- Advertisement -
Beranda blog Halaman 469

Berkah Hari Raya Nyepi, 82 Warga Binaan Lapas Tabanan Terima Remisi

Kepala Lapas Kelas IIB Tabanan Muhamad Kameily menyerahkan remisi Nyepi kepada warga binaan, Selasa (12/3/2024).
Kepala Lapas Kelas IIB Tabanan Muhamad Kameily menyerahkan remisi Nyepi kepada warga binaan, Selasa (12/3/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Hari Raya Nyepi tahun Saka 1946 membawa berkah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan khususnya mereka yang beragama Hindu.

Pada perayaan Nyepi tahun ini, sebanyak 82 orang WBP umat Hindu memperoleh Remisi Khusus (RK) Keagamaan. Remisi atau pengurangan masa tahanan ini diserahkan langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Tabanan Muhamad Kameily, bertempat di Aula Candra Prabhawa, Selasa (12/3/2024).

Muhamad Kameily mengatakan, dari 82 orang WBP tersebut terdapat 41 orang Warga Binaan dengan pidana khusus yaitu pidana narkotika, korupsi dan money laundering sementara sisanya merupakan WBP dengan pidana umum.

Adapun besaran remisi atau pengurangan tahanan ini bervariasi, mulai dari 15 hari sampai dengan 1 bulan 15 hari.

“Remisi ini merupakan hak warga binaan yang telah memenuhi persyaratan seperti tidak melakukan pelanggaran serta telah mengikuti kegiatan-kegiatan pembinaan yang ada di Lapas dengan baik,” ujarnya.

Ia menekankan kepada seluruh warga binaan yang mendapat remisi agar bisa menjadikan momen ini sebagai motivasi untuk dapat merubah tujuan hidup kearah yang lebih baik.

“Semoga teman-teman dapat berdamai dengan keadaan bahwasannya terdapat hari esok yang lebih baik. Jadikan pengalaman ini sebagai sebuah pelajaran sehingga nanti ketika telah bebas dari Lapas teman-teman dapat menjadi orang yang bermaanfaat bagi orang lain,” tutup Kameily.

Sementara itu, salah seorang warga binaan yang memperoleh remisi, Ngurah Gede mengaku sangat bersyukur remisinya telah turun.

“Puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa, remisi saya sudah turun. Ini merupakan hari raya Nyepi yang ke-2 kalinya saya rayakan setelah masuk Lapas. Saya berharap tahun depan saya bisa merayakan hari raya Nyepi bersama-sama keluarga setelah bebas dari Lapas,” ungkapnya. (ana)

Pentingnya Asupan Vitamin C dan Zinc untuk Tubuh Selama Puasa

Makanan sumber vitamin c (Foto: Al Care)
Makanan sumber vitamin c (Foto: Al Care)

PANTAUBALI.COM – Selama menjalankan ibadah puasa tentunya tubuh akan terasa lemas karena kurangnya asupan makanan dan minuman. Sehingga tubuh mudah terserang penyakit.

Maka dari itu sangat dianjurkan untuk mengonsumsi nutrisi yang baik selama berpuasa untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar.

Tubuh membutuhkan asupan nutrisi melalui makanan bergizi seimbang. Selain melalui makanan, mengonsumsi suplemen juga dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh.

Melansir dari situs Alodokter, nutrisi yang sangat dibutuhkan saat puasa adalah vitamin C dan zinc.  Kedua nutrisi tersebut sangat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang membantu mencegah infeksi penyakit yang dapat mengganggu ibadah puasa.

Tidak hanya itu, vitamin C dan zinc juga dapat menghilangkan gejala kekurangan nutrisi, seperti lelah, lemas, mengantuk serta pusing yang sering dialami saat berpuasa.

Makanan Sumber Vitamin C dan Zinc

Vitamin C dan zinc bisa didapat dengan mengonsumsi buah-buahan dan sayuran tertentu. Misalnya jeruk, jambu biji, kiwi, pepaya, mangga, nanas, kubis, brokoli, ubi, kembang kol dan paprika.

Selanjutnya, makanan yang banyak mengandung zinc yakni daging ayam, daging sapi, tiram, kepiting, kacang-kacangan, jamur, gandum, sereal, susu dan yogurt.

Selain itu, Vitamin C dan zinc juga bisa didapat dengan mengonsumsi produk suplemen multivitamin mengandung vitamin C dan zinc, serta vitamin maupun mineral lain dalam satu tablet.

Sementara itu, selain mengonsumsi vitamin C dan zinc , ada beberapa tips yang dapat membantu menjalankan puasa agar berjalan optimal, yakni memenuhi kebutuhan air putih di saat sahur, berbuka dan di malam hari untuk mencegah dehidrasi selama berpuasa.

Hindari mengonsumsi makanan tinggi lemak, tinggi gula serta kafein saat sahur dan berbuka. Yang tak kalah penting lakukan aktivitas fisik atau olahraga untuk menunjang kesehatan tubuh selama berpuasa.

Sebuah Rumah di Denbantas Tabanan Terbakar Saat Nyepi, Diduga Akibat Api Lilin

Kebakaran saat Nyepi di salah satu rumah di Perumahan BTN Sekawan, Banjar Tuakilang Baleran, Desa Denbatas, Tabanan, Selasa (12/32024).
Kebakaran saat Nyepi di salah satu rumah di Perumahan BTN Sekawan, Banjar Tuakilang Baleran, Desa Denbatas, Tabanan, Selasa (12/32024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Peristiwa kebakaran saat hari Raya Nyepi, Senin (11/3/2024) terjadi di salah satu rumah di Perumahan BTN Sekawan, Banjar Tuakilang Baleran, Desa Denbatas, Tabanan.

Rumah milik Rida Wahyu Ningsih asal Pupuan, Tabanan, tersebut diduga terbakar akibat api dari lilin yang jatuh ke kasur hingga melalap dan membakar lemari pakaian. Kejadian ini pun menghebohkan warga sekitar perumahan.

Salah satu keluarga korban bernama Slamet mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WITA. Saat itu, ia bersama korban sedang duduk sambil mengobrol di depan rumah.

“Kami lagi duduk di depan rumah dan mencium bau gosong dari dalam rumah. Saat dicek ke dalam api sudah berkobar,” ungkapnya.

Melihat kejadian itu, Slamet dan pemilik rumah berupaya memadamkan api dengan dibantu warga sekitar. Kemudian, satu unit mobil pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk memadamkan api.

“Syukur api berhasil dipadamkan dan tidak sampai membesar. Situasi sekarang sudah aman terkendali,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Perbekel) Denbantas Ida Bagus Made Surya Perbawa membenarkan peristiwa tersebut.

“Benar kejadiannya kemarin malam. Pemilik rumah menyalakan lilin dan lilin itu jatuh menimpa kasur sehingga melalap dan membakar lemari pakaian,” ujarnya.

Beruntung kejadian itu cepat diketahui pemilik rumah dan Pecalang yang saat itu tengah berjaga langsung menghubungi damkar. “Tidak ada korban jiwa,” pungkas Surya Perbawa.(ana)

Bupati Tabanan Ikuti Rangkaian Persembahyangan Tawur Agung Kesanga di Pura Catus Pata Kota Tabanan

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menyongsong perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1946 yang akan di rayakan pada hari Senin, 11 Maret 2024, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M, dengan turut didampingi oleh istri, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya dan Wakil Bupati Tabanan, I Made Edi WIrawan, S.E, ikuti upacara persembahyangan Tawur Agung Kesanga yang berlangsung di Catus Pata Desa Adat Kota Tabanan yang jatuh pada Redite Umanis Wuku Langkir, Minggu (10/3/2024).

Dalam persembahyangan yang dipuput oleh Ida Mpu Nabe, Ida Ratu Peranda dan Jero Mangku tersebut, turut dihadiri Ketua DPRD dan Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Ida Cokorda Anglurah Tabanan, Jajaran Forkopimda Tabanan, Sekda, Para Asisten, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Kepala Bagian dilingkungan Setda, Camat se-Kabupaten Tabanan, beserta undangan lainnya mengikuti persembahyangan dengan khidmat.

Upacara yang secara rutin digelar sehari sebelum menyambut Tahun Baru Caka ini dilaksanakan dengan tujuan untuk Nyomia Bhuta Kala, yakni mengembalikan Bhuta kala ke alam dengan menyediakan persembahan berupa caru Tawur Agung. Dengan digelarnya pecaruan agung ini, diharapkan akan tercipta keseimbangan Bhuana Agung (Makrokosmos) dan Bhuana Alit (Mikrokosmos).

Melalui kesempatan yang baik tersebut, Bupati Sanjaya sekaligus ucapkan selamat merayakan hari suci Nyepi Tahun Baru Caka 1946 kepada seluruh umat Hindu sedharma. Tak lupa pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut perayaan Nyepi ini dengan tertib dan harmonis mengingat perayaan Nyepi kali ini yang bertepatan dengan hari pertama puasa bagi umat muslim.

Kehadiran Bupati Sanjaya beserta jajaran di acara ini mencerminkan pentingnya perpaduan antara kepemimpinan dan keberagamaan, serta tekad untuk menjaga integritas dan kelestarian tradisi lokal. Ritual Tawur Agung Kesanga yang diikuti oleh seluruh jajaran ini juga diharapkan menjadi wadah untuk merenung, mulat sarira dan memohon keberkahan untuk Tabanan di tahun Caka 1946. (rls)

Jembrana Gelar Tawur Kesanga di Catus Pata Simpang Sudirman 

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Tawur Agung Kesanga Kabupaten Jembrana dipusatkan di Catus Pata Perempatan Kantor Bupati Jembrana, Simpang Jalan Jend. Sudirman Negara- Dauhwaru, Minggu (10/3/2024).

Pecaruan dipuput oleh lima sulinggih, yakni Ida Bhagawan Dharma Yoga Grya Dharma Sunia, Ida Pedanda Gede Sigara Grya Sigaran Batuagung, Ida Sri Mpu Pande Istri Galuh Santika Putri Grya Taman Tigaron, Ida Pandita Mpu Rastra Prabu Wibawa Diwya Grya Giri Anggrek Amertha, dan Ida Bujangga Rsi Bhujangga Wisnawa Dharma Santika Grya Gumbrih.

Turut hadir mengikuti persembahyangan Bupati Jembrana I Nengah Tamba didampingi Ny. Chandrawati Tamba, Perwakilan Foprkopimda, Para Kepala OPD dilingkup Pemerintah Kabupaten Jembrana serta unsur PHDI dan jajaran lainnya.

Ditemui Usai melaksanakan persembahyangan, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengatakan, setiap hari raya Nyepi, Pemerintah Kabupaten Jembrana selalu melakukan pecaruan. Mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa dan banjar.

“Makna daripada pecaruan ini adalah agar kita mulat sarira (instrospeksi diri), semoga ditahun perjalanan yang sudah kita lalui ini sebagai mulat sarira dan apa yang kita belum laksanakan di tahun kedepan diharapkannya lebih maju, lebih bagus dan tentu menuju, Jembrana Emas sudah semakin positif dan tujuan kita semakin fokus,“ ucapnya.

Lebih lanjut, Bupati Tamba mengucapkan terima kasih kepada Ida Peranda yang sudah tedun dalam upacara Tawur Kesanga.

“ Saya sebagai Bupati Jembrana berterima kasih Ida Peranda Sampun Tedun Mendoakan Kabupaten Jembrana Mangda Rahayu,” ujarnya.

Pihaknya berharap kepada seluruh umat sedharma agar melaksanakan hari suci Penyepian dengan baik sesuai dengan asas Catur Brata Penyepian.

“Saya harapkan kepada seluruh umat sedharma yang ada di Jembrana, Seluruh Bali dan seluruh Indonesia semoga hari suci penyepian ini betul-betul dilaksanakan sesuai dengan asas catur brata penyepian,” harapnya.

Sementara Ketua PHDI Jembrana, I Wayan Windra mengatakan, jenis upacara yang digunakan dalam Tawur Kesanga memasuki Tahun Caka 1946 ini adalah Bebangkit Caru Panca Klud Tawur Agung.

“Adapun tujuannya adalah untuk mengharmonisasi hubungan manusia dengan alam, sekaligus sebagai momen instropeksi diri, mengendalikan diri dari hal-hal negatif menuju kebahagian hidup,“pungkasnya.

DPRD Tabanan Ajak Masyarakat Perkuat Catur Brata Penyepian

Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga.
Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menjelang hari suci Nyepi Saka 1946 yang jatuh pada Senin (11/3/2024), Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga beserta unsur pimpinan dan anggota DPRD Tabanan lainnya mengajak seluruh masyarakat Tabanan untuk memperkuat semangat Catur Brata Penyepian.

Sehingga, Nyepi tidak hanya menjadi perayaan tahunan semata, melainkan momentum introspeksi diri.

“Dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian untuk menumbuhkan pikiran yang bersih dan suci,” ujar Dirga.

la berharap, perayaan Nyepi dilakukan secara sederhana atau tidak berlebihan. Khususnya pada saat perayaan Pengrupukan atau sehari sebelum Nyepi.

“Ini untuk menjaga suasana di tengah masyarakat yang harmonis,” tambahnya. (ana)

BBMKG Bali Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi saat Nyepi, Masyarakat Diimbau Waspada

lustrasi hujan lebat disertai petir (Foto: Tempo)
lustrasi hujan lebat disertai petir (Foto: Tempo)

PANTAUBALI.COM – Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini adanya potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Bali pada 10-12 Maret 2024.

Dilansir dari website BBMKG wilayah III, hari ini Minggu (10/3/2024) yang bertepatan dengan perayaan pengerupukan sebagai rangkaian Hari Raya Nyepi di Bali. Masyarakat diimbau untuk waspada adanya potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sepuluh Kabupaten.

Kemudian, pada Senin (11/3/2024) bertepatan dengan Nyepi, diprediksi potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Bali. Meliputi Denpasar, Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, Karangasem dan Klungkung.

Selain itu, masyarakat di daerah pesisir juga diimbau akan adanya gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di Laut Bali, Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok, Perairan selatan Bali dan Samudera Hindia Selatan Bali-NTB.

Kemudian, pada Selasa (12/3/2024) diperkirakan akan terjadi hujan disertakan petir di wilayah Badung, Bangli, Gianyar, Buleleng, Jembrana, Karangasem, Klungkung dan Tabanan.

Atas peringatan dini tersebut, masyarakat diimbau untuk mewaspadai dampak bencana yang timbul seperti angin kencang, pohon tumbang, petir, banjir dan tanah longsor. (ana)

Maag Kambuh Saat Puasa? Ini Cara Mengatasinya

Ilustrasi sakit maag (Foto: Alodokter)
Ilustrasi sakit maag (Foto: Alodokter)

PANTAUBALI.COM – Maag atau dispepsia adalah gejala yang timbul karena adanya gangguan lambung, seperti gastritis atau Gerd. Saat mengalaminya, perut dan ulu ati akan sakit, sering senyawa, perut kembung, mual hingga muntah.

Maag sering dialami oleh orang yang tengah berpuasa. Sebab perut dalam keadaan perut tanpa makanan dan minuman lebih dari 12 jam sehingga menyebabkan produksi asam lambung meningkat.

Selain itu, perubahan jam tidur dan pola makan tidak sehat selama puasa juga membuat metabolisme tubuh dan sistem pencernaan terganggu, sehingga risiko munculnya maag pun meningkat.

Berikut adalah cara mengatasi agar maag tidak kambuh saat berpuasa.

1. Tidak melewatkan sahur dan jangan tunda berbuka

Saat puasa, Anda akan mengalami perubahan jadwal makan. Makan tepat waktu di saat waktu berbuka dan sahur adalah kunci supaya maag tidak kambuh.

Meskipun sangat mengantuk, sempatkan untuk makan sahur. Begitu juga saat sedang berada di jalan atau masih sibuk bekerja, tetaplah makan saat berbuka.

2. Pilih menu makanan yang aman untuk lambung

Penderita maag dianjurkan untuk makan tepat waktu dengan menu makanan yang tidak berisiko memicu maag. Misalnya, untuk mencegah maag kambuh setelah puasa seharian, batasi makanan yang terlalu berminyak atau pedas.

Mulailah berbuka dengan segelas air putih diikuti dengan takjil sehat, seperti kurma. Kemudian dilanjutkan dengan makanan utama yang sehat dan bernutrisi.

Pilih jenis makanan yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan seperti tahu, tempe, susu kedelai dan yogurt.

Yang tak kalah penting adalah konsumsi sayur dan buah yang cukup saat sahur atau berbuka.

3. Hindari konsumsi makanan dan minuman pemicu maag

Fast food, gorengan dan makanan pedas merupakan makanan yang perlu dihindari oleh penderita maag karena bisa memicu kambuhnya maag.

Tidak hanya makanan, beberapa jenis minuman, seperti minuman bersoda dan berkafein, juga sebaiknya tidak dikonsumsi segera setelah buka puasa atau saat sahur.

4. Jangan tidur usai sahur atau berbuka

Tidur usai sahur atau berbuka sering dilakukan oleh sebagian orang. Kebiasaan buruk ini bisa menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan sensasi terbakar pada dada dan kerongkongan. Bahkan, sebagian orang jadi susah untuk tidur karena kondisi ini.

Walau sangat mengantuk, usahakan untuk memberi jeda antara waktu makan dengan waktu tidur, minimal 1 – 2 jam.

5. Konsumsi obat maag

Jika maag yang dialami sudah sangat mengganggu, Anda bisa minum obat maag seperti Antasida yang bisa menetralkan asam lambung. Namun, dianjurkan untuk konsultasikan ke dokter terlebih dahulu agar obat yang akan dikonsumsi sesuai dengan kondisi tubuh.

Itulah beberapa tips untuk mencegah maag kambuh saat puasa. Semoga bermanfaat dan diharapkan gejala maag tidak muncul sehingga ibadah puasa bisa berjalan lancar sampai bulan Ramadhan berakhir.

Terpeleset ke Selokan saat Bermain Hujan, Pelajar di Denpasar Tewas

Proses pencarian Wahyu Setiawan (17), pelajar terseret aliran air selokan, di Jalan Kusuma Bangsa lll, Banjar adat Kusumajati, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Jumat (8/3/2024).
Proses pencarian Wahyu Setiawan (17), pelajar terseret aliran air selokan, di Jalan Kusuma Bangsa lll, Banjar adat Kusumajati, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Jumat (8/3/2024).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Seorang pelajar ditemukan meninggal setelah terseret aliran air selokan, tepatnya di Jalan Kusuma Bangsa lll, Banjar Adat Kusumajati, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Jumat (8/3/2024).

Korban bernama Wahyu Setiawan (17) asal Banjar Mekar Manis, Desa Pemecutan Kaja, Kota Denpasar Utara.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menerangkan, awalnya korban bersama lima temannya sedang berlari-larian di tengah derasnya hujan. Namun, tiba-tiba korban terpleset hingga masuk ke selokan dengan kondisi air yang meluap.

“Kejadiannya kemarin sore saat hujan lebat turun dan volume air di selokan meningkat, awalnya tinggi air setinggi betis. Kemudian sekira pukul 17.30 WITA, air di selokan tersebut sudah setinggi dada, mengakibatkan jalan dan selokan tidak terlihat,” ujarnya setelah dikonfirmasi, Sabtu (9/3/2024).

Dikarenakan air meluap, korban melihat galon yang terseret dan hendak mengambilnya. Namun sayang kakinya terpeleset hingga jatuh dan masuk ke selokan.

“Setelah kejadian itu kelima temannya berteriak meminta bantuan kepada warga. Namun warga tidak berani turun langsung, sehingga warga menunggu volume air berkurang lalu mengambil korban dengan diikat menggunakan tali dan ditarik keluar selokan,” paparnya.

Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan selanjutnya dievakuasi ke RSIA Bunda.

“Keluarga korban telah mengikhlaskan kejadian ini dan menolak dilakukan VER ataupun otopsi. Rencananya korban akan dibawa ke Lamongan untuk dimakamkan oleh pihak keluarga,” imbuh Sukadi. (jas)

Mengenal Mekotek, Tradisi Penolak Bala di Desa Munggu Badung saat Kuningan

Tradisi Mekotek di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali
Tradisi Mekotek di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Mekotek merupakan tradisi turun temurun yang dilaksanakan warga Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, setiap enam bulan sekali bertepatan dengan Hari Raya Kuningan.

Seperti halnya hari raya Kuningan yang diperingati umat Hindu pada Sabtu (9/3/2024) ini. Sebanyak 12 Banjar Adat dan 10 Banjar Dinas mengikuti tradisi Mekotek di Desa Adat Munggu.

Warga yang mengikuti mekotek ini terdiri dari anak-anak, remaja hingga orang tua. Mereka masing-masing membawa kayu panjang dan disatukan membentuk lingkaran.

Kemudian ada satu atau dua orang yang naik ke atas kayu. Dengan diiringi gamelan baleganjur, mereka akan berjalan keliling desa.

Perbekel Desa Munggu I Ketut Darta menerangkan, tradisi Mekotek sendiri telah ada jauh sebelum jaman penjajahan. Tradisi ini yang melambangkan kemenangan setelah peperangan, serta bertujuan untuk tolak bala serta hal negatif di Desa Munggu.

“Tradisi ini tradisi langka dan unik, karena hanya ada di Desa kami, bahkan di seluruh Indonesia sekalipun. Berdasarkan petuah penglingsir (orang yang dituakan) kami, jika tradisi ini tidak dilaksanakan, maka dipercaya akan datangnya musibah, bencana alam atau grubug (penyakit) karena pernah sempat tidak dilaksanakan, desa mengalami grubug yang mendadak,” ujarnya.

Ia menyebut, dalam pelaksaannya, tradisi Mekotek ini awalnya menggunakan tombak dengan senjata tajam di atasnya. Namun, saat penjajahan Belanda itu dilarang serta digantikan menggunakan bahan yang lebih aman yang berbahan kayu.

“Kayu yang digunakan bukan kayu sembarangan, kita menggunakan yang namanya kayu Pulet. Kenapa dipilih kayu pulet? Karena teksturnya yang kuat serta lentur, sehingga meminimalisir kecelakaan,” ujarnya.

Sebelum tradisi ini dimulai, terdapat serangkaian upacara yang dilakukan seperti, pecaruan dan mepekeling di Pura Dalem sebelum akhirnya mengitari Desa Munggu.

“Khusus tahun ini yang kebetulan berdekatan dengan hari raya Nyepi, peserta dari pemuda sedikit berkurang, dikarenakan mereka terlalu banyak kegiatan dan harus mempersiapkan ogoh-ogohnya. Tetapi semangat mereka tetap berkobar,” imbuh Darta.

Dirinya berharap, tradisi turun-temurun ini bisa tetap dilestarikan oleh generasi muda serta dalam pelaksanaannya bisa berjalan dengan suka cita.

“Semoga tradisi ini tetap dilanjutkan oleh generasi-generasi selanjutnya sampai kapan pun, serta berjalan dengan aman, nyaman dan senang hati,” tutupnya. (jas)