- Advertisement -
Beranda blog Halaman 198

Tegas! Koster Tolak Premanisme Berkedok Ormas di Bali

Gubernur Bali Wayan Koster.
Gubernur Bali Wayan Koster.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Gubernur Bali, Wayan Koster, akhirnya bersuara tegas menyikapi maraknya aksi premanisme yang berlindung di balik nama organisasi kemasyarakatan (ormas). Ia menegaskan bahwa Bali tidak membutuhkan ormas yang bertindak di luar batas dan meresahkan masyarakat, apalagi merusak citra pariwisata daerah.

Pernyataan keras ini disampaikan Koster saat meresmikan Bale Paruman Adhyaksa dan Bale Restorative Justice di Badung, Kamis (8/5/2025). Di hadapan Kepala Kejati Bali, Bupati, dan para tokoh adat, Koster menekankan pentingnya mengembalikan penyelesaian masalah sosial ke akar budaya Bali, yakni melalui lembaga Desa Adat.

“Bentuknya ormas, tapi kelakuannya preman. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Koster. “Badung adalah jantung pariwisata Bali. Kita tak boleh membiarkan ruang publik dicemari oleh perilaku liar yang berkedok organisasi,” lanjutnya.

Gubernur asal Desa Sembiran ini menyambut baik program Kejati Bali yang mengedepankan pendekatan berbasis hukum adat. Menurutnya, kehadiran Bale Paruman Adhyaksa menjadi langkah strategis dalam menekan kriminalitas sosial tanpa harus melalui jalur pengadilan. “Ini bukan sekadar urusan hukum, ini adalah pertaruhan masa depan Bali,” tandasnya.

Koster juga menyinggung pentingnya penguatan sistem keamanan berbasis adat, yakni melalui Sipandu Beradat yang melibatkan peran aktif Pecalang. Menurutnya, jika lembaga adat dan aparatnya kuat, Bali tak memerlukan ormas tambahan yang justru membawa agenda tersembunyi.

Ia mengakhiri pidatonya dengan peringatan yang lugas namun bernas. “Siapa pun yang menyalahgunakan nama organisasi untuk menimbulkan keresahan, akan berhadapan dengan adat dan negara. Jangan anggap remeh kekuatan budaya Bali,” tutupnya.

Senada dengan Gubernur Koster, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Ketut Sumedana, menegaskan bahwa Bale Paruman bukan sekadar simbol. Ini merupakan bentuk nyata revitalisasi hukum adat yang telah terbukti menyelesaikan berbagai konflik perdata dan sosial secara damai.

“Untuk kasus pidana tentu ada batasan, tapi konflik internal masyarakat bisa diselesaikan tanpa harus sampai ke meja hijau,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, turut mendukung pendekatan ini. Menurutnya, jika berjalan optimal, sistem ini dapat mencegah pelanggaran hukum sejak dini dan mengurangi angka penghuni lembaga pemasyarakatan. “Ini adalah cermin Bali yang beradab dan matang dalam menyikapi konflik,” kata Adi Arnawa.

Lebih dari sekadar seremoni, penandatanganan prasasti Bale Paruman Adhyaksa menjadi sinyal kuat dari Pemerintah Provinsi dan Kejaksaan Tinggi Bali bahwa Bali bukanlah tempat bagi premanisme berkedok ormas. Dengan memperkuat kearifan lokal, Bali tak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga mempertahankan martabat budayanya. (ana)

Pemkab Badung Siapkan Integrasi CCTV dengan Swasta

Ilustrasi CCTV. (foto:Freepik.com)
Ilustrasi CCTV. (foto:Freepik.com)

PANTAU BALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung sedang merencanakan program integrasi Closed Circuit Television (CCTV) yang melibatkan kerja sama antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan pihak swasta.

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memperkuat keamanan dan kenyamanan masyarakat, termasuk wisatawan yang berkunjung ke wilayah tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung I Gusti Ngurah Jaya Saputra menjelaskan, program integrasi CCTV ini berbeda dari program pengadaan CCTV yang saat ini sedang berjalan.

“Program ini ditujukan untuk menghubungkan CCTV yang sudah terpasang di berbagai akomodasi wisata, terutama yang mengarah ke area publik,” ungkap Jaya Saputra pada Kamis (8/5/2025).

Program kolaboratif ini melibatkan sejumlah perangkat daerah di Pemkab Badung, di antaranya Diskominfo, Dinas Pariwisata, Dinas Perizinan, Satpol PP, Kesbangpol Linmas, serta Bagian Hukum Setda Badung. Sinergi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan keamanan secara terpadu di seluruh wilayah Badung.

“Integrasi CCTV bukan satu-satunya langkah, namun menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan, keamanan, dan kenyamanan dengan sistem pengawasan terpadu,” tambahnya.

Inisiatif ini sejalan dengan visi Pemkab Badung dalam mewujudkan pariwisata berkualitas yang berlandaskan nilai-nilai “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” di bawah kepemimpinan Bupati Badung Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta.

“Citra pariwisata merupakan elemen vital di Badung. Dengan terciptanya rasa aman dan nyaman, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata diharapkan terus meningkat,” jelas Jaya Saputra.

Jaya Saputra juga memaparkan konsep integrasi tersebut. Menurutnya, kolaborasi akan melibatkan perangkat CCTV milik swasta, pemerintah kabupaten, dan pemerintah desa yang akan diakses melalui Badung Command Center.

“Teknis pelaksanaannya masih kami bahas. Apakah nanti hanya diberikan akses tayangan langsung atau juga termasuk akses memori dan server, itu masih dalam diskusi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa program ini dikhususkan untuk akomodasi wisata yang memiliki CCTV yang mengarah ke area publik. Ke depan, setiap akomodasi baru yang dibangun diwajibkan memasang CCTV dengan spesifikasi minimal 4 megapiksel.

“Saat ini, kami akan memaksimalkan perangkat yang sudah ada. Namun, untuk pembangunan akomodasi baru, standar minimal CCTV adalah 4 MP,” tambahnya, sembari menyebut bahwa beberapa kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Semarang, dan Jakarta telah mengimplementasikan program serupa. (jas) 

DIPERPA Badung Luncurkan Hasil Survei NTP dan NTUP 2024

Diperpa Badung meluncurkan hasil Survei Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP), Kamis (8/5/2025).
Diperpa Badung meluncurkan hasil Survei Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP), Kamis (8/5/2025).

PANTAU BALI.COM, BADUNG – Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) Kabupaten Badung secara resmi meluncurkan hasil Survei Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) untuk tahun 2024. Acara peluncuran ini berlangsung di Ruang Rapat Kriya Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Kamis (8/5/2025).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana mengungkapkan, hasil survei menunjukkan NTP Kabupaten Badung pada tahun 2023 tercatat di angka 112, dan meningkat menjadi 117 pada tahun 2024. Peningkatan ini dianggap sebagai indikasi positif terhadap kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

“Kenaikan ini merupakan hasil dari berbagai program dan kebijakan strategis yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Badung, terutama melalui arahan Bupati Badung yang berfokus pada penurunan biaya produksi sekaligus peningkatan pendapatan petani,” jelas Wijana.

Wijana juga menekankan pentingnya NTP sebagai indikator kesejahteraan petani. NTP mencerminkan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dari hasil produksi pertanian dengan indeks harga yang mereka bayarkan untuk kebutuhan produksi dan konsumsi. “Jika NTP berada di atas angka 100, itu berarti petani memperoleh keuntungan,” tambahnya.

Survei NTP dan NTUP dilaksanakan setiap bulan sepanjang tahun dengan cakupan subsektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Data yang dikumpulkan digunakan untuk menyusun analisis menyeluruh mengenai kesejahteraan petani di Badung. Selain NTP, survei tersebut juga menghasilkan data NTUP yang menggambarkan tingkat kelayakan usaha pertanian secara umum.

Wijana menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang dapat meringankan beban petani dan mendorong peningkatan nilai NTP dan NTUP di masa depan. “Kami berharap peningkatan NTP dan NTUP ini dapat terus berlanjut sehingga budaya agraris yang menjadi identitas masyarakat Badung tetap terjaga,” tutupnya.

Acara peluncuran tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Badung Komang Bagus Pawastra, perwakilan BPS Provinsi Bali, sejumlah pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, Ketua Majelis Madya Subak Kabupaten Badung, Ketua Majelis Alit Subak se-Kabupaten Badung, serta para undangan lainnya. (jas) 

Setahun Lebih Jembatan Penghubung Desa Gadungsari-Pesagi Tabanan Jebol, Warga Urug dengan Serabut Kelapa

Tangkapan Layar - Jembatan penghubung Desa Gadungsari dengan Desa Pesagi, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan mengalami kerusakan parah. (foto:DK6060BRO)
Tangkapan Layar - Jembatan penghubung Desa Gadungsari dengan Desa Pesagi, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan mengalami kerusakan parah. (foto:DK6060BRO)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Jembatan penghubung Desa Gadungsari dengan Desa Pesagi, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan mengalami kerusakan parah. Jembatan yang juga menghubungkan tiga kecamatan tersebut sudah rusak sejak awal 2024 lalu.

Warga sekitar pun memperbaiki jembatan tersebut dengan membuat urugan dari sabut kelapa, sebab jembatan tersebut menjadi akses perekonomian mereka.

Bahkan kondisi jembatan itu sempat terekam dalam video seorang bloqger otomotif saat melakukan test ride sepeda motor di jalur ekstrem wilayah tersebut. Akun blogger @DK6060Bro membagikan video tersebut di media sosialnya, memperlihatkan kondisi jembatan yang ambruk dan hanya ditutupi sabut kelapa.

Terkait hal itu, Perbekel Desa Gadungsari, I Wayan Sindreg membenarkan jika kondisi jembatan penghubung Desa Gadungsari-DesaPesagi dengan panjang 12 meter tersebut sudah rusak sejak satu tahun lebih.

Karena kondisi itu, warga berinisiatif menimbun bagian yang rusak menggunakan tanah dan batu. Namun upaya tersebut dibatalkan karena Sungai Yeh Ngigih kerap banjir saat musim hujan dan dikhawatirkan akan mengikis timbunan tersebut.

“Jadi ada salah satu pengusaha kelapa di desa menyumbang serabut kelapa untuk mengurug sisi yang jebol,” ujarnya dikonfirmasi Kamis (8/5/2025).

Ia mengaku, kondisi jembatan yang rusak ini berdampak langsung pada perputaran ekonomi warga, terutama dalam distribusi hasil bumi seperti kelapa dan gabah. Banyak produsen memilih tidak melintasi jembatan karena khawatir jembatan tidak sanggup menahan beban berat.

Akibatnya, kendaraan angkut terpaksa memutar ke jalur selatan yang memakan waktu cukup lama. “Kalau roda dua masih memungkinkan untuk dilewati,” tambahnya.

Pihak desa sudah melaporkan kondisi ini kepada Dinas PUPR Kabupaten Tabanan sejak awal kejadian. Ia menyebut petugas dari dinas terkait telah melakukan peninjauan ke lokasi.

“Namun katanya baru bisa diperbaiki di anggaran perubahan tahun 2025 ini. Saya berharap segera diatensi karena ini sifatnya emergency agar perputaran ekonomi warga tidak terganggu,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPRPKP dan Perkim Kabupaten Tabanan, Made Dedy Darmasaputra mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan perencanaan teknis untuk perbaikan jembatan tersebut.

“Kami sedang siapkan perencanaan detailnya. Untuk saat ini sudah kami usulkan pendanaan di tahun 2026, mengingat pengerjaannya perlu dilakukan secara menyeluruh. Kebutuhannya berkisar Rp8 miliar untuk perbaikan jembatan,” jelasnya. (ana) 

Narapidana Lapas Dibekali Pelatihan Mental dan Keterampilan

Kegiatan capacity building untuk narapidana lapas Tabanan, Rabu (7/5/2025).
Kegiatan capacity building untuk narapidana lapas Tabanan, Rabu (7/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN– Narapidana yang sedang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tidak hanya menjalani masa tahanan. Mereka juga dibekali dengan berbagai pelatihan agar setelah keluar dari lapas bisa memiliki keahlian kerja.

Selain itu, dalam upaya membangun dan membentuk watak serta karakter mereka, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB bekerja sama dengan Yayasan Bangsa-Bangsa Sejahtera (YBBS) memberikan kegiatan capacity building, Rabu (7/5/2025). Dengan kegiatan ini, diharapkan Narapidana menjadi lebih mengetahui setiap potensi yang dimiliki.

Capacity building ini dilaksanakan dalam rangka membentuk Narapidana menjadi insan yang disiplin dan berjiwa besar, di mana hal yang mereka alami pada saat ini bukanlah merupakan sebuah kebetulan.

Pelatihan dan pengembangan keterampilan merupakan salah satu aspek penting dalam capacity building yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan individu dalam mencapai tujuan tertentu.

Kepala Lapas (Kalapas) Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menjelaskan Lapas sebagai lembaga pembinaan wajib menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan untuk membekali setiap Narapidana dengan berbagai macam skill maupun keterampilan, sehingga pada saat bebas dari Lapas, para narapidana tersebut tidak terjerumus kembali ke dalam tindak pidana.

“Melalui capacity building ini, kami berharap setiap Warga Binaan dapat mengetahui lebih baik tentang potensi yang mereka miliki dan tidak terus menyalahkan diri atas apa yang telah terjadi di masa lalu. Dengan membentuk watak dan karakter mereka menjadi lebih tangguh melalui pelatihan ini, ke depannya mereka mempunyai kemampuan dan kemauan untuk mengubah jalan hidup,” jelasnya.

Pihaknya berharap para narapidana dapat memanfaatkan setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Lapas sehingga mereka mempunyai bekal ketika bebas.

“Gunakan waktu teman-teman di sini untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Jangan berlarut-larut dalam penyesalan, tetapi jadikan itu sebagai pembelajaran sehingga tidak terulang kembali di masa depan,” imbuh Prawira.

Made, salah satu narapidana selaku peserta mengatakan banyak hal yang dipelajarinya dengan mengikuti kegiatan capacity building ini. Ia mengaku menjadi lebih paham tentang sesuatu yang tengah dialaminya saat ini.

“Sebelumnya saya selalu menyalahkan keadaan serta nasib dengan apa yang terjadi pada diri saya. Namun setelah mengikuti kegiatan ini, saya menjadi lebih damai dan menerima kenyataan bahwa ini memang jalan yang harus saya hadapi,” ucap Made. (ana)

Mulai Tahun Ajaran 2025/2026, Koding AI Masuk Mapel Pilihan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa mulai tahun ajaran 2025/2026, mata pelajaran Koding-AI akan menjadi salah satu mata pelajaran pilihan bagi siswa. Dalam rangka menyukseskan program ini, kementerian telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra strategis, termasuk Google.

Mu’ti mengakui bahwa kecerdasan buatan (AI) merupakan pendekatan yang menarik dalam proses pembelajaran. Menurutnya, teknologi ini mampu menyajikan informasi secara cepat dan lebih mudah diakses oleh siswa dibandingkan dengan membaca buku konvensional.

“Kelebihan AI adalah bisa memberikan layanan pendidikan yang cepat karena akselerasi, akses itu bisa diperoleh murid dibanding dengan dia membaca buku,” ujar Mu’ti dalam acara peluncuran Gemini Akademi dan Gerakan Edukreator di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (7/5/2025).

Meski begitu, Mu’ti menegaskan bahwa penting bagi siswa untuk tidak melupakan pentingnya membaca buku. Ia menilai, program Koding-AI harus sejalan dengan upaya memperkuat kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.

“Program ini perlu diselaraskan dengan dorongan kepada siswa untuk tetap membaca, baik itu buku teks fisik maupun materi digital atau permainan edukatif yang mengaitkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari,” tambahnya, yang juga merupakan tokoh dari PP Muhammadiyah.

Namun, Mu’ti juga mengingatkan akan dua kelemahan penggunaan AI di ruang kelas. Pertama, informasi yang dihasilkan oleh AI tidak selalu akurat. Oleh karena itu, pendampingan dari guru sangat diperlukan agar materi yang diterima siswa tetap sesuai dengan kurikulum.

“Kehadiran guru tetap penting, karena mereka yang memahami isi pelajaran dengan baik,” jelasnya.

Kedua, penggunaan AI yang berlebihan berpotensi menurunkan minat baca siswa. Maka dari itu, ia menegaskan pentingnya tetap mendorong kegiatan belajar konvensional, seperti membaca buku dan interaksi langsung, agar proses belajar tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi dan perangkat digital. (ana) 

Profil Luna Maya, Aktris Multitalenta yang Akhiri Masa Lajang di Umur 41 Tahun dengan Maxime Bouttier

Aktris Luna Maya. (foto: Instagram @lunamaya)
Aktris Luna Maya. (foto: Instagram @lunamaya)

PANTAUBALI.COM – Luna Maya adalah salah satu artis papan atas Indonesia yang dikenal multitalenta. Namanya sudah tidak asing lagi di dunia hiburan Tanah Air, baik sebagai aktris, model, presenter, hingga pengusaha. Perjalanan hidup dan karier Luna penuh warna, termasuk kisah asmaranya yang kini berakhir bahagia dengan Maxime Bouttier.

Wanita yang memiliki nama lengkap Luna Maya Sugeng lahir di Denpasar, Bali, pada 26 Agustus 1983. Ia berasal dari keluarga campuran budaya. Ayahnya berdarah Indonesia, sedangkan ibunya memiliki keturunan Eropa.

Dalam perjalanan cintanya, Luna Maya sempat menjalin hubungan dengan beberapa pria sebelum akhirnya melepas masa lajang di umur 41 tahun dengan aktor berdarah Prancis-Indonesia, Maxime Bouttier pada.

Hubungan ini mendapat restu dari kedua belah pihak keluarga. Menurut Luna, baik keluarganya maupun keluarga Maxime sama-sama mendukung dan memiliki pandangan terbuka terhadap hubungan mereka. Mereka lantas melangsungkan pernikahan di sebuah vila mewah di Dusun Begawan, Desa Melinggih Kelod, Payangan, Gianyar, Bali pada Rabu, 7 Mei 2025.

Perjalanan Karier

Luna Maya memulai kariernya sebagai model di Bali sebelum merambah ke dunia seni peran. Namanya mulai dikenal luas setelah tampil dalam berbagai sinetron dan film layar lebar. Beberapa film sukses yang pernah dibintanginya antara lain 30 Hari Mencari Cinta, Ruang, dan Suzzanna: Bernapas dalam Kubur.

Tak hanya berakting, Luna juga piawai dalam membawakan acara televisi. Ia sempat menjadi pembawa acara di berbagai program populer dan ajang pencarian bakat. Di luar dunia hiburan, Luna juga terjun ke dunia bisnis dengan membangun beberapa lini usaha, termasuk di bidang fashion dan kosmetik.

Kariernya sempat mengalami pasang surut, terutama saat menghadapi sejumlah skandal pribadi di masa lalu. Namun, Luna berhasil bangkit dan kembali merebut simpati publik lewat kerja keras dan ketulusan dalam berkarya.

Kisah Asmara dengan Maxime Bouttier

Luna dan Maxime Bouttier mulai menjalin hubungan sejak Desember 2022. Meski terpaut usia 10 tahun Luna lebih tua hubungan mereka terlihat harmonis dan dewasa. Mereka baru go public pada pertengahan 2023, setelah sempat merahasiakan hubungan dari sorotan media.

Kisah mereka mendapat perhatian luas dari publik karena dinilai inspiratif dan penuh kehangatan. Pada 1 April 2025, Maxime resmi melamar Luna saat liburan di Tokyo, Jepang. Lamaran tersebut dilakukan secara romantis dan penuh kejutan, dan dibagikan melalui media sosial mereka.

Sebelumnya, Luna pernah menyatakan bahwa ia dan Maxime sudah membicarakan rencana menikah, namun tidak ingin terburu-buru. Mereka memilih menjalani hubungan dengan tenang dan saling memahami, hingga akhirnya memutuskan untuk menuju jenjang yang lebih serius.

Hubungan mereka menjadi bukti bahwa cinta bisa tumbuh dengan kuat, meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda. Luna dan Maxime adalah gambaran pasangan modern yang saling mendukung, tumbuh bersama, dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan penting. (ana) 

Diduga Bunuh Diri, Korban Sempat Beli Silet Sebelum Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Lahan Kosong

Polisi ungkap dugaan aksi bunuh diri pria di lahan kosong Jalan Pararaton Raya, Kuta, Badung

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang pria asal Probolinggo, Jawa Timur, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di sebuah lahan kosong di Jalan Pararaton Raya, Kuta, Badung, tepat di belakang The Banjar Dewi Sri, Rabu (7/5/2025) siang. Korban diketahui bernama Misbalul Munir (32).

Penemuan jasad Munir pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Arif Budiman yang hendak buang air kecil di lokasi sekitar pukul 12.00 WITA. Ia menemukan tubuh pria dalam posisi tengkurap dan tidak merespons saat dipanggil. Bersama rekannya, Taupik Putra, mereka langsung meminta bantuan warga sekitar untuk menghubungi pihak berwajib. Sekitar pukul 12.30 WITA, polisi tiba di lokasi dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi mengungkapkan, korban ditemukan dengan luka sayat di leher dan pergelangan tangan kiri. Di sekitar tubuh korban, polisi juga menemukan silet, gunting kecil, sandal, dan gumpalan darah.

“Korban ditemukan mengenakan kaus hitam dan sarung hijau. Dari hasil penyelidikan awal, kuat dugaan korban mengakhiri hidupnya sendiri,” ujar AKP Sukadi.

Dugaan bunuh diri diperkuat oleh rekaman CCTV yang memperlihatkan korban berjalan sendirian menuju lokasi kejadian pada Selasa malam (6/5) sekitar pukul 22.44 WITA, mengenakan pakaian yang sama saat ditemukan.

Informasi tambahan datang dari seorang pemilik warung bernama Saiful Rizal. Ia mengaku melihat korban membeli silet, gunting, dan minuman Nu Green Tea sekitar pukul 22.30 WITA malam sebelumnya. “Semua barang itu ditemukan di TKP,” katanya.

Dari keterangan dua rekan kerja korban, Doni Suryanto dan M. Shohib, Munir keluar dari bedeng proyek tanpa pamit sekitar pukul 22.00 WITA setelah bermain game bersama. Mereka sempat mencarinya, namun gagal menemukan jejaknya lantaran suasana saat itu gelap karena hujan dan listrik padam.

Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar untuk autopsi. Meski bukti awal mengarah pada bunuh diri, polisi masih terus mendalami motif di balik tindakan tragis ini, termasuk kemungkinan tekanan psikologis atau masalah pribadi lainnya. (mah)

Imbas Penganiayaan Antar Pedagang, Satpol PP Tutup Pasar Malam Sampalan

Petugas Satpol PP Klungkung menghentikan aktivitas hiburan malam di Pasar Sampalan setelah insiden penganiayaan antar pedagang.
Petugas Satpol PP Klungkung menghentikan aktivitas hiburan malam di Pasar Sampalan setelah insiden penganiayaan antar pedagang.

PANTAUBALI.COM, KLUNGKUNG – Satpol PP Kabupaten Klungkung bertindak tegas dengan menutup kegiatan hiburan malam di Pasar Sampalan setelah terjadi keributan antara sesama pedagang. Insiden penganiayaan yang berdarah tersebut memaksa petugas untuk turun tangan, menghentikan acara yang awalnya direncanakan berlangsung dari 17 April hingga 11 Mei 2025.

Perkelahian yang melibatkan dua pedagang asal Jembrana, Muhammad Iqbal Rafsanjani dan Allme Tirta Anggara, berujung pada penusukan yang melukai bagian punggung dan dada korban. Keributan ini, meskipun tidak melibatkan pengunjung, mencoreng upaya menciptakan ruang hiburan yang aman dan nyaman, terutama di wilayah wisata seperti Nusa Penida.

Kepala Satpol PP dan Damkar Klungkung, Dewa Putu Suarbawa, mengungkapkan bahwa insiden ini menyoroti lemahnya pengawasan internal penyelenggara. Sebagai langkah tegas, pihaknya memutuskan untuk menutup seluruh aktivitas pasar malam demi mencegah kejadian serupa di masa depan.

“Keributan ini bukan hanya mencoreng citra pariwisata Nusa Penida, tetapi juga menunjukkan adanya kekurangan dalam pengelolaan internal. Kami menutup acara ini sebagai tindakan pencegahan agar hal ini tidak terulang lagi,” kata Suarbawa, Rabu (7/5).

Ia menekankan bahwa tindakan penutupan bukan hanya sebagai hukuman, tetapi juga untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para wisatawan yang semakin tertarik dengan destinasi unggulan Nusa Penida. “Citra pariwisata kami harus terjaga dengan baik. Kami bertindak tegas demi nama baik daerah,” tegasnya.

Proses penutupan dilakukan dengan koordinasi antara Camat Nusa Penida, pecalang, aparat TNI/Polri, dan Satpol PP. Penanganan berlangsung aman tanpa ada perlawanan dari pedagang maupun pengunjung, yang diminta untuk tetap tertib dan kooperatif. (bip)

Pria Asal Pupuan Nyaris Lompat di Jembatan Tukad Bangkung, Diduga Karena Asmara

IGD nyaris lompat di jembatan Tukad Bangkung pada Rabu malam (7/5).
IGD nyaris lompat di jembatan Tukad Bangkung pada Rabu malam (7/5).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang pria asal Tabanan, IGD (46), sempat berusaha mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, pada Rabu malam (7/5). Aksi nekatnya tersebut diduga dipicu oleh kekecewaan dalam hubungan asmara.

Kapolsek Petang, AKP Nyoman Arnaya, mengungkapkan bahwa peristiwa ini terjadi sekitar pukul 20.30 WITA, ketika pihaknya menerima laporan mencurigakan mengenai seorang pria yang berdiri di tepi jembatan dengan gerak-gerik tidak biasa.

“Bripda I Made Rama Adi Putra menerima laporan dari anggota Polsek melalui grup WhatsApp internal. Kami langsung mengerahkan Tim Unit Kecil Lengkap (UKL) yang dipimpin oleh Pawas untuk menuju lokasi,” jelas Arnaya, Kamis (8/5).

Setibanya di jembatan, petugas mendapati I.G.D dalam kondisi emosional dan siap melompat dari ketinggian 71 meter. Dengan pendekatan persuasif, polisi berhasil mengamankan pria tersebut sebelum kejadian yang lebih buruk terjadi.

Usai diamankan, IGD dibawa ke Mapolsek Petang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil interogasi sementara, pria ini mengungkapkan bahwa keputusan drastis tersebut berawal dari masalah pribadi terkait hubungan asmaranya, meskipun ia enggan berbicara lebih detail tentang penyebab utamanya.

“Dia mengaku kecewa dengan masalah asmara, namun masih enggan terbuka mengenai situasi yang dihadapinya,” tambah Kapolsek Arnaya.

Sekitar pukul 22.45 WITA, keluarga IGD datang ke Polsek dan membawanya pulang untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut. Pihak kepolisian berharap peristiwa ini dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi mental orang di sekitar mereka.

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Jika ada tanda-tanda stres atau depresi pada seseorang, kami harap warga tidak ragu untuk melapor. Pencegahan dimulai dari rumah dan lingkungan,” tegas Arnaya.

Jembatan Tukad Bangkung, yang dikenal dengan ketinggian ekstrem dan struktur terbuka, memang menjadi lokasi rawan percobaan bunuh diri. Kasus serupa sebelumnya telah terjadi di lokasi ini, memicu wacana pemasangan pagar pengaman dan kamera pengawas. Namun, hingga saat ini, langkah-langkah preventif tersebut belum direalisasikan.

Kepolisian pun mendorong pemerintah desa dan tokoh masyarakat untuk lebih aktif mengedukasi warga agar mencari bantuan saat menghadapi tekanan psikologis guna menghindari insiden serupa di masa mendatang. (*)