- Advertisement -
Beranda blog Halaman 334

DTW Tanah Lot akan Dilengkapi Panggung Terbuka untuk Kegiatan Umat dan Pariwisata

Kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot, Tabanan.
Kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot sedang merencanakan pembangunan panggung terbuka untuk memberikan fasilitas yang lebih baik bagi pengunjung.

Fasilitas ini dirancang tidak hanya sebagai tempat pendukung kegiatan umat, tetapi juga akan menjadi sarana penunjang pariwisata di DTW yang terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan tersebut.

Panggung tersebut akan dimanfaatkan oleh beberapa sanggar seni untuk latihan.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana mengatakan, pembangunan panggung terbuka menjadi salah satu upaya melestarikan budaya lokal agar dikenal oleh generasi muda serta wisatawan.

“Dengan adanya panggung terbuka ini, seni dan budaya tradisional Bali bisa ditampilkan dan diapresiasi secara langsung oleh masyarakat luas,” ujarnya, Rabu (30/10/2024).

Menurutnya, pengunjung akan mendapatkan pengalaman yang lebih banyak saat berkunjung ke daerah wisata Tanah Lot.

Selain menikmati panorama alam yang memukau, mereka juga dapat menyaksikan secara langsung proses latihan dari sanggar-sanggar seni yang beroperasi di area tersebut.

“Kami harap pembangunan panggung ini akan menjadi daya tarik baru yang menggabungkan keindahan alam dengan kekayaan budaya lokal,” tambahnya.

Pembangunan panggung terbuka ini akan menjadikan DTW Tanah Lot sebagai tempat wisata spiritual sekaligus pusat kegiatan seni dan budaya, memperkaya pengalaman pengunjung dari berbagai penjuru dunia. (ana)

De Gadjah Sebut Presiden Prabowo akan Kunjungi Bali November Mendatang

Calon gubernur (cagub) Bali nomor urut 1, I Made Muliawan Arya alias De Gadjah bersama Presiden Prabowo Subianto.
Calon gubernur (cagub) Bali nomor urut 1, I Made Muliawan Arya alias De Gadjah bersama Presiden Prabowo Subianto.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Calon gubernur (cagub) Bali nomor urut 1, I Made Muliawan Arya alias De Gadjah menyebut Presiden Prabowo Subianto akan datang ke Bali pada awal November 2024 mendatang.

Kunjungan Prabowo yang pertama kali setelah menjabat Presiden RI menjadi istimewa, sebab bertepatan dengan momen De Gadjah selaku Ketua Gerindra Bali maju sebagai calon gubernur berpasangan dengan Putu Agus Suradnyana.

Meskipun Prabowo dipastikan akan datang pada awal November, De Gadjah belum memastikan apakah kunjungan presiden ke-8 itu sebagai Ketua Umum Partai Gerindra atau Presiden.

“Kami tidak tahu apakah lawatan beliau ke Bali selaku Ketua Umum Partai Gerindra atau Presiden, tapi yang jelas ini kunjungan pertama beliau setelah menjabat,” ujarnya belum lama ini.

Menurut De Gadjah, kedatangan Presiden Prabowo merupakan bentuk kepedulian akan provinsi Bali dan dukungan baginya dan kader Gerindra lainnya yang berkontestasi di Pilkada 2024. (ana)

Warga Desa Abiantuwung Kediri Bulatkan Tekad Dukung Koster-Giri dan Sanjaya-Dirga

Calon wakil bupati Tabanan I Made Dirga saat melaksanakan simakrama di Banjar Ganter, Desa Abiantuwung, Kediri, Sabtu (26/10/2024).
Calon wakil bupati Tabanan I Made Dirga saat melaksanakan simakrama di Banjar Ganter, Desa Abiantuwung, Kediri, Sabtu (26/10/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Calon Wakil Bupati yang diusung PDI Perjuangan, I Made Dirga tidak pernah absen menghadiri undangan warga untuk melakukan simakrama.

Seperti pada Sabtu (26/10/2024), Dirga yang juga mantan Ketua DPRD Tabanan melakukan simakrama di Banjar Ganter, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan.

Dalam kesempatan tersebut, I Made Dirga hadir dalam rangka memenuhi undangan masyarakat untuk melakukan simakrama. Dirga mengaku siap ngayah untuk masyarakat Tabanan lima tahun kedepan.

“Saya selaku wakil, siap ngayah untuk membangun Tabanan lima tahun kedepan,” ucap Dirga.

Kehadiran Dirga pun disambut antusias oleh warga setempat. Mereka kompak menyatakan dukungnya terhadap paket yang diusung oleh PDI Pejuangan yakni I Komang Gede Sanjaya – I Made Dirga (Paket SANDI) untuk calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan.

Sedangkan untuk calon Gubernur dan Wakil Gubernur warga sepakat untuk memenangkan pasangan I Wayan Koster – I Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri).

“Kami sepakat dan berbulat tekad memenangkan pasangan Sanjaya – Dirga dan Koster – Giri, karena sudah terbukti dan teruji memimpin,” ucap warga setempat.

Turut mendampingi I Made Dirga dalam kesempatan tersebut yakni, Ketua Team Pemenangan pasangan Sandi, yakni I Made Urip yang juga mantan anggota DPR RI, serta tokoh Kediri lainnya seperti Dewi Marhaeni, mantan anggota DPRD Tabanan asal Fraksi PDI Perjuangan. (rls)

Pasutri Penganiaya Bocah 4 Tahun di Badung Diringkus

Pasutri penganiaya bocah 4 tahun di Badung diringkus. (Dok Istimewa)
Pasutri penganiaya bocah 4 tahun di Badung diringkus. (Dok Istimewa)

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Polres Badung mengamankan dua tersangka pelaku kekerasan terhadap seorang bocah laki-laki berinisial MRRS, yang baru berusia empat tahun. Tersangka yang ditahan adalah Aditya Pratama Aji Saputro (22) selaku ayah tiri korban, serta Aisyah Tul Hasana (22), ibu kandung korban. Keduanya kini dalam proses penyidikan di Polres Badung.

Kasus ini mencuat setelah unggahan di akun Instagram @aryawedakarna yang menyoroti dugaan penganiayaan terhadap MRRS, hingga menarik perhatian aparat kepolisian serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Unggahan tersebut memicu tindakan cepat Polres Badung untuk menyelidiki kejadian.

Kasi Humas Polres Badung, Ipda I Putu Sukarma, menyampaikan bahwa korban mengalami luka parah, termasuk patah tulang paha kanan, cedera pada bahu kiri, dan kondisi tubuh yang lemah akibat infeksi.

“Penganiayaan ini dilakukan sejak akhir September 2024, terutama saat korban ditinggal bersama ayah tirinya,” jelas Ipda Sukarma dalam keterangannya pada Rabu (30/10).

Menurut pengakuan Aditya, kekerasan terhadap MRRS terjadi lantaran korban sering rewel dan beberapa kali buang air sembarangan di tempat kerjanya, sebuah warung makan di Jalan Raya Darmasaba.

“Saat korban buang air kecil dan besar sembarangan, pelaku merasa kesal dan marah hingga melakukan penganiayaan,” lanjut Sukarma.

Aditya mengaku sempat memperingatkan korban agar tidak mengulangi perbuatannya, namun ketika korban tidak mengindahkan sehingga emosi Aditya pun  tersulut. Ia kemudian memukul, mencubit, menggigit, dan bahkan menggunakan sapu bulu untuk menganiaya bocah malang tersebut.

Tak hanya ayah tiri, Aisyah, ibu kandung MRRS, juga turut melakukan kekerasan. Aisyah mengaku pernah mencubit bibir korban hingga terluka, melemparnya dengan telepon genggam, dan melakukan pemukulan ketika sang anak dianggap rewel.

Selama penyelidikan, polisi mendatangi rumah kos yang ditempati oleh pasangan ini bersama korban di Banjar Sempidi, Desa Abiansemal, Kabupaten Badung. Setelah mengamankan lokasi, polisi menangkap kedua pelaku di tempat kerja mereka untuk dibawa ke Polres Badung guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Saat ini, MRRS dirawat intensif di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya. Sementara itu, Aditya dan Aisyah dikenakan Pasal 80 Ayat (1) Jo Pasal 76 C UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 351 Ayat (1) dan (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara. (sm)

Bali Raih Prevalensi Stunting Terendah se-Indonesia

Acara Pengendalian Program dan Anggaran BKKBN wilayah Bali di Kantor BKKBN Bali, Renon, Denpasar, pada Selasa (29/10/2024).
Acara Pengendalian Program dan Anggaran BKKBN wilayah Bali di Kantor BKKBN Bali, Renon, Denpasar, pada Selasa (29/10/2024).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI mengumumkan Provinsi Bali kembali menjadi daerah dengan prevalensi stunting terendah se-Indonesia.

Keberhasilan ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi atas kinerja dan kerja keras semua pemangku kepentingan, khususnya perwakilan BKKBN wilayah Bali.

Namun, keberhasilan ini hendaknya tidak membuat kita berpuas diri dan terlena, mengingat ancaman stunting akan terus ada seiring dengan dinamika pergerakan penduduk dan perekonomian.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, dalam arahannya saat membuka acara Pengendalian Program dan Anggaran BKKBN wilayah Bali di Kantor BKKBN Bali, Renon, Denpasar, pada Selasa (29/10/2024).

Sekda Dewa Indra menyampaikan, raihan prevalensi stunting terendah bukanlah capaian puncak, mengingat dinamika kependudukan yang terus berkembang.

Kelahiran terus ada, kontraksi perekonomian terjadi, dan kondisi ini akan terus berubah. Pertambahan dan pertumbuhan keluarga baru belum tentu memiliki pengetahuan dan informasi yang memadai mengenai cara mencegah stunting.

Begitu pula para ibu yang memiliki balita atau sedang hamil, meskipun sudah mendapatkan informasi dan edukasi tentang stunting, mungkin akan kesulitan menyediakan gizi dan pangan yang baik bagi balita jika kondisi ekonomi memburuk, sehingga berpotensi menimbulkan stunting.

“Capaian prevalensi stunting terendah harus kita apresiasi, namun ini bukanlah puncak capaian kinerja kita. Untuk itu, kita harus terus bekerja membangun sistem dan kolaborasi yang baik antar pemangku kepentingan, sehingga kasus stunting bisa terus kita tekan,” imbuhnya.

Sekda Dewa Indra juga meminta agar program BKKBN lainnya, seperti program Bangga Kencana, terus diakselerasi di tengah masyarakat.

Begitu pula penyerapan anggaran, baik itu Dana Alokasi Khusus Fisik maupun Non Fisik, diharapkan dapat dioptimalkan agar dana terserap dengan baik dan memberikan manfaat maksimal dalam upaya kita bersama mewujudkan generasi sehat yang tumbuh di keluarga berkualitas.

Acara yang digelar secara luring dan daring ini turut dihadiri oleh Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kabupaten/kota se-Bali, penyuluh KB se-Bali, serta Tim Kerja BKKBN Provinsi Bali. (rls)

Kejari Tabanan Musnahkan 4,7 Kg Ganja dan Sabu dari 27 Perkara

Kejari Tabanan musnahkan 4,71 Kg Ganja dan 380,68 gram sabu-sabu, Selasa (29/10/2024).
Kejari Tabanan musnahkan 4,71 Kg Ganja dan 380,68 gram sabu-sabu, Selasa (29/10/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan memusnahkan sebanyak 4,71 Kg Ganja dan 380,68 gram sabu-sabu di halaman kantor Kejari Tabanan, Selasa (29/10/2024).

Kelapa Seksi (Kasi) Intelejen Kejaksaan Negeri Tabanan I Putu Nuriyanto mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 27 perkara yang sudah mendapat keputusan tetap (Inkracht) dalam sidang di Pengadilan Negeri.

“Dalam kegiatan ini kami juga memusnahkan barang bukti lain berupa handphone sebanyak tujuh buah yang dimusnahkan dengan cara dihancurrkan menggunakn palu,” jelasnya.

Ia mengatakan, kegiatan pemusnahan ini merupakan agenda wajib yang dilakukan dalam rangka penyelesaian atau eksekusi barang bukti yang dimusnahkan oleh negara.

“Kegiatan pemusnahan barang bukti ini rutin dilakukan setiap enam bulan sekali,” tegasnya.

Selain pemusnahan barang bukti, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi bahaya narkotika kepad siswa SMA di Tabanan. Kejaksaan juga menggandeng BNK Kabupaten Tabanan untuk ikut serta dalam kegiatan.

“Ada 30 orang siswa SMA di wilayah Kabupaten Tabanan yang hadir. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari agenda rutin Kejari Tabanan yakni sosialisasi bahaya narkotika kepada siswa,” tambahnya.

Jelang Debat Perdana Pilgub Bali, De Gadjah: Mengalir Saja, Tidak Ada Persiapan Khusus

Calon gubernur (cagub) Bali nomor urut 1, Made Muliawan Arya alias De Gadjah
Calon gubernur (cagub) Bali nomor urut 1, Made Muliawan Arya alias De Gadjah.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Calon gubernur (cagub) Bali nomor urut 1, Made Muliawan Arya alias De Gadjah mengaku tidak mempersiapkan secara khusus menjelang Debat Cagub dan Cawagub Bali 2024.

Meskipun debat yang akan diselenggarakan oleh KPU Bali berlangsung pada Rabu (30/10/2024) besok pukul 19.00 WITA di Prime Plaza Hotel, Sanur, Denpasar.

“Mengalir saja, apa yang kami rasakan itu yang kami sampaikan. Gak ada persiapan khusus yang penting masyarakat tahu, artinya kami sadar kami jauh dari kesempurnaan dan kami banyak kekurangan tetapi kami terus latihan-latihan,” ungkapnya.

De Gadjah yang berpasangan dengan Putu Agus Suradnyana ini terus belajar untuk mendalami persoalan yang dihadapi Bali saat ini dan kedepannya.

“Tetapi kami terus belajar, karena kami ingin serius bekerja dan berbuat untuk rakyat Bali,” ucapnya.

Debat nanti akan mempertemukan paslon nomor urut 1, Made Muliawan Arya – Putu Agus Suradnyana (Mulia-PAS) dan paslon nomor urut 2, Wayan Koster-I Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri).

Debat akan berlangsung selama 2 jam tersebut disiarkan langsung melalui TVRI Bali dan relay di Bali TV. Jalannya debat juga dapat disaksikan di Channel YouTube KPU Bali.

Debat terbuka perdana ini mengambil tema “Memformat Bali Menuju Pariwisata Berkelanjutan” yang akan dijabarkan dalam 5 sub tema.

Di antaranya, Hukum dan Kamtibmas, Isu Lingkungan dan Tata Ruang, Ketahanan budaya, Infrastruktur dan Moda Transportasi, serta Ekonomi Pariwisata. Masing-masing sub tema terdiri dari 5 pertanyaan. (rls)

GPS Respon Koster Soal Bali Tak Harus Satu Jalur Dengan Pemerintah Pusat

Calon Gubernur Bali I wayan Koster (kiri) dan Gede Pasek Suardika (kanan)
Calon Gubernur Bali I wayan Koster (kiri) dan Gede Pasek Suardika (kanan)

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Politisi dan advokat sekaligus anggota Tim Strategis Pemenangan Mulia-PAS, Gede Pasek Suardika (GPS), memberikan tanggapan terhadap pernyataan Calon Gubernur Wayan Koster yang menyatakan bahwa pemerintah pusat dan daerah tidak harus berada dalam satu jalur atau linier dalam konteks kekuasaan dan partai politik.

GPS menganggap pernyataan Koster sebagai sebuah ironi, mengingat sebelumnya Koster sangat menggebu-gebu dalam mempromosikan konsep Satu Jalur saat menjabat di Banggar DPR RI.

“Dia lupa dulu begitu menggebu gebu jualan Satu Jalur dengan alasan yang sama sudah berpengalaman di Banggar DPR RI. Sekarang alasannya sama tapi untuk kepentingan sebaliknya. Ini lucu,” ungkap GPS.

Sebagai mantan anggota DPR RI periode 2009-2014, GPS menjelaskan, meskipun kewenangan anggaran daerah (APBD) berada di tangan kepala daerah, kewenangan anggaran nasional (APBN) tetap merupakan otoritas Presiden.

“Kalau soal Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil memang sudah ada rumusnya tetapi ada anggaran di luar itu yang memang menjadi otoritas pusat,” katanya.

“Jika satu jalur, satu frame visi misi dan program maka tidak perlu terlalu cerdas memahami manfaat hubungan baik dengan pusat. Posisi Paslon 1 yang memang linier dengan program pusat akan membuat mudah melakukan konektivitas program. Jika sudah beda jalur maka penyelarasan program tidak akan bisa sama,” tambahnya.

GPS juga menyoroti, anggaran di kementerian merupakan otoritas pemerintah pusat dan bukan semata-mata soal NKRI, melainkan tentang kemampuan daerah dalam melakukan lobi. “Kita harus cerdik dalam hal ini demi kepentingan Bali,” ucapnya.

Selain itu, hubungan baik antara Prabowo dan Made Muliawan Arya alias De Gadjah sebagai calon gubernur nomor urut 1, merupakan keuntungan besar untuk memperpendek lobi dan memperjuangkan aspirasi rakyat Bali.

“Hubungan ini bukan hanya sekadar hubungan atasan-bawahan, tetapi telah terjalin sejak lama. Ini keuntungan besar untuk memperpendek lobi memperjuangkan aspirasi rakyat Bali,” jelasnya.

Sebelumnya, Koster menyampaikan bahwa hubungan antara pusat dan daerah diatur oleh undang-undang dan bahwa keuangan pusat dan daerah sudah memiliki peraturan yang jelas.

“Jadi hubungan keuangan antara pusat dan daerah sudah diatur dalam peraturan yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun,” katanya. (rls)

Viral, Aksi Penipuan Berkedok Sumbangan Banjar di Denpasar

IKS diamankan usai menipu berkedok sumbangan banjar di Denpasar. (Istimewa)
IKS diamankan usai menipu berkedok sumbangan banjar di Denpasar. (Istimewa)

DENPASAR, PANTAUBALI.COM –  Seorang pria berinisial IKS (29) asal Ubud, Gianyar, menjadi viral setelah aksinya meminta sumbangan palsu dengan mengatasnamakan banjar di Denpasar viral di media sosial. Kejadian tersebut terjadi di sebuah toko parfum di Jalan Trenggana, Denpasar Timur, pada Senin, 28 Oktober 2024.

Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, IKS awalnya meminta sumbangan sebesar Rp50 ribu kepada penjaga toko, namun kemudian menambah permintaannya menjadi Rp200 ribu.

“Penjaga toko merasa terdesak dan memberikan uang Rp200 ribu dalam pecahan Rp100 ribu, sementara uang Rp50 ribu yang diminta awalnya dikembalikan,” ujar Sukadi.

Setelah pelaku pergi, penjaga toko melapor kepada pemilik yang kemudian menghubungi pihak kepolisian. Tak lama setelah menerima laporan, petugas Polsek Denpasar Timur mengamankan IKS di rumahnya di Gianyar.

Dalam pemeriksaan, IKS mengakui perbuatannya dan mengungkapkan bahwa uang hasil penipuan tersebut digunakan untuk membeli rokok dan makanan sehingga tersisa Rp 50 ribu. Berdasarkan pengakuannya, ia membagi sumbangan menjadi Rp150 ribu untuk banjar dan Rp50 ribu untuk muda-mudi.

Kini, IKS harus berurusan dengan hukum dan dijerat Pasal 379 KUHP tentang penipuan, dengan barang bukti berupa uang, jaket, dan rekaman CCTV yang diamankan polisi. (sm)

4 Menteri Diperintahkan Prabowo Untuk Selamatkan Sritex

Sritex resmi dinyatakan pailit. (Foto: Istimewa)
Sritex resmi dinyatakan pailit. (Foto: Istimewa)

NASIONAL, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Indonesia mengambil langkah untuk menyelamatkan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), perusahaan tekstil ternama yang baru saja dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Semarang.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan upaya ini adalah respons langsung atas instruksi Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan keberlangsungan perusahaan dan nasib para karyawan.

Presiden telah meminta sejumlah kementerian untuk terlibat langsung dalam penyelamatan Sritex, termasuk Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, dan Kementerian Tenaga Kerja.

Menurut Agus, tim lintas kementerian ini tengah mengkaji berbagai skema untuk memastikan operasional Sritex tetap berjalan, terutama untuk melindungi tenaga kerja di tengah ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Kami sedang mencari solusi yang tepat agar Sritex dapat terus beroperasi dan karyawan tetap memiliki pekerjaan,” ujar Agus dalam pernyataan resmi, Sabtu (26/10/2024).

Menurutnya, pemerintah berkomitmen untuk melindungi hak-hak pekerja serta meminimalkan dampak dari keputusan pailit tersebut.

Sritex sebelumnya telah mengajukan kasasi terkait keputusan pailit yang turut menyeret tiga anak usahanya, yakni PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya. Dalam pernyataannya, manajemen Sritex menyatakan menghormati proses hukum dan siap berkoordinasi dengan pemerintah serta pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini.. (sm)