- Advertisement -
Beranda blog Halaman 306

Ketua Fraksi PDIP DPRD Tabanan Harap Seleksi PPPK 2024 Transparan dan Bebas Intervensi 

Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi
Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi

PANTAUBALI.COM, TABANAN– Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, berharap proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan tahun 2024 terlaksana dengan lancar dan transparan.

Menurtunya, seleksi PPPK merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung pelayanan publik.

“Kami ingin seleksi PPPK ini dapat berjalan dengan baik, mulai dari tahap pendaftaran, seleksi administrasi, hingga pengumuman hasil akhir,” ujar Eka Putra, Kamis (5/12/2024).

Menurutnya, pemerintah harus memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta dan memastikan tahapan seleksi bebas dari intervensi dan transparan.

Selain itu, penyelenggaraan seleksi harus sesuai dengan aturan yang berlaku. “Pelaksanaan yang transparan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah,” tegasnya.

Eka Putra turut mengingatkan para peserta seleksi untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dan mengikuti setiap tahapan seleksi dengan penuh semangat.

Sehingga seleksi tahun ini mampu menghasilkan pegawai yang kompeten dan berdedikasi tinggi dalam melayani masyarakat.

“Kami harap mereka yang lolos seleksi adalah individu-individu yang benar-benar memiliki kemampuan dan komitmen untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Tabanan,” pungkasnya. (ana)

Bentrok Warga Sumba di Jimbaran, Tiga Orang Luka-Luka

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Keributan antar dua kelompok warga asal Sumba, Nusa Tenggara Timur, terjadi di area parkir sebuah warung di Jalan Goa Gong, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Selasa (3/12) malam. Insiden ini berujung pada aksi penganiayaan yang menyebabkan tiga orang mengalami luka serius.

Korban adalah Isak Nane Porotana (24), seorang juru parkir, bersama dua saudaranya, Anderias Kuku Api (22) dan Yohanes Darling. Mereka diserang secara brutal oleh sekelompok pelaku. Polisi telah mengamankan satu tersangka, Oscar, sementara pelaku utama, Cristo, masih dalam pengejaran.

Menurut AKP I Ketut Sukadi, Kasi Humas Polresta Denpasar, kejadian bermula sekitar pukul 20.30 WITA ketika Isak sedang bertugas. Cristo, bersama dua rekannya, Yohan dan seorang perempuan, datang berboncengan motor dan memarkir kendaraan sembarangan. Saat Isak menegur mereka untuk mematuhi aturan parkir, respons yang diterima justru ancaman dan kekerasan.

“Salah satu pelaku menggunakan kunci motor untuk menusuk bagian bawah telinga kiri korban, lalu menendangnya hingga terjatuh,” ungkap Sukadi, Kamis (5/12).

Tidak berhenti di situ, para pelaku meninggalkan lokasi tetapi kembali dengan membawa teman mereka, Oscar. Saat itu, mereka langsung mencari Isak yang berada di rumah warga dekat warung. Upaya Isak untuk meredam situasi tidak berhasil, malah berujung pada pemukulan dan penendangan brutal oleh kelompok pelaku.

Melihat saudaranya diserang, Anderias dan Yohanes mencoba membantu, tetapi justru menjadi korban pengeroyokan. Anderias menderita luka tusuk di punggung dan pundak akibat obeng, sementara Yohanes mengalami luka di wajah.

Situasi baru terkendali setelah warga setempat dan pecalang tiba di lokasi, membuat para pelaku melarikan diri. Polisi berhasil menangkap Oscar, tetapi Cristo masih buron.

Isak mengalami luka tusuk di bawah telinga, rahang kiri memar, tangan keseleo, serta kehilangan uang sebesar Rp 1 juta dan kartu identitas. Anderias mengalami luka tusuk di punggung dan pundak. Sedangkan, Yohanes mengalami luka memar di wajah dan nyeri di pipi.

Saat ini, polisi terus mengejar Cristo dan mendalami kasus untuk mencegah bentrokan susulan.

“Kami memastikan situasi di lokasi sudah terkendali,” tutup Sukadi. (sm)

Kebaya Resmi Diakui UNESCO Sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia

Kebaya Resmi Diakui UNESCO Sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. (Foto: Dok Metrotv)
Kebaya Resmi Diakui UNESCO Sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. (Foto: Dok Metrotv)

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Kebaya kini resmi diakui sebagai world’s intangible cultural heritage oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Pengakuan ini menegaskan kebaya sebagai warisan budaya takbenda, yang mencakup tradisi, seni pertunjukan, ritual, hingga perayaan yang diwariskan lintas generasi.

Namun, pengakuan UNESCO ini tidak menjadikan kebaya eksklusif milik Indonesia. Kebaya juga diakui sebagai bagian dari budaya negara lain, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand, yang bersama-sama mengajukan kebaya untuk diakui secara internasional.

“Upaya pengajuan bersama ini mencerminkan semangat kerja sama dan persatuan negara-negara Asia Tenggara dalam melestarikan warisan budaya bersama,” ujar Fadli Zon, Menteri Kebudayaan, dikutip dari CNN Indonesia.

UNESCO, dalam keterangan resminya yang dilansir dari CNBC Indonesia, menyebutkan, “Kebaya dikenakan dalam berbagai acara, mulai dari kasual hingga formal, pertemuan sosial, dan festival. Kebaya juga menjadi bagian dari seni pertunjukan, seperti tari, teater, dan film, serta mencerminkan identitas budaya komunitas Asia Tenggara.”

Tidak hanya kebaya, kabar menggembirakan lainnya datang dari Reog Ponorogo dan Kolintang, yang juga resmi diakui sebagai warisan budaya takbenda dunia dalam sidang ke-19 Intergovernmental Committee on Intangible Cultural Heritage (ICH) di Asuncion, Paraguay.

Pengakuan internasional ini menjadi momentum penting untuk melestarikan kebaya, yang memiliki beragam jenis khas Indonesia, seperti kebaya encim, kebaya Kartini, kebaya Betawi, dan banyak lainnya. Masyarakat diharapkan semakin bangga dan terlibat aktif dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya ini. (sm)

Disperindag Bali Sidak Distribusi LPG 3 Kg di Kabupaten Tabanan, Ini Hasilnya 

Disperindag Provinsi Bali melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap distribusi LPG 3 Kg di sekitar Kabupaten Tabanan pada Kamis (5/12/2024).
Disperindag Provinsi Bali melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap distribusi LPG 3 Kg di sekitar Kabupaten Tabanan pada Kamis (5/12/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap distribusi LPG 3 Kg di sekitar Kabupaten Tabanan pada Kamis (5/12/2024).

Tujuan sidak ini adalah untuk memastikan pelaksanaan Surat Edaran Dirjen Migas Nomor B-2461/MG/05/DJM/2022 berjalan sesuai aturan. Dalam edaran tersebut, ada delapan kategori usaha dilarang menggunakan LPG 3 kg bersubsidi, antara lain restoran, hotel, laundry, usaha batik, peternakan, pertanian, usaha tani tembakau, dan usaha las.

Tim pengawasan melakukan pemeriksaan di pangkalan LPG 3 kg di wilayah Kabupaten Tabanan, serta mengecek pengisian LPG di SPPBE PT Kiani Pacific Nusantara dan sejumlah hotel serta restoran di kawasan DTW Tanah Lot, Kabupaten Tabanan.

Ketua Tim Pengawasan Terpadu Disperindag Provinsi Bali, I Wayan Pasek Putra mengatakan, pihaknya melakukan sosialisasi untuk memastikan pemanfaatan LPG subsidi sesuai aturan, yaitu untuk usaha mikro dan rumah tangga kategori miskin.

Selain itu, tim juga memastikan harga jual LPG 3 kg di tingkat pangkalan sesuai ketentuan yakni Rp18.000, serta memeriksa kesesuaian berat tabung dan keamanan tabung gas.

Adapun Dari hasil pemantauan lapangan di SPPBE PT Kiani Pacific Nusantara, tidak ditemukan adanya kecurangan dalam pengisian berat tabung gas. Namun, perlu perbaikan dalam pemasangan plastik pembungkus di beberapa tabung yang mudah terlepas.

Demikian pula saat dilakukan sidak ke pangkalan, tidak ditemukan gas dengan berat yang kurang atau harga di atas ketentuan. Namun, banyak tabung gas kosong yang memiliki berat lebih karena gas masih tersisa tetapi sudah diganti oleh konsumen.

“Kami mengimbau para konsumen agar benar-benar menghabiskan isi gas dalam tabung terlebih dahulu. Permasalahan ini sering diakibatkan oleh regulator yang tidak sesuai. Untuk itu, pastikan selalu memakai regulator berstandar SNI,” ucapnya.

Sementara itu, perwakilan dari Pertamina Bali, Hilmi juga mengingatkan masyarakat akan peristiwa kebakaran kecil kemungkinan terjadi karena kebocoran tabung gas.

Kejadian munculnya api biasanya disebabkan oleh percikan api yang menyambar gas yang menumpuk akibat kurangnya ventilasi.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar tabung gas diletakkan di ruang terbuka atau tempat berventilasi bawah sehingga gas tidak menumpuk di udara.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk selalu membeli gas LPG di agen-agen resmi atau pangkalan resmi, dan menghindari membeli gas oplosan yang isinya mungkin tidak sesuai sehingga merugikan konsumen.

Sementara itu, Analis Perdagangan Ahli Muda Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan Gusti Ngurah Ketut Wirawan, mengapresiasi langkah Disperindag Provinsi Bali bersama PT Pertamina, Hiswana Migas, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memantau penggunaan LPG 3 kg agar tepat guna dan tepat sasaran. (ana)

Sah, Bang-Ipat dan Koster-Giri Menang di Pilkada Jembrana

Rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Pilkada Jembrana 2024 pada Kamis (5/11/2024).
Rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Pilkada Jembrana 2024 pada Kamis (5/11/2024).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jembrana resmi menetapkan perolehan suara Pilkada Serentak 2024 dalam rapat pleno rekapitulasi tingkat kabupaten pada Kamis (5/11/2024).

Dari hasil rekapitulasi, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2, I Made Kembang Hartawan – I Gede Ngurah Patriana Krisna menang dengan perolehan suara tercatat 106.119 atau 71,23 persen. Paslon yang dikenal dengan paket Bang-Ipat itu unggul di seluruh kecamatan di Jembrana.

Sementara lawannya, pasangan nomor urut 1, I Nengah Tamba-Made Dana (Tamba-Dana) memperoleh 65.345 suara atau 38,11 persen. Mereka hanya menang di lima desa.

Sementara itu, untuk Pemilihan Calon Gubernur Bali, paslon nomor urut 2 Wayan Koster-Nyoman Giri Prasta berhasil memperoleh suara terbanyak dengan total suara 97.402. Mereka mengungguli paslon nomor urut 1, I Made Muliawan Arya-Putu Agus Suradnyana yang memperoleh 73.468 suara.

Ketua KPU Jembrana I Ketut Adi Sanjaya mengatakan, setelah rekapitulasi di tingkat kabupaten selesai, pihaknya akan melanjutkan rekapitulasi tingkat provinsi untuk Pilgub.

Hasil Pilbup sudah ditetapkan dan tinggal menunggu buku registrasi perkara konstitusi dari Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengajukan jika ditemukan adanya sengketa.

“Jika tidak ada sengketa, nanti akan dilanjutkan dengan penetapan hasil akhir akan dilakukan dalam tiga hari,” ujarnya. (ana)

800 Tenaga Non-ASN dan THK II di Jembrana Ikuti Seleksi Kompetensi PPPK 

Seleksi Kompetensi PPPK Kabupaten Jembrana Tahap I.
Seleksi Kompetensi PPPK Kabupaten Jembrana Tahap I.

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Sebanyak 800 orang tenaga non-ASN (Aparatur Sipil Negara) dan Tenaga Honorer Kategori (THK) II di Kabupaten Jembrana mengikuti seleksi Kompetensi PPPK Tahap I.

Seleksi dilaksanakan selama dua hari yakni pada Kamis (5/12/2024) dan Jumat (6/12/2024) di Politeknik Pariwisata Bali, Denpasar.

Untuk Seleksi Tahap I, diperuntukan bagi tenaga non-ASN dan THK II yang telah masuk dalam database BKN. Seluruh peserta nantinya akan memperebutkan 610 formasi yang telah disediakan.

Adapun formasi yang disediakan diantaranya 15 jabatan fungsional guru, 30 jabatan fungsional kesehatan, 89 jabatan fungsional teknis dan 476 jabatan pelaksanaan.

Seleksi tahun ini juga disediakan formasi bagi tenaga non ASN dengan pendidikan SMA atau sederajat.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jembrana, Gusti Putu Subaga mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti tes PPPK Tahap I sebanyak 800 orang, ditambah 2 orang peserta yang mengikuti CPNS sehingga totalnya 802 orang.

“Yang mangikuti tes PPPK Tahap I 800 orang, ditambah dengan 2 orang yang mengikuti tes CPNS sehingga ada 802 orang, “ucapnya, Kamis (5/12/2024).

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan pelaksanaan tes PPPK Jembrana  dilaksanakan 2 hari dari tanggal 5 dan 6 Desember 2024.

“Instansi Pemerintah kabupaten Jembrana mendapat waktu ujian tanggal 5 dan 6 Desember 2024, tanggal 5 disesi ke dua dan ketiga, sedangkan di tanggal 6 di sesi satu, ” Jelasnya

Gusti Putu Subaga menjelaskan proses ujian berjalan lancar, tidak ada kendala berarti, namun dalam hal ini ada beberapa permasalahan.

“Permasalahan itu karena hujan dan listrik mati sehingga pelaksanaannya agak mundur 1 jam, tetapi meski mundur proses ujian tetap berjalan lancar, “pungkasnya. (rls)

Sejumlah SPBU di Tabanan Disidak Menjelang Nataru

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan melakukan inpeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ada di sekitar jalur nasional.

Sidak ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecurangan pengisian bahan bakar minyak (BBM) menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Petugas melakukan pemeriksaan takaran mesin pompa (nozel) jenis BBM bersubsidi maupun non subsidi.

Kabid Meteorologi Disperindag Tabanan I Wayan Roby Mega Nanta mengatakan, kegiatan sidak rutin dilaksanakan menjelang hari libur nasional maupun hari-hari besar lainnya untuk untuk memastikan BBM yang dijual kepada masyarakat sesuai dengan takaran.

“Kami mengecek nozle setiap SPBU untuk mencegah terjadi kecurangan agar tidak ada oknum petugas SPBU yang bermain,” ucapnya, Kamis (5/12/2024).

Menurutnya, saat momen Natal dan Tahun Baru, kebutuhan BBM meningkat karena sebagian besar masyarakat bepergian keluar daerah dengan menggunakan kendaraan terutama mobil dan bus. Untuk itu, pihaknya gencar melakukan sidak pengawasan pada sejumlah SPBE ini.

“Selain jalur nasional, kamu juga akan menyasar SPBU di jalur pariwisata karena menjelang akhir tahun pastinya kegiatan pariwisata meningkat,” tambahnya.

Wayan Roby menyebut, hasil pengawasan yang telah dilakukan, tidak ada SPBU yang melakukan kecurangan.

“Semua masih normal dan aman dari segi ukuran maupun badan ukuran. Namun jika ditemukan pelanggaran maka akan diberi sanksi dan kami minta tera ulang,” pungkasnya. (ana)

BNNP Bali Gagalkan Peredaran 5,5 Kg Ganja Jaringan Sumatera Utara, Dua Tersangka Ditangkap di Ubud

Petugas menyita dua paket ganja dengan berat masing-masing 2.604,68 gram dan 2.919,3 gram.
Petugas menyita dua paket ganja dengan berat masing-masing 2.604,68 gram dan 2.919,3 gram.

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali baru-baru ini berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja seberat 5,5 kilogram yang diduga merupakan bagian dari jaringan distribusi antarprovinsi, yaitu Sumatera Utara ke Bali.

Penemuan barang haram ini dilakukan di sebuah kos-kosan di kawasan Ubud, Gianyar, setelah BNNP Sumatera Utara menerima informasi mengenai pengiriman paket mencurigakan ke Bali.

Berbekal informasi tersebut, tim BNNP Bali bekerja sama dengan pihak BNNP Sumatera Utara untuk melakukan penyelidikan. Pada Minggu (24/11), petugas berhasil meringkus dua orang tersangka, RZ (29), seorang pegawai swasta, dan ADO (21), seorang mahasiswa, yang diduga terlibat dalam transaksi narkotika ini.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Bali, Kombes Pol I Made Sinar Subawa, menjelaskan bahwa pengungkapan ini adalah bukti keseriusan pihaknya dalam memerangi peredaran narkotika antarprovinsi, terutama menjelang liburan akhir tahun yang biasanya meningkatkan permintaan narkoba.

“Menjelang akhir tahun, peredaran narkotika biasanya meningkat, dan kami terus meningkatkan upaya penindakan. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjaga Bali tetap bersih dari narkotika,” ungkap Kombes Pol Sinar Subawa.

Pada proses penangkapan, ADO sempat mencoba melarikan diri, namun berhasil dibekuk kembali. Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, ADO mengungkapkan bahwa masih ada satu paket ganja lainnya yang belum diterima.

Tim BNNP Bali kemudian mendatangi sebuah perusahaan jasa ekspedisi di Denpasar pada Kamis (28/11) dan berhasil menyita dua paket ganja dengan berat masing-masing 2.604,68 gram dan 2.919,3 gram.

Ganja-ganja tersebut diduga akan diedarkan di kawasan wisata Bali untuk memenuhi permintaan pada liburan akhir tahun. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 111 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman bagi mereka adalah penjara seumur hidup atau pidana penjara minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun.

BNNP Bali memastikan akan terus memperkuat pengawasan dan koordinasi dengan instansi terkait untuk menekan peredaran narkotika di Pulau Dewata.

“Selain penegakan hukum, kami juga berupaya menjaga Bali sebagai destinasi wisata yang aman dan bebas dari narkotika,” tutup Kombes Pol Sinar Subawa. (sm)

Dispar Bali Monitoring Pungutan Wisatawan Asing di DTW Tanah Lot

Monitoring pungutan wisatawan asing (PWA) di DTW Tanah Lot, Tabanan, Rabu (4/11/2024).
Monitoring pungutan wisatawan asing (PWA) di DTW Tanah Lot, Tabanan, Rabu (4/11/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pariwisata melakukan monitoring pungutan wisatawan asing (PWA) atau Tourism Levy Voucher (TLV) di destinasi wisata untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan pariwisata.

Kali ini, tim yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pariwisata, Bank BPD Bali, organisasi pariwisata, dan pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) menyambangi kawasan wisata Tanah Lot yang terletak di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada Rabu (4/12/2024) sore.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya monitoring sekaligus sosialisasi program pungutan wisatawan asing yang berlaku sejak 14 Februari 2024.

“Pemantauan seperti ini dilakukan secara rutin di kawasan wisata. Pada kesempatan ini, kami juga terus melakukan sosialisasi, yang harus dilakukan secara berkesinambungan, tidak hanya di Bali, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya ingin memastikan wisatawan dapat melakukan transaksi pembayaran pungutan pariwisata dengan lancar.

“Dengan begitu, kami dapat mengevaluasi dan menentukan strategi ke depan untuk memaksimalkan pungutan ini,” imbuh Tjok Bagus. Dari hasil monitoring sebelumnya, ia mengungkapkan bahwa hampir 90 persen pembayaran dilakukan sebelum wisatawan tiba di Bali, menandakan sosialisasi yang efektif.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, Anak Agung Ngurah Satria Tenaya, menyambut baik kegiatan monitoring ini. Ia juga menegaskan dukungannya terhadap upaya pelestarian lingkungan dan budaya Bali.

“Kenyamanan wisatawan tetap harus dijaga dengan melakukan proses monitoring yang santun dan baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas DTW Tanah Lot, I Putu Erawan menyebut, angka kunjungan wisatawan ke Tanah Lot saat ini berkisar 3.000 hingga 4.000 orang per hari, dengan mayoritas wisatawan mancanegara mencapai 60 persen.

Turut hadir dalam kegiatan monitoring yakni Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali, dan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali. (ana)

Tinjau Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal, Pj Ketua TP PKK Bali Harap Desa Lain Bisa Olah Sampah Berbasis Sumber

TP PKK Provinsi Bali, Ny. Drg. Ida Mahendra Jaya mengunjungi Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal yang berlokasi di Desa Padangtegal, Ubud, Gianyar, pada Rabu (4/12/2024).
TP PKK Provinsi Bali, Ny. Drg. Ida Mahendra Jaya mengunjungi Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal yang berlokasi di Desa Padangtegal, Ubud, Gianyar, pada Rabu (4/12/2024).

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Penjabat (Pj.) Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali, Ny. Drg. Ida Mahendra Jaya mengunjungi Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal yang berlokasi di Desa Padangtegal, Ubud, Gianyar, pada Rabu (4/12/2024).

Ia mengapresiasi pengolahan sampah organik menjadi kompos serta pengelolaan sampah anorganik untuk didaur ulang.

Apalagi, program ini dikelola langsung oleh Desa Adat Padangtegal melalui usaha milik desa yang bergerak di bidang jasa pengangkutan sampah terpilah.

“Saya berpikir, jika semua Desa Adat dapat mengikuti langkah ini, saya yakin masalah kebersihan lingkungan di Bali dapat teratasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kunjungan ini bertujuan untuk menambah wawasan dalam pengelolaan sampah berbasis sumber, khususnya sampah rumah tangga. Penanganan sampah sangat erat kaitannya dengan pelestarian lingkungan, yang merupakan salah satu dari 10 Program Pokok PKK.

Menurutnya, Bali sebagai daerah tujuan wisata membutuhkan penanganan sampah yang lebih optimal demi menciptakan kenyamanan bagi wisatawan.

Diharapkan, kunjungan ini dapat meningkatkan wawasan pengurus TP PKK tentang pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber sekaligus mengakselerasi Gerakan PKK dalam memberdayakan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Bendesa Adat Padangtegal, I Made Parmita menjelaskan, Rumah Kompos ini sudah diinisiasi sejak tahun 2015 dan mulai beroperasi penuh pada tahun 2016. Hingga kini, program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gianyar.

Untuk mendukung pengelolaan sampah, disediakan tiga jenis tempat sampah, yaitu untuk sampah organik, sampah anorganik, dan sampah residu.

“Setiap jenis sampah memiliki jadwal pengambilan tersendiri, dan masyarakat sudah mengetahui jadwal tersebut,” jelasnya.

Program ini juga didukung dengan Perarem Desa yang mewajibkan masyarakat Desa Adat Padangtegal, serta siapa pun yang memiliki usaha, baik kecil maupun besar di wilayah Padangtegal, untuk berlangganan dengan Rumah Kompos. Tarif langganan telah disesuaikan untuk rumah tangga, usaha kecil, hingga hotel besar. (ana)