- Advertisement -
Beranda blog Halaman 305

Dua Kelompok Pemuda yang Bersitegang di Kuta Selatan Sepakat Berdamai

Mediasi berlangsung di Polsek Kuta Selatan. (Istimewa)
Mediasi berlangsung di Polsek Kuta Selatan. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Suasana di Kuta Selatan sempat memanas akibat perselisihan antara dua kelompok pemuda, yakni Balmor (Bali Timor) dan Kingkong. Untuk mencegah eskalasi konflik, Kapolsek Kuta Selatan, Kompol I Gusti Ngurah Yudistira, turun tangan bersama tokoh masyarakat Jimbaran dan menggelar mediasi di Markas Polsek Kuta Selatan pada Jumat (6/12) malam.

Mediasi yang dimulai pukul 19.00 WITA berlangsung dengan suasana tegang namun kondusif. Dalam kesempatan itu, Kapolsek Yudistira mengingatkan kedua kelompok pemuda untuk menjaga keharmonisan wilayah Kuta Selatan, yang merupakan salah satu destinasi wisata dunia.

“Bali adalah wajah Indonesia di mata internasional. Jangan sampai tindakan yang tidak terpuji mencoreng citra baik daerah ini. Keamanan dan kenyamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Kapolsek juga mengungkap fakta mengejutkan, bahwa 80% tahanan di Polsek Kuta Selatan terkait kasus kekerasan. Hal ini, menurutnya, menjadi alarm bagi masyarakat untuk lebih peduli pada keamanan dan ketertiban.

“Jangan biarkan perilaku kita menjadi penyebab keresahan masyarakat. Mari jadikan momen ini sebagai titik balik untuk memperbaiki diri,” ujarnya.

Tokoh Adat Serukan Peran Positif Pemuda
Selain Kapolsek, Jro Bendesa Jimbaran, I Gusti Made Rai Dirga Arsana Putra, juga menyampaikan pesan kepada para pemuda yang hadir. Ia mengingatkan tantangan yang tengah dihadapi Bali, seperti kemacetan, sampah, dan penurunan jumlah wisatawan, seraya meminta para pemuda untuk tidak memperburuk keadaan.

“Organisasi pemuda seharusnya menjadi wadah untuk membangun potensi dan karakter positif. Jadilah generasi yang siap membawa Indonesia menuju masa depan yang cerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pecalang Desa Adat Jimbaran, I Nyoman Suwirya, menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. “Kita semua adalah satu keluarga besar. Jangan biarkan perbedaan menjadi sumber konflik,” katanya. (sm)

Margriet Megawe, Narapidana Pembunuhan Angeline Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal Kronis

Foto Margaret dengan anak anagkatnya Angline. (Istimewa)
Foto Margaret dengan anak anagkatnya Angline. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Margriet Christina Megawe (69), narapidana kasus pembunuhan berencana terhadap anak angkatnya, Angeline (8), yang menghebohkan publik pada 2015, dinyatakan meninggal dunia. Margriet mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Garbamed, Badung, Bali, akibat gagal ginjal kronis yang telah lama diidapnya.

Penyakit Margriet diketahui telah mencapai stadium V, membuatnya harus menjalani cuci darah rutin dua kali dalam seminggu. Selama berada di Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan, kesehatan Margriet terus dipantau oleh dokter lapas, dr. Ida Ayu Sri Indra Laksmi. Sejak Juli 2024, petugas lapas juga rutin mendampingi Margriet dalam setiap sesi cuci darahnya.

Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga Margriet untuk menghormati hak-haknya sebagai manusia, termasuk penanganan jenazahnya.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhum. Jenazahnya sudah kami serahkan langsung ke anaknya tadi pagi. Barang-barang milik almarhum di lapas juga telah diambil oleh anaknya,” ujar Andiyani, dilansir dari Detik Bali.

Kini, kisah tragis Margriet dan Angeline kembali menjadi sorotan, mengingat beratnya kasus yang melibatkan ibu dan anak ini. Margriet, yang sebelumnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, menutup lembaran terakhir hidupnya di usia senja. (*)

DPRD Tabanan Dukung Penerapan UU Opsen Pajak Ranmor untuk Tingkatkan PAD

Anggota DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani.
Anggota DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabanan menyatakan dukungan untuk penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (Ranmor).

Hal itu disampaikan oleh Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani. Dikatakannya, Opsen Pajak Ranmor selanjutnya disebut Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), adalah opsen yang dikenakan oleh kabupaten/kota atas pokok PKB, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Dalam ketentuan UU telah dijelaskan bahwa opsen merupakan pungutan tambahan pajak menurut persentase tertentu,” ucap Omardani, Sabtu (7/12/2024).

Ia menyebut, Undang-Undang ini mulai berlaku pada Tahun 2025. Dengan diberlakukan UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Opsen Pajak Kendaraan Bermotor ini

Penerapan opsen pajak ini akan sangat berimbas pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabanan.

“Untuk itu, diharapkan masyarakat Tabanan yang membeli mobil atau motor agar segera diubak dengan balik nama menjadi pajak warga Tabanan,” pungkasnya. (ana)

Kongres Kebudayaan Bali IV Resmi Dibuka Pj Gubernur Bali 

Pembukaan Kongres Kebudayaan Bali IV Tahun 2024 pada Jumat (6/12/2024) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali.
Pembukaan Kongres Kebudayaan Bali IV Tahun 2024 pada Jumat (6/12/2024) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya secara resmi membuka Kongres Kebudayaan Bali IV Tahun 2024 pada Jumat (6/12/2024) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali.

Pj. Gubernur berharap kongres ini menjadi langkah konkret untuk melestarikan budaya Bali agar diwariskan kepada generasi mendatang.

“Jangan sampai keindahan Bali hanya tinggal cerita atau terlihat di film dan YouTube,” ucapnya.

Mahendra Jaya juga menyoroti tantangan globalisasi, kemajuan teknologi, dan derasnya arus budaya asing yang masuk ke Bali.

“Hebatnya Bali, budaya luar tidak ditolak begitu saja, tetapi disaring dan diubah menjadi karya budaya baru yang luar biasa,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga sumber daya air, memanfaatkan teknologi AI, dan meningkatkan daya saing SDM Bali.

Para budayawan dan stakeholder pun diajak membahas kebudayaan secara holistik, mulai dari seni, ekonomi kreatif, hingga pengelolaan sumber daya alam dan manusia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. I Gede Arya Sugiartha, menjelaskan, Kongres Kebudayaan Bali, yang digelar lima tahun sekali, menjadi ajang dialog kreatif membahas Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD).

“PPKD lima tahun terakhir menjadi acuan program lima tahun ke depan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, kongres kali ini menyoroti pencapaian Bali sebagai daerah dengan Indeks Pembangunan Kebudayaan tertinggi di Indonesia (71,36) dan penerima Anugerah Kebudayaan Nasional 2024.

Selama enam hari, kongres membahas 10 objek pemajuan kebudayaan, seperti tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, seni, dan bahasa.

Kongres ini menghadirkan pembicara kunci, termasuk Prof. Made Bandem, Prof. I Wayan Kun Adnyana, I Dewa Gde Palguna, dan Prof. I Nyoman Darma Putra. Sebanyak 400 peserta dari berbagai kalangan turut berpartisipasi.

Selain membuka kongres, Pj. Gubernur juga mengukuhkan anggota Majelis Kebudayaan Bali 2021-2026 yang dipimpin oleh Prof. Made Bandem sebagai Manggala Sabha Pemutus (Majelis). (rls)

Hasil Rekapitulasi Pilkada Tabanan, Sanjaya-Dirga Menang dengan 204.374 Suara

Rapat pleno tebuka rekapitulasi perolehan suara Bupati dan Wakil Bupati Tabanan, di Homm Saranam Baturiti, Tabanan, Jumat (6/12/2024).
Rapat pleno tebuka rekapitulasi perolehan suara Bupati dan Wakil Bupati Tabanan, di Homm Saranam Baturiti, Tabanan, Jumat (6/12/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tabanan nomor urut 2, I Komang Gede Sanjaya-I Made Dirga (SANDI) memperoleh suara terbanyak di Pilbup Tabanan 2024 berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara oleh KPU Tabanan pada Jumat (6/12/2024).

Berdasarkan data hasil rekapitulasi, pasangan yang diusung PDI Perjuangan tersebut mendapat suara sah mencapai 204.374. SANDI menguasai suara di sepuluh kecamatan yang ada di Tabanan.

Sementara itu, pasangan nomor urut 1, Nyoman Mulyadi-Nyoman Ardika (MS Glowing) yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus hanya memperoleh 100.104 suara.

Mulyadi-Ardika memperoleh 5.261 suara di Kecamatan Selemadeg, 7.036 suara di Selemadeg Timur, 7.013 suara di Selemadeg Barat, 9.402 suara di Kerambitan, 11.406 suara di Tabanan, 25.230 suara di Kediri, 5.856 suara di Marga, 6.891 suara di Penebel, 12.382 suara di Baturiti, dan 9.625 suara di Pupuan.

Sementara, Sanjaya-Dirga memperoleh 9.208 suara di Kecamatan Selemadeg, 9.863 suara di Selemadeg Timur, 7.831 suara di Selemadeg Barat, 19.375 suara di Kerambitan, 36.173 suara di Tabanan, 29.830 suara di Kediri, 25.596 suara di Marga, 26.276 suara di Penebel, 22.047 suara di Baturiti, dan 18.175 suara di Pupuan.

“Rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara tingkat kabupaten Tabanan berdasarkan formulir Model D Hasil Kecamatan KWK Bupati dan seluruh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Tabanan,” ujar Ketua KPU Tabanan I Wayan Suwitra dalam rapat pleno di Homm Saranam Baturiti, Tabanan.

Ia mengatakan, dalam rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Bupati Dan Wakil Bupati Tabanan tidak ada kejadian khusus atau keberatan saksi sesuai dengan yang tercatat dalam formulir Model D.Kejadian Khusus dan Keberatan Saksi-KWK tingkat kabupaten Tabanan.

Sementara itu untuk Pemilihan Calon Gubernur Bali, paslon nomor urut 2 Wayan Koster-Nyoman Giri Prasta berhasil memperoleh suara terbanyak dengan total 204.031 suara. Mereka mengungguli paslon nomor urut 1, I Made Muliawan Arya-Putu Agus Suradnyana yang memperoleh 100.350 suara. (ana)

Pj Gubernur Bali Tekankan Sinergi Pemerintah dan Organisasi Masyarakat Untuk Tangani Kemiskinan

Bhakti Sosial Ngrombo ke-46 di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, Jumat (6/12/2024).
Bhakti Sosial Ngrombo ke-46 di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, Jumat (6/12/2024).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mengatasi kemiskinan tanpa sekat melalui sinergi berbagai pihak.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Bhakti Sosial Ngrombo ke-46 di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, Jumat (6/12/2024).

“Kami tidak pernah mengkotak-kotakkan diri. Pemerintah daerah bersama masyarakat terus bersinergi untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di Bali,” ujar Mahendra Jaya.

Menurutnya, organisasi kemasyarakatan, yayasan, komunitas, dan paguyuban etnis berperan sebagai cooling system dalam pengentasan kemiskinan.

“Mereka membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung, termasuk veteran dan penyandang disabilitas, dengan semangat berbagi dan gotong royong yang memperkuat toleransi dan solidaritas,” katanya.

Adapun Bhakti Sosial Ngrombo yang telah berlangsung 46 kali ini bertujuan membantu masyarakat kurang mampu, penyandang disabilitas, dan yatim piatu di 9 kabupaten/kota se-Bali.

Bantuan yang disalurkan berasal dari sumbangan sukarela berbagai pihak, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Bali, instansi vertikal, serta masyarakat umum.

Pada kegiatan ke-46 ini, bantuan dana yang terkumpul mencapai Rp157 juta lebih. Yang terdiri dari barang, makanan, dan jasa, di luar beasiswa senilai Rp1,126 miliar untuk 25 mahasiswa dari keluarga kurang mampu dan disabilitas di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar.

Bantuan lain yang diserahkan meliputi 146 paket sembako, 1 kursi roda, 3 alat bantu jalan, 304 doorprize, serta uang tunai Rp24,5 juta untuk anak yatim piatu.

Selain itu, bantuan berupa makanan seperti buah, telur, dan ikan sarden juga diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Sinergi ini membuktikan betapa kompaknya masyarakat Bali dalam bergotong royong dan berbagi,” pungkas Mahendra Jaya. (rls)

Kasus HIV/AIDS di Tabanan Meningkat Signifikan, Tercatat 116 Kasus dari Januari-November 2024

Ilustrasi tes HIV (Foto:Alodokter)
Ilustrasi tes HIV (Foto:Alodokter)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan mencatat kasus HIV/AIDS dari Januari hingga November 2024 mencapai 116 kasus. Dengan rincian sebanyak 64 kasus HIV dan 52 kasus AIDS.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yakni 2023 yang hanya tercatat 99 kasus dengan rincian 50 kasus HIV dan 49 kasus AIDS.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Anak Agung Ngurah Putra Wiradana mengatakan, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Tabanan mengalami lonjakan yang cukup signifikan selama tahun 2024 ini.

Kelompok usia yang paling banyak terpapar virus HIV/AIDS di Tabanan yakni berkisar dari usia 1 hingga 60 tahun, dengan kelompok usia produktif antara 20 – 60 tahun. Penyebab lonjakan kasusnya pun disebabkan oleh beberapa faktor, seperti hubungan heteroseksual dan penularan perinatal.

“Selain itu, kurangnya disiplin pasien untuk mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) yang merupakan terapi utama penderita HIV/AIDS,” ucapnya.

Ngurah Putra menyebut, penyebaran virus HIV/AIDS menyerupai fenomena gunung es atau hanya sebagian kecil penderita yang terdeteksi. Sehingga, catatan kasus yang meningkat tidak bisa menggambarkan situasi di lapangan yang sesungguhnya.

“Bisa jadi banyak penderita yang belum mendapatkan pengobatan dan masih berpotensi menularkan virus,” ucapnya.

Meskipun demikian, Ia menegaskan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penularan virus. Seperti kegiatan zero survey bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tabanan di tempat hiburan malam.

“Kami melakukan skrining VCT bagi warga binaan di Lapas Tabanan melalui Puskesmas Tabanan III, untutk memastikan pelayanan kesehatan yang optimal,” imbuhnya. (ana)

Gus Miftah Mundur dari Utusan Khusus Presiden Usai Hina Pedagang Es Teh

Gus Miftah Mundur dari Utusan Khusus Presiden Prabowo.
Gus Miftah Mundur dari Utusan Khusus Presiden Prabowo.

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Pendakwah kenamaan, Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah, resmi mengundurkan diri dari posisi sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Gus Miftah dalam konferensi pers di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta, Jumat (6/12).

Dalam pernyataannya, Gus Miftah menegaskan bahwa keputusan ini merupakan langkah pribadi yang diambil secara sukarela tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.

“Hari ini, dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan keputusan untuk mundur dari tugas sebagai Utusan Khusus Presiden. Langkah ini lahir dari rasa hormat dan tanggung jawab mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto dan masyarakat Indonesia,” ujar Gus Miftah.

Kontroversi dan Gelombang Kritik
Keputusan ini diambil di tengah sorotan tajam publik setelah tindakan Gus Miftah yang dianggap mencederai etika. Sebelumnya, ia dikecam luas karena video viral yang memperlihatkan dirinya mengolok seorang penjual es teh di Magelang. Dalam video tersebut, Gus Miftah melontarkan ucapan yang tidak pantas kepada Sunhaji, seorang pedagang kecil, saat diminta membeli dagangannya.

Aksi tersebut memicu reaksi keras dari warganet dan internal Partai Gerindra, partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, Presiden langsung menegur Gus Miftah melalui Sekretaris Kabinet, Mayor Teddy Indra Wijaya.

Tak hanya kritik verbal, desakan pencopotan Gus Miftah juga datang melalui tujuh petisi daring di Change.org. Salah satu petisi bertajuk “Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden” berhasil mengumpulkan lebih dari 254 ribu tanda tangan hanya dalam waktu tiga hari.

Permintaan Maaf dan Keputusan Mundur
Gus Miftah telah meminta maaf kepada publik, baik melalui video maupun secara langsung kepada Sunhaji. Namun, ia tetap memilih mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral.

“Saya berharap kejadian ini menjadi pelajaran, tidak hanya bagi saya, tetapi juga bagi siapa pun yang mengemban amanah publik. Mari kita saling menjaga kerukunan dan menghormati satu sama lain,” ujar Gus Miftah menutup konferensi pers.

Pengunduran diri Gus Miftah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Langkah ini menunjukkan pentingnya integritas dan tanggung jawab bagi pejabat publik, terutama di era keterbukaan digital yang menuntut kehati-hatian lebih dalam bersikap. (sm)

Menteri UMKM Tegaskan Ojol Tetap Bisa Pakai BBM Subsidi

Pengisian BBM di SPBU. (foto: Tempo.com)
Pengisian BBM di SPBU. (foto: Tempo.com)

PANTAUBALI.COM, JAKARTA – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan, para pengemudi ojek online (ojol) tetap bisa mendapatkan subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Hal itu disampaikannya usai pertemuan dengan pihak asosiasi pengemudi ojol di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, pada Jumat (6/12/2024).

Menurutnya, pengemudi ojol di seluruh Indonesia bisa memakai Pertalite, sebab masuk dalam kategoti UMKM yang tidak terkena dampak realokasi BBM bersubsidi.

“Ojek online masuk dalam kategori usaha mikro. Oleh karena itu, mereka tetap berhak mendapatkan alokasi BBM bersubsidi di dalam aktivitas keseharian mereka,” ucap Maman.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengisyaratkan tidak memasukkan pengemudi ojol dalam daftar penerima subsidi BBM tepat sasaran.

Hal itu lantaran kendaraan yang dipakai ojol masuk jenis kendaraan untuk usaha dan bukan kendaraan umum.

Namun rencana pencabutan BBM subsidi tersebut mendapat protes dari Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia. Rencana itu dinilai tidak adil dan tidak berpihak pada rakyat kecil.

Sebab banyak pengemudi ojol kesulitan mencukupi kebutuhan harian, bahkan untuk membeli BBM bersubsidi. (ana)

Peringatan Gelombang Ekstrem di Selatan Bali, BMKG Minta Masyarakat Waspada

BMKG prediksi glombang tinggi di perairan selatan Bali. (Foto: ANTARA)
BMKG prediksi glombang tinggi di perairan selatan Bali. (Foto: ANTARA)

PANTAUBALI.COM, DENPASAR –  Gelombang laut setinggi hingga 3 meter diprediksi melanda perairan selatan Bali dalam beberapa hari ke depan. Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengimbau masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas di laut, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi ini.

Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Kadek Setiya Wati, menyebutkan bahwa gelombang tinggi ini diperkirakan terjadi pada 5-8 Desember 2024. Fenomena ini disebabkan oleh peningkatan kecepatan angin di sekitar Samudra Hindia yang memicu kenaikan tinggi gelombang.

“Gelombang setinggi 3 meter termasuk kategori ekstrem, sesuai Peraturan Kepala BMKG No: Kep.009 Tahun 2010, di mana gelombang ekstrem memiliki ketinggian signifikan lebih dari 2 meter,” jelas Kadek Setiya Wati, Kamis (5/12).

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi ini berdasarkan data model prediksi, yang menunjukkan potensi gelombang tinggi hingga 12 Desember 2024.

“Data model kami menunjukkan potensi gelombang ekstrem di perairan selatan Bali dapat berlangsung hingga tanggal 12 Desember. Namun, ini masih berupa prakiraan dan bukan data hasil pengamatan langsung,” tambahnya.

BBMKG menegaskan agar nelayan, operator kapal, dan wisatawan berhati-hati terhadap potensi bahaya yang dapat ditimbulkan. Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi terbaru dari BBMKG dan menghindari aktivitas di laut yang berisiko.

“Prioritaskan keselamatan. Hindari kegiatan yang berbahaya di laut hingga situasi kembali kondusif,” tutup Kadek. (*)