- Advertisement -
Beranda blog Halaman 309

Indonesia Siap Bangun Reaktor Nuklir Pertama di Pulau Kelasa

Prabowo Rencakan Pembangunan Reaktor Nuklir di Pulau Kelasa.
Prabowo Rencakan Pembangunan Reaktor Nuklir di Pulau Kelasa.

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Dalam acara Indonesia-Brazil Business Forum yang berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana besar Indonesia untuk membangun reaktor nuklir pertama. Presiden menegaskan komitmennya terhadap pengembangan energi baru terbarukan, seperti energi hidro, geotermal, surya, dan kini, tenaga nuklir.

“Kami berencana merancang dan memproduksi reaktor nuklir sendiri, dengan peluang kerja sama bersama industri Brazil,” ujar Prabowo.

Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menjelaskan bahwa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) ini bertujuan membantu mengurangi kenaikan suhu global sekaligus mempercepat transisi ke energi bersih.

Proyek PLTN pertama Indonesia akan dibangun di Pulau Kelasa, Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Persiapan intensif sudah dilakukan, termasuk menggandeng investor dan merancang prototipe reaktor yang rencananya akan dikirim dari Korea Selatan pada 2028.

Menurut Direktur PT Thorcon Indonesia, Bob S. Effendi, Pulau Kelasa terpilih sebagai lokasi final setelah mempertimbangkan opsi lain seperti Kalimantan Barat.

“Perda tata ruang untuk lokasi ini sudah di kementerian, tinggal menunggu pengesahan. Lokasi Pulau Kelasa dipilih karena persiapan yang lebih matang,” ujarnya.

Selain itu, Bangka Belitung memiliki cadangan timah melimpah yang diiringi potensi logam tanah jarang (rare earth elements) berupa thorium, bahan utama reaktor nuklir.

“Thorium merupakan produk sampingan timah, yang selama ini belum dimanfaatkan maksimal untuk mendukung perekonomian daerah,” tambah Bob.

Pulau Kelasa bukan satu-satunya wilayah yang disiapkan untuk pengembangan PLTN. Lokasi seperti Tanjung Ular di Bangka Barat dan Sebagin di Bangka Selatan juga berpotensi untuk pembangunan reaktor. Pemerintah bahkan mencanangkan pembangunan 20 PLTN di Bangka Belitung hingga 2050. (sm)

Lapas Makin Sumpek, Prabowo Akan Beri Amnesti Pada 44 Ribu Narapidana

Presiden Prabowo Berencana Akan Beri Amnesti pada 44 Ribu Narapidana.
Presiden Prabowo Berencana Akan Beri Amnesti pada 44 Ribu Narapidana.

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Presiden Prabowo Subianto merencanakan pemberian amnesti bagi ribuan narapidana sebagai langkah kemanusiaan sekaligus solusi atas kelebihan kapasitas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Supratman Andi Agtas, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/12).

“Pemberian amnesti ini didasari dua alasan utama: aspek kemanusiaan dan kebutuhan untuk mengurangi kelebihan kapasitas di Lapas yang telah mencapai tingkat kritis,” ujar Supratman.

Supratman menjelaskan, sekitar 44 ribu narapidana diusulkan menerima amnesti, meskipun angka pasti masih dalam tahap verifikasi oleh Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Imigrasi. Amnesti ini akan diberikan kepada narapidana dari berbagai kategori berikut:

1. Kasus UU ITE: Narapidana yang dihukum karena penghinaan terhadap kepala negara.
2. Kondisi Kesehatan: Napi yang menderita penyakit berat seperti HIV atau gangguan jiwa.
3. Kasus Papua: Sebanyak 18 narapidana non-bersenjata yang terlibat isu Papua sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi.
4. Pengguna Narkoba: Berlaku bagi pengguna dengan kepemilikan narkoba di bawah 1 gram, sesuai pedoman Mahkamah Agung.

“Amnesti ini tidak berlaku bagi pengedar atau bandar narkoba. Hanya pengguna dengan jumlah kepemilikan kecil yang memenuhi syarat,” tegas Supratman.

Selain pembebasan, pemerintah juga menyiapkan program lanjutan bagi narapidana usia produktif yang menerima amnesti. Mereka akan dilibatkan dalam program swasembada pangan dan Komponen Cadangan (Komcad).

“Pemerintah akan memberikan pelatihan khusus untuk membekali mereka keterampilan di bidang pertanian atau pertahanan melalui Komcad,” tambahnya.

Namun, pelaksanaan amnesti ini masih bergantung pada persetujuan DPR. Pemerintah berencana mengajukan usulan resmi ke parlemen dalam waktu dekat.

“Keputusan akhir ada di tangan DPR. Kami menunggu respons parlemen sebelum langkah ini dijalankan,” jelas Supratman.

Jika disetujui, kebijakan ini diperkirakan mampu mengurangi kelebihan kapasitas Lapas hingga 30 persen.

“Ini akan menjadi langkah signifikan dalam mengatasi persoalan over kapasitas di Lapas,” ungkap Supratman.

Kebijakan ini menjadi salah satu terobosan pemerintahan Presiden Prabowo dalam menciptakan sistem hukum yang lebih manusiawi sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya manusia untuk pembangunan nasional. (sm)

Serahkan Berkas, 24 Calon Advokat Akan Disumpah Pengadilan Tinggi Denpasar

Penyerahan berkas prosesi penyumpahan 24 calon advokat di Pengadilan Tinggi Denpasar, Kamis (12/12/2024).
Penyerahan berkas prosesi penyumpahan 24 calon advokat di Pengadilan Tinggi Denpasar, Kamis (12/12/2024).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sebanyak 24 calon advokat dari Peradi Nusantara Provinsi Bali akan mengikuti prosesi penyumpahan di Pengadilan Tinggi Denpasar.

Meski waktu pelaksanaannya belum ditentukan, Ketua DPD Peradi Nusantara Provinsi Bali, ADV. Rikhardus Ikun, telah menyerahkan berkas penting sebagai bagian dari persiapan prosesi tersebut pada Kamis (12/12/2024).

Acara penyumpahan ini akan berlangsung di ruang sidang utama Pengadilan Tinggi Denpasar. Kegiatan tersebut diperkirakan akan dihadiri oleh berbagai pihak, seperti pejabat pengadilan, senior advokat, serta keluarga para calon advokat.

Menurut Rikhardus, prosesi ini merupakan langkah penting bagi para calon advokat untuk memulai karier mereka di dunia hukum.

“Hari ini adalah momen penting tidak hanya bagi para calon advokat, tetapi juga bagi kami sebagai Organisasi Advokat yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas profesi hukum di Bali,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai advokat.

“Penyumpahan ini diharapkan dapat menghasilkan advokat-advokat yang tidak hanya kompeten secara hukum, tetapi juga memiliki jiwa pelayanan yang tinggi terhadap masyarakat,” tambahnya.

Dengan acara ini, DPD Peradi Nusantara Provinsi Bali menunjukkan komitmennya untuk mendukung pengembangan legalitas dan keadilan di wilayah Bali.

Prosesi penyumpahan ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi para advokat dalam memberikan kontribusi yang signifikan di bidang hukum. (jas)

Presiden Prabowo Usulkan Kepala Daerah Dipilih DPRD 

Presiden RI Prabowo Subianto.
Presiden RI Prabowo Subianto.

PANTAUBALI.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengusulkan wacana kepala daerah yakni gubernur hingga bupati dan wali kota agar kembali dipilih oleh DPRD sebagaimana yang diterapkan di negara lain.

Menurutnya sistem tersebut lebih efisien dan tak menelan banyak biaya seperti saat perhelatan Pemilu atau Pemilukada yang telah berjalan selama ini di Indonesia.

“Negara tetangga kita efisien, Malaysia, Singapura, India, sekali milih anggota DPRD, ya sudah DPRD itulah yang milih gubernur, milih bupati,” ucap Prabowo dalam pidatonya di puncak perayaan HUT ke-60 Partai Golkar, Sentul, Kamis (12/12/2024) malam.

Ia menyebut, dengan sistem pemilihan tersebut maka uang anggaran untuk Pilkada bisa digunakan untuk keperluan kepentingan masyarakat, seperti untuk pendidikan ataupunn perbaikan fasilitas umum

Prabowo juga menyinggung mahalnya biaya politik yang harus dikeluarkan oleh kontestan yang bertarung di pilkada. Maka dari itu, diperlukan sistem yang harus diperbaiki bersama demi kemajuan Indonesia.

“Kemungkinan sistem terlalu mahal. Dari wajah yang menang pun saya lihat lesu juga yang menang lesu, apalagi yang kalah. Berapa puluh triliun habis dalam satu-dua hari, dari negara maupun dari tokoh-tokoh politik masing-masing,” imbuhnya. (ana)

Makna Tumpek Kandang bagi Umat Hindu, Wujud Kasih Sayang Kepada Binatang dan Pembersihan Diri

Makna Perayaan Tumpek Kandang bagi Umat Hindu. (foto: Kalender Bali)
Makna Perayaan Tumpek Kandang bagi Umat Hindu. (foto: Kalender Bali)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Setiap enam bulan sekali, umat Hindu akan memperingati hari suci Tumpek Uye atau juga biasa dikenal dengan Tumpek Kandang.

Peringatan hari sakral ini jatuh pada Sabtu atau Saniscara Kliwon wuku Uye, yang datang setiap 210 hari. Biasanya, umat Hindu akan melakukan persembahyangan serta mengupacarai binatang-binatang peliharaan hingga ternak mereka.

Tujuan dari upacara Tumpek Kandang ini ialah sebagai bentuk pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Siwa Pasupati yang memelihara semua makhluk hidup di semesta ini agar memberikan keselamatan dan kesejahteraan.

Pemujaan ini juga sebagai bentuk kasih sayang dan ungkapan terima kasih manusia kepada binatang ternak dan peliharaannya, yang telah membantu mereka dalam pekerjaan, sebagai persembahan upacara hingga untuk dikonsumsi.

Namun, melansir dari situs seririt.bulelengkab.go.id, Tumpek Kandang juga dijadikan momen untuk mencucikan diri dan menetralisir kekuatan binatang dari diri umat Hindu.

Hal itu dikarenakan, daging binatang yang dikonsumsi manusia akan bersemayam pada tubuh dan dipercaya dapat mempengaruhi sifat dan karakter mereka.

Maka dari itu, makna Tumpek Kandang yang sesungguhnya adalah bukan hanya upacara kepada binatang saja, melainkan juga pembersihan terhadap Bhuana Agung (alam) dan Bhuana Alit (manusia).

Adapun makna Kandang sendiri yakni mengandangkan atau mengurung pikiran yang liar, seperti ibaratnya binatang yang harus dikendalikan. Yang dikendalikan seperti tata krama, sifat liar, malas, pemarah dan lainnya menyerupai karakter hewan pada umumnya. (ana) 

Timnas Indonesia Juara FIFAe World Cup 2024, Kalahkan Brazil dengan Skor 2-1

Indonesia berhasil menjuarai Piala Dunia Gim Elektronik Sepak Bola FIFA atau FIFAe World Cup 2024.
Indonesia berhasil menjuarai Piala Dunia Gim Elektronik Sepak Bola FIFA atau FIFAe World Cup 2024.

PANTAUBALI.COM – Sejarah baru berhasil diukir oleh Timnas Indonesia di sepak bola virtual. Indonesia berhasil menjuarai Piala Dunia Gim Elektronik Sepak Bola FIFA atau FIFAe World Cup 2024.

Kemenangan ini diraih setelah Timnas Indonesia mengalahkan Brazil dalam laga final di Arab Saudi, pada Kamis (12/12/2024) malam.

Timnas Indonesia di FIFAe World Cup 2024 diperkuat oleh Rizky Faidan, Elga Cahya Putra, dan Akbar Paudie. Indonesia mampu menundukkan Brasil dalam dua game langsung pada pertandingan dengan skema mencari yang terbaik dari tiga laga atau best of three tersebut.

Pada laga pertama, Indonesia tertinggal 0-1 sebelum menyamakan kedudukan pada babak kedua dan akhirnya menang dengan skor 2-1 berkat gol di menit terakhir.

Pertandingan kedua, Rizky Faidan dan Elga Cahya langsung tancap gas dan memimpin dua gol pada babak pertama.

Dalam FIFAe World Cup 2024 untuk kategori konsol, tim Indonesia harus melewati perjalanan panjang. Diperkuat Rizky Faidan, Elga Cahya dan Akbar Paudie, Indonesia lolos dari fase grup sebelum melanjutkan laga mereka dalam fase gugur hingga final.

Indonesia bergabung dalam Grup A bersama Malaysia, Spanyol, Belanda, Polandia, Korea Selatan, Prancis, Inggris dan India.

Indonesia menjadi peringkat kedua klasemen Grup A setelah menundukkan Polandia, Malaysia, Belanda, Inggris, Korea Selatan dan India. Indonesia hanya kalah satu kali dari Spanyol.

Indonesia pun melaju ke perempat final untuk mengandaskan Maroko dalam tiga pertandingan dengan total skor yakni 2-1.

Kemudian dalam semifinal, Indonesia berhasil mengalahkan Turki hanya dalam dua laga untuk kemudian menghadapi Brazil di final. (ana)

BNNK Badung Gelar Razia Narkoba di Mengwi, 30 Penghuni Kos Jalani Tes Urine

BNNK Badung gelar tes urine ke penghuni kos di 2 desa Kecamatan Mengwi.
BNNK Badung gelar tes urine ke penghuni kos di 2 desa Kecamatan Mengwi.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung menggelar Operasi Bersinar (Bersih dari Narkoba) pada Kamis malam, 12 Desember 2024. Operasi ini bertujuan mencegah penyalahgunaan narkotika menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Operasi berlangsung di dua desa di Kecamatan Mengwi, yakni Desa Mengwi dan Desa Gulingan, mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WITA. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BNNK Badung, AKBP I Gusti Agung Alit Adnyana, dengan melibatkan 66 personel dari berbagai instansi.

Petugas gabungan terdiri dari Badan Kesbangpol Badung, Satpol PP Badung, aparat desa setempat, dan Babinkamtibmas. Sasaran operasi kali ini adalah rumah kos yang dianggap rawan menjadi tempat penyalahgunaan narkotika.

“Kami melakukan deteksi dini di lokasi-lokasi rawan penyalahgunaan narkoba,” ujar AKBP Alit.

Sebanyak 30 penghuni kos menjalani tes urine menggunakan test kit dengan tujuh parameter. Hasilnya, seluruh penghuni dinyatakan negatif narkoba.

Operasi Bersinar diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba serta menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari penyalahgunaan narkotika, terutama menjelang momen perayaan besar seperti Natal dan Tahun Baru. (sm)

Jelang Natal dan Tahun Baru, Imigrasi Perketat Pengawasan WNA

Imigrasi Bali perketat pengawasan WNA di menjelang Natal dan Tahun Baru.
Imigrasi Bali perketat pengawasan WNA di menjelang Natal dan Tahun Baru.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kantor Imigrasi Denpasar memperketat pengawasan terhadap aktivitas warga negara asing (WNA) yang ada di Bali menjelang perayaan Natal dan Tahuhn Baru.

Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Denpasar Ridha Sah Putra menjelaskan, pihaknya sudah melakukan patroli di lima kabupaten yakni Badung, Tabanan, Gianyar, Jembrana, Karangasem serta kotamadya Denpasar.

“Tujuan patroli ini adalah untuk mengawasi tujuan WNA datang ke Bali, satu tim ini mengawasi dua wilayah kerja dalam rangka libur Nataru,” ujarnya saat pembentukan Desa Binaan Imigrasi Kelas I TPI Denpasar di Balai subak Penataran Desa Marga, Tabanan, Kamis (12/12/2024).

Dari kelima daerah tersebut, lanjut Ridha, wilayah yang mendapat perhatian yakni Ubud, Gianyar. Hal itu dikarenakan, jumlah orang asing baik yang statusnya tinggal ataupun berwisata sangat banyak di daerah tersebut.

Kemudian, khusus di Kabupaten Tabanan sendiri, Desa Marga menjadi salah satu fokus wilayah pengawasan dari Imigrasi Denpasar sebab Kecamatan marga merupakan Desa Binaan Sosialisasi WNA dan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Bentuk pengawasan yang dilakukan yakni dengan mendata dan melaporkan WNA yang menginap di vila-vila maupun tempat penginapan lainnya yang ada di Kecamatan marga dan sekitarnya.

Dengan melibatkan masyarakat saat melakukan pengawasan ini, maka pihak imigrasi bisa bekerja dengan maksimal. Nantinya petugas Imigrasi Denpasar akan meninjau lokasi yang disebutkan dan melakukan pendataan keimigrasian.

”Kami harap dengan adanya masyarakat binaan di Desa Marga ini, bisa membantu tugas keimigrasian, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa dicegah. Khususnya adanya tindak kejahatan yang dilakukan oleh WNA,” imbuhnya. (ana) 

Ternyata Begini Cara Orang Jepang Atasi Rasa Malas

Tips atasi rasa malas ala orang Jepang.
Tips atasi rasa malas ala orang Jepang.

PANTAUBALI.COM – Rasa malas adalah musuh produktivitas yang seringkali menghambat kita dalam mencapai tujuan. Namun, Jepang, negara yang dikenal dengan etos kerjanya yang tinggi, memiliki berbagai cara unik untuk melawan rasa malas. Berikut beberapa tips ala orang Jepang yang dapat Anda coba:

1. Teknik Kaizen: Perubahan Kecil yang Konsisten
Kaizen adalah konsep yang berarti “perbaikan berkelanjutan”. Orang Jepang percaya bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menghasilkan dampak besar. Jika Anda merasa malas memulai tugas besar, cobalah memecahnya menjadi langkah-langkah kecil. Misalnya, jika Anda malas berolahraga, mulailah dengan latihan ringan selama lima menit setiap hari.

2. Menerapkan Filosofi Ikigai
Ikigai adalah konsep Jepang yang berarti “alasan untuk hidup”. Temukan tujuan atau motivasi yang membuat Anda bangun setiap pagi. Dengan memiliki ikigai, Anda akan lebih termotivasi untuk melakukan sesuatu dengan semangat, bahkan ketika rasa malas melanda.

3. Menggunakan Teknik Pomodoro
Teknik Pomodoro sangat populer di Jepang untuk meningkatkan produktivitas. Metodenya sederhana: bekerja selama 25 menit tanpa gangguan, kemudian beristirahat selama 5 menit. Pola ini membantu menjaga fokus dan mencegah rasa malas karena tugas terasa lebih terstruktur dan terukur.

4. Budaya “Ganbaru”: Berusaha Maksimal
Orang Jepang sangat menjunjung tinggi nilai “ganbaru”, yang berarti berusaha sebaik mungkin, bahkan dalam kondisi sulit. Ketika malas menyerang, ingatkan diri Anda untuk tetap gigih dan berusaha semaksimal mungkin. Menghargai proses lebih penting daripada hasil.

5. Ritual Pagi yang Disiplin
Jepang dikenal dengan kebiasaan pagi yang terstruktur. Banyak orang Jepang memulai hari dengan olahraga ringan, meditasi, atau menyusun rencana harian. Rutinitas ini membantu mempersiapkan mental dan fisik sehingga Anda lebih siap menghadapi hari tanpa rasa malas.

6. Hindari “Karoshi”: Seimbangkan Kerja dan Istirahat
Walaupun Jepang terkenal dengan kerja keras, mereka juga belajar dari fenomena “karoshi” (kematian karena kerja berlebihan). Pastikan Anda memiliki waktu istirahat yang cukup dan tidak terlalu memaksakan diri. Dengan tubuh dan pikiran yang segar, Anda akan lebih mudah mengatasi rasa malas.

7. Manfaatkan Lingkungan yang Mendukung
Orang Jepang sering menciptakan lingkungan yang mendukung produktivitas, seperti meja kerja yang rapi dan ruang yang nyaman. Lingkungan yang terorganisir dapat membantu meningkatkan fokus dan mengurangi godaan untuk bermalas-malasan.

8. Praktik “Shokunin Kishitsu”: Etos Profesionalisme
“Shokunin kishitsu” adalah semangat untuk menjadi yang terbaik dalam pekerjaan Anda. Dengan menanamkan sikap profesional dalam setiap tugas, Anda akan merasa lebih bertanggung jawab dan termotivasi untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa rasa malas.

9. Berinteraksi dengan Komunitas Positif
Orang Jepang sering terlibat dalam komunitas atau kelompok dengan minat yang sama. Lingkungan sosial yang positif dapat memberikan dorongan semangat, terutama ketika Anda merasa malas. Berbagi tujuan dengan orang lain juga dapat meningkatkan rasa tanggung jawab.

10. Refleksi Harian dan Evaluasi
Di akhir hari, orang Jepang sering melakukan refleksi untuk mengevaluasi apa yang sudah dicapai. Kebiasaan ini membantu mengenali kemajuan kecil dan memotivasi diri untuk melanjutkan esok hari dengan lebih baik.

Dengan menerapkan cara-cara ini, Anda dapat mengatasi rasa malas dan meningkatkan produktivitas. Ingatlah bahwa kunci utama adalah konsistensi dan dedikasi, seperti yang ditunjukkan oleh budaya Jepang dalam segala aspek kehidupan mereka. Jadi, mulailah dari langkah kecil hari ini dan rasakan perbedaannya. (sm)

 

Pembunuh PSK di Pemogan Divonis 12 Tahun Penjara

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Tok! Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan vonis 12 tahun penjara kepada Anjas Purnama (24) yang merupakan seorang anak buah kapal (ABK) asal Bekasi, Jawa Barat. Terdakwa dinilai terbukti bersalah atas pembunuhan seorang pekerja seks komersial (PSK) Fatimah (46) yang ditemuinya melalui aplikasi Michat.

Ketua Majelis Hakim, Heriyanti, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Putusan tersebut dibacakan pada sidang yang digelar Kamis, 12 Desember 2024.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 12 tahun kepada terdakwa Anjas Purnama,” ucap Heriyanti.

Vonis tersebut lebih ringan satu tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gusti Lanang Suyadnyana yang menuntut 13 tahun penjara. Kedua belah pihak baik terdakwa maupun jaksa menerima putusan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian tragis itu berawal pada Jumat, 3 Mei 2024, ketika Anjas yang tengah bekerja di kapal bersandar di Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, memutuskan untuk mencari layanan seksual melalui aplikasi Michat.

Terdakwa memilih Fatimah dengan kesepakatan tarif awal sebesar Rp 200 ribu. Usai bertemu di sebuah penginapan di daerah Pemogan, Denpasar Selatan, mereka melakukan hubungan intim.
Namun, korban meminta tambahan bayaran sebesar Rp 300 ribu dengan alasan kesulitan keuangan.

Awalnya, terdakwa menyanggupi permintaan itu meski hanya memiliki uang tunai Rp 100 ribu, dengan janji akan mentransfer sisanya. Setelah selesai sesi kedua, korban terus mendesak pembayaran tambahan. Pelaku, yang mengaku tidak punya uang, mencoba mengelabui korban dengan berbagai alasan. Namun, desakan Fatimah semakin memuncak, hingga ia mengancam akan berteriak jika Anjas tidak membayar.

Karena panik, terdakwa lantas mencekik korban, menekan wajahnya dengan bantal, dan akhirnya menghabisi nyawanya dengan kabel catokan rambut. Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku mengambil barang-barang korban, termasuk kalung, ponsel, uang tunai, dan charger.

Majelis hakim mempertimbangkan penyesalan terdakwa serta fakta bahwa ia belum pernah dihukum sebelumnya sebagai faktor yang meringankan. Namun, perbuatan bengis yang dilakukan terdakwa tetap menjadi dasar utama putusan berat ini. (*)