- Advertisement -
Beranda blog Halaman 391

Mie Kelor Gud, Produk UMKM Asal Tabanan Dilirik Pasar Ekspor

Bupati Tabanan saat meninjau produksi Mie Kelor Gud di Desa Buahan, Tabanan, Kamis (25/7/2024).
Bupati Tabanan saat meninjau produksi Mie Kelor Gud di Desa Buahan, Tabanan, Kamis (25/7/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Salah satu produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Tabanan meraih kesuksesan besar dengan produk inovatifnya, Mie Kelor Gud, yang kini dilirik pasar ekspor.

Inovasi produk berbahan dasar tepung terigu dan daun kelor ini dikembangkan oleh I Wayan Sumerta Dana Arta, warga Banjar Buahan Tengah, Desa Buahan, Tabanan.

Dengan cita rasa yang lezat dan tentunya menyehatkan untuk tubuh, Mie Kelor Gud dilirik oleh pasar ekspor negara Azerbaijan dan Laos, serta sedang dalam proses masuk ke pasar Korea Selatan.

“Mie Kelor Gud saat ini sedang menjalani proses standardisasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan kandungan dan kualitasnya,” kata Wayan Sumerta Dana Arta, saat ditemui di kediamannya di Desa Buahan sekaligus menjadi tempat produksi Mie Kelor Gud, Kamis (25/7/2024).

Pada kesempatan yang sama, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajarannya juga hadir langsung ke tempat produksi Mie Kelor Gud saat melaksanakan Program Bungan Desa atau Ngantor di Desa Buahan, Tabanan.

Mie Kelor Gud, produk UMKM dari Tabanan yang dilirik pasar ekspor.
Mie Kelor Gud, produk UMKM dari Tabanan yang dilirik pasar ekspor.

Wayan Sumerta Dana pun menjelaskan, proses pengujuan standardisasi di BPOM ini penting dilakukan karena setiap produk ekspor nantinya harus sesuai dengan standar BPOM di negara tujuan.

Dari tahap pengujian, produk Mie Kelor miliknya sudah lolos Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).

“Sekarang tinggal menunggu tim audit untuk melengkapi apa-apa yang kurang. Paling lama pengujian setahun. Mudah-mudahan bisa secepatnya,” ucapnya.

Mie Kelor ini tanpa menggunakan bahan pengawet makanan. Namun, dengan penggunaan kemasan premium, diakui Sumerta Dana, daya tahan produk dapat mencapai 6 – 8 bulan.

“Jika pengeringan dilakukan dengan baik, bisa bertahan hingga satu tahun. Namun, ini masih dalam tahap pengujian,” ungkapnya.

Terkait jumlah permintaan produk dari eksportir, Sumerta Dana mengaku pesanan awal mie kelornya belum mencapai kesepakatan.

Meskipun demikian, produksi Mie Kelor Gud dilakukan secara rutin dengan kapasitas 100 pcs per hari. Karena tidak menggunakan bahan pengawet, produk ini tidak tahan lama sehingga sering ada pre-order (PO) mendadak.

Ada tiga varian rasa yang ditawarkan saat ini, diantaranya goreng, kuah, dan betutu. Ada juga varian baru, sop ikan patin, yang akan segera dipasarkan.

“Alasan kami tidak menggunakan ikan laut karena banyak masyarakat yang alergi ikan laut,” jelasnya.

Terkait bahan baku, Sumerta Dana mengaku, untuk kelor saat ini mudah didapat dari kelompok kebun lokal dan Asosiasi Bion Moringga Indonesia (ABMI), yang anggotanya tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.

“Jika kebutuhan bahan baku mendesak, akan ada pengiriman dari berbagai wilayah di Indonesia,” tambahnya. (ana) 

Petani Kakao di Jembrana Dibantu Kredit Pertanian

Pertanian kakao di Kabupaten Jembrana.
Pertanian kakao di Kabupaten Jembrana.

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Dalam upaya mengembangkan potensi ekonomi daerah dan mendongkrak kredit pertanian di Kabupaten Jembrana, Kelompok Tani Merta Abadi dan Koperasi Buana Merta Abadi telah menandatangani kerjasama dengan PT Bank BPD Bali.

Bertempat di Wantilan Kelompok Tani Kakao Merta Abadi, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, pada Rabu (24/7/2024), kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan potensi pertanian melalui penyediaan kredit.

Penandatanganan kerjasama ini merupakan implementasi dari program TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah) yang dibentuk oleh pemerintah Kabupaten Jembrana.

TPAKD bekerja sama dengan OJK Provinsi Bali dan LJK (Lembaga Jasa Keuangan) untuk mengembangkan potensi unggulan di Jembrana, khususnya komoditas kakao.

Produksi kakao di Kabupaten Jembrana menguasai 63,55 persen pangsa pasar produksi kakao di Provinsi Bali, menjadi dasar penetapan kerjasama ini.

Sebelumnya, telah diadakan FGD dan pendampingan oleh OJK kepada LJK dan masyarakat. Total pembiayaan dari kerjasama ini mencapai Rp 1,14 miliar  yang dibagi menjadi tiga skema.

Rinciannya Rp 40 jutauntuk KUR Mikro Petani Kakao yang diterima oleh Ketut Sumardi, Rp 100 juta untuk KUR Mikro Petani Kakao yang diterima oleh Nyoman Areb Aryawan, dan Rp 1 miliar untuk Kredit Modal Kerja Koperasi Produsen Buana Merta Abadi yang diterima oleh Kadek Suantara selaku Ketua Kelompok dan Ketua Koperasi.

Sekda Jembrana I Made Budiasa mengapresiasi inisiatif OJK Provinsi Bali serta Bank BPD Bali atas komitmen mereka mendukung akses keuangan petani kakao di Jembrana.

Budiasa berharap kerjasama ini bisa menjadi contoh untuk pengembangan potensi unggulan daerah lainnya.

“Kami berharap para petani kakao dapat lebih fokus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, serta menggunakan akses permodalan dengan bijaksana dan penuh tanggung jawab,” ucap Budiasa.

Sementara itu, Direktur Kepatuhan BPD Bali I Wayan Sutela mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana dan OJK atas terwujudnya kerjasama ini.

“Terima kasih juga kami sampaikan kepada OJK Provinsi Bali yang tidak henti-hentinya memberikan arahan positif untuk perkembangan bisnis di BPD Bali,” ungkap Sutela.

Di sisi lain, Kadek Suantara sangat bersyukur atas kerjasama ini. Dana yang diterima sangat membantu koperasi produsen untuk menyerap hasil pertanian dari kelompok tani, mengingat tingginya harga kakao di Jembrana.

“Sebagai koperasi produsen, kami memerlukan dana yang cukup tinggi mengingat tingginya harga kakao di Jembrana. Ini sangat penting bagi perkembangan komoditas kakao di Jembrana,” ucap Suantara. (rls)

Waspada, Ini Akibat Makan Pedas Saat Perut Kosong

Makanan pedas.
Makanan pedas.

PANTAUBALI.COM – Trend makan pedas akhir-akhir ini sangat berkembang di masyarakat, apalagi dengan hadirnya makanan seblak, bakso mercon dan makanan pedas lainnya.

Makan makanan pedas dapat menggugah selera dan menantang. Namun terdapat risiko di belakangnya yang harus kalian ketahui.

Dilansir dari halodoc, berikut efek samping bagi kesehatan dari makanan pedas:

1. Masalah pada saluran pencernaan

Makanan pedas, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong, dapat memicu masalah pada saluran pencernaan.

Kandungan senyawa kimia seperti capsaicin dalam makanan pedas dapat meningkatkan produksi asam lambung.

Hal ini dapat menyebabkan sakit perut, mulas, atau mual. Bagi mereka yang memiliki kondisi seperti sakit maag atau refluks asam lambung, makanan pedas dapat memperburuk gejala tersebut.

2. Risiko gangguan lambung

Konsumsi makanan pedas saat perut kosong juga berisiko menyebabkan gangguan pada lambung. Makanan pedas bisa mengiritasi lapisan lambung yang sensitif, memicu peradangan dan kerusakan jaringan.

Kondisi ini dapat mengarah pada gastritis atau radang lambung, yang ditandai dengan gejala seperti sakit perut, gangguan pencernaan, dan dalam kasus yang parah, pendarahan lambung.

3. Gangguan pada sistem pencernaan

Makanan pedas yang dikonsumsi saat perut kosong dapat mengganggu keseimbangan mikrobiota usus, yaitu sekelompok mikroorganisme yang berperan penting dalam kesehatan pencernaan.

Konsumsi berlebihan makanan pedas dapat merusak keseimbangan flora usus, yang berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare, konstipasi, atau sindrom iritasi usus besar.

4. Rasa lapar yang tidak terpuaskan

Makanan pedas dapat memberikan rasa kenyang sementara, yang bisa menghambat munculnya rasa lapar alami.

Akibatnya, asupan nutrisi yang seimbang dan bergizi mungkin terabaikan, yang berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi dan kekurangan energi, berdampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan.

5. Sensasi nyeri pada mulut dan tenggorokan

Capsaicin dalam makanan pedas dapat mengaktifkan reseptor saraf di mulut dan tenggorokan, menyebabkan sensasi nyeri sementara.

Sensasi ini bisa lebih intens jika makanan dikonsumsi dalam keadaan panas.

Meskipun beberapa orang menikmati sensasi ini, penting untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan pencernaan sebelum mengonsumsi makanan pedas.

Wakil Dinas Perhubungan Badung Sabet Juara I dan II dalam Pemilihan Abdi Yasa Teladan 2024

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Wakil Dinas Perhubungan Badung meraih juara I dan II dalam acara pembinaan dan pemilihan Abdi Yasa Teladan 2024, yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Selasa (23/7/2024).

Juara I diraih oleh I Nyoman Suartika dari Bayu Buana Tour & Travel Service dengan skor tertinggi 89,1.

Sementara I Ketut Sukarnata dari Koperasi Sapta Pesona Nusantara meraih juara II dengan nilai 85,6, serta Juara III diraih oleh Made Yogi Ananta Wijaya dari Koperasi Jasa Margi Utama dengan skor 84,2, yang merupakan perwakilan dari Dinas Perhubungan Kota Denpasar.

Acara ini merupakan program tahunan Dinas Perhubungan Provinsi Bali, dan kali ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Dr. Ir. IGW Samsi Gunarta, M.Appl. Sc.,

Dirinya menyatakan, kegiatan ini didasarkan pada Peraturan Menteri Perhubungan No.78 Tahun 2021 tentang Pemberian Penghargaan Abdi Yasa dan Penghargaan Wahana Adhigana.

“Abdi Yasa adalah penghargaan yang diberikan kepada pengemudi angkutan umum yang memiliki kemampuan dan pengetahuan, menerapkan perilaku keselamatan lalu lintas, serta memberikan pelayanan prima kepada pengguna jasa,” jelasnya.

Dengan meningkatkan motivasi dan kesadaran akan pentingnya keselamatan lalu lintas, melalui pembinaan kepada pengemudi angkutan umum merupakan tujuan dari kegiatan ini

“Tujuannya adalah untuk mengubah sikap dan perilaku pengemudi agar lebih disiplin dan bertanggung jawab, serta mempersiapkan mereka menjadi awak kendaraan yang profesional dan berkualitas,” tambah Samsi.

Melalui pemberian penghargaan ini, diharapkan para pengemudi angkutan umum berkontribusi dalam meningkatkan keselamatan dan pelayanan jasa angkutan umum yang optimal di jalan.

Ini bertujuan untuk membangun budaya keamanan dan keselamatan di kalangan pengemudi serta menempatkan profesi awak kendaraan angkutan umum setara dengan profesi lainnya.

Samsi menghargai komitmen dan partisipasi semua pihak dalam kegiatan ini dan mengajak para peserta Abdi Yasa Teladan untuk aktif berpartisipasi, berbagi pengetahuan, dan mendukung satu sama lain dalam proses pembelajaran.

“Mari manfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan wawasan baru, mengasah keterampilan, dan membangun jaringan kerja sama yang kuat dalam upaya meningkatkan keselamatan transportasi jalan,” ujarnya.

Ia juga berharap agar para pengemudi dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan ini dan menjadi agen perubahan dalam mendorong perubahan perilaku dan budaya berkendara yang lebih aman di masyarakat.

Terdapat tujuh materi yang diujikan dalam kegiatan ini, yaitu Undang-Undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pendidikan Berlalu Lintas dan Penegakan Hukum, Pendidikan Kualitas dan Keterampilan Pengemudi Angkutan Umum.

Kemudian, Pengetahuan Teknik Kendaraan Bermotor, Pengetahuan tentang Asuransi, Pendidikan Mental dan Psikologi Pengemudi Angkutan Umum, serta Pendidikan tentang Narkoba dan Miras bagi Pengemudi Angkutan Umum. (jas)

Bupati Tabanan Hadiri High Level Meeting Pengendalian Inflasi Melalui TPID

High Level Meeting Pengendalian Inflasi melalaui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tabanan.
High Level Meeting Pengendalian Inflasi melalaui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri High Level Meeting Pengendalian Inflasi melalaui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tabanan, yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana Kantor Bupati Tabanan, Rabu (24/7/2024).

Sebagaimana diketahui, berdasarkan rilis BPS dan BI pada bulan Juni 2024, angka inflasi di Tabanan adalah sebesar 1,96 persen (year on year), dan angka ini merupakan yang terendah di Bali.

Aangka inflasi yang terkendali di Kabupaten Tabanan pada semester pertama tahun 2024 adalah hasil sinergi dan kolaborasi secara besama dari TPID.

Serta bersama instansi dan lembaga terkait seperti Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, Bulog, IKAPPI, HIswana Migas, Bumdes dan Para Perbekel Se-Kabupaten Tabanan.

“Untuk mempertahankan momentum menurunnya angka inflasi tersebut, maka saya berharap TPID dan seluruh jajaran OPD di Kabupaten Tabanan harus terus bekerja keras dengan menjalankan kebijakan menjaga ketersediaan stok pangan, menjaga keterjangkauan harga, menjaga kelancaran distribusi pangan, dan menjaga komunikasi yang efektif dengan semua pihak,” jelas Bupati Sanjaya.

Sanjaya juga meminta sepuluh langkah dari kebijakan program kegiatan TPID untuk terus dilakukan secara konsisten.

Diantaranya menjaga ketersediaan stok pangan, dengan melakukan gerakan pangan murah dan operasi pasar.

Kedua yakni melaksanakan sidak, monitoring dan evaluasi, yang ketiga meningkatkan Kerjasama Antar Daerah (KAD).

Selanjutnya, melakukan gerakan menanam komoditas penyebab inflasi dan melakukan gerakan panen raya.

Keenam yaitu kebijakan daerah pengendalian inflasi, seperti cadangan pangan pemerintah (CPP), serta yang ke tujuh melakukan inovasi yaitu Inpari Kaya Gizi, bibit padi yang memiliki 5 keunggulan.

Delapan meningkatkan koordinasi dan kolaborasi TPID dan TPIP, penguatan UMKM, IKM dan yang terakhir adalah budgeting pengendalian inflasi.

Pentingnya memandang inflasi sebagai salah satu indikator penentu keberhasilan pembangunan ekonomi.

Inflasi yang tinggi dapat berdampak pada penurunan daya beli masyarakat dan dapat juga berdampak terhadap peningkatan kemiskian di daerah.

“Terimakasih saya sampaikan kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pengendalian inflasi di Kabupaten Tabanan. Khususnya kepada Kepala Bank Indonesia, BPS Tabanan, Bulog Bali, dan seluruh pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, dalam mewujudkan stabilitas perekonomian dan mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” imbuh Sanjaya.

Pertemuan pagi itu turut diikuti oleh Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Pimpinan Perum Bulog Kanwil Bali, Jajaran Forkopimda Kabupaten Tabanan, Sekda, para Asisten Setda.

Para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Tabanan serta diikuti oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tabanan, Kepala Instansi Vertikal dan undangan lainnya. (rls)

Efektif Kurangi Volume Sampah, Mesin Pengolahan Sampah di TPA Peh Bakal Ditambah

Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama tim terkait meninjau proses pengolahan sampah di TPA Peh, Rabu (24/7/2024).
Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama tim terkait meninjau proses pengolahan sampah di TPA Peh, Rabu (24/7/2024).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Mesin pengolahan sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) di TPA Peh, Desa Kaliakah sudah mulai dioprasikan.

Kendati demikian, hasil produksi RDF masih  belum bisa mencapai jumlah yang diharapkan. Oleh karena itu, Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama sejumlah tim terkait dengan pengolahan sampah menjadi RDF kembali datang meninjau proses pengolahan sampah, Rabu (24/7/2024).

Tim yang datang langsung melihat proses pengolahan sampah menjadi RDF diantaranya Direktur Utama PT. Wisesa Global Solusindo Johan Agus Kurniawan selaku penyedia mesin pengolahan sampah, MSW RDF Business Development Manager, PT. SBI Ruchiyat selaku pengguna RDF dan Pimpinan PT. Bhakti Bumi Marsono selaku penyedia mesin pendukung pengolahan sampah.

“Tim kita datangkan kembali untuk mengecek ulang untuk melihat dari sisi mananya yang kurang. Yang datang hari ini para ahli-ahlinya. Kita bertukar pikiran secara menerus, jadi apa yang kita harapkan dan rencanakan untuk zero waste ini untuk sampah eksisting yang harus kita habiskan ini,” ujar Bupati Tamba.

Ia mengatakan mesin pengolahan sampah sudah bekerja dengan baik. Namun, menurutnya mesin pendukung lainnya perlu ditingkatkan kualitasnya untuk dapat meningkatkan produksi RDF.

“Kalau kita hanya mengandalkan mesin ini, mesin sudah oke, tetapi setelah dihilirnya kita masih perlu alat-alat yang bisa menambah kecepatan produksi daripada mesin ini, seperti mesin pencacah. Kemudian juga mesin packing,” ucapnya.

Lanjut, kata Bupati Tamba, hasil produksi RDF kualitasnya sudah cukup baik tetapi untuk meningkatkan lagi kualitas dan kuantitas produksi perlu adanya penambahan mesin lagi.

“Untuk mencapai hasil yang bisa dikatakan sempurna, kita sudah mendekati. Apabila kita ganti 1 mesin lagi ini akan mendapatkan hasil yang maksimal sekali. Kita persiapkan seluruh anggaran karena kita sudah optimis dan didukung oleh tim yang sangat kompak,” ujarnya.

Pihaknya pun yakin dengan adanya peningkatan kualitas mesin pengolahan sampah menjadi RDF akan dapat mengatasi yang sudah bertahun-tahun menggunung di TPA Peh ini.

“Saya optimis bisa menyelesaikan sampah-sampah eksisting dan sampah baru. Kalau kita sudah rubah mesin ini dari satu mesin ke mesin yang lain pakai sistem konveyor semua, target 200 ton dalam satu hari bisa kita capai,” tandasnya.

Marsono, Pimpinan PT. Bhakti Bumi mengatakan mesin ada yang ada saat ini sudah bekerja secara baik. Namun, menurutnya perlu ada sejumlah mesin penunjang lagi yang bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas RDF yang dihasilkan.

“Alat ini sudah cukup, cuma untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas akan kita tambah alat, alat juga tidak terlalu mahal. Tapi kita mengikuti keadaan sampah yang ada di Jembrana,” ucapnya.

Marsono mengatakan segera mendatangkan beberapa mesin lagi. Dia berharap dengan semakin lengkapnya mesin ini, proses pengolahan sampah dapat semakin maksimal.

“Yang akan kami datangkan baru 3 unit saja, tapi akan ada tambahan-tambahan berikutnya sehingga nanti ketika hujan pun masih bisa berproduksi,” ujarnya.

Disisi lain, Ruchiyat selaku MSW RDF Business Development Manager PT. SBI mengatakan produksi RDF di TPA Peh sudah cukup baik dan ukuran dan tingkat kelembaban yang memenuhi standar.

“Kalau saya lihat, Alhamdulillah secara produk sudah lumayan bagus. RDF itu bagaimana partikel size-nya 5 cm maksimum, kemudian moisturenya harus dibawah 20 persen itu sudah masuk,” ujarnya.

Pihaknya juga memberikan sejumlah saran untuk penambahan beberapa mesin lagi yang bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas RDF yang dihasilkan.

“Tadi saya sudah memberi masukan ke tim Wisesa untuk mengimprove terkait masalah organik yang masih terbawa,” tandasnya. (rls)

7.520 Warga Kabupaten Tabanan Masih Menganggur

Ilustrasi pencari kerja. (Foto:kompas)
Ilustrasi pencari kerja. (Foto:kompas)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Angka pengangguran di Kabupaten Tabanan hingga tahun 2023 mencapai 7.520 jiwa atau sekitar 2,64 persen dari jumlah penduduk.

Angka tersebut masih tergolong rendah atau berada di bawah rata-rata tingkat pengangguran nasional yakni 4,6 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tabanan, I Gede Urip Gunawan, mengungkapkan jumlah penduduk Kabupaten Tabanan tahun 2023 tercatat mencapai 468.587 jiwa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 277.098 jiwa tergolong dalam kategori angkatan kerja.

Dari angkatan kerja ini, sebanyak 269.578 jiwa atau 98,36 persen telah bekerja, sedangkan 7.520 jiwa atau 2,64 persen masih menganggur.

Angka pengangguran tersebut cenderung menurun dari tahun 2022 yang mencapai 11.000 jiwa.

Sebagian besar penduduk Kabupaten Tabanan bekerja di sektor pariwisata dan pertanian.

“Tingkat pengangguran kita di Tabanan masih tergolong rendah, baik di tingkat nasional maupun provinsi,” ujarnya, Rabu (24/7/2024).

Menurut Urip Gunawan, salah satu faktor utama penyebab pengangguran saat ini adalah banyaknya penduduk yang memilih jalur pendidikan formal namun mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah lulus.

Padahal, penyerapan tenaga kerja yang paling potensial saat ini terdapat di sektor jasa dan pariwisata, termasuk pekerjaan sebagai imigran.

“Karena banyak yang masuk pendidikan formal sehingga sulit diterima di tempat kerja,” ujarnya.

Meskipun demikian, Urip Gunawan mengungkapkan, pihaknya terus berupaya untuk menekan angka pengangguran tersebut. Salah satunya yakni dengan menyediakan balai latihan kerja (BLK).

“Kami melalui pemerintah daerah menyediakan BLK yang fokus pada ekonomi kreatif serta membuka peluang kerja di luar negeri, mengingat tingginya jumlah pekerja imigran di Tabanan,” akunya. (ana) 

Beraksi di 15 TKP, 3 Pelaku Spesialis Pencuri Ayam Aduan Dibekuk Polsek Mengwi

Dua pelaku pencuri ayam aduan dibekuk Polsek Mengwi.
Dua pelaku pencuri ayam aduan dibekuk Polsek Mengwi.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Unit Reserse Kriminal Polsek Mengwi Polres Badung menangkap tiga orang pelaku spesialis pencurian ayam.

Pelaku merupakan tiga orang laki-laki asal Abianbase, Mengwi Badung yang berinisial TDW, AEP dan BBM. Mereka melancarkan aksinya secara berkala, yaitu berawal pada Jumat (28/6/2024) sekira pukul 01.30 WITA, mengambil sembilan ekor ayam aduan.

Selanjutnya, pada Rabu (3/7/2024) sekira pukul 02.00 WITA, mengambil 12 ekor ayam aduan. Lalu pada Jumat (19/7/2024) sekira pukul 02.00 WITA mencuri delapan ekor ayam aduan.

Kapolsek Mengwi Kompol I Ketut Adnyana menerangkan, penangkapan pelaku berawal dari laporan pemilik ayam berinisial AA (38) di Banjar Gunung, Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Korban beberapa kali kehilangan ayamnya yang berada di kandang ketika hendak memberi makan. Akibat dari kejadian itu, korban pun mengalami kerugian sekitar Rp90 Juta.

Berdasarkan laporan dan data yang diperoleh, tim Opsnal Polsek Mengwi melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan ketiga pelaku.

Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku TDW diamankan di perempatan Abianbase, Mengwi, Badung, pada Selasa (23/7/2024). Lalu sekitar pukul 15.00 WITA, AEP dan BMM diamankan ditempatnya bekerja di daerah Canggu, Kuta Utara, Badung.

“Selanjutnya para pelaku beserta barang bukti di bawa ke Mako Polsek Mengwi untuk proses penyidikan lebih lanjut,” terangnya dikonfrmasi Rabu (24/7/2024).

Selain mencuri ayam milik korban AA, pelaku juga mengakui telah melakukan pencurian ayam di 15 lainnya, yang tersebar sebagian besar di Kabupaten Badung.

“Dalam kasus tersebut diamankan barang bukti sepuluh ekor ayam aduan, empat karung warna putih, sebuah kerodong ayam warna merah hitam, tiga buah jaket hodie dua warna hitam dan satu warna abu-abu serta satu unit sepeda motor Honda Scoopy abu,” papar Kompol Adnyana.

Atas kejadian tersebut, pelaku dipersangkakan dengan Pasal 363 KUHP ayat 1 ke 4 dan ke 5 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal tujuh tahun. (jas)

Operasi Cipkon Agung 2024 Sukseskan Pilkada Serentak

Polres Tabanan cek kesiapan sarana dan prasarana menjelang Operasi Cipta Kondisi Agung 2024.
Polres Tabanan cek kesiapan sarana dan prasarana menjelang Operasi Cipta Kondisi Agung 2024.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Polres Tabanan melaksanakan Apel Kesiapan Pasukan Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung 2024 yang dirangkaikan dengan pengecekan kesiapan sarana dan prasarana dalam rangka pengamanan Pilkada Serentak 2024, Rabu (24/7/2024).

Apel dipimpin oleh Kapolres Tabanan, AKBP Candra Citra Kesuma dan diikuti oleh 112 personil dari Cipkon Agung 2024 dan Dalmas Kerangka.

Adapun, Operasi Cipkon Agung 2024 akan berlangsung selama 16 hari, dari 24 Juli hingga 8 Agustus 2024. Dengan melibatkan 1.060 personel yang dibagi dalam lima Satgas yakni preventif, preventif, gakkum, humas, dan banops

AKBP Candra Citra Kesuma mengatakan, operasi Cipkon Agung 2024 ini digelar sesuai arahan Polda Bali untuk menjaga situasi Kamtibmas di wilayah Bali saat memasuki tahapan Pilkada Serentak tahun 2024 yang akan berlangsung di seluruh Kabupaten kota di Bali.

Karena berkaca dari pelaksanaan Pemilu Serentak sebelumnya, menjelang kegiatan suhu politik semakin meningkat peningkatan aktivitas partai politik beserta simpatisannya yang berpotensi menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Oleh karena itu operasi ini bertujuan untuk memelihara situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Ia menyebut, situasi Kamtibmas di Bali relatif aman, terdapat peningkatan gangguan sebesar 26 persen pada Semester 1 tahun 2024 dibandingkan dengan Semester 2 tahun 2023, terutama dalam kasus narkotika dan kejahatan konvensional.

Keterlibatan warga negara asing (WNA) dalam tindak pidana di Bali juga menjadi perhatian, dengan upaya peningkatan pengawasan dan penindakan bersama Satgas Bali Becik dari Kemenkumham.

“Peningkatan kasus ini merupakan konsekuensi dari meningkatnya aktivitas masyarakat dan pariwisata di Bali,” tambahnya.

Disamping itu, AKP Citra Kesuma juga menekankan kepada anggota untuk meningkatkan kegiatan penyelidikan informasi dan penggalangan terhadap tokoh politik beserta relawan parpol tokoh masyarakat dan penyelenggara Pemilu untuk bersama-sama mewujudkan pemilu yang aman dan damai.

Kemudian, melaksanakan kegiatan Cyber Patrol, Counter Opini dan takedown konten negatif di media sosial menjelang Pilkada serentak tahun 2024 agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi politik yang memecah belah persatuan.

“Tingkatkan kegiatan patroli maupun Blue Light Patrol pada daerah dan jam-jam rawan untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas,” imbuhnya. (ana)

Wapres Ke-9 RI Hamzah Haz Wafat di Usia 84 Tahun, Ini Profil Singkatnya

Wakil Presiden RI Ke -9 Hamzah Haz
Wakil Presiden RI Ke -9 Hamzah Haz

PANTAUBALI.COM – Wakil Presiden Ke-9 Republik Indonesia Hamzah Haz meninggal dunia pada Rabu (24/7/2024) sekitar pukul 09.30 WIB.

Hamzah Haz menghembuskan nafas terakhirnya di Klinik Tegalan, Jakarta, di usai 84 tahun.

Dikutip dari ANTARA, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi membenarkan informasi terkait berpulangnya Wapres RI periode 2001-2004. “Ya (meninggal dunia),” kata Arwani.

Saat ini sedang proses dimandikan untuk disalatkan di masjid miliknya yang berlokasi di Jalan Nenas, Bogor, Jawa Barat.

Profil Hamzah Haz

Hamzah Haz lahir di Ketapang, Kalimantan Barat, pada 15 Februari 1940. Politikus ini dikarunia 12 orang anak yang terdiri dari 4 anak laki-laki dan 8 anak perempuan.

Ia mengawali karier sebagai guru pada 1960. Setelah itu, menjadi wartawan surat kabar Bebas di Pontianak hingga menjadi Pimpinan Umum Harian Berita Pawau di Kalimantan Barat.

Selain itu, Hamzah pernah menjabat sebagai Menteri Investasi di era Presiden BJ Habibie.

Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua DPR RI serta Menko Kesra era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Selanjutnya, Hamzah menjabat sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri pada 2001 hingga 2004.

Hamzah juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PPP periode 1998 hingga 2007. (ana)