- Advertisement -
Beranda blog Halaman 2

Imigrasi Bali Amankan 62 WNA ‘Nakal’ Dalam Operasi Keimigrasian

Imigrasi Bali mengamankan puluhan WNA dalam operasi “Patroli Keimigrasian Dharma Dewata” di sejumlah wilayah di Bali.
Imigrasi Bali mengamankan puluhan WNA dalam operasi “Patroli Keimigrasian Dharma Dewata” di sejumlah wilayah di Bali.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali mengamankan sebanyak 62 warga negara asing (WNA) bermasalah dalam operasi bertajuk “Patroli Keimigrasian Dharma Dewata” yang digelar selama 20 hari terakhir di sejumlah wilayah di Pulau Dewata.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, mengungkapkan patroli intensif tersebut menyasar sejumlah titik rawan di wilayah kerja Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Denpasar, dan Singaraja.

Operasi difokuskan pada berbagai pelanggaran keimigrasian, mulai dari overstay, penggunaan data palsu untuk pengurusan visa, hingga penyalahgunaan izin tinggal untuk aktivitas ilegal.

“Mayoritas pelanggaran dari total 62 WNA tersebut masuk dalam Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Keimigrasian, yakni melakukan kegiatan berbahaya, mengganggu ketertiban umum, atau melanggar peraturan perundang-undangan,” ujar Felucia, Selasa (5/5).

Ia menegaskan, operasi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga citra dan marwah pariwisata Bali. Menurutnya, hanya WNA yang memberikan kontribusi positif serta menghormati norma dan budaya lokal yang layak berada di wilayah Indonesia, khususnya Bali.

“Penindakan terhadap tenaga kerja asing ilegal penting dilakukan demi menjaga ekosistem ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat,” tegasnya.

Saat ini, puluhan WNA yang terjaring masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik keimigrasian. Imigrasi Bali telah menyiapkan sanksi administratif tegas, mulai dari pendetensian, deportasi, hingga pencekalan masuk kembali ke Indonesia.

“Untuk sanksi terberat, akan dilakukan deportasi disertai penangkalan. Durasi pencekalan akan ditentukan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi, bisa lima hingga sepuluh tahun,” jelas Felucia.

Ia menambahkan, pihaknya juga membuka kemungkinan pengembangan kasus apabila ditemukan unsur pidana dalam proses pemeriksaan, dengan melibatkan koordinasi lintas instansi terkait.

Imigrasi Bali turut mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan aktivitas mencurigakan yang melibatkan warga negara asing melalui kanal pengaduan resmi, guna menjaga keamanan dan kenyamanan bersama di Bali. RAN

Kegiatan Silaturahmi Polda Bali dengan IKAPPI Provinsi Bali serta Bakti Sosial dalam Menjaga Aktifitas Pasar yang Kondusif

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Bali menjalin silaturahmi dengan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Provinsi Bali sebagai langkah strategis dalam menyikapi kebijakan pemerintah terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Pertemuan yang berlangsung di Segara Bambu, Denpasar, menjadi wadah komunikasi antara aparat kepolisian dan para pedagang pasar, Selasa (5/5/2026). Dalam suasana dialogis, kedua pihak membangun kesepahaman guna mengantisipasi potensi gejolak di tengah masyarakat akibat dinamika ekonomi.

Panit 2 Subdit II AKP I Ketut Jayana menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan pelaku pasar dalam menjaga stabilitas wilayah. “Kami berharap melalui komunikasi yang baik dengan para pedagang, situasi kamtibmas tetap terjaga, khususnya di tengah penyesuaian harga BBM yang berpotensi berdampak pada harga kebutuhan pokok,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina IKAPPI Bali sekaligus Anggota DPRD Kota Denpasar, I Gede Tommy Sumertha, menyampaikan dukungan terhadap upaya kepolisian dalam menjaga kondusivitas daerah. “IKAPPI siap bersinergi dengan Polda Bali untuk menjaga stabilitas harga di pasar serta memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan baik,” katanya.

Ketua IKAPPI Bali, Sudadi Murtadho, juga menegaskan komitmen para pedagang dalam menjaga ketertiban dan stabilitas harga. “Kami mengajak seluruh pedagang untuk tidak melakukan spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat. Stabilitas pasar adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Selain kegiatan silaturahmi, agenda juga dirangkaikan dengan bakti sosial di Pasar Nyanggelan, Kota Denpasar, yang menyasar para pedagang. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat pasar.

“Melalui kegiatan sosial ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat serta memberikan rasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas ekonomi,” tambah AKP Ketut Jayana.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara Polri dan para pelaku usaha pasar tradisional dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat juga diharapkan mampu memperkuat kemitraan yang berkelanjutan serta menjaga Bali tetap aman dan kondusif. (tim)

Dua Kelompok Pemuda Ricuh di Denpasar Berakhir Damai

Sejumlah pemuda diamankan polisi usai terlibat keributan di Jalan Hang Tuah, Denpasar Selatan, pada dini hari.
Sejumlah pemuda diamankan polisi usai terlibat keributan di Jalan Hang Tuah, Denpasar Selatan, pada dini hari.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Keributan antar dua kelompok pemuda di kawasan Jalan Hang Tuah, Denpasar Selatan, sempat mengundang perhatian warga pada Sabtu (2/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.02 Wita. Insiden ini bahkan sempat dikira sebagai aksi pembegalan, sebelum akhirnya dipastikan hanya kesalahpahaman.

Personel Polsek Denpasar Selatan bergerak cepat mengamankan dua kelompok pemuda yang terlibat dalam keributan tersebut.

Peristiwa ini berawal dari pertemuan dua kelompok pemuda yang masing-masing berjumlah sekitar empat orang, berasal dari Alor dan Kupang, di kawasan Pantai Sanur. Pertemuan tersebut memicu cekcok yang berujung pada aksi pemukulan terhadap salah satu pemuda dari kelompok Alor.

Tidak terima, kelompok Alor kemudian melakukan pengejaran terhadap kelompok Kupang hingga ke Jalan Hang Tuah. Setibanya di lokasi, situasi semakin memanas ketika salah satu pemuda menabrakkan sepeda motornya ke arah kelompok lawan, hingga memicu keributan di tengah jalan.

Aksi tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga berupaya melerai, sementara salah satu saksi melaporkan kejadian itu melalui Call Center 110.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Denpasar Selatan yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) langsung menuju lokasi dan mengamankan seluruh pihak yang terlibat ke Mapolsek Denpasar Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Denpasar Selatan AKP Agus Adi Apriyoga, menegaskan bahwa informasi awal yang menyebut adanya aksi begal tidak benar.

“Kami luruskan bahwa kejadian tersebut bukan tindak pidana begal, melainkan kesalahpahaman antar dua kelompok pemuda yang berujung keributan di jalan. Saat ini permasalahan telah diselesaikan secara kekeluargaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kedua belah pihak telah sepakat berdamai, saling memaafkan, dan berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta segera melaporkan setiap kejadian melalui Call Center 110 untuk penanganan cepat.

Pasangan Kekasih Tewas Usai Tabrakan “Adu Jangkrik” di Denpasar

Petugas mengevakuasi dua korban tewas usai kecelakaan tabrakan “adu jangkrik” di Jalan Mahendradatta, Denpasar Barat.
Petugas mengevakuasi dua korban tewas usai kecelakaan tabrakan “adu jangkrik” di Jalan Mahendradatta, Denpasar Barat.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Mahendradatta, Padangsambian, Denpasar Barat, Minggu (3/4) malam. Sepasang kekasih, I Made Siki (28) dan Kadek Handayani (27), meninggal dunia setelah terlibat tabrakan keras dengan sepeda motor dari arah berlawanan.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WITA, tepatnya di selatan jembatan, depan SPBU Denpasar Barat.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa saat kejadian korban berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Nmax DK 5772 ABO, melaju dari arah utara ke selatan.

Di saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Yamaha Aerox DK 6881 AEU yang dikendarai Bintang Setyawan (18). Ketika tiba di lokasi yang merupakan tikungan, pengendara Nmax diduga berusaha mendahului kendaraan di depannya.

“Pengendara Nmax diduga kurang hati-hati saat menyalip dan mengambil jalur terlalu ke kanan,” ungkap Iptu Adi, Senin (4/4).

Akibat manuver tersebut, tabrakan tak terhindarkan. Benturan keras yang dikenal dengan istilah “adu jangkrik” itu menyebabkan kedua korban mengalami cedera kepala berat.

Petugas yang datang ke lokasi segera mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar. Namun, nyawa keduanya tidak berhasil diselamatkan.

Sementara itu, pengendara Aerox, Bintang Setyawan, mengalami luka berupa retak pada tulang pipi kanan serta bibir bengkak. Ia kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Balimed.

Pihak kepolisian mengimbau pengendara untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintas di jalan tikungan dan ketika hendak mendahului kendaraan lain guna menghindari kecelakaan serupa.

Jual Konten Asusila di X dan Telegram, 3 Wanita Muda Diciduk Polda Bali

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Praktik pornografi sekaligus prostitusi daring yang beroperasi di wilayah Denpasar, Badung, hingga Gianyar berhasil diungkap jajaran Polda Bali.

Dalam pengungkapan tersebut, tiga perempuan muda diamankan setelah terbukti memproduksi dan menyebarkan konten asusila melalui media sosial sebagai sarana menarik pelanggan.

Direktur Reserse Siber Polda Bali, Aszhari Kurniawan, didampingi Kabid Humas Ariasandy, menjelaskan bahwa kasus ini terungkap dari patroli siber rutin yang menyasar akun-akun dengan aktivitas mencurigakan di platform X dan Telegram.

Dari hasil pemantauan, polisi menemukan sejumlah akun dengan jumlah pengikut puluhan ribu yang secara aktif menawarkan konten pornografi berbayar. “Akun yang terpantau di antaranya @BABYCLARA23, @WULANDARIM58327, dan @MYSVNFL0WER dengan jumlah pengikut lebih dari 10.800. Dari situ kami lakukan penyelidikan lebih lanjut hingga mengarah pada identitas pelaku,” ungkapnya dalam konferensi pers, Rabu (29/4).

Tiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial FF (28), TW (22), dan TRK (23). Ketiganya ditangkap di lokasi berbeda dalam waktu yang berdekatan.

FF diamankan di sebuah penginapan di Jalan Merpati, Denpasar Barat. Sementara TW ditangkap di rumah kos di Jalan Kalimutu, Denpasar Barat. Sedangkan TRK diamankan di Merdani Kost, kawasan Singapadu, Gianyar.

Penangkapan dilakukan setelah polisi memastikan keterlibatan para pelaku dalam aktivitas produksi dan distribusi konten pornografi secara daring.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku diketahui secara sengaja membuat konten bermuatan seksual eksplisit, baik berupa foto maupun video. Konten tersebut kemudian dipasarkan melalui media sosial untuk menarik minat pelanggan.

Setelah calon pelanggan tertarik, transaksi dilanjutkan melalui aplikasi perpesanan, termasuk Telegram, dengan sistem berbayar. Selain menjual konten, para pelaku juga menawarkan layanan booking order (BO) kepada pelanggan yang bersedia membayar lebih.

“Konten asusila dijadikan alat promosi. Setelah itu mereka mengarahkan komunikasi ke platform privat untuk transaksi, termasuk penawaran BO,” jelasnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa empat unit telepon genggam yang digunakan untuk mengelola akun, tangkapan layar konten pornografi, serta bukti transfer pembayaran dari pelanggan.

Dari barang bukti tersebut, polisi juga menelusuri aliran transaksi yang menunjukkan adanya aktivitas komersialisasi konten asusila secara sistematis.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 407 ayat (1) KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang ketentuan hukum pidana terkait pornografi dan distribusi konten ilegal, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Polisi menegaskan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari upaya serius dalam memberantas kejahatan siber yang meresahkan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Polda Bali menegaskan komitmennya menjaga keamanan digital sebagai bagian dari citra Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Program “Digital Safe Tourism Destination” terus digencarkan untuk memastikan ruang digital tetap aman dari praktik ilegal, termasuk pornografi dan prostitusi online.

“Masyarakat kami imbau untuk lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak terlibat dalam penyebaran konten pornografi. Selain melanggar hukum, juga berdampak buruk terhadap moral dan citra Bali,” tegasnya.

Polda Bali juga membuka peluang pengembangan kasus, termasuk kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam praktik serupa di wilayah Bali.

Kasus ini kini masih dalam pendalaman lebih lanjut oleh penyidik guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain serta memperluas jaringan yang ada. RAN

Restorasi Pura Agung Besakih Dimulai, Koster Tegaskan Kembalikan Pakem Suci Parahyangan

Gubernur Bali Wayan Koster memberi sambutan di Wantilan Kesari Warmadewa, Jumat (1/5).
Gubernur Bali Wayan Koster memberi sambutan di Wantilan Kesari Warmadewa, Jumat (1/5).

KARANGASEM, PANTAUBALI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster resmi memulai restorasi kawasan Parahyangan di Pura Agung Besakih melalui upacara Ngeruak/Mulang Dasar sekaligus peletakan batu pertama (groundbreaking) tahap II, Jumat (1/5). Momentum sakral ini bertepatan dengan Rahina Purnama dan digelar di kawasan Pura Banua, Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem.

Dalam sambutannya di Wantilan Kesari Warmadewa, Koster menegaskan bahwa proyek tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan restorasi menyeluruh untuk mengembalikan keaslian arsitektur dan nilai spiritual kawasan suci.

“Ini bukan pembangunan baru atau rehab biasa, tetapi restorasi yang menjaga pakem asli Bali,” tegasnya.

Restorasi ini dilatarbelakangi kondisi kawasan yang dinilai tidak harmonis selama puluhan tahun. Berbagai elemen bangunan seperti kori, penyengker, hingga palinggih menunjukkan perbedaan mencolok, baik dari sisi material, ukuran, hingga ornamen.

Menurut Koster, ketidakteraturan tersebut terjadi karena tidak adanya standar baku dalam pembangunan sebelumnya. Penataan banyak bergantung pada kemampuan masing-masing daerah maupun partisipasi umat, sehingga menghasilkan tampilan yang tidak serasi dengan kesucian kawasan yang berlatar Gunung Agung.

Melalui proyek ini, sebanyak 30 titik suci akan ditata ulang, terdiri dari 26 pelinggih utama dan 4 pura pasemetonan. Penataan dilakukan dengan prinsip mengembalikan arsitektur pakem Bali, penggunaan material seragam berkualitas, serta penyelarasan ornamen guna menghadirkan harmoni sekala dan niskala.

Restorasi Parahyangan merupakan bagian dari penataan besar kawasan Besakih yang telah dimulai sejak tahap pertama. Pada tahap awal, pemerintah fokus pada penataan palemahan, termasuk pembangunan fasilitas parkir, area UMKM, dan sarana pendukung umat.

Total anggaran yang dikucurkan mencapai lebih dari Rp1 triliun. Tahap pertama menelan biaya sekitar Rp911 miliar, bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Bali. Sementara tahap II yang dimulai sejak 2025 hingga 2026 menghabiskan lebih dari Rp200 miliar dengan skema pembiayaan bersama pemerintah daerah.

Koster menyebut perubahan paling terasa saat ini adalah sistem parkir dan akses yang jauh lebih tertata. “Dulu sangat krodit, umat bahkan tidak bisa masuk. Sekarang jauh lebih lancar dan tertib,” ujarnya.

Koster menegaskan bahwa proyek ini harus dijalankan dengan kesadaran spiritual, bukan semata pekerjaan konstruksi. Ia mengingatkan seluruh pihak, termasuk kontraktor, untuk menjaga kesucian proses pembangunan.

“Ini bukan proyek biasa, ini linggih Ida Bhatara. Harus dikerjakan dengan doa dan rasa,” katanya. Ia juga menegaskan tidak boleh ada kompromi terhadap kualitas pekerjaan.

Lebih jauh, Koster menekankan bahwa Besakih adalah pusat kosmologi Bali yang menjadi bagian dari sistem spiritual besar, termasuk konsep Padma Bhuwana dan Kahyangan Jagat. Oleh karena itu, restorasi ini menjadi tanggung jawab generasi saat ini dalam menjaga warisan leluhur.

“Bali bukan tanah biasa, ini warisan suci yang harus dijaga dan disempurnakan untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Setelah Parahyangan, pemerintah telah merancang tahap ketiga berupa pengembangan akses jalan menuju Besakih dari berbagai arah, termasuk Bangli, Buleleng, Karangasem, dan Klungkung. Proyek ini direncanakan mulai 2027 hingga 2029.

Dengan integrasi tersebut, perjalanan umat menuju pura diharapkan menjadi lebih tertata, aman, dan memberikan pengalaman spiritual yang utuh.

Koster menegaskan bahwa restorasi Besakih bukan hanya untuk Bali, tetapi juga untuk Indonesia dan dunia. Target penyelesaian tahap II dijadwalkan pada November 2026.

“Ini kerja besar untuk menjaga pusat spiritual Bali agar tetap hidup, baik secara fisik maupun niskala,” tutupnya. RAN

Bupati Sanjaya Hadiri Pemelasapasan Padmasana RSUD Singasana, Tekankan Makna Yadnya dan Pelayanan Preventif

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M menghadiri Karya Pemelaspasan Agung lan Ngenteg Linggih Ring Padmasana RSUD Singasana, Jumat (1/5/2026).

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M menghadiri Karya Pemelaspasan Agung lan Ngenteg Linggih Ring Padmasana RSUD Singasana, Jumat (1/5/2026). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Tabanan, Asisten II, para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, serta Direktur Utama RSUD Singasana berserta staf.

 

Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menekankan pentingnya pelaksanaan yadnya sebagai bagian dari warisan leluhur yang sarat makna filosofis. Ia menyampaikan bahwa prosesi ngupasaksi yadnya yang dilaksanakan telah berjalan dengan baik, dipuput oleh Ida Sang Sulinggih, serta disaksikan oleh unsur pemerintah dan masyarakat.

 

Menurutnya, yadnya bukan sekadar ritual, tetapi memiliki esensi spiritual yang mendalam dan menjadi pedoman dalam menjaga keseimbangan hidup. Ia menilai karya yang dilaksanakan oleh manajemen RSUD Singasana telah mencerminkan yadnya yang satwika, utama, dan dilandasi ketulusan.

 

“Hari ini kita datang berkumpul bersama melaksanakan ngupasaksi yadnya yang sudah berjalan dengan baik. Dipuput oleh sang sulinggih, disaksikan oleh pemerintah dan masyarakat, artinya karya ini sudah dilaksanakan dengan tulus ikhlas dan memenuhi unsur tri upa saksi, sehingga berjalan baik secara sekala dan niskala,” ujar Sanjaya.

 

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pemahaman terhadap esensi yadnya perlu terus ditingkatkan oleh umat. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam yadnya merupakan pedoman penting dalam kehidupan, termasuk dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

 

Selain itu, orang nomor satu di Tabanan itu juga berpesan kepada manajemen RSUD Singasana agar mampu mengedepankan pelayanan preventif dalam melayani masyarakat. Ia menekankan pentingnya sosialisasi kesehatan sebagai langkah awal untuk mencegah penyakit sejak dari hulu.

 

“Kepada manajemen rumah sakit, saya berpesan agar pelayanan preventif lebih dikedepankan. Bagaimana cara agar masyarakat tetap sehat perlu terus disampaikan, sehingga pencegahan bisa dilakukan sejak dini, termasuk dalam penanganan kasus seperti stunting,” ujarnya. Ia menambahkan, ketika masyarakat pada akhirnya membutuhkan layanan rumah sakit, maka pelayanan yang diberikan harus tetap maksimal dan profesional sesuai dengan kebutuhan pasien.

 

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Singasana, I Wayan Doddy Setiawan menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Bupati Tabanan terhadap pembangunan fasilitas spiritual di lingkungan rumah sakit. “Berdirinya Padmasana ini merupakan bentuk support dan komitmen Bapak Bupati. Kami sangat berterima kasih karena beliau selalu memperhatikan keseimbangan pembangunan infrastruktur kesehatan dengan penguatan nilai spiritual,” ungkapnya.

 

Ia menjelaskan bahwa pembangunan Padmasana telah rampung pada akhir tahun 2025 dan diharapkan mampu mendukung keseimbangan sekala dan niskala dalam pelayanan kesehatan. “Kami berharap sinergi ini dapat mempercepat kesembuhan pasien serta memberikan ketenangan bagi seluruh staf,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, pembangunan Padmasana di RSUD Singasana juga diresmikan langsung oleh Bupati Sanjaya yang ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol peresmian. (rls/hmstbn)

3 Mahasiswi Jadi Operator Judol di Bali, Modus Tawarkan Tautan ke Ratusan Nomor Ponsel Setiap Hari

Polisi menunjukkan barang bukti saat konferensi pers di Mapolda Bali.
Polisi menunjukkan barang bukti saat konferensi pers di Mapolda Bali.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Direktorat Reserse Siber Polda Bali berhasil mengungkap praktik judi online (judol) jaringan internasional yang beroperasi di kawasan Benoa, Kuta Selatan, Badung. Dalam penggerebekan tersebut, empat pelaku diamankan, termasuk tiga perempuan yang masih berstatus mahasiswi.

Pengungkapan kasus ini disampaikan dalam konferensi pers di Mapolda Bali, Rabu (29/4), oleh Direktur Reserse Siber Polda Bali, Kombes Pol Aszhari Kurniawan, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Ariasandy. Ia menjelaskan, kasus ini terungkap berawal dari patroli siber yang kemudian dikembangkan melalui proses profiling hingga penyamaran oleh petugas.

Tim Ditressiber kemudian menggerebek sebuah rumah di Jalan Pratama Gang Hasan, Benoa, pada Minggu (12/4) sore. Saat itu, para pelaku tengah menjalankan aktivitas promosi dan operasional dua situs judi online, yakni “ketua.co” dan “GN77”.

Empat tersangka yang diamankan yakni IJT alias Gisel (23), RFD alias Selena (22), dan MDB alias Aleta (22) asal Manado, serta WAB alias Guang Yun (31) asal Jakarta. Tiga perempuan tersebut berperan sebagai telemarketing, sementara satu pelaku lainnya bertugas sebagai customer service.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku setiap hari menghubungi ratusan nomor ponsel secara acak untuk menawarkan tautan judi online. Mereka juga memberikan iming-iming bonus awal guna menarik korban agar melakukan deposit melalui rekening virtual.

Dari lokasi, polisi mengamankan barang bukti berupa empat unit laptop dan sejumlah ponsel yang digunakan untuk operasional. Hasil penyelidikan mengungkap, sebagian pelaku merupakan operator berpengalaman yang sebelumnya bekerja di luar negeri.

Dua di antaranya diketahui pernah bekerja di Filipina dan Kamboja, sebelum akhirnya kembali ke Indonesia dan menjadikan Bali sebagai basis baru. Aktivitas tersebut baru berjalan sekitar satu bulan sebelum akhirnya terendus aparat.

Fakta lain yang mencuri perhatian, tiga pelaku perempuan masih berstatus mahasiswi yang sedang mengambil cuti kuliah. Mereka tergiur bayaran tinggi, dengan salah satu tersangka menerima gaji hingga Rp11 juta per bulan ditambah bonus mencapai Rp8 juta. Sementara dua lainnya yang masih masa percobaan menerima sekitar Rp2,5 juta per bulan.

Meski demikian, polisi memastikan para pelaku hanya berperan sebagai operator lapangan. Kendali utama jaringan judi online tersebut diketahui berada di luar negeri, tepatnya di Kamboja. Selain itu, salah satu pengelola situs juga terdeteksi berada di wilayah Kalimantan.

Saat ini, seluruh tersangka telah ditahan di Rutan Polda Bali. Polisi juga telah menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap pimpinan jaringan berinisial CND, serta berkoordinasi untuk menelusuri aliran dana dan memblokir rekening yang digunakan.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 426 ayat (1) huruf c KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Polda Bali menegaskan komitmennya untuk terus memberantas praktik judi online, termasuk yang beroperasi di ruang digital. Masyarakat diimbau untuk tidak tergiur iming-iming keuntungan instan yang ditawarkan, karena pada praktiknya justru merugikan pemain. RAN

Polda Bali Gandeng Pertamina dan Hiswana Migas, Perketat Distribusi BBM-LPG agar Tepat Sasaran

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Polda Bali melalui Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG dengan menggandeng Hiswana Migas DPC Bali serta PT Pertamina Patra Niaga Regional Bali.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan koordinasi bertema penguatan peran lembaga penyalur BBM dan LPG agar tepat sasaran, tepat manfaat, serta sesuai regulasi. Kegiatan berlangsung di kawasan Duta Orchid Garden, Denpasar Timur, Rabu (29/4/2026).

Direktur Intelkam Polda Bali, Kombes Pol Andy Ervyn, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas distribusi energi, khususnya BBM dan LPG bersubsidi.

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa kondisi ketersediaan BBM dan LPG di Bali saat ini relatif aman dan terkendali. Distribusi berjalan lancar dengan dukungan pasokan dari dalam negeri maupun impor yang disalurkan melalui terminal utama di wilayah Manggis dan Pesanggaran.

Selain itu, jaringan distribusi dinilai cukup kuat dengan dukungan infrastruktur seperti SPBU, SPBE, Pertashop, serta agen LPG yang tersebar di berbagai wilayah, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Namun demikian, terdapat dinamika konsumsi energi yang menjadi perhatian, terutama penurunan penggunaan BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar, sementara permintaan LPG subsidi justru meningkat. Kondisi ini mendorong perlunya pengawasan lebih ketat agar penyaluran tetap tepat sasaran.

Sebagai upaya pengendalian, Pertamina telah menerapkan sistem QR Code melalui program Subsidi Tepat untuk memastikan distribusi BBM subsidi lebih terkontrol. Pengawasan juga dilakukan secara rutin melalui monitoring di SPBU, termasuk pengecekan kualitas dan kuantitas BBM.

Dalam forum tersebut juga dibahas potensi penyalahgunaan, seperti penggunaan surat rekomendasi secara tidak semestinya untuk transaksi berulang. Praktik ini dinilai berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu dan perlu diantisipasi bersama.

Selain pengawasan, pendekatan persuasif kepada masyarakat juga terus dilakukan, termasuk imbauan untuk menjaga integritas dalam proses distribusi energi.

Melalui sinergi antara kepolisian, pelaku usaha, dan penyedia energi, diharapkan distribusi BBM dan LPG di Bali semakin transparan, tepat sasaran, serta mampu mencegah berbagai potensi penyimpangan demi menjaga ketahanan energi daerah. (tim)

Badung Cetak Montir Siap Kerja! Disperinaker Gaspol Latih Mekanik Motor, Peluang Kerja Terbuka Lebar

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Badung tancap gas meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor otomotif melalui Pelatihan Mekanik Sepeda Motor Tahun 2026.

Program ini disiapkan untuk mencetak tenaga kerja terampil yang siap diserap industri otomotif maupun membuka usaha bengkel mandiri.

Kegiatan tersebut resmi dibuka Kepala Disperinaker Badung, A.A Ngurah Rai Yuda Darma, di Ruang Pertemuan Mandiri Gosana, Puspem Badung, Rabu (29/4/2026).

Ngurah Rai Yuda Darma menjelaskan, pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta dari kalangan angkatan kerja di Kabupaten Badung yang telah memiliki dasar pendidikan vokasi di bidang otomotif.

Melalui kerja sama dengan SMK PGRI 2 Mengwi, peserta akan mendapatkan pelatihan intensif yang berfokus pada peningkatan keterampilan praktis sebagai mekanik sepeda motor.

“Pelatihan ini merupakan upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja di sektor otomotif. Peserta yang sudah memiliki dasar akan diperdalam lagi kemampuannya melalui pelatihan yang lebih aplikatif,” ujarnya.

Ia menegaskan, program ini dibiayai melalui APBD Kabupaten Badung sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam pengembangan SDM yang siap pakai.

Menurutnya, tingginya jumlah kendaraan bermotor di Badung membuat sektor perbengkelan memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan.

“Setelah pelatihan, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk bekerja di perusahaan maupun membuka usaha bengkel secara mandiri. Karena usaha perbengkelan berawal dari kemampuan mekanik yang mumpuni,” jelasnya.

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Bupati Badung dalam menekan angka pengangguran dan membuka peluang kerja baru.

Ngurah Rai mengungkapkan, lulusan pelatihan serupa sebelumnya bahkan sangat diminati perusahaan otomotif.

“Perusahaan sering kali langsung merekrut peserta tanpa harus kami fasilitasi lagi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keunggulan program ini terletak pada kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang telah bersertifikasi resmi, sehingga kualitas lulusan lebih terjamin dan sesuai dengan kebutuhan industri.

Selama 40 hari, peserta akan menjalani pelatihan praktik di LPK SMK PGRI 2 Mengwi.

Menurutnya, durasi yang relatif singkat dipilih karena seluruh peserta sudah memiliki pengetahuan dasar, sehingga pelatihan difokuskan pada pemantapan keterampilan teknis.

Tak hanya itu, Disperinaker Badung juga mulai mendorong penguatan materi pelatihan dengan tambahan kompetensi mekanik sepeda motor listrik.

Langkah ini dinilai penting agar lulusan semakin relevan dengan perkembangan teknologi otomotif yang terus bergerak menuju era elektrifikasi.

“Kami berharap peserta juga dibekali kemampuan di bidang sepeda motor listrik, sehingga keterampilan mereka semakin sesuai dengan kebutuhan industri saat ini,” tutupnya. (rls/kmf)