- Advertisement -
Beranda blog Halaman 411

Sanggar Seni Surya Art Angkat Kisah Topeng “Dalem Batu Putih Dalem Batu Selem” di PKB ke-46

Sanggar Seni Surya Art Angkat Kisah Topeng "Dalem Batu Putih Dalem Batu Selem" di PKB ke-46.
Sanggar Seni Surya Art Angkat Kisah Topeng "Dalem Batu Putih Dalem Batu Selem" di PKB ke-46.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46 kembali menjadi panggung bagi para seniman dari berbagai kabupaten di Bali untuk menunjukkan bakat mereka.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian publik adalah Topeng “Dalem Batu Putih Dalem Batu Selem” dari Sanggar Seni Surya Art, Kabupaten Badung, pada Rabu (10/7/2024).

Pertunjukan yang digelar di Kalangan Ayodya, Art Center, Denpasar ini berhasil memikat hati para pengunjung dengan ceritanya yang mendalam dan penuh makna.

Cerita “Dalem Batu Putih Dalem Batu Selem” mengisahkan Hyang Pasupati yang sedang beryoga hingga manik sinarnya jatuh ke sungai dan mengenai batu, yang kemudian melahirkan dua anak kembar bernama Dalem Batu Putih dan Dalem Batu Selem.

Kedua anak ini terpisah sejak lahir dan tidak dapat bertemu hingga dewasa. Saat dewasa, mereka saling teringat dan memutuskan untuk mencari satu sama lain.

Pertunjukan ini dipimpin oleh I Gusti Ngurah Artawan dan dibawakan oleh tujuh penari, yaitu I Gusti Ngurah Artawan, I Wayan Eka Santa Purwita, I Gusti Ngurah Gede Oka Wiratmaja, Ketut Sumadi, I Gusti Made Darma Putra, Anak Agung Ketut Surya Adi Putra, dan Kadek Karunia Artha.

Tari Topeng ini juga diiringi oleh 28 penabuh yang telah berlatih selama tiga bulan.

Anak Agung Ketut Surya Adi Putra salah satu penari sekaligus Ketua Listibiya Kabupaten Badung, menyampaikan harapannya agar pertunjukan ini dapat menginspirasi seniman muda untuk terus berkembang, serta menekankan pentingnya pelestarian, pengembangan, dan pembinaan kebudayaan.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan telah melakukan seleksi dan pembinaan selama setahun untuk memilih duta terbaik yang tampil di ajang PKB.

“Kami memilih yang terbaik dari Kabupaten Badung untuk ditampilkan di Pesta Kesenian Bali ini,” ujar Ngurah Artawan seusai pementasan.

Ia berharap semua pihak, baik dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali maupun kabupaten/kota, dapat bekerja sama untuk meningkatkan tata pementasan serta kualitas pertunjukan seni di masa depan.

Penampilan Topeng “Dalem Batu Putih Dalem Batu Selem” merupakan bukti nyata dedikasi dan usaha para seniman dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Bali.

PKB ke-46 ini tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan karya seni, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat ikatan budaya dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kesenian tradisional. (jas)

Komunitas Seni Nyenit Nyenir Duta Badung Tampilkan Joged Bumbung Tradisi

Penampilan joged Komunitas Seni Nyenit Nyenir wakil Kabupaten Badung pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46.
Penampilan joged Komunitas Seni Nyenit Nyenir wakil Kabupaten Badung pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Komunitas Seni Nyenit Nyenir Banjar Sulangai, Desa Sulangai, Petang, menjadi wakil Kabupaten Badung dalam parade joged bumbung tradisi pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46, yang digelar di Kalangan Madya Mandala, Art Center Bali, Rabu (10/7/2024).

Penampilan joged terdiri dari empat penari dan empat tabuh yaitu; Kembang Rampe, Sekar Sandat, Burat Wangi dan Kembang Cempaka.

Ketua Komunitas Seni Nyenit Nyenir Sulangai, I Made Yudiarta, mengungkapkan bahwa menjadi wakil Badung dalam parade joged bumbung tradisi di PKB ke-46 adalah sebuah kehormatan besar.

Dia menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan, Listibya Badung, Listibya Kecamatan Petang, dan Pemerintah Desa Sulangai atas kepercayaan yang diberikan kepada komunitas tersebut sebagai duta Badung.

“Dukungan dari masyarakat Badung dan Bali dalam melestarikan joged bumbung tradisi juga sangat diapresiasi. Kami berharap masyarakat Bali terus melestarikan tradisi ini,” ujar Yudiarta.

Pada acara tersebut, tabuh petegak yang dibawakan mengangkat cerita berjudul Jana Raga.

Yudiarta menjelaskan, Jana Raga menggambarkan keseimbangan dalam diri yang bertujuan menguatkan energi positif manusia, sebagai bagian dari Sad Kerthi secara sekala dan niskala.

“Secara garis besar, karya ini adalah implementasi konsep catur sadhana yang bermuara pada Jana Kerthi dan diungkapkan melalui karya tabuh kreasi joged bumbung berjudul Jana Raga,” jelasnya. (jas)

Inflasi di Kabupaten Tabanan Turun Menjadi 1,96 Persen, Terendah di Bali

Pedagang sembako di Pasar Tabanan.
Pedagang sembako di Pasar Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tingkat inflasi di Kabupaten Tabanan telah mengalami penurunan yang signifikan hingga di angka 1,96 persen.

Bahkan, Kabupaten yang dikenal sebagai lumbung padi ini kini menduduki posisi pertama di antara sembilan kabupaten di Bali dengan tingkat inflasi terendah.

Sebelumnya, inflasi di Tabanan terus meningkat, mencapai puncaknya pada bulan April 2024 dengan angka 4,42 persen, yang tercatat sebagai inflasi tertinggi di Bali.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Tabanan, Nyoman Hari Sujana, mengungkapkan, inflasi mengalami peningkatan signifikan dari triwulan I hingga pertengahan triwulan II, mencapai puncaknya pada bulan April dengan 4,42 persen.

“Penyebab inflasi tinggi ini adalah kenaikan harga bahan pokok berdasarkan indeks harga yang dihitung oleh Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia. Terdapat sepuluh bahan pokok yang menjadi penyebab inflasi,” ujarnya, Jumat (12/7/2024).

Untuk menurunkan tingkat inflasi tersebut, Hari Sujana menyebut, pemerintah daerah membentuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang terdiri dari OPD terkait dan bekerja sama dengan BPS, Bank Indonesia, OJK, serta Bulog.

“Bulog sangat kita libatkan dalam penanganan inflasi karena kenaikan harga beras menjadi faktor utama peningkatan inflasi,” ucapnya.

Kiat lainnya adalah mengadakan pasar murah dan operasi pasar saat terjadi kenaikan harga.

“Kami berupaya agar tidak terjadi kekurangan stok pangan, sehingga tidak sampai terjadi kelangkaan pangan di masyarakat,” tambahnya.

Untuk mempertahankan kondisi tersebut, kata Hari Sujana, pemerintah daerah terus melakukan beberapa upaya, diantaranya memantau pergerakan harga komoditas bahan pokok setiap minggunya serta melakukan koordinasi bersama TPID Pusat.

Bekerja sama dengan BPS untuk memantau dan menghitung perubahan indeks harga.

“OPD terkait seperti Disperindag bersama TPID juga turun ke pasar untuk melaksanakan sidak dan monitoring harga. Jika terjadi perubahan harga yang signifikan, kami dapat segera mengetahuinya dan menanganinya,” jelasnya. (ana)

Gunakan 3 Bahan Ini untuk Menghilangkan Pestisida pada Anggur

PANTAUBALI.COM – Anggur adalah salah satu jenis buah yang biasanya mengandung pestisida pada bagian kulitnya.

Penggunaan pestisida ini dikarenakan buah anggur sangat mudah dimakan serangga atau hama.

Menghilangkan pestisida pada kulit anggur, tidak cukup hanya dengan mencuci menggunakan air bersih yang mengalir.

Namun, diperlukan metode dan bahan-bahan khusus agar pestisida bisa hilang dengan sempurna.

Berikut adalah tiga bahan yang nisa digunakan untuk menghilangkan pestisida pada anggur.

1. Cuka

Cuka dikenal efektif dalam menghilangkan bakteri dan beberapa jenis pestisida.

Larutan air cuka dapat membantu menghilangkan residu pestisida. Rendam anggur dalam larutan cuka selama 5-10 menit.

Setelah direndam, bilas anggur dengan air bersih untuk menghilangkan rasa asam dari cuka.

2. Garam

Larutan air garam juga dapat digunakan untuk membersihkan anggur. Campurkan satu sendok teh garam dengan satu liter air, dan rendam anggur selama 5-10 menit.

Garam membantu meluruhkan pestisida dan kotoran yang menempel. Setelah direndam, bilas anggur dengan air bersih untuk menghilangkan sisa garam.

3. Baking Soda

Baking soda adalah pembersih alami yang efektif. Campurkan satu sendok makan baking soda dengan satu liter air. Rendam anggur dalam larutan ini selama 10-15 menit.

Baking soda membantu mengangkat dan menghilangkan pestisida dari permukaan anggur. Setelah direndam, bilas anggur dengan air bersih.

Mengikuti langkah-langkah di atas dapat membantu mengurangi jumlah pestisida yang tersisa pada anggur, menjadikannya lebih aman untuk dikonsumsi.

Namun perlu diingat, meskipun metode ini efektif, tidak ada cara yang dapat sepenuhnya menghilangkan semua pestisida.

Oleh karena itu, jika memungkinkan, memilih anggur organik yang ditanam tanpa pestisida sintetis bisa menjadi pilihan terbaik.

Tingkatkan Gizi Ibu Hamil dan Cegah Stunting, Program Gemarikan Sasar Desa Cemagi 

Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang berlangsung di Gedung Asta Karya Utama, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kamis (11/7/2024).
Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang berlangsung di Gedung Asta Karya Utama, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kamis (11/7/2024).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dinas Perikanan Kabupaten Badung menggelar acara Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang berlangsung di Gedung Asta Karya Utama, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kamis (11/7/2024).

Acara ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Perikanan, I Gede Ngurah Sedana, yang mewakili Kepala Dinas Perikanan Badung. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan gizi ibu hamil dan mencegah stunting.

I Gede Ngurah Sedana menjelaskan, pembagian paket olahan ikan di Desa Cemagi merupakan bagian dari program strategis Dinas Perikanan untuk memasyarakatkan makan ikan serta mencegah dan mengendalikan stunting di Kabupaten Badung.

“Konsumsi ikan di Kabupaten Badung, khususnya di desa-desa, masih rendah, yang berpotensi menyebabkan stunting pada anak balita dan ibu hamil,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Dinas Perikanan Badung aktif menggalakkan gerakan memasyarakatkan makan ikan.

“Kegiatan Gemarikan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian stunting. Acara di Desa Cemagi ini adalah yang keenam dari sepuluh lokasi yang telah direncanakan,” tambah Sedana.

Ia berharap kegiatan Gemarikan ini dapat memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya konsumsi ikan untuk perkembangan otak anak-anak sejak usia dini.

“Ini adalah bagian dari gerakan stimulus yang kami harapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan masif oleh masyarakat, karena tingkat konsumsi ikan di Badung masih cukup rendah,” jelasnya.

Selain itu, Gemarikan juga diharapkan meningkatkan minat masyarakat untuk makan ikan, tetapi juga membantu kelompok pembudidaya ikan dalam hal pemasaran.

Turut hadir perwakilan dari TP PKK Kabupaten Badung dan pejabat terkait lainnya. Acara ini juga diisi dengan pembagian paket olahan ikan kepada masyarakat yang berpotensi mengalami stunting, ibu hamil, dan anak-anak. (jas)

Jembrana Mulai Uji Coba Mesin Pengolahan Sampah Jadi RDF

Uji coba mesin pengolahan sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) di Kabupaten Jembrana.
Uji coba mesin pengolahan sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) di Kabupaten Jembrana.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bantuan mesin pengolahan sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) di Kabupaten Jembrana dari PT Wisesa Global Solusindo mulai diujicobakan di TPA Peh, Desa Kaliakah, Kamis (11/7/2024).

Untuk memastikan mesin dapat beroperasi sesuai harapan, Bupati Jembrana I Nengah Tamba hadir melihat langsung uji coba mesin serta juga secara langsung mencoba menyalakan mesin yang memiliki kapasitas pengolahan sampah hingga 300 ton per hari ini.

Bupati Tamba cukup optimis mesin pengolahan sampah dapat mengatasi masalah sampah yang ada di kabupaten Jembrana.

Meskipun demikian, pihaknya masih melihat mesin penunjang pengolahan sampah seperti mesin cacah dan mesin pres masih belum optimal dalam menunjang kecepatan mesin pengolahan sampah ini.

“Kapasitas mesin sudah luar biasa besar, namun ini mesin cacah kurang besar kemudian juga mesin pres kurang cepat, kalau tenaga manusia dipakai seperti ini untuk mencapai target 200 ton satu hari itu sepertinya akan kewalahan,” ujar Tamba.

Pihaknya mengaku akan berupaya meningkatkan kapasitas mesin cacah dan mesin pres serta menambahkan mesin kompeyor untuk mempercepat proses pengolahan sampah menjadi RDF.

Bupati Tamba menyebutkan ada tiga pihak yang akan terlibat dalam mengatasi permasalahan ini, baik Pemerintah Daerah maupun juga dari pihak swasta yang siap membantu pemerintah untuk mengatasi sampah ini.

“Pemkab Jembrana sebagai penyedia sampah dan tempat produksi, kemudian beliau pak Johan yang punya mesin dan hasil daripada mesin ini nanti ada PT SBI. Saya sudah melaksanakan MoU dan PKS, sudah siap. Hari ini sampah eksisting yang 100.000 ton, itu optimis bisa kita selesaikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Johan Agus Kurniawan Direktur Utama Wisesa Global Solusindo mengungkapkan semua sistem mesin yang pihaknya bawa sudah dapat berjalan dengan baik dan sudah sempat diuji coba mulai dari mengisi sampah ke dalam mesin Seiko (pemilah sampah) kemudian di thresher (cacah) kemudian di pres.

“Selama satu minggu ini kita mencoba memfungsikannya semua instalasi kita pasang dan kemarin kita uji coba sedikit semua sistem sudah berjalan dengan baik, tinggal nanti produksinya kita sesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut pihaknya mengatakan terdapat ketimpangan kapasitas mesin untuk mencapai hasil akhir 200 Ton perhari dikarenakan mesin cacah dan mesin press tidak mampu mengimbangi produksi mesin dari PT. Wisesa Global Solusindo yang begitu besar.

Standar operasional belum bisa kita pastikan optimal karena sinkronisasi alat, bisa kita lihat dengan mesin sebesar ini ada sinkronisasi dengan mesin yang berikutnya kalau terlalu besar outputnya setelah itu dengan mesin thresher (cacah) sekecil ini tentu tidak bisa maksimal tentunya harus seimbang,” pungkas Johan. (rls)

Gandeng Perpustakaan Nasional, Badung Adakan Gerakan Indonesia Membaca 

Gerakan Indonesia Membaca (GIM) di Kabupaten Badung, Rabu (10/7/2024).
Gerakan Indonesia Membaca (GIM) di Kabupaten Badung, Rabu (10/7/2024).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) bekerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung (Diskerpus Badung) mengadakan acara Gerakan Indonesia Membaca (GIM) di Kabupaten Badung, Rabu (10/7/2024).

Bertempat di Hotel Aston Denpasar, program ini dinamakan Sepekan1Buku yang bertujuan untuk mempromosikan kebiasaan membaca di masyarakat, melalui kampanye yang mendorong siswa membaca satu buku per minggu dan mengikuti lomba resensi dalam bentuk tulisan atau video yang kemudian diunggah di media sosial dan situs resmi Gerakan Indonesia Membaca PNRI.

Dalam sambutannya, Asisten Administrasi Umum Setda Badung Cokorda Raka Darmawan, yang mewakili Bupati Badung menekankan, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi dan membaca.

Serta menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam memanfaatkan sumber bacaan dan melibatkan masyarakat dalam kampanye literasi.

“Dengan membaca satu buku dalam seminggu dan meresensinya, serta mengikuti tantangan 21 hari membaca nyaring, diharapkan kebiasaan membaca dapat terbentuk sehingga menjadi kebutuhan individu dan masyarakat Kabupaten Badung,” terangnya.

Pada hari pertama acara, diadakan gelar wicara dengan tiga narasumber, yaitu Bapak Astawa dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung, Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas, Nurhadisaputra, dan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung, Ni Wayan Kristiani.

Selanjutnya, Ni Wayan Kristiani menyampaikan bahwa acara ini melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, guru, pegawai, pegiat literasi, dan pustakawan di Kabupaten Badung.

“Selama tiga hari akan diadakan bimbingan teknis terkait program Sepekan1Buku, yang merupakan hasil kerjasama dengan Perpustakaan Nasional,” paparnya.

Menurut Ni Wayan Kristiani, sesuai dengan amanat undang-undang perpustakaan dan undang-undang pendidikan, terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi kebiasaan membaca: peran keluarga melalui orang tua, peran sekolah melalui guru, dan peran masyarakat.

“Kami berharap sinergi ini akan menjadikan membaca sebagai kebiasaan mendasar bagi anak-anak. Kami mendorong mereka untuk rajin membaca baik buku konvensional maupun digital karena sumber ilmu ada di buku,” ujarnya. (jas)

Cegah ASN Terlibat Judi Online, Pemkab Tabanan akan Lakukan Pengawasan

Pemkab Tabanan akan Lakukan Pengawasan terhadap ASN yang terlibat judi online.
Pemkab Tabanan akan Lakukan Pengawasan terhadap ASN yang terlibat judi online.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Belakangan ini, banyaknya masyarakat yang terlibat judi online (judol) belakangan ini membuat Pemerintah Kabupaten Tabanan akan melakukan tindakan pengawasan.

Pengawasan akan dilakukan dengan melibatkan instansi terkait seperti Inspektorat, Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Satpol PP dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan I Gede Susila.

Sekretaris Diskominfo Tabanan, I Gusti Putu Anom Winiantara menjelaskan, pengawasan ini dilakukan berdasarkan instruksi Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1 Tahun 2023 tentang langkah-langkah strategis untuk memberantas konten judi online di ruang digital Indonesia.

“Kegiatan pengawasan ini semacam sidak yang menyasar semua Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di Tabanan. Nanti akan ada surat edaran (SE),” ujarnya, Kamis (11/7/2024

Pria yang akrab disapa Anom tersebut mengungkapkan, tim gabungan pengawasan yang dikomandoi oleh Sekda ini nantinya akan melakukan inspeksi mendadak ke masing-masing OPD.

“Jika ditemukan ada ASN yang terlibat maka akan dibina,” ungkapnya.
Menurut Anom, secara aturan kepegawaian memang tidak ada ketentuan khusus mengenai judi online. Namun, pegawai atau PNS yang kedapatan memiliki aplikasi judi online di handphone akan dilakukan pembinaan.

Sebab, judi online akan berdampak pada pinjaman online (pinjol), yang dapat mempengaruhi kinerja dan kondisi ekonomi keluarga, khusunya para ASN.

“Itu yang patut kita diwaspadai dan lakukan pencegahan dini kepada ASN terkait judi online,” tegasnya. (ana)

Ditinggal Mencari Rumput, Motor Milik Warga di Desa Apit Yeh Digondol Maling

Olah TKP curanmor di Banjar Dinas Apit Yeh, Desa Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan.
Olah TKP curanmor di Banjar Dinas Apit Yeh, Desa Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pencurian sepeda motor (curanmor) terjadi di Banjar Dinas Apit Yeh, Desa Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, pada Rabu (10/7/2024) pagi.

Sepeda motor tersebut yakni Honda Astrea Prima tahun 1990 dengan nomor polisi DK 7534 DB milik warga sekitar bernama lansia I Wayan Madia (84) yang bekerja sebagai petani.

Kapolsek Selemadeg Timur AKP I Nyoman Artadana membenarkan kejadian tersebut.

“Kejadiannya Rabu kemarin pagi. Kami sudah terima laporan dari korban,” ujarnya dikonfirmasi Kamis (11/7/2024).

AKP Artadana menjelaskan, peristiwa pencurian berawal saat korban, Wayan Madia, pergi ke kebun untuk mencari rumput sekitar pukul 07.30 WITA dengan membawa motor Astrea Prima tersebut.

Ia memarkir motornya di pinggir jalan Banjar Apit Yeh. Namun, setelah selesai mencari rumput sekitar pukul 08.15 WITA, ia mendapati motornya telah hilang.

“Pelaku diduga memanfaatkan situasi di mmana kunci motor tertinggal di kendaraan, sehingga memudahkan pencurian,” ungkapnya.

Korban lantas melaporkan kejadian pencurian tersebut ke Polsek Selemadeg Timur.

“Setelah menerima laporan kami mendatangi dan melakukan olah TKP. Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan bekerjasama dengan Tim Opsnal Satreskrim Polres Tabanan,” terang Artadana. (ana)

Simak 5 Tips Ini Agar Minyak Goreng Tidak Cepat Keruh dan Hitam 

Ilustrasi minyak goreng. (Foto: Berkeluarga id)
Ilustrasi minyak goreng. (Foto: Berkeluarga id)

PANTAUBALI.COM – Salah satu bahan masakan yang penting harus ada di dapur adalah minyak goreng. Jika sering digunakan, minyak akan cepat habis dan warna akan berubah menjadi hitam.

Minyak goreng yang digunakan lebih dari sekali memerlukan beberapa cara agar tetap jernih dan layak digunakan.

Simak beberapa tips agar minyak goreng lebih awet, dilansir dari berbagai sumber berikut:

1. Atur suhu api saat masak

Gunakan api sedang saat menggoreng untuk mencegah minyak cepat panas dan berubah warna menjadi coklat hingga hitam.

2. Bersihkan sisa makanan di minyak goreng

Gunakan saringan besi tahan panas untuk menyaring partikel sisa makanan yang tertinggal di minyak agar kualitasnya tetap terjaga.

3. Pisahkan minyak sesuai jenis makanan

Pisahkan minyak goreng bekas sesuai jenis makanan yang digoreng untuk mempertahankan kualitas minyak.

4. Simpan minyak goreng dengan benar

Simpan minyak di tempat yang tidak terpapar cahaya atau sumber panas dan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang gelap.

5. Maksimal penggunaan minyak tiga kali

Batasi penggunaan minyak maksimal tiga kali penggorengan untuk menjaga kualitas minyak dan menghindari risiko kesehatan.

Dengan mengikuti tips diatas, Anda bisa memastikan minyak goreng tetap jernih dan layak digunakan lebih lama.

Jika minyak telah hitam dan keruh, segera ganti dengan yang baru untuk menjaga kesehatan dan makanan tetap enak. (ana)