- Advertisement -
Beranda blog Halaman 393

Cegah Judi Online, Propam Razia Handphone Anggota Polres Tabanan

Propam Polres Tabanan razia handphone anggota untuk antisipasi judi online.
Propam Polres Tabanan razia handphone anggota untuk antisipasi judi online.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dalam upaya mencegah praktik judi online di kalangan anggota kepolisian, Propam Polres Tabanan memeriksa handphone milik anggota, Senin (22/7/2024).

Razia dilakukan saat apel jam pimpinan yang atas perintah langsung Kapolres Tabanan AKBP Chandra Citra Kesuma.

Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya penegakan disiplin dan menjaga integritas anggota kepolisian di wilayah Polres Tabanan.

Dalam apel tersebut, seluruh anggota diwajibkan untuk menyerahkan handphone mereka kepada petugas Propam yang dipimpin oleh Iptu I Ketut Manis.

Pemeriksaan dilakukan dengan teliti untuk memastikan tidak ada aplikasi atau aktivitas yang berkaitan dengan judi online di Kalangan Personil.

Kapolres Tabanan, AKBP Chandra Citra Kesuma menegaskan pentingnya tindakan ini untuk menjaga citra kepolisian di mata masyarakat.

“Kami tidak akan mentolerir adanya kegiatan ilegal, termasuk judi online, di kalangan anggota kami. Ini adalah langkah tegas untuk memastikan seluruh anggota Polres Tabanan bersih dari praktik-praktik yang melanggar hukum,” ujarnya.

Dengan adanya pemeriksaan ini, diharapkan tidak ada lagi anggota yang terlibat dalam kegiatan judi online, sehingga dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat.

Selain itu, Citra Kesuma mengingatkan, pemeriksaan serupa akan terus dilakukan secara berkala dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Ini adalah komitmen kami untuk memastikan bahwa setiap anggota Polres Tabanan selalu berada pada jalur yang benar dan tidak terlibat dalam aktivitas ilegal,” tambahnya.

Usai pemeriksaan Propam tidak menemukan pelanggaran atau penyimpangan personil Polres Tabanan terhadap judi online. (ana)

Raker Sahli Kepala Daerah Se-Provinsi Bali Dipusatkan di Jembrana

Rapat Kerja (Raker) Staf Ahli (Sahli) Bupati se–Provinsi Bali ke-6 tahun 2024.
Rapat Kerja (Raker) Staf Ahli (Sahli) Bupati se–Provinsi Bali ke-6 tahun 2024.

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Kabupaten Jembrana menjadi tuan rumah Rapat Kerja (Raker) Staf Ahli (Sahli) Bupati se-Provinsi Bali ke-6 tahun 2024.

Raker dibuka oleh Sekda Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa yang diselenggarakan di areal Kebun Raya Jagatnatha Jembrana, Senin (22/7/2024).

Sekda Made Budiasa menyambut baik kegiatan Raker Staf Ahli Bupati se-Provinsi Bali 2024 di Jembrana.

Menurutnya, raker ini menjadi wadah untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman tentang kedudukan tugas dan fungsi Sahli Kepala Daerah dan merumuskan mekanisme dan rincian tugas Sahli Kepala Daerah, serta meningkatkan sinergisitas antar Sahli Kepala Daerah se-Bali.

Sehingga eksistensi dan perannya dapat lebih meningkat dalam membantu tugas Kepala Daerah dalam penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah.

Staf Ahli Kepala Daerah mempunyai tugas menyampaikan masukan kepada Kepala Daerah berupa telaahan dalam Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, serta Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

“Staf Ahli juga membantu Kepala Daerah dalam menyampaikan pemikiran, saran, pertimbangan dan telaahan yang berkaitan dengan tugas dan wewenang Kepala Daerah,” ujar Sekda Budiasa.

Dengan, mengambil tema “Gerakan Terpadu Penurunan Stunting (Gardu Penting) Menuju Jembrana Emas 2026”, Sekda Budiasa berharap terselenggara koordinasi yang efektif dalam program percepatan penurunan stunting di provinsi Bali dan dimasing-masing Kabupaten/Kota se-Bali.

Budiasa menambahkan masalah stunting adalah tantangan besar yang harus dihadapi bersama.

Stunting bukan hanya tentang masalah pertumbuhan fisik anak, tetapi juga mencerminkan masalah yang lebih luas seperti kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, penanganan stunting memerlukan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif.

Selama ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka stunting.

Diantaranya melalui program pemberian makanan tambahan, peningkatan akses air bersih dan sanitasi, kampanye penyuluhan gizi, Pendampingan keluarga beresiko Stunting dan Program

Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS), yang mana seluruh Jajaran Pejabat Eselon II dan Eselon III Pemkab Jembrana telah ditetapkan sebagai BAAS.

“Berdasarkan data SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) tahun 2021, kasus stunting di Jembrana masih tinggi, mencapai 14,3 persen. Namun, berkat kerja keras seluruh pihak dalam dua tahun terakhir, angka tersebut berhasil turun menjadi 8,7 persen.

“Di tahun 2024, Jembrana menargetkan angka stunting bisa turun di bawah target Provinsi Bali, yakni 6,15 persen,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengajak semua pihak untuk terus berkomitmen dan bekerja keras dalam upaya menurukan angka stunting di Kabupaten/Kota se-Bali.

“Dengan kerja keras dan kerjasama yang baik, saya yakin kita dapat menurunkan prevalensi stunting secara maksimal,” pungkas Budiasa. (rls)

Angka Kelahiran di Tabanan Rendah Hanya 1,8 Persen, Ini Penyebabnya

Angka kelahiran anak di Kabupaten Tabanan tergolong rendah. (dok)
Angka kelahiran anak di Kabupaten Tabanan tergolong rendah. (dok)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Angka kelahiran anak di Kabupaten Tabanan termasuk dalam kategori rendah.

Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tabanan, pasangan usia subur (PUS) di Kabupaten Tabanan mencapai 63.895 orang.

Rinciannya di Kecamatan Selemadeg 2.814 orang, Selemadeg Timur 3.434 orang, Selemadeg Barat 3.053 orang, Kerambitan 5.859 orang.

Kemudian, di Kecamatan Tabanan 9.995 orang, Kediri 12.130 orang, Marga 6.227 orang, Penebel 6.680 orang, Baturiti 7.468 orang dan Pupuan 6.235 orang.

Sementara, jumlah anak yang dilahirkan oleh pasangan usia subur hanya mencapai 1,8 persen dari 1.000 orang pasangan usia subur.

Kepala DPPKB Kabupaten Tabanan Ni Wayan Mariyati mengatakan, angka penduduk seimbang itu normalnya melahirkan anak diangka 2,04 persen. Namun, di Tabanan hanya mencapai 1,8 persen.

Salah satu penyebab rendahnya angka kelahiran anak saat ini adalah sebagian besar pasangan usia subur didominasi oleh kalangan milenial yang menilai memiliki banyak anak merepotkan.

“Penyebabnya karena mindset. Disamping itu juga faktor ekonomi yang dihadapi. Inilah yang perluh diubah sehingga angka kelahiran normal dan tumbuh berimbang,” ucapnya, Senin (22/7/2024).

Menurut Mariyati, keberhasilan program keluarga berencana (KB) turut menjadi faktor utama rendah angka kelahiran anak di Tabanan.

Sehingga konseling keluarga berencana (dua anak cukup) yang selama ini dilakukan akan ubah.

“Kebutuhan anak mengikuti daya tampung dan daya dukung keluarga itu sendiri,” ucapnya

Pola pelaksanaan konseling dilakukan pada keluarga yang baru menikah atau membentuk keluarga terutama pada generasi milenial yang masuk pasangan usia subur (PUS).

“Kami juga akan melakukan edukasi kepada generasi milenial yang baru membentuk keluarga baru melalui fungsi komunikasi informasi edukasi (KIE) bahwa anak itu bukan beban,” tambahnya. (ana)

Kabar Gembira, Gaji PNS Naik Lagi Mulai 2025

Ilustrasi gaji PNS. (foto:Liputan.com)
Ilustrasi gaji PNS. (foto:Liputan.com)

PANTAUBALI.COM – Gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) rencananya akan dinaikkan di 2025. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

“Iya (rencana kenaikan gaji PNS), disesuaikan,” kata Airlangga dikutip dari Antara, Senin (22/7/2024).

Rencana tersebut telah tertuang dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2025 Edisi Pemutakhiran.

Dalam dokumen itu, disebutkan restrukturisasi belanja pegawai menjadi salah satu arah kebijakan fiskal tahun 2025 untuk pemenuhan belanja pegawai.

Pemerintah rencananya melakukan restrukturisasi belanja pegawai yang hanya mencakup gaji dan tunjangan melekat, tunjangan kinerja daerah, serta iuran pensiun dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Meski begitu, Airlangga tidak merinci besaran kenaikan gaji aparatur sipil negara (ASN) pada tahun depan. Dia hanya mengatakan bahwa penyesuaian gaji akan bersifat naik ke atas.

“Kalau penyesuaian kan ke atas,” ucapnya.

Selain penyesuaian gaji, Pemerintah juga berencana menghemat komponen belanja pegawai dengan melakukan penyesuaian kebijakan kepegawaian antara lain melalui penyusunan formasi PNS.

Hal itu didasarkan atas analisis jabatan atau analisis kebutuhan pegawai, penerapan kebijakan pengurangan jumlah pegawai secara bertahap dan penerapan kebijakan mutasi pegawai antar daerah.

Sebelumnya, PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) telah mendapat kenaikan gaji di 2024. Hal tersebut tertuang dalam dua peraturan yang telah diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Untuk kenaikan gaji PNS 2024, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penyesuaian Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Sedangkan untuk kenaikan gaji PPPK telah diatur melalui Perpres Nomor 11 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2020 Tentang Gaji dan Tunjangan PPPK.

Advertisement Kenaikan gaji PNS sebesar 8 persen ini pun mulai cair pada hari ini 1 Maret 2024. Adapun gaji PNS naik 8 persen ini sudah disampaikan Jokowi pada pembacaan Nota Keuangan di 16 Agustus 2023 lalu. (ana)

Kabag Tapem Setda Tabanan, Wayan Sri Wahyuni Berpulang

Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Pemerintah Kabupaten Tabanan Ni Wayan Sri Wahyuni.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Pemerintah Kabupaten Tabanan Ni Wayan Sri Wahyuni.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Pemerintah Kabupaten Tabanan Ni Wayan Sri Wahyuni meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Tabanan Minggu (21/7/2024) dini hari pukul 01.05 WITA.

Sri Wahyuni meninggal di usia 45 tahun karena mengidap penyakit kanker rahim. Sebelum meninggal, birokrat asal Lampung ini telah berjuang melawan penyakitnya sejak awal Februari 2024 lalu.

Suami almarhun, I Ketut Sugina membenarkan kabar duka tersebut. Istrinya meninggal Minggu dini hari dalam perawatan di RSUD Tabanan.

“Sudah bulak balik perawatan di sejumlah rumah sakit sejak divonis kanker rahim. Awalnya didiagnosa pembengkakan pada ginjal,” ucapnya, Senin (22/7/2024).

Sugina mengatakan. jenazah istrinya sudah dibawa ke rumah duka di Banjar Gubug Belodan, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan.

“Sebelum divonis kanker rahim, istri saya awalnya drop Februari lalu sempat menjalani transfusi darah awal itu. Hingga akhirnya dinyatakan meninggal,” kenang mantan Komisioner KPU Tabanan ini.

Adapun Upacara Ngeringkes dijadwalkan pada Buda Pahing Landep, Rabu (24/7/2024). Dan Uacara Pengabenan dijadwalkan pada Wrespati Pon Landep Kamis (25/7/2024) di setra Banjar Gubug.

Sementara itu, Sekda Tabanan Gede Susila ketika dikonfirmasi mengaku sudah mengetahui kabar duka tersebut. Dia diinformasikan oleh Asisten I Setda Tabanan.

“Pemkab juga rencana bakal melayat ke rumah duka, jadwal masih disusun,” ujarnya.

Menurut Susila, almarhum ini adalah birokrat yang baik dan bekerja keras. Sebab sebelumnya dalam keadaan sakit masih berusaha memonitor tugasnya sehingga berjalan dengan baik.

“Kami atas Pemkab Tabanan turut berduka cita, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” terangnya.

Di kalangan internal Pemkab Tabanan sosok almarhum Ni Wayan Sri Wahyuni juga dikenal sebagai birokrat yang humble.

Sebelum menjabat sebagai Kabag Tapem Setda Tabanan Sri Wahyuni sempat menjabat sebagai Kabid Prasarana di Dinas Perhubungan.

Kemudian sempat menjadi Sekdis Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja dan Sekdis Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan.

Untuk selamanya birokrat kelahiran 1 Juni 1979 ini pergi meninggalkan tiga orang anak yang masih mengenyam pendidikan.

Anaknya yang paling sulung putri sudah duduk di bangku perkuliahan. Kemudian anak nomor dua putra duduk di bangku SMA, dan anak nomor tiga putra masih duduk dibangku sekolah dasar. (rls) 

Punya Hewan Peliharaan? Inilah Lima Manfaat yang Bisa Kalian Dapatkan

Ilustrasi manfaat memelihara hewan peliharaan.
Ilustrasi manfaat memelihara hewan peliharaan.

PANTAUBALI.COM – Hewan terkadang memiliki peran penting bagi manusia, mulai dari menjaga rumah bahkan hingga meredakan stres atau hiburan bagi tuannya.

Tahukah kalian, dilansir dari Halodoc inilah beberapa manfaat bagi kesehatan ketika memiliki hewan peliharaan yaitu:

1. Mengurangi depresi

Hewan peliharaan dapat memotivasi manusia. Salah satunya yaitu anjing, keaktifan anjing akan mendorong majikannya untuk bermain dan meredakan depresi. Selain itu, membelainya juga dapat menangkan jiwa.

2. Membantu Bersosialisasi

Bermain dan berjalan-jalan dengan anjing juga dapat memperluas sosialisasi, atau bertemu pemilik anjing lainnya ataupun tetangga sekitar.

Faktanya, orang yang bersosial tinggi cenderung lebih sehat dalam mentalitasnya.

3. Mengurangi Kesepian

Dengan hadirnya hewan peliharaan, kalian dapat memiliki teman saat sedang kesepian, dengan menghabiskan rutinitas bersama peliharaan dapat mengisi kesepian yang ada dalam diri kalian.

4. Terapi untuk Anak ADHD

Selain hal di atas, hewan peliharaan juga memiliki peran yang hebat, bisa dijadikan sebagai terapi untuk anak pengidap ADHD. Melakukan aktivitas dan merawat peliharaan dapat melatih rasa tanggung jawab anak.

5. Terapi untuk Anak Autisme

Masalah sensorik umumnya dialami anak-anak autisme, adanya anjing dan kucing adalah jenis hewan yang digunakan untuk tujuan ini untuk mereka meraba dan mengenali suara dari hewan ini.

Hasilnya, saat berkontak langsung, anak-anak ini sering merasa tenang dengan hewan ini.

Itulah lima manfaat yang bisa kalian dapatkan dengan memelihara hewan peliharaan, tentunya memilih hewan yang sesuai dengan karakteristik dan kesibukan yang kalian punya. (jas)

Soal Pengelolaan DTW Bedugul, Dewan Tabanan Sarankan Pemerintah Kabupaten Buat RDTR

Sekretaris Komisi I DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani
Sekretaris Komisi I DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pengelolaan kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Bedugul di Kecamatan Baturiti, Tabanan hingga saat masih terkendala sulitnya mendapatkan investor untuk menyewa.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, Anak Agung Ngurah Satria Tenaya beberapa waktu lalu.

Sehingga, kawasa DTW yang merupakan aset Pemkab Tabanan berupa tanah, bangunan, hotel dan restoran tersebut terkesan terbengkalai setelah yang dikembalikan oleh pihak pengelola yakni Wayan Purnayasa pada tahun 2013.

Terkait hal itu, Sekretaris Komisi I DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani mengakui jika pemanfaatan aset di kawasan Bedugul ini memang belum bisa dilakukan secara optimal oleh Pemkab Tabanan.

“Optimalisasinya memang belum bisa dilakukan karena status dari aset tersebut. Selain itu, di kawasan Bedugul dan sekitarnya sudah banyak ada tempat usaha tetapi belum memiliki kejelasan,” jelasnya Minggu (21/7/2024).

Menurut Omardani, untuk perencanaan dan kajian terhadap aset milik Pemkab Tabanan harus disesuaikan dengan trend yang ada dalam industri pariwisata saat ini.

Disamping itu juga harus ada payung hukum yang menjadi acuan dari pengelolaan yang akan dilakukan.

Salah satu satunya adalah dengan membuat Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) khusus yang mengatur mengenai tata ruang di kawasan Bedugul dan sekitarnya.

“Lokasi dari kawasan Bedugul dan sekitarnya merupakan salah satu jalur antar provinsi, yang menghubungkan kawasan Bali selatan dan Kabupaten Buleleng sehingga untuk penataan dikawasan ini, harus melibatkan pemprov Bali,” tambahnya.

Selain itu, kawasan objek wisata Ulundanu yang berada di kawasan Bedugul ini juga merupakan kawasan suci yang digunakan sebagai salah satu lokasi upacara oleh umat Hindu yang tidak saja berasal dari Kabupaten Tabanan, namun juga berasal dari luar Tabanan.

“Sehingga untuk penataan di kawasan ini diperlukan kajian yang lengkap, baik dari kajian hukum hinga pada konsep budaya,” imbuhnya. (ana)

Pemkab Badung Salurkan Bantuan Pascabencana Senilai Rp902 Juta di 4 Titik

Wabup Ketut Suiasa didampingi Kalaksa BPBD Badung, Wayan Darma, melaksanakan kunjungan serta menyerahkan bantuan fisik bangunan pascabencana di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan, Minggu (21/7/2024).
Wabup Ketut Suiasa didampingi Kalaksa BPBD Badung, Wayan Darma, melaksanakan kunjungan serta menyerahkan bantuan fisik bangunan pascabencana di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan, Minggu (21/7/2024).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menyerahkan bantuan fisik bangunan pascabencana di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan pada Minggu (21/7/2024).

Bantuan tersebut diserahkan di empat titik. Titik pertama adalah di Pura Muaya, Lingkungan Pesalakan, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan. Di sini, bantuan berupa perbaikan pelinggih tajuk dan pepelik dengan nilai sebesar Rp 320 juta lebih diserahkan.

Titik kedua di kediaman I Nyoman Nuada di Lingkungan Kelan, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta. Bantuan yang diberikan di sini berupa dana sebesar Rp 210 juta untuk perbaikan rumah.

Titik ketiga adalah di kediaman I Ketut Sueta di Banjar Mumbul, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan. Bantuan yang diserahkan berupa dana sebesar Rp52 juta lebih untuk perbaikan rumah.

Titik terakhir adalah di Pura Dalem, Desa Adat Kutuh. Bantuan yang diserahkan di sini adalah untuk perbaikan Balai Gong dengan nilai sebesar Rp 320 juta lebih.

Total dana bantuan Rp902 juta tersebut bersumber dari dana BPBD dan diharapkan dapat membantu pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung, Wayan Darma

Ketut Suiasa mengatakan bntuan ini diberikan sebagai bagian dari upaya memediasi dan memfasilitasi masyarakat dalam meringankan beban mereka.

“Bantuan bangunan fisik untuk masyarakat yang terkena bencana alam adalah salah satu konsepsi yang kita kembangkan. Kita ingin memediasi dan memfasilitasi masyarakat dalam meringankan beban mereka,” ujarnya usai menyerahkan bantuan.

Di Bali, lanjut Suiasa, banyak masyarakat yang terkena dampak bencana alam.

Pihaknya telah menyesuaikan regulasi dan aturan untuk memungkinkan pemberian bantuan bagi setiap bangunan fisik yang rusak, baik itu milik perseorangan, komunitas, maupun lembaga. Bantuan ini diambil dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Tentu besaran bantuan ini akan disesuaikan dengan hitungan nilai fisik yang telah kita hitung bersama Tim Teknis Jitupasna pada BPBD. Hal inilah yang menjadi dasar dalam membuat kebijakan dan menyusun anggaran,” jelasnya.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat yang terdampak bencana alam dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan mereka dengan lebih baik.

“Kita di Badung akan terus secara konsisten melakukan upaya ini secara berkesinambungan. Orang yang sehat saja kita ringankan bebannya, apalagi masyarakat yang terkena bencana, tentu dua kali lipat perhatian yang harus kita berikan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Camat Kuta Ngurah Bayudhewa, Sekcam Kuta Selatan, Bendesa Adat Jimbaran, Jro Mangku Pura Muaya, Bendesa Adat Kutuh beserta Prajuru adat, Nyoman Nuada dan Ketut Sueta. (ana)

Kenali Dampak “Emotional Eating’, Faktor Penyebab hingga Cara Mengatasinya

Ilustrasi makanan berlebih akibat stres. (Foto:CNN)
Ilustrasi makanan berlebih akibat stres. (Foto:CNN)

PANTAUBALI.COMEmotional Eating merupakan kondisi seseorang yang mengonsumsi makanan secara berlebih sebagai respons terhadap emosi negatif seperti stres, sedih, cemas, atau bosan.

Jika berlangsung secara terus menerus, kebiasaan ini dapat berdampak pada gangguan pola makan dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan seperti obesitas.

Untuk menangani emotional eating penting untuk memahami penyebabnya dan menerapkan strategi yang tepat.

Berikut beberapa faktor penyebab beserta cara mengatasi emotional eating, dilansir dari situs Halodoc.

1. Stres emosional

Makanan sering memberikan kenyamanan sementara yang dapat mengurangi stres. Namun tidak bisa mengatasi masalah emosional yang sebenarnya.

Oleh karena itu, mencari cara lain untuk mengelola emosi seperti meditasi, olahraga, atau terapi sangat penting.

2. Kondisi lingkungan

Lingkungan yang mendorong penggunaan makanan sebagai kenyamanan atau penghargaan dapat meningkatkan risiko emotional eating.

Jika orang di sekitar sering menggunakan makanan untuk merayakan atau mengatasi stres, kebiasaan ini bisa tertular.

Maka, penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pola makan sehat.

3. Kurangnya keterampilan koping

Koping merupakan cara keterampilan seseorang dalam menghadapi atau mengatasi stres, tekanan, dan emosi negatif.

Tanpa keterampilan koping yang efektif, makan dapat menjadi solusi cepat untuk mengatasi emosi negatif. Namun, ini hanya memberikan kelegaan sementara.

Mempelajari strategi koping yang sehat, seperti berbicara dengan orang yang dipercaya, menulis jurnal atau meluangkan waktu untuk diri sendiri, dapat membantu.

4. Rasa lapar emosional

Seseorang sering kali tidak dapat membedakan antara lapar fisik dan lapar emosional.

Saat merasa bosan, kesepian, atau sedih, mereka mungkin mengira itu lapar. Dengan lebih sadar terhadap perasaan ini, makan emosional dapat dihindari.

Sebelum makan, tanyakan pada diri sendiri apakah rasa lapar tersebut berasal dari fisik atau emosional.

5. Mengembangkan kebiasaan makan sehat

Mengembangkan kebiasaan makan sehat sangat penting untuk mengatasi emotional eating emosional.

Ini termasuk mengonsumsi makanan seimbang, menghindari makan berlebihan, dan menjaga pola makan yang teratur. Artikel terkait pola makan sehat dapat membantu dalam menerapkan kebiasaan ini.

Kesadaran diri adalah kunci utama untuk mengendalikan makan emosional. Dengan memahami penyebabnya dan mengambil langkah yang tepat, kamu dapat mengatasi kebiasaan ini.

Mengatasi makan emosional memang membutuhkan kesabaran dan disiplin. Jika kesulitan, mencari bantuan profesional seperti psikolog atau ahli gizi dapat sangat membantu dalam menemukan solusi yang tepat.

Seminggu Operasi Patuh Agung, Polres Tabanan Tindak 116 Pelanggar dan Catat 14 Kecelakaan

Satuan Lalu Lintas Polres Tabanan tilang pengendara motor tidak menggunakan helm.
Satuan Lalu Lintas Polres Tabanan tilang pengendara motor tidak menggunakan helm.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Operasi Patuh Agung 2024 telah berlangsung selama satu minggu di wilayah Kabupaten Tabanan. Hasilnya, sejumlah pelanggaran lalu lintas berhasil ditindak oleh Satuan Lalu Lintas Polres Tabanan selama operasi berlangsung.

Selain penindakan terhadap pelanggar, kepolisian juga mencatat belasan kasus kecelakan lalu lintas. Operasi Patuh Agung dilaksanakan selama 14 hari dari 15 – 28 Juli 2024.

Kasat Lantas Polres Tabanan AKP I Made Adi Sutapa mengatakan, pihaknya telah menindak sebanyak 90 pelanggar melalui tilang elektronik (ETLE).

“Selama operasi dilaksanakan, kami sudah melaksanakan penindakan ETLE sebanyak 90 kali. Jenis pelanggaran yang ditindak meliputi pelanggaran penggunaan sabuk keselamatan dan helm,” ujarnya, Minggu (21/7/2024).

AKP Adi Sutapa menyebut, selain penindakan melalui tilang elektronik, pihaknya juga melakukan tilang manual sebanyak 26 kali.

“Jenis pelanggaran yang ditindak secara manual meliputi pelanggaran tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), tanpa helm, dan persyaratan teknis lainnya,” ucapnya.

Adapun titik lokasi pelanggaran terbanyak ditemukan pelanggaran yakni di jalur Denpasar-Gilimanuk tepatnya dari Simpang Dadakan sampai Patung Adi Pura.

“Sesuai dengan Target Operasi (TO), lokasi yang paling banyak ditemukan pelanggaran adalah di Simpang Dadakan sampai Adi Pura,” jelasnya.

Dalam operasi kali ini ada tujuh jenis pelanggaran lalu lintas yang menjadi sasaran penindakan, diantaranya, mengemudikan kendaraan sambil menggunakan handphone, tidak menggunakan helm SNI maupun sabuk pengamanan.

Kemudian, menerobos lampu merah, berkendara dengan kecepatan tinggi, melawan arus, hingga wisatawan manca negara maupun domestik yang melakukan pelangggaran lalu lintas.

Disamping menindak pelanggar lalu lintas, Operasi Patuh Agung 2024 juga bertujuan untuk menekan angka kecelakaan yang tinggi.

Di wilayah hukum Polres Tabanan, kata AKP Adi Sutapa, pihaknya mencatat sebanyak 14 kasus kecelakaan lalu lintas. Dari kejadian tersebut, 15 orang mengalami luka ringan, dengan total kerugian mencapai Rp15,2 juta.

“Seluruh kecelakaan terjadi di luar lokasi yang menjadi fokus operasi,” tambahnya.

Pihaknya pun meng menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

“Saya menghimbau kepada masyarakat dalam Operasi Patuh Agung 2024 ini, agar selalu mengikuti aturan berlalu lintas guna menekan terjadinya pelanggaran, kecelakaan lalu lintas, dan mengurangi korban fatalitas kecelakaan,” ucap Adi Sutapa. (ana)