasuk nanti dalam rangka pembuatan ogoh-ogoh, dalam rangka pembuatan pakaian untuk Sekaa, Bapak akan backup dan bantu untuk adik-adik,” ujar politisi asal Dauh Pala tersebut.

Selaku Panitia Acara dan Wakil Ketua ST. Panca Yowana Banjar Langan Desa Belumbang, I Putu Gede Deva Pradnyana Putra sampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bapak Bupati atas kehadirannya pada acara tersebut yang juga sekaligus bertujuan untuk menjunjung kreativitas bagi peserta, juga menumbuhkan rasa persatuan organisasi Sekaa Teruna setempat.

“Ini merupakan suatu hal yang kami banggakan, semoga kedepannya nanti kami bisa selalu sukses dan selalu semangat untuk menjalankan organisasi dan memohon selalu arahan dan dukungan Bapak Bupati kepada ST. Panca Yowana,” pinta Deva.

Dengan sejumlah 600 kupon yang disiapkan, pihaknya menyampaikan sejumlah 200 kupon lebih berhasil terjual dengan harga Rp50 ribu per kuponnya. Dalam perlombaan ini para pemancing berlomba memperebutkan ikan lele yang telah ditebar, untuk mendapatkan total hadiah sejumlah Rp3,5 juta dan 20 hadiah hiburan serta 1 buah handphone.

Sejalan dengan visi-misi Kabupaten Tabanan, Gede Deva berharap kedepannya untuk ST panca yowana agar selalu kompak dan selalu berintegritas dan selalu aman unggul madani menjalankan organisasi di sekaa truna truni juga lanang istri seglalak seglilik, segluluk sabayantaka untuk dapat mewujudkan Tabanan Era Baru Yang Aman Unggul Madani. (rls)