- Advertisement -
Beranda blog Halaman 23

Kontingen Tabanan Sabet 128 Medali di Porprov Bali 2025, Atlet dan Pelatih Terima Apresiasi

Bupati Tabanan menyerahkan penghargaan kepada atlet dan pelatih kontingen Tabanan peraih medali pada Porprov Bali 2025. 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan penghargaan kepada atlet dan pelatih berprestasi usai kontingen Tabanan menorehkan capaian membanggakan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI Tahun 2025. Sepanjang ajang tersebut, Tabanan berhasil mengoleksi total 128 medali dari berbagai cabang olahraga.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, dalam acara yang digelar di Gedung Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Desa Adat Kota Tabanan, Senin (16/2/2026). Kegiatan ini menjadi wujud apresiasi pemerintah daerah atas dedikasi para atlet, pelatih, dan official yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat Provinsi Bali.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Nyoman Arnawa, Sekretaris Daerah Tabanan, Kepala Dinas Pendidikan I Gusti Ngurah Putu Darma Utama, jajaran pimpinan perangkat daerah, Dewan Kehormatan dan Dewan Penyantun KONI Tabanan, Ketua Umum KONI Tabanan, serta para pelatih, official, dan atlet peraih medali.

Pada Porprov Bali yang berlangsung 9–17 September 2025, kontingen Tabanan mengoleksi 25 medali emas, 34 perak, dan 69 perunggu. Dengan raihan tersebut, Tabanan menempati peringkat keenam dari seluruh kabupaten/kota se-Bali. Prestasi ini diraih melalui kerja keras 409 atlet yang didukung 122 pelatih dan official selama kejuaraan berlangsung.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh kontingen. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif yang patut dibanggakan oleh seluruh masyarakat Tabanan. Prestasi ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi atlet untuk terus meningkatkan kemampuan pada ajang-ajang berikutnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Tabanan, I Made Nurbawa, menekankan bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pembinaan olahraga tidak semata-mata mengejar prestasi, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berintegritas.

Keberhasilan kontingen Tabanan pada Porprov Bali 2025 diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan olahraga secara berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat, Tabanan optimistis mampu meraih prestasi yang lebih tinggi pada ajang olahraga di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. (pmc) 

Bupati Adi Arnawa Mendem Pedagingan di Pelinggih Meru, Upacara Melaspas Pura Desa dan Puseh Blahkiuh

Bupati Wayan Adi Arnawa didampingi Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat mendem pedagingan di Pelinggih Puseh Meru Tumpang Pitu, di Pura Desa dan Puseh, Desa Adat Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Selasa (17/2).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Istri Nyonya Rasniathi Adi Arnawa mendem pedagingan di Pelinggih Puseh Meru Tumpang Pitu, serangkaian upacara melaspas dan mendem pedagingan di Pura Desa dan Puseh, Desa Adat Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Selasa (17/2/2026).

Rangkaian upacara melaspas dipuput Ida Pedanda Griya Lebah, Abiansemal. Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Badung diwakili anggota DPRD Putu Dendy Astra Wijaya dan I Gusti Ngurah Shaskara, PHDI Badung, Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten, MDA Kecamatan, Camat Abiansemal beserta Tripika Kecamatan, Perbekel, Bendesa Adat, BPD, LPM, Kelian Dinas dan Adat serta krama Desa Blahkiuh.

 

Upacara melaspas digelar, serangkaian telah selesainya perbaikan pelinggih dan sejumlah bangunan di Pura Desa dan Puseh. Untuk tahun 2025, Pemkab Badung telah membantu dana hibah pembangunan tiga pura di Blahkiuh. Diantaranya Pura Desa lan Puseh, Pura Penataran dan Pura Merajapati Gede. Dana hibah fisik yang digelontorkan dari APBD Badung 2025 dengan total Rp 12,9 miliar. Sementara untuk mendukung pelaksanaan upacara melaspas, Bupati mepunia sebesar Rp 100 juta dan DPRD Badung Rp 10 juta.

 

Bupati Adi Arnawa atas nama Pemkab. Badung merasa bersyukur dapat hadir ikut ngrastiti upacara melaspas dan mendem pedagingan di Pura Puseh dan Desa Blahkiuh. Upacara ini sangatlah penting sebagai simbol penyucian stana ida bhatara. “Upacara melaspas dan mendem pedagingan sebagai penyucian dan pembersihan bangunan suci secara niskala. Semoga melalui upacara ini semua krama diberikan keselamatan, kedamaian dan perlindungan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” terangnya. Untuk itu Bupati minta kedepan agar keberadaan parahyangan ini tetap dijaga dan dipelihara dengan baik. Tentunya dibutuhkan sinergitas antara pemerintah desa dengan desa adat bersama seluruh masyarakat dengan selalu menjaga rasa sagilik, saguluk, gotong- royong dan meningkatkan sradha dan bhakti kehadapan-Nya.

 

Lebih lanjut, Bupati meminta kepada masyarakat untuk mendukung program Pemkab Badung, terutamanya bersama-sama menangani masalah sampah yang menjadi tantangan luar biasa. Saat ini pemerintah daerah tengah gencar-gencarnya menangani sampah melalui program teba modern, termasuk penanganan sampah di TPS3R yang ada di desa/kelurahan dan TPST di wilayah kecamatan. “Kami minta masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Mari bergotong-royong, mulai budayakan pilah sampah, sehingga penanganan sampah tuntas di sumbernya,” terang Bupati.

 

Beliau juga menyampaikan program kebijakan yang telah dilaksanakan untuk masyarakat. Mulai bantuan hari besar keagamaan Rp 2 juta per KK, bantuan umur harapan hidup diatas 75 tahun mendapat Rp 3 juta saat berulang tahun serta bantuan Rp 1 juta per bulan bagi penyandang disabilitas dan gangguan jiwa. Mulai 2026 ini akan dilaksanakan pula program beasiswa S1 bagi anak petani, nyoman dan ketut serta anak dari keluarga berpenghasilan Rp 5 juta ke bawah. Dan biaya sekolah gratis, bagi siswa SMA Negeri maupun Swasta yang bersekolah di Badung.

 

Bendesa Adat Blahkiuh Gusti Ngurah Made Oka menyampaikan terima kasih atas bantuan bupati badung yang telah membantu hibah perbaikan tiga parahyangan di Desa Blahkiuh dengan total bantuan Rp 12,9 M. Kedepan pihaknya juga tetap memohon dukungan bupati sehingga program pembangunan di Desa Blahkiuh dapat dituntaskan. “Kedepan kami akan selalu mohon dukungan bapak bupati, karena banyak sekali program yang kami laksanakan. Mulai dari karya nyekah massal, perbaikan sejumlah pura hingga rencana karya di Pura Dalem Gede Blahkiuh pada 2028 nanti,” imbuhnya. (rls) 

 

Hadiri Karya di Pura Dalem Jambe Kapal, Bupati Adi Arnawa Tekankan Pengelolaan Sampah Mandiri dan Program Pendidikan Gratis

Bupati Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian upacara Nyakap Karang, Melaspas, dan Mendem Pedagingan di Pura Dalem Jambe, Banjar Adat Panglan Baleran, Kelurahan Kapal, Selasa (17/2).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian upacara Nyakap Karang, Melaspas, dan Mendem Pedagingan di Pura Dalem Jambe, Banjar Adat Panglan Baleran, Kelurahan Kapal, Selasa (17/2/2026). Kehadiran Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat dan budaya di gumi keris.

 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa secara simbolis menyerahkan bantuan hibah fisik anggaran perubahan tahun 2025 senilai lebih dari Rp3 miliar untuk pembangunan pura, serta bantuan dana pribadi sebesar Rp25 juta.

 

Dalam sembrama wecananya, Bupati Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi atas semangat gotong royong warga Banjar Adat Panglan Baleran dalam melaksanakan yadnya.

“Semangat ngayah ini adalah cerminan nilai luhur yang harus diwariskan. Pemerintah hadir untuk ikut ngrastiti bakti sekaligus menjadi saksi (upasaksi) upacara ini. Semoga Ida Bhatara yang berstana di sini senantiasa memberikan tuntunan agar upacara berjalan Labda Karya Sida Sidaning Don,” ujar Bupati.

Selain urusan spiritual, Bupati Adi Arnawa juga menyelipkan pesan krusial mengenai lingkungan. Beliau mengajak masyarakat untuk berhenti membuang sampah ke sungai dan mulai menerapkan sistem “Tebe Modern”.

“Saya harap masyarakat membuat tebe modern di rumah masing-masing agar sampah organik seperti sisa canang dan dedaunan tidak lagi dibawa ke TPS3R atau TPA. Ini penting untuk menjaga kebersihan lingkungan kita,” tegasnya.

 

Terkait kesejahteraan, Bupati memaparkan program unggulan pasangan Adi-Cipta untuk tahun 2026, khususnya di bidang Pendidikan yakni Pendidikan Gratis Selain SD dan SMP, kini jenjang SMA/SMK (Negeri maupun Swasta) di wilayah Badung digratiskan. Pemerintah juga menyiapkan kuota beasiswa kuliah bagi 400 orang dengan kriteria khusus, yakni anak petani atau orang tua berpenghasilan di bawah Rp 5 juta, serta anak yang bernama Nyoman dan Ketut. Beasiswa ini mencakup biaya kuliah selama 4 tahun hingga biaya wisuda.

 

Sementara itu, Manggala Karya I Gede Agus Feri Mahardika menyampaikan terima kasih atas dukungan hibah yang telah digunakan untuk renovasi Pura Dalem Jambe. Ia juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kondisi Balai Banjar Panglan Baleran yang saat ini sudah mulai miring dan memprihatinkan, serta memohon dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah.

 

Turut hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Provinsi Bali I Wayan Bawa, anggota DPRD Badung I Made Suardana, perwakilan DPR RI, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Kapal, serta tokoh masyarakat setempat. (rls)

 

 

Gasak 4 Iphone di Toko Teuku Umar, Dua Pemuda Asal Jember Dibekuk Polisi

Dua pelaku pencurian empat unit iPhone di Toko Mekicell Gadget Store, Jalan Teuku Umar, Denpasar Barat, diamankan Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat bersama barang bukti hasil kejahatan.
Dua pelaku pencurian empat unit iPhone di Toko Mekicell Gadget Store, Jalan Teuku Umar, Denpasar Barat, diamankan Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat bersama barang bukti hasil kejahatan.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM  – Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 KUHP yang terjadi di sebuah toko handphone di Jalan Teuku Umar, Denpasar Barat.

Aksi pencurian tersebut diketahui terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026 sekitar pukul 11.00 Wita, di Toko Mekicell Gadget Store, Kelurahan Dauh Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar. Korban diketahui bernama Muthia Khairunnisa Rayno (22).

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, pelaku masuk ke dalam toko dengan memanfaatkan rolling door yang tidak terkunci.

“Pelaku masuk melalui rolling door yang tidak terkunci, kemudian mengambil beberapa handphone yang berada di dalam brankas serta merusak CCTV di TKP,” jelasnya.

Dari kejadian tersebut, korban kehilangan empat unit handphone masing-masing satu unit iPhone 13, satu unit iPhone 15, satu unit iPhone 11, dan satu unit iPhone 11 Pro. Total kerugian ditaksir mencapai Rp25 juta.

Peristiwa ini pertama kali diketahui saat karyawan korban menghubungi melalui pesan WhatsApp dan menginformasikan bahwa toko dalam keadaan terbuka serta gembok tidak terpasang. Korban kemudian meminta karyawan melakukan video call untuk mengecek kondisi dalam toko dan brankas.

Setelah brankas dibuka menggunakan PIN, diketahui empat unit handphone telah hilang. Korban pun langsung mendatangi toko dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Denpasar Barat.

Berdasarkan laporan tersebut, tim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Barat yang dipimpin Kanit Reskrim IPTU Demiral Safriansyah bersama Panit Opsnal IPDA I Made Wicaksana bergerak melakukan olah TKP dan penyelidikan.

Kasi Humas Polresta Denpasar menambahkan, petugas akhirnya memperoleh informasi terkait identitas dan keberadaan pelaku di wilayah Denpasar Barat.

“Tim berhasil mengamankan dua orang pelaku pada Kamis, 12 Februari 2026 di wilayah Denpasar Barat. Selanjutnya pelaku beserta barang bukti diamankan ke Mapolsek Denpasar Barat untuk dilakukan interogasi dan proses hukum lebih lanjut,” ungkapnya.

Kedua pelaku masing-masing berinisial Moh. Samsul Arifin (23) dan Wildan Nuris (23), keduanya berasal dari Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Dari hasil interogasi, keduanya mengakui telah mengambil empat unit iPhone tersebut secara bersama-sama. Handphone hasil curian rencananya akan dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain mengamankan kembali empat unit iPhone yang dicuri, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lainnya berupa satu buah helm merek Ink warna biru, satu jaket hoodie warna abu-abu, serta satu unit sepeda motor Scoopy warna hitam merah yang digunakan saat beraksi.

Saat ini kedua pelaku masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Denpasar Barat dan terancam dijerat pasal pencurian dengan pemberatan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. RAN

Pariwisata Bali Dievaluasi, Wapres Gibran Targetkan Daya Saing Lampaui Negara Tetangga

Wakil Presiden Gibran dalam pertemuan yang digelar di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali, Jumat (13/2/2026).
Wakil Presiden Gibran dalam pertemuan yang digelar di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali, Jumat (13/2/2026).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menyerap langsung aspirasi puluhan pelaku usaha pariwisata dalam pertemuan yang digelar di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali, Jumat (13/2/2026). Dalam forum tersebut, Wapres menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir dan memberikan solusi konkret bagi pengembangan sektor pariwisata, khususnya di Bali.

Pertemuan itu turut dihadiri Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman, serta diikuti 74 pelaku usaha pariwisata dan perwakilan pemerintah daerah. Forum ini secara khusus membahas kondisi dan tantangan pariwisata Bali, setelah sebelumnya digelar rapat koordinasi nasional sektor pariwisata pada Januari lalu.

“Kalau kemarin kita bahas pariwisata nasional, hari ini fokus Bali. Kita undang asosiasi dan pelaku yang memang bergerak langsung di sektor ini,” ujar Wapres Gibran.

Sejumlah isu strategis mengemuka dalam dialog tersebut, mulai dari pengembangan infrastruktur dan destinasi di 10 destinasi prioritas, peningkatan keselamatan wisata melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi, persoalan perizinan, hingga penanganan sampah yang dinilai mendesak.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wapres meminta sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Ia menekankan pentingnya percepatan penanganan persoalan mendasar seperti sampah, ketersediaan air bersih, sertifikasi usaha, animal welfare, dan infrastruktur penunjang pariwisata.

“Segera kita tindak lanjuti masalah sampah, air, sertifikasi, animal welfare, dan infrastruktur. Target pariwisata harus terus kita tingkatkan dan mampu bersaing dengan negara tetangga,” tegasnya.

Wapres juga mengingatkan peran strategis Bali sebagai wajah Indonesia di mata dunia. Dari sekitar 15 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, hampir 45 persen masuk melalui Pulau Dewata.

“Bali adalah wajah Indonesia dan kesan pertama wisatawan mancanegara. Ini harus kita jaga baik-baik,” ujarnya.

Momentum kunjungan wisatawan pada Kuartal I 2026 pun menjadi perhatian. Rangkaian libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru, Imlek, hingga menjelang Lebaran dan libur sekolah disebut sebagai peluang emas untuk mendongkrak angka kunjungan yang harus dioptimalkan bersama.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi berbagai pandangan yang disampaikan pelaku usaha. Ia menilai masukan tersebut penting sebagai dasar penguatan kebijakan pariwisata nasional agar semakin berdaya saing dan berkelanjutan.

Terkait persoalan sampah di Bali, Kemenpar tengah menyiapkan instalasi pengolahan sampah berbasis Waste to Energy (WtE) di tiga daerah, termasuk Bali yang direncanakan mulai berproses pada Maret 2026. Menteri Pariwisata juga berharap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung tidak ditutup sebelum program WtE berjalan optimal.

Di sisi lain, untuk merespons keluhan tingginya harga tiket pesawat domestik, pemerintah telah menetapkan insentif berupa diskon tiket kelas ekonomi sebesar 17 hingga 18 persen. Selain itu, tersedia pula diskon tiket kereta api dan kapal laut masing-masing 30 persen, serta pembebasan tarif jasa pelabuhan untuk angkutan penyeberangan.

Kementerian Pariwisata memastikan seluruh masukan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, dengan harapan terbangun sinergi yang solid antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, serta UMKM demi kemajuan pariwisata nasional. RAN

Ogoh-Ogoh Badung Dibagi 7 Zona Dengan Jumlah Peserta Hampir 600

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Penilaian ogoh-ogoh tingkat zona di Kabupaten Badung mulai dimatangkan. Sebanyak 597 Sekaa Teruna dan Yowana dipastikan ambil bagian dalam proses penjurian yang akan berlangsung selama empat hari, 18 hingga 22 Februari 2026, dengan pembagian tujuh zona penilaian.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha, mengatakan seluruh tahapan teknis telah dibahas secara intensif bersama tim juri, terutama terkait pencermatan aspek dan kriteria penilaian. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya minat peserta dari tahun ke tahun, serta munculnya aspirasi agar nilai masing-masing peserta diumumkan secara terbuka.

“Secara penilaian sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi kami lebih mencermati kembali setiap aspek atau kriteria. Ada aspirasi agar nilai tiap peserta disampaikan secara terbuka, dan itu menurut kami bukan informasi yang perlu dirahasiakan sesuai Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik,” ujarnya, Minggu (15/2).

Dalam pelaksanaannya, setiap zona akan dinilai oleh tiga juri, sehingga total terdapat 21 juri yang terlibat. Selama empat hari penilaian, masing-masing tim juri akan menilai sekitar 18 hingga 20 ogoh-ogoh per hari di setiap zona. Dengan jumlah peserta mendekati 600, jadwal penilaian dipastikan padat dari pagi hingga malam hari.

Sudarwitha mengimbau seluruh Sekaa Teruna dan Yowana agar berada di lokasi saat penilaian berlangsung. Kehadiran mereka dinilai penting untuk menjelaskan konsep dan proses kreatif di balik karya ogoh-ogoh yang ditampilkan.

Dalam aspek penilaian, panitia tetap berpedoman pada tiga kriteria utama yakni Satyam (kebenaran), Siwam (kesucian), dan Sundaram (keindahan). Khusus untuk aspek Sundaram atau estetika, bobot penilaian cukup besar, yakni antara 5 hingga 50 poin. Unsur kreativitas, inovasi, serta teknik konstruksi menjadi fokus utama dalam penilaian estetika tersebut.

Meski demikian, panitia menegaskan tidak ada dikotomi antara detail anatomi ogoh-ogoh dengan pemanfaatan unsur motorik. Keduanya tidak dipertentangkan, melainkan dapat saling melengkapi. Jika salah satu aspek lebih menonjol, juri tetap akan memberikan apresiasi sesuai kualitas karya.

Selain itu, penggunaan bahan ramah lingkungan juga menjadi pertimbangan dalam penilaian. Pemanfaatan bahan alami maupun barang bekas, seperti limbah botol plastik sekali pakai yang dikemas secara artistik, berpeluang memperoleh poin tambahan. Bahkan, karya berbahan daur ulang pernah masuk nominasi karena dinilai inovatif dan kreatif.

Dengan sistem penilaian yang semakin cermat dan transparan, ajang ogoh-ogoh tahun ini diharapkan mampu mendorong kreativitas generasi muda sekaligus memperkuat nilai budaya dan kepedulian terhadap lingkungan. RAN

Polda Bali Perkuat Koordinasi dengan Distributor Sembako Jelang HBKN

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Menjelang perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Polda Bali memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pelaku usaha distribusi pangan guna memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) tetap terjaga di wilayah Provinsi Bali.

Kegiatan silaturahmi dan koordinasi tersebut dilaksanakan dengan pemilik CV Sumber Pangan Denpasar, Andre Tandika, sebagai salah satu distributor sembako di Bali. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan membahas kondisi pasokan, kelancaran distribusi, serta langkah antisipasi menghadapi potensi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang HBKN.

Hadir dalam kegiatan tersebut Panit 2 Subdit II Ditintelkam Polda Bali AKP I Ketut Jayana beserta jajaran. Dalam pertemuan itu, turut dibahas ketersediaan sejumlah komoditas strategis seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, telur, serta bahan kebutuhan pokok lainnya yang permintaannya cenderung meningkat saat momentum hari besar keagamaan.

Dari hasil komunikasi yang dilakukan, diperoleh gambaran bahwa kondisi pasokan dan distribusi bapokting di Bali hingga saat ini masih relatif aman dan lancar. Pihak distributor juga menyatakan kesiapan untuk menjaga kontinuitas pasokan serta mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat.

AKP I Ketut Jayana menyampaikan, koordinasi dengan pelaku usaha distribusi pangan menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas ketersediaan bahan pokok serta mencegah terjadinya kelangkaan maupun gejolak harga di pasaran.

Melalui sinergi antara aparat kepolisian dan pelaku usaha, diharapkan kebutuhan masyarakat selama periode HBKN dapat terpenuhi dengan baik. Selain itu, stabilitas distribusi pangan juga dinilai berkontribusi terhadap terjaganya situasi keamanan dan kondusivitas ekonomi di Provinsi Bali menjelang hari besar keagamaan. (rls) 

597 Ogoh-ogoh Dinilai, Badung Bagi Penilaian Tujuh Zona Selama Empat Hari

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Tahapan penilaian ogoh-ogoh tingkat zona di Kabupaten Badung mulai dipersiapkan secara matang. Penilaian lapangan terhadap karya ogoh-ogoh dari 597 Sekaa Teruna dan Yowana akan dilaksanakan dalam tujuh zona selama empat hari, yakni 18 hingga 22 Februari mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha, mengatakan seluruh mekanisme teknis penilaian telah dibahas bersama tim juri. Fokus utama pembahasan adalah pendalaman kembali indikator dan kriteria penilaian, seiring meningkatnya antusiasme peserta setiap tahun.

Ia mengungkapkan, muncul pula masukan agar hasil penilaian masing-masing peserta disampaikan secara terbuka. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan prinsip keterbukaan informasi publik.

“Secara prinsip, pola penilaian tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun kami melakukan pendalaman terhadap aspek dan indikator penilaian. Ada aspirasi agar nilai peserta diumumkan secara terbuka, dan itu bukan informasi yang dikecualikan. Karena itu kami betul-betul berhati-hati agar penilaian objektif,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, setiap zona akan dinilai oleh tiga orang juri, sehingga total melibatkan 21 juri. Para juri ditargetkan menilai sekitar 18 hingga 20 ogoh-ogoh per hari di masing-masing zona. Dengan jumlah peserta hampir mencapai 600 sekaa, proses penilaian dipastikan berlangsung intens dari pagi hingga malam hari.

Mantan Camat Petang itu juga mengimbau seluruh sekaa teruna dan yowana agar berada di lokasi saat penilaian berlangsung. Kehadiran perwakilan sekaa dinilai penting untuk menjelaskan konsep, filosofi, serta proses kreatif karya ogoh-ogoh yang ditampilkan.

Terkait aspek penilaian, Sudarwitha menjelaskan bahwa juri tetap mengacu pada tiga indikator utama, yakni Satyam, Siwam, dan Sundaram. Unsur Sundaram atau estetika memiliki bobot nilai cukup besar, berkisar antara 5 hingga 50 poin. Pada aspek ini, kreativitas, inovasi, serta teknik konstruksi menjadi perhatian utama juri.

Meski demikian, panitia menegaskan tidak membedakan secara kaku antara penilaian detail anatomi dengan pemanfaatan unsur motorik. Keduanya dinilai sebagai bagian dari kreativitas yang saling melengkapi.

“Detail anatomi dan inovasi motorik tidak untuk dipertentangkan. Kalau sebuah ogoh-ogoh kuat di salah satu aspek atau mampu menggabungkan keduanya, juri tetap akan memberikan apresiasi sesuai kualitas karya,” tegasnya.

Selain unsur estetika dan inovasi, penggunaan material ramah lingkungan juga menjadi perhatian dalam penilaian. Pemanfaatan bahan alami maupun barang bekas, termasuk limbah plastik sekali pakai, dinilai dapat menambah poin jika dikemas secara kreatif dan artistik.

“Penggunaan bahan daur ulang bahkan pernah masuk nominasi karena diolah dengan sangat kreatif. Jika sekaa mampu memanfaatkan bahan bekas secara estetis, tentu akan menjadi nilai tambah,” pungkasnya. (pmc) 

Program Tabanan Terang Siap Pasang 6.793 Titik Lampu di Seluruh Kecamatan

PANTAUBALI.COM, SINGASANA – Pemerintah Kabupaten Tabanan memantapkan pelaksanaan program Tabanan Terang melalui rapat pemaparan rencana pemasangan tiang dan lampu penerangan jalan yang berlangsung di Kantor Bupati Tabanan, Senin (9/2/2026). Rapat dipimpin langsung Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, didampingi Sekretaris Daerah serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dan disertai uji sinar lampu sebagai bagian dari evaluasi teknis.

Dalam pemaparan tersebut disampaikan bahwa pada tahap awal akan dilakukan pemasangan 6.793 titik lampu yang tersebar merata di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan. Program ini merupakan bagian dari revitalisasi dan pengembangan Alat Penerangan Jalan (APJ) guna memperkuat fungsi kawasan perkotaan Tabanan sebagai penyangga kawasan metropolitan Sarbagita.

Selain itu, Tabanan Terang juga ditujukan untuk menjawab keluhan masyarakat terkait lampu jalan yang tidak berfungsi, yang rata-rata mencapai sekitar 10 laporan per hari. Permasalahan lain yang turut menjadi perhatian meliputi penggunaan lampu konvensional dengan biaya operasional tinggi, belum optimalnya sistem meterisasi, serta kebutuhan integrasi pengelolaan berbasis smart city sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2021–2026.

Bupati Sanjaya menegaskan bahwa program ini tidak semata-mata pemasangan lampu, melainkan wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

“Tabanan Terang adalah upaya menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi warga. Penerangan jalan yang baik akan mendukung aktivitas ekonomi, pelayanan publik, serta menekan potensi gangguan keamanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh perencanaan dilakukan secara cermat agar pemasangan tepat sasaran dan berkelanjutan. Pemkab Tabanan menargetkan penggunaan lampu LED hemat energi yang mampu menekan biaya listrik sedikitnya 35 persen dibandingkan lampu konvensional.

“Uji teknis dan evaluasi kami lakukan sejak awal, termasuk memastikan tingkat pencahayaan sesuai standar SNI dan mendukung pengelolaan berbasis digital,” tegasnya.

Ke depan, pengelolaan APJ dirancang terintegrasi melalui platform aplikasi digital untuk memudahkan pelaporan kerusakan secara real time, pemantauan aset, serta pemeliharaan berkala. Skema pengembangannya juga diarahkan melalui pola Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) guna mendorong efisiensi pembiayaan dan percepatan pembangunan.

Melalui program Tabanan Terang, Pemkab Tabanan berharap tata wilayah semakin tertata, aman, dan representatif. Program ini diyakini berdampak positif terhadap pertumbuhan UMKM, sektor pariwisata, peningkatan nilai properti, serta penurunan angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan. (rls)

Pemkab Tabanan Tinjau Jalan Rusak Akibat Longsor di Banjar Anyar

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sesuai instruksi dan arahan Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga turun langsung meninjau lokasi jalan rusak yang terdampak bencana longsor akibat curah hujan ekstrem di Banjar Jadi Desa, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat (13/2/2026). Jalan tersebut merupakan akses penghubung yang cukup vital bagi mobilitas masyarakat setempat, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun distribusi hasil pertanian.

 

Dalam peninjauan itu, Wabup Dirga didampingi salah satu Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala BPBD dan jajaran Dinas PUPR Tabanan, Camat Kediri, Bendesa Adat setempat, serta perangkat daerah terkait lainnya. Jajaran melakukan pengecekan secara mendetail terhadap kondisi badan jalan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat tergerus material longsoran karena tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir. Selain meninjau titik terparah, jajaran juga mengidentifikasi kerawanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi longsor susulan.

 

Hasil tinjauan dikatakan Dirga akan segera ditindaklanjuti dengan langkah penanganan darurat serta perencanaan perbaikan permanen, agar akses masyarakat dapat kembali digunakan dengan aman dan nyaman. “Kami sangat prihatin dengan kerusakan ini. Jalan ini akses penting bagi warga dan juga menuju kawasan wisata, sehingga harus segera ditangani,” ujarnya di sela-sela peninjauan.

 

Ia juga menegaskan, pemerintah daerah akan bergerak cepat melalui koordinasi lintas instansi agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran. “Saya berharap langkah cepat yang dilakukan mampu mengatasi dan memperbaiki kerusakan secara tepat, sehingga jalan ini bisa segera digunakan kembali oleh masyarakat,” tegasnya. Sekaligus memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sembari mendorong percepatan proses perbaikan agar aktivitas warga tidak terganggu dalam waktu yang lama. (rls) 

 

 

 

Pemkab Tabanan Tinjau Jalan Rusak Akibat Longsor di Banjar Anyar, Kediri

 

 

Tabanan PR – Sesuai instruksi dan arahan Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga turun langsung meninjau lokasi jalan rusak yang terdampak bencana longsor akibat curah hujan ekstrem di Banjar Jadi Desa, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat (13/2). Jalan tersebut merupakan akses penghubung yang cukup vital bagi mobilitas masyarakat setempat, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun distribusi hasil pertanian.

 

Dalam peninjauan itu, Wabup Dirga didampingi salah satu Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala BPBD dan jajaran Dinas PUPR Tabanan, Camat Kediri, Bendesa Adat setempat, serta perangkat daerah terkait lainnya. Jajaran melakukan pengecekan secara mendetail terhadap kondisi badan jalan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat tergerus material longsoran karena tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir. Selain meninjau titik terparah, jajaran juga mengidentifikasi kerawanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi longsor susulan.

 

Hasil tinjauan dikatakan Dirga akan segera ditindaklanjuti dengan langkah penanganan darurat serta perencanaan perbaikan permanen, agar akses masyarakat dapat kembali digunakan dengan aman dan nyaman. “Kami sangat prihatin dengan kerusakan ini. Jalan ini akses penting bagi warga dan juga menuju kawasan wisata, sehingga harus segera ditangani,” ujarnya di sela-sela peninjauan.

 

Ia juga menegaskan, pemerintah daerah akan bergerak cepat melalui koordinasi lintas instansi agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran. “Saya berharap langkah cepat yang dilakukan mampu mengatasi dan memperbaiki kerusakan secara tepat, sehingga jalan ini bisa segera digunakan kembali oleh masyarakat,” tegasnya. Sekaligus memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sembari mendorong percepatan proses perbaikan agar aktivitas warga tidak terganggu dalam waktu yang lama. @prokopimtabanan,-
 

 

 

Pemkab Tabanan Tinjau Jalan Rusak Akibat Longsor di Banjar Anyar, Kediri

 

 

Tabanan PR – Sesuai instruksi dan arahan Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga turun langsung meninjau lokasi jalan rusak yang terdampak bencana longsor akibat curah hujan ekstrem di Banjar Jadi Desa, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat (13/2). Jalan tersebut merupakan akses penghubung yang cukup vital bagi mobilitas masyarakat setempat, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun distribusi hasil pertanian.

 

Dalam peninjauan itu, Wabup Dirga didampingi salah satu Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala BPBD dan jajaran Dinas PUPR Tabanan, Camat Kediri, Bendesa Adat setempat, serta perangkat daerah terkait lainnya. Jajaran melakukan pengecekan secara mendetail terhadap kondisi badan jalan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat tergerus material longsoran karena tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir. Selain meninjau titik terparah, jajaran juga mengidentifikasi kerawanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi longsor susulan.

 

Hasil tinjauan dikatakan Dirga akan segera ditindaklanjuti dengan langkah penanganan darurat serta perencanaan perbaikan permanen, agar akses masyarakat dapat kembali digunakan dengan aman dan nyaman. “Kami sangat prihatin dengan kerusakan ini. Jalan ini akses penting bagi warga dan juga menuju kawasan wisata, sehingga harus segera ditangani,” ujarnya di sela-sela peninjauan.

 

Ia juga menegaskan, pemerintah daerah akan bergerak cepat melalui koordinasi lintas instansi agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran. “Saya berharap langkah cepat yang dilakukan mampu mengatasi dan memperbaiki kerusakan secara tepat, sehingga jalan ini bisa segera digunakan kembali oleh masyarakat,” tegasnya. Sekaligus memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sembari mendorong percepatan proses perbaikan agar aktivitas warga tidak terganggu dalam waktu yang lama. (rls)