- Advertisement -
Beranda blog Halaman 237

Kabel Semrawut di Kawasan Wisata Canggu Badung Dipotong

Bupati Badung Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta memotong kabel provider di Jalan Nelayan, Canggu, Kuta Utara Badung, Sabtu (15/3).
Bupati Badung Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta memotong kabel provider di Jalan Nelayan, Canggu, Kuta Utara Badung, Sabtu (15/3).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sejumlah kabel udara yang dinilai mengganggu keindahan dan keselamatan lingkungan di Jalan Nelayan, Canggu, Kuta Utara, Badung, dipotong pada Sabtu (15/3/2025).

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah nyata Pemerintah Kabupaten Badung dalam upaya menata infrastrukur demi meningkatkan daya tarik wisata dan estetika kawasan.

Pemotongan kabel semrawut itu dilakukan langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di dampingi Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta serta Sekda IB. Bagus Surya Suamba.

Bupati Adi Arnawa mengatakan proses penurunan kabel sebagai bagian dari program Pemerintah Kabupaten Badung. Dipilihnya kawasan Canggu sebagai prioritas dalam program ini karena merupakan salah satu destinasi wisata utama.

“Program ini akan terus berjalan dan diperluas hingga mencakup kawasan lain, termasuk jalur dari Bandara hingga Nusa Dua serta Sunset Road,” ujarnya.

Pihaknya berharap ke depan semua kabel dapat diturunkan secara bertahap. Meskipun beberapa jalan yang menjadi target penataan merupakan jalan nasional, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar rencana ini dapat terealisasi.

Terkait progres program, Adi Arnawa menyampaikan beberapa lokasi seperti Jalan Dewi Sri, Kayu Tulang, dan Seminyak sudah dilakukan penataan. Meskipun pengerjaannya tetap dilakukan secara bertahap. Sejauh ini, program berjalan lancar dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kejaksaan.

“Para operator juga sangat kooperatif. Kami berharap upaya ini terus berlanjut karena ini merupakan tantangan besar dalam menjaga daya tarik pariwisata Badung,” imbuhnya. (ana) 

Ribuan Anak TK Meriahkan Festival Ogoh-Ogoh Mini Singasana II 

Pawai ogoh-ogoh mini Festival Singasana II berlangsung di Taman Bung Karno pada Sabtu (15/3/2025).
Pawai ogoh-ogoh mini Festival Singasana II berlangsung di Taman Bung Karno pada Sabtu (15/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pawai ogoh-ogoh mini juga turut meramaikan Festival Singasana II yang berlangsung di Taman Bung Karno pada Sabtu (15/3/2025) pagi. Pawai ogoh-ogoh mini ini diikuti oleh anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kota Singasana, Tabanan.

Pawai dibuka langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang ditandai dengan pemukulan kulkul.

Festival ini berlangsung meriah dengan partisipasi dari ribuan anak-anak TK yang menampilkan kreativitas mereka dalam mementaskan ogoh-ogoh mini.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya mengatakan, festival ogoh-ogoh mini adalah bentuk dukungan pemerintah kepada generasi muda. Festival ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya dan wadah kreativitas bagi anak-anak serta generasi muda Tabanan.

“Pawai ogoh-ogoh mini sebagai rangkaian pelaksanaan Festival Ogoh-Ogoh Singasana yang kedua tahun 2025. Jadi, ada ogoh-ogoh mini dan ogoh-ogoh dewasa,” ucapnya.

Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan penyelenggaraan festival ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung aspirasi masyarakat.

“Karena ini memang keinginan masyarakat, animo anak-anak muda dan yowana juga animo orang tua anak-anak, saya pastikan, bahwa menjelang Nyepi ini kita anggarkan dan kita fasilitasi serta selenggarakan, dan terbukti hari ini terwujud,” tambahnya.

Festival ini juga menjadi bagian dari ritual menjelang Hari Raya Nyepi, sebagai bentuk peran aktif masyarakat Tabanan dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.

“Ogoh-ogoh ini sudah dibangun dari beberapa bulan yang lalu, saya sebagai pimpinan daerah menilai positif kreativitas dari ogoh-ogoh ini. Anak-anak muda sebagai garda depan pembangunan kita melalui kreativitas, bukan saja menilai yang terbaik, tapi menilai seni ogoh-ogoh itu sendiri, diukur dari semua detail,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penggunaan bahan tradisional, Sanjaya juga mengimbau seluruh peserta dan masyarakat agar mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pembuatan ogoh-ogoh serta pengarakan ogoh-ogoh.

“Harapan saya, gunakanlah nilai-nilai kearifan lokal yang kita miliki. Misal menggunakan gong, tektekan, kayu bambu, dan lain-lain. Jangan menggunakan sound system karena tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya kita. Itu harapan kita,” Imbuh Sanjaya.

Senada dengan Bupati, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat, terutama para orang tua peserta dan bunda-bunda pendidik yang sangat semangat memotivasi anak-anak dalam berkreasi.

Ia berharap pemerintah daerah Kabupaten Tabanan selalu memberikan dukungan terhadap kreativitas masyarakat, khususnya dalam pelestarian budaya yang ada.

“Saya selaku Bunda PAUD Kabupaten Tabanan sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap Pawai Ogoh-ogoh mini tetap berlanjut setiap tahun. Mendukung anak-anak sebagai pelestari budaya sangat penting untuk menjaga warisan budaya tetap hidup,” ujarnya.

Kadis Kebudayaan Tabanan, I Made Yudiana mengatakan, Pawai ogoh-ogoh mini merupakan rangkaian pelaksanaan Festival Ogoh-Ogoh Singasana II tahun 2025. Setiap peserta ogoh-ogoh mini mendapatkan dana partisipasi sebesar Rp10 juta sesuai arahan Bupati.

Turut hadir pada kesempatan itu, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga dan Ny. Budiasih Dirga, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda beserta asisten 3 dan para perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. (ana)

Ketua DPRD Tabanan Apresiasi Kreativitas Sekaa Truna dalam Festival Singasana II

Pembukaan Festival Ogoh - Ogoh Singasana II tahun 2025 yang berlangsung di Taman Bung Karno pada Sabtu (15/3/2025).
Pembukaan Festival Ogoh - Ogoh Singasana II tahun 2025 yang berlangsung di Taman Bung Karno pada Sabtu (15/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN  – Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa menghadiri Festival Ogoh – Ogoh Singasana II tahun 2025 yang berlangsung di Taman Bung Karno pada Sabtu (15/3/2025).

Festival yang diselenggarakan untuk menyambut Hari Raya Nyepi tersebut menarik antusiasme ribuan masyarakat Tabanan. Sepuluh ogoh-ogoh dari masing-masing kecamatan menampilkan karya mereka untuk memperebutkan gelar juara.

Nyoman Arnawa menyampaikan apresiasi kepada para sekaa truna yang telah menampilkan karya mereka dalam festival Singasana II. “Saya sangat mengapresiasi kreativitas dan semangat para sekaa truna dalam menampilkan ogoh-ogoh yang luas biasa,” ucapnya.

Ia pun berharap festival Singasana bisa digelar kembali setiap tahunnya sebab festival ini bukan hanya sekedar ajang kompetisi, melainkan sebagai wadah untuk melestarikan seni dan budaya Bali.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Melalui sambutannya sebelum membuka festival, Ia memberikan apresiasi atas semangat dan kreativitas para peserta, yakni Sekaa Truna dari 10 Kecamatan di Tabanan yang penuh semangat mewakili kecamatan masing-masing.

Sanjaya menegaskan, pelaksanaan festival ogoh-ogoh ini tidak hanya bentuk upaya melestarikan nilai-nilai adat, tradisi dan budaya semata. “Ini juga bagian dari upaya memberikan apresiasi kepada anak gaul Tabanan atau yang sering disebut Agata,” ujar Sanjaya.

Sanjaya menyampaikan, keberlanjutan festival ini akan terus diperkuat dengan berbagai penyempurnaan ke depan yang tentunya sesuai dengan aspirasi para pemuda.  “Kedepan, saya juga akan membuat semacam FGD atau rembug bersama, guna memperoleh formulasi lomba ogoh-ogoh yang lebih baik dengan melibatkan pemuda hingga seniman ogoh-ogoh yang sudah mempunyai nama di Bali,” ujar Sanjaya. (ana)

10 Ogoh-Ogoh Tampil dalam Festival Singasana II 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Festival Ogoh-Ogoh Singasana II kembali digelar di Taman Bung Karno, Tabanan, pada Sabtu (15/3/2025). Sebanyak 10 ogoh-ogoh perwakilan dari masing-masing kecamatan mengikuti parade yang berlangsung mulai pukul 15.00 WITA.

Setiap peserta menampilkan ogoh-ogoh mereka dengan disertai fragmen tari yang dinilai langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya beserta dewan juri lainnya.

Ogoh-ogoh pertama yang tampil yakni perwakilan Kecamatan Kerambitan oleh Sekaa Teruna Teruni (STT) Tunas Mekar, Banjar Meliling Kangin, Desa Meliling. Kedua, Kecamatan Marga oleh STT Dharma Bakti, Banjar Basa, Desa Marga. Ketiga, dari Kecamatan Kediri oleh STT Widya Cantika, Banjar/Desa Pangkung Tibah.

Keempat, Kecamatan Baturiti oleh STT Mekarsari, Banjar Tuka, Desa Perean Tengah. Somya Rupa.

Kelima, Kecamatan Tabanan diwakili STT Eka Budhi, Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken.

Keenam, dari Kecamatan Selemadeg Timur – STT Budhi Darcana, Banjar Jelijih Tegeh, Desa Megati. Ketujuh, dari Kecamatan Penebel oleh STT Karna Waja, Banjar Adat Wongaya Kaja, Desa Wongaya Gede. Nyapa Kadi Aku.

Kedelapan, Kecamatan Pupuan oleh Rukun Muda Mudi Dwi Karya, Banjar Beniti, Belimbing Anyar, Desa Belimbing. Kala Sungga. Selanjutnya, Kecamatan Selemadeg olej STT Yowana Gata, Banjar Cekik, Desa Berembeng. Dan terakhir dari Kecamatan Selemadeg Barat oleh STT Putra Semara Dutha, Banjar Kutuh, Desa Lalanglinggah.

Setelah dinilai oleh dewan juri, seluruh ogoh-ogoh diarak mengelilingi Kota Tabanan.

Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya, menyampaikan, Festival Ogoh-Ogoh Singasana telah memasuki tahun kedua penyelenggaraan dan akan terus dilaksanakan setiap tahunnya.

“Tahun depan, pelaksanaannya akan lebih megah dan meriah. Festival ini merupakan bagian dari upaya pelestarian seni dan budaya sesuai visi dan misi kami,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sikap saling menghormati, terutama karena festival ini bertepatan dengan bulan puasa.

“Saya berharap festival ini menjadi ajang kreativitas sekaligus memahami makna pembuatan ogoh-ogoh. Ke depan, kami akan meminta masukan dari para peserta agar penyelenggaraan semakin sempurna,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan, I Made Yudiana menyatakan, Festival Singasana II tahun ini diikuti oleh 10 kecamatan dengan masing-masing peserta mendapat bantuan dana sebesar Rp30 juta.

“Ogoh-ogoh yang ditampilkan telah melalui tahap penilaian dengan syarat utama tidak menggunakan bahan styrofoam. Semua bahan harus ramah lingkungan,” jelasnya.

Para peserta berlomba memperebutkan hadiah berupa uang tunai dengan rincian Juara 1 Rp40 juta, Juara 2 Rp30 juta, dan Juara 3 Rp25 juta. Kemudian, Harapan 1 Rp20 juta, Harapan 2 Rp15 juta, dan Harapan 3 Rp10 juta. (ana)

Cara Menambahkan Musik di Status WhatsApp untuk HP Android-iPhone

WhatsApp
WhatsApp

PANTAUBALI.COM – Aplikasi WhatsApp kembali menghadirkan fitur baru untuk para penggunanya. Fitur baru tersebut adalah penambahan musik ke dalam unggahan status atau story.

Sama seperti platform lain seperti Instagram dan Facebook, fitur baru WhatsApp ini tentunya memberikan pengalaman menarik bagi pengguna.

Meskipun demikian, fitur ini masih dalam tahap uji coba dan belum tersedia untuk semua pengguna di Indonesia.

Untuk bisa menikmati fitur baru ini, para pengguna harus memastikan aplikasi WhatsApp mereka sudah diperbarui ke versi terbaru.

Namun, jika setelah dilakukan pembaharuan fitur ini belum tersedia, maka para pengguna harus menunggu rilis bertahap yang dilakukan oleh WhatsApp.

Berikut langkah-langkah untuk menambahkan musik ke status WhatsApp baik untuk tipe ponsel Android maupun iPhone:

  • Pastikan aplikasi WhatsApp di perangkat telah diperbarui ke versi terbaru,
  • Buka WhatsApp dan masuk ke tab “Status”,
  • Pilih tab “Status” yang berada di bagian atas layar aplikasi,
  • Buat Status Baru lalu Klik ikon “+” atau “Tambahkan Status” untuk mulai membuat status baru,
  • Tambahkan Foto atau Video Pilih gambar atau video yang ingin diunggah sebagai status,
  • Tambahkan Musik Klik ikon musik atau nada yang terdapat di bagian atas editor status,
  • Pilih lagu dari daftar yang tersedia dalam perpustakaan Meta,
  • Tentukan bagian lagu yang ingin digunakan, dengan durasi maksimal 15 detik untuk foto atau bisa menyesuaikan dengan panjang video,
  • Unggah Status dengan menekan tombol “Kirim”.

Fitur musik di WhatsApp yang ditambahkan ke status akan menampilkan judul lagu dan nama artis. Selain itu, tersedia juga tautan langsung ke profil Instagram artis untuk mendukung konektivitas lintas platform dalam ekosistem Meta. Status WhatsApp yang berisi musik tetap ini akan berlaku selama 24 jam sebelum otomatis menghilang. (ana)

7 Rahasia Memiliki Kulit Glowing, Tak Perlu Perawatan Mahal

Tips memiliki kulit wajah glowing.
Tips memiliki kulit wajah glowing. (foto:freepik.com)

PANTAUBALI.COM – Kulit wajah yang bersih dan bersinar atau glowing menjadi impian banyak orang, khususnya kaum hawa. Namun, banyak yang beranggapan memiliki kulit glowing harus dilakukan dengan perawatan yang mahal atau bahkan make up tebal.

Namun anggapan itu tidak benar, sebab memiliki kulit wajah glowing hanya cukup dengan cara alami melalui menjaga kesehatan tubuh setiap hari. Maka dari itu, perlu diketahui tips sederhana untuk mendapatkan kulit glowing secara alami tanpa perlu menguras isi kantong. Berikut adalah tipsnya:

  1. Rutin Bersihkan Wajah

Membersihkan wajah adalah langkah paling mudah dan mendasar dalam perawatan kulit wajah agar selalu terlihat bersih. Minimal dalam sehari bersihkan wajah dua kali yakni saat pagi dan malam.

Jangan lupa juga untuk membersihkan wajah dengan cleansing oil atau micellar water untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Setelah itu dilanjutkan dengan penggunaan sabun pembersih wajah yang cocok sesuai jenis kulit.

2. Eksfoliasi

Selain rutin membersihkan wajah, eksfoliasi atau membersihkan sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit sangat penting dilakukan.

Dengan melakukan eksfoliasi, kulit wajah akan terlihat lebih cerah dan halus. Sebaiknya lakukan eksfoliasi dua kali seminggu dengan scrub wajah yang lembut. Selain itu bisa juga menggunakan masker wajah alami.

3. Pakai Pelembab

Produk pelembab sangat membantu untuk membuat kulit tampak cerah. Setelah membersihkan wajah serta melakukan eksfoliasi, Anda bisa menggunakan pelembab sesuai dengan jenis kulit. Pelembab ini akan membuat kulit tetap sehat dan terhidrasi. Gunakan pelembab setiap hari dan rutin untuk mendapat hasil yang maksimal.

4. Gunakan Sunscreen

Sunscreen atau sunblock sangat penting digunakan khususnya bagi Anda yang sering beraktifitas diluar ruangan. Sebab paparan sinar matahari berlebih dapat menyebabkan kulit menjadi terlihat kusam, timbul flek hitam dan mempercepat penuaan.

Sunscreen dapat digunakan bahkan saat cuaca mendung untuk tetap melindungi kulit dari polusi yang berdampak negatif pada kulit wajah.

5. Tidur Cukup

Kurang tidur ternyata dapat menyebabkan kulit terlihat lebih kusam dan pastinya akan timbul kantong mata. Kondisi tersebut tentunya membuat kulit tampak tidak sehat. Maka dari itu tidur yang cukup selama 7 hingga 8 jam setiap hari dapat membantu wajah terlihat sehat dan glowing.

6. Konsumsi Makanan Kaya Nutrisi

Makanan sangat mempengaruhi penampilan dan kesehatan kulit wajah. Maka dari itu, untuk mendapatkan kulit yang cerah perlu mengonsumsi makanan yang bergizi dan memiliki vitamin. Perbanyak makan sayur dan buah serta menghindari makanan olahan dan berlemak sangat membantu merawat kulit dari dalam.

7. Hindari Stres Berlebih

Masalah kulit seperti jerawat dan eksim dapat timbul karena stres berlebih. Maka dari itu, mengelola stres dengan baik sangat perlu dilakukan jika ingin memiliki kulit glowing.

Ada banyak cara untuk mengelola stres, misalnya dengan olahraga, yoga, rekreasi atau melakukan hobi. (ana)

Putri Koster Ajak Generasi Muda Pilah Sampah Berbasis Sumber

Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster saat menghadiri acara Jumat Sehat Dies Natalis Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar ke-24, Jumat (14/3/2025).
Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster saat menghadiri acara Jumat Sehat Dies Natalis Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar ke-24, Jumat (14/3/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Permasalahan sampah, khususnya di Bali menjadi yang terpenting saat ini. Untuk itu, Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mengajak generasi muda untuk mulai berbenah diri dengan menanamkan disiplin dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara Jumat Sehat Dies Natalis Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar ke-24 di Poltekkes Kemenkes Denpasar, Jumat (14/3/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Putri Koster menekankan pentingnya memilah sampah dari sumbernya guna menjaga kebersihan lingkungan.

“Dengan lingkungan yang bersih, hidup kita akan menjadi sehat, bersahaja, dan penuh kedamaian. Untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, semua pihak harus memiliki kesadaran untuk mulai memilah sampah dari sumbernya,” ujarnya.

Menurutnya, memilah sampah bertujuan untuk mempercepat proses penguraian sampah organik di dalam tanah. Sampah dapur sebisa mungkin tidak dicampur dengan sampah anorganik.

“Selain bisa menjadi pupuk organik yang menyuburkan tanah, memilah sampah dari sumbernya juga akan menjaga kebersihan tempat tinggal tanpa mengotori lingkungan sekitar. Layaknya slogan yang saya bangun: desa kita bersih tanpa mengotori desa lain,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ny. Putri Koster menjelaskan, pengelolaan sampah sudah diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

“Untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, diperlukan kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber guna mewujudkan Bali yang bersih, hijau, dan indah,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan, Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah memperkuat pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup.

Dalam kunjungannya, Ny. Putri Koster turut meninjau pameran yang diselenggarakan oleh mahasiswa dari enam program studi di areal Poltekkes. Ia didampingi Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar, Sri Rahayu.

Selain sanitasi yang baik, ia juga menekankan bahwa keseimbangan gizi untuk anak-anak harus menjadi prioritas guna mendukung tumbuh kembang mereka, baik secara fisik, mental, maupun kognitif.

Acara ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan serta menerapkan pola hidup sehat demi masa depan yang lebih baik. (rls)

Sanjaya-Dirga Jalani Ritual Mejaya-Jaya 

Upacara mejaya-jaya Bupati dan Wakil Bupati Tabanan pada Jumat (14/3/2025).
Upacara mejaya-jaya Bupati dan Wakil Bupati Tabanan pada Jumat (14/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati dan Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan I Made Dirga melaksanakan ritual mejaya-jaya bertepatan dengan hari Purnama Sasih Kesanga, pada Jumat (14/3/2025).

Dengan didampingi seluruh jajaran perangkat daerah di Pemerintah Kabupaten Tabanan, upacara dilakukan di Padmasana Kantor Bupati Tabanan. Mejaya-Jaya ini menjadi simbol penyucian diri secara lahir dan batin sebelum melanjutkan tugas kepemimpinan.

Namun sebelum itu, Sanjaya dan Dirga yang terpilih memimpin Tabanan periode 2025-2029 melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel.

Selain itu, sebelum memulai persembahyangan di Pura Luhur Batukau, Bupati dan rombongan terlebih dahulu melakukan pelepasan lima ekor burung titiran serta memberi makan ikan di kolam Beji Pura.

Usai menjalani ritual Mejaya-Jaya, Bupati Sanjaya menegaskan pentingnya ritual ini bagi pemimpin daerah sebagai bentuk penyelarasan antara skala dan niskala. Sehingga visi misi kedepan, menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani bisa terpenuhi melalui kekuatan bersama.

“Saya dan Bapak Wakil beserta jajaran sejak pagi sudah melakukan sebuah ritual yang memang wajib kita laksanakan sebagai umat Hindu. Ritual ini puncaknya hari ini, Mejaya-Jaya,” ujar Sanjaya.

Ia menambahkan, setelah resmi dilantik oleh negara pada 20 Februari 2025 lalu, bersama Wakil Bupati wajib melengkapi ritual dengan melaksanakan Mejaya-Jaya.

Ditegaskannya juga, pembangunan infrastruktur dan sektor pertanian akan tetap menjadi fokus utama pemerintahannya bersama Wabup Dirga ke depan.

“Tanpa rasa persatuan, akan sulit membangun Tabanan, yang terbentang di 133 desa dan 10 kecamatan. Kalau tidak betul-betul konsisten membangun, tidak bisa kita wujudkan,” tegasnya. (ana)

Prabowo Siapkan Penjara di Pulau Terpencil untuk Koruptor

Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara peresmian mekanisme baru penyaluran tunjangan ASN di Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (13/3/2025).
Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara peresmian mekanisme baru penyaluran tunjangan ASN di Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (13/3/2025).

PANTAUBALI.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto akan membangun penjara di pulau terpencil untuk para koruptor selama menjalani masa hukuman.

Hal ini disampaikan Prabowo dalam acara peresmian mekanisme baru penyaluran tunjangan ASN di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta pada Kamis (13/3/2025) kemarin.

“Saya nanti juga akan sisihkan dana. Saya akan bikin penjara yang sangat kokoh di suatu tempat yang terpencil, mereka tidak bisa keluar malam hari,” ucap Prabowo dikutip Jumat (14/3/2025).

Ia menyebut akan mencarikan tempat yang cocok untuk membangun penjara tersebut. “Kita akan cari pulau, kalau mereka mau keluar, biar ketemu sama hiu,” sambungnya.

Menurut Prabowo, suatu negara tidak akan kaya jika praktik korupsi masih marak terjadi. Melainkan hanya membawa kehancuran pada negara tersebut. Dirinya pun menyatakan kesiapan dalam menghadapi para koruptor.

“Saya tidak takut mafia mana pun, saya tidak takut. Apalagi ada Kapolri sama Panglima TNI, apalagi ada guru-guru yang akan membantu saya,” imbuhnya. (ana) 

Bantuan Hari Raya 2 Juta di Badung Dipastikan Tetap Berjalan, Ini Syaratnya

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memastikan program kebijakan pemberian bantuan Hari Raya Besar Keagamaan sebesar Rp2 juta kepada masyarakat Badung tetap berjalan. Pemberian bantuan dipastikan akan berpijak pada aturan yang berlaku.

“Kami Bupati bersama Wakil Bupati berkomitmen dan memastikan program ini tetap jalan, tentu dalam implementasinya kami harus patuh dan taat dengan regulasi yang ada,” jelas Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam rapat koordinasi bersama instansi terkait pada Jumat (14/3/2025).

Adi Arnawa menegaskan bantuan ini diberikan sebagai upaya mendorong daya beli masyarakat serta mengantisipasi terjadinya inflasi yang sering terjadi saat hari-hari besar keagamaan.

“Bantuan ini bukan THR. Ini adalah bantuan sosial dari pemerintah kepada masyarakat yang berbasis KK, dalam rangka mendorong daya beli masyarakat yang mana sering terjadi inflasi ketika hari besar keagamaan,” jelasnya.

Syarat Penerima Bantuan

Adi Arnawa menegaskan, regulasi dari program bantuan hari raya ini sudah dipersiapkan dengan melakukan koordinasi bersama Kejaksaan selaku pengacara negara yang memberikan legal opinion.

“Termasuk juga dasar kami yang mempedomani pelaksanaan perbup nanti sudah diharmonisasi oleh pihak kantor wilayah hukum provinsi bali,” tambah Adi Arnawa.

Syarat penerima bantuan sosial ini juga sudah dibuat yakni:

  • Masyarakat berdomisili 5 tahun di Badung secara terus menerus,
  • Berpenghasilan maksimal 5 juta,
  • Minimal mempunyai tanggungan 1 orang dan warga tersebut masuk kategori rentan miskin dan miskin.
  • Bukan termasuk ASN, TNI/Polri dan Pensiunannya.

Pendataan dilakukan melalui musyawarah dusun, selanjutnya musyawarah desa/kelurahan. Pendataan disertai surat pernyataan dan pakta integritas. Hasil musdes/kelurahan, datanya akan dikirim ke Dinas Sosial Badung paling lambat tanggal 18 Maret 2025 untuk diverifikasi.

Bupati Adi Arnawa memahami dalam pelaksanaannya kebijakan ini terjadi sedikit hambatan saat pendataan di masyarakat sebab merupakan program baru.

Meskipun demikian pihaknya mengimbau masyarakat tetap tenang dan jangan bias agar kebijakan ini berjalan aman dan tidak terjadi masalah hukum di kemudian hari. (rls)