- Advertisement -
Beranda blog Halaman 204

Pendidikan Bermutu untuk Semua, Semangat Baru Hardiknas 2025

Hari Pendidikan Nasional 2025. (Istimewa)
Hari Pendidikan Nasional 2025. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM – Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sebagai bentuk penghormatan kepada Ki Hadjar Dewantara, tokoh yang dijuluki Bapak Pendidikan Nasional. Momentum ini tidak sekadar mengenang jasa beliau, tetapi juga menjadi refleksi bersama untuk memperkuat komitmen dalam membangun sistem pendidikan yang lebih baik.

Tahun 2025, Hardiknas mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua.” Tema ini diangkat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai seruan terbuka kepada seluruh elemen masyarakat, pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, hingga pelajar, untuk terlibat aktif menciptakan pendidikan yang adil, inklusif, dan berkualitas bagi semua kalangan.

Peringatan Hardiknas juga merujuk pada Keputusan Presiden RI Nomor 316 Tahun 1959, yang menetapkan 2 Mei sebagai salah satu hari nasional nonlibur. Momentum ini menjadi pengingat penting bahwa pendidikan adalah pilar utama dalam membangun peradaban bangsa.

Semangat Ki Hadjar Dewantara yang tertuang dalam semboyan legendaris “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” terus relevan hingga kini. Filosofi ini menjadi landasan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan pendidikan yang memberdayakan dan menyeluruh.

Hardiknas 2025 bukan hanya seremoni, melainkan ajakan untuk bergerak bersama, memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dalam mengakses pendidikan bermutu. (Mah)

Mengenal Outsourcing, Sistem Kerja yang Bakal Dihapus Prabowo

Presiden Prabowo saat memberikan pidato dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2025).
Presiden Prabowo saat memberikan pidato dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2025).

PANTAUBALI.COM, NASIONAL — Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan akan menghapus sistem kerja outsourcing di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat (1/5/2025), di hadapan ribuan buruh.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan, sistem outsourcing selama ini menjadi sumber ketidakpastian bagi pekerja. Ia berjanji akan membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional untuk mengkaji dan merancang langkah-langkah penghapusan sistem tersebut secara bertahap.

“Kami ingin menghapus outsourcing, tapi harus dengan cara realistis dan bertanggung jawab. Kita harus menjaga keseimbangan antara perlindungan tenaga kerja dan kepentingan investasi,” ujar Prabowo dalam pidatonya, dikutip  Jumat (2/5/2025).

Lantas apa yang dimaksud dengan outsourcing? Dalam dunia kerja, istilah outsourcing tidak asing lagi. Dalam sistem kerja ini perusahaan menyerahkan sebagian fungsi pekerjaan kepada pihak ketiga atau vendor. Secara hukum, para pekerja outsourcing bukan bagian dari karyawan tetap perusahaan utama, sehingga kerap tidak mendapat hak-hak yang setara seperti pesangon, jaminan sosial, atau kepastian kerja.

Sistem ini mulai diberlakukan secara legal sejak era Presiden Megawati Soekarnoputri melalui UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. Sejak saat itu, praktik outsourcing menuai kontroversi, terutama dari serikat pekerja yang menilai sistem tersebut mengurangi hak dan kesejahteraan buruh.

Rencana penghapusan outsourcing disambut positif oleh berbagai serikat pekerja, meski mereka tetap menuntut agar proses ini dilakukan dengan melibatkan buruh secara aktif dan menjamin tidak ada pengurangan hak-hak ketenagakerjaan. Mereka juga mendorong agar pemerintah memastikan pengusaha mematuhi kebijakan baru tersebut.

Rencana penghapusan outsourcing di era Prabowo berpotensi menjadi reformasi ketenagakerjaan besar di Indonesia. Jika berhasil, ini bisa menjadi langkah maju dalam memperbaiki kualitas hidup para pekerja dan menciptakan sistem kerja yang lebih berkeadilan. (ana) 

Bali Terpilih Sebagai Tuan Rumah IFSC World Cup 2025

Welcoming Lunch and Press Conference IFSC Climbing World Cup Bali 2025 yang digelar di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Kamis (1/5/2025).
Welcoming Lunch and Press Conference IFSC Climbing World Cup Bali 2025 yang digelar di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Kamis (1/5/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Bali terpilih sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup Bali 2025. Atas hal ini,Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menyampaikan kebanggaannya.

Dalam acara Welcoming Lunch and Press Conference IFSC Climbing World Cup Bali 2025 yang digelar di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Kamis (1/5/2025), Giri Prasta menyampaikan apresiasi kepada para peserta dan delegasi yang hadir dari berbagai negara.

“Mewakili Pemerintah Provinsi Bali, saya mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada seluruh peserta, official, dan delegasi dari 32 negara yang turut ambil bagian dalam perhelatan bergengsi IFSC World Cup Bali 2025, yang akan diselenggarakan selama tiga hari di Nusa Dua,” ujarnya.

Ajang IFSC World Cup Bali 2025 akan berlangsung pada 2–4 Mei 2025 di Peninsula Island, Nusa Dua, Badung. Kompetisi ini akan mempertemukan 221 atlet dan 87 official dari berbagai negara yang akan bersaing dalam dua disiplin panjat tebing, yaitu Lead dan Speed, dengan total empat medali yang diperebutkan.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, mengungkapkan rasa bangganya karena Bali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang panjat tebing tingkat dunia.

“Kita tahu bahwa Bali merupakan salah satu destinasi yang menawarkan begitu banyak pilihan tempat yang menyajikan keindahan. Namun saat ini, wisatawan Gen Z memiliki cara pandang berbeda dalam berkunjung ke Bali. Sebagian besar dari mereka lebih fokus mencari pengalaman.

“Oleh karena itu, untuk menarik kedatangan mereka, kita tawarkan sport tourism sebagai salah satu pengalaman baru. Melalui ajang panjat tebing ini, mereka akan mendapatkan dimensi berbeda. Selain memacu adrenalin, olahraga panjat tebing juga menjadi ajang untuk berprestasi. Saya yakin, melalui IFSC World Cup Bali 2025, akan muncul bibit-bibit olympian yang bermutu dan berkualitas,” tegasnya.

Sebanyak 30 atlet akan mewakili Indonesia dalam ajang ini, termasuk dua atlet asal Buleleng, Bali, yakni Kadek Adiasih dan Desak Made Rita Kusuma Dewi.

Wakil Gubernur Bali juga menekankan pentingnya menjunjung nilai-nilai sportivitas dalam setiap pertandingan. “Besar harapan saya agar seluruh pertandingan berlangsung dengan sportif, penuh semangat, dan menjunjung tinggi fair play,” ujarnya.

Ia juga mengajak para delegasi untuk menikmati kekayaan budaya dan keindahan alam Bali selama berada di Pulau Dewata.

“Bali bukan hanya destinasi wisata dunia, tetapi juga tempat di mana keberagaman budaya dan nilai-nilai tradisi hidup berdampingan secara harmonis. Kami juga berharap seluruh delegasi mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan tak terlupakan di pulau ini,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Wagub Giri Prasta berharap Indonesia dapat kembali dipercaya menjadi tuan rumah IFSC Climbing World Cup di masa mendatang. Pembukaan IFSC World Cup Bali 2025 secara simbolis ditandai dengan pemukulan kulkul oleh Ketua Umum PP FPTI, Yenny Wahid; Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta; serta Event Director, Prof. Robertus Robet. (rls)

Respon Keluhan Warga soal Asap TPA Mandung, Wabup Dirga Lakukan Peninjauan

Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga meninjau langsung kebakaran di TPA Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, pada Kamis(1/5/2024).
Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga meninjau langsung kebakaran di TPA Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, pada Kamis(1/5/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga meninjau langsung kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, pada Kamis (1/5/2024).

Peninjauan ini dilakukan sebagai respon atas keluhan masyarakat sekitar terhadap adanya asap tebal dari kebakaran sampah di TPA yang terjadi sejak tiga pekan lalu.

Dalam peninjauan itu, Wabup Dirga menyampaikan, penyiraman di lokasi sudah dilakukan secara rutin, namun belum cukup untuk mengatasi kobaran api yang sulit padam. “Ke depan harus ada peningkatan volume air, karena api di sini biasanya hanya benar-benar padam jika turun hujan,” katanya.

Ia mengatakan, Pemkab Tabanan akan segera menggelar rapat koordinasi lintas instansi untuk merumuskan penanganan yang lebih intensif. Salah satu solusi yang dibahas adalah pembangunan jalan akses keliling agar kendaraan pemadam bisa menjangkau titik api secara lebih mudah.

“Kita bahas mana yang berjalan baik, mana yang perlu diganti. Kita juga ingin belajar dari daerah lain soal pengelolaan TPA,” tambahnya.

Selain itu, Dirga mendorong pengelolaan sampah dari sumber sebagai upaya jangka panjang menekan volume sampah yang masuk ke TPA. “Kalau tidak dikelola dari sumber, TPA akan terus overload,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ekayana, mengatakan pihaknya tengah mengkaji usulan pembangunan jalan akses tersebut bersama Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan.

“Kajian teknis diperlukan karena lokasi rawan longsor. Selain itu, kami sudah merancang pembangunan tower penyemprot air di empat titik sebagai solusi jangka menengah,” kata Ekayana.

Volume tumpukan sampah di TPA Mandung kini sudah mencapai tinggi 15–20 meter dan kini menyusut ke kisaran 12 meter akibat terbakar sejak Oktober 2023 silam. Setiap hari, TPA Mandung menerima 90 hingga 110 ton sampah. (ana)

MK Revisi UU ITE, Keributan di Medsos Tak Lagi Masuk Pidana

Ilustrasi UU ITE
Ilustrasi UU ITE. (Foto:Freepik)

PANTAUBALI.COM, JAKARTA– Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan kegaduhan atau keributan yang terjadi di media sosial atau ruang digital tidak bisa dianggap sebagai tindak pidana berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Keputusan ini disampaikan oleh Ketua MK, Suhartoyo, dalam sidang putusan perkara nomor 115/PUU-XXII/2024 yang digelar di Gedung MK, Jakarta Pusat, pada Selasa (29/4/2025).

MK menyatakan bahwa istilah “kerusuhan” dalam Pasal 28 ayat (3) dan Pasal 45A ayat (3) UU Nomor 1 Tahun 2024 tidak sesuai dengan UUD 1945. Istilah tersebut dianggap tidak berlaku secara hukum jika diartikan sebagai kerusuhan di dunia digital, seperti di media sosial.

Sebaliknya, kata “kerusuhan” harus dimaknai sebagai gangguan terhadap ketertiban umum yang terjadi di dunia nyata atau ruang fisik.

Pasal 28 ayat (3) UU ITE sendiri mengatur tentang larangan menyebarkan berita bohong yang dapat menimbulkan kerusuhan di masyarakat. Namun menurut Hakim MK Arsul Sani, aturan ini bermasalah karena tidak memberikan batasan yang jelas tentang apa yang dimaksud dengan “kerusuhan” atau “keonaran”.

MK juga menilai, konsep kerusuhan dan keonaran dalam aturan tersebut sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman, di mana masyarakat kini memiliki akses informasi yang luas dan mudah, terutama melalui media sosial.

Berbagai bentuk kritik dan pendapat masyarakat terhadap kebijakan pemerintah di media sosial seharusnya dilihat sebagai bagian dari dinamika demokrasi, bukan dianggap sebagai tindakan yang menimbulkan keonaran dan pantas dipidana.

“Dinamika yang terjadi dalam mengeluarkan pendapat dan kritik berkenaan dengan kebijakan pemerintah di ruang publik, seyogianya disikapi sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang merupakan pengejawantahan dari partisipasi publik dan bukan serta merta dianggap sebagai unsur yang menjadi penyebab keonaran yang dapat dikenakan proses pidana oleh aparat penegak hukum,” ujar Asrul. (ana)

Residivis Curanmor Ajak Kawan Beraksi di Denpasar, Kakinya Didor

2 pelaku curanmor di Denpasar, Melkiyanus dan Frengki Bora dibekuk. (Istimewa)
2 pelaku curanmor di Denpasar, Melkiyanus dan Frengki Bora dibekuk. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Aksi kriminal kembali dilakukan Melkiyanus Edwin Maja Koda (24), residivis asal Sumba, Nusa Tenggara Timur, yang baru keluar dari penjara. Bukannya jera, ia justru kembali terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor di wilayah Pemecutan Kelod, Denpasar. Kali ini, pelariannya terhenti dengan hadiah timah panas di betis oleh aparat Polsek Denpasar Barat.

Kapolresta Denpasar melalui Kasi Humas, AKP Ketut Sukadi, menjelaskan bahwa pencurian terjadi pada Rabu (30/4) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA di Jalan Pura Demak Gang Lange No. 2. Korban, Maad Adnan (46), seorang buruh harian lepas, kehilangan sepeda motornya yang terparkir tanpa pengaman setang.

“Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak cepat dan berhasil mengidentifikasi dua pelaku,” ujar AKP Sukadi, Kamis (1/5).

Kedua pelaku diketahui berasal dari daerah yang sama. Selain Melkiyanus, polisi juga mengamankan Frengki Bora Ibi Deki (28). Penangkapan berlangsung cepat dalam beberapa jam setelah kejadian. Melkiyanus diringkus lebih dulu di Jalan Segina VII, Pemecutan Kelod, sekitar pukul 04.00 WITA. Namun saat hendak diamankan, ia melawan hingga polisi menembak betisnya dan membawanya ke Klinik Penta Medika untuk mendapatkan perawatan.

Sementara itu, Frengki ditangkap tanpa perlawanan di kawasan Jalan Badak Agung, Denpasar Timur.

Dalam pemeriksaan, kedua pelaku mengaku mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi. Kini keduanya dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

“Kasus ini menjadi atensi kami. Kami akan terus meningkatkan patroli dan penindakan untuk menjaga keamanan di wilayah hukum Polresta Denpasar,” tegas AKP Sukadi. (MAH)

Sambut May Day, Polres Bangli Perketat Patroli

Kabag Ops Polres Bangli, Kompol Dewa Gede Oka, memberikan arahan kepada personel dalam apel siaga pengamanan May Day 2025.
Kabag Ops Polres Bangli, Kompol Dewa Gede Oka, memberikan arahan kepada personel dalam apel siaga pengamanan May Day 2025.

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Menyambut peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada Kamis, 1 Mei 2025, jajaran Polres Bangli meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Seluruh personel dikerahkan dan patroli diperketat di sejumlah titik strategis.

Kepala Bagian Operasi Polres Bangli, Kompol Dewa Gede Oka, memimpin langsung Apel Siaga di halaman Mapolres Bangli. Ia menegaskan bahwa meskipun Bangli tidak termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi saat May Day, kewaspadaan tetap dikedepankan sebagai bentuk antisipasi dini.

“Seluruh personel, baik dari tingkat Polres maupun Polsek, telah kami siagakan. Pengamanan dilakukan secara humanis dan persuasif untuk menjaga situasi tetap kondusif,” tegas Kompol Dewa dalam arahannya.

Selain menyiagakan personel, intensitas patroli juga ditingkatkan. Tim dari Satuan Intelkam dan Binmas ditugaskan melakukan deteksi dini serta pemantauan terhadap potensi gangguan kamtibmas, termasuk penyebaran informasi menyesatkan yang dapat memicu keresahan.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Peringatan Hari Buruh hendaknya dijadikan momentum menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari pelayanan publik, Polres Bangli juga membuka akses pengaduan selama 24 jam melalui call center dan media sosial resmi. Langkah ini dimaksudkan untuk menjamin respons cepat terhadap laporan warga.

Dengan kesiapan penuh dan pendekatan yang mengedepankan dialog, Polres Bangli berharap peringatan May Day di wilayah hukumnya berlangsung aman, damai, dan tanpa gangguan. (MAH)

Sejarah Hari Buruh 1 Mei, Perjuangan Panjang Kaum Pekerja

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2024, bertempat di Wings Timur Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Selasa (30/4/2024).
Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2024, bertempat di Wings Timur Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Selasa (30/4/2024). (doc)

PANTAUBALI.COM – Hari Buruh Internasional atau May Day, yang diperingati setiap 1 Mei, bukan sekadar hari libur biasa. Hari ini memiliki akar sejarah yang dalam dan penuh perjuangan, terutama dalam konteks hak-hak pekerja di seluruh dunia.

Sejak abad ke-19, tanggal ini menjadi simbol perjuangan para pekerja di seluruh belahan dunia untuk jam kerja yang layak, kondisi kerja yang aman, dan perlakuan adil bagi mereka.

Sejarah mencatat, Hari Buruh bermula dari aksi pekerja di Amerika Serikat pada tahun 1886 yang menuntut penerapan jam kerja 8 jam sehari. Saat itu, banyak buruh harus bekerja antara 12 hingga 16 jam per hari dalam kondisi yang berat dan membahayakan keselamatan. Ribuan buruh kemudian menggelar aksi mogok kerja massal pada 1 Mei 1886, termasuk di kota Chicago.

Puncaknya terjadi pada tanggal 4 Mei 1886, ketika ribuan buruh menggelar demonstrasi di Haymarket Square, Chicago. Awalnya damai, demonstrasi berubah menjadi kekerasan setelah seseorang melemparkan bom ke arah polisi.

Tujuh polisi dan sejumlah demonstran tewas, sementara banyak lainnya terluka. Pemerintah merespons dengan menangkapi dan menghukum mati sejumlah tokoh buruh, meskipun tuduhan terhadap mereka dipertanyakan keabsahannya.

Peristiwa ini dikenal sebagai Tragedi Haymarket, dan menjadi tonggak penting dalam sejarah perburuhan dunia. Banyak pihak menilai bahwa para tokoh buruh yang dihukum mati tersebut merupakan martir perjuangan kelas pekerja.

Tiga tahun setelah tragedi Haymarket, pada tahun 1889, Kongres Sosialis Internasional di Paris, Prancis, menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional. Tujuannya adalah untuk mengenang perjuangan buruh di Amerika dan menyerukan solidaritas buruh di seluruh dunia dalam menuntut jam kerja yang adil.

Sejak saat itu, Hari Buruh diperingati secara luas di berbagai negara. Aksi-aksi massa, demonstrasi, dan pawai buruh menjadi tradisi tahunan yang diadakan untuk mengadvokasi hak-hak pekerja.

Hari Buruh di Indonesia

Di Indonesia, sejarah Hari Buruh dimulai sejak masa Hindia Belanda. Peringatan 1 Mei sudah dilakukan oleh serikat buruh sejak awal abad ke-20, meskipun dalam pengawasan ketat pemerintah kolonial.

Setelah kemerdekaan, Presiden Soekarno sempat mendukung peringatan Hari Buruh. Namun, selama masa Orde Baru, Hari Buruh dilarang diperingati secara terbuka karena dianggap sebagai kegiatan yang berpotensi subversif dan berkaitan dengan komunisme.

Baru pada masa Reformasi, gerakan buruh kembali aktif. Setelah tekanan dari berbagai organisasi buruh, pada tahun 2013, pemerintah Indonesia menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional, yang mulai berlaku pada tahun 2014.

Kini, setiap 1 Mei, ribuan buruh di berbagai kota di Indonesia turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan mereka, mulai dari upah layak, jaminan sosial, hingga penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing yang dianggap merugikan pekerja. (ana) 

Giri Prasta Ajak Pasemetonan Pegang Teguh Prinsip Vasudhaiva Kutumbakam

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri bhakti penganyar di Pura Luhur Catur Lawa Ida Ratu Dukuh Pujung Sari, Besakih, Karangasem, Rabu (30/4/2025).
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri bhakti penganyar di Pura Luhur Catur Lawa Ida Ratu Dukuh Pujung Sari, Besakih, Karangasem, Rabu (30/4/2025).

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri bhakti penganyar di Pura Luhur Catur Lawa Ida Ratu Dukuh Pujung Sari, Besakih, Karangasem, serangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) Tahun 2025, Rabu (30/4/2025) pagi.

Pada kesempatan itu, Giri Prasta mengajak pasemetonan yang ada di Bali, khususnya Semeton Dukuh Bali, untuk memegang teguh prinsip “Vasudhaiva Kutumbakam”, yakni prinsip dasar dalam ajaran Hindu yang menekankan persaudaraan dan persatuan.

“Bali ini dibangun oleh orang-orang suci seperti Dang Hyang, Rsi, Ratu Pasek, Ratu Penyarikan, Ratu Pande, dan Ratu Dukuh. Perjuangan mereka sangat besar untuk menjadikan Bali seperti sekarang. Kita sebagai pewaris perjuangan beliau, harus menjaga dan melestarikannya dengan baik,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, Pemprov Bali akan terus memperkuat adat, seni, dan budaya Bali. Berbagai program, dikatakan Giri Prasta, telah disiapkan. Untuk itu, ia memohon dukungan agar semua rencana dapat terwujud dan berjalan lancar.

“Mari sagilik saguluk salunglung sabayantaka, agar kita semua mendapat kerahayuan, gemah ripah loh jinawi, tata tenteram karta raharja,” tutupnya.

Hadir pula pada kesempatan ini Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha, serta Ketua Umum Pasemetonan Dukuh Bali I Made Beru Suryawan. (rls) 

Hadapi Era Digital, Putri Koster Ingatkan Perempuan Tingkatkan Literasi Siber

Talkshow rangkaian kegiatan Bali Digital Innovation Festival 2025 oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Rabu (30/4/2025).
Talkshow rangkaian kegiatan Bali Digital Innovation Festival 2025 oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Rabu (30/4/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengajak kaum perempuan untuk mengambil peran aktif di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan digitalisasi.

Selain memanfaatkan dampak positif dari kemajuan teknologi di bidang informasi, perempuan juga diajak untuk mewaspadai kejahatan siber, judi online, dan pinjaman online.

Hal itu disampaikan Ny. Putri Koster saat menjadi pembicara kunci pada acara talkshow rangkaian kegiatan Bali Digital Innovation Festival 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Rabu (30/4/2025).

Ny. Putri Koster, yang selama ini banyak mengenyam asam garam di sejumlah lembaga yang dipimpinnya seperti TP PKK, Dekranasda, dan Posyandu, banyak memberi pandangan tentang kemuliaan sosok perempuan yang bahkan termuat dalam kitab suci.

“Tutur panglingsir juga menyebut ada delapan kelebihan yang diberikan Ida Sang Hyang Widhi Wasa kepada kaum perempuan sehingga disebut luh luih,” ujarnya.

Putri Koster berpendapat, kelebihan itu mesti dimanfaatkan oleh kaum perempuan dalam menyikapi pesatnya perkembangan teknologi informasi. Segala sesuatu yang berkaitan dengan kemajuan niscaya membawa dampak positif sekaligus negatif. “Peluangnya kita manfaatkan, tantangannya harus kita sikapi,” cetusnya.

Pada kesempatan itu, perempuan yang dikenal memiliki multitalenta ini menyebut sejumlah dampak positif dari berkembangnya era digital, seperti kemudahan akses informasi.

“Dengan makin luasnya akses informasi, kita bisa menambah wawasan dan belajar melalui internet. Selain itu, era digital juga memberi peluang bagi ibu rumah tangga untuk melakukan kegiatan usaha sesuai dengan keterampilan yang dimiliki. Sambil mengerjakan tugas sebagai ibu rumah tangga, bisa memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha,” urainya.

Selain dampak positif, menurutnya, era digital juga menghadirkan beragam tantangan seperti masifnya penyebaran hoaks, kejahatan siber yang makin merajalela, hingga kian maraknya tawaran pinjaman online dan judi online. Secara khusus, Putri Koster menyampaikan keprihatinan terhadap dampak serius dari judi online.

“Tak hanya menguras harta benda, ini juga bisa menghancurkan rumah tangga. Jika ada anggota keluarga yang terjebak judol, keharmonisan rumah tangga dan nyawa menjadi taruhan. Harus benar-benar diwaspadai,” imbuhnya.

Menyikapi hal itu, ia mengajak kaum perempuan untuk meningkatkan literasi tentang dunia digital. Selain agar tak menjadi korban, dengan literasi yang baik, perempuan akan mampu melindungi anggota keluarga seperti suami dan anak-anak mereka.

“Ibu-ibu yang punya anak Gen Z atau anak milenial, mampu membelikan mereka gadget, maka harus menguasai juga tentang kemajuan teknologi. Dengan demikian, kita bisa mengawasi anak-anak. Bukan sebaliknya, diolok-olok oleh mereka,” katanya.

Di akhir paparannya, Ny. Putri Koster meminta dukungan Bank Indonesia dan para perempuan yang hadir dalam kegiatan talkshow untuk berperan aktif dalam penanganan masalah sampah.

“Bali darurat sampah. Kalau selamanya kita hanya mengenal kata membuang sampah, maka sampah akan jadi musibah dan menunggu waktu untuk meledak. Namun, ketika sampah itu diolah, barangkali dia akan menjadi anugerah yang bermanfaat bagi kehidupan manusia,” ucapnya.

Menurutnya, pengolahan sampah berbasis sumber adalah solusi penuntasan persoalan sampah di Bali. “Sampah di dapur selesai di dapur, yang di halaman selesai di halaman. Hanya sebagian kecil residu yang kemudian diolah di TPS3R. Untuk ini, beberapa desa sudah berhasil, ibu-ibu bisa manfaatkan teknologi, cari informasinya di internet, lalu terapkan di rumah,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Divisi Implementasi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SPPUR) dan Manajemen Intern KPwBI Bali, Yusuf Wicaksono, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Bali terhadap potensi kerugian akibat penipuan online yang berkedok hadiah, kejahatan siber, pinjol, dan judi online.

Lebih jauh ia menerangkan, dalam program perlindungan konsumen, KPwBI Bali memiliki Eling Raga Mesari yang terdiri atas tiga bagian, yaitu Edukasi Literasi Keuangan dan Digital, Sinergi dan Kolaborasi antar Otoritas dan Instansi, serta Inovasi Penggerak Budaya Konsumen Berdaya.

“BI beserta seluruh mitra terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi sambil menjaga kestabilan moneter,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Ny. Putri Koster tampil sebagai keynote speaker pada sesi kedua talkshow yang menghadirkan sejumlah pembicara perempuan, seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Periode 2019–2024 Bintang Puspayoga.

Kemudian SR Adviser Fraud Banking Investigation dan EVP Contact Center & Layanan Digital BCA Periode 2017–2024 Wani Sabu; Kepala Tim Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengawasan SP-PUR KPw BI Provinsi Bali Dinantiar Anditra; serta Putri Indonesia sekaligus Miss Universe Indonesia Tahun 2022, Laksmi De-Neefe Suardana.

Mengangkat subtema “Perempuan Cerdas, Perempuan Berdaya,” tiap pembicara menyampaikan pandangan sesuai dengan kompetensi dan pengalaman masing-masing. (rls)