- Advertisement -
Beranda blog Halaman 308

Prabowo Perintahkan Tanah Sitaan Korupsi Dibangun Perumahan MBR

Ilustrasi perumahan (foto:antara).
Ilustrasi perumahan (foto:antara).

PANTAUBALI.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta pengoptimalan aset negara, seperti tanah sitaan kasus korupsi, untuk pembangunan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Masyarakat yang akan diprioritaskan dalam rencana ini adalah mereka yang berpenghasilan dibawah Rp8 juta.

Rencana ini dibahas dalam rapat terbatas dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

“Akan diproses lebih lanjut bagaimana kita akan membuat skema yang legal, ada kepastian hukumnya, dan juga yang berkeadilan. Terutama buat masyarakat berpenghasilan rendah, MBR, yaitu yang berpenghasilan Rp8 juta ke bawah,” kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dikutip Rabu (8/1/2025).

Skema pembiayaan untuk MBR dengan penghasilan di bawah Rp8 juta itu ditujukan kepada masyarakat yang bekerja di sektor informal, seperti pedagang bakso, hingga penjual sayur yang tidak memiliki gaji tetap, namun memiliki usaha dan penghasilan.

“Rakyat juga bisa memiliki rumah dengan yang memiliki penghasilan dengan cara-cara mensupervisi, mendampingi, melihat kepada tempat jualannya, dan sebagainya,” ucap Maruarar.

Ia menyebut, Presiden Prabowo memberikan arahan jelas tentang optimalisasi lahan hasil sitaan kasus korupsi, hingga lahan dengan Hak Guna Usaha (HGU) yang tidak diperpanjang untuk membangun perumahan MBR.

Menteri PKP selanjutnya akan berkoordinasi dengan Menteri ATR, agar masyarakat dapat memiliki Hak Guna Bangunan (HGB) pada lahan tersebut.

Melalui Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan dan Bank Tanah, lahan-lahan tersebut akan dilegalisasi menjadi aset negara sehingga dapat digunakan untuk program percepatan pembangunan 3 juta rumah MBR. (ana)

Kekurangan Ruang Rawat Inap Jadi Temuan Komisi IV di Puskesmas 1 Kediri

Anggota Komisi IV DPRD Tabanan bersama Dinas Kesehatan melakukan monitoring layanan UGD Rawat Inap 12 Jam di Puskesmas 1 Kediri, pada Rabu (8/1/2025).
Anggota Komisi IV DPRD Tabanan bersama Dinas Kesehatan melakukan monitoring layanan UGD Rawat Inap 12 Jam di Puskesmas 1 Kediri, pada Rabu (8/1/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Setelah melakukan monitoring layanan UGD 12 jam di Puskesmas 1 Marga, Rabu (8/1/2025), Anggota Komisi IV DPRD Tabanan bersama Dinas Kesehatan melanjutkan monitoring di Puskesmas 1 Kediri.

Hasil monitoring ditemukan beberapa persoalan, salah satunya kekurangan ruangan rawat inap. Kendala ini menjadi perhatian serius karena Puskesmas 1 Kediri menjadi salah satu fasilitas kesehatan dengan tingkat kunjungan pasien tinggi, rata-rata mencapai 200 orang per hari.

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana mengatakan, Puskesmas 1 Kediri memiliki pelayanan yang baik dan mendapat kepercayaan dari masyarakat. Namun, dengan kondisi saat ini pihaknya ingin memastikan pelayanan yang ada dapat ditingkatkan.

“Selain kekurangan ruangan rawat inap, terdapat juga kebutuhan untuk meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana, termasuk penambahan tenaga kesehatan,” ujar Wastana.

Sementara itu, Kepala Puskesmas 1 Kediri, dr. Ni Putu Widianti menjelaskan, status puskesmas saat ini adalah rawat jalan. Puskesmas memiliki empat gedung pelayanan yang terpisah, seperti gedung pelayanan gigi, ruang rawat inap, dan poli anak.

Namun, ketika hujan, antrean pasien yang menunggu di halaman puskesmas sering terganggu karena tidak adanya ruang tunggu yang memadai. “Selain itu, lahan parkir yang sempit menjadi tantangan besar karena tingginya kunjungan pasien,” ujarnya.

Untuk SDM, lanjut dr.Widianti, puskesmas memiliki 12 perawat, 5 dokter umum, dan 4 dokter magang. Namun, tidak ada tenaga kerja laki-laki, petugas kebersihan, maupun sopir yang mencukupi untuk menunjang operasional sehari-hari.

Pihak Puskesmas 1 Kediri telah mengajukan usulan pembangunan gedung baru senilai Rp7,5 miliar dengan sistem ‘one-gate service’ melalui dana desa. “Gedung ini kami harapkan dapat menyatukan seluruh layanan dalam satu tempat, sehingga pelayanan menjadi lebih efektif,” tambahnya.

Wastana menegaskan, pihaknya akan melakukan upaya untuk menjawab permasalahan yang terjadi di Puskesmas 1 Kediri, baik dari segi kebutuhan anggaran, SDM hingga sarana prasarana.

“Kami akan mengawal kebutuhan anggaran dan SDM serta sapras di Puskesmas Kediri 1 untuk ke depannya dapat memberikan pelayanan kesehatan dan dapat meningkatkan derajat hidup masyarakat khususnya masyarakat Kediri,” ujar Wastana.

Komisi IV DPRD Tabanan Temukan Sejumlah Kekurangan dalam Layanan UGD 12 Jam di Puskesmas 1 Marga

Anggota Komisi IV DPRD Tabanan bersama Dinas Kesehatan melakukan monitoring layanan UGD Rawat Inap 12 Jam di Puskesmas 1 Marga, pada Rabu (8/1/2025).
Anggota Komisi IV DPRD Tabanan bersama Dinas Kesehatan melakukan monitoring layanan UGD Rawat Inap 12 Jam di Puskesmas 1 Marga, pada Rabu (8/1/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Anggota Komisi IV DPRD Tabanan bersama Dinas Kesehatan melakukan monitoring layanan UGD Rawat Inap 12 Jam di Puskesmas 1 Marga, pada Rabu (8/1/2025).

Monitoring bertujuan untuk memastikan kesiapan fasilitas pelayanan UGD 12 jam yang mulai berjalan sejak 1 Januari 2025 ini di lima Puskesmas, termasuk Puskesmas 1 Marga.

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana mengatakan, monitoring ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil rapat kerja dengan Dinas Kesehatan bersama Puskesmas rawat inap untuk membangun akses pelayanan UGD 12 jam.

“Hari ini kami turun untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” ucap Wastana usai melakukan monitoring.

Dari hasil monitoring di Puskesmas 1 Marga, ditemukan sejumlah kekurangan seperti tenaga medis, sarana dan prasarana hingga gedung yang belum sepenuhnya mendukung layanan UGD. Dari sisi tenaga medis, setidaknya diperlukan minimal empat orang tenaga dokter serta petugas di lapangan.

“Kami juga melihat ruangan rawat yang sempit tidak memenuhi SOP, kurang bed, dan tenaga kesehatan,” tambah Wastana.

Untuk itu, pihaknya berharap adanya kajian dari sisi SDM dan anggaran dalam persiapan sarpras yang akan dipakai dalam fasilitasi UGD 12 jam nantinya. Selain itu, puskesmas hingga pemerintah desa juga diharapkan aktif melakukan sosialisi kepada masyarakat terkait adanya layanan UGD 12 jam ini.

“Agar masyarakat bisa membedakan mana yang termasuk gawat darurat supaya pasien bisa dibawa langsung dibawa ke UGD rumah sakit agar bisa mengklaim BPJS,” ucapnya.

Hasil monitoring ini juga akan menjadi bahan evaluasi. Komisi IV bersama Dinas Kesehatan akan melakukan audiensi dengan Bupati Tabanan untuk membahas alokasi anggaran dalam KUA-PPAS sehingga segala kekurangan puskesmas dapat terpenuhi.

“Kami akan berjuang membangun pelayan kesehatan di masing-masing puskesmas di seluruh Kabupaten Tabanan,” tagas Wastana. (ana)

Ini Bocoran 3 Kandidat Pengganti Shin Tae-yong

Louis van Gaal (kiri), Patrick Kluivert (tengah), Giovanni van Bronckhorst (kanan)
Louis van Gaal (kiri), Patrick Kluivert (tengah), Giovanni van Bronckhorst (kanan)

PANTAUBALI.COM, JAKARTA – Setelah PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) resmi memecat Shin Tae-yong dari posisi pelatih Timnas Indonesia, sejumlah nama kandidat pengganti mulai bermunculan.

Keputusan ini diumumkan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam konferensi pers di Menara Danareksa, Jakarta, pada Senin (6/1/2025) lalu.

Erick Thohir menyatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap performa Timnas di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong.

Ia juga memastikan PSSI telah mengantongi nama pelatih baru yang akan diumumkan pada 12 Januari mendatang. Beberapa nama yang disebut sebagai kandidat antara lain.

1. Louis van Gaal

Nama Louis van Gaal mencuat sebagai kandidat kuat pengganti Shin Tae-yong. Mantan pelatih Manchester United ini saat ini menjabat sebagai konsultan di Ajax Amsterdam. Van Gaal memiliki rekam jejak gemilang, termasuk melatih klub besar seperti Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester United.

Di level tim nasional, ia pernah melatih Timnas Belanda dalam beberapa periode, yaitu 2000-2001, 2012-2014, dan 2021-2022. Prestasi besarnya adalah membawa Belanda meraih peringkat ketiga di Piala Dunia 2014 dan mencapai perempat final Piala Dunia 2022.

2. Patrick Kluivert

Patrick Kluivert, yang sebelumnya dikenal sebagai pemain bintang, juga menjadi salah satu nama yang dipertimbangkan. Saat ini, ia berstatus tanpa klub setelah terakhir kali melatih Adana Demirspor di Turki pada 2023.

Kluivert juga memiliki pengalaman melatih Curacao (2015-2016 dan 2021) serta menjadi asisten Louis van Gaal di Timnas Belanda pada 2012-2014. Ia juga pernah menjabat sebagai manajer akademi Barcelona dan melatih Ajax U-19.

3. Giovanni van Bronckhorst

Nama lain yang disebut adalah Giovanni van Bronckhorst, mantan pelatih Feyenoord yang membawa klub tersebut meraih gelar Eredivisie dan Piala KNVB. Terakhir, ia melatih Besiktas hingga November 2024, di mana ia mempersembahkan trofi Turkish Super Cup. Selain itu, ia juga pernah melatih Rangers di Liga Skotlandia dan GZ R&F di Liga China.

Ketiga nama tersebut menjadi sorotan publik karena rekam jejak mereka di level klub maupun tim nasional. Kini, publik menantikan pengumuman resmi dari PSSI terkait siapa yang akan menjadi pelatih baru Timnas Indonesia. (ana)

MK Tolak Uji Materi Tarif Pajak Hiburan, Apa Dampaknya?

Ilustrasi hiburan. (Istimewa)
Ilustrasi hiburan. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak permohonan uji materi atas tarif Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang dikenakan pada jasa hiburan seperti diskotek, karaoke, kelab malam, dan bar. Dengan putusan ini, tarif pajak tinggi sebesar 40% hingga 75% tetap diberlakukan pada tahun 2025.

Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Hariyadi Sukamdani, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak kebijakan tersebut. Ia menilai, tarif pajak minimum 40% sangat memberatkan pelaku usaha hiburan yang sudah berjuang keras untuk pulih pascapandemi.

“Kondisinya sulit. Ada dua kemungkinan: pelaku usaha gulung tikar karena tak mampu membayar pajak setinggi itu, atau muncul kolusi antara pelaku usaha dengan aparat hukum untuk menghindari pajak,” ujar Hariyadi pada Minggu (5/1), seperti dikutip dari Kontan.

Hariyadi juga menambahkan bahwa kenaikan pajak ini tidak memungkinkan sektor hiburan untuk berkembang. “Pelaku usaha tidak dapat sepenuhnya membebankan biaya tambahan kepada konsumen, sehingga margin keuntungan terus menipis,” jelasnya.

Situasi ini, lanjut Hariyadi, dapat mengancam kelangsungan industri hiburan yang selama ini menjadi daya tarik pariwisata di Indonesia.

“Jika tarif ini tidak segera dievaluasi, pelaku usaha akan dihadapkan pada dilema besar: bertahan dengan margin kecil atau kehilangan pelanggan karena harga layanan yang melambung.”

Seiring dengan diberlakukannya tarif pajak ini, pemerintah diharapkan dapat menawarkan solusi yang tidak hanya menguntungkan pendapatan negara, tetapi juga menjaga keberlanjutan sektor hiburan. (*)

 

Polresta Denpasar Kembali Razia Belasan Motor Tanpa Plat Nomor di Simpang Gatsu

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Polresta Denpasar kembali menggelar razia di simpang Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pidada, Denpasar pada Rabu (8/1). Operasi ini dipimpin langsung oleh Kanit Patroli Iptu Warda bersama Kasubnit 2 Patroli Lantas Ipda I Made Suarsana, dengan melibatkan sembilan personel kepolisian.

Dalam razia tersebut, polisi menerapkan sistem hunting untuk mendeteksi pelanggaran seperti kendaraan tanpa pelat nomor, penggunaan knalpot brong, dan pengendara yang tidak memakai helm.

Hasilnya, 20 surat tilang diterbitkan dengan rincian 15 untuk kendaraan tanpa pelat nomor, satu untuk knalpot brong, dan dua untuk pengendara tanpa helm.

Selain itu, barang bukti yang diamankan mencakup lima Surat Izin Mengemudi (SIM), 13 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta dua unit kendaraan bermotor yang tidak memenuhi syarat operasional.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menyatakan bahwa razia ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

“Kegiatan ini tidak hanya untuk menindak pelanggar, tetapi juga untuk mencegah potensi kecelakaan yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya,” ungkapnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa razia seperti ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari program keselamatan lalu lintas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan demi keamanan dan kenyamanan bersama,” tambahnya.

Melalui langkah tegas ini, Polresta Denpasar berharap masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas, sehingga dapat mewujudkan situasi lalu lintas yang lebih tertib dan aman di wilayah Denpasar. (*)

PMI Asal Buleleng Meninggal Dunia di Malaysia, Diduga Dibunuh

Foto Ni Ketut Nurhayati. (Istimewa)
Foto Ni Ketut Nurhayati. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Kabar mengejutkan datang dari Malaysia, di mana seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, Ni Ketut Nurhayati, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa korban diduga mengalami kekerasan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Kematian tragis ini menjadi viral di media sosial, setelah seorang kerabat korban, Srimulyani Devi, memposting permohonan bantuan untuk biaya pemulangan jenazah melalui akun Facebook pribadinya.

Dalam unggahan tersebut, Srimulyani menulis bahwa korban diduga dibunuh di Malaysia dan meminta bantuan untuk proses pemulangan jenazah ke Bali. Gambar wajah korban turut dipasang dalam postingan tersebut.

Saat ini, proses pemulangan jenazah Ketut Nurhayati terhambat karena keterbatasan dana. Meskipun relawan PMI di Malaysia telah berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp8 juta, masih ada kekurangan sekitar Rp10 juta untuk mencapai total biaya pemulangan yang diperkirakan sebesar Rp18 juta.

Kejadian ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk masyarakat di Bali, yang turut berempati dan berharap agar jenazah dapat segera dipulangkan. (*)

Baru Resign? Ikuti Tips ini Agar Cepat Mendapatkan Pekerjaan Baru

Ilustrasi melamar pekerjaan.
Ilustrasi melamar pekerjaan.

PANTAUBALI.COM – Mendapatkan pekerjaan bisa menjadi tantangan, tetapi dengan strategi yang tepat, Anda bisa mempercepat prosesnya. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda mendapatkan pekerjaan dengan lebih cepat:

1. Tingkatkan CV dan Profil Online Anda
-CV yang Menarik: Pastikan CV Anda ringkas, jelas, dan sesuai dengan pekerjaan yang dilamar. Fokus pada pengalaman, keterampilan, dan pencapaian yang relevan.
-Profil LinkedIn: Perbarui profil LinkedIn Anda, tambahkan portofolio atau proyek, dan minta rekomendasi dari kolega atau atasan sebelumnya.

2. Fokus pada Lowongan yang Sesuai
Cari pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan dan pengalaman Anda. Gunakan kata kunci yang spesifik di situs pencarian kerja untuk menemukan lowongan yang relevan.
Jangan mengirim lamaran secara sembarangan, tetapi pastikan setiap lamaran disesuaikan dengan posisi yang Anda lamar.

3. Manfaatkan Jaringan
Beritahu teman, keluarga, atau rekan kerja lama bahwa Anda sedang mencari pekerjaan. Hadiri acara networking atau seminar terkait industri Anda. Bergabunglah dengan komunitas atau grup online yang sesuai dengan bidang pekerjaan Anda.

4. Latih Kemampuan Wawancara
Bersiaplah menghadapi berbagai jenis wawancara, baik secara langsung maupun online. Pelajari pertanyaan umum yang sering muncul dan latih jawaban Anda. Tunjukkan kepercayaan diri dan antusiasme terhadap posisi yang dilamar.

5. Manfaatkan Platform Pencari Kerja
Gunakan situs pencarian kerja seperti LinkedIn, JobStreet, atau Glints untuk mencari lowongan terbaru. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan yang sesuai dengan keinginan Anda. Beberapa perusahaan juga membuka lowongan melalui media sosial, jadi pantau akun resmi mereka.

6. Kembangkan Keterampilan Baru
Jika Anda merasa kurang memenuhi syarat untuk pekerjaan tertentu, pelajari keterampilan baru yang diminati pasar, seperti kemampuan digital, bahasa asing, atau manajemen proyek. Ikuti kursus online di platform seperti Coursera, Udemy, atau Skill Academy.

7. Lamar ke Perusahaan yang Sedang Membutuhkan Banyak Tenaga Kerja
Cari tahu tentang perusahaan yang sedang membuka banyak lowongan, seperti startup yang sedang berkembang atau perusahaan besar yang sedang ekspansi. Perusahaan semacam ini biasanya memiliki proses rekrutmen yang lebih cepat.

8. Tetap Konsisten dan Positif
Proses mencari pekerjaan membutuhkan waktu, jadi jangan mudah menyerah.
Tetap produktif selama masa pencarian dengan terus meningkatkan keterampilan dan memperluas jaringan.

Dengan menerapkan tips-tips di atas, peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan akan meningkat. Semoga Anda segera menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan Anda. (*)

Kecoa Berkeliaran di Rumah? Terapkan Cara Berikut Untuk Membasminya

Ilustrasi kecoak merayap. (Foto : Istimewa)
Ilustrasi kecoak merayap. (Foto : Istimewa)

PANTAUBALI.COM – Adanya kecoa di rumah bisa menjadi masalah yang mengganggu, selain itu juga berpotensi membawa berbagai penyakit. Namun, Anda tidak perlu khawatir! Berikut adalah lima cara efektif yang dapat Anda coba untuk membasmi kecoa dan menjaga kebersihan rumah Anda:

1. Jaga Kebersihan Rumah
Kecoa sangat tertarik pada sisa makanan dan tempat lembap. Oleh karena itu, penting untuk menjaga rumah tetap bersih, terutama di area dapur dan ruang makan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

-Bersihkan sisa makanan dan remah-remah di lantai.
-Simpan makanan dalam wadah kedap udara.
-Buang sampah secara rutin, terutama yang berisi sisa makanan.

2. Gunakan Perangkap Kecoa
Perangkap kecoa bisa menjadi solusi praktis. Anda dapat membeli perangkap kecoa di toko atau membuatnya sendiri:

-Letakkan lem perangkap di area yang sering dilewati kecoa, seperti dekat tempat sampah, bawah wastafel, atau belakang lemari.
-Gunakan bahan alami seperti gula atau roti sebagai umpan.

3. Semprotkan Larutan Pembasmi Kecoa
Obat semprot pembasmi serangga yang dijual di pasaran efektif untuk mengendalikan kecoa. Gunakan di tempat-tempat persembunyian kecoa seperti:

-Retakan di dinding atau lantai.
-Bagian bawah perabotan.
-Saluran pembuangan air.
– Pastikan untuk membaca petunjuk pemakaian dan hindari penyemprotan di dekat makanan.

4. Gunakan Bahan Alami
Jika Anda lebih memilih cara alami, beberapa bahan berikut bisa membantu:

-Daun salam atau daun pandan: Letakkan di tempat yang sering dilalui kecoa untuk mengusirnya.
-Campuran baking soda dan gula: Taburkan di tempat-tempat yang sering dilewati kecoa. Baking soda akan bereaksi di dalam tubuh kecoa dan membasminya secara alami.
-Minyak esensial: Semprotkan campuran air dan minyak esensial seperti peppermint atau tea tree di area yang rawan kecoa.

5. Tutup Celah dan Retakan
Kecoa sering masuk melalui celah kecil di dinding, pintu, atau jendela. Tutup semua celah dan retakan dengan menggunakan silikon atau dempul. Selain itu, pastikan pintu dan jendela tertutup rapat untuk mencegah kecoa masuk ke rumah. (*)

Tabanan Gelar Lomba Ogoh-Ogoh 2025, Anggarkan 440 Juta

Festival ogoh-ogoh di Kabupaten Tabanan.
Festival ogoh-ogoh di Kabupaten Tabanan.

TAPANTAUBALI.COM, TABANAN – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Saka 1947, Pemerintah Kabupaten Tabanan akan kembali menggelar lomba ogoh-ogoh Festival Singasana #2 tahun 2025. Perlombaan ini akan diikuti oleh 10 peserta yang berasal dari perwakilan seluruh kecamatan di Tabanan.

Kepala Bidang Adat Istiadat Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, Ni Wayan Suciati menjelaskan, lomba ogoh-ogoh ini diinisiasi oleh Bupati Tabanan dan merupakan gelaran kedua setelah sukses diadakan pada tahun sebelumnya.

“Setiap peserta akan mendapatkan dana pembinaan sebesar Rp30 juta. Namun, peserta yang diizinkan mengikuti lomba tahun ini adalah mereka yang belum pernah mengikuti perlombaan dan meraih juara pada tahun sebelumnya,” ujar Suciati, Selasa (7/1/2025).

Ia menjelaskan, dalam perlombaan ini, ogoh-ogoh yang dilombakan harus memiliki tinggi antara 3 hingga 3,5 meter dan menggunakan bahan ramah lingkungan. Pemilihan peserta dilakukan di tingkat kecamatan, dengan mekanisme seleksi diserahkan kepada masing-masing kecamatan.

“Apakah melalui penunjukan langsung, seleksi, atau sistem bergilir, kami serahkan kepada kecamatan,” tambahnya.

Penilaian lomba dijadwalkan berlangsung pada 15 Maret 2025 atau dua minggu sebelum Hari Raya Nyepi pada 29 Maret 2025. Pendaftaran peserta telah dibuka sejak 1 Januari hingga 24 Februari 2025.

Terkait anggaran, Suciati menyebut, Pemda Tabanan menganggarkan dana sebesar Rp440 juta untuk kegiatan ini. Dana tersebut mencakup biaya pembinaan sebesar Rp300 juta bagi 10 peserta serta hadiah total Rp140 juta untuk para pemenang.

“Adapun rincian hadiah yakni Juara 1 memperoleh Rp40 juta, Juara 2 Rp30 juta, Juara 3 Rp25 juta, Harapan 1 Rp20 juta, Harapan 2 Rp15 juta, Harapan 3 Rp10 juta,” paparnya.

Selain lomba utama, akan digelar pawai ogoh-ogoh mini pada pagi hari sebelum penilaian dimulai. Pawai ini bertujuan untuk menanamkan semangat pelestarian budaya sejak dini kepada anak-anak.

Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat rasa cinta terhadap budaya lokal di kalangan masyarakat Tabanan. (ana)