- Advertisement -
Beranda blog Halaman 280

Patrick Kluivert Ditunjuk Sebagai Pelatih Timnas Indonesia, Ini Alasan dan Harapannya

Patrick Kluivert resmi jadi pelatih baru timnas indonesia.
Patrick Kluivert resmi jadi pelatih baru timnas indonesia.

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – PSSI resmi menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih baru Timnas Indonesia, menggantikan Shin Tae-yong. Pengumuman ini disampaikan pada Rabu (8/1/2025) melalui situs resmi PSSI. Kluivert akan memimpin skuad Garuda hingga 2027, didampingi dua asisten pelatih asal Belanda, Alex Pastoor dan Denny Landzaat.

Sebagai legenda sepak bola Belanda, Kluivert memiliki rekam jejak mengesankan. Ia pernah bermain untuk klub-klub elite seperti AC Milan, Barcelona, dan Valencia. Setelah pensiun, ia menjajal karier kepelatihan, termasuk sebagai asisten pelatih di AZ Alkmaar, pelatih Jong Twente, hingga menjabat sebagai direktur olahraga di PSG dan kepala pelatihan di FC Barcelona.

Dalam wawancara dengan De Telegraaf, Kluivert menjelaskan bahwa tawaran dari PSSI sangat menarik baginya.

“Indonesia adalah negara dengan hampir 300 juta penduduk yang sangat mencintai sepak bola. Potensi ini membuat saya bersemangat untuk melatih Timnas Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa fondasi yang dibangun Shin Tae-yong telah membuka peluang besar bagi Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

“Shin Tae-yong menciptakan momentum yang luar biasa. Saya ingin melanjutkan dan memperkuat pencapaian ini,” tambahnya.

Selain itu, Kluivert menyebutkan bahwa kehadiran pemain-pemain naturalisasi dari Eropa, khususnya Belanda, menjadi salah satu alasan kuat baginya menerima tawaran ini.

“Banyak pemain naturalisasi yang meningkatkan kualitas tim. Hal ini memberi saya keyakinan bahwa Indonesia memiliki masa depan yang cerah di kancah sepak bola internasional,” ungkapnya.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, juga memaparkan alasan pemilihan pelatih asal Belanda. Menurutnya, kesamaan kultur dan komunikasi menjadi pertimbangan utama, mengingat sejumlah pemain Timnas Indonesia memiliki latar belakang Belanda.

“Kami memilih pelatih yang dapat menjaga harmoni dan memahami dinamika tim dalam waktu singkat,” jelas Erick dalam konferensi pers, Senin (6/1/2025).

Dengan penunjukan Patrick Kluivert, PSSI berharap Timnas Indonesia dapat mengukir prestasi lebih besar, termasuk membuka jalan menuju Piala Dunia. Kluivert sendiri berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi sepak bola Indonesia dan membawa skuad Garuda ke level yang lebih tinggi. (*)

DPUPR Badung Gencarkan Penyemprotan Trotoar Di Kawasan Pantai Kuta

Penyemprotan trotoar di sepanjang jalan Pantai Kuta dan sekitarnya guna merawat dan memperpanjang usia trotoar, Rabu (8/1/2025).
Penyemprotan trotoar di sepanjang jalan Pantai Kuta dan sekitarnya guna merawat dan memperpanjang usia trotoar, Rabu (8/1/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG –Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melaksanakan kegiatan penyemprotan trotoar di sepanjang jalan Pantai Kuta dan sekitarnya guna merawat dan memperpanjang usia trotoar, Rabu (8/1/2025).

Dengan adanya pembersihan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan kepada masyarakat maupun wisatawan terutama pada daerah-daerah pariwisata di Kabupaten Badung.

Sekretaris DPUPR Badung Ir. I Nyoman R Karyasa ST., MT. mengatakan, kegiatan ini rutin dilaksanakan di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Badung dan fokus pada trotoar yang ada di kawasan pariwisata agar tetap bersih dan terjaga dengan baik.

“Penyemprotan dilakukan untuk membersihkan kotoran-kotoran yang ada di trotoar, baik itu pasir, daun, getah pohon, kotoran hewan dan lain sebagainya,” ujar R Karyasa.

Dirinya berharap, dengan adanya kegiatan penyemprotan tersebut dapat memberikan dampak signifikan terhadap kebersihan trotoar khususnya pada kawasan pariwisata di Kabupaten Badung. (jas)

 

 

 

 

 

 

 

 

Prabowo Perintahkan Tanah Sitaan Korupsi Dibangun Perumahan MBR

Ilustrasi perumahan (foto:antara).
Ilustrasi perumahan (foto:antara).

PANTAUBALI.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta pengoptimalan aset negara, seperti tanah sitaan kasus korupsi, untuk pembangunan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Masyarakat yang akan diprioritaskan dalam rencana ini adalah mereka yang berpenghasilan dibawah Rp8 juta.

Rencana ini dibahas dalam rapat terbatas dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

“Akan diproses lebih lanjut bagaimana kita akan membuat skema yang legal, ada kepastian hukumnya, dan juga yang berkeadilan. Terutama buat masyarakat berpenghasilan rendah, MBR, yaitu yang berpenghasilan Rp8 juta ke bawah,” kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dikutip Rabu (8/1/2025).

Skema pembiayaan untuk MBR dengan penghasilan di bawah Rp8 juta itu ditujukan kepada masyarakat yang bekerja di sektor informal, seperti pedagang bakso, hingga penjual sayur yang tidak memiliki gaji tetap, namun memiliki usaha dan penghasilan.

“Rakyat juga bisa memiliki rumah dengan yang memiliki penghasilan dengan cara-cara mensupervisi, mendampingi, melihat kepada tempat jualannya, dan sebagainya,” ucap Maruarar.

Ia menyebut, Presiden Prabowo memberikan arahan jelas tentang optimalisasi lahan hasil sitaan kasus korupsi, hingga lahan dengan Hak Guna Usaha (HGU) yang tidak diperpanjang untuk membangun perumahan MBR.

Menteri PKP selanjutnya akan berkoordinasi dengan Menteri ATR, agar masyarakat dapat memiliki Hak Guna Bangunan (HGB) pada lahan tersebut.

Melalui Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan dan Bank Tanah, lahan-lahan tersebut akan dilegalisasi menjadi aset negara sehingga dapat digunakan untuk program percepatan pembangunan 3 juta rumah MBR. (ana)

Kekurangan Ruang Rawat Inap Jadi Temuan Komisi IV di Puskesmas 1 Kediri

Anggota Komisi IV DPRD Tabanan bersama Dinas Kesehatan melakukan monitoring layanan UGD Rawat Inap 12 Jam di Puskesmas 1 Kediri, pada Rabu (8/1/2025).
Anggota Komisi IV DPRD Tabanan bersama Dinas Kesehatan melakukan monitoring layanan UGD Rawat Inap 12 Jam di Puskesmas 1 Kediri, pada Rabu (8/1/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Setelah melakukan monitoring layanan UGD 12 jam di Puskesmas 1 Marga, Rabu (8/1/2025), Anggota Komisi IV DPRD Tabanan bersama Dinas Kesehatan melanjutkan monitoring di Puskesmas 1 Kediri.

Hasil monitoring ditemukan beberapa persoalan, salah satunya kekurangan ruangan rawat inap. Kendala ini menjadi perhatian serius karena Puskesmas 1 Kediri menjadi salah satu fasilitas kesehatan dengan tingkat kunjungan pasien tinggi, rata-rata mencapai 200 orang per hari.

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana mengatakan, Puskesmas 1 Kediri memiliki pelayanan yang baik dan mendapat kepercayaan dari masyarakat. Namun, dengan kondisi saat ini pihaknya ingin memastikan pelayanan yang ada dapat ditingkatkan.

“Selain kekurangan ruangan rawat inap, terdapat juga kebutuhan untuk meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana, termasuk penambahan tenaga kesehatan,” ujar Wastana.

Sementara itu, Kepala Puskesmas 1 Kediri, dr. Ni Putu Widianti menjelaskan, status puskesmas saat ini adalah rawat jalan. Puskesmas memiliki empat gedung pelayanan yang terpisah, seperti gedung pelayanan gigi, ruang rawat inap, dan poli anak.

Namun, ketika hujan, antrean pasien yang menunggu di halaman puskesmas sering terganggu karena tidak adanya ruang tunggu yang memadai. “Selain itu, lahan parkir yang sempit menjadi tantangan besar karena tingginya kunjungan pasien,” ujarnya.

Untuk SDM, lanjut dr.Widianti, puskesmas memiliki 12 perawat, 5 dokter umum, dan 4 dokter magang. Namun, tidak ada tenaga kerja laki-laki, petugas kebersihan, maupun sopir yang mencukupi untuk menunjang operasional sehari-hari.

Pihak Puskesmas 1 Kediri telah mengajukan usulan pembangunan gedung baru senilai Rp7,5 miliar dengan sistem ‘one-gate service’ melalui dana desa. “Gedung ini kami harapkan dapat menyatukan seluruh layanan dalam satu tempat, sehingga pelayanan menjadi lebih efektif,” tambahnya.

Wastana menegaskan, pihaknya akan melakukan upaya untuk menjawab permasalahan yang terjadi di Puskesmas 1 Kediri, baik dari segi kebutuhan anggaran, SDM hingga sarana prasarana.

“Kami akan mengawal kebutuhan anggaran dan SDM serta sapras di Puskesmas Kediri 1 untuk ke depannya dapat memberikan pelayanan kesehatan dan dapat meningkatkan derajat hidup masyarakat khususnya masyarakat Kediri,” ujar Wastana.

Komisi IV DPRD Tabanan Temukan Sejumlah Kekurangan dalam Layanan UGD 12 Jam di Puskesmas 1 Marga

Anggota Komisi IV DPRD Tabanan bersama Dinas Kesehatan melakukan monitoring layanan UGD Rawat Inap 12 Jam di Puskesmas 1 Marga, pada Rabu (8/1/2025).
Anggota Komisi IV DPRD Tabanan bersama Dinas Kesehatan melakukan monitoring layanan UGD Rawat Inap 12 Jam di Puskesmas 1 Marga, pada Rabu (8/1/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Anggota Komisi IV DPRD Tabanan bersama Dinas Kesehatan melakukan monitoring layanan UGD Rawat Inap 12 Jam di Puskesmas 1 Marga, pada Rabu (8/1/2025).

Monitoring bertujuan untuk memastikan kesiapan fasilitas pelayanan UGD 12 jam yang mulai berjalan sejak 1 Januari 2025 ini di lima Puskesmas, termasuk Puskesmas 1 Marga.

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana mengatakan, monitoring ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil rapat kerja dengan Dinas Kesehatan bersama Puskesmas rawat inap untuk membangun akses pelayanan UGD 12 jam.

“Hari ini kami turun untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” ucap Wastana usai melakukan monitoring.

Dari hasil monitoring di Puskesmas 1 Marga, ditemukan sejumlah kekurangan seperti tenaga medis, sarana dan prasarana hingga gedung yang belum sepenuhnya mendukung layanan UGD. Dari sisi tenaga medis, setidaknya diperlukan minimal empat orang tenaga dokter serta petugas di lapangan.

“Kami juga melihat ruangan rawat yang sempit tidak memenuhi SOP, kurang bed, dan tenaga kesehatan,” tambah Wastana.

Untuk itu, pihaknya berharap adanya kajian dari sisi SDM dan anggaran dalam persiapan sarpras yang akan dipakai dalam fasilitasi UGD 12 jam nantinya. Selain itu, puskesmas hingga pemerintah desa juga diharapkan aktif melakukan sosialisi kepada masyarakat terkait adanya layanan UGD 12 jam ini.

“Agar masyarakat bisa membedakan mana yang termasuk gawat darurat supaya pasien bisa dibawa langsung dibawa ke UGD rumah sakit agar bisa mengklaim BPJS,” ucapnya.

Hasil monitoring ini juga akan menjadi bahan evaluasi. Komisi IV bersama Dinas Kesehatan akan melakukan audiensi dengan Bupati Tabanan untuk membahas alokasi anggaran dalam KUA-PPAS sehingga segala kekurangan puskesmas dapat terpenuhi.

“Kami akan berjuang membangun pelayan kesehatan di masing-masing puskesmas di seluruh Kabupaten Tabanan,” tagas Wastana. (ana)

Ini Bocoran 3 Kandidat Pengganti Shin Tae-yong

Louis van Gaal (kiri), Patrick Kluivert (tengah), Giovanni van Bronckhorst (kanan)
Louis van Gaal (kiri), Patrick Kluivert (tengah), Giovanni van Bronckhorst (kanan)

PANTAUBALI.COM, JAKARTA – Setelah PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) resmi memecat Shin Tae-yong dari posisi pelatih Timnas Indonesia, sejumlah nama kandidat pengganti mulai bermunculan.

Keputusan ini diumumkan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam konferensi pers di Menara Danareksa, Jakarta, pada Senin (6/1/2025) lalu.

Erick Thohir menyatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap performa Timnas di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong.

Ia juga memastikan PSSI telah mengantongi nama pelatih baru yang akan diumumkan pada 12 Januari mendatang. Beberapa nama yang disebut sebagai kandidat antara lain.

1. Louis van Gaal

Nama Louis van Gaal mencuat sebagai kandidat kuat pengganti Shin Tae-yong. Mantan pelatih Manchester United ini saat ini menjabat sebagai konsultan di Ajax Amsterdam. Van Gaal memiliki rekam jejak gemilang, termasuk melatih klub besar seperti Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester United.

Di level tim nasional, ia pernah melatih Timnas Belanda dalam beberapa periode, yaitu 2000-2001, 2012-2014, dan 2021-2022. Prestasi besarnya adalah membawa Belanda meraih peringkat ketiga di Piala Dunia 2014 dan mencapai perempat final Piala Dunia 2022.

2. Patrick Kluivert

Patrick Kluivert, yang sebelumnya dikenal sebagai pemain bintang, juga menjadi salah satu nama yang dipertimbangkan. Saat ini, ia berstatus tanpa klub setelah terakhir kali melatih Adana Demirspor di Turki pada 2023.

Kluivert juga memiliki pengalaman melatih Curacao (2015-2016 dan 2021) serta menjadi asisten Louis van Gaal di Timnas Belanda pada 2012-2014. Ia juga pernah menjabat sebagai manajer akademi Barcelona dan melatih Ajax U-19.

3. Giovanni van Bronckhorst

Nama lain yang disebut adalah Giovanni van Bronckhorst, mantan pelatih Feyenoord yang membawa klub tersebut meraih gelar Eredivisie dan Piala KNVB. Terakhir, ia melatih Besiktas hingga November 2024, di mana ia mempersembahkan trofi Turkish Super Cup. Selain itu, ia juga pernah melatih Rangers di Liga Skotlandia dan GZ R&F di Liga China.

Ketiga nama tersebut menjadi sorotan publik karena rekam jejak mereka di level klub maupun tim nasional. Kini, publik menantikan pengumuman resmi dari PSSI terkait siapa yang akan menjadi pelatih baru Timnas Indonesia. (ana)

MK Tolak Uji Materi Tarif Pajak Hiburan, Apa Dampaknya?

Ilustrasi hiburan. (Istimewa)
Ilustrasi hiburan. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak permohonan uji materi atas tarif Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang dikenakan pada jasa hiburan seperti diskotek, karaoke, kelab malam, dan bar. Dengan putusan ini, tarif pajak tinggi sebesar 40% hingga 75% tetap diberlakukan pada tahun 2025.

Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Hariyadi Sukamdani, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak kebijakan tersebut. Ia menilai, tarif pajak minimum 40% sangat memberatkan pelaku usaha hiburan yang sudah berjuang keras untuk pulih pascapandemi.

“Kondisinya sulit. Ada dua kemungkinan: pelaku usaha gulung tikar karena tak mampu membayar pajak setinggi itu, atau muncul kolusi antara pelaku usaha dengan aparat hukum untuk menghindari pajak,” ujar Hariyadi pada Minggu (5/1), seperti dikutip dari Kontan.

Hariyadi juga menambahkan bahwa kenaikan pajak ini tidak memungkinkan sektor hiburan untuk berkembang. “Pelaku usaha tidak dapat sepenuhnya membebankan biaya tambahan kepada konsumen, sehingga margin keuntungan terus menipis,” jelasnya.

Situasi ini, lanjut Hariyadi, dapat mengancam kelangsungan industri hiburan yang selama ini menjadi daya tarik pariwisata di Indonesia.

“Jika tarif ini tidak segera dievaluasi, pelaku usaha akan dihadapkan pada dilema besar: bertahan dengan margin kecil atau kehilangan pelanggan karena harga layanan yang melambung.”

Seiring dengan diberlakukannya tarif pajak ini, pemerintah diharapkan dapat menawarkan solusi yang tidak hanya menguntungkan pendapatan negara, tetapi juga menjaga keberlanjutan sektor hiburan. (*)

 

Polresta Denpasar Kembali Razia Belasan Motor Tanpa Plat Nomor di Simpang Gatsu

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Polresta Denpasar kembali menggelar razia di simpang Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pidada, Denpasar pada Rabu (8/1). Operasi ini dipimpin langsung oleh Kanit Patroli Iptu Warda bersama Kasubnit 2 Patroli Lantas Ipda I Made Suarsana, dengan melibatkan sembilan personel kepolisian.

Dalam razia tersebut, polisi menerapkan sistem hunting untuk mendeteksi pelanggaran seperti kendaraan tanpa pelat nomor, penggunaan knalpot brong, dan pengendara yang tidak memakai helm.

Hasilnya, 20 surat tilang diterbitkan dengan rincian 15 untuk kendaraan tanpa pelat nomor, satu untuk knalpot brong, dan dua untuk pengendara tanpa helm.

Selain itu, barang bukti yang diamankan mencakup lima Surat Izin Mengemudi (SIM), 13 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta dua unit kendaraan bermotor yang tidak memenuhi syarat operasional.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menyatakan bahwa razia ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

“Kegiatan ini tidak hanya untuk menindak pelanggar, tetapi juga untuk mencegah potensi kecelakaan yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya,” ungkapnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa razia seperti ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari program keselamatan lalu lintas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan demi keamanan dan kenyamanan bersama,” tambahnya.

Melalui langkah tegas ini, Polresta Denpasar berharap masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas, sehingga dapat mewujudkan situasi lalu lintas yang lebih tertib dan aman di wilayah Denpasar. (*)

PMI Asal Buleleng Meninggal Dunia di Malaysia, Diduga Dibunuh

Foto Ni Ketut Nurhayati. (Istimewa)
Foto Ni Ketut Nurhayati. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Kabar mengejutkan datang dari Malaysia, di mana seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, Ni Ketut Nurhayati, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa korban diduga mengalami kekerasan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Kematian tragis ini menjadi viral di media sosial, setelah seorang kerabat korban, Srimulyani Devi, memposting permohonan bantuan untuk biaya pemulangan jenazah melalui akun Facebook pribadinya.

Dalam unggahan tersebut, Srimulyani menulis bahwa korban diduga dibunuh di Malaysia dan meminta bantuan untuk proses pemulangan jenazah ke Bali. Gambar wajah korban turut dipasang dalam postingan tersebut.

Saat ini, proses pemulangan jenazah Ketut Nurhayati terhambat karena keterbatasan dana. Meskipun relawan PMI di Malaysia telah berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp8 juta, masih ada kekurangan sekitar Rp10 juta untuk mencapai total biaya pemulangan yang diperkirakan sebesar Rp18 juta.

Kejadian ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk masyarakat di Bali, yang turut berempati dan berharap agar jenazah dapat segera dipulangkan. (*)

Baru Resign? Ikuti Tips ini Agar Cepat Mendapatkan Pekerjaan Baru

Ilustrasi melamar pekerjaan.
Ilustrasi melamar pekerjaan.

PANTAUBALI.COM – Mendapatkan pekerjaan bisa menjadi tantangan, tetapi dengan strategi yang tepat, Anda bisa mempercepat prosesnya. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda mendapatkan pekerjaan dengan lebih cepat:

1. Tingkatkan CV dan Profil Online Anda
-CV yang Menarik: Pastikan CV Anda ringkas, jelas, dan sesuai dengan pekerjaan yang dilamar. Fokus pada pengalaman, keterampilan, dan pencapaian yang relevan.
-Profil LinkedIn: Perbarui profil LinkedIn Anda, tambahkan portofolio atau proyek, dan minta rekomendasi dari kolega atau atasan sebelumnya.

2. Fokus pada Lowongan yang Sesuai
Cari pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan dan pengalaman Anda. Gunakan kata kunci yang spesifik di situs pencarian kerja untuk menemukan lowongan yang relevan.
Jangan mengirim lamaran secara sembarangan, tetapi pastikan setiap lamaran disesuaikan dengan posisi yang Anda lamar.

3. Manfaatkan Jaringan
Beritahu teman, keluarga, atau rekan kerja lama bahwa Anda sedang mencari pekerjaan. Hadiri acara networking atau seminar terkait industri Anda. Bergabunglah dengan komunitas atau grup online yang sesuai dengan bidang pekerjaan Anda.

4. Latih Kemampuan Wawancara
Bersiaplah menghadapi berbagai jenis wawancara, baik secara langsung maupun online. Pelajari pertanyaan umum yang sering muncul dan latih jawaban Anda. Tunjukkan kepercayaan diri dan antusiasme terhadap posisi yang dilamar.

5. Manfaatkan Platform Pencari Kerja
Gunakan situs pencarian kerja seperti LinkedIn, JobStreet, atau Glints untuk mencari lowongan terbaru. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan yang sesuai dengan keinginan Anda. Beberapa perusahaan juga membuka lowongan melalui media sosial, jadi pantau akun resmi mereka.

6. Kembangkan Keterampilan Baru
Jika Anda merasa kurang memenuhi syarat untuk pekerjaan tertentu, pelajari keterampilan baru yang diminati pasar, seperti kemampuan digital, bahasa asing, atau manajemen proyek. Ikuti kursus online di platform seperti Coursera, Udemy, atau Skill Academy.

7. Lamar ke Perusahaan yang Sedang Membutuhkan Banyak Tenaga Kerja
Cari tahu tentang perusahaan yang sedang membuka banyak lowongan, seperti startup yang sedang berkembang atau perusahaan besar yang sedang ekspansi. Perusahaan semacam ini biasanya memiliki proses rekrutmen yang lebih cepat.

8. Tetap Konsisten dan Positif
Proses mencari pekerjaan membutuhkan waktu, jadi jangan mudah menyerah.
Tetap produktif selama masa pencarian dengan terus meningkatkan keterampilan dan memperluas jaringan.

Dengan menerapkan tips-tips di atas, peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan akan meningkat. Semoga Anda segera menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan Anda. (*)