- Advertisement -
Beranda blog Halaman 21

Angin Kencang di Sanur Kauh Sebabkan Kerusakan di Belasan Rumah dan Kendaraan Warga

Kondisi rumah salah satu warga di Desa Sanur Kauh mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang saat hujan deras dini hari.
Kondisi rumah salah satu warga di Desa Sanur Kauh mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang saat hujan deras dini hari.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM — Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kota Denpasar. Hujan lebat yang disertai angin puting beliung menerjang Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, pada Rabu (21/1/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 Wita. Akibat peristiwa tersebut, belasan rumah warga mengalami kerusakan, sementara satu unit kendaraan turut terdampak.

Angin kencang yang datang secara tiba-tiba menyebabkan atap rumah warga terlepas, plafon jebol, serta sejumlah bangunan ringan seperti warung dan pelinggih roboh. Kerusakan paling banyak ditemukan di kawasan Jalan Tunggak Bingin dan beberapa titik di sekitarnya.

Kapolsek Denpasar Selatan AKP Agus Adi Apriyoga, bersama personel kepolisian turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi keamanan serta memantau dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam tersebut. Kehadiran aparat kepolisian sekaligus untuk membantu proses pendataan dan memastikan situasi tetap kondusif.

Menurut AKP Agus, sedikitnya 15 kepala keluarga terdampak dalam kejadian tersebut. Selain kerusakan bangunan, satu kendaraan milik warga negara asing dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian kaca setelah tertimpa genteng yang beterbangan akibat terpaan angin kencang.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun sejumlah rumah, bangunan, dan kendaraan mengalami kerusakan. Saat ini kami masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan total kerugian material,” ujarnya.

Hingga saat ini, aparat kepolisian bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi potensi dampak lanjutan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Denpasar dan sekitarnya. RAN

Wabup Tabanan Tinjau Warga Terdampak Cuaca Ekstrem di Desa Kuwum

Wabup Tabanan I Made Dirga saat meninjau lokasi longsor di Desa Kuwum, Rabu (21/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, bersama Kapolres Tabanan dan Dandim Tabanan turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi warga yang terdampak cuaca ekstrem di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Rabu (21/1/2026).

Dalam peninjauan tersebut, I Made Dirga menyampaikan apresiasi kepada tim gabungan yang telah sigap berada di lokasi dan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak. Ia menegaskan bahwa kehadiran unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri merupakan bentuk komitmen bersama dalam memastikan keselamatan dan penanganan cepat bagi warga.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, kami mengucapkan terima kasih kepada tim gabungan yang sudah benar-benar hadir di tengah masyarakat. Kami berharap masyarakat Tabanan meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlanjut,” ujar Dirga.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi cuaca, kondisi ekstrem masih berpotensi terjadi hingga bulan Maret. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu dalam menghadapi dampak bencana agar dapat diatasi bersama.

Pemerintah Kabupaten Tabanan, lanjut Dirga, memastikan akan memberikan bantuan melalui dinas terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), khususnya dalam penanganan kerugian material maupun apabila terdapat korban akibat bencana di wilayah Tabanan.

Peninjauan lapangan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi, serta untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang terdampak cuaca ekstrem. (pmc)

Longsor di Banjar Kuwum Ancak, Ibu dan Anak Hilang Terseret Arus Sungai

Proses penyisiran dan pencarian korban hanyut di Banjar Kuwum Ancak, Marga, Rabu (21/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bencana longsor terjadi di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, pada Rabu (21/1/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang ibu dan anak balitanya dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus sungai yang meluap.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam hari. Luapan air sungai yang deras menyebabkan tebing di sekitar permukiman warga longsor dan menghantam rumah korban.

Saat kejadian, keluarga korban berupaya menyelamatkan diri dengan keluar rumah. Namun derasnya arus air diduga menyeret dua orang korban hingga hilang.

Dalam peristiwa tersebut, seorang pria bernama Semi Christian Banafanu (31) berhasil selamat bersama anak pertamanya, Nathalia Banaganu (6). Namun, ia mengalami patah kaki dan saat ini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Sementara itu, istri korban, Yuliana Da Kosta Makun (29), serta anak kedua mereka, Audrey Natania Banafanu (1,5 tahun), hingga kini belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Upaya pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polsek Marga, Koramil Marga, Camat Marga, serta dibantu oleh masyarakat setempat. Tim gabungan menyisir aliran sungai dan area sekitar lokasi longsor untuk menemukan kedua korban.

Camat Marga I Gede Nyoman Sugiarta membenarkan insiden tersebut. “Yang ambruk satu rumah, BPBD Tabanan dan tim gabungan sedang di lokasi melakukan pencarian,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung. Aparat mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca di wilayah tersebut masih diguyur hujan dengan intensitas tinggi. (pmc)

Hantam Pembatas Jalan, Truk Bermuatan Daging Terguling di Sunset Road Kuta

Truk bermuatan daging terguling di Jalan Sunset Road, Kuta, Rabu (21/1/2026) dini hari
Truk bermuatan daging terguling di Jalan Sunset Road, Kuta, Rabu (21/1/2026) dini hari

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, Rabu (21/1/2026) dini hari. Sebuah truk bermuatan daging potong terguling setelah menabrak pembatas jalan di utara Underpass Patung Dewa Ruci, sekitar pukul 04.00 Wita.

Truk berwarna kuning dengan nomor polisi DK-8064-JW tersebut diketahui dikemudikan oleh Firman Zadili (26). Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kendaraan melaju dari arah utara menuju selatan di Jalan Sunset Road. Namun, setibanya di sekitar Underpass Dewa Ruci, truk diduga mengalami out of control hingga menghantam pembatas jalan dan akhirnya terguling di badan jalan.

Akibat kejadian tersebut, muatan berupa daging potong yang diangkut truk tumpah ke jalan. Kondisi ini membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat, meski peristiwa terjadi pada jam-jam sepi kendaraan.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kecelakaan hanya mengakibatkan kerugian materiil,” ujarnya.

Petugas dari Unit Laka Lantas Polresta Denpasar segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan, pengaturan arus lalu lintas, serta evakuasi kendaraan dan muatan yang berserakan di jalan. Hingga pagi hari, situasi di lokasi kejadian kembali normal.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Polisi juga mengimbau para pengguna jalan agar selalu berhati-hati, terutama saat berkendara pada dini hari dan dalam kondisi cuaca hujan.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum digunakan, guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya. (*)

Pohon Pule Tua Roboh di Setra Adat Kebon, Pelinggih Beji Rusak Parah

Proses penanganan pohon pule tumbang di areal Setra Adat Kebon, Desa Bajera Utara, Kecamatan Selemadeg Kabupaten Tabanan, Selasa (20/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah pohon pule berukuran besar tumbang di kawasan Setra Adat Kebon, Desa Bajera Utara, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin petang dan baru mendapat penanganan pada Selasa (20/1/2026).

Pohon jenis Alstonia scholaris itu memiliki diameter sekitar 1,5 meter dengan ketinggian diperkirakan mencapai lebih dari 40 meter. Saat roboh, batang pohon menimpa pelinggih Beji yang berada di sisi utara area setra, menyebabkan bangunan suci tersebut mengalami kerusakan berat.

Kepala Wilayah Banjar Kebon, I Wayan Listiya Mahayana, mengatakan kejadian berlangsung saat hujan turun cukup deras. Beruntung, tidak ada aktivitas warga di sekitar lokasi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

“Lokasi pohon berada di area kuburan desa. Karena cuaca hujan dan tidak ada warga yang beraktivitas, kejadian ini tidak menelan korban,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Meski demikian, kerusakan pelinggih Beji diperkirakan menimbulkan kerugian materiil lebih dari Rp10 juta. Bangunan tersebut dilaporkan hancur akibat tertimpa batang pohon yang sangat besar.

Menurut Listiya Mahayana, tumbangnya pohon pule disebabkan oleh faktor alam. Kondisi cuaca buruk disertai angin kencang, ditambah usia pohon yang sudah tua serta akar yang tidak lagi kuat menopang beban, menjadi pemicu utama kejadian tersebut.

Dalam proses penanganan, aparat kepolisian bersama perangkat desa dan masyarakat setempat bergotong royong membersihkan material pohon. Personel Polsek Selemadeg turut diterjunkan untuk membantu evakuasi.

Kapolsek Selemadeg, AKP I Putu Eka Rai Putra, menjelaskan bahwa petugas menggunakan dua unit mesin senso untuk memotong batang pohon menjadi beberapa bagian agar mudah dipindahkan.

“Material pohon sudah berhasil dibersihkan dan area setra kembali tertata. Akses jalan juga sudah dapat dilalui warga,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Selemadeg dan sekitarnya. (pmc)

Wabup Dirga Tinjau Langsung Lokasi Longsor di Pupuan, Pemkab Tabanan Salurkan Bantuan

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan bergerak cepat menangani dampak bencana tanah longsor yang terjadi akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, mewakili Bupati Tabanan, turun langsung meninjau lokasi terdampak di Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Selasa (20/1/2026).

Peninjauan dilakukan di dua titik, yakni Banjar Dinas Dauh Tukad dan Banjar Dinas Padangan Kelod, Desa Padangan. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kondisi warga terdampak sekaligus memantau penanganan pascabencana yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama unsur terkait.

Dua rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat material longsor, masing-masing milik I Nyoman Pariasa di Banjar Dinas Dauh Tukad dan I Wayan Arta Widana di Banjar Dinas Padangan Kelod. Longsor dipicu oleh hujan deras yang berlangsung dalam waktu cukup lama, sehingga menyebabkan pergerakan tanah di kawasan tersebut.

Wakil Bupati I Made Dirga menyampaikan bahwa kehadirannya di lokasi merupakan amanat langsung dari Bupati Tabanan untuk melihat secara nyata kondisi masyarakat yang terdampak bencana. Ia juga menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong warga dalam membantu sesama di tengah situasi darurat.

“Dalam kondisi seperti ini, pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Saya mengapresiasi kebersamaan dan solidaritas warga yang dengan sigap saling membantu. Kita berharap kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Dirga menambahkan, wilayah Pupuan termasuk daerah yang memiliki potensi rawan bencana, khususnya saat curah hujan tinggi dan berkepanjangan. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Selain itu, Dirga juga memberikan apresiasi kepada jajaran BPBD, PMI, serta unsur terkait lainnya yang dinilai aktif dan responsif dalam melakukan penanganan serta pendampingan kepada warga terdampak.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kabupaten Tabanan turut menyalurkan bantuan tunai kepada korban bencana tanah longsor guna meringankan beban masyarakat serta membantu pemulihan pascakejadian. (rls)

Kebakaran Melanda Outlet ACK di Bualu, Kerugian Ditafsir Capai Ratusan Juta

Kebakaran menghanguskan Outlet ACK di kawasan Bualu, Kuta Selatan, Badung, Selasa (20/1/2026).
Kebakaran menghanguskan Outlet ACK di kawasan Bualu, Kuta Selatan, Badung, Selasa (20/1/2026).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Kebakaran hebat melanda Outlet ACK yang berlokasi di Jalan Kurusetra, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung, Selasa (20/1/2026) siang. Insiden tersebut terjadi saat aktivitas dapur masih berlangsung dan sempat mengundang perhatian warga serta pengguna jalan di sekitar lokasi.

Peristiwa kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 13.15 WITA. Api dengan cepat membesar hingga menghanguskan hampir seluruh bagian bangunan Outlet ACK. Asap hitam pekat tampak membumbung tinggi, sementara sejumlah karyawan bergegas keluar menyelamatkan diri.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan kebakaran pertama kali disadari oleh karyawan yang sedang beraktivitas di area dapur. Saat itu, salah satu pegawai tengah menyiapkan makanan, sementara rekannya mengecek tabung gas. Tak berselang lama, api tiba-tiba menyembur dari alat penggorengan dan langsung merambat ke bagian lain Outlet ACK.

“Api muncul secara tiba-tiba dan dengan cepat membesar, sehingga karyawan memilih keluar dan menghubungi pemilik outlet,” ungkapnya.

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Badung segera turun ke lokasi dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam. Api akhirnya berhasil dijinakkan setelah petugas berjibaku selama beberapa waktu, sehingga kebakaran tidak meluas ke bangunan lain di sekitarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kebakaran menyebabkan kerusakan total pada Outlet ACK beserta seluruh peralatan di dalamnya. Sejumlah kompor, freezer, rice cooker, mesin kasir, brankas, hingga uang tunai dilaporkan ikut terbakar. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 500 juta.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis pengaman. Dugaan sementara, kebakaran dipicu kebocoran gas LPG yang tersambar api dari kompor, ditambah banyaknya material mudah terbakar di dalam outlet.

“Kami masih mendalami penyebab pasti kebakaran dan mengumpulkan keterangan saksi,” tutup Iptu Adi. RAN

Uji Coba Sistem Satu Arah di Kerobokan Kelod Dinilai Efektif Tekan Kemacetan

Bupati Wayan Adi Arnawa saat rapat terkait Rekayasa Lalu Lintas beberapa hari lalu di Puspem Badung

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Penerapan rekayasa lalu lintas satu arah di wilayah Kerobokan Kelod menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan kinerja jaringan jalan. Berdasarkan hasil pemodelan lalu lintas yang dilakukan Dinas Perhubungan Kabupaten Badung menggunakan aplikasi PTV VISUM, terjadi penurunan waktu tempuh dan peningkatan kecepatan kendaraan secara signifikan.

Dalam hasil kajian tersebut, rata-rata waktu tempuh perjalanan sebelum rekayasa lalu lintas tercatat sekitar 19,8 menit. Setelah penerapan sistem satu arah, waktu tempuh menurun drastis menjadi 4,93 menit atau berkurang lebih dari 78 persen. Sementara itu, kecepatan rata-rata kendaraan meningkat dari 7,35 km per jam menjadi 39,9 km per jam.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Badung atas pelaksanaan rekayasa lalu lintas tersebut. Ia menilai kebijakan ini sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Kerobokan Kelod.

Bupati Adi Arnawa menjelaskan bahwa uji coba rekayasa lalu lintas satu arah tersebut akan terus dilaksanakan hingga 14 Februari mendatang. Selama periode tersebut, pemerintah akan melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan efektivitas kebijakan yang diterapkan.

Menurutnya, secara umum penerapan sistem satu arah mampu meningkatkan efisiensi waktu perjalanan dan memperlancar arus lalu lintas. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dikaji lebih lanjut, khususnya terkait aksesibilitas jaringan jalan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar mengikuti pengaturan lalu lintas yang telah ditetapkan dan mulai menyesuaikan diri dengan pola baru demi kenyamanan dan ketertiban bersama.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma menjelaskan bahwa pemodelan menggunakan PTV VISUM merupakan metode perencanaan dan simulasi transportasi pada skala makro, yang mencakup wilayah luas seperti kawasan perkotaan.

Ia menyebutkan, selain penurunan waktu tempuh sebesar 78,33 persen, kecepatan rata-rata kendaraan pada skenario satu arah mengalami peningkatan hingga 442,86 persen dibandingkan kondisi sebelumnya. Namun, dari sisi aksesibilitas jaringan, terjadi penurunan sekitar 14,06 persen yang menunjukkan adanya peningkatan jarak tempuh pada beberapa rute tertentu.

Hasil evaluasi tersebut, kata dia, akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan kebijakan lalu lintas ke depan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat. (rls)

Pariwisata Indonesia Borong Puluhan Penghargaan Internasional di Awal 2026

Wisatawan menikmati suasana liburan di salah satu destinasi unggulan Bali.
Wisatawan menikmati suasana liburan di salah satu destinasi unggulan Bali.

PANTAUBALI.COM  – Industri pariwisata Indonesia membuka tahun 2026 dengan torehan prestasi membanggakan di panggung internasional. Puluhan penghargaan dunia berhasil diraih, menandai meningkatnya kepercayaan global terhadap kualitas destinasi, layanan, serta komitmen pariwisata berkelanjutan di Tanah Air.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut capaian tersebut menjadi bukti konkret bahwa Indonesia dinilai serius dalam mengembangkan pariwisata yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan.

“Penghargaan ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk terus meningkatkan standar pelayanan pariwisata dan memastikan manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujar Widiyanti dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/1/2026).
Sepanjang Januari 2026, sektor pariwisata nasional tercatat meraih penghargaan dalam 32 kategori dari 25 organisasi dan lembaga internasional. Pengakuan tersebut datang dari sejumlah institusi ternama dunia, seperti TripAdvisor, Forbes, Condé Nast Traveler, BBC, Rough Guides, hingga Travel + Leisure.

Penghargaan diberikan kepada berbagai destinasi unggulan Indonesia, mulai dari Bali, Sumba, Labuan Bajo, hingga Raja Ampat. Tak hanya destinasi, sejumlah hotel dan resor di Indonesia juga masuk dalam daftar akomodasi terbaik dunia, menandakan peningkatan kualitas layanan dan pengalaman wisata yang semakin kompetitif secara global.

Dari deretan prestasi tersebut, Pulau Bali kembali mencuri perhatian setelah dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia 2026 sekaligus Destinasi Terbaik Asia dalam ajang Travelers’ Choice Awards 2026 versi TripAdvisor. Penghargaan ini semakin menegaskan posisi Bali sebagai ikon pariwisata dunia yang tetap diminati wisatawan mancanegara.

Pemerintah berharap rangkaian capaian internasional ini dapat memperkuat citra pariwisata Indonesia, menarik wisatawan berkualitas, serta mendorong dampak positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. ran

Cuaca Ekstrem di Sasih Kaulu, Warga Tabanan Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menegaskan bahwa fenomena alam yang terjadi pada Sasih Kaulu harus disikapi dengan kesadaran dan kebijaksanaan bersama.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Memasuki Sasih Kaulu dalam penanggalan Bali, wilayah Kabupaten Tabanan kembali mengalami peningkatan intensitas angin barat yang disertai hujan lebat dan gelombang laut tinggi. Kondisi cuaca tersebut dirasakan cukup signifikan, terutama di kawasan pesisir, persawahan terbuka, serta daerah rawan pohon tumbang.

Bagi masyarakat adat Tabanan, Sasih Kaulu dikenal sebagai masa peralihan alam menjelang pergantian Tahun Saka. Sejak lama, sasih ini ditandai dengan perubahan cuaca ekstrem akibat menguatnya angin barat, yang kerap berdampak pada aktivitas masyarakat, baik di sektor kelautan maupun pertanian.

Fenomena alam yang terjadi dipahami sebagai bagian dari siklus alam tahunan. Dalam kearifan lokal Bali, Sasih Kaulu memiliki makna sekala dan niskala sebagai fase persiapan menuju Sasih Kasanga, yang identik dengan rangkaian upacara Bhuta Yadnya dan Tawur Kesanga menjelang Hari Raya Nyepi.

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., mengimbau masyarakat agar menyikapi kondisi cuaca tersebut dengan kewaspadaan dan kehati-hatian.

Ia meminta masyarakat, khususnya nelayan, petani, serta warga yang beraktivitas di ruang terbuka, untuk memperhatikan faktor keselamatan dan mengikuti perkembangan cuaca. Pemerintah daerah, kata dia, juga terus melakukan pemantauan terhadap potensi dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem.

Selain aspek kewaspadaan, Bupati Sanjaya menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dan alam. Nilai-nilai kearifan lokal yang berlandaskan konsep Tri Hita Karana dinilai tetap relevan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim saat ini.

Menurutnya, Sasih Kaulu dapat dimaknai sebagai momentum refleksi bersama bagi masyarakat untuk menata kembali sikap dan perilaku terhadap lingkungan. Tidak hanya melalui pelaksanaan tradisi dan ritual adat, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjaga kelestarian alam.

Dengan semakin nyata dampak perubahan iklim global, kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun menjadi pengingat bahwa alam selalu memberikan tanda. Masyarakat diharapkan mampu membaca dan meresponsnya secara bijaksana demi menjaga keharmonisan kehidupan.

Sasih Kaulu pun dipandang bukan sekadar bagian dari kalender adat, melainkan pengingat akan pentingnya keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas sebelum memasuki Tahun Baru Saka yang ditandai dengan perayaan Nyepi. (rls)