- Advertisement -
Beranda blog Halaman 478

Tak Kantongi Izin Tayang Liga Inggris, Kemenkumham Bali Tindak Kafe di Badung

Kakanwil Kemenkumham Bali, Romy Yudianto.
Kakanwil Kemenkumham Bali, Romy Yudianto.

PANTAUBALI.COM, BADUNG– Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kementerian Hukum dan HAM RI (Kemenkumham) dan PPNS Kanwil Kemenkumham Bali bersama personil Ditreskrimsus Polda Bali serta Kasubid Pelayanan Kekayaan Intelektual, menindak tegas pengelola kafe dan restoran yang menggelar acara nonton bareng liga sepak bola tanpa izin dari pemegang hak cipta, atas hak siar tayangan sepak bola Liga Inggris sejak 22-23 Februari 2024.

Berawal dari adanya laporan PT. Indonesia Entertainment Group (PT. IEG), selaku kuasa dari PT. Surya Citra Televisi (SCTV), PT. Vidio Dot Com (VIDIO), dan PT. Mediatama Televisi (NEX PARABOLA) sebagai pemegang hak siar atas tayangan olah raga dunia terhadap dugaan pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh enam kafe dan bar di wilayah Kabupaten Badung, Bali.

Mereka terindikasi melakukan kegiatan penyelenggaraan nonton bareng atau public viewing tayangan sepakbola Liga Inggris musim tahun 2022-2025 di tempat komersial tanpa izin dari pemegang lisensi.

Para pihak pengelola menayangkan siaran Liga Inggris tanpa izin dari PT. IEG yang merupakan pemegang lisensi hak siar eksklusif atas tayangan Liga Inggris musim tahun 2022-2025 di Indonesia.

Tindakan tegas yang dilakukan PT.IEG ini sebagai bentuk komitmen PT. IEG kepada para pelaku usaha yang sudah melakukan registrasi untuk menggelar kegiatan nonton bareng siaran olahraga secara resmi.

Berdasarkan hasil penggeledahan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), PPNS DJKI melakukan penyitaan terhadap alat-alat atau benda-benda yang digunakan untuk melakukan media penyiaran tersebut, antara lain televisi, setbox, decoder, remote control, dan benda-benda lain yang mempunyai kaitan dengan perkara yang ditangani untuk dijadikan sebagai alat bukti dalam rangkaian penyidikan hingga persidangan di pengadilan.

Penayangan hak siar di tempat komersial tanpa izin dari Pemegang Hak Siar merupakan tindak pidana Hak Cipta pelanggaran Hak Terkait Lembaga Penyiaran sebagaimana diatur dalam Pasal 25 jo. 118 Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta bahwa pelaku dapat diancam dengan pidana penjara 4  tahun dan denda Rp1 miliar, sedangkan apabila dilakukan dengan maksud pembajakan diancam dengan pidana penjara 10 tahun dan denda Rp4 miliar.

Direktur Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa Anom Wibowo, menghimbau kepada tempat- tempat komersial, seperti hotel, kafe, dan sport bar, apabila hendak melakukan penayangan tayangan sepakbola Liga Inggris musim 2022-2025 pastikan mendapatkan izin lisensi terlebih dahulu dari pemegang hak siar tayangan Liga Inggris tersebut agar terhindar dari tuntutan hukum yang berlaku.

“Setelah itu, dilanjutkan pada 24 Februari 2024, yakni pemeriksaan lanjutan dengan penyusunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) para terlapor oleh PPNS DJKI yang turut didampingi oleh Tim Sub Bidang Pelayanan KI bertempat di Kanwil. Kemenkumham Bali,” paparnya.

Sejalan dengan penindakan tersebut, Kakanwil Kemenkumham Bali, Romy Yudianto turut menghimbau dan mengingatkan para pelaku usaha agar mengantongi izin atau lisensi hak siar terlebih dahulu.

“Sebelum mempertontonkan/mempertunjukkan siaran yang dilindungi hak cipta, hendaknya mencari ijin dahulu sehingga terhindar dari segala bentuk pelanggaran yang memiliki sanksi baik perdata maupun pidana sesuai ketentuan yang berlaku,” terangnya. (jas)

Pj. Gubernur Bali Kunjungi Pasar Murah Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pj. Gubernur Bali, S.M. Mahendra Jaya didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Bali, Ny. Widiasmini Indra beserta Kepala Perangkat Daerah Provinsi Bali mengunjungi pasar murah yang digelar dalam rangka pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan di depan Kantor Gubernur Bali, Minggu (25/2) pagi.

Seusai berkeliling dan berbelanja di pasar murah, Pj. Gubernur Bali menyampaikan jelang hari raya Galungan dan Kuningan akan terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat. Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat maka Pemprov Bali bersinergi dengan BPD Bali, Bank Indonesia dan stakeholder terkait lainnya menggelar pasar murah.

“Kami berharap dengan gelaran pasar murah ini dapat membantu dan meringankan beban masyarakat terutama akan kebutuhan menjelang hari raya seperti beras, minyak goreng, telor, buah-buahan hingga canang,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali dalam wawancaranya dengan awak media, dimana gelaran pasar murah ini merupakan salah satu upaya dari rangkaian upaya yang dilakukan pemerintah dalam menjamin suplai serta distribusi barang untuk mengendalikan inflasi menjelang hari raya.

Lebih jauh, Sekda Dewa Indra menyampaikan dalam pengendalian inflasi terdapat empat strategi yang dilakukan yaitu keterjangkauan harga, ketercukupan suplai, kelancaran distribusi dan komunikasi. Komunikasi dimaksud untuk meyakinkan masyarakat kalau barang kebutuhan tersebut tersedia.

“Pelaksanaan pasar murah ini meskipun skalanya kecil, namun mampu membawa pesan kepada masyarakat kalau barang itu tersedia. Gas LPG 3kg yang katanya langka, di pasar ini tersedia, beras juga tersedia. Efek psikologis masyarakat ini yang coba kami atasi, kami meyakinkan masyarakat kalau barang tersebut tersedia di pasar, sehingga kami harap masyarakat tidak perlu membeli barang secara berlebihan, cukup sesuai kebutuhan saja karena persediaan aman,” imbuhnya.

Menanggapi kelangkaan pasokan Gas LPG 3 kg (gas melon), Sekda Bali menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan telah disepakati untuk mengantisipasi kebutuhan hari raya, telah diberikan tambahan suplai 250 ribu biji gas LPG 3kg ditambah dengan stok yang tengah beredar di pasar, maka asumsi kami jumlah tersebut cukup untuk hari raya Galungan dan seterusnya sehingga persediaan aman. Masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah daerah pasti merespon dengan cepat begitu ada kelangkaan dan kami yakinkan masyarakat bahwa ketesediaan aman.

Masih dalam sesi wawancaranya, Dewa Indra juga menyampaikan masyarakat tidak usah khawatir terkait kenaikan harga beras karena dalam waktu tidak terlalu lama akan ada panen dan harga beras pasti akan turun karena suplai otomatis bertambah. Penyebab kenaikan beras saat ini merupakan dampak dari musim panen yang belum tiba karena badai el nino. Tetapi akhir Bulan Februari dan Maret sudah akan masuk musim panen, karena itu produksi gabah/beras akan tersedia cukup dan harga akan turun. Untuk mengatasi kenaikan harga akibat kurangnya stok akibat badai elnino ini kita atasi dengan operasi-operasi pasar dan masyarakat bisa membeli beras SPHP yaitu beras yang digulirkan pemerintah melalui Perum Bulog.

Kegiatan kunjungan pasar murah pada pagi hari ini diawali dengan Pencanangan Gerakan Tanam Pangan Cepat Panen yang ditandai dengan penanaman bibit jagung oleh Pj. Gubernur Bali, Sekda Bali, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Direktur BPD Bali serta Kepala Perangkat Daerah Provinsi Bali, dengan mengambil tempat di areal timur Kantor Gubernur Bali.

Harga Babi Jelang Galungan Capai Rp40 Ribu Per Kilo, Peternak Masih Tak Dapat Untung

Ternak babi di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.
Ternak babi di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Harga babi di tingkat peternak menjelang hari raya Galungan dan Kuningan kini berada di kisaran harga Rp36 – Rp40 ribu per kilogram. Sedangkan di tingkat pedagang mencapai Rp80 – Rp85 ribu per kilogram.

Hal itu diungkapkan oleh seorang peternak babi di Desa Baru, Marga, Ketut Gede Jaya Ada. Menurutnya harga babi di tingkat peternak sebelumnya sekitar Rp35 ribu per kilogram. Namun sekarang sudah mencapai Rp40 ribu.

“Kenaikan harga sudah terjadi sejak seminggu lalu. Saat penampahan Galungan harga bisa naik lagi karena permintaan juga akan meningkat,” ujarnya, Minggu (25/2/2024).

Meskipun terjadi kenaikan harga, Gede Jaya mengaku, para peternak belum bisa mendapatkan keuntungan yang memuaskan. Sebab, harga pakan babi saat ini terus mengalami lonjakan hingga mendekati harga Rp600 ribu per sak.

“Misalkan, kalau harga babi Rp36 ribu per kilo, kami tidak dapat untung sama sekali. Yang diuntungkan hanya di tingkat pemotong saja,” paparnya.

Sementara itu, mendekati Galungan Dinas Pertanian (Distan) melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di masing-masing kecamatan akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap babi di sejumlah titik pemotongan.

“Mulai besok kami akan lakukan pemeriksaan di semua kecamatan,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan I Gede Eka Parta Ariana.

Ia menjelaskan, pemeriksaan akan dilakukan dengan dua tahapan yakni pemeriksaan antemortem sebelum hewan dipotong dan postmortem yang dilakukan setelah hewan dipotong dengan mengecek konsistensi daging dan kondisi organ tubuh seperti hati, paru-paru, jantung.

“Tujuannya memastikan kesehatan daging sebelum dikonsumsi oleh masyarakat,” sambungnya

Terkait stok babi siap potong, Eka menyebut, untuk di Kabupaten Tabanan stoknya masih mencukupi untuk hari raya Galungan hingga Kuningan.

“Sebelumnya kami sudah melakukan pendataan di masing-masing kecamatan. Kami pastikan stok masih aman dan mencukupi,” ungkapnya. (ana)

Usung Pelestarian Seni Budaya, Bupati Sanjaya Buka Festival Ogoh-ogoh Singasana Tahun 2024

Pembukaan Festival Ogoh-ogoh Singasana Kabupaten Tabanan Tahun 2024.
Pembukaan Festival Ogoh-ogoh Singasana Kabupaten Tabanan Tahun 2024.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komitmen Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, dalam mendukung serta memfasilitasi kreatifitas dan inovasi seni generasi muda di Tabanan direalisasikannya melalui Festival Ogoh-ogoh Singasana Tahun 2024.

Dibuka dengan penuh sukacita dan semangat riang gembira, event seni dan budaya ini diikuti oleh ratusan peserta dan disaksikan ribuan masyarakat yang nampak memadati seputaran areal Gedung Kesenian I Ketut Maria,  Taman Bung Karno hingga Jalan Gajah Mada, Tabanan, Sabtu (24/2/2024).

Festival tahunan ini, merupakan inisiasi langsung dari orang nomor satu di Tabanan yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Terutama Sekaa Yowana yang mengikuti perlombaan ogoh-ogoh, di mana penilaiannya telah dimulai sejak tanggal 22 Februari dan dilaksanakan hingga 26 Februari 2024 selama 5 hari.

Saat itu juga turut menyaksikan parade, salah satu Anggota DPR RI, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta anggota, Jajaran Forkopimda, Sekda, para Asisten, Para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, Perbekel serta Bendesa Adat setempat juga para tokoh masyarakat.

Pelaksanaan Festival Ogoh-Ogoh Singasana Tahun 2024 bedasarkan lomba yang diselenggarakan sebagai pilot project Kecamatan Tabanan ini mengambil tema “Nyomya Bhuta Kala Nyanggra Nawa Warsa Icaka 1946 Nyujur Paduraksa Jayaning Singasana”.

Diikuti oleh 12 Peserta dari 12 Desa Dinas yang ada di Kecamatan Tabanan. Berdasarkan penilaian yang telah dilakukan pada 23 Februari lalu, para pemenang lomba telah ditentukan. Di mana juara pertama diraih oleh Yowana dari Desa Subamia yang memenangkan hadiah sebesar 10 juta rupiah.

Kemudian juara Kedua, yakni Yowana Desa Delod Peken dengan hadiah sebesar 7,5 juta rupiah dilanjutkan dengan juara Ketiga, yakni dari Yowana Desa Denbantas dengan hadiah sebesar 5 juta rupiah. Selanjutnya pada festival kali ini akan ditentukan kejuaraan khusus dari Juri kehormatan, yakni kategori Juara Terfavorit pilihan Bupati Tabanan, Juara terunik pilihan Ketua DPRD Kabupaten Tabanan dan Juara Terkreatif pilihan Wakil Bupati Tabanan, di mana masing-masing juara akan mengantongi hadiah sebesar 5 juta rupiah.

Bupati Sanjaya di kesempatan itu, memberikan apresiasi yang sangat baik atas turut serta seluruh lapisan masyarakat dalam memeriahkan kegiatan tahunan dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi ini. PIhaknya juga seraya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Kebudayaan, Bendesa Adat, tokoh-tokoh serta seluruh pihak terkait karena terselenggaranya parade ogoh-ogoh yang sudah lama dinantikan oleh masyarakat Tabanan.

“Kita di Pemerintah Era Baru ini, bahwa setiap tahun ada 12 bulan, banyak parade yang akan kita lakukan, seperti kemarin ada lampion dan parade nusantara, Parade Imlek dan lain-lain. Semua kita parade-kan, sehingga masyarakat Tabanan menjadi riang gembira, menyambut Tabanan Era Baru ini. Bagaimana tugas pemerintah untuk menghibur masyarakat, sehingga masyarakat dan anak-anak menjadi riang gembira, dengan pemerintah juga melaksanakan pelestarian adat, agama dan seni budaya,” ujar Sanjaya penuh semangat.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Made Yudiana juga menyampaikan terselenggaranya festival ini merupakan peran serta dan inisasi yang luar biasa dari Bupati Tabanan. “Mewakili para yowana, kami menghaturkan terima kasih yang tidak terhingga kepada Bapak Bupati atas ruang, waktu dan pendanaan yang telah diberikan. Sehingga kreatifitas anak muda di Tabanan dapat terwadahi seperti saat ini,” jelasnya.

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini, yakni untuk memberikan apresiasi atas kreatifitas seni generasi muda, melestariakn adat seni dan budaya dan juga mempererat hubungan generasi muda, khususnya Sekaa Teruna di Tabanan. Dalam memeriahkan kegiatan ini, di seputaran Taman Bung Karno juga dilaksanakan berbagai pameran UMKM dan aneka kuliner, juga disediakan hiburan seperti joged, pementasan seni hingga penampilan grup band mulai dari 22 hingga 25 februari 2024. (rls)

Cerminan Toleransi dalam Keberagaman, Bupati Tabanan Hadiri Ramah Tamah Perayaan Cap Go Meh

Bupati Tabanan bersama jajaran dalam acara ramah tamah dan santap siang bersama oleh Yayasan Kerta Yasa yang bertempat di Vihara Dharma Cattra/Kong Co Bio Tabanan, Sabtu (24/2/2024)
Bupati Tabanan bersama jajaran dalam acara ramah tamah dan santap siang bersama oleh Yayasan Kerta Yasa yang bertempat di Vihara Dharma Cattra/Kong Co Bio Tabanan, Sabtu (24/2/2024)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Cerminan toleransi dan kebersamaan serta komitmen meningkatkatkan harmonisasi dalam keberagaman di Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M, dengan penuh sukacita hadiri acara perayaan hari raya Imlek Cap Go Meh 2575.

Ia sekaligus hadir dalam acara ramah tamah dan santap siang bersama oleh Yayasan Kerta Yasa yang bertempat di Vihara Dharma Cattra/Kong Co Bio Tabanan, Sabtu (24/2/2024).

Dalam suasana penuh suka cita dan kebersamaan siang itu, akhir perayaan Tahun Baru Imlek 2024 yang merupakan tahun naga kayu tersebut juga dihadiri oleh salah satu anggota DPR RI dan anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda, Jajaran Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah Terkait di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Camat Tabanan, Perbekel dan Bendesa Adat setempat serta warga besar Indonesia Tionghoa.

Di kesempatan yang berbahagia tersebut, Sanjaya menyampaikan atas nama pribadi, masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi positif juga menyampaikan selamat atas terselenggaranya kegiatan perayaan hari raya Imlek dan Cap Go Meh ini. Pihaknya sekaligus berharap hubungan harmonis yang telah terjalin selama ini dapat terus dibangun dengan baik serta selalu ditingkatkan.

“Hari ini kita membuktikan kepada seluruh masyarakat, bahwa kita di Tabanan sudah terbiasa dengan perbedaan, tidak ada masalah fundamental atas perbedaan yang ada. Kita justru merayakan perbedaan yang ada, salah satunya perayaan Imlek yang kita rayakan dengan suka cita hari ini, dimana wajah kota Tabanan dihias dengan lampion yang begitu indah. Begitu juga parade Imlek telah digelar dengan sangat meriah beberapa hari yang lalu,” ujar Sanjaya.

Lebih dari itu, Sanjaya juga sampaikan rasa syukurnya akan komitmen etnis Tionghoa di Kabupaten Tabanan selama ini. Etnis Tionghoa bersama-sama segenap komponen masyarakat Tabanan lainnya, yang telah bersatu padu meningkatkan dukungan, peran, dan inisiatifnya dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat Tabanan. Pihaknya meyakini, di tahun naga kayu tersebut dengan komitmen yang kuat dari seluruh pihak, disertai kerja keras, dapat membantu mewujudkan Kabupaten Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani.

Selaku Ketua Yayasan Kerta Yasa Tabanan, Liem Surya Adinata menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Tabanan beserta jajaran yang sudah berkenan menghadiri perayaan Cap Go Meh sekaligus dukungan yang luar biasa telah diberikan selama perayaan Imlek Tahun 2024 tersebut ataupun tahun sebelumnya.

“Kami diberi ruang untuk bisa berekspresi, berkreasi yang dituangkan dalam acara parade dan Pentas Budaya perayaan Imlek tanggal 18 Februari 2024 yang diprakarsai INTI Tabanan. Kegiatan tersebut mencerminkan Kabupaten Tabanan dibawah kepemimpinan Bapak Bupati, mampu menunjukkan Tabanan sebagai kota yang harmoni dengan konsepnya pade Eling pade Liang dan pade Gelahan. Sungguh sangat menjunjung keberagaman, persaudaraan dan juga sebagai kota yang sangat menjunjung toleransi,” pungkas Liem.

Pihaknya berharap agar acara ini akan bisa berlangsung setiap tahun dan menjadi agenda tahunan di Kabupaten Tabanan. Pihaknya juga menyampaikan, bahwa segenap warga Tionghoa siap menjadi partner untuk melaksanakan hajatan tersebut dengan semangat kebersamaan dan bersama membangun Tabanan, sehingga pihaknya juga bisa berperan aktif dan bisa bangga jadi orang Tabanan dengan semangat kebersamaan untuk mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman Unggul dan Madani. (rls)

21 Orang WNA dan Warga Blasteran Ajukan Diri Jadi WNI

Sidang pewarganegaraan oleh Tim Evaluasi Kewarganegaraan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali.
Sidang pewarganegaraan oleh Tim Evaluasi Kewarganegaraan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Tim Evaluasi Kewarganegaraan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali melaksanakan sidang pewarganegaraan kepada 21 Warga Negara Asing (WNA) yang mengajukan permohonan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), Jumat (23/2/2024).

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Alexander Palti menerangkan, terdapat tiga Warga Negara Asing yang mengajukan permohonan pewarganegaraan (Naturalisasi), untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) berdasarkan Pasal 8 UU Nomor 12 Tahun 2006.

“Pemohon Warga Negara Asing pertama bernama Antonio Camaiani, yang bersangkutan sebelumnya WNA berkewarganegaraan Italia dan Warga Negara Asing kedua dan ketiga bernama Laia Gil Coca serta Ricard Andreu Martinez yang sebelumnya merupakan WNA berkewarganegaraan Spanyol,” paparnya.

Selanjutnya, 18 orang lainya merupakan subjek anak berkewarganegaraan ganda yang terdiri dari perkawinan campuran antara negara Indonesia-Jepang sebanyak 16 orang, satu orang Indonesia-Swiss, serta satu orang Indonesia-Inggris, seluruhnya mengajukan permohonan pewarganegaraan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2022.

Dalam sidang tersebut, Kepala Divisi Alexander Palti bersama Tim Verifikasi mengajukan beberapa pertanyaan, diantaranya pertanyaan tentang wawasan Kewarganegaraan, Pajak dan Tindakan Kriminal.

“Mereka menjawab dengan cukup baik pertanyaan tentang wawasan Kewarganegaraan maupun pertanyaan lainya,” ujarnya.

Selain itu, pemohon juga diminta untuk melafalkan Pancasila dan ditanyakan dasar keinginanya untuk menjadi seorang WNI.

“Sebagian besar pemohon menjawab timbulnya keinginan menjadi seorang WNI disebabkan oleh rasa nyaman untuk tinggal di Indonesia khusunya di Bali, karena Bali memiliki budaya yang kaya dan unik, dengan berbagai tradisi dan ritual keagamaan yang menarik, hal tersebut tidak mereka temui di tempat lain,” terangnya.

Berikutnya diterangkan, secara formil ke-21 WNA tersebut dinilai baik, nantinya tim verifikator akan melakukan verifikasi lebih lanjut kelengkapan berkas untuk kemudian diajukan ke pusat.

Turut hadir dalam acara, Tim unsur Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Bali, unsur dari Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Bali, Polda Bali, dan Kanwil Ditjen Pajak Bali berlangsung di ruang Nakula. (jas)

DPRD Tabanan Dukung Kreativitas Yowana Melalui Festival Ogoh-Ogoh Singasana

Pembukaan Festival Kesanga yang ditandai dengan pemukulan kulkul, Sabtu (24/2/2024).
Pembukaan Festival Kesanga yang ditandai dengan pemukulan kulkul, Sabtu (24/2/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Serangkaian menyambut Hari Raya Nyepi tahun caka 1946, Pemerintah Kabupaten Tabanan mengadakan Parade Festival Ogoh-Ogoh Singasana, Sabtu (24/2/2024).

Sebanyak 12 ogoh-ogoh dengan berbagai bentuk dan karakter karya sekaa teruna dari perwakilan desa dinas yang ada di Kecamatan Tabanan mengikuti parade.

Selain ogoh-ogoh, para sekaa teruna juga menampilkan tari kreasi yang menggambarkan filosopi dan karakter dari karya ogoh-ogoh mereka.

Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga yang hadir menyaksikan parade memberikan apresiasi dan dukungannya terhadap kreativitas para yowana.

“Untuk kreativitas anak muda wajib kita wadahi melalui pawai serta perlombaan Ogoh-ogoh ini, sehingga mereka merasa diperhatikan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan diselenggarakan festival ini bisa melestarikan seni dan budaya bali serta tetap mengembangkan diri bagi seluruh pemuda di Kabupaten Tabanan.

“Saya berharap, dari pemerintah dapat melanjutkan acara ini, serta bagi para pemuda jangan sampai membeli ogoh-ogoh, kembangkanlah kemampuan dan kekompakan di masing-masing seka truna,” harapnya. (ana)

12 Ogoh-Ogoh Semarakan Festival Ogoh-Ogoh Singasana 2024 Tabanan

Semarak parade ogoh-ogoh Festival Kesanga Kabupaten Tabanan, Sabtu (24/2/2024).
Semarak parade ogoh-ogoh Festival Kesanga Kabupaten Tabanan, Sabtu (24/2/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebagai rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 11 Maret 2024 mendatang, Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar Festival Ogoh-Ogoh Singasana.

Seperti hari ini Sabtu (24/2/2024), parade ogoh-ogoh yang digelar semarak di area Taman Bung Karno pada pukul 15.00 WITA.

Dari pantauan, ribuan masyarakat memadati area Taman Bung Karno hingga depan Gedung Kesenian I Ketut Maria untuk menyaksikan parade ogoh-ogoh dengan berbagai bentuk dan karakter hasil karya sekaa teruna dari 12 perwakilan desa dinas yang ada di Kecamatan Tabanan.

Selain ogoh-ogoh, para sekaa teruna juga menampilkan tari kreasi yang menggambarkan filosopi dan karakter dari karya ogoh-ogoh mereka.

Parade dibuka oleh Yowana Dharma Mekar dari Desa Sesandan. Dilanjutkan dengan Yowana Widya Taruna dari Desa Sudimara hingga terakhir Yowana dari Desa Bedha.

Masing-masing perwakilan desa tersebut menampilkan kreasi ogoh-ogoh, baleganjur hingga tarian selama kurang lebih 5 menit dan langsung dinilai oleh para juri untuk menentukan juara favorit.

Salah seorang warga, Ayu Tiara Dewi (23) mengatakan sangat antusias menonton parade bersama teman-temannya. Sebab, setiap tahun, ia selalu menantikan parade ogoh-ogoh sebagai rangkaian Hari Raya Nyepi.

“Ya sangat senang. Walaupun harus berdesak-desakan, tapi puas melihat karya ogoh-ogoh yang diarak tadi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten I Made Yudiana mengatakan, Festival Ogoh – Ogoh Singasana 2024 diikuti oleh 12 peserta dari 12 Desa Dinas yang ada di Kecamatan Tabanan.

“Festival ini dilaksanakan selama lima hari yakni 22 – 26 Februari 2024,” ungkapnya di sela-sela acara.

Sudiana menyebut, sebelum parade berlangsung, ogoh-ogoh tersebut sebelumnya ditempatkan di area Taman Bung Karno untuk dilakukan penilaian lomba pada Jumat (23/2/2024) kemarin. Masing – masing peserta juga mendapatkan uang kepesertaan sebesar Rp20 juta.

Adapun juara I dengan hadiah Rp10 juta diraih oleh Desa Subamia dengan karya ogoh-ogoh Aji Cakrageni. Juara II dengan hadiah Rp7,5 juta diraih oleh Desa Delod Peken dengan ogoh-ogoh bertema Leak Endihan. Kemudian, Juara III dengan hadiah Rp5 juta diraih oleh Desa Denbantas dengan tema Sang Raja Detya.

“Sedangkan kejuaraan khusus dari juri kehormatan ditentukan pada hari ini dengan kategori Juara Terfavorit, Juara Terunik dan Juara Terkreatif. Dengan masing-masing hadiah uang tunai sebesar Rp5 juta,” ungkapnya.

Untuk memeriahkan kegiatan Festival Ogoh – Ogoh ini, di seputaran Taman Bung Karno juga dilaksanakan pameran UMKM dan berbagai macam kuliner.

“Besok, Minggu (25/2/2024) akan ada pawai ogoh – ogoh mini yang akan diikuti oleh anak – anak TK di wilayah Kota Tabanan,” tambahnya. (ana)

Purnama Sasih Kesanga, Bupati Sanjaya Bersama Jajaran Sembahyang Bersama di Pura Luhur Batukau

Bupati Sanjaya Bersama Jajaran Sembahyang Bersama di Pura Luhur Batukau.
Bupati Sanjaya Bersama Jajaran Sembahyang Bersama di Pura Luhur Batukau.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya,S.E.,M.M, melaksanakan rangkaian persembahyangan bersama dalam rangka rahina Purnama Kesanga di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Penebel, Tabanan, Sabtu (24/2/2024) pagi.

Kegiatan persembahyangan tersebut, telah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan di setiap rahina Purnama. Ini merupakan wujud cihna bhakti Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam pelestarian agama dan budaya serta menjaga kekompakan antara jajaran.

Kegiatan persembahyangan tersebut, telah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan di setiap rahina Purnama

Dalam suasana penuh khidmat, Bupati Sanjaya beserta jajarannya melaksanakan persembahyangan di tiga Pura utama, yakni Pura Beji, Pura Luhur dan Pancer Jagat.

Kehadiran Bupati dan jajaran bukan hanya sebagai representasi Pemerintah, tetapi juga sebagai bentuk dukungan aktif terhadap ritual keagamaan yang menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Tabanan yang mencerminkan keharmonisan antara pemimpin dan  masyarakat dalam menjaga nilai luhur keagamaan.

Selain wujud cihna bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, melalui persembahyangan rutin ini juga sekaligus diharapkan mampu meningkatkan nilai spiritualitas diri, dan juga meningkatkan sikap religiusitas pimpinan dalam menyeimbangkan pembangunan di Tabanan secara harmonis sekala maupun niskala. Tentunya juga guna meningkatkan kekompakan dan kebersamaan antar jajaran di lingkungan Pemkab Tabanan.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya berikan apresiasi atas kekompakan dan keharmonisan seluruh jajaran dan masyarakat Kabupaten Tabanan yang telah ditunjukkan selama ini.

Dengan persembahyangan ini, diharapkan juga dapat mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana, yakni mempererat hubungan baik antara manusia dengan Tuhan, alam dan juga sesama manusia melalui giat memberi makan ikan dan pelepasan burung guna kelestarian lingkungan. Hal ini tentunya sejalan dengan visi-misi Kabupaten Tabanan, yakni mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman Unggul dan Madani (AUM).

Turut hadir dalam persembahyangan tersebut, Sekda, para Asisten, Jajaran Pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Instansi Vertikal dan Kepala BUMD serta para Camat di Kabupaten Tabanan. (ana)

Overstay 260 Hari, WNA Perempuan Asal Jerman Dideportasi

BK, WNA Jerman saat dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Kanwil Kemenkumham Bali, pada Kamis (22/2/2024).
BK, WNA Jerman saat dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Kanwil Kemenkumham Bali, pada Kamis (22/2/2024).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Warga Negara Asing (WNA) perempuan asal Jerman berinisial BK dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Kanwil Kemenkumham Bali, pada Kamis (22/2/2024).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar Tedy Riyandi menyampaikan, BK masuk ke wilayah Indonesia dengan visa kunjungan saat kedatangan (VKSK) yang saat pemeriksaan izin tinggalnya telah berakhir atau telah overstay selama 260 hari.

“Kita mendapatkan laporan masyarakat akan adanya WNA yang overstay, sehingga segera ditindaklanjuti dengan pengawasan keimigrasian untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan. BK datang ke Bali untuk berlibur dan saat ini tidak bekerja,” jelas Tedy.

Tedy juga menghimbau kepada masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Bali agar proaktif memantau dan melaporkan berbagai jenis pelanggaran atau patut diduga melanggar aturan yang dilakukan oleh Warga Negara Asing kepada pihak yang berwenang sehingga dapat diambil tindakan tegas.

“Orang Asing pemegang izin tinggal yang telah berakhir masa berlakunya dan masih berada dalam wilayah Indonesia lebih dari 60 hari dari batas waktu izin tinggal dikenai tindakan administratif Keimigrasian berupa deportasi dan penangkalan,” tegasnya.

Kepala Kanwil Kemenkumham Bali Romi Yudianto, mengajak seluruh WNA datang ke Pulau Bali dan nikmati segala keindahan alamnya namun dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku serta selalu berperilaku tertib dengan menghormati hukum.

“Silakan berkunjung ke pulau kami, akan tetapi tetaplah menghormati Nilai Budaya Masyarakat Bali, karena setiap pelanggaran akan ditindak tegas demi menegakkan kehormatan dan kewibawaan Negara,” tegas Romi