- Advertisement -
Beranda blog Halaman 263

Gapura Kantor DPRD Tabanan Senilai Rp1,9 Miliar Diresmikan

Peresmian Gapura DPRD Tabanan, Kamis (6/1/2/2025).
Peresmian Gapura DPRD Tabanan, Kamis (6/1/2/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Gapura Kantor DPRD Tabanan yang dibangun dengan anggaran RP1,9 miliar diresmikan pada Rabu (5/2/2025). Peresmian ini ditandai dengan simbolisasi pemotongan pita oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama ketua dan anggota DPRD Tabanan.

Dalam sambutannya, Sanjaya mengapresiasi pelaksanaan upacara peresmian Gapura yang telah melalui prosesi upacara pemelaspasan pada 14 Januari 2025 tersebut.

Adapun pembangunan gapura bersumber dari APBD Induk 2024 dan APBD Perubahan 2024 dengan total anggaran mencapai Rp1.965.875.000.

Sanjaya pun menegaskan pentingnya setiap pembangunan yang dilakukan dengan menggunakan dana APBD atau sumber anggaran negara lainnya harus memiliki makna dan pertanggungjawaban yang jelas dan hendaknya meninggalkan legacy/warisan untuk kedepan.

“Apapun yang kita lakukan di Pemerintah Kabupaten Tabanan ini, terlebih menggunakan APBD, BKK, BPR, DAK, DAU apapun itu jenisnya itu uang negara,” ucapnya.

Sanjaya juga menegaskan pembangunan di Kabupaten Tabanan harus mengandung nilai-nilai filosofis dan tidak semata-mata membangun secara fisik saja.

Setiap proyek harus dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Disamping itu, fokus pada pembangunan yang bermanfaat perlu lebih ditingkatkan agar mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sesuai visi menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani.

“Dengan adanya gate pintu masuk Kantor DPRD Kabupaten Tabanan yang baru, bagus dan gagah ini, dapat menunjukkan kewibawaan para anggota DPRD selaku pemikir, selaku pembuat aturan, regulasi, peraturan daerah yang bagus dan pro rakyat,” imbuhnya.

Sanjaya pun mengajak seluruh masyarakat Tabanan untuk selalu kompak bersatu, menuju pembangunan kedepan yang lebih baik lagi.

“Selagi masih ada di dalam gelanggang ini kita harus membuat sesuatu yang baik, legacy namanya jadikan percontohan, ayo sama-sama, eksekutif, legislatif, semua komponen masyarakat kompak hanya kekompakan yang bisa mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman Unggul dan Madani”, tutup Sanjaya. (ana) 

 Jalan di Mako Rindam IX/Udayana Diresmikan Bupati Tabanan

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya meresmikan pengaspalan jalan di Mako Rindam IX/Udayana, Tabanan.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya meresmikan pengaspalan jalan di Mako Rindam IX/Udayana, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya meresmikan pengaspalan jalan di Mako Rindam IX/Udayana, Tabanan. Acara peresmian berlangsung pada Rabu (5/2/2025), yang ditandai dengan pengguntingan pita.

Dalam kesempatan kunjungan ini, Bupati Sanjaya didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, Para Sisten, serta jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.

Kedatangan Bupati Sanjaya dan jajaran saat itu, disambut hangat oleh Danrindam IX/Udayana, Kolonel Infanteri Didit Hari Prasetyo Nputro, S.IP., M.I.P., beserta jajaran.

Sanjaya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kerjasama yang telah terjalin antara Pemkab Tabanan dan Rindam IX/Udayana dalam menciptakan kekuatan bersama, serta menegaskan pentingnya silaturahmi antar lembaga dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Sanjaya juga menyatakan rasa terimakasih atas kunjungan yang dilakukan oleh Danrindam sebelumnya ke Kantor Bupati Tabanan, yang kini direspon dengan kehadirannya beserta jajaran guna meresmikan pembangunan jalan tersebut.

Menurut Sanjaya, silaturahmi semacam ini memiliki nilai strategis dalam memperkokoh hubungan antara institusi di Tabanan, serta mempererat tali persaudaraan di tingkat nasional.

“Silaturahmi ini sangat penting bagi kita di Tabanan, Bali, karna kita adalah satu kesatuan di Republik Indonesia yang kita cintai ini,” tegasnya.

Bupati Sanjaya juga menyampaikan harapannya agar pembangunan infrastruktur serupa dapat diperluas ke lokasi-lokasi bersejarah, seperti makam pahlawan, Pancaka Tirta, dan Margarana serta tempat bersejarah lainnya.

Ia berharap setiap pembangunan tersebut bisa mengusung nuansa Bali yang kental sesuai tradisi yang ada, sehingga selain fungsional, juga memiliki nilai estetika dan budaya yang tinggi.

Sementara itu, Kolonel Didit Hari Prasetyo, juga mengungkapkan rasa terimakasih yang mendalam kepada Bupati Tabanan atas dukungan yang telah diberikan, terutama terkait dengan pengaspalan jalan di kawasan Mako Rindam.

“Kami merasa sangat terhormat dengan kedatangan Bapak Bupati di sini. Ini merupakan suatu kehormatan besar bagi kami, dan kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Semoga kerjasama ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Danrindam juga menambahkan, bahwa perbaikan jalan ini akan sangat bermanfaat bagi kelancaran operasional dan aksesibilitas di lingkungan Mako Rindam.

Dengan panjang jalan yang mencapai 737 meter, pengaspalan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan bagi anggota Rindam dan masyarakat sekitar. Hal ini juga menjadi simbol dari kerjasama yang solid antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Rindam IX/Udayana.

Pihaknya juga meyakini, kerjasama ini dapat mempercepat pembangunan daerah dan mendukung kelancaran berbagai aktivitas. Pun dengan adanya perbaikan infrastruktur ini, diharapkan juga tidak hanya mendukung kelancaran kegiatan internal di Mako Rindam, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat Tabanan secara umum.

Kedepannya, Pemkab Tabanan dan Rindam IX/Udayana berencana untuk terus menjalin kerjasama dalam berbagai bidang untuk kemajuan bersama. (rls) 

Kunjungi Dua Perangkat Daerah, Mahendra Jaya Ingatkan Isu-Isu Tupoksi Perangkat Daerah

Mahendra Jaya melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke dua kantor Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, Rabu (5/2/2025) siang.
Mahendra Jaya melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke dua kantor Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, Rabu (5/2/2025) siang.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke dua kantor Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, Rabu (5/2/2025) siang.

Dua kantor perangkat daerah yang dikunjungi yakni Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). kunker ini dilakukan untuk memantau kinerja serta kondisi sarana dan prasarana kedua instansi tersebut.

Dalam kunkernya ke kantor Disnaker ESDM, Mahendra Jaya yang disambut langsung oleh Kepala Disnaker ESDM I.B. Setiawan memberikan arahan terkait perlindungan tenaga kerja di Bali. Ia berharap Disnaker ESDM dapat menjadi media fasilitasi dan mediasi bagi tenaga kerja yang menghadapi permasalahan di tempat kerja.

“Disnaker ESDM saya harap bisa menjadi media perlindungan bagi tenaga kerja yang menghadapi kendala, memberikan edukasi, serta memediasi mereka dengan perusahaan. Kita harus memastikan tenaga kerja di Bali mendapatkan haknya sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya penanganan kebijakan distribusi tabung gas 3 kg yang sempat mengalami kelangkaan di pasaran. Menurutnya, dengan kembalinya izin penjualan eceran, stok Gas LPG 3 kg di Bali kini dalam kondisi aman dan seimbang antara suplai dan permintaan.

Saat meninjau proses pelatihan di UPT Balai Latihan Kerja Industri dan Pariwisata (BLK IP), Sang Made Mahendra Jaya mengapresiasi upaya pelatihan yang disertai sertifikasi bagi peserta. Sertifikasi ini, menurutnya, menjadi nilai tambah yang dapat membantu peserta memperoleh pekerjaan di industri yang telah bekerja sama dengan BLK IP.

Setelah dari Disnaker ESDM, Mahendra Jaya melanjutkan kunker ke kantor Disperindag. Ia disambut oleh Plt. Kadisperindag Made Sudarsana dan jajarannya. Dalam kesempatan tersebut, Mahendra Jaya memberikan arahan agar Disperindag lebih aktif dalam mensosialisasikan serta memfasilitasi pemenuhan hak-hak konsumen.

Selain memantau kinerja, kunjungan ini juga menjadi momen bagi S.M. Mahendra Jaya untuk berpamitan. Ia menyampaikan terima kasih atas kerja sama dan dukungan seluruh jajaran Perangkat Daerah selama ia menjabat sebagai Pj. Gubernur Bali.

“Pemprov Bali benar-benar bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mampu membangun Bali yang kita cintai ini menjadi lebih maju,” pungkasnya. (rls) 

Bupati-Wakil Bupati Tabanan Dilantik 20 Februari di Jakarta

Bupati Tabanan Terpilih I Komang Gede Sanjaya.
Bupati Tabanan Terpilih I Komang Gede Sanjaya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tabanan terpilih periode 2025-2029, I Komang Gede Sanjaya dan I Made Dirga akan dilantik pada 20 Februari di Jakarta Convention Center (JCC).

Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Terpilih Komang Gede Sanjaya usai menghadiri peresmian gapura Kantor DPRD Tabanan pada Rabu (5/2/2025). “Dilantik tanggal 20 Februari di JCC. Rencana awal di Istana Merdeka tetapi mungkin karena banyak jadinya diubah ke JCC,” ucapnya.

Sanjaya mengaku dirinya tidak ada persiapan khusus menjelang pelantikan. “Biasa-biasa saja tidak ada persiapan khusus. Besoknya setelah pelantikan saya harus kembali ke Bali karena tanggal 21 ada serah terima gubernur bersama PJ. Kami wajib menyaksikan,” ucapnya.

Ketika ditanya terkait kesiapannya mengikuti retret bersama kepala daerah terpilih di seluruh Indonesia sebelum bertugas, Sanjaya mengaku sudah siap. “Retret itu pelatihan. Seminggu di Magelang. Sudah siap lahir batin,” kata Politisi asal Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Tabanan itu.

Sementara itu, Wakil Bupati Terpilih Made Dirga sebelumnya mengaku jika dirinya bersama dengan Bupati Tabanan terpilih juga sudah mempersiapkan Pakaian Dinas Upacara (PDU) yang akan dikenakan saat pelantikan nanti, dari sisi pribadi Dirga juga melakukan beberapa persiapan lainnya.

“Kalau untuk baju yang akan dipakai sudah jadi. bajunya setelan putih-putih. Bajunya dibuat khusus ada yang datang untuk mengukur ke rumah,” lanjutnya.

Selain itu, persiapan lain yang dilakukan menjelang pelantikan yang dijadwalkan dilakukan adalah melakukan tirta yatra atau persembahyangan di beberapa pura dan juga melakukan ritual melukat.

“Untuk persembahyangan sudah dilakukan di beberapa pura di Tabanan dan luar Tabanan. Kalau melukat juga salah satunya seperti melukat di Pura Tirta Empul atau beberapa beji yang ada di Tabanan,” katanya. (ana) 

Pria Tanpa Identitas Tewas Terlindas Truk di Tabanan

Polisi evakuasi korban kecelakaan di Jalan A. Yani, jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di wilayah Banjar Dakdakan, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan pada Selasa (4/2/2025) dini hari.
Polisi evakuasi korban kecelakaan di Jalan A. Yani, jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di wilayah Banjar Dakdakan, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan pada Selasa (4/2/2025) dini hari.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang pria tanpa identitas tewas usai mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan A. Yani, jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di wilayah Banjar Dakdakan, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan pada Selasa (4/2/2025) dini hari.

Korban yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah terlindas truk boks. Hingga saat ini, identitas korban belum diketahui.

Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan tragis tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WITA. Korban mengendarai sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi DK-2366-FW dari arah selatan Desa Kaba-Kaba menuju utara Desa Dakdakan.

Saat tiba di simpang empat Dakdakan, korban diduga kehilangan kendali setelah menabrak pondasi pura yang berada di tengah jalan. Motor korban oleng, lalu jatuh dan terseret ke jalur utama jalan nasional Denpasar-Gilimanuk.

Nahas di saat bersamaan, sebuah truk boks Mercedes Benz bernomor polisi AG-8652-AE yang dikemudikan Mashudi (47), warga Kediri, Jawa Timur, datang dari arah timur (Denpasar). Pengemudi truk tidak sempat menghindar, hingga melindas tubuh korban.

Korban tidak membawa identitas apa pun. Polisi juga tidak menemukan dokumen pengenal di sekitar lokasi kecelakaan. Jasad korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk proses identifikasi lebih lanjut. Kasus kecelakaan saat ini ditangani oleh Unit Laka Polres Tabanan.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tabanan AKP I Made Adi Sutapa, dikonfirmasi Rabu (5/2/2025), membenarkan insiden kecelakaan tersebut. Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban.

Sedangkan untuk jenazah korban kini berada di Ruang Jenasah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar.

“Sementara kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban,” ujarnya. (ana) 

Bale Sari di Tabanan Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta

Kebakaran Bale Sari di Banjar Tunjuk Tengah, Desa Tunjuk, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, pada Rabu (5/2/2025) dini hari.
Kebakaran Bale Sari di Banjar Tunjuk Tengah, Desa Tunjuk, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, pada Rabu (5/2/2025) dini hari

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kabakaran terjadi di Banjar Tunjuk Tengah, Desa Tunjuk, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, pada Rabu (5/2/2025) dini hari. Bangunan yang terbakar ialah Bale Sari milik Ida Ayu Made Puteriyani. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik dan menyebabkan kerugian materiel sekitar Rp150 juta.

Kapolsek Tabanan Kompol I Nyoman Sumantara mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 Wita. Saat itu, pemilik Bale, Ida Ayu Made Puteriyani, terbangun saat hendak ke kamar mandi dan melihat kobaran api di Bale Sari.

“Korban langsung berteriak meminta tolong, sehingga seorang saksi yang berada di lokasi terbangun dan segera memanggil warga sekitar untuk membantu memadamkan api,” ucapnya dikonfirmasi Rabu (5/2/2025).

Warga sekitar pun berjibaku berusaha memadamkan kobaran api yang menghanguskan bangunan. Kemudian sekitar pukul 02.00 Wita, warga yang berusaha memadamkan api menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Dua unit mobil pemadam kemudian tiba di lokasi pada pukul 02.13 Wita dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 02.30 Wita.

“Dari hasil penyelidikan, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik di Bale Sari,” kaya Sumantara.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp150 juta. Korban tidak melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib karena menganggapnya sebagai musibah. (ana)

Sikapi Dinamika Distribusi LPG 3 Kg, Pemprov Bali Gelar Rakor 

Rakor dinamika distribusi Gas LPG 3 Kg di Ruang Rapat Siddhakarya, Kantor Disnaker ESDM Bali, Selasa (4/2/2025). 
Rakor dinamika distribusi Gas LPG 3 Kg di Ruang Rapat Siddhakarya, Kantor Disnaker ESDM Bali, Selasa (4/2/2025). 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Guna menyikapi dinamika distribusi Gas LPG 3 Kg, Pemprov Bali melalui Disnaker ESDM menggelar rapat koordinasi yang melibatkan PT Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas Bali, dan Tim Pengawasan Terpadu Disperindag.

Rakor yang berlangsung di Ruang Rapat Siddhakarya, Kantor Disnaker ESDM Bali, Selasa (4/2/2025), membahas tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menginstruksikan Kementerian ESDM mengaktifkan kembali distribusi LPG 3 Kg di tingkat pengecer.

Rakor yang dipimpin Kadisnaker ESDM Bali, Ida Bagus Setiawan, dihadiri berbagai pihak seperti, Sales Area Manager (SAM) Retail Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus wilayah Bali Endo Eko Satryo, Sales Branch Manager IV Bali Pertamina Zico Aldillah Syahtian, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Bali Dewa Putu Ananta, serta Ketua Tim Pengawasan Terpadu Disperindag I Wayan Pasek Putra.

SAM Retail Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Endo Eko Satryo menjelaskan, pihaknya telah melakukan langkah antisipasi terkait kebijakan yang tidak lagi melayani penjualan LPG 3 Kg di tingkat pengecer sejak 1 Februari 2025.

“Bersama tim Disperindag Bali, kami sudah melakukan sosialisasi ke pangkalan. Stok juga relatif aman,” ujarnya.

Namun, kebijakan ini menimbulkan gejolak karena masyarakat harus menyesuaikan diri membeli LPG 3 Kg langsung ke pangkalan. Gejolak tersebut kemudian direspons oleh Presiden Prabowo yang menginstruksikan Kementerian ESDM mengaktifkan kembali penjualan LPG 3 Kg di tingkat pengecer.

Menindaklanjuti arahan presiden, Pertamina Patra Niaga wilayah Bali telah menginstruksikan seluruh agen beserta pangkalan untuk kembali melayani pengecer yang sudah terdaftar di MerchantApps Pangkalan Pertamina Lite (MAP). “Namun istilahnya bukan lagi pengecer, tapi sub pangkalan,” ujarnya.

Endo menambahkan, distribusi LPG 3 Kg di Bali saat ini dilayani oleh 120 agen, 4.347 pangkalan, dan 6.250 sub pangkalan. Sejak November 2024, Pertamina telah mendorong pengecer menjadi pangkalan resmi, namun sebagian besar menolak. Hanya 23 pengecer yang menunjukkan minat menjadi pangkalan resmi.

Sementara itu, Sales Branch Manager IV Bali Pertamina, Zico Aldillah Syahtian menambahkan, pihaknya belum memiliki acuan tata niaga terkait arahan presiden. Saat ini Pertamina hanya mengaktifkan kembali pengecer yang sebelumnya sudah terdaftar. “Untuk usulan sub pangkalan baru, kami belum punya acuannya,” cetusnya.

Ketua Hiswana Migas Bali, Dewa Putu Ananta, menekankan pentingnya pembenahan tata niaga LPG 3 Kg. Ia juga menyoroti perlunya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta mengusulkan pengawasan oleh perangkat desa.

Kadisnaker ESDM Bali, Ida Bagus Setiawan menyampaikan, Pemprov Bali bersama Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas akan menindaklanjuti instruksi presiden terkait distribusi LPG 3 Kg. Namun ia mengingatkan bahwa dinamika ini tidak sederhana dan membutuhkan penyesuaian.

“Belum bisa serta merta kembali seperti semula karena ada penyesuaian,” ujarnya. Untuk menstabilkan situasi, ia memandang perlu diadakan operasi pasar dan intensifikasi sosialisasi terkait lokasi pangkalan dan sub pangkalan.

Sependapat dengan Hiswana Migas, Kadisnaker ESDM juga menyinggung pentingnya pengawasan partisipatif yang melibatkan masyarakat, khususnya perangkat desa. Untuk solusi jangka panjang, ia mengusulkan evaluasi dalam pemberian subsidi.

“Karena kalau subsidinya berupa barang, dibutuhkan tata kelola yang mantap dari hulu hingga hilir,” pungkasnya. (rls) 

Cinta Segitiga Berujung Maut! Lansia di Peguyangan Tewas Ditikam

Ilustrasi penusukan.
Ilustrasi penusukan.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Warga di Jalan Ahmad Yani, Desa Peguyangan, Denpasar Utara, Denpasar, dikejutkan dengan pembunuhan seorang pria lanjut usia (lansia) berinisial SKR (61). Korban tewas usai dianiaya dan ditikam pada Senin (3/2/2025) sekitar pukul 14.30 Wita.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi membeberkan bahwa motif pembunuhan itu diduga karena masalah asmara.  Pelaku yang belakangan diketahui berinisial PPR mengaku bahwa dirinya adalah suami sah dari istri siri korban.

“Berdasarkan keterangan pelaku, dia suami sah dari istri siri si korban. Tapi saat ini masih didalami, nanti baru dapat dipastikan,” terangnya saat ditemui, Selasa (4/2).

Kejadian sadis itu bermula saat korban datang ke lokasi untuk menyelesaikan masalah. Namun, niat baik itu justru berubah menjadi cekcok panas. Dalam keadaan emosi, PPR diduga mengambil senjata tajam dan langsung menusuk dada kiri serta perut kiri korban.

Pelaku juga memukul korban dengan  brutal hingga korban terkapar bersimbah darah di lokasi kejadian.

“Setelah beraksi, PPR  langsung mendatangi kantor polisi untuk menyerahkan diri,” tambahnya.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna menemukan titik terang dalam kejadian ini. (*)

Pj Gubernur Bali Harap BPD Bali Terus Bertransformasi dan Adaptif

Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, menghadiri RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 PT Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) di Ruang Rapat Wijaya Kusuma, Kantor BPD Bali, Renon, Selasa (4/2/2025).
Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, menghadiri RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 PT Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) di Ruang Rapat Wijaya Kusuma, Kantor BPD Bali, Renon, Selasa (4/2/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pejabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, menghadiri RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 PT Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) di Ruang Rapat Wijaya Kusuma, Kantor BPD Bali, Renon, Selasa (4/2/2025).

RUPS BPD Bali merupakan forum bagi pemegang saham yang memiliki kewenangan untuk memperoleh keterangan mengenai perkembangan PT BPD Bali selama Tahun 2024, yang akan menjadi landasan dalam menentukan kebijakan dan mengambil keputusan sebagai sebuah badan hukum.

Pj. Gubernur Bali menyampaikan, PT BPD Bali menyandang mandat sebagai agen pendanaan pembangunan Bali. Oleh karena itu, sangat diharapkan BPD Bali memiliki daya saing tinggi, kompetitif, kuat, serta berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

“Dari laporan direksi berdasarkan sejumlah faktor penilaian seperti profil risiko dan rentabilitas, BPD Bali berpredikat Sehat (AA). Di satu sisi, hal ini patut kita apresiasi, namun di sisi lain jangan membuat kita lengah. Saya harap BPD Bali terus bertransformasi dan adaptif dalam menghadapi perkembangan,” imbuhnya.

Pj. Gubernur Mahendra Jaya juga berharap agar BPD Bali memperkuat pengawasan dan evaluasi dalam pemberian kredit berdasarkan prinsip kehati-hatian.

Selain itu, diharapkan peningkatan kualitas pelayanan dengan memastikan kecepatan, ketepatan, dan kenyamanan bagi pelanggan, serta peningkatan penyaluran kredit produktif, terutama Kredit UMKM, Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan kredit perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Saya menyampaikan terima kasih atas peran BPD Bali melalui program CSR-nya yang turut serta melakukan bedah rumah dan membantu mendanai penataan Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bajra Sandi, khususnya penataan jogging track,” imbuhnya.

Penyelenggaraan RUPS Bank BPD Bali Tahunan Tahun Buku 2024 dipimpin langsung oleh I Gusti Ngurah Bagus Artawan selaku Komisaris Utama Perseroan. Turut hadir dalam rapat tersebut seluruh bupati dan wali kota (atau yang mewakili) selaku pemegang saham, beserta jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Bank BPD Bali.

RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 membahas beberapa agenda utama, yaitu laporan tahunan perseroan Tahun Buku 2024, informasi rencana bisnis bank tahun 2025, serta laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris Tahun Buku 2024.

Dalam rapat ini, pemegang saham Bank BPD Bali menyetujui laporan tahunan perseroan Tahun Buku 2024, laporan keuangan perseroan, dan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris Tahun Buku 2024.

RUPS juga memutuskan pembagian dividen Tahun Buku 2024 sebesar Rp658,84 miliar dari laba bersih yang berhasil dibukukan oleh perseroan pada Tahun Buku 2024, yakni sebesar Rp878,46 miliar. (rls) 

Jelang Akhiri Masa Jabatan, Mahendra Jaya Pamitan dan Mohon Doa Restu di Puri Kauhan Ubud

Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya kembali melaksanakan temu wirasa di Puri Kauhan, Ubud, Gianyar, Senin (3/2/2025).
Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya kembali melaksanakan temu wirasa di Puri Kauhan, Ubud, Gianyar, Senin (3/2/2025).

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Menjelang akhir masa jabatannya sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya kembali melaksanakan temu wirasa di Puri Kauhan, Ubud, Gianyar, Senin (3/2/2025). Ia diterima langsung oleh Penglingsir Puri Kauhan, A.A.G.N. Ari Dwipayana, yang juga dikenal sebagai Koordinator Staf Khusus Presiden RI.

Pada kesempatan itu, Mahendra Jaya menyampaikan apresiasi atas peran Puri Kauhan dan para penglingsir dalam menjaga adat, budaya, serta kearifan lokal Bali yang adi luhung. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan selama masa jabatannya.

“Selama menjabat telah dibantu banyak jalan dan kemudahan, sehingga mampu melaksanakan tugas dengan baik. Walaupun mungkin masih ada beberapa tugas yang mungkin juga belum bisa kami laksanakan di masa jabatan kami yang hanya sekitar 1,5 tahun,” ujarnya Mahendra Jaya.

Mahendra Jaya juga mengenang awal pelantikannya sebagai Pj. Gubernur Bali yang diawali dengan simakrama di tempat yang sama bersama A.A.G.N. Ari Dwipayana. Pertemuan itu bertujuan untuk menyamakan persepsi serta mendapatkan tuntunan dalam menjalankan tugas.

“Kami sependapat untuk mengusung kearifan lokal Bali yang sangat luar biasa yakni istilah Ngrombo, yang dimaknai gotong royong namun lebih kepada tanggung jawab dan kehormatan selaku masyarakat untuk bersama-sama membangun Bali. Khususnya dalam hal ini yang menjadi prioritas yakni penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting, yang kala itu lagi tinggi-tingginya di Bali,” jelasnya.

Mahendra Jaya juga meminta maaf jika selama menjalankan tugas masih terdapat kekurangan, sembari memohon doa restu dan bimbingan untuk tetap dapat berkontribusi bagi Bali meski dengan tugas yang berbeda di masa mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Penglingsir Puri Kauhan A.A.G.N. Ari Dwipayana menyampaikan bahwa pertemuan awal bersama Mahendra Jaya telah melahirkan tagline Ngrombo, yang menjadi semangat gotong royong dalam menyelesaikan persoalan Bali.

“Tagline itu sebagai motivasi supaya kita bisa menyelesaikan persoalan itu satu demi satu secara bersama-sama, dan kita bersyukur Bapak Pj. bisa menuntaskan tugas yang dibebankan kepada beliau selama 1 tahun 5 bulan dengan sangat baik,” ungkapnya.

Ari Dwipayana juga mengapresiasi kebijakan Mahendra Jaya yang dinilai telah meletakkan fondasi penting dalam tata kelola pemerintahan Bali, termasuk pengelolaan anggaran yang lebih baik.

“Mudah-mudahan perjalanan karir Bapak Pj. semakin cemerlang, dan dengan bekal yang sudah didapat di Bali bisa membantu perjalanan ke depan. Mudah-mudahan dengan pengalaman dan bekal tersebut baik secara struktural maupun moral, bisa melapangkan tugas berikutnya. Serta tetap bisa mengawal Bali dari Jakarta,” harapnya.

Beberapa sulinggih yang hadir, antara lain Ida Pedanda Dwija Padang Rata Griya Gede Kutri, Ida Pedanda Ida Saraswati Griya Batuan, Ida Pedanda Tulikup Griya Muncan Gunung Biau, Ida Pedanda Griya Akah, dan Ida Pedanda Griya Bongaya Karangasem, turut memberikan wejangan kepada Mahendra Jaya. Dalam kesempatan itu, Pj. Gubernur Bali menyerahkan Kitab Suci Catur Weda kepada para sulinggih serta cenderamata kepada A.A.G.N. Ari Dwipayana.

Dalam kunjungan tersebut, Pj. Gubernur turut didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Bali I Dewa Putu Sunartha, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali I G.A.K Kartika Jaya Seputra, serta Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali I Ketut Sukra Negara. (rls)