- Advertisement -
Beranda blog Halaman 239

Permasalahan Adat, 21 Warga Sental Kangin Dievakuasi ke Klungkung

KLUNGKUNG, PANTAUBALI.COM – Persoalan adat yang melibatkan 7 KK atau 21 warga Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, mencapai puncaknya pada perayaan Ngembak Geni, Minggu (30/3/2025). Warga yang berstatus kanorayang (dijauhi oleh adat) sempat terlibat dalam konflik dengan warga setempat, memicu ketegangan di tengah perayaan Nyepi dan Idul Fitri.

Dalam upaya menghindari eskalasi lebih lanjut, aparat berwenang akhirnya memutuskan untuk mengevakuasi 21 warga tersebut ke Kantor Camat Nusa Penida demi menjaga situasi tetap aman. Kemudian, demi menciptakan kondisi yang lebih kondusif, mereka dipindahkan lagi ke Klungkung daratan. Pengungsian dilakukan dengan menggunakan bus Dinas Perhubungan Klungkung yang kemudian membawa mereka menuju Klungkung daratan.

Camat Nusa Penida, Kadek Yoga Kusuma, mengkonfirmasi adanya ketegangan yang disebabkan oleh kesalahpahaman antara pihak yang terlibat. “Situasi sempat memanas, dan untuk mengutamakan keamanan, warga kanorayang dievakuasi,” ungkapnya.

Pada Senin (31/3/2025), ke-21 KK tersebut tiba di SKB Banjarangkan, Klungkung, dan sementara menginap di gedung SKB.

Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Klungkung, Dewa Made Tirta, mulai menelusuri akar masalah yang menimpa warga Banjar Sental Kangin ini. Menurut Dewa Tirta, permasalahan yang dihadapi seharusnya berlandaskan pada adat, terutama yang berkaitan dengan tradisi. Namun, apa yang terjadi di Nusa Penida, ternyata lebih terkait dengan persoalan tanah, yang memicu ketegangan.

MDA Klungkung telah melakukan diskusi dengan pihak terkait untuk menemukan solusi terbaik. “Ada tiga hal yang disepakati: pertama, memastikan keamanan kedua belah pihak, kedua, mencari solusi jangka panjang, dan ketiga, apabila ingin kembali ke desa adat, kami akan melakukan pendekatan yang tidak melupakan aturan adat,” kata Dewa Tirta.

Namun, rencana tersebut mengalami kendala. “Aturan adat yang berlaku mengharuskan warga yang ingin kembali ke desa adat membawa rekomendasi dari desa adat lama mereka. Sayangnya, status mereka yang sudah menjadi kanorayang membuat mereka tidak mendapatkan rekomendasi tersebut,” jelasnya.

Untuk ke depan, MDA Klungkung akan terus berupaya mencari jalan keluar untuk menyelesaikan persoalan adat yang menimpa warga Banjar Sental Kangin ini. (*)

Pria Asal Amerika Serikat Ditangkap Usai Curi Koper Wisatawan di Kuta

SLS diamankan polisi usai mencuri koper milik wisatawan di hotel.
SLS diamankan polisi usai mencuri koper milik wisatawan di hotel.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Seorang pria asal Amerika Serikat, berinisial SLS (50), yang bekerja sebagai guru, ditangkap oleh aparat kepolisian setelah terbukti mencuri koper milik wisatawan di Kuta, Bali. Peristiwa ini terjadi pada Rabu malam, 26 Maret 2025, di area Gang Puspa Ayu, Kuta, Badung.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi membeberkan bahwa pencurian bermula ketika seorang wisatawan wanita asal Bulgaria, berinisial DDH (52), tiba di hotel sekitar pukul 21.00 WITA untuk check-in. DDH menyerahkan koper hitam merk Bebe yang berisi barang-barang berharga, seperti jam tangan Fossil, kacamata hitam dari Tom Ford dan Burberry, serta puluhan pakaian, sepatu Nike, Michael Kors, dan beberapa aksesori. Koper tersebut juga berisi obat-obatan dan peralatan kecantikan.

“Setelah menitipkan koper tersebut kepada sekuriti hotel karena pergi ke toilet, DDH kembali dan mendapati koper miliknya hilang,” terang Sukadi.

Pihak hotel segera memeriksa rekaman CCTV dan menemukan bahwa seorang pria asing yang berpura-pura sebagai tamu hotel telah mengambil koper tersebut.

Kerugian yang dialami DDH diperkirakan mencapai Rp 76 juta. Berdasarkan laporan korban, tim Reskrim Polsek Kuta segera melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap SLS di sebuah hotel di Jalan Legian, Kuta, pada Jumat, 28 Maret 2025, sekitar pukul 16.00 WITA.

Dalam pemeriksaan, SLS mengaku melakukan pencurian karena kesulitan finansial selama berada di Bali.

“Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian ini bukan yang pertama, dan ia pernah melakukan pencurian lain selama tinggal di Pulau Dewata,” tambahnya.

SLS kini dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dan terancam hukuman penjara maksimal lima tahun. (*)

Tradisi Idul Fitri di Indonesia, Dari Mudik Hingga Takbiran

Salat Idul Fitri Berjamaah di Mesjid Istiqlal. (foto:kementerian agama RI)
Salat Idul Fitri Berjamaah di Mesjid Istiqlal. (foto:kementerian agama RI)

PANTAUBALI.COM – Idul Fitri yang menandai berakhirnya bulan Ramadan atau bulan puasa bagi umat Islam. Hari Idul Fitri dirayakan dengan berbagai tradisi khas di seluruh Indonesia. Dari Sabang hingga Merauke, masyarakat menyambut hari kemenangan ini dengan berbagai kebiasaan turun-temurun yang mempererat hubungan antar keluarga dan sosial di masyarakat.

Berikut adalah tradisi perayaan Idul Fitri yang terus dijalankan oleh masyarakat muslim di seluruh Indonesia dari tahun ke tahun.

  1. Mudik

Salah satu tradisi yang paling dinantikan adalah mudik. Jutaan orang kembali ke kampung halaman mereka masing-masing untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga besar. Bahkan setiap tahunnya, pemerintah dan berbagai pihak terkait telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk memastikan kelancaran arus mudik, termasuk penyediaan transportasi umum tambahan dan sistem rekayasa lalu lintas di jalur-jalur utama.

2. Salat Idul Fitri Berjamaah

Saat pagi hari Idul Fitri, umat Islam melaksanakan salat Id berjamaah di masjid-masjid atau lapangan terbuka. Setelah salat, biasanya akan ada khotbah yang mengingatkan pentingnya silaturahmi dan saling memaafkan.

3. Halal Bihalal

Setelah salat Id, masyarakat muslim akan mengunjungi sanak saudara dan tetangga untuk bersilaturahmi. Tradisi halal bihalal menjadi ajang untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial.

4. Ketupat dan Hidangan Khas Lebaran

Lebaran tidak lengkap tanpa sajian khas seperti ketupat, opor ayam, rendang, dan sambal goreng ati. Sejumlah pasar tradisional mengalami lonjakan permintaan bahan makanan menjelang Idul Fitri, menandakan antusiasme masyarakat dalam mempersiapkan hidangan spesial untuk keluarga.

5. Takbiran

Malam sebelum Idul Fitri dihiasi dengan gema takbir yang berkumandang dari masjid-masjid dan takbiran keliling. Di beberapa daerah, takbiran dilakukan dengan membawa obor dan diiringi tabuhan bedug, menciptakan suasana yang penuh semangat dan kebersamaan.

Itulah tradisi-tradisi saat Idul Fitri yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh masyarakat Muslim di Indonesia. Tradisi Idul Fitri di Indonesia terus berkembang seiring dengan perubahan zaman, tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai utama seperti kebersamaan, silaturahmi, dan berbagi kebahagiaan.

Kini, banyak keluarga yang melakukan silaturahmi melalui panggilan video, serta mengirimkan angpao Lebaran secara digital. Meskipun demikian, esensi kebersamaan dan saling berbagi tetap menjadi inti dari perayaan Idul Fitri. (ana)

Lansia di Marga Tabanan Hilang Sejak 4 Hari Belum Ditemukan

Tim Sar gabungan cari lansia hilang di Banjar Dinas Cau, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan.
Tim Sar gabungan cari lansia hilang di Banjar Dinas Cau, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang lansia di Banjar Dinas Cau, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan dilaporkan hilang setelah pergi dari rumah sejak hari Kamis (27/3/2025).

Lansia tersebut bernama I Ketut Sudirga (82). Ia meninggalkan rumah sekitar pukul 18.00 Wita dan terkahir terlihat di Depan Pura Dalem Cau. Pihak keluarga sudah berusaha melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi korban terakhir terihat namun hasilnya nihil.

“Kami baru mendapatkan laporan orang hilang pada hari ini pukul 11.05 WITA dari BPBD Tabanan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya, Minggu (30/3/2025).

Usai menerima laporan, pihaknya langsung menerjunkan sebanyak empat orang personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Jimbaran) menuju lokasi.

Pencarian dilaksanakan mulai pukul 14.30 WITA, dengan fokus area penyisiran di timur rumah I Ketut Sudirga. Tim SAR gabungan dibagi menjadi dua. Satu tim ke arah utara dan tim lainnya ke arah selatan. Mereka menyusuri semak-semak hingga ke sungai yang berada di belakang rumahnya.

Sampai dengan saat ini tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban Ketut Sudirga. “Pencarian kami hentikan sementara karena tidak efektif mengingat hari semakin gelap, rencananya operasi SAR akan kembali dilaksanakan besok,” imbuhnya.

Selama operasi SAR berlangsung turut melibatkan unsur SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, BPBD Tabanan, Polres Tabanan, Babinsa Marga, perangkat desa, beserta masyarakat dan pihak keluarga. (ana) 

Bandara Ngurah Rai Dipadati 73 Ribu Penumpang

Bandara Ngurah Rai I Gusti Ngurah Rai dipadati penumpang menjelang Idul Fitri.
Bandara Ngurah Rai I Gusti Ngurah Rai dipadati penumpang menjelang Idul Fitri.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Bandara I Gusti Ngurah Rai1 mulai dipadati penumpang pada H-3 Hari Raya Idul Fitri 2025. Pengelola bandara mencatat pergerakan penumpang harian tertinggi selama periode angkutan Lebaran 1446 Hijriah/2025 terjadi pada Jumat (28/3/2025).

Tercatat pada Jumat kemarin Bandara I Gusti Ngurah Rai melayani 73.550 orang penumpang dengan 420 penerbangan.

“Dari pantauan aktivitas di area bandara memang tampak terjadi kepadatan. Jumlah penumpang yang terlayani,” ujar General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab.

Angka tersebut terdiri dari 31.080 penumpang dengan 207 penerbangan domestik dan sisanya 42.470 penumpang yang berasal dari 213 penerbangan internasional.

Jika dibandingkan dengan periode Lebaran 2024 peningkatan jumlah penumpang pada H-3 lebaran memang hanya 3 persen, dimana tahun lalu terdapat 71.500 penumpang, sedangkan lalu lintas penerbangan turun 3 persen dari 432 pergerakan pesawat pada H-3 Lebaran 2024.

“Jika dilihat berdasarkan jumlah penumpang dan pesawat per hari semenjak posko berjalan, keduanya sama-sama menunjukkan adanya peningkatan, bahkan kemarin (28/3/2025) menjadi yang tertinggi,” imbuhnya.

Selaku pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai, Syaugi menilai tren trafik penumpang perlahan bergerak naik. Sebab dari hasil pengamatan, jika dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu belum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Namun, jika dilihat dari rata-rata harian penumpang pada Januari dan Februari tahun ini, selama 3 hari terakhir angkanya semakin membaik.

“Dengan rata-rata harian pada Januari dan Februari melayani 61.759 penumpang dan 388 pergerakan pesawat, maka lonjakan penumpang pada H-3 Lebaran naik mencapai 19 persen, sedangkan trafik pesawat naik 10 persen,” ucapnya.

Di sisi lain, kendati terjadi lonjakan penumpang dan trafik penerbangan, pelayanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai berjalan dengan lancar. Seluruh aspek pelayanan dapat terpenuhi, baik pelayanan di dalam area bandara, maupun konektivitas para penumpang dari dan menuju bandara.

Berkat dukungan dari semua intansi terkait yang terlibat dalam posko angkutan lebaran, operasional bandara terutama di masa puncak mudik dapat berjalan dengan lancar dan terkendali.

Terlebih di masa puncak tersebut juga bertepatan dengan Upacara Pengerepukan, yaitu bagian dari rangakaian Hari Raya Nyepi berupa tradisi pawai ogoh-ogoh dimana terjadi pengalihan lalu lintas di berbagai titik termasuk di sekitar Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Dengan rentang waktu libur Lebaran yang masih cukup panjang, kami akan terus perkuat koordinasi serta perketat pengawasan untuk memastikan terjaganya kualitas pelayanan kepada penumpang, karena kemungkinan Bandara I Gusti Ngurah Rai masih akan diramaikan dengan wisatawan yang ingin berlibur ke Balii,” katanya.

Pasca pengehentian sementara seluruh aktivitas kebandarudaraan selama pelaksanaan Nyepi, 29 Maret 2025 kemarin, hari ini Bandara I Gusti Ngurah Rai kembali beroperasi dengan normal dan diperkirakan melayani 73 ribu pergerakan penumpang dengan 390 pergerakan pesawat. (ana) 

Tips Berpakaian untuk Menyamarkan Perut Buncit

Tips berpakaian menyamarkan perut buncit. (Foto:freepik)
Tips berpakaian menyamarkan perut buncit. (Foto:freepik)

PANTAUBALI.COM – Memiliki perut buncit sering kali membuat seseorang kurang percaya diri dalam berpakaian. Namun, dengan pemilihan pakaian yang tepat, perut buncit ternyata bisa disamarkan sehingga Anda bisa tampil lebih percaya diri dan nyaman.

Berikut beberapa tips berpakaian yang dapat membantu menyamarkan perut buncit:

1. Pilih Pakaian dengan Potongan yang Tepat

Gunakan pakaian dengan gaya potongan pinggang tinggi sehingga memberikan kesan tubuh lebih ramping. Hindari pakaian yang terlalu ketat atau terlalu longgar, karena bisa membuat perut terlihat lebih besar.

2. Gunakan Warna Gelap

Warna gelap seperti hitam, navy, atau cokelat tua dapat memberikan efek visual yang lebih langsing. Jika ingin memakai warna terang, padukan dengan outer berwarna gelap untuk menciptakan keseimbangan.

Memakai outer seperti blazer, cardigan, atau jaket panjang bisa membantu menyamarkan perut buncit dengan memberikan ilusi tubuh lebih ramping. Pastikan outer yang dipilih tidak terlalu ketat atau oversized.

3. Gunakan Celana High-Waist

Celana atau rok dengan potongan high-waist dapat membantu menyamarkan perut buncit dengan menekan bagian perut dan memberi kesan pinggang lebih tinggi.

4. Hindari Motif Garis Horizontal dan Besar

Motif besar dan garis horizontal cenderung membuat tubuh terlihat lebih lebar. Sebagai gantinya, pilih motif kecil atau garis vertikal yang memberi efek tubuh lebih jenjang.

5. Pilih Bahan Pakaian yang Jatuh

Bahan yang jatuh dan tidak terlalu kaku seperti chiffon atau jersey akan membantu menyamarkan bentuk tubuh. Hindari bahan yang terlalu tebal atau kaku karena bisa menambah volume tubuh.

6. Perhatikan Pemilihan Aksesoris

Sabuk kecil di bagian pinggang dapat membantu menciptakan ilusi bentuk tubuh yang lebih proporsional. Hindari sabuk yang terlalu besar atau terlalu ketat karena bisa menarik perhatian ke area perut.

7. Hindari Pakaian dengan Detail Berlebih di Area Perut

Pakaian dengan kerutan, ruffle, atau aksen berlebihan di bagian perut akan membuat area tersebut terlihat lebih besar. Pilih pakaian dengan desain simpel untuk tampilan yang lebih elegan.

 Idul Fitri 1446 Hijriah Ditetapkan pada 31 Maret 2025

Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah ditetapkan jatuh pada Senin (31/3/2025) besok. (foto:canva.com)
Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah ditetapkan jatuh pada Senin (31/3/2025) besok. (foto:canva.com)

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah ditetapkan jatuh pada Senin (31/3/2025) besok. Tanggal itu telah diumumkan oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, berdasarkan sidang isbat yang melibatkan para ulama dan ahli kalender Islam.

Dengan keputusan tersebut maka umat Islam di seluruh Indonesia perpuasa selama 30 hari penuh, sebelum menyambut hari besar keagamaan dengan penuh suka cita.

“Berdasarkan hasil sidang isbat, posisi hilal wilayah Indonesia yang tidak memiliki kriteria mabigusya, serta tidak adanya laporan (hilal) wilayah terlihat, maka 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025 Masehi,” ujarnya dalam konferensi pers Sidang Isbat Idulfitri 1446 Hijriah, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, pada Sabtu (29/3/2025).

Adapun penentuan 1 Syawal 1446 Hijriah ini didasarkan pada dua metode, hisab atau perhitungan dan rukyat atau melihat langsung hilal.

Penentuan tanggal lebaran ini juga sesuai dengan prediksi awal pemerintah, yakni 1 Syawal 1446 Hijriah akan jatuh pada 31 Maret 2025. Selain itu, hasil sidang isbat ini juga menunjukkan bahwa tanggal Lebaran 2025 yang ditentukan pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), maupun Muhammadiyah jatuh pada waktu yang sama.

“Mudah-mudahan, perkembangan ini merupakan sarana untuk umat Islam di Indonesia, agar tetap menjaga toleransi dan kesamaan, baik dalam menjalankan ibadah, maupun di dalam bermasyarakat,” kata Nasaruddin.

Untuk diketahui, sidang isbat dilaksanakan di Auditorium HM. Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jalan MH. Thamrin, Jakarta sejak sore hingga malam hari.

Penentuan tanggal lebaran ini turut melibatkan berbagai lembaga seperti BMKG, BIG, Planetarium, ITB Bosscha, UIN, dan sejumlah organisasi massa Islam lainnya. Sedangkan pengamatan hilal dilakukan di berbagai wilayah Indonesia mulai sore hingga petang hari. (ana) 

Rumah Warga di Tabanan Dibobol Maling Saat Pengarakan Ogoh-Ogoh, iPad dan Uang Tunai Raib

Ilustrasi pencurian (Foto: Herald)
Ilustrasi pencurian (Foto: Herald)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Aksi pencurian terjadi di sebuah rumah di Banjar Senapahan Kelod, Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, pada Jumat (28/3/2025) malam. Kejadian itu terjadi saat masyarakat tengah menyaksikan pengarakan ogoh-ogoh dalam rangkaian perayaan Nyepi.

Berdasarkan informasi di lapangan, kejadian tersebut diketahui oleh pemilik rumah sekitar pukul 21.30 WITA. Saat itu, seluruh penghuni rumah sedang berada di luar untuk menyaksikan arak-arakan ogoh-ogoh di Desa Adat Senapahan, Banjar Senapahan Kelod, Desa Banjar Anyar.

Pelaku diduga masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel jendela rumah. Setelah berhasil masuk ke rumah, pelaku langsung menuju salah satu kamar korban. Dari aksi tersebut, pelaku berhasil membawa kabur satu unit iPad dan uang tunai sebesar Rp600 ribu.

“Pelaku mengambil satu buah iPad dan uang tunai sebesar 600 ribu rupiah,” ungkap seorang sumber di lokasi yang enggan disebutkan namanya.

Usai melakukan aksinya, pelaku sempat dikejar oleh warga yang menyadari adanya tindak kejahatan tersebut. Warga bahkan telah menyisir hingga ke wilayah sekitar yakni Banjar Suralaga dan Koripan Kaja, namun pelaku berhasil melarikan diri dan jejaknya menghilang.

“Kemarin (pelaku) sempat dilacak iPad-nya tapi putus di daerah Suralaga,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana, yang dikonfirmasi pada Minggu (30/3/2025) menyatakan, hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima laporan resmi terkait kasus pencurian tersebut. “Belum ada laporannya,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Insiden pencurian ini menjadi pengingat masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terlebih lagi saat meninggal rumah. Barang-barang berharga hendaknya disimpan di tempat yang aman. (ana)

Semarak Jimbaran Culture Festival dan Lomba Ogoh-Ogoh 2025

Bupati Wayan Adi Arnawa membuka Jimbaran Culture Festival 2025 dan lomba ogoh-ogoh di Catus Pata, Perempatan Pasar Desa Adat Jimbaran, Kuta Selatan, Jumat (28/3/2025).
Bupati Wayan Adi Arnawa membuka Jimbaran Culture Festival 2025 dan lomba ogoh-ogoh di Catus Pata, Perempatan Pasar Desa Adat Jimbaran, Kuta Selatan, Jumat (28/3/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG –  Jimbaran Culture Festival 2025 yang diselenggarakan oleh Desa Adat Jimbaran yang berkolaborasi dengan Sabha Yowana Jimbaran, berlangsung di Catus Pata, Perempatan Pasar Desa Adat Jimbaran, Kuta Selatan, pada Jumat (28/3/2025).

Festival ini diselenggarakan bertepatan dengan Hari Pengerupukan atau sehari sebelum Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1947, yang ditandai dengan menyalakan obor oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa sebagai simbol dimulainya kegiatan Jimbaran Culture Festival 2025.

Jimbaran Culture Festival kali ini menghadirkan acara budaya Mage Gebog dan Lomba Ogoh-Ogoh Desa Adat Jimbaran Tahun Caka 1947 yang diikuti 13 Ogoh-Ogoh hasil karya Sekaa Teruna Teruni se-Desa Adat Jimbaran.

Selain sebagai ajang perlombaan, Parade Ogoh-Ogoh menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas mereka. Setiap banjar menampilkan karya terbaik dengan mengusung konsep yang mendalam, baik berdasarkan mitologi Hindu maupun fenomena sosial yang berkembang.

Melalui festival, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas semakin diperkuat, sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana yang menekankan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Dalam sambutannya, Bupati Wayan Adi Arnawa, menyampaikan rasa bangga dan kebahagiaannya dapat hadir serta meresmikan Jimbaran Culture Festival. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama festival berlangsung.

“Saya mengapresiasi penyelenggaraan festival ini sebagai bagian dari upaya menggali dan mengembangkan potensi seni serta kreativitas yang ada di desa ini. Bagaimanapun juga, melalui perlombaan ini kita harus tetap menjaga keamanan dan ketertiban bersama agar acara ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian budaya, Bupati Adi Arnawa membantu dana untuk motivasi sebesar Rp50 juta.

Selain itu, setiap Sekaa Teruna yang berpartisipasi dalam Lomba dan Parade Ogoh-Ogoh diberikan bantuan sebesar Rp2 juta sebagai bentuk apresiasi terhadap keterlibatan generasi muda dalam menjaga tradisi ini.

Bendesa Adat Jimbaran, I Gusti Made Rai Dirga, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung beserta jajaran pemerintah daerah serta para tokoh masyarakat Jimbaran yang turut berpartisipasi dalam pembukaan Jimbaran Culture Festival.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi  kontribusi dalam menjaga dan memperkokoh warisan budaya Bali.

Acara ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Sudira, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, Lurah Jimbaran I Wayan Kardiyasa, Tripika Kuta Selatan, Bendesa Adat Jimbaran I Gusti Made Rai Dirga, serta Kelian Adat dan Dinas se-Desa Adat Jimbaran. (rls)

Tawur Agung Kesanga di Catus Pata Kota Tabanan

Upacara Tawur Agung Kesanga yang digelar di Catus Pata Kota Tabanan, Jumat, (28/3/2025).
Upacara Tawur Agung Kesanga yang digelar di Catus Pata Kota Tabanan, Jumat, (28/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebagai wujud sembah bakti dan pelestarian tradisi, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya bersama Ibu, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, didampingi oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, beserta istri, Ny. Budiasih Dirga, menghadiri Upacara Tawur Agung Kesanga yang digelar di Catus Pata Kota Tabanan, Jumat, (28/3/2025).

Upacara ini merupakan bagian dari rangkaian penyambutan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1947 Tahun 2025 yang dilaksanakan serentak oleh seluruh Desa Adat di Bali.

Pelaksanaan Tawur Agung Kesanga di Kota Tabanan secara rutin digelar di Catus Pata, yang merupakan titik nol Kota Tabanan, tepat di depan Patung Bung Karno, pada siang hari menjelang Catur Brata Penyepian.

Tawur Agung Kesanga memiliki makna sakral sebagai upaya Nyomia Bhuta Kala ke alam. Ritual ini bertujuan untuk mensucikan alam semesta beserta isinya sesuai dengan konsep Tri Hita Karana.

Upacara ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda dan Kepala Perangkat Daerah terkait, Jero Bendesa Adat Kota Tabanan dan Prajuru Adat se-jebag Tabanan, serta krama adat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan ritual yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Tabanan setiap tahunnya.

“Tujuan dari ritual yang rutin kita laksanakan setiap tahun ini, yang pada tahun ini jatuh pada Tahun Caka 1947 adalah untuk mengharmoniskan jagat Tabanan, jagat Bali, agar benar-benar sesuai dengan dresta agama kita. Sebelum memasuki Nyepi dengan Catur Brata Penyepian, ritual ini menjadi awal penyucian yang sangat penting bagi kita semua,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sanjaya juga berharap agar seluruh masyarakat Tabanan dapat menjalankan Catur Brata Penyepian dengan baik dan penuh kesadaran. Ia berpesan, bahwa Nyepi adalah momen penting untuk introspeksi diri serta peningkatan spiritualitas diri yang harus dimaknai dengan baik.

“Nyepi adalah wujud dari keheningan dan kedamaian yang bertumpu pada konsep Tri Hita Karana. Saya berharap, pelaksanaan Nyepi esok hari dapat berjalan lancar dan menjadi momentum bagi kita semua untuk merefleksikan diri serta meningkatkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan,” tambahnya.

Pun dengan pelaksanaan upacara Tawur Agung Kesanga ini, diharapkan masyarakat Tabanan semakin memahami dan melestarikan tradisi leluhur, serta menjadikan Hari Raya Nyepi sebagai kesempatan untuk membangun kedamaian dan keseimbangan dalam kehidupan.

Begitu juga pihaknya berpesan agar dalam pengarakan ogoh-ogoh dan lainnya, diharapkan seluruh masyarakat dan pihak terkait selalu menjaga agar situasi selalu kondusif, tidak ada euforia berlebihan, sehingga perayaan nyepi bisa kita laksanakan dengan damai. (rls)