- Advertisement -
Beranda blog Halaman 280

Jogging Track Kawasan Bajra Sandhi Ditata, Pj Gubernur Bali Letakkan Batu Pertama

Peletakan batu pertama pekerjaan penataan jogging track di Kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB) atau yang dikenal dengan Bajra Sandhi, tepatnya di pintu timur Lapangan MPRB, Kamis (30/1/2025).
Peletakan batu pertama pekerjaan penataan jogging track di Kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB) atau yang dikenal dengan Bajra Sandhi, tepatnya di pintu timur Lapangan MPRB, Kamis (30/1/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pejabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya meletakkan batu pertama pekerjaan penataan jogging track di Kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB) atau yang dikenal dengan Bajra Sandhi, tepatnya di pintu timur Lapangan MPRB, Kamis (30/1/2025).

Mahendra Jaya menyampaikan apresiasi atas sinergi serta dukungan semua pihak, sehingga penataan kawasan MPRB dapat dimulai dengan langkah awal berupa penataan jogging track.

Lapangan seluas hampir 14 hektare yang terletak di tengah Kota Denpasar ini memiliki peran sangat signifikan bagi masyarakat. Lapangan tersebut dimanfaatkan masyarakat baik untuk berolahraga maupun berekreasi bersama keluarga. Oleh karena itu, penataan kawasan MPRB ini sangat penting agar kawasan semakin tertata dan nyaman untuk dikunjungi.

“Dengan penataan ini, kami berharap kawasan ini menjadi inklusif; masyarakat akan semakin sehat dan produktif,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Forum FTJSL menyampaikan, pekerjaan penataan jogging track merupakan tahap awal dari penataan dan pengembangan kawasan MPRB. Pengerjaan jogging track ini akan menggunakan anggaran sebesar Rp7 miliar lebih dan akan dilaksanakan oleh PT Dewata Karya Anugrah.

“Ini merupakan bukti nyata dari kuatnya solidaritas, sehingga kita mampu berkolaborasi untuk bersama membangun Bali yang berkelanjutan dan berkepribadian,” tuturnya.

Peletakan batu pertama penataan kawasan MPRB turut dihadiri oleh Direktur Utama Jamkrida Bali, I Ketut Widiana Karya; jajaran FTJSL Provinsi Bali; serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bali. (ana)

Pengamen Anak Punk dan Badut Jalanan Marak di Tabanan, Satpol PP Lakukan Penertiban

Satpol PP Tabanan lakukan pembinaan dan penertiban terhadap anak punk.
Satpol PP Tabanan lakukan pembinaan dan penertiban terhadap anak punk.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dalam beberapa bulan terakhir, di wilayah Kabupaten Tabanan semakin banyak ditemui anak-anak punk yang mengamen di jalanan serta badut jalanan.

Para pengamen punk dengan pakaian lusuh kerap ditemui di titik-titik lampu merah sepanjng jalan Bypass Soekarno. Kondisi ini tentunya menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

Terkait hal tersebut, Kepala Satpol PP Tabanan I Nyoman Sukadana mengatakan, pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pembinaan sekaligus penertiban.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial untuk selanjutnya dilakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi guna memulangkan mereka ke daerah asal.

“Kami sudah melakukan pembinaan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk kepolisian dan juga pemerintah propinsi melalui dinas sosial,” ujarnya, Kamis (30/1/2025)

Ia menjelaskan, keberadaan pengamen anak punk dan badut jalanan tidak lepas dari posisi wilayah Tabanan sebagai jalur transnasional, terutama jalur Denpasar-Gilimanuk.

“Tabanan merupakan jalur yang menghubungkan Bali dan Jawa. Tentunya sangat mudah bagi mereka untuk turun dan mengamen di sini,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Sukadana, salah satu kunci utama dalam mengatasi permasalahan ini adalah pengawasan di titik-titik penyebrangan, yang menjadi jalur masuk bagi para pengamen jalanan.

Disamping itu, pihaknya juga telah berkolaborasi dengan masyarakat dan perangkat desa, termasuk Perbekel Dauh Peken dan adat setempat yang aktif membantu di lapangan.

“Kami akan terus melakukan patroli dan pembinaan untuk menjaga ketertiban di Tabanan serta merespons keresahan masyarakat,” pungkasnya.  (ana)

PT BTID Mulai Kuasai Perairan Serangan, Akses Nelayan Terhimpit Karena Pembatas Pelampung

Nama Pantai Serangan Berubah Menjadi Pantai Kura-Kura Bali.
Nama Pantai Serangan Berubah Menjadi Pantai Kura-Kura Bali.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Masyarakat Pulau Serangan, Denpasar, mencurahkan  kekhawatirannya dengan kondisi wilayah daratan dan perairan yang semakin dikuasai oleh PT BTID. Kekhawatiran ini muncul setelah wilayah laut yang semula dikenal oleh masyarakat setempat, kini mulai berganti nama menjadi Pantai Kura-Kura Bali dan dipasang pembatas, yang membuat para nelayan kesulitan untuk melaut dan mencari nafkah.

Keluh kesah mereka pun  disampaikan dalam sebuah pertemuan pada Kamis (30/1/2025), yang dihadiri oleh anggota DPR RI Nyoman Parta, Nyoman Adi Wiriatama, anggota DPD Ni Luh Jelantik, serta anggota DPRD Kota Denpasar, Melati.

Seorang warga mengungkapkan, “Kami mendapat informasi dari Dinas Kelautan Provinsi bahwa PT BTID berniat untuk mensertifikasi dan mengelola kawasan laut. Beberapa waktu lalu, kami mendengar bahwa sertifikat itu sudah dikeluarkan, dan ini semakin menambah kekhawatiran kami.”

Warga tersebut menambahkan, meski PT BTID sebelumnya tidak melarang masyarakat beraktivitas di laut, sertifikat yang diterbitkan bisa memberi mereka hak legal untuk menguasai dan mengatur wilayah tersebut.

“Jika mereka sudah memiliki sertifikat, kami sebagai masyarakat bisa berbuat apa?” keluhnya.

Warga berharap pertemuan tersebut dapat membantu menyelesaikan masalah ini dan memberikan solusi yang adil bagi masyarakat setempat.

“Kami sangat berharap agar para pihak yang hadir di sini dapat membantu menyelesaikan masalah ini dan memberikan akses yang layak bagi kami,” ujar warga lainnya.

Selain itu, mereka menegaskan agar hak-hak mereka atas wilayah perairan Pulau Serangan tidak disamakan dengan hak PT BTID.

“Kami lahir di sini dan hidup di sini. Hak kami atas wilayah ini tidak boleh disamakan dengan hak PT BTID. Kami harus tetap menikmati hak yang sudah menjadi bagian dari kami,” tambahnya. (*)

Jangan Salah Langkah! Ini Tips Mengungkapkan Perasaan ke Orang yang Kita Suka

Ilustrasi confess. (Istimewa)
Ilustrasi confess. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM – Mengungkapkan perasaan kepada seseorang yang kita sukai bisa menjadi momen yang mendebarkan. Rasa takut ditolak atau canggung sering kali membuat kita ragu untuk berbicara jujur.

Namun, dengan persiapan yang tepat, momen ini bisa menjadi langkah penting dalam hubungan yang lebih baik. Berikut beberapa tips yang bisa membantu Anda:

1. Kenali Perasaan Anda dengan Baik
Sebelum mengungkapkan perasaan, pastikan Anda memahami apa yang sebenarnya Anda rasakan. Apakah ini sekadar ketertarikan sementara atau benar-benar perasaan yang mendalam? Mengenali perasaan sendiri akan membantu Anda berbicara dengan lebih jujur dan percaya diri.

2. Pilih Waktu dan Tempat yang Tepat
Waktu dan tempat yang nyaman sangat memengaruhi bagaimana perasaan Anda diterima. Pilihlah momen yang tenang dan tempat yang tidak terlalu ramai agar suasana lebih kondusif untuk berbicara dari hati ke hati.

3. Bangun Kedekatan Terlebih Dahulu
Jika Anda belum terlalu dekat dengan orang yang Anda sukai, bangunlah hubungan yang lebih baik terlebih dahulu. Luangkan waktu untuk mengenalnya lebih dalam agar komunikasi berjalan lebih lancar dan nyaman.

4. Latih Apa yang Ingin Dikatakan
Latihan dapat membantu mengurangi rasa gugup. Cobalah menyusun kata-kata yang ingin Anda sampaikan. Namun, pastikan tetap terdengar alami dan tulus saat mengungkapkan perasaan.

5. Tunjukkan Kejujuran dan Ketulusan
Kejujuran adalah kunci utama dalam menyatakan perasaan. Jangan berlebihan atau dibuat-buat, cukup ungkapkan apa yang ada di hati Anda dengan tulus. Misalnya, “Aku merasa nyaman saat bersamamu dan aku ingin kita bisa lebih dekat.”

6. Siapkan Diri untuk Segala Kemungkinan
Setiap orang memiliki perasaan dan pendapatnya sendiri. Bisa saja orang yang Anda sukai memiliki perasaan yang sama, atau sebaliknya. Oleh karena itu, siapkan mental untuk menerima jawaban apa pun dengan sikap yang dewasa.

7. Gunakan Bahasa Tubuh yang Positif
Selain kata-kata, bahasa tubuh juga penting. Tatap matanya dengan lembut, tunjukkan senyuman, dan hindari gestur yang menunjukkan kegugupan berlebihan. Ini akan membantu membangun suasana yang lebih nyaman.

8. Berikan Ruang untuk Menjawab
Setelah mengungkapkan perasaan, beri mereka waktu untuk merespons. Jangan terburu-buru mengharapkan jawaban. Biarkan mereka memproses perasaan mereka sendiri sebelum memberikan tanggapan.

9. Tetap Tenang dan Terbuka dengan Hasilnya
Apapun jawaban yang diberikan, tetaplah tenang dan hargai keputusan mereka. Jika mereka membalas perasaan Anda, itu luar biasa! Namun, jika tidak, jangan berkecil hati. Setidaknya Anda telah berani jujur pada diri sendiri dan menghindari penyesalan di masa depan.

10. Tetap Jaga Hubungan dengan Baik
Jika hasilnya tidak sesuai harapan, cobalah untuk tetap menjaga hubungan baik. Jangan langsung menjauh atau menghindari mereka. Bersikaplah profesional dalam menjalin pertemanan atau hubungan lainnya.

Mengungkapkan perasaan memang bukan hal yang mudah, tetapi dengan persiapan yang baik dan sikap yang tulus, Anda bisa melakukannya dengan lebih percaya diri. Yang terpenting, jangan takut untuk jujur pada diri sendiri dan orang lain. Semoga berhasil! (*)

Bupati Giri Prasta Dukung Kreatifitas Ogoh-Ogoh Pemuda Banjar Tainsiat 

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menerima jalinan silaturahmi pemuda Banjar Tainsiat, Denpasar di Rumah Jabatan Bupati, Puspem Badung, Rabu (29/1).
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menerima jalinan silaturahmi pemuda Banjar Tainsiat, Denpasar di Rumah Jabatan Bupati, Puspem Badung, Rabu (29/1).

PANTAUBALI.COM, BADUNG –  Pemuda Banjar Tainsiat, Denpasar silaturahmi ke Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta di Rumah Jabatan Bupati, pada Rabu (29/1/2025).

Pertemuan ini merupakan diskusi mengenai pelestarian adat, tradisi, seni, dan budaya Bali, yang menjadi bagian langkah konkret dalam kehidupan masyarakat Bali berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta menegaskan dukungannya terhadap kreativitas anak muda dalam pembuatan ogoh-ogoh.

Ia berpesan penggunaan teknologi modern dalam pembuatan ogoh-ogoh diperbolehkan, asalkan tetap mempertahankan pakem dan filosofi yang mendasarinya. Hal ini bertujuan agar warisan budaya Bali tetap terjaga meski berkembang seiring zaman.

Selain itu, Bupati juga menanggapi kebijakan Pemerintah Kota Denpasar yang melarang penggunaan sound system dalam perayaan ogoh-ogoh. “Meski Kabupaten Badung belum memiliki peraturan daerah serupa, saya setuju bahwa langkah tersebut bertujuan untuk menjaga ketertiban dan esensi budaya ogoh-ogoh itu sendiri,” ucap Giri Prasta.

Dalam kesempatan tersebut, hadir juga seniman dan kreator Nyoman Gede Sentana Putra, yang akrab disapa Kedux. Bersama pemuda Banjar Tainsiat, Kedux menyampaikan terima kasih dan harapan agar Bupati dapat memberikan dukungan serta bantuan dalam berbagai program seni dan budaya yang mereka rancang.

Pertemuan ini mencerminkan komitmen kuat Bupati Badung dalam mendukung generasi muda Bali untuk terus melestarikan adat dan budaya leluhur. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan kebudayaan Bali tetap lestari dan berkembang di tengah modernisasi. (rls) 

Bupati Tamba Sampaikan Maaf Kepada Masyarakat di Hari Suci Siwaratri

Bupati Jembrana I Nengah Tamba berserta jajaran Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk melakukan persembahyangan di Pura Jagat Nata, pada Senin (27/1/2025) malam. 
Bupati Jembrana I Nengah Tamba berserta jajaran Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk melakukan persembahyangan di Pura Jagat Nata, pada Senin (27/1/2025) malam. 

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Memaknai Hari Siwaratri sebagai hari yang baik dalam kegiatan penyucian dan perenungan diri serta melakukan pemujaan kepada Sang Hyang Siwa, Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengajak serta jajaran Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk melakukan persembahyangan di Pura Jagat Nata, pada Senin (27/1/2025) malam.

Dalam momen tersebut, Bupati Tamba menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Jembrana atas kepemimpinannya selama tiga tahun terakhir.

“Di hari yang penuh berkah ini, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Jembrana, atas segala kekurangan dan hal-hal yang mungkin belum bisa saya wujudkan selama memimpin bersama Sekda Jembrana,” ujarnya.

Selain itu, Tamba juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan persembahyangan Hari Suci Siwaratri dan antusiasme para pemedek, terutama generasi muda (yowana), yang hadir dalam persembahyangan hari suci Siwaratri di Pura Jagat Natha.

Ia menyampaikan rasa bahagia atas keikutsertaan anak-anak muda Jembrana dalam acara tersebut menandakan peningkatan pemahaman mereka tentang agama, perilaku, serta makna mendalam dari perayaan Siwaratri itu sendiri.

“Dengan hadirnya generasi muda di acara ini, saya merasa bahagia. Ini menunjukkan bahwa anak-anak muda Jembrana mulai memahami lebih dalam tentang ajaran agama, termasuk apa itu Siwaratri dan maknanya,” ujar Bupati Tamba.

Bupati Tamba juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kebersamaan dan semangat persaudaraan. “Kita tetap saudara, kita tetap sedharma. Mari kita saling sapa dan menjadi satu kesatuan dalam membangun Jembrana yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Jembrana, I Wayan Windra, dalam kesempatan yang sama menjelaskan makna mendalam dari Hari Siwaratri.

Ia mengungkapkan, Hari Siwaratri adalah waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, memohon pengampunan atas dosa-dosa, serta merenungkan kesalahan agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.

“Hari Siwaratri, yang jatuh pada malam hari, sebagai momen suci dalam agama Hindu untuk memperdalam hubungan dengan Tuhan dan memperbaiki diri,” jelasnya.

Persembahyangan yang dipimpin oleh Ida Sri Begawan Jaya Waringin, Griya Taman Ayu Waringin, Mendoyo Dangin Tukad ini juga dihadiri oleh Sekda Jembrana, Para Asisten Sekda Ketua PHDI Kabupaten Jembrana, beserta seluruh kepala OPD Pemkab Jembrana. (rls) 

Tak Terima Urusan Dengan Mantan Istri Dicampuri, Pedagang Ikan di Kedonganan Tusuk Dada Korban Hingga Bersimbah Darah

Rohman (30) ditahan di Mapolsek Kuta. (Istimewa)
Rohman (30) ditahan di Mapolsek Kuta. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Seorang pedagang di Pasar Ikan Kedonganan, Badung, bernama Rohman (30) menusuk dada wanita bernama Fatima (42) pada Selasa, 28 Januari 2025, sekitar pukul 06.00 WITA. Peristiwa itu terjadi lantaran pelaku tak terima permasalahan dengan mantan istrinya, Iswetun diikut campuri oleh korban.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, mengungkapkan bahwa Fatima adalah teman dari Iswetun. Kejadian bermula ketika Iswetun dan Fatima mendatangi tempat jualan Rohman. Iswetun meminta Rohman untuk berhenti menerornya dan berharap bisa rujuk. Fatima yang mendengar percakapan tersebut langsung memberitahu Rohman agar tidak lagi mengganggu Iswetun.

“Dari sana pelaku langsung kesal dan mengeluarkan pisau dari pinggangnya,” terang Sukadi.

Rohman lantas menusuk Fatima sebanyak dua kali di bagian dada. Akibatnya, Fatima jatuh bersimbah darah dengan luka tusuk di dada kanan dan kiri. Korban segera dilarikan ke RS Kasih Ibu Kedonganan untuk mendapatkan perawatan medis.

Polsek Kuta yang menerima laporan langsung menyelidiki dan mengamankan Rohman tak lama setelah kejadian.

“Barang bukti berupa pisau yang digunakan pelaku juga disita,” tambahnya.

Dalam pemeriksaan, Rohman mengaku tersulut emosinya ketika mendengar Fatima meminta agar tidak mengganggu Iswetun lagi.

Akibat perbuatannya, Rohman dijerat pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan menyebabkan luka berat, terancam pidana penjara paling lama lima tahun.

Menteri PKP Bersama PJ Gubernur BaliTinjau FLPP dan Rumah BSPS di Buleleng

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait didampingi Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya meninjau sejumlah program perumahan di Kabupaten Buleleng, Selasa (28/1/2025).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait didampingi Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya meninjau sejumlah program perumahan di Kabupaten Buleleng, Selasa (28/1/2025).

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait didampingi Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya meninjau sejumlah program perumahan di Kabupaten Buleleng, Selasa (28/1/2025). Kunjungan kerja ini mencakup Perumahan Taman Wira Lovina di Kecamatan Sukasada serta Desa Banjar Asem di Kecamatan Seririt.

Kunjungan diawali dengan tinjauan ke program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau program perumahan bersubsidi di Perumahan Taman Wira Lovina, Desa Kayuputih Melaka. Di lokasi tersebut terdapat lebih dari 1.100 unit rumah subsidi yang dibiayai oleh sejumlah perbankan BUMN.

Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas rumah yang dibangun. “Saya harus cek lapangan. Kita sedang buat formulasi baru tahun ini, tujuannya satu bagaimana dengan anggaran sama penerima rumah subsidi jumlahnya meningkat dan tidak melanggar aturan,” ujarnya.

Maruarar juga menyoroti pentingnya memastikan fasilitas rumah sesuai kebutuhan masyarakat. “Saya tanya sejumlah masyarakat, MCK sudah oke, saluran airnya oke. Ada yang sudah baik tapi ada juga yang perlu diperbaiki,” tandasnya.

Di Banjar Asem, Menteri PKP kembali menegaskan pentingnya program perumahan yang tepat sasaran dan bebas dari pungutan liar. Dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), pemerintah mengalokasikan dana Rp20 juta per rumah untuk bahan bangunan dan upah tukang.

“Dengan anggaran terbatas harus ada prioritas. Juga mendapatkan developer yang tepat. Tepat sasaran yang membutuhkan,” jelasnya.

Maruarar juga mengingatkan agar lahan pertanian produktif tidak digunakan untuk perumahan. “Patut diingat Presiden punya program swasembada pangan, jadi dilarang keras lahan pertanian digunakan. Saya mohon Gubernur dan Bupati jangan lahan produktif digunakan untuk perumahan. Jangan menyelesaikan masalah dengan masalah,” tegasnya.

Khusus untuk Bali, Maruarar menekankan perlunya hunian yang sesuai dengan kultur budaya setempat. “Usulan tentang rumah untuk seniman juga sudah kita pikirkan dan akan kita bahas serius,” katanya.

Dalam kurun waktu 20 Oktober 2024 hingga 20 Januari 2025, total rumah KPR subsidi melalui perbankan mencapai 36.057 unit di seluruh Indonesia dengan nilai Rp4,54 triliun. Ditambah suplai stok tambahan sebanyak 43 ribu unit dan dalam proses pembangunan sebanyak 10.440 unit.

“Kita buat sistem kementerian kami agar lebih cepat dan efisien bagi masalah agar Presiden juga bisa cek progresnya. Kebijakan presiden yang pro rakyat kita dorong terus, contoh baru sekarang proses pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) gratis dan kini hanya membutuhkan waktu 14 menit, 18 detik di Gianyar. Namun ini tentu untuk masyarakat penghasilan rendah,” imbuhnya.

Pj. Gubernur Mahendra Jaya berharap program perumahan tersebut dapat menjangkau masyarakat miskin ekstrem di Bali yang tidak memiliki rumah maupun masih tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). “Kami punya data yang akurat dan dapat membantu pihak kementerian terkait,” ujarnya.

Selain meninjau perumahan rakyat, Menteri PKP dan rombongan juga meninjau Bandara Letkol Wisnu di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak. (ana)

Bawaslu Tabanan Apresiasi Jajaran Ad-Hoc dalam Mengawal Demokrasi 

Bawaslu Kabupaten Tabanan berikan apresiasi kepada jajaran di tingkat ad hoc atas pengawasan yang dilakukan dalam menyukseskan pemilihan serentak 2024.
Bawaslu Kabupaten Tabanan berikan apresiasi kepada jajaran di tingkat ad hoc atas pengawasan yang dilakukan dalam menyukseskan pemilihan serentak 2024.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tabanan menyampaikan apresiasi kepada jajaran di tingkat ad hoc atas pengawasan yang dilakukan dalam menyukseskan pemilihan serentak 2024.

Ketua Bawaslu Tabanan I Ketut Narta mengatakan, apresiasi yang setinggi-tingginya diberikan kepada seluruh jajaran baik pengawas ditingkat Kecamatan, Desa dan pengawas TPS se Kabupaten Tabanan yang telah bertugas mengawasi pemilihan serentak 2024 untuk mengawal demokrasi di Kabupaten Tabanan,

“Terimakasih atas kerja kerasnya, ini bagian dari tanggung jawab kita bersama,“ tegas Narta, Rabu (29/1/2025).

Ia menjelaskan, Bawaslu Bali melakukan evaluasi kelembagaan, apresiasi ad hoc pengawas Kecamatan (Panwascam) se-Bali dan persembahyangan bersama di Pura Kayangan Jagat Besakih, pada Senin (27/1/2025) lalu.

Evaluasi dan apresiasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab Bawaslu kepada Negara dan masyarakat serta ucapan terimakasih atas capaian pengawasan pada pemilihan serentak 2024.

Narta menegaskan, secara umum pengawasan Pilkada yang dilakukan Bawaslu Tabanan dan jajaran sudah berjalan dengan baik. Dia menjelaskan keberhasilan suatu Pemilihan Serentak 2024 tidak terlepas dari peran penting dan tanggung jawaba Panwascam, PKD dan PTPS sebagai garda terdepan dalam mengawal proses demokrasi.

“Keberhasilan Penyelenggara Pemilu ini tidak terlepas dan didukung sinergi antar lembaga. Hubungan antar lembaga sangat baik, termasuk dengan Sentra Gakumdu, Forkopinda, Kapolres Tabanan, Dandim 1619 Tabanan, yang memberikan kontribusi besar dalam pengamanan dan kelancaran pemilihan serentak 2024,” ucapnya.

Pemerintah Daerah Tabanan dalam dukungan Anggaran pemilihan, teman-teman media dalam pemberitaan dan sosialisasi. “Demikian juga masyarakat Tabanan yang telah bersama-sama mensukseskan Pilkada yang aman, damai dan demokratis,“ pungkas Narta. (ana) 

Sejumlah Kamar Kos di Banjar Binoh Kaja Rusak Berat Usai Tertimpa Longsor

Tanah longsor di sebuah kos-kosan Banjar Binoh Kaja, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara.
Tanah longsor di sebuah kos-kosan Banjar Binoh Kaja, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Peristiwa tanah longsor mengguncang kawasan Banjar Binoh Kaja, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, pada Selasa, 28 Januari 2025, sekitar pukul 16.00 WITA. Kejadian ini terjadi di Jalan Warmadewa Gg II A, yang merusak empat kamar di rumah kos milik Ni Made Ari Adnyaningaih (56), beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Tanah longsor yang dipicu hujan deras tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada kamar kos nomor 7, 8, 9, dan 10. Meskipun kamar 7 dan 9 sedang kosong karena penghuninya sedang tidak ada di lokasi, kerusakan pada kamar lainnya cukup signifikan. Akibatnya, hampir seluruh penghuni kos yang berjumlah puluhan orang langsung dievakuasi untuk menghindari potensi bahaya lebih lanjut.

Salah satu penghuni kos menceritakan bahwa kejadian bermula saat dirinya sedang duduk di emperan kamar bersama beberapa tetangga sekitar pukul 16.00 WITA. Tiba-tiba, penghuni kamar nomor 8 melaporkan adanya retakan pada dinding kamar mandi. Saat saksi hendak memeriksa, terdengar suara gemuruh dan tanah longsor pun terjadi, merusak kamar kos yang ada di area tersebut.

Kapolsek Denpasar Utara, Iptu I Wayan Juwahyudi menyatakan bahwa tim Polsek bersama petugas lainnya segera melakukan evakuasi dan pengamanan area sekitar.

“Kami telah memastikan bahwa tidak ada lagi ancaman di sekitar lokasi dan situasi sudah terkendali,” ujar Iptu Juwahyudi.

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material akibat kerusakan pada empat kamar kos cukup besar. Pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi penyebab pasti dari bencana ini dan memberikan bantuan kepada penghuni yang terdampak.

Pihak kepolisian dan instansi terkait menghimbau kepada warga sekitar untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam lainnya, mengingat curah hujan yang tinggi masih berpotensi menyebabkan longsor di wilayah tersebut. (*)